Anda di halaman 1dari 9

ANATOMI DAN FISIOLOGI NEURON

BY YOHAN RUSH SYKES

Image via Wikipedia

Image via Wikipedia


Neuron
Anatomi dan Fisiologi
Sel saraf atau neuron berfungsi untuk menerima, meneruskan, dan memproses
stimulus; memicu aktivitas sel tertentu; dan pelepasan neurotransmiter dan molekul
informasi lainnya. Sel saraf menerima sensasi atau stimulus melalui reseptor, yang
terletak di tubuh baik eksternal (reseptor somatik) maupun internal (reseptor viseral).
Reseptor mengubah stimulus menjadi impuls listrik yang menjalar di sepanjang saraf
sampai ke otakdan medulla spinalis yang kemudian akan mengintepretasi dan
mengintegrasi stimulus, sehingga respons terhadap informasi bisa terjadi. Impuls dari
otak dan medula spinalis memperoleh respons yang sesuai dari otot dan kelenjar tubuh,
yang disebut efektor.
Kebanyakan neuron terdiri atas 3 bagian yaitu:

1.

Dendrit
Merupakan cabang panjang yang dikhususkan menerima stimulus dari lingkungan
sel-sel epitel sensorik atau dari neuron lain. Dendrit umumnya pendek dan bercabangcabang mirip pohon. Dendrit menerima banyak sinaps dan merupakan tempat penerimaan
sinyal dan pemrosesan utama neuron. Kebanyakan sel saraf memiliki banyak dendrit yang
sangat memperluas daerah penerimaan sel. Percabangan dendrit memungkinkan sebuah
neuron untuk menerima dan mengintegrasi sejumlah besar akson terminal dari sel saraf
lain. Diperkirakan bahwa sejumlah 200.000 akson terminal membentuk hubungan
fungsional dengan dendrit sel purkinje di serebelum. Jumlah tersebut mungkin lebih
besar lagi dari sel saraf lain.
Neuron bipolar, dengan hanya satu dendrit, tidak banyak dijumpai dan hanya
terdapat pada tempat khusus.berbeda dari akson yang memiliki diameter tetap dari satu
ujung ke ujung lain, dendrit makin mengecil setiap kali bercabang. Komposisi sitoplasma
di basis dendrit, dekat dengan badan neuron, mirip dengan komposisi sitoplasma
perikarion namun tak mengandung kompleks golgi. Kebanyakan sinaps yang berkontak
dengan neuron terdapat di spina (ujung-ujung) dendrit, yang umumnya merupakan
struktur berbentuk jamur (bagian kepala membesar, dihubungkan pada batang dendrit
oleh bagian leher yang lebih sempit), spina berfungsi penting dan berjumlah banyak,
yaitu sekitar 1014 untuk korteks serebri manusia.
Spina dendrit merupakan tempat pemrosesan pertama bagi sinyal sinaptik yang
tiba di neuron. Peralatan pemrosesan terdapat dalam suatu kumpulan protein yang
melekat pada permukaan sitosoldari membran pascasinaptik jauh sebelum fungsinya
diketahui. Spina dendrit ikut serta dalam perubahan plastis yang mendasari proses
adaptasi belajar dan mengingat. Spina-spina tersebut merupakan struktur dinamis
dengan plastisitas morfologi berdasarkan protein aktin sitoskeleton yang berhubungan
dengan perkembangan sinaps dan adaptasi fungsionalnya pa orang dewasa.

2.

Badan Sel (Perikarion)


Badan akson yang merupakan pusat trofik untuk keseluruhan sel saraf dan juga
berfungsi menerima stimulus. Badan sel yang disebut juga perikarion adalah bagian
neuron yang mengandung inti dan sitoplasma di sekelilingnya dan tidak mencakup cabangcabang sel. Badan sel terutama merupakan pusat trofik, meskipun struktur ini juga
dapat menerima impuls. Perikarion di kebanyakan neuron menerima sejumlah besar ujung
saraf yang membawa stimulus eksitatorik atau inhibitorik yang datang dari sel saraf
lain.
Kebanyakan sel saraf memiliki inti eukromatik bulat dan sangat besar dengan
anak inti yang sangat nyata. Sel saraf binukleus terlihat dalam ganglia simpatis dan
sensorik. Kromatin halus tersebar merata yang menggambarkan tingginya aktivitas
sintesis di sel-sel ini.
Badan sel mengandung suatu retikulum endoplasma kasar yang berkembang
sangat baik, berupa kelompok-kelompok sisterna paralel. Di dalam sitoplasma diantara
sisterna terdapat banyak poliribosom yang memberi kesan bahwa sel-sel ini menyintesis
protein struktural dan protein transpor. Bila dipulas dengan pewarnaan yang cocok,
retikulum endoplasma kasar dan ribosom bebas tampak sebagai daerah bergranul

basofilik di bawah mikroskop cahaya yang disebut badan nissl. Jumlah badan nissl
bervariasi sesuai jenis neuron dan keadaan fungsionalnya.
Badan nissl sangat banyak dijumpai dalam sel saraf besar seperti neuron
motorik. Kompleks golgi hanya terdapat dalam badan sel dan terdiri atas banyak deretan
paralel sisterna licin yang tersusun disekitar tepi inti. Mitokondria banyak
dijumpaikhususnya dalam akson terminal. Mitokondria tersebar dalam sitoplasma badan
sel.
Neurofilamen (filamen intermediet berdiameter 10 nm) banyak dijumpai dalam
perikarion dan cabang sel. Neurofilamen bergabung sebagai akibat darikerja bahan
fiksasi tertentu. Bila diimpregnasi dengan perak, neurofilamen akan membentuk
neurofibril, yang akan tampak dengan mikroskop cahaya. Neuron juga mengandung
mikrotubulus yang identik dengan mikrotubulus yang terdapat pada banyak sel lain. Sel
saraf kadang-kadang mengendung inklusi pigmen, seperti lipofuksin, yakni suatu residu
materi yang tak tercerna oleh lisosom
3.

Akson
Yang merupakan suatu cabang tunggal yang dikhususkan untuk menciptakan atau
menghantarkan impuls saraf ke sel-sel lain (sel saraf, sel otot, dan sel kelenjar). Akson
dapat juga menerima informasi dari neuron lain; informasi ini terutama memodifikasi
transmisi potensial aksi ke neuron lain. Bagian distal dari akson umumnya bercabang dan
membentuk ranting-ranting terminal. Setiap cabang ranting berakhir pada sel
berikutnya berupa pelebaran yang berinteraksi dengan neuron atau sel selain neuron,
dan membentuk struktur yang disebut sinaps. Sinaps meneruskan informasi ke sel
berikutnya dalam sirkuit.
Kebanyakan neuron hanya memiliki satu akson; ada sejumlah kcil yang tidak
mempunyai akson sama sekali. Sebuah akson merupakan cabang silindris dengan panjang
dan diameter yang bervariasi, sesuai jumlah neuronnya. Meskipun ada neuron dengan
akson pendek, akson umumnya berukuran panjang. Misalnya akson sel motorik di medula
spinalis yang mempersarafi otot kaki harus memiliki panjang sampai 100 cm (sekitar 40
inci). Semua akson berasal adri daerah berbentuk piramida pendek, yaitu muara akson,
yang umumnya muncul dari perikarion. Membrn plasma di akson disebut aksolemma,
isinya dikenal sebagai aksoplasma.
Pada neuron yang membentuk akson bermielin, bagian akson diantara muara
akson dan titik awal mielinisasi disebut segmen inisial. Segmen ini merupakan tempat
berkumpulnya berbagai stimulus yang merangsang dan menghambat pada neuron, yang
dijumlahkan secara aljabar, dan menghasilkan keputusan untuk meneruskan atau tidak
meneruskan suatu potensial aksi atau impuls saraf. Diketahui bahwa beberapa jenis
kanal tersebut penting untuk mengadakan perubahan potensial listrik yang membentuk
potensial aksi. Berbeda dengan dendrit, akson memiliki diameter yang tetap dan tidak
bercabang banyak. Kadang-kadang segera setelah keluar dari badan sel, akson
menghasilkan sebuah cabang yang kembali ke daerah badan sel saraf. Semua cabang
akson dikenal sebagai cabang kolateral. Sitoplasma akson (aksoplasma) mengandung
mitokondria, mikrotubulus neurofilamen dan sejumlah sisterna retikulum endoplasma
halus. Tidak ada poliribosom dan retikulum endoplasma kasar memperjelas
ketergantungan akson pada perikarion untuk mempertahankan diri. Jika akson dipotong,

bagian perifernya akan berdegenerasi dan mati. Terdapat lalu lintas dua arah yang sibuk
dari molekul besar dan kecil di sepanjang akson.
Makromolekul dan organel yang disintesis di dalam badan sel akan diangkut
secara kontinu oleh suatu aliran anterograd disepanjang akson ke bagian terminalnya.
Aliran anterograd berlangsung dengan 3 kecepatan yang berbeda. Aliran lambat
(beberapa milimeter per hari) mengangkut protein dan mikrofilamen. Aliran dengan
kecepatan sedang mengangkut mitokondria dan aliran cepat (100 kali lebih cepat)
mengangkut zat yang ditampung dalam vesikel, yang diperlukan di akson terminal selama
transmisi saraf berlangsung.
Bersamaan dengan aliran anterograd, aliran retrograd dalam arah berlawanan
mengangkut sejumlah molekul ke badan sel, termasuk zat yang masuk melalui endositosis
(meliputi virus dan toksin). Proses ini digunakan untuk mempelajari jalur-jalur neuron;
peroksidase atau zat penanda yang lain disuntikkan ke daerah dengan akson terminalnya,
dan penyebarannya diikuti dalam selang waktu tertentu.
Protein motorik yang terkait dengan aliran akson meliputi dinein, suatu protein
dengan aktivitas ATPase yang terdapat dalam mikrotubulus (berhubungan dengan aliran
retograd) dan kinesin, yakni suatu mikrotubulus yang teraktivasi-ATPase yang
mempercepat aliran anterograd dalam akson ketika melekat pada vesikel.

1.

Klasifikasi Neuron
Berdasarkan jumlah prosesusnya neuron diklasifikasikan menjadi:
Neuron Unipolar
Neuron unipolar mempunyai satu tonjolan yang kemudian bercabang dua dekat dengan
badan sel. Satu cabang menuju ke perifer sedangkan cabang yang lain berjalan menuju
SSP.
Contoh: neuron sensorik saraf spinal

2.

Neuron Bipolar
Neuron bipolar mempunyai dua tonjolan satu akson dan satu dendrit, contohnya neuron
bipolar antara lain adalah sel batang dan kerucut retina.

3.

Neuron Multipolar
Neuron multipolar mempunyai beberapa dendrit dan satu akson yang dapat bercabangcabang banyak sekali. Kebanyakan neuron SSP merupakan neuron multipolar. Salah satu
contoh sel jenis ini adalah neuron motorik yang berasal dari kornu ventral medula
spinalis dengan aksonnya yang menjulur sampai ke otot rangka.

Berdasarkan struktur dan fungsinya, sel saraf dapat dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu
sel saraf sensori, sel saraf motor, dan sel saraf intermediet (asosiasi).
A. SEL SARAF SENSORIK
Fungsi sel saraf sensorik adalah menghantar impuls dari reseptor ke sistem
saraf pusat, yaitu otak (ensefalon) dan sumsum belakang (medula spinalis). Ujung akson
dari saraf sensori berhubungan dengan saraf asosiasi (intermediet).

b. Sel saraf motorik


Fungsi sel saraf motor adalah mengirim impuls dari sistem saraf pusat ke otot
atau kelenjar yang hasilnya berupa tanggapan tubuh terhadap rangsangan. Badan sel
saraf motor berada di sistem saraf pusat. Dendritnya sangat pendek berhubungan
dengan akson saraf asosiasi, sedangkan aksonnya dapat sangat panjang.
c. Sel saraf intermediet
Sel saraf intermediet disebut juga sel saraf asosiasi. Sel ini dapat ditemukan di
dalam sistem saraf pusat dan berfungsi menghubungkan sel saraf motor dengan sel
saraf sensori atau berhubungan dengan sel saraf lainnya yang ada di dalam sistem saraf
pusat. Sel saraf intermediet menerima impuls dari reseptor sensori atau sel saraf
asosiasi lainnya. Kelompok-kelompok serabut saraf, akson dan dendrit bergabung dalam
satu selubung dan membentuk urat saraf. Sedangkan badan sel saraf berkumpul
membentuk ganglion atau simpul saraf.

1.
a.
b.
c.

Sel Neuroglia
Biasanya disebut glia, sel neuroglial adalah sel penunjang tarnbahan pada SSP yang
berfungsi sebagai jaringan ikat. Tidak seperti neuron, sel glial dapat menjalani mitosis
selama rentang kehidupannya dan bertanggung jawab atas terjadinya tumor sistem
saraf (Gambar 9-3).
Astrosit adalah sel berbentuk bintang yang memiliki sejumlah prosesus panjang,
sebagian besar melekat pada dinding kapilar darah melalui pedikel atau "kaki vaskular."
Sel ini memberikan penopang struktural dan mengatur transpor materi di an tara
darah dan neuron.
Kaki vaskular dipercaya berkontribusi terhadap barier darah-otak, atau tingkat
kesulitan makromolekul tertentu pada plasma darah untuk masuk ke jaringan otak.
Astrosit fibrosa terletak di substansi putih otak dan medulla spinalis; astrosit
protoplasma ditemukan pada substansi abu-abu.

2.

Oligodendroglia (oligodendrosit) menyerupai astrosit, tetapi badan selnya kecil dan


jumlah prosesusnya lebih sedikit dan lebih pendek.
a. Oligodendrosit dalam SSP analog dengan sel Schwann pada saraf perifer.
b. Bagian ini membentuk lapisan mielin untuk melapisi akson dalam SSP.

3.

Mikroglia ditemukan dekat neuron dan pembuluh darah, dan dipercaya memi!iki peran
fagositik. Sel glia berukuran kecil dan prosesusnya lebih
sedikit dart jenis sel glial lain.
.

4.

Sel ependimal membentuk membran epitelial yang melapisi rongga serebral (otak) dan
rongga medulla spinalis.
Reseptor Sensorik
Klasifikasi reseptor sebagai berikut :

1.

Berdasarkan tipe stimulus:

1.

Chemoreceptor : respon terhadap zat kimia

2.

Thermoreceptor : respon terhadap suhu (panas dan dingin)

3.

Nociceptor : reseptor rasa sakit, misalnya adanya respon terhadap trauma.

4.

Mechanoreceptor : respon terhadap perubahan posisi fisik.

5.

Photoreceptor : respon terhadap cahaya

2.

Berdasarkan asal stimulus :

1.

Interoceptor : deteksi stimulus pada bagian internal organ

2.

Proprioceptor : deteksi stimulus dari posisi dan pergerakan tubuh atau bagiannya.

3.

Exteroceptor : deteksi stimulus dari luar tubuh.

3.

Berdasarkan distribusi reseptor di tubuh :

1.

General (somesthetic) sense : yaitu reseptor yang t erdistribusi luas pada kulit, otot,
tenson, joint capsule, dan viscera.

2.

Special sense : merupakan reseptor yang terbatas pada kepala dan bagian yang
diinervasi oleh nervus cranialis. Yang termasuk spesial sense yaitu penglihatan,
pendengaran, pengecapan, dan penghiduan.
Reseptor pada kulit sendiri termasuk pada general sense, yang nantinya akan
tersusun atas beberapa klasifikasi reseptor :

1.

Uncapsulated Nerve Endings


1.

Free nerve endings :


Merupakan reseptor untuk panas, termasuk dingin. Serta memiliki peran
nociceptor, yakni reseptor untuk nyeri. Jadi pada bagian ujung dendritnya tidak dimiliki
asosiasi khusus dengan sel aksesori khusus atau jaringan. Biasanya dendritnya hanya
tertanam dalam epithel dan jaringan ikat.
2.
Tactile (merkel) disc :
Diskus merkel ditemukan pada kulit yang tidak berambut, misalnya pada ujung jari dan
folkel rambut. Serabut saraf berjalan menuju dermis dan beakhir sebagai pelebarann
berbentuk diskus yang terletak di dekat sel epithel berwarna gelap pada bagian atas
dermis, yang disebut sel merkel. Kelompok diskus merkel pada kulit yang berambut
disebut tactile domes, ditemukan pada epidermis di antara folikel-folikel rambut..
Diskus merkel ini merupakan reseptor raba yang beradaptasi lambat dan menghantarkan
informasi mengenai derajat tekanan yang terjadi pada kulit, misalnya ketika seseorang
memegang pena.
3.

Hair receptor (peritricial endings)

Serabut saraf melingkar pada folikel di dalam selubung jaringan ikat luar di
bawah glandula sebasea. Beberapa cabang mengelilingi folikel, sedangkan beberapa
cabang lainnya paralel terhadap sumbu panjangnya. Penekukan rambut akan merangsang
reseptor ini, yang termasuk mekanoreseptor dengan adaptasi cepat.reseptor tidak aktif
apabila rambut ditekuk, namun akan terjadi inisiasi implussaraf bila rambut dilepaskan
kembali.
2.
1.

Encapsuled Nerve Endings


Tactile (meissener) corpuscle :
Reseptor ini tereletak pada papila dermis kulit, khususnya ditelapak tangan dan
kaki.Corpusculum meissner juga banyak ditemukan pada kulit papila mamae dan genitalia
externa. Corpusculum meissner diliputi oleh kapsul jaringan ikat yang bersambungan
dengan endoneurium saraf yang masuk kedalamnya. Beberapa serabut saraf bermielin
masuk ke ujung bagian dalam corpusculum, cabang-cabang yang bermielin dan tidak
bermielin mengecil dan menyebar di antara sel scwan. Reseptor ini sangat peka terhadap
rasa raba dan merupakan mekanoreseptor yang beradaptasi cepat. Reseptor ini
memeungkinkan seseorang membedakan dua struktur berujung tajam yang diletakkan
berdekatan pada kulit.
2.

Krause end Bulbs :


Memiliki fungsi yang hampir sama dengna corpusculum meissner, akan tetapi
terletak pada membran mukus lebih dalam pada kulit.
3.

Pacini Corpuscle :
Merupakan reseptor yang berperan sebagai affektor untuk tekanan yang kuat,
serta getaran.Pada bagian ujungnya terlihat adanya suatu modifikasi dari sel schwan,
yang membentuk selubung.
4.

Ruffini corpuscle :
Terletak pada dermis, umumnya berperan terhadap sentuhan kuat, tekanan,
serta getaran yang terus-menerus, dan juga pada pergerakan sendi.

Sinaps
Sinaps berasal dari bahasa Yunani synapsis yang artinya penyatuan adalah tempat
neuron-neuron saling berkontak atau antara neuron dan sel efektor lainnya (otot dan sel
kelenjar). Sinaps sangat berperan pada penghantaran satu arah dari implus saraf.
Hampir semua sinaps menghantarkan implus lewat pelepasan neurotransmitter pada
terminal akson, berupa substansi kimiawi yang menginduksi perpindahan implus saraf ke
neuron lainnya atau ke sebelah sel efektor. Sinaps dibentuk oleh suatu terminal akson
(terminal prasinaps) yang menghantarkan implus, bagian lain tempat impuls baru
dibentuk (terminal pascasinaps) dan suatu celah sempit intraseluler yang disebut celah
sinaps (gambar).
Sinaps berdasarkan perhubungannya dapat dibedakan menjadi: sinaps
aksosomatik, bila akson membentuk sinaps dengan sel tubuh; aksodendritik, bila akson

membentuk sinaps dengan dendrite; aksoaksonik, bila akson membentuk sinaps dengan
sesama akson (gambar).Sinaps terdiri atas dua jenis: Sinaps listrik dan sinaps kimiawi

1)
2)

Anatomi Fisiologi Sinaps


Sinaps akan membentuk celah sinaps melalui kontak antara akson dari satu
neuron dengan dendrit (akso-dendritik) atau perikarion (akso-somatik) dari neuron lain,
kadang-kadang antar dendrit (dendro-dendritik) atau antar akson (akson-aksonik).
Pada ujung neuron presinaps terdapat knop kecil (knob sinaps) yang bentuknya
menyerupai tombol bulat atau bujur telur.
Ujung presinaps ini dipisahkan dari membran sel neuron postsinaps oleh suatu celah
sinaps (synaptic cleft) yang mempunyai lebar 200-300 amstrong.
Ujung presinaps mempunyai 2 struktur interna , yang berfungsi untuk penerusan
rangsang ( excitatory) atau penghambatan sinaps, yaitu :
Kantong transmitter (synaptic vesicle) mengandung bahan transmitter yang bila
dilepaskan ke celah sinaps, dapat merangsang atau menghambat neuron postsinaps.
Mitokondria menyediakan adenosin trifosfat, yang mensuplai energi untuk
mensintesis bahan transmiter baru
Membran presinaps : membran sel yang menutupi ujung presinaps, mengandung banyak
sekali saluran kalsium (Ca
) yang berpintu gerbang voltase (voltage-gated calsium

channel)
Sinaps Listrik
Sinaps listrik memungkinkan potensial aksi merambat secara langsung dari sel
presinaps ke sel pascasinaps. Sel-sel itu dihubungkan oleh persambungan longgar, yaitu
saluran antar sel yang mengalirkan ion potensial aksi lokal agar mengalir antar neuron.
Hal ini memungkinkan implus merambat dari satu neuron ke neuron lain tanpa penundaan
dan tanpa kehilangan kekuatan sinyal. Senapsis listrik dalam SSP vertebrata
menyelaraskan aktivitas neuron yang bertanggung jawab atas semua pergerakan yang
cepat dan luas.
Sinaps Kimiawi
Pada sinaps kimiawi, sebuah ce;ah sempit, celah sinaptik (synaptic cleft),
memisahkan sel prasinaptik dari sel pascasinaptik. Adanya celah tersebut menyebabkan
sel-sel tidak dapat dikopel secara elektrik, dan potensial aksi yang terjadi pada sel
prasinaptik tidak dapat dirambatkan secara langsung ke membran sel pascasinaptk.
Karnanya, maka terjadilah suatu rangkaian kejadian yang mengubah sinyal listrik
potensial aksi yang tiba di terminal sinaptik menjadi sinyak kimiawi yang mengalir
melewati sinapsis, kemudian sinyal kimiawi tersebut diubah kembali menjadi sinyal listrik
pada
sel
pascasinaptik.
Hampir semua sinaps merupakan sinaps kimiawi dan menghantarkan implus saraf melalui
neurotransmitter. Sangat sedikit sinaps menghantarkan implus melalui hubungan celah
(gap junction) yang melewati membrane pre- dan pasca sinaps, sinaps listrik, ion-ion
melewati hubungan celah dengan bebas dan menghantarkan implus saraf secara langsung.
Sinaps memiliki struktur yang kaku, hal ini disebabkan karena membran plasma pada
daerah pre- dan pasca sinaps diperkuat dan tmpak lebih tebal dari membrane yang

berdekatan dengan sinaps. Pada beberapa keadaan membrane pre- dan pasca sinaps
diikat oleh jembatan pada tempat sinaps.Terminal prasinaps selalu mengandung vesikelvesikel sinaps dan banyak mitokondria. Mitokondria berfungsi menyediakan energi untuk
aktivitas sinaps. Vesikel mengandung neurotransmitter.