Anda di halaman 1dari 143

BISNIIS KOM

B
MBINA
ASI DA
AN KO
ONSOL
LIDASII

PEL
LAPOR
RAN KO
ORPORAT

KEL
LAS F14 1S

14065
515324 Paula
14
40651546
63 Widyyo Hatma
adi
1
14065901
173 Nin
na Marlin
na
1406590311 Stepha
anie Kath
hleen

FA
AKULTAS
S EKONOM
MI - MAG
GISTER AKUNTAN
A
NSI
U
UNIVERS
SITAS IND
DONESIA
A

JAKART
J
TA
2015

Statement of Authorship
Saya/kami yang bertandatangan dibawah ini menyatakan bahwa makalah/tugas terlampir
adalah murni hasil pekerjaan saya/kami sendiri. Tidak ada pekerjaan orang lain yang saya/kami
gunakan tanpa menyebutkan sumbernya. Materi ini tidak/belum pernah disajikan/digunakan
sebagai bahan untuk makalah/tugas pada mata ajaran lain kecuali saya/kami menyatakan dengan
jelas bahwa saya/kami menyatakan dengan jelas menggunakannya. Saya/kami memahami bahwa
tugas yang saya/kami kumpulkan ini dapat diperbanyak dan atau dikomunikasikan untuk tujuan
mendeteksi adanya plagiarisme.
Nama

: Paula

NPM

: 1406515324

Tandatangan

Nama

: Widyo Hatmadi

NPM

: 1406515463

Tandatangan

Nama

: Nina Marlina

NPM

: 1406590173

Tandatangan

Nama

: Stephanie Kathleen

NPM

: 1406590311

Tandatangan

Mata Ajar

: Pelaporan Korporat

Judul Makalah/ Tugas : Bisnis Kombinasi dan Konsolidasi


Tanggal

: 9 March 2015

Dosen

: Dr. Aruna Wirjolukito

DA
AFTAR ISI
I. INV
VESTASI PADA EN
NTITAS LAIN
L
___
_______
________
____ 5
A.

PENDA
AHULUAN
N _______
________
________
________
_____ 5

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Perusahaan Asosiasi _________


_
__________
_________
_________
______
Laporan Keuangan
K
Pa
ada Perusaha
aan Asosiasi ________
_________
______
Penerapa
an Selisih Anttara Biaya Peerolehan dan
n Aset Neto _________
_
______
Kepemilik
kan Saham Tidak
T
Langsu
ung_______
_________
_________
______
Ventura Bersama
B
___
_________
__________
_________
_________
______
Pengenda
alian Bersam
ma _______
__________
_________
_________
______

B.

LANDA
ASAN TEOR
RI _____
________
________
________
_____ 8

1.
2.

PSAK 15 Investasi Pada


P
Entitas Asosiasi ___
_________
_________
______ 8
PSAK 66 Pengatura
an Bersama __________
_
_________
_________
______ 9

C.

PENER
RAPAN __
________
________
________
________
____ 13

5
5
5
6
6
7

II. KO
OMBINAS
SI BISNIS
S _______
________
_______
________
___ 14
A.

PENDA
AHULUAN
N _______
________
________
________
____ 14

1.
2.
3.

Merger __
_________
_________
__________
_________
_________
______14
Akuisisi _________
_
_________
__________
_________
_________
______14
Konsolida
asi _______
_________
__________
_________
_________
______16

B.

LANDA
ASAN TEOR
RI _____
________
________
________
____ 18

1.

PSAK 22 Kombinasi Bisnis ___


__________
_________
_________
_____ 18

C.

PENER
RAPAN __
________
________
________
________
____ 23

III. KO
OMBINA
ASI BISNIS ENTITA
AS SEPEN
NGENDA
ALI _____
___ 24
A.

PENDA
AHULUAN
N _______
________
________
________
____ 24

1.
2.
3.

Entitas seepengendali ________


__________
_________
_________
_____ 24
Kombinassi bisnis entiitas sepengen
ndali _____
_________
_________
_____ 24
Pengenda
alian _____
_________
__________
_________
_________
_____ 24

B.

LANDA
ASAN TEOR
RI _____
________
________
________
____ 25

1.

PSAK 38 Kombinassi Bisnis Entitas Sepengen


ndali _____
_________
_____ 25

C.

PENER
RAPAN __
________
________
________
________
____ 27

IV. LA
APORAN KEUANG
GAN KON
NSOLIDA
ASI DAN LAPORAN
L
N KEUAN
NGAN
TER
RSENDIR
RI _____
________
________
_______
________
___ 28
A.

PENDA
AHULUAN
N _______
________
________
________
____ 28

1.

Laporan Keuangan
K
Teersendiri __
__________
_________
_________
_____ 28

B.

LANDA
ASAN TEOR
RI _____
________
________
________
____ 29

1.
2.
3.

PSAK 4 Laporan Keeuangan Terssendiri ____


_________
_________
_____ 29
PSAK 65 Laporan Keuangan
K
Konsolidasian _
_________
_________
_____ 30
n keuangan: pengungkap
p
pan ______
_________
_____ 34
PSAK 60 Instrumen

C.

PENERAPAN _________________________________ 35

1.
2.

Laporan Keuangan Tersendiri PT Indosat Tbk periode 31 Desember 2013 _ 35


Laporan Keuangan Konsolidasi PT. XL Axiata Tbk _________________ 35

I.

INV
VESTASI PA
ADA ENTIT
TAS LAIN
A. PENDAHU
ULUAN
1. Perusa
ahaan Asosiiasi
Perusah
haan asosiassi didefinisik
kan dalam PSAK 15 sebagai
s
suattu perusaha
aan yang
investorrnya memilik
ki pengaruh signifikan. Yang dimak
ksud pengaru
uh signifikan
n adalah
kewenan
ngan untuk berpartisipas
b
si dalam kepu
utusan yang menyangkutt kebijakan keuangan
k
serta op
perasi invesstee, tetapi bukan merrupakan peengendalian terhadap k
kebjiakan
tersebutt.
Untuk mencapai
m
tin
ngkat keserag
gaman yang masuk akal dalam meneerapkan uji pengaruh
p
signifika
an, PSAK 15 menetapkan
n batas 20%
%. Jika investtor memiliki 20% atau leebih dari
hak sua
ara pada perrusahaan in
nvestee, mak
ka dipandan
ng memilki pengaruh
p
siignifikan,
kecuali jika
j
pengaru
uh tersebut dapat
d
ditunju
ukkan denga
an jelas bahw
wa keadaann
nya tidak
seperti itu.
i
Sebalikn
nya, jika invvestor memilliki kurang dari
d
20% ha
ak suara, ma
aka tidak
dianggap
p memiliki pengaruh
p
sign
nifikan, kecu
uali jika peng
garuh tersebu
ut dapat ditu
unjukkan
dengan jelas.
j
PSAK 15
5 juga memb
berikan beberapa contoh
h dimana peengaruh sign
nifikan terlih
hat jelas.
Misalnyya adalah perrwakilan dallam dewan direksi,
d
parttisipasi dalam
m proses pembuatan
kebijaka
an, dan keten
ntuan inform
masi teknis ya
ang penting.
2. Lapora
an Keuanga
an Pada Per
rusahaan A
Asosiasi
PSAK 15
5 menetapk
kan bahwa suatu
s
investaasi di perussahaan asosiiasi harus dijelaskan
d
dalam la
aporan keuan
ngan konsoliidasi dengan
n menggunak
kan metode ekuitas.
e
Peng
gecualian
untuk peraturan
p
teersebut adallah ketika suatu
s
investtasi dalam perusahaan asosiasi
diklarifik
kasi sebagai dimiliki untu
uk dijual.
Memuru
ut metode ek
kuitas, investasi pada aw
walnya dicata
at sebesar biiaya perolehan tetapi
kemudia
an secara peeriodik disessuaikan untu
uk menguba
ah hak kepem
milikan prop
porsional
investorr atas kenaiikan atau penurunan
p
a
aset
neto peerusahaan asosiasi.
a
Nam
mun ada
beberapa pengecualiian untuk peeraturan tersebut, misal jika
j
bagian in
nvestor atas kerugian
perusahaan asosiasi melebihi nillai tercatat dari
d investasii, maka invesstasi dilapork
kan nihil
dan apa
abila perusa
ahaan asosiiasi selanjuttnya laba, maka invesstor akan mengakui
m
penghassilan apabila setelah bagiiannya atas laba
l
menyam
mai bagiannyya atas kerug
gian yang
belum diakui.
d
Selain ittu, jika inveestor tidak la
agi memilikii pengaruh signifikan
s
atas suatu perrusahaan
asosiasi,, maka invesstor harus menghentika
m
an pengguna
aan metode ekuitas.
e
Dan
n apabila
investorr tidak lagi memiliki
m
pen
ngaruh sign
nifikan atas suatu
s
perusa
ahaan asosia
asi maka
jumlah investasi
i
yan
ng terbawa pada
p
tanggall di saat inveestor tersebu
ut tidak lagi menjadi
perusahaan asoisiasii harus diperrlakukan sebagai biaya peerolehan.
3. Penera
apan Selisih
h Antara Biiaya Perole
ehan dan Aset
A
Neto
Selisih antara
a
biaya mengakuisissi saham di p
perusahaan asosiasi dan
n bagian prop
porsional
investorr atas aset neeto perusaha
aan asosiasi dapat dikelo
ompokkan menjadi
m
good
dwill dan
penyesu
uaian nilai wa
ajar.
Goodwiiil yang berh
hubungan deengan perusahaan asosiasi akan dissertakan dallam nilai
tercatat dari investa
asi. Selain itu
u, goodwill tidak
t
diamorrtisasi dan karenanya
k
tid
dak akan
disertak
kan dalam ba
agian investo
or atas laba-rrugi perusaha
aan asosiasi.. Terkait pen
nyesuaian
nilai wa
ajar tidak akan
a
disajika
an dalam aset
a
dan liab
bilitas laporran posisi k
keuangan
konsolid
dasi. Namun
n, penyesuaiian yang meemadai pada
a bagian invvestor atas laba-rugi
l
perusahaan asosiasii akan dibuat, misalnyaa untuk men
njelaskan peenyusutan aset
a
yang
dapat diisusutkan berradasarkan nilai
n
wajarnyya pada tangg
gal akuisisi.

4. Kepem
milikan Saha
am Tidak Langsung
L
Perusah
haan induk dapat memilik
ki saham di p
perusahaan asosiasi seca
ara langsung maupun
tidak lan
ngsung. Den
ngan cara tid
dak langsung
g dapat mem
miliki perusah
haan asosiasi melalui
anak peerusahaan. Hal
H ini terteera pada peenjelasan peengaruh sign
nifikan. Missal PT A
mempun
nyai kepemillikan saham sebesar 90%
% atas PT B dan
d PT B meemiliki saham
m atas PT
C sebesa
ar 30% maka
a secara tida
ak langsung PT A diangg
gap memilikii pengaruh signifikan
terhadap
p PT C.
5. Ventur
ra Bersama
a
Venturra bersama sebagaima
ana didefiniskan dalam
m PSAK 12
2 adalah perjanjian
kontrak
ktual antara
a dua atau leebih pihak untuk
u
melak
ksanakan keg
giatan ekono
omi yang
dikend
dalikan bersaama. Venturra bersama dapat
d
dilaku
ukan dalam berbagai
b
ben
ntuk dan
struktu
ur PSAK 12 mengatur
m
tiga
a jenis umum
m ventura beersama, yaitu
u
-

Pen
ngendalian bersama
b
Opeerasi
Pen
ngendalian bersama
b
Asett
Pen
ngendalian bersama
b
entiitas

Pengend
dalian bersa
ama operasi adalah bila
a dua atau lebih ventu
urer mengga
abungkan
operasi, sumber dayya, dan keah
hliannya dala
am rangka memproduks
m
si, memasark
kan, dan
mendisttribusikan bersama suattu produk. Di dalam pelaporannya
a pada peng
gendalian
bersama
a operasi seetiap ventureer harus meembukukan dan menyajjikan dalam
m laporan
keuanga
annya masing
g-masing.
-

Aset yang diken


ndalikannya dan liabilita
as yang timbu
ul
Beb
ban yang terrjadi dan bag
giannya atass pendapatan
n bersama dari penjualan
n barang
ata
as jasa oleh ventura
v
bersa
ama tersebutt.

Pengend
dalian bersam
ma aset ada
alah aset yang diserahkan atau dibeli untuk diigunakan
dalam melaksanakan
m
n kegiatan ventura
v
bersa
ama. Para veenturer mela
akukan peng
gendalian
bersama
a dan bagia
an partisipassi bersama atas satu atau
a
lebih aset.
a
Masing
g-masing
venturerr dapat mengambil bagia
annya atas output
o
yang dihasilkan
d
olleh aset tersebut dan
masing--masing mem
mikul bagiann
nya atas beb
ban yang terjadi. Di dalam
m pelaporann
nya pada
pengend
dalian bersam
ma aset setiap venturer harus mem
mbukukan da
an menyajika
an dalam
laporan keuangannyya masing-ma
asing, yaitu :
-

Ba
agiannya atass aset yang dikendalikan
d
n bersama da
an bagiannya
a atas setiap liabilitas
berrsama yang ditanggung
d
b
bersama
oleh
h para venturrer
Settiap liabilitass yang menja
adi tanggung
gannya sendiiri
Pen
ndapatan dari
d
penjuala
an atau peenggunaan bagiannya
b
a
atas
output ventura
berrsama dan bagiannya ata
as beban berssama yang teerjadi pada ventura
v
bersa
ama
Beb
ban yang menjadi
m
tang
ggungannya sendiri seh
hubungan deengan partissipasinya
dallam ventura bersama

Pengend
dalian bersam
ma entitas adalah venturra bersama yang
y
melibattkan pendiriian suatu
perseroa
an terabatas (PT), firma atau bagian usaha lain di
d mana masiing- masing venturer
memilik
ki bagian parrtisipasi. Enttitas ini bero
operasi dalam
m cara yang sama sepertti entitas
lainnya, kecuali ad
danya perjan
njian kontraktual antara venturerr yang men
nciptakan
pengend
dalian bersa
ama atas keegiatan ekon
nomi entitass. Di dalam pelaporann
nya pada
pengend
dalian bersam
ma entitas diikategorikan
n menjadi pellaporan dala
am laporan keuangan
k
konsolid
dasi venturerr dan pelaporran dalam la
aporan keuan
ngan ventureer sendiri.
Namun untuk saat ini
i adanya berlaku
b
PSAK
K 66 yang menggantikan
m
n PSAK 12 dan PSAK
66 ini beerlaku aktif pada
p
tanggal 1 Januari 20
015.
Jenis peengaturan b
bersama ini menjadi leb
bih sederhan
na dari PSA
AK sebelumn
nya yang
mempun
nyai tiga jen
nis bentuk ussaha pengendalian bersa
ama, yaitu peengendalian bersama

operasi, aset dan en


ntitas. PSAK 66 mengatu
ur ada dua jeenis pengend
dalian bersama yaitu
operasi bersama
b
dan
n ventura berrsama.
Operasi bersama ad
dalah pengaturan bersam
ma yang meengatur bah
hwa para pih
hak yang
memilik
ki pengendalian bersama
a atas pengatturan memilliki hak atas aset, dan k
kewajiban
terhadap
p liabilitas, terkait dengan pengatu
uran tersebu
ut. Para pih
hak tersebutt disebut
operatorr bersama. Operator bersama mengakui hal beriku
ut terkait dengan
kepentin
ngannya dala
am operasi bersama
b
-

Asset, mencaku
up bagiannya
a atas setiap aaset yang dim
miliki bersam
ma
Liabilitas, men
ncakup bagia
annya atas lia
abilitas yang terjadi bersa
ama
Peendapatan dari
d
penjuala
an bagiannyya atas oupu
ut yang dih
hasilkan darii operasi
beersama
- Ba
agiannya atass pendapatan
n dari penjua
alan output oleh
o
operasi bersama
- Beeban, mencak
kup bagiann
nya atas setiap
p beban yang
g terjadi seca
ara bersama--sama.
Ventura
a bersama ad
dalah penga
aturan bersama yang meengatur bah
hwa para pih
hak yang
memilik
ki pengendaliian bersama
a atas pengatturan memiliiki hak atas aset
a
neto pen
ngaturan
tersebutt. Para pih
hak tersebu
ut disebut venturer
v
beersama. Da
alam hal pelaporan
p
keuanga
annya venturra bersama mengakui
m
kep
pentingannya dalam venttura bersama
a sebagai
investassi dan menca
atat investasi tersebut den
ngan menggu
unakan meto
ode ekuitas.
6. Pengen
ndalian Ber
rsama
Dalam menilai
m
apak
kah entitas memiliki
m
pen
ngendalian bersama
b
atass pengaturan
n, entitas
menilai terlebih dah
hulu apakah
h seluruh pih
hak atau sek
kolompok piihak, mengeendalikan
pengatu
uran.
Pengend
dalian bersam
ma juga mem
miliki dua struktur yaitu,
-

Peengaturan beersama yang tidak dibenttuk melalui kendaraan


k
terrpisah
Peengaturan in
ni dengan ka
ata lain adallah operasi bersama. Da
alam kasus tersebut,
peengaturan ko
ontraktual membentuk
m
h
hak para pih
hak atas asett dan kewajiibannnya
terrhadap liabiilities yang terkait den
ngan pengatu
uran, dan hak
h
para pih
hak atas
peendapatan teerkait dan kew
wajiban terh
hadap beban terkait.
Peengaturan beersama yang dibentuk meelalui kendarraan terpisah
h
Peengaturan in
ni dapat beerupa ventu
ura bersama
a dan opera
asi bersama
a. Untuk
menentukan ventura
v
berssama dan op
perasi bersa
ama maka bergantung
b
p
pada
hak
pa
ara pihak atas
a
aset da
an kewajiba
an tehadap liabilitas yang
y
terkait dengan
peengaturan ya
ang dimiliki dalam
d
kendaraan terpisah
h.

Bentuk hukum ken


ndaraan terp
pisah relevan
n ketika menilai jenis pengaturan
p
b
bersama.
Bentuk hukum terseebut memba
antu dalam penilaian
p
aw
wal hak para
a pihak atas aset dan
kewajba
an terhadap liabiltas
l
yang
g dimiliki dallam kendara
aan terpisah. Dalam banyyak kasus
hak dan
n kewajiban yang disetu
ujui oleh pa
ara pihak da
alam pengatu
uran kontra
aktualnya
konsisteen atau tidak
k bertentang
gan, dengan
n hak dan keewajiban yan
ng diberikan
n kepada
para pih
hak berdasaarkan bentuk
k hukum keendaraan terrpisah diman
na pengaturran telah
dibentuk
k. Dibawah ini merupak
kan perband
dingan persya
aratan umum
m dalam pen
ngaturan
kontrakttual antara pihak dala
am operasi bersama dan
d
persyarratan umum
m dalam
pengatu
uran kontrakttual antara pihak
p
dalam ventura
v
berssama.

B. LANDASAN
N TEORI
1. PSAK 15
1 Investa
asi Pada En
ntitas Asosiiasi

Definis
si Entitas Asosiasi
Entitas asosiasi
a
adalah entitas ya
ang mana invvestor memilliki pengaruh
h signifikan.
Pengaru
uh signifikan
n adalah kek
kuasan untuk
k berpartisip
pasi dalam keputusan
k
k
kebijakan
keuanga
an dan operrasional inveestee, tetapii tidak meng
gendalikan atau mengeendalikan
bersama
a atas kebijak
kan tersebut..
Pengend
dalian bersam
ma adalah persetujuan
p
k
kontraktual
u
untuk
berba
agi pengenda
alian atas
suatu pengaturan,
p
yang ada hanya kettika keputu
usan tentan
ng aktivitas relevan
mensyarratkan persetujuan den
ngan suara bulat darii seluruh pihak
p
yang berbagi
pengend
dalian.
Pengaturan bersam
ma adalah pengaturan
p
yang dua atau lebih pihaknya memiliki
pengend
dalian bersam
ma.
Pengar
ruh Signifik
kan
Jika entiitas memilik
ki, secara lan
ngsung maup
pun tidak lan
ngsung, 20% atau lebih hak
h suara
investee, maka entittas diangap memiliki peengaruh sign
nifikan, kecu
uali dapat dibuktikan
ak memiliki pengaruh signifikan.
s
Keberadaan
K
p
pengaruh
dengan jelas bahwaa entitas tida
an oleh entita
as umumnya
a dibuktikan dengan satu atau lebih ca
ara berikut in
ni :
signifika
-

setara di
Keteerwakilan da
alam dewan direksi dan dewan komiisaris atau organ-organ
o
inveestee
Parttisipasi dala
am proses pembuatan
n kebijakan
n, termasuk
k partisipasi dalam
peng
gambilan kep
putusan tenttang dividen atau distribu
usi lainnya
Ada
anya transakssi material an
ntara entitass dengan inveestee
Perttukaran personil manajerrial
Penyyediaan informasi tekniss pokok

Metode
e Ekuitas
Dalam metode
m
ekuitas, pengak
kuan awal in
nvestasi pad
da entitas asosiasi atau ventura
bersama
a diakui seb
besar biaya perolehan,
p
d
dan
jumlah tercatat terssebut ditamb
bah atau
dikurang
g untuk meengakui bag
gian investo
or atas laba
a rugi invesstee setelah tanggal
peroleha
an. Bagian in
nvestor atas laba rugi investee diaku
ui laba rugi investor.
i
Pen
nerimaan
distribussi dari investtee mengura
angi nilai terccatat investa
asi. Penyesua
aian terhadap
p jumlah
tercatat tersebut ju
uga mungkin
n dibutuhkan
n untuk perrubahan dallam proporssi bagian
investorr atas investeee yang timbu
ul dari pengh
hasilan komp
prehenif lain investee.
Penera
apan Metod
de Ekuitas
Pengec
cualian pen
nerapan me
etode ekuitas
Entitas dengan peng
gendalian beersama atau pengaruh signifikan
s
ata
as investee mencatat
m
ntitas asosia
asi atau venttura bersam
ma dengan menggunakan
m
n metode
investasinya pada en
an penerapan
n metode
ekuitas, kecuali jika investasi terrsebut memeenuhi syarat pengecualia
ekuitas, yaitu ketika
a investasi pada entitas asosiasi atau
u ventura beersama dimilliki oleh,
atau dim
miiliki secara
a tidak langssung, atau sebagian,
s
enttitas yang merupakan
m
organisasi
modal veentura atau reksadana,
r
unit
u perwaliaan dan entita
as serupa term
masuk dana asuransi
terkait in
nvestasi.
Klarifik
kasi sebaga
ai dimiliki untuk
u
dijua
al
Entitas menerapkan
m
n PSAK 58 untuk
u
investa
asi atau seba
agian dari in
nvestasi pad
da entitas
asosiasi atau ventura
a bersama ya
ang memenu
uhi kriteria un
ntuk diklariffikasi sebagaii dimiliki
untuk diijual.

entian peng
ggunaan metode ekuittas
Penghe
Entitas menghentik
kan penggun
naan metodee ekuitas seejak tanggal ketika inveestasinya
a sebagai berrikut :
berhentii menjadi invvestasi pada entitas asosiiasi atau venttura bersama
-

Jika
a investasi menjadi entita
as anak
Jika
a sisa kepenttingan dalam
m entitas aso
osiasi atau ventura
v
bersa
ama merupa
akan aset
keua
angan

2. PSAK 66
6 Pengatturan Bersama
Tujuan PSAK ini ad
dalah untuk
k menetapka
an prinsip pelaporan keuangan entiitas yang
ki kepentingan dalam pengaturan
p
y
yang
dikend
dalikan bersa
ama. Pernya
ataan ini
memilik
mendefiinisikan peng
gendalian beersama dan mensyaratka
m
an entitas ya
ang merupak
kan pihak
dalam pengaturan
p
b
bersama
unttuk menentu
ukan jenis pengaturan bersama
b
yang entitas
tersebutt terlibat di dalamnya deengan menillai hak dan kewajibannyya mencatat hak dan
kewajiba
an tersebut sesuai
s
dengan
n jenis penga
aturan bersa
ama.
Gambarr di bawah
h ini menjeelaskan den
ngan ringkas suatu peengukuran penilaian
p
pengend
dalian bersam
ma.

Apakah penga
A
aturan kontrak
ktual
memberikan seluruh hak atau
a
sekelompok
s
piihak pengenda
alian
atas
a
pengatura
an secara kolektif?

Tidak

Di luar
l
ruang lin
ngkup
PSAK 66

Ya
a

Apakah kep
putusan mengeenai
aktivitas releevan mensyara
atkan
persetujuan dengan
d
suara bulat
dari selu
uruh pihak atau
sekelompok
k pihak yang seecara
kolektif mengendalika
m
an
pen
ngaturan?

Tidak

Di lu
uar ruang lingkup
PSAK 66

Ya
a

Pengaturan dikendalik
d
an bersam
ma : Pengatu
uran
tersebut m
merupakan
n pengaturran bersam
ma
6 mengaturr struktur peengaturan bersama. Stru
uktur tesebu
ut terbagi du
ua yaitu,
PSAK 66
pengatu
uran bersama
a yang tidak
k dibentuk melalui
m
kend
daraan terpiisah dan pen
ngaturan
bersama
a yang dibenttuk melalui kendaraan
k
teerpisah.
Pengatu
uran bersama
a yang tidak dibentuk meelalui kendarraan terpisah
h merupakan
n operasi
bersama
a. Dalam kassus tersebut, pengaturan kontraktual membentuk
k hak para piihak atas
aset dan
n kewajibann
nya terhadap
p liabiltas ya
ang terkait dengan penga
aturan, dan hak
h para
pihak attas pendapatan terkait da
an kewajiban
n terhadap beeban terkait.

Pengaturan bersama yang aset dan liabiltas yang terkait dengan pengaturannya dimiliki
dalam kendaraan terpisah dapat berupa ventura bersama atau operasi bersama. Apakah
suatu pihak merupakan operator bersama atau venturer bersama bergantung pada hak
para pihak atas aset dan kewajiban terhadap liabilitas yang terkait dengan pengaturan
yang dimiliki dalam kendaraan terpisah.

Struktur Pengaturan Bersama

Tidak dibentuk melalui


kendaraan terpisah

Di bentuk melalui
kendaraan terpisah

Entitas
mempertimbangkan :
bentuk hukum,
pengaturan kontraktual,
relevan, fakta dan
keadaan lain

Operasi Bersama

Operasi Bersama

10

Dalam banyak kasus, hak dan kewajiban yang disetujui oleh para pihak dalam pengaturan
kontraktualnya konsisten, atau tidak bertentangan, dengan hak dan kewajiban yang
diberikan kepada para pihak berdasarkan bentuk hukum kendaraan terpisah dimana
pengaturan telah dibentuk. Tabel dibawah ini membandingkan persyaratan umum dalam
pengaturan kontraktual antara para pihak dalam operasi bersama dan persyaratan umum
dalam pengaturan kontraktual antara para pihak dalam ventura bersama.
Penilaian Persyaratan Pengaturan Kontraktual
Operasi Bersama

Ventura Bersama

Persyaratan
pengaturan
kontraktual

Pengaturan kontraktual
memberikan kepada para
pihak dalam pengaturan
bersama hak atas aset dan
kewajiban terhadap liabilitas
yang terkait dengan
pengaturan

Hak atas aset

Pengaturan kontraktual
menetapkan bersama
membagi seluruh
kepentingan (yaitu hak
kepemilikan) atas aset yang
terkait dengan pengaturan
dalam bagian yang
ditentukan (contohnya
proporsi bagian kepemilikan
para pihak dalam
pengaturan atau proporsi
aktivitas yang dijalankan
malalui pengaturan yang
secara langsung
didistribusikan dengan aset
tersebut)
Pengaturan kontraktual
menetapkan bahwa para
pihak dalam pengaturan
bersama berbagi atas
seluruh liabilitas, kewajiban,
biaya (contohnya proporsi
bagian kepemilikan para
pihak dalam pengaturan
atau proporsi aktivitas yang
dijalankan melalui
pengaturan yang secara
langsung didistribusikan
dengan aset tersebut)

Pengaturan kontraktual
memberikan kepada para
pihak dalam pengaturtan
bersama hak atas aset neto
pengaturan yaitu kendaran
terpisah (bukan para pihak)
yang memiliki hak atas aset
dan kewajiban terhadap
liabilitas, yang terkait dengan
pengaturan)
Pengaturan kontraktual
menetapkan bahwa aset yang
diikut sertakan dalam
pengaturan atau yang
diperoleh selanjutnya dalam
pengaturan bersama
merupakan aset pengaturan.
Para pihak tidak memiliki
kepentingan (yaitu tidak
memiliki hak, tidak memiliki
hak kepemilikan, atau tidak
memiliki kepemilikan) atas
aset pengaturan

Kewajiban terhadap
liabilitas

Pengaturan kontraktual
menetapkan bahwa
pengaturan bersama
bertanggung jawab atas utang
dan kewajiban pengaturan

Pengaturan
kontraktual
menetapkan bahwa para pihak
dalam pengaturan bersama
bertanggung jawab terhadap
pengaturan hanya sebesar
investasinya masing-masing
dalam
pengaturan
atau
kewajiban
masing-masing
untuk
mengkontribusikan
setiap modal yang belum
dibayar atau modal tambahan
pengaturan atau keduanya

11

Pengaturan
kontraktual
menetapkan bahwa para
pihak dalam pengaturan
bersama bertanggung jawab
atas klaim yang diajukan
oleh pihak ketiga
Pendapatan beban,
laba atau rugi

Jaminan

Pengaturan
kontraktual
menyatakan bahwa kreditor
pengaturan bersama tidak
memiliki hak untuk menuntut
pihak manapun terkait dengan
utang
atau
kewajiban
pengaturan
Pengaturan
kontraktual
menetapkan bagian masingmasing pihak dalam laba rugi
yang terkait dengan aktifitas
pengaturan

Pengaturan
kontraktual
menetapkan
alokasi
pendapatan
dan
beban
berdasarkan kinerja relatif
dari masing-masing pihak
dalam pengaturan bersama.
Sebagai contoh, pengaturan
kontraktual
menetapkan
bahwa
pendapatan
dan
beban
dialokasikan
berdasarkan kapasitas yang
digunakan masing-masing
pihak dalam pabrik yang
dioperasikan bersama, yang
mungkin berbeda dengan
bagian kepemilikan mereka
dalam pengaturan bersama.
Dalam contoh lain para
pihak mungkin telah setuju
untuk berbagi laba rugi
terkait dengan pengaturan
berdasarkan proporsi yang
ditentukan seperti bagian
kepemilikan para pihak
dalam pengaturan. Hal ini
tidak akan mencegah suatu
pengaturan untuk menjadi
operasi bersama jika para
pihak memiliki hak atas aset
dan kewajiban terhadap
liabilitas,
yang
terkait
dengan pengaturan.
Para pihak dalam pengaturan bersama seringkali diisyaratkan
untuk memberikan jaminan kepada pihak ketiga yang, sebagai
contoh, menerima jasa dari pengaturan bersama atau
menyediakan pembiayaan kepada pengaturan bersama.
Ketentuan jaminan semacam ini, atau komitmen oleh para
pihak untuk menyediakan jaminan tersebut, tidak dengan
sendirinya menentukan bahwa pengaturan bersama tersebut
adalah operasi bersama. Fitur yang menentukan apakah
pengaturan bersama merupakan operasi bersama atau
ventura bersama adalah apakah para pihak memiliki
kewajiban terhadap liabilitas terkait dengan pengaturan
(untuk beberapa di antaranya para pihak mungkin telah atau
mungkin tidak menyediakan jaminan)

12

Tanggal Efektif
Entitas ini menerapkan pernyataan ini untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau
setelah tangal 1 Januari 2015.
Ketentuan Transisi
Kententuan ini mengatur unutk melakukan metode transisi sebagai berikut
-

Ventura bersama Ketentuan transisi dari metode konsolidasi proporsional ke


metode ekuitas

Operasi bersama Ketentuan transisi dari metode ekuitas ke pencatatan untuk aset
dan liabilitas

C. PENERAPAN
Perusahaan yang sudah menjalani PSAK 66 ini yang menjalani pengaturan bersama yaitu PT.
XL Axiata Tbk Di dalam laporan keuangan bagian kebijakan akuntansi penting PT. XL Axiata
Tbk menggunakan PSAK 66 Pengaturan Bersama. (Lampiran Catatan atas Laporan
Keuangan No. 3a PT. XL Axiata Tbk dan Entitas Anak).
Penerapan investasi pada pengendalian bersama entitas dapat dilihat dalam laporan
keuangan PT XL Axiata Tbk 2014 pada laporan posisi keuangan, investasi pada pengendalian
bersama entitas dan mendapat hasil bersih dari pengendalian bersama entitas yang tertera
dalam Laporan Laba Rugi Komprehensif (Lampiran Laporan Posisi Keuangan dan Laporan
Laba Rugi Komprehensif PT. XL Axiata Tbk dan Entitas Anak, Lampiran Catatan atas
Laporan Keuangan No. 3. a. 10 dan 30. d PT XL Axiata Tbk dan Entitas Anak)

13

II. KOMBINASI BISNIS


A. PENDAHULUAN
Bisnis adalah suatu rangkaian aktivitas dan aset diintegrasikan yang mampu diadakan dan
dikelola dengan tujuan memberikan hasil dalam bentuk dividen, biaya yang lebih rendah,
atau manfaat ekonomi lain secara langsung kepada investor atau pemilik, anggota, atau
pelaku lainnya.
Kombinasi Bisnis adalah suatu transaksi atau peristiwa lain dimana pihak pengakuisisi
memperoleh pengendalian atas satu atau lebih bisnis. Termasuk sebagai kombinasi bisnis
adalah penggabungan sesungguhnya (true merger) atau penggabungan setara (merger of
equals).
Beberapa jenis kombinasi bisnis
1. Merger
Penggabungan dua atau lebih perusahaan dimana hanya akan ada satu perusahaan yang
bertahan dari berbagai perusahaan yang bergabung dan perusahaan lainnya dibubarkan.
Secara umum penggabungan usaha dengan cara merger dapat dikelompokkan menjadi
empat kelompok.
a.

Merger Horizontal
Yaitu merger yang terjadi apabila satu perusahaan menggabungkan diri dengan
perusahaan lain dalam jenis bisnis yang sama, dengan produk atau jasa yang
dihasilkan juga sama. Misalnya penggabungan antara dua perusahaan roti.

b. Merger Vertikal
Merupakan penggabungan perusahaan yang memiliki keterkaitan antara inputoutput mau pun pemasaran. Sebagai contoh perusahaan pengecoran baja melakukan
penggabungan dengan supplier seperti perusahaan tambang.
c.

Merger Congeneric
Yaitu penggabungan dua perusahaan yang sejenis atau dalam industri yang sama
tetapi tidak memproduksi produk yang sama maupun tidak ada keterkaitan supplier
dan customer.

d. Merger Konglomerat
Merupakan merger antara dua atau lebih perusahaan dari industry yang berbeda.
Contohnya adalah perusahaan pengeboran minyak membeli perusahaan
penerbangan atau real estate.
Kelebihan Merger adalah pengambilalihannya dianggap lebih sederhana dan lebih
murah dibanding pengambilalihan yang lain. (Harianto dan Sudomo, 2001, p.641)
Kekurangan Merger adalah dalam melakukan merger harus ada persetujuan dari para
pemegang saham masing-masing perusahaan, sedangkan untuk mendapatkan
persetujuan tersebut diperlukan waktu yang lama. (Harianto dan Sudomo, 2001, p.642)
2. Akuisisi
Sering disebut sebagai akuisisi saham, terjadi ketika sebuah perusahaan membeli
sebagian besar saham perusahaan yang diakuisisi, sehingga pengendalian manajemen
perusahaan yang diakuisisi berpindah kepada perusahaan akuisitor, sementara kedua
perusahaan masing-masing tetap beroperasi sebagai suatu badan hukum yang berdiri
sendiri.
Hubungan yang terjadi dalam akuisisi saham disebut hubungan induk-anak
perusahaan. Induk perusahaan adalah perusahaan yang memiliki kendala atas
perusahaan lain yaitu anak perusahaan, biasanya melalui kepemilikan mayoritas saham

14

biasa. Untuk kepentingan pelaporan keuangan ke publik, induk dan anak perusahaan
menyajikan laporan keuangan konsolidasi seolah-olah merupakan satu perusahaan
tunggal. Contoh akuisisi yang terjadi di Indonesia adalah PT XL Axiata yang mengakuisisi
AXIS.
Tanggal 5 Februari 2014, RUPS Luar Biasa Persero menyetujui rencana akuisisi dan
penggabungan usaha Perseroan dan AXIS. Setelah semua syarat dalam perjanjian jual
dan beli terpenuhi, pada 19 Maret 2014 transaksi jual beli telah efektif. Perseroan
mencatat akuisisi AXIS dengan menerapkan metode akuisisi (Lampiran Catatan atas
Laporan Keuangan No. 3c dan No. 38 PT XL Axiata Tbk dan Entitas Anak). Selanjutnya
Perseroan dan AXIS melakukan penggabungan usaha efektif pada tanggal 8 April 2014.
Pada tanggal efektif penggabungan usaha tersebut, seluruh aset dan liabilitas AXIS
beralih kepada Perseroan dan entitas hukum AXIS berakhir karena hukum. (Lampiran
atas Catatan atas Laporan Keuangan No. 2 PT XL Axiata Tbk dan Entitas Anak)
Akuisisi yang lazim dilakukan adalah :
a.

Akuisisi Aset
Penggabungan semacam ini biasanya dikategorikan sebagai merger atau konsolidasi.
Perusahaan penjual umumnya mendistribusikan aset atau efek yang diterimanya ke
pemegang sahamnya dalam penggabungan usaha dari perusahaan pengakuisisi dan
dilikuidasi, sehingga hanya perusahaan pengakuisisi sebagai entitas legal yang
bertahan. Perusahaan pengakuisisi mencatat penggabungan usaha dengan mencatat
tiap aset yang diperoleh, tiap kewajiban yang ditanggungnya dan aset atau efek yang
diberikan dalam pertukaran.

b. Akuisisi Saham
Penggabungan usaha ini tidak harus melibatkan akuisisi semua saham berhak suara
yang beredar. Perusahaan pengendali hanya memerlukan kepemilikan mayoritas
(lebih dari 50%) dari saham berhak suara yang beredar. Saham lain yang tersisa yang
tidak diambil alih disebut sebagai kepemilikan minoritas (minority interest) atau
kepemilikan nonpengendali (noncontrolling interest).
Kelebihan Akuisisi baik akuisisi saham maupun akuisisi aset adalah sebagai berikut:
a.

Akuisisi Saham tidak memerlukan rapat pemegang saham dan suara pemegang
saham sehingga jika pemegang saham tidak menyukai tawaran Bidding Firm, mereka
dapat menahan sahamnya dan tidak menjual kepada Bidding Firm.
b. Dalam Akuisisi Saham, perusahaan yang membeli dapat berurusan langsung dengan
pemegang saham perusahaan yang dibeli dengan melakukan tender offer sehingga
tidak diperlukan persetujuan manajemen perusahaan.
c. Akuisisi Saham dapat digunakan untuk pengambilalihan perusahaan yang tidak
bersahabat (hostile takeover).
d. Akuisisi Aset memerlukan suara pemegang saham tetapi tidak memerlukan
mayoritas suara pemegang saham sehingga tidak ada halangan bagi pemegang saham
minoritas jika mereka tidak menyetujui akuisisi. (Harianto dan Sudomo, 2001, p.643644)
Kekurangan Akuisisi baik akuisisi saham maupun akuisisi aset adalah sebagai berikut:
a.

Jika cukup banyak pemegang saham minoritas yang tidak menyetujui


pengambilalihan, maka akuisisi akan batal. Pada umumnya anggaran dasar
perusahaan menentukan paling sedikit dua per tiga (+ 67%) suara setuju pada
akuisisi agar akuisisi terjadi.
b. Apabila perusahaan mengambil alih seluruh saham yang dibeli maka terjadi merger.
c. Pada dasarnya pembelian setiap aset dalam akuisisi aset harus secara hukum dibalik
nama sehingga menimbulkan biaya legal yang tinggi. (Harianto dan Sudomo, 2001,
p.643)

15

3. Konsollidasi
Atau leg
gal konsolida
asi adalah penggabunga
p
an usaha dim
mana dua attau lebih perrusahaan
yang meelakukan pen
nggabungan usaha langsu
ung dibubark
kan dan asett serta kewajiiban dari
perusahaan-perusah
haan tersebutt ditransfer k
ke perusahaa
an yang baru
u dibentuk.
Beberapa ala
asan yang melatarbelaka
angi dilakuka
annya mergerr/akuisisi :
1.

Econom
mies of Scale
Dengan merger dih
harapkan perrusahaan daapat mencap
pai skala opeerasi yang eekonomis
dengan biaya rata-raata terendah
h. Secara lua
as, skala ekonomis yang ingin dicapa
ai adalah
h pengguna
aan sumber daya
d
yang ada
a.
dalam hal

2. Memperrbaiki Manajjemen
Kurangn
nya motivasii untuk men
ncapai profiit yang tingg
gi, kurangnyya keberania
an untuk
mengam
mbil risiko dan pengellolaan perussahaan den
ngan cara yang
y
kurang
g efisien
menyebabkan profiitabilitas peerusahaan reendah. Den
ngan mergerr perusahaa
an dapat
k
a pada tingk
kat yang beenar-benar diperlukan sehingga
memperrtahankan karyawannya
kemakm
muran pemegang saha
am, efisien
nsi serta produktivitas
p
s karyawan
n dapat
ditingka
atkan.
3. Penghem
matan Pajak
Penggab
bungan suattu perusaha
aan dengan perusahaan
n lain yang
g memperolleh laba
diharapk
kan bisa mem
mbuat pajak
k yang dibayarkan oleh perusahaan
p
yang
y
profitab
ble dapat
lebih keccil.
4. Diversifi
fikasi/Risk Reduction
R
Mengga
abungkan dua perusahaan yang berbeda bisa menciptakan jeenis usaha ya
ang lebih
besar ta
anpa harus m
melakukan dari
d
awal. Dengan diverssifikasi akan
n dapat mem
mperkecil
pengaru
uh siklus lab
ba perusahaa
an yang dip
peroleh, selaiin itu risiko
o yang dihad
dapi atas
suatu saham dapatt dikompenssasi oleh sa
aham lain, dengan dem
mikian risik
ko secara
keseluru
uhan menjad
di lebih kecil.. Pendapat in
ni dengan asu
umsi bahwa investor berrsifat risk
averse dan
d investor dapat melak
kukan diversiifikasi denga
an efisien.
5. Meningk
katkan Corpo
orate Growth
h Rate
Dengan melakukan merger/aku
uisisi memu
ungkinkan penguasaan
p
jaringan peemasaran
yang leb
bih luas, ma
anajemen ya
ang lebih baiik dan efisieensi yang leb
bih tinggi. Alternatif
A
penggab
bungan usah
ha ini dapatt memudahk
kan perusaha
aan untuk melakukan
m
p
penetrasi
pasar ya
ang lebih luass, termasuk pasar
p
asing.
Beberapa metode
m
untuk
k menganalisa efektivitas dari segi fin
nansial atas merger/akui
m
isisi yang
dilakukan peerusahaan diiantaranya :
1.

Metode Earning per Share


Tujuan perusahaan
n melakuka
an merger//akuisisi ad
dalah untuk
k memaksimumkan
muran pemegang saham
m perusahaan yang teta
ap berdiri. Dalam
D
meng
gevaluasi
kemakm
kemung
gkinan mergeer/akuisisi, maka
m
perusa
ahaan pengga
abung harus mempertim
mbangkan
pengaru
uh merger terhadap laba per lembar saham dibandingkan seebelum merg
ger. Perlu
juga dianalisis penga
aruh mergerr terhadap keemakmuran pemegang sa
aham baik pemegang
p
y
yang
masih hidup
h
mau pun pemegan
ng saham perrusahaan yan
ng hilang
saham perusahaan
(digabun
ngkan).
Sebuah penelitian olleh mahasisw
wa Universita
as Padjajaran
n menunjukk
kan bahwa EPS
E Bank
CIMB Niaga
N
setelah merger men
ningkat seban
nyak 0,2984
42 poin dari Rp
R 13,87444
4 menjadi
Rp 14,17
7289.

2. Capital Gain
G
Melihat pengaruh keeuntungan modal
m
yang diperoleh
d
darri investasi dalam
d
surat berharga
b
sebelum
m dan sesudah
h merger/ak
kuisisi dilaku
ukan.

16

Berdasarkan penelitian, capital gain Bank CIMB Niaga juga mengalami peningkatan
setelah merger sebesar 2,8223867 poin dari5,109399% menjadi 7,9317857%
3. Market Share
Cara penilaian ini memerlukan marketer yang mengukur berapa market share sebelum
dan sesudah merger. Yaitu cakupan pasarnya apa ada peningkatan setelah melakukan
merger atau malah mengalami penurunan.

17

B. LANDASAN TEORI
1. PSAK 22 Kombinasi Bisnis
Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 22 tentang Kombinasi Bisnis disahkan oleh Dewan
Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) pada tanggal 12
Januari 2010. PSAK 22 ini merevisi PSAK 22 tentang Akuntansi Penggabungan Usaha
yang telah dikeluarkan pada tanggal 7 September 1994. Pada tanggal 27 Agustus 2014
DSAK IAI mengesahkan penyesuaian atas PSAK 22 tentang Kombinasi Bisnis yang
berlaku efektif per 1 Januari 2015.
Tujuan Pernyataan SAK 22 adalah untuk meningkatkan relevansi, keandalan, dan daya
banding dari informasi yang disampaikan entitas pelapor dalam laporan keuangannya
mengenai kombinasi bisnis dan dampaknya. Ruang lingkup SAK 22 ini adalah transaksi
atau peristiwa lain yang memenuhi definisi kombinasi bisnis.
METODE AKUISISI
Penerapan metode akuisisi mensyaratkan :
a.

Pengidentifikasian pihak pengakuisisi


Berpedoman dalam PSAK 65 tentang Laporan Keuangan Konsolidasian untuk
mengidentifikasi pihak pengakuisisi, yaitu entitas yang memperoleh pengendalian
atas entitas lain, yaitu pihak yang diakuisisi.

b. Penentuan tanggal akuisisi


Yaitu tanggal pihak pengakuisisi memperoleh pengendalian atas pihak diakuisisi,
yang umumnya adalah tanggal pihak pengakuisisi secara hukum mengalihkan
imbalan, memperoleh aset dan mengambil alih liabilitas pihak diakuisisi, yaitu
tanggal penutupan. Pihak pengakuisisi harus mempertimbangkan seluruh fakta dan
keadaan terkait dalam mengatur tanggal akuisisi.
c.

Pengakuan dan pengukuran aset teridentifikasi yang diperoleh, liabilitas yang diambil
alih, dan kepentingan nonpengendali pihak akuisisi

d. Pengakuan dan pengukuran goodwill atau keuntungan dari kepemilikan


Prinsip Pengakuan
a.

Pada tanggal akuisisi, pihak pengakuisisi mengakui, terpisah dari goodwill, aset
teridentifikasi yang diperoleh, liabilitas yang diambil alih, dan kepentingan
nenpengendali pihak akuisisi.
b. Pada tanggal akuisisi, pihak pengakuisisi mengklasifikasikan atau mengatur aset
teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih sebagaimana diperlukan
untuk menerapkan SAK selanjutnya. Pihak pengakuisisi membuat klasifikasi atau
penentuan tersebut berdasarkan pada persyaratan kontraktual, kondisi ekonomik,
kebijakan operasional atau akuntansinya, dan keadaan terkait lainnya yang ada pada
tanggal akuisisi.
Prinsip Pengukuran
Untuk setiap kombinasi bisnis, pihak pengakuisisi mengukur pada tanggal akuisisi
komponen dari kepentingan nonpengendali pada pihak diakuisisi yang menyajikan
bagian kepemilikan kini dan memberikan mereka hak atas bagian proporsional dari aset
neto entitas dalam hal terjadi likuidasi pada :
a. Nilai wajar; atau
b. Bagian proporsional instrument kepemilikan yang ada dalam jumlah yang diakui atas
aset neto yang teridentifikasi dari pihak diakuisisi

18

Perseroan mengakui kepentingan non-pengendali pada pihak yang diakuisisi baik sebesar
nilai wajar atau sebesar bagian kepentingan non-pengendali atas neto pihak yang
diakuisisi. (Lampiran atas Catatan Laporan Keuangan No. 3c PT XL Axiata Tbk dan
Entitas Anak)
Pengecualian dari Prinsip Pengakuan dan Pengukuran
a.

Liabititas Kontijensi (pengecualian dari prinsip pengakuan)


Suatu kewajiban yang kemungkinan timbul dari peristiwa masa lalu dan
keberadaannya menjadi pasti dengan terjadi atau tidak terjadinya suatu peristiwa
atau lebih pada masa depan yang tidak sepenuhnya berada dalam kendali entitas.
Persyaratan dalam PSAK 57 Liabilitas, Kontijensi, dan Aset Kontijensi tidak berlaku
dalam mengatur liabilitas kontijensi mana diakui pada tanggal akuisisi. Pihak
pengakuisisi mengakui liabilitas kontijensi yang diambil alih pada tanggal akuisisi
dalam kombinasi bisnis jika hal itu merupakan kewajiban kini yang timbul dari
peristiwa masa lalu dan nilai wajarnya dapat diukur secara andal.

b. Pajak Penghasilan (pengecualian dari prinsip pengakuan dan pengukuran)


Pihak akuisisi mengakui dan mengukur aset atau liabilitas pajak tangguhan yang
timbul dari aset yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih dalam kombinasi
bisnis, serta mencatat kemungkinan dampak pajak dari perbedaan temporer dan sisa
kompensasi kerugian dari pihak diakuisisi yang ada pada tanggal akuisisi, atau yang
timbul sebagai hasil akuisisi, sesuai PSAK 46 Pajak Penghasilan.
c.

Imbalan Kerja
Pihak pengakuisisi mengakui dan mengukur liabilitas (atau aset, jika ada) terkait
dengan kesepakatan imbalan kerja dari pihak diakuisisi sesuai PSAK 24 Imbalan
Kerja.

d. Aset Indemnifikasi
Penjual dalam kombinasi bisnis dapat secara kontraktual menjamin (indemnify)
pihak pengakuisisi atas hasil dari suatu kontijensi atau ketidakpastian terkait dengan
seluruh atau sebagian aset atau liabilitas tertentu. Pihak pengakuisisi mengakui aset
indemnifikasi pada saat yang sama dengan saat mengakui hal yang dijamin, diukur
dengan dasar yang sama dengan hal yang dijamin, yang memerlukan penilaian untuk
penyisihan jumlah yang tidak tertagih. Jika jaminan terkait dengan aset atau liabilitas
yang diakui pada tanggal akuisisi dan diukur dengan nilai wajar pada tanggal
akuisisinya, maka pihak pengakuisisi mengakui aset indemnifikasi pada tanggal
akuisisi yang diukur dengan nilai wajarnya pada tanggal akuisisi.
e.

Hak yang Diperoleh Kembali (pengecualian dari prinsip pengukuran)


Pihak pengakuisisi mengukur nilai hak yang diperoleh kembali yang diakui sebagai
aset takberwujud berdasarkan sisa jangka waktu kontraktual dari kontrak terkait
tanpa memperhatikan apakah pelaku pasar mempertimbangkan kemungkinan
pembaruan perjanjian ketika mengukur nilai wajarnya.

f.

Transaksi Pembayaran Berbasis Saham


Pihak pengakuisisi mengukur instrumen liabilitas atau ekuitas yang terkait dengan
transaksi pembayaran berbasis saham dari pihak diakuisisi atau penggantian atas
transaksi pembayaran berbasis saham pihak diakuisisi dengan transaksi pembayaran
berbasis saham pihak pengakuisisi sesuai dengan metode yang diatur dalam PSAK 53
Pembayaran Berbasis Saham pada tanggal akuisisi.

g. Aset Dimiliki untuk Dijual


Pihak pengakuisisi mengukur aset tidak lancar yang diperoleh, yang diklasifikasikan
sebagai dimiliki untuk dijual pada tanggal akuisisi sesuai PSAK 58 Aset Tidak Lancar
yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan, pada nilai wajar dikurangi
biaya untuk menjual.

19

Pengakuan dan Pengukuran Goodwill atau Keuntungan dari Pembelian dengan Diskon
Pihak pengakuisisi mengakui Goodwill pada tanggal akuisisi yang diukur sebagai selisih
lebih (a) atas (b) :
a.

Nilai gabungan dari


- imbalan yang dialihkan yang diukur sesuai dengan PSAK ini, yang mensyaratkan
nilai wajar tanggal akuisisi
- jumlah setiap kepentingan nonpengendali pada pihak akuisisi yang diukur
sesuai dengan PSAK ini
- untuk kombinasi bisnis secara bertahap, nilai wajar pada tanggal akuisisi
kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada
pihak diakuisisi

b. Jumlah neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih
pada tanggal akuisisi, yang diukur sesuai Pernyataan ini.
Pedoman Tambahan untuk Menerapkan Metode Akuisisi untuk Jenis Kombinasi Bisnis
Tertentu
Kombinasi Bisnis yang Dilakukan Secara Bertahap. Dalam hal ini, pihak
pengakuisisi mengukur kembali kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya pada
pihak diakuisisi pada nilai wajar tanggal akuisisi dan mengakui keuntungan atau kerugian
yang dihasilkan dalam Laba Rugi.
Kombinasi Bisnis yang Dilakukan Tanpa Pengalihan Imbalan. Kombinasi bisnis
ini mencakup :
a.

Pihak diakuisisi membeli kembali sahamnya sendiri dengan jumlah yang memadai
sehingga pihak pengakuisisi memperoleh pengendalian
b. Hilangnya hak veto minoritas, yang sebelumnya menghalangi pihak pengakuisisi
untuk mengendalikan pihak diakuisisi, dimana pihak pengakuisisi memiliki hak suara
mayoritas
c. Pihak pengakuisisi dan diakuisisi sepakat untuk mengkombinasikan bisnis dengan
kontrak semata, tanpa ada pengalihan imbalan dalam pertukaran dengan
pengendalian atas pihak diakuisisi dan tidak memiliki kepentingan ekuitas pada
pihak diakuisisi, baik pada tanggal akuisisi mau pun sebelumnya. Contohnya adalah
pembentukan perusahaan yang tercatat di dua bursa (dual listed corporation).
Periode Pengukuran. Jika proses akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum
selesai pada akhir periode pelaporan saat kombinasi terjadi, maka pihak pengakuisisi
melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses akuntansinya belum selesai
dalam laporan keuangannya. Periode pengukuran berakhir segera setelah pihak
pengakuisisi menerima informasi yang dicari tentang fakta dan keadaan yang ada pada
tanggal akuisisi atau mempelajari bahwa informasi tambahan tidak dapat diperoleh.
Periode pengukuran tidak boleh melebihi satu tahun dari tanggal akuisisi.
AKUNTANSI DAN PENGUKURAN SETELAH PENGAKUAN AWAL
PSAK 22 memberikan pedoman atas akuntansi dan pengukuran setelah pengakuan awal
untuk aset yang diperoleh, liabilitas yang diambil alih, dan instrument ekuitas yang
diterbitkan dalam kombinasi bisnis sebagai berikut :
a.

Hak yang Diperoleh Kembali


Yang diakui sebagai aset takberwujud diamortisasi selama sisa periode kontraktual
dari kontrak yang mendasari pemberian hak tersebut. Pihak pengakuisisi yang
menjual hak yang diperoleh kembali kepada pihak ketiga memasukan nilai tercatat
aset takberwujud tersebut dalam mengatur keuntungan dan kerugian dari penjualan.

20

b. Liabilitas Kontijensi
Setelah pengakuan awal dan sampai liabilitas diselesaikan, dibatalkan atau
kadaluarsa, pihak pengakuisisi mengukur liabilitas kontijensi yang diakui dalam
kombinasi bisnis pada nilai yang lebih tinggi antara jumlah yang diakui sesuai PSAK
57 Provisi, Liabilitas Kontijensi, dan Aset Kontijensi dengan jumlah yang pada
awalnya diakui setelah dikurangi sesuai dengan PSAK 23 Pendapatan.
c.

Aset Indemnifikasi
Pihak pengakuisisi menghentikan pengakuan aset indemnifikasi hanya ketika pihak
pengakuisisi mengambil aset, menjualnya, atau kehilangan haknya.

d. Imbalan Kontijensi
Beberapa perubahan nilai wajar imbalan kontijensi yang diakui pihak pengakuisisi
setelah tanggal akuisisi yang dihasilkan dari adanya informasi tambahan yang
didapatkan pihak pengakuisisi setelah tanggal tersebut tentang fakta dan keadaan
yang ada pada tanggal akuisisi merupakan penyesuaian periode pengukuran. Tetapi,
perubahan yang dihasilkan dari peristiwa setelah tanggal akuisisi, seperti pencapaian
target laba, pencapaian harga saham tertentu, atau pencapaian tonggak (milestone)
dalam proyek riset dan pengembangan, bukan merupakan penyesuaian periode
pengukuran.
PENGUNGKAPAN
Pihak pengakuisisi mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan
keuangan dapat mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari kombinasi bisnis yang
terjadi selama periode berjalan atau setelah akhir periode pelaporan tetapi sebelum
tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit.
Pihak pengakuisisi mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan
keuangan dapat mengevaluasi dampak keuangan dari penyesuaian yang diakui pada
periode pelaporan berjalan yang berhubungan dengan kombinasi bisnis yang terjadi pada
periode tersebut atau periode pelaporan sebelumnya.
TANGGAL EFEKTIF DAN KETENTUAN TRANSISI
Tanggal Efektif. Pernyataan ini diterapkan secara prospektif untuk kombinasi bisnis
yang tanggal akuisisinya pada atau setelah awal periode tahun buku yang dimulai pada
atau setelah tanggal 1 Januari 2011. Sedangkan penerapan penyesuaian beberapa
paragraf, definisi pengendalian dalam Lampiran A secara retrospektif, dan definisi nilai
wajar pada Lampiran A secara prospektif untuk periode tahun buku yang dimulai pada
atau setelah tanggal 1 Januari 2015.
Ketentuan Transisi. Aset dan liabilitas yang berasal dari kombinasi bisnis yang tanggal
akuisisinya sebelum tanggal 1 Januari 2011 tidak disesuaikan dengan berlakunya
pernyataan ini.
a.

Goodwill yang diakui sebelumnya


Entitas menerapkan Pernyataan ini secara prospektif untuk goodwill yang diperoleh
dari kombinasi bisnis yang tanggal akuisisinya sebelum tanggal 1 Januari 2011.

b. Goodwill Negatif yang Diakui Sebelumnya


Pada awal periode buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011 yang
berasal dari kombinasi bisnis yang tanggal akuisisinya sebelum tanggal 1 Januari
2011, jumlah tercatat goodwill negative dihentikan pengakuannya dengan melakukan
penyesuaian terhadap saldo laba awal periode tahun buku yang dimulai pada atau
setelah tanggal 1 Januari 2011.

21

c.

Aset Takberwujud yang Diakui Sebelumnya


Jumlah tercatat pos yang diklasifikasikan sebagai aset takberwujud, yang diperoleh
dari kombinasi bisnis sebelum tanggal 1 Januari 2011, direklasifikasikan sebagai
goodwill pada awal periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1
Januari 2011, jika aset takberwujud tersebut tidak memenuhi kriteria
kerterindentifikasian sesuai PSAK 19 Aset Takberwujud.

d. Investasi yang Dicatat dengan Metode Ekuitas


Untuk investasi yang dicatat dengan metode ekuitas dan diperoleh pada atau setelah
tanggal 1 Januari 2011, entitas menerapkan Pernyataan ini untuk goodwill yang
diperoleh termasuk dalam jumlah tercatat investasi tersebut. Selain itu juga untuk
setiap selisih lebih termsuk dalam jumlah tercatat investasi kepentingan entitas
terhadap nilai wajar aset, liabilitas, dan liabilitas kontijensi teridentifikasi investee
atas biaya perolehan investasi.
Untuk investasi yang dicatat dengan metode ekuitas dan diperoleh sebelum tanggal 1
Januari 2011 maka entitas menerapkan Pernyataan ini secara prospektif untuk
periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011, untuk
setiap goodwill yang diperoleh termasuk dalam jumlah tercatat investasi tersebut.
Entitas menghentikan pengakuan setiap goodwill negative termasuk dalam jumlah
tercatat investasi tersebut pada awal periode tahun buku yang dimulai pada atau
setelah tanggal 1 Januari 2011, dengan penyesuaian atas saldo laba awal.
e.

Pajak Penghasilan
Untuk kombinasi bisnis yang tanggal akuisisinya sebelum tanggal efektif Pernyataan
ini, pihak pengakuisisi menerapkan PSAK 46 Pajak Penghasilansecara prospektif.

PENARIKAN
Pernyataan ini menggantikan PSAK 22 (1994) Akuntansi Penggabungan Usaha.
PENERAPAN DALAM LAPORAN KEUANGAN
Laporan Keuangan yang disajikan terdiri atas :
1.
2.
3.
4.
5.

Laporan Posisi Keuangan


Laporan Laba Rugi Komprehensif (Laporan Kinerja)
Laporan Perubahan Ekuitas
Laporan Arus Kas
Catatan atas Laporan Keuangan

Laporan Posisi Keuangan entitas terdiri dari :


1.

Aset adalah sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari
peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan akan
diperoleh perusahaan.
2. Liabilitas merupakan utang perusahaan masa kini yang timbul dari peristiwa masa
lalu, penyelesaiannya diharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber daya
perusahaan yang mengandung manfaat ekonomi.
3. Ekuitas adalah hak residual atas aset perusahaan setelah dikurangi liabilitas.
Laporan Laba Rugi Komprehensif atau yang dikenal sebagai Laporan Kinerja adalah
laporan yang menyajikan hubungan antara penghasilan dan beban dari suatu entitas.
1.

Penghasilan
Penghasilan (income) meliputi pendapatan (revenues) dan keuntungan (gains).
Pendapatan timbul dalam pelaksanaan aktivitas perusahaan yang biasa dan dikenal
dengan sebutan yang berbeda seperti penjualan, penghasilan jasa (fees), bunga,
dividen, royalti, dan sewa.

22

Keuntungan mencerminkan pos lainnya yang memenuhi definisi penghasilan dan


mungkin timbul atau mungkin tidak timbul dalam pelaksanaan pelaksanaan aktivitas
entitas yang biasa.
2. Beban
Beban mencakup baik kerugian mau pun beban yang timbul dalam pelaksanaan
aktivitas perusahaan yang biasa. Beban yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas
perusahaan yang biasa diantaranya meliputi beban pokok penjualan, gaji, dan
penyusutan. Beban tersebut biasanya berbentuk arus kas keluar atau berkurangnya
aset seperti kas (dan setara kas), persediaan, dan aset tetap.
Kerugian mencerminkan pos lain yang memenuhi definisi beban yang mungkin
timbul atau mungkin tidak timbul dari aktiviras perusahaan yang biasa.
PENGAKUAN UNSUR LAPORAN KEUANGAN
Merupakan proses pembentukan suatu pos yang memenuhi definisi unsur serta kriteria
pengakuan sebagai berikut :
1.

Ada kemungkinan bahwa manfaat ekonomi yang berkaitan dengan pos tersebut akan
mengalir dari atau ke dalam perusahaan.
2. Pos tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal.
PENGUKURAN UNSUR LAPORAN KEUANGAN
Adalah proses penetapan jumlah uang untuk mengakui dan memasukkan setiap unsur
laporan keuangan dalam Neraca dan Laporan Laba Rugi.
C. PENERAPAN
Penerapan SAK 22 Kombinasi Bisnis dapat dilihat pada Laporan Keuangan PT XL AXIATA,
Tbk. dan Entitas Anak per 31 Desember 2014 Audited. Beberapa hal penting yang dapat
diperhatikan adalah :
1.

Laporan Auditor Independen pada paragraph opini menyatakan bahwa Laporan


Keuangan telah disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan
PT XL AXIATA, Tbk. dan Entitas Anaknya tanggal 31 Desember 2014, serta Kinerja
Keuangan dan Arus Kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. (Laporan Auditor Independen)
2. Pada Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Terpenting dalam Catatan Atas Laporan Keuangan
diungkapkan beberapa hal, diantaranya :
a. Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014 dan
2013 disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
(Lampiran Catatan atas Laporan Keuangan No. 3. a. PT XL Axiata Tbk dan Entitas
Anak)
b. Laporan Keuangan disusun berdasarkan harga perolehan kecuali untuk beberapa
akun yang dinilai menggunakan dasar pengukuran lain sebagaimana dijelaskan pada
kebijakan akuntansi dari akun tersebut. (Lampiran Catatan atas Laporan Keuangan
No. 3. a. PT XL Axiata Tbk dan Entitas Anak)
c. Laporan Arus Kas disusun dengan menggunakan metode langsung pada Aktivitas
Operasi. (Lampiran Catatan atas Laporan Keuangan No. 3. a. PT XL Axiata Tbk dan
Entitas Anak)

23

III. KOM
MBINASI BISNIS
B
ENT
TITAS SEP
PENGENDA
ALI
A. PENDAHU
ULUAN
1. Entitas
s sepengend
dali
adalah entitas
e
yang secara langsung atau tiidak langsun
ng (melalui salah
s
satu attau lebih
perantarra), mengendalikan atau
u dikendalika
an oleh atau
u berada di bawah peng
gendalian
yang sam
ma.
2. Kombin
nasi bisnis entitas sep
pengendalii
kombina
asi bisnis yang
y
seluruh
h entitas attau bisnis yang
y
bergabung, pada akhirnya
dikendallikan oleh piihak yang sam
ma (baik seb
belum maupu
un sesudah kombinasi
k
bissnis) dan
pengend
daliannya tid
dak bersifat sementara.
3. Pengen
ndalian
entitas induk mengeendalikan enttitas anak keetika entitas induk terlep
pas atau mem
miliki hak
atas im
mbal hasil variable
v
darii keterlibataannya deng
gan entitas anak dan memiliki
kemamp
puan untuk mempengaru
m
uhi imbal hassil tersebut melalui
m
kekua
asaannya ata
as entitas
anak.
Contoh :
dalah entitass induk, mem
miliki PT. B dan PT. C seecara langsu
ung dan PT. D secara
PT. A ad
tidak la
angsung melalui C. mak
ka PT. A, PT
T. B, PT. C dan PT. D merupakan
n entitas
sepengendalian

PT.. A
P B
PT.

PT.. C
PT.. D

24

B. LANDASAN
N TEORI
1. PSAK 38
3 Kombiinasi Bisnis
s Entitas Se
epengenda
ali
Pernyata
aan ini bertu
ujuan untuk mengatur perlakuan
p
ak
kuntansi kom
mbinasi bisniis entitas
sepengendali.
AKUAN, PE
ENGUKURA
AN DAN PE
ENYAJIAN
PENGA
Sifat Tr
ransaksi Ko
ombinasi Bisnis
B
Entittas Sepenge
endali
Transak
ksi kombina
asi bisnis entitas
e
sepeengendali, berupa
b
peng
galihan bisn
nis yang
dilakuka
an dalam ran
ngka reorgan
nisasi entitas entitas yang berada da
alam suatu kelompok
k
usaha yang
y
sama, bukan merrupakan perrubahan kep
pemilikan dalam
d
arti substansi
s
ekonom
mi, sehingga transaksi teersebut tida
ak dapat meenimbulkan laba atau rugi
r
bagi
kelompo
ok usaha seccara keselurruhan ataupun bagi enttitas individu
ual dalam kelompok
k
usaha teersebut.
Contoh transaksi
t
kom
mbinasi bisn
nis entitas sep
pengendali :
a.

Entiitas induk memindahkan


m
n sebagian aasset neto da
ari entitas an
nak yang dim
milikinya
men
njadi aset enttitas induk ya
ang bersangk
kutan.

PT. A

Peng
galihan
ase
et neto

PT. B

m
sebagian haak kepemilik
kan dalam su
uatu entitas anak ke
b. Entiitas induk mengalihkan
entittas anak lain
n yang dimilik
ki oleh entita
as induk.

PT. A
PT. B
c.

Kepemilika
an
PT. A di PT
T. B

PT. C

Kepemilikan
P C
PT. A di PT.

Entiitas induk menukar


m
kepemilikannya
a atas sebagiian aset neto
o dalam entiitas anak
yang
g dimilikinya
a dengan sa
aham tambah
han yang diiterbitkan olleh entitas anak
a
lain
(yan
ng tidak dim
miliki sepenuh
hnya), sehin
ngga kepemillikan entitas induk dalam
m entitas
anak
k lain terseb
but bertamb
bah, sedangk
kan persenttasi atas kep
pemilikan pemegang
saha
am nonpengeendali dalam
m entitas anak
k tersebut beerkurang.

PT. A
PT. B

Saham
tambahan P
PT.
A di PT. B

25

PT. C

Kepemilikan
aset neto
o PT. A
di PT. C

Transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali tidak mengakibatkan perubahan


substansi ekonomi kepemilikan atas bisnis yang dipertukarkan sehingga transaksi
tersebut diakui pada jumlah tercatat berdasarkan metode penyatuan kepemilikan.
Entitas yang menerima bisnis, mengakui selisih antara jumlah imbalan yang dialihkan
dan jumlah tercatat dari setiap transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali di ekuitas
dan menyajikan dalam pos tambahan modal disetor.
Kebijakan akuntansi yang seragam diterapkan pada entitas yang berkombinasi tersebut.
Entitas yang melepas bisnis, dalam pelepasan bisnis entitas sepengendali mengakui
selisih antara imbalan yang diterima dan jumlah tercatat bisnis yang dilepas di ekuitas
dan menyajikannya dalam pos tambahan modal disetor.
PENGUNGKAPAN
Untuk seluruh transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, pengungkapan berikut
disajikan dalam laporan keuangan pada periode terjadinya kombinasi bisnis :
a. Nama dan penjelasan tentang entitas atau bisnis yang berkombinasi
b. Penjelasan mengenai hubungan kesepengendalian dari entitas entitas yang
bertransaksi dan bahwa hubungan tersebut tidak bersifat sementara
c. Tanggal efektif transaksi
d. Operasi atau kegiatan bisnis yang telah diputuskan untuk dijual atau dihentikan
akibat kombinasi bisnis tersebut
e. Kepemilikan entitas atau bisnis yang dialihkan serta jenis dan jumlah imbalan yang
terjadi
f. Jumlah tercatat bisnis yang dikombinasikan atau yang dilepas serta selisih antara
jumlah tercata bisnis tersebut dan jumlah imbalan yang dialihkan atau imbalan yang
diterima; dan
g. Pengungkapan mengenai penyajian kembali laporan keuangan sebagaimana
dijelaskan di paragraph 12 yang dapat memberikan informasi minimal meliputi :
- Ikhtisar angka angka laporan keuangan yang telah dilaporkan sebelumnya
untuk periode yang disajikan kembali;
- Ikhtisar dari jumlah tercatat aset dan liabilitas entitas atau bisnis yang
dikombinasikan;
- Dampak penyesuaian kebijakan akuntansi
- Ikhtisar angka angka laporan keuangan setelah disajikan kembali
Entitas mengungkapkan saldo selisih yang disajikan dalam pos tambahan modal disetor.
Entitas menerapkan PSAK 38 Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali untuk periode
tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2013.

26

C. PENERAPAN
Penerapan PSAK No. 38 Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali dapat dilihat pada Laporan
Keuangan Audit PT. BCA dan Entitas Anak untuk tahun buku 2013 (Lampiran Catatan atas
Laporan Keuangan No. 2.d Perubahan Kebijakan Akuntansi).
PT. BCA telah menerapkan PSAK No.38 Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali yang diakui
pada jumlah tercatat berdasarkan metode penyatuan kepemilikan. Entitas yang menerima
bisnis mengakui selisih antara jumlah imbalan yang dialihkan/ diterima dan jumlah tercatat
dari transaksi kombinasi entitas sepengendali di ekuitas dalam akun tambahan modal disetor
(Lampiran Catatan atas Laporan Keuangan N0. 21 Tambahan Modal Disetor dan Laporan
Perubahan Ekuitas PT Bank Central Asia Tbk dan Entitas Anak).
PT BCA Tbk Mengakuisisi 75% kepemilikan saham PT. Central Sejahtera Insurance dari Dana
Pensiun BCA (Lampiran Catatan atas Laporan Keuangan No.1d Entitas Anak) dimana
transaksi ini merupakan transaksi dengan pihak berelasi (Lampiran Catatan atas Laporan
Keuangan No.41 Transaksi dengan pihak berelasi PT Bank Central Asia dan Entitas Anak)

27

IV. LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI DAN LAPORAN KEUANGAN TERSENDIRI


A. PENDAHULUAN
1. Laporan Keuangan Tersendiri
Laporan keuangan tersendiri adalah laporan keuangan yang disajikan oleh entitas induk
yang mencatat investasi pada entitas anak, entitas asosiasi dan ventura bersama
berdasarkan biaya perolehan.
Laporan Keuangan tersendiri hanya dapat disajikan sebagai informasi tambahan dalam
laporan keuangan konsolidasian. Entitas induk tidak dapat menyajikan laporan keuangan
tersendiri sebagai laporan keuangan bertujuan umum. Laporan keuangan tersendiri
terdiri dari laporan posisi keuangan, laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas.
2. Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan Konsolidasian adalah laporan yang menyajikan posisi keuangan dan
hasil operasi induk perusahaan (entitas pengendali) dan satu atau lebih anak perusahaan
(entitas yang dikendalikan) yang seakan akan merupakan satu entitas perusahaan.
Tujuan laporan keuangan konsolidasian umumnya memberikan gambaran yang objektif
atas keseluruhan posisi dan aktivitas dari satu entitas yang terdiri atas beberapa entitas
yang mempunyai hubungan istimewa. Laporan keuangan konsolidasian tidak boleh
menyesatkan pihak pihak yang berkepentingan dan harus didasarkan pada substansi
atas peristiwa ekonomi.
Manfaat laporan keuangan konsolidasian:
1.

Memberikan gambaran total sumber daya perusahaan hasil gabungan yang berada di
bawah kendali entitas induk kepada para pemegang saham, kreditor, dan penyedia
dana lainnya.
2. Memberikan informasi update bagi manajemen entitas induk mengenai operasi
gabungan dari entitas konsolidasi dan entitas yang membentuk entitas konsolidasi.
Keterbatasan laporan konsolidasi diantaranya:
1. Dapat menutupi kinerja entitas yang tidak bagus,
2. Tidak semua saldo laba ditahan konsolidasi tersedia untuk dividen entitas induk,
3. Rasio keuangan berdasarkan laporan keuangan konsolidasi tidak mencerminkan
kondisi entitas induk maupun entitas yang membentuk konsolidasi,
4. Dibutuhkan beberapa informasi tambahan untuk memberikan penyajian yang wajar.
Prinsip Pengendalian
1.

Kekuasaan yang melebihi setengah hak suara sesuai dengan perjanjian pada investor
lain,
2. Kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional entitas berdasarkan
anggaran dasar atau perjanjian,
3. Kekuasaan mengganti dan menunjuk dewan komisaris atau direksi melalui dewan
entitas tersebut begitu pula untuk memberikan suara mayoritas pada rapat melalui
dewan direksi atau komisaris yang ditunjuk.
Prosedur Penyusunan Laporan Konsolidasi
1. Penyusunan jurnal eliminasi atas akun-akun entitas,
2. Penjumlahan akun-akun entitas induk dan anak yang sama, misalnya kas pada
entitas induk dan anak, utang pada entitas induk dan anak,dll,
3. Pengurangan prosedur no.2 dengan no.1 atas akun-akun yang sama,
4. Penyajian akun-akun hasil konsolidasi tersebut berdasarkan ketentuan yang berlaku.

28

B. LANDASAN TEORI
1. PSAK 4 Laporan Keuangan Tersendiri
Hal

PSAK 4 (2012)

PSAK 4 (2015)

Ruang Lingkup

laporan keuangan
konsolidasian dan laporan
keuangan tersendiri,

laporan keuangan tersendiri


sebagai informasi
tambahan,

Penyajian laporan
keuangan konsolidasian
Prosedur konsolidasi

diatur

saat ini diatur dalam psak 65

diatur

saat ini diatur dalam psak 65

diatur

saat ini diatur dalam psak 65

laporan keuangan tersendiri


didefinisikan sebagai
laporan keuangan yang
disajikan oleh entitas induk
yang mencatat investasi
pada entitas anak, entitas
asosiasi, dan pengendalian
bersama entitas berdasarkan
kepemilikan ekuitas
langsung bukan berdasarkan
pelaporan hasil dan aset
neto investee.

Laporan keuangan
tersendiri adalah laporan
keuangan yang disajikan
oleh entitas induk (yaitu
investor yang mempunyai
pengendalian atas entitas
anak) yang mencatat
investasi pada entitas anak,
entitas asosiasi, dan ventura
bersama berdasarkan biaya
perolehan atau sesuai
dengan PSAK 55: Instrumen
Keuangan: Pengakuan dan
Pengukuran.

Perubahan kepemilikan
yang tidak
mengakibatkan hilangnya
pengendalian

diatur

Saat ini diatur dalam psak


65

Hilangnya pengendalian

diatur

Saat ini diatur dalam psak


65

Penyusunan laporan
keuangan tersendiri
untuk entitas yang
berhenti menjadi entitas
investasi

Tidak diatur

Ketika entitas berhenti


menjadi entitas investasi,
maka entitas mencatat
perubahan dari tanggal
ketika perubahan status
tersebut terjadi sesuai
dengan paragraf 06, baik:

Kepentingan non
pengendali
Definisi

(a) mencatat investasi dalam


entitas anak pada biaya
perolehan. Nilai wajar
entitas anak pada tanggal
perubahan status
diperlakukan sebagai biaya
perolehan bawaan pada
tanggal tersebut; maupun
(b) meneruskan mencatat
investasi pada entitas anak
sesuai dengan PSAK 55:
Instrumen Keuangan:
Pengakuan dan Pengukuran.

29

Tujuan untuk mengatur persya


aratan akun
ntansi investtasi pada en
ntitas anak, ventura
a, dan entita
as asosiasi keetika entitas induk menyyajikan laporran keuangan
n sendiri
bersama
sebagai informasi tam
mbahan.
Tambah
han penyusun
nan laporan keuangan
k
tersendiri:
1. Entiitas induk menerapkan
m
ang sama un
ntuk investa
asi yang dica
atat pada
akuntansi ya
biayya perolehan sesuai PSAK
K 58 : Aset Tidak Lanca
ar yang dimiiliki untuk diijual dan
operrasi yang diihentikan keetika investa
asi tersebut diklasifikasik
kan sebagai dimiliki
untu
uk dijual sedangkan peng
gukuran inveestasi dicatatt sesuai psak 55,
2. Entiitas induk mengakui
m
divviden dari en
ntitas anak, ventura
v
berssama, entitass asosiasi
yang
g telah diaku
uinya atau kerugian
k
dallam laporan tersendiri ketika
k
hak menerima
m
divid
den ditetapk
kan.
2. PSAK 65
6 Lapora
an Keuanga
an Konsoliidasian
PSAK 65 disahkan pertama kalli tanggal 19
9 Desember 2013 dan penyesuaian
p
kembali
n tanggal 27 Agustus 20114. Perbedaan
n PSAK 65 (2
2013) dengan
n PSAK 65 (2
2014) :
disahkan
PSAK 65 (2013)

PSAK 65 (2014)

Paragraf
C04B pada Lam
mpiran C
(Tangg
gal Efektif da
an Ketentuan
n Transisi)
:

Paragraf C04B
C
dikoso
ongkan dan
n diganti
menjadi paragraf
p
C0
04C dengan
n bunyi
pernyataan yang sama.

Ketika investor menerapkan


m
paragraph
C04-C0
04A dan tanggal
t
pen
ngendalian
sesuai dengan perrnyataan ini diperoleh
adalah setelah tan
nggal efektiff PSAK 4:
Lapora
an Keuanga
an Konsolida
asian dan
Lapora
an Keuanga
an Tersend
diri, maka
investo
or menerapk
kan persyara
atan dalam
pernya
ataan ini un
ntuk seluruh
h periode
dimana
a investee secara reetrospektif
dikonsolidasikan sesuai
s
parag
graf C04C04A. Jika pen
ngendalian diperoleh
sebelum
m tanggal efektif
e
PSAK
K 4, maka
investo
or menerapk
kan persyarattan dalam
Pernya
ataan ini un
ntuk seluruh
h periode
yang teerkait denga
an konsolidassi investee
secara retrospek
ktif sesuai dengan
paragra
aph C04-C04
4A.

Tujuan menetapkan
m
n prinsip pen
nyusunan dan penyajian laporan keu
uangan konso
olidasian
ketika en
ntitas mengeendalikan sattu atau lebih
h entitas lain..
Ruang lingkup
l
entiitas yang merupakan
m
en
ntitas induk
k menyajikan
n laporan keuangan
k
konsolid
dasian. Pernyyataan ini beerlaku untuk seluruh entiitas, kecuali:
1. prog
gram imbala
an pascakerja
a atau progrram imbalan
n kerja jangk
ka panjang lain
l
yang
diatu
ur dalam PSA
AK 24: Imba
alan Kerja,
2. entittas investasii tidak perlu menyajikan laporan keu
uangan konssolidasian jik
ka entitas
inveestasi disyarratkan untuk
k mengukurr seluruh en
ntitas anakn
nya pada nillai wajar
mela
alui laba rugi sesuai deng
gan paragraff 31.
Pengen
ndalian
Pengend
dalian investor, terlepass dari sifat keterlibatan
nnya dengan
n entitas (investee),
menentu
ukan apakah
h investor meerupakan enttitas induk dengan
d
mena
aksir apakah
h investor
tersebutt mengendaliikan investeee.

30

Selain itu, Investor mengendalikan investee ketika investor terekspos atau memiliki hak
atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan
untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas investee. Investor
mengendalikan investee jika dan hanya jika investor memiliki seluruh hal berikut ini:
1. kekuasaan atas investee (paragraf 1014);
2. eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee
(paragraf 15 dan 16); dan
3. kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi
(paragraf 17 dan 18).
Kekuasaan investor terdiri dari:
1.

kekuasaan kemampuan untuk mengarahkan aktivitas relevan (aktivitas yang


signifikan mempengaruhi imbal hasil investee),
2. Kekuasaan timbul dari hak. Penilaian kekuasaan mudah ketika berasal dari
instrumen ekuitas seperti saham, sedangkan lebih kompleks dan mempertimbangkan
banyak faktor ketika berasal dari satu atau lebih pengaturan kontraktual,
3. Bukti investor mengarahkan aktivitas relevan dapat membantu menentukan namun
bukti tersebut tidak dengan sendirinya meyakinkan,
4. Investor yang paling mempengaruhi imbal hasil investee yang memiliki kekuasaan.
Faktor-faktor yang membantu menentukan apakah investor mengendalikan investee:
1. tujuan dan desain investee (PP05-PP08),
2. aktivitas apa yang merupakan aktivitas relevan investee dan bagaimana keputusan
mengenai aktivitas tersebut dibuat (PP11-PP13),
3. apakah hak investor memberikannya kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas
relevan (PP14-PP54),
4. apakah investor terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari
keterlibatannya dengan investee (PP55-PP57),
5. apakah investor memiliki kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas
investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil investor (PP58-PP72).
Entitas anak tidak dikonsolidasikan apabila:
1.

Pengendalian dimaksudkan sementara atau akan dialihkan dalam jangka waktu


pendek (dijual),
2. Entitas anak dibatasi suatu rektriksi jangka panjang sehingga mempengaruhi secara
signifikan kemampuannya dalam mentransfer dana kepada entitas induk.
Imbal hasil
Investor terekspos atas imbal hasil variabel dengan investee, ketika imbal hasil investor
dari keterlibatannya tersebut berpotensi untuk bervariasi sebagai akibat dari kinerja
investee. Imbal hasil investor dapat hanya positif, hanya negatif, atau positif dan negatif.
Meskipun hanya satu investor yang dapat mengendalikan investee, lebih dari satu pihak
dapat berbagi imbal hasil investee. Sebagai contoh, pemilik kepentingan nonpengendali
dapat berbagi laba atau distribusi dari investee.
Contoh imbal hasil:
1.

dividen, distribusi lain atas manfaat ekonomik investee dan perubahan nilai
investasi investor,
2. remunerasi untuk pemberian jasa atas aset atau liabilitas investee,
3. imbal hasil yang tidak tersedia untuk kepentingan pemilik lain, seperti investor dapat
menggunakan asetnya dalam kombinasi dengan aset investee.

31

Kaitan Kekuasaan dan Imbal Hasil


Investor mengendalikan investee jika investor tidak hanya memiliki kekuasaan atas
investee dan eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan
investee, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya dalam
mempengaruhi imbal hasil investor dari keterlibatannya dengan investee. Investor
dengan hak pengambilan keputusan menentukan apakah investor bertindak sebagai
prinsipal atau agen. Investor yang bertindak sebagai agen, sesuai dengan paragraf PP58PP72, tidak mengendalikan investee ketika investor tersebut melaksanakan hak
pengambilan keputusan yang didelegasikan kepada investor tersebut.
Persyaratan Akuntansi
1.

Entitas induk menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan menggunakan


kebijakan akuntansi yang sama untuk transaksi dan peristiwa lain dalam keadaan
yang serupa,
2. Konsolidasi atas investee dimulai sejak tanggal investor memperoleh pengendalian
atas investee dan berakhir ketika investor kehilangan pengendalian atas investee,
3. Paragraf PP86PP93 menetapkan pedoman penyusunan laporan keuangan
konsolidasian.
Kepentingan nonpengendali
1
2

Entitas induk menyajikan kepentingan nonpengendali di ekuitas dalam laporan posisi


keuangan konsolidasian, terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk.
Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak
mengakibatkan hilangnya pengendalian entitas induk pada entitas anak adalah
transaksi ekuitas (yaitu transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai
pemilik).
Paragraf PP94-96 menetapkan pedoman akuntansi untuk kepentingan
nonpengendali dalam laporan keuangan konsolidasian.

Kehilangan Pengendalian
Jika entitas induk kehilangan pengendalian pada entitas anak, maka entitas induk:
1.

menghentikan pengakuan aset dan liabilitas entitas anak terdahulu dari laporan
posisi keuangan konsolidasian,
2. mengakui sisa investasi apapun pada entitas anak terdahulu pada nilai wajarnya pada
tanggal hilangnya pengendalian dan selanjutnya mencatat sisa investasi tersebut dan
setiap jumlah terutang oleh atau kepada entitas anak terdahulu sesuai dengan SAK
lain yang relevan. Nilai wajar tersebut dianggap sebagai nilai wajar pada saat
pengakuan awal aset keuangan sesuai dengan PSAK 55: Instrumen Keuangan:
Pengakuan dan Pengukuran atau (jika sesuai) biaya perolehan pada saat pengakuan
awal investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama,
3. mengakui keuntungan atau kerugian terkait dengan hilangnya pengendalian yang
dapat diatribusikan pada kepentingan pengendali terdahulu.
Menurut PP98, Jika entitas induk kehilangan pengendalian pada entitas anak, maka
entitas induk:
1.

Menghentikan pengakuan:
a. aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak pada jumlah tercatatnya
ketika pengendalian hilang; dan
b. jumlah tercatat setiap kepentingan nonpengendali pada entitas anak terdahulu
pada tanggal hilangnya pengendalian (termasuk setiap komponen penghasilan
komprehensif lain yang diatribusikan pada kepentingan nonpengendali).

32

2. Mengakui:
a. nilai wajar pembayaran yang diterima (jika ada) dari transaksi, peristiwa atau
keadaan yang mengakibatkan hilangnya pengendalian;
b. jika transaksi, peristiwa atau keadaan yang mengakibatkan hilangnya
pengendalian melibatkan distribusi saham entitas anak kepada pemilik dalam
kapasitasnya sebagai pemilik; dan
c. setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada nilai wajarnya pada tanggal
hilangnya pengendalian.
3. Reklasifikasi laba rugi, atau mengalihkan secara langsung ke saldo laba jika
disyaratkan oleh SAK lain, jumlah yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain
dalam kaitan dengan entitas anak atas dasar yang dijelaskan dalam paragraf PP99;
4. Mengakui perbedaan apapun yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian
dalam laba rugi yang diatribusikan kepada entitas induk.
Entitas induk mencatat semua jumlah yang diakui sebelumnya dalam penghasilan
komprehensif lain dengan dasar yang sama ke laba rugi atau saldo laba.
Penentuan Apakah Entitas Adalah Entitas Investasi
Entitas induk menentukan apakah entitas induk adalah entitas investasi. Entitas investasi
adalah entitas yang:
1.

Memperoleh dana dari satu atau lebih investor dengan tujuan memberikan investor
tersebut jasa manajemen investasi;
2. Menyatakan komitmen kepada investor bahwa tujuan bisnisnya adalah untuk
menginvestasikan dana yang semata-mata untuk memperoleh imbal hasil dari
kenaikan nilai modal, penghasilan investasi, atau keduanya; dan
3. Mengukur dan mengevaluasi kinerja dari seluruh investasinya yang substansial
berdasarkan pada nilai wajar.
Paragraf PP85A-PP85M memberikan pedoman penerapan yang terkait.
Pertimbangan dalam menaksir apakah entitas memenuhi definisi entitas investasi.
Karakteristik khusus entitas investasi:
1.
2.
3.
4.

memiliki lebih dari satu investasi,


memiliki lebih dari satu investor,
memiliki investor yang bukan merupakan pihak-pihak berelasi dari entitas,
memiliki bagian kepemilikan dalam bentuk kepentingan ekuitas atau kepentingan
serupa.

Entitas investasi yang tidak memiliki seluruh karakteristik khusus di atas memberikan
pengungkapan tambahan sesuai PSAK 67. Jika terjadi perubahan status, entitas mencatat
perubahan status secara prospektif.
Entitas Investasi: Pengecualian Terhadap Konsolidasi
Kecuali sebagaimana dijelaskan dalam paragraf 32, entitas investasi tidak
mengkonsolidasi entitas anaknya atau menerapkan PSAK 22: Kombinasi Bisnis ketika
entitas tersebut memperoleh pengendalian atas entitas lain. Malahan, entitas investasi
mengukur investasi dalam entitas anak pada nilai wajar melalui laba rugi sesuai dengan
PSAK 55. Terlepas dari persyaratan dalam paragraf 31, jika entitas investasi memiliki
entitas anak yang memberikan jasa terkait dengan aktivitas investasi dari entitas
investasi, entitas investasi mengonsolidasi entitas anak tersebut sesuai dengan
Pernyataan ini paragraf 1926 dan menerapkan persyaratan dalam PSAK 22: Kombinasi
Bisnis untuk akusisi dari entitas anak tersebut manapun. Entitas induk dari entitas
investasi mengonsolidasi seluruh entitas yang dikendalikannya, termasuk entitas yang

33

dikendalikan melalui entitas anak yang merupakan entitas investasi, kecuali entitas induk
itu sendiri merupakan entitas investasi.
Teknik dan Prosedur Konsolidasi:
1.

menggabungkan laporan keuangan entitas induk dan anak dengan menjumlahkan


pos-pos sejenis seperti aset, kewajiban, ekuitas, penghasilan dan beban,
2. Investasi entitas induk pada anak dengan porsi entitas atas ekuitas anak dieliminasi,
3. Kepentingan nonpengendali diidentifikasi: ekuitas (awal dan perubahan, laba/rugi),
4. Saldo transaksi, penghasilan dan beban intra kelompok usaha dieliminasi secara
penuh.
Eliminasi
1.

Investasi
Akun investasi dieliminasi dengan ekuitas entitas anak, Jika kepemilikan pada entitas
anak tidak 100% akan muncul kepentingan non pengendali,
Perbedaan nilai wajar dan nilai buku harus diperhitungkan dalam konsolidasi (nilai
wajar yang dikonsolidasi), Goodwiil muncul jika nilai perolehan tidak sama dengan
nilai wajar.

2. Akun
Utang piutang yang muncul antara anak dan induk harus dihapuskan.
3. Transaksi
Transaksi yang boleh diakui adalah transaksi kepada pihak ketiga, transaksi anak dan
induk harus dieliminasi.
Pengungkapan
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Sifat hubungan antara entitas induk dan suatu entitas anak lebih dari setengah
kekuasaan,
Alasan mengapa kepemilikan (setengah kekuasaan suara tidak diikuti dengan
pengendalian),
Akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas anak jika laporan keuangan
konsolidasian memiliki tanggal / periode berbeda.
Sifat dan luas setiap restriksi signifikan dalam kemampuan entitas anak untuk
mentransfer dana ke entitas induk,
Rincian yang menunjukan dampak setiap perubahan bagian kepemilikan entitas
induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian,
Pengendalian hilang, maka entitas induk mengungkapkan keuntungan atau kerugian
(jika ada) yang diakui.

3. PSAK 60 Instrumen keuangan: pengungkapan


Kemudian saat akusisi PT Axis Telekom Indonesia, timbul goodwill (Lampiran Catatan
atas Laporan Keuangan No.38 PT XL Axiata dan Entitas Anak) sebesar Rp 6,105,148, di
mana biaya terkait akuisisi dibebankan ketika terjadi sedangkan aset, liabilitas dan
liabilitas kontijensi diukur pada awalnya sebesar nilai wajar pada tanggal akuisisi.
Kemudian selisih lebih imbalan yang dialihkan, jumlah kepentingan nonpengendali pada
pihak yang diakuisisi serta nilai wajar pada tanggal akuisisi kepentingan ekuitas yang
dimiliki sebelumnya, terhadap bagian kepemilikan Perseroan atas nilai wajar aset neto
teridentifikasi yang diakuisisi, dicatat sebagai goodwill.

34

C. PENERAPAN
1. Laporan Keuangan Tersendiri PT Indosat Tbk periode 31 Desember 2013

Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Tersendiri Entitas Induk


Laporan keuangan tersendiri entitas induk disusun berdasarkan PSAK 4 (revisi 2009) di
mana laporan ini disajikan sebagai informasi tambahan dalam laporan keuangan
konsolidasian. Laporan keuangan tersendiri adalah laporan keuangan yang disajikan oleh
entitas induk yang mencatat investasi pada entitas anak, perusahaan asosiasi, dan entitas
pengendalian bersama berdasarkan kepemilikan ekuitas langsung bukan berdasarkan
pelaporan hasil dan aset neto investee (Lampiran Laporan Keuangan Tersendiri PT.
Indosat Tbk). Penyertaan saham pada entitas anak dan entitas asosiasi dicatat pada biaya
perolehan. Entitas induk mengakui dividen dari entitas anak dan entitas asosiasi pada
laporan laba rugi komprehensif tersendiri. Bedanya Indosat mencatat investasi pada
entitas anak dan entitas asosiasi pada akun aset tidak lancar lainnya-bersih (Lampiran
Laporan Posisi Keuangan PT. Indosat Tbk).
2. Laporan Keuangan Konsolidasi PT. XL Axiata Tbk

Sejarah
PT XL Axiata Tbk merupakan salah satu perusahaan telekomunikasi selular terkemuka di
Indonesia. Pertama kali didirikan dengan nama PT Grahametropolitan Lestari pada
tanggal 06 Oktober 1989, kemudian tahun 1996 XL memasuki sektor telekomunikasi
setelah mendapatkan izin operasi GSM 900 dan secara resmi meluncurkan layanan GSM.
Dengan demikian, XL menjadi perusahaan swasta pertama di Indonesia yang
menyediakan layanan telepon selular. Lalu bekerja sama dengan Grup Rajawali dan
investor asing (NYEX, AIF dan Mitsui) sehingga mengubah nama menjadi PT
Excelcomindo Pratama Tbk. Tahun 2005, XL melakukan penawaran saham perdana
(IPO) dan mendaftarkan sahamnya bursa efek.
Axiata Investments (Indonesia) Sdn. Bhd, pemegang saham mayoritas Perseroan
merupakan entitas anak yang dimiliki sepenuhnya oleh Axiata Investment Limited
(entitas anak Axiata Grup Berhad yang sebelumnya bernama TM International (L)
Limited), sehingga tahun 2009 seiring TMI berubah nama, maka PT Excelcomindo
Pratama berubah nama menjadi PT XL Axiata Tbk.
Pada tanggal 19 Maret 2014, PT XL Axiata Tbk mengakuisisi PT Axis Telekom Indonesia.
(Lampiran Catatan atas Laporan Keuangan No. 1d dan 3a PT. XL Axiata Tbk dan Entitas
Anak)
(Lampiran Sekilas XL dan Tonggak Sejarah PT XL Axiata Tbk Laporan Tahunan 2013)

Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian


Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan konsep harga perolehan dan dasar
akrual sedangkan instrumen derivatif diakui berdasarkan nilai wajar dan laporan arus kas
konsolidasian disusun dengan metode langsung (Lampiran Catatan atas Laporan
Keuangan No. 3c PT. XL Axiata Tbk dan Entitas Anak)
Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang dipakai ISAK 27 revisi 2013 Pengalihan aset
dari pelanggan dan ISAK 28 revisi 2013 Pengakhiran liabilitas keuangan dengan
instrumen keuangan serta PSAK yang digunakan terdiri dari (Lampiran Catatan atas
Laporan Keuangan No. 3a PT. XL Axiata Tbk dan Entitas Anak):
1. PSAK 1 Penyajian laporan keuangan
2. PSAK 4 Laporan keuangan tersendiri dan laporan keuangan konsolidasian
3. PSAK 7 Pengungkapan pihak-pihak berelasi

35

4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.

PSAK 12 Bagian partisipasi ventura bersama


PSAK 15 Investasi pada entitas asosiasi
PSAK 22 Kombinasi bisnis
PSAK 24 Imbalan kerja
PSAK 46 Pajak penghasilan
PSAK 48 Penurunan nilai
PSAK 50 Instrumen keuangan: penyajian
PSAK 55 Instrumen keuangan: pengakuan dan pengukuran

36

Pembukaan
Introduction

Laporan Kepada Para Pemegang Saham


dan Pemangku Kepentingan
Report to Shareholders and Stakeholders

Sekilas XL

XL at a glance

XL adalah penyedia layanan Data


dan Teleponi seluler terkemuka
di Indonesia.
XL is Indonesias premier cellular mobile Data
and Telephony services provider.

PT XL Axiata Tbk Laporan Tahunan 2013

Analisis dan Pembahasan Manajemen


Management Discussion and Analysis

Tata Kelola Perusahaan


Corporate Governance

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan


Corporate Social Responsibility

Data Perusahaan
Corporate Data

Dengan pengalaman lebih dari 17 tahun beroperasi di


pasar Indonesia, PT XL Axiata Tbk. (Selanjutnya disebut
sebagai XL atau Perseroan) merupakan salah satu
penyedia layanan seluler terkemuka di Indonesia. Saat ini,
XL dipandang sebagai salah satu penyedia layanan selular
untuk Data dan Teleponi terkemuka di Indonesia.

With over 17 years of experience in the Indonesian market,


PT XL Axiata Tbk. (hereinafter referred to as XLor the
Company) is one of Indonesias leading cellular providers.
Presently, XL is regarded as one of Indonesias premier
cellular mobile Data and Telephony services provider.

Sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi selular


terkemuka di Indonesia, melalui jangkauan jaringan dan
layanan yang luas di seluruh Indonesia, XL menyediakan
layanan bagi pelanggan ritel dan menawarkan solusi
bisnis untuk pelanggan korporat. Layanan-layanan ini
meliputi Data, Voice, SMS, dan layanan bernilai tambah
telekomunikasi seluler lainnya. XL mengoperasikan jaringan
pada teknologi GSM 900/DCS 1800 dan IMT-2000/3G.
XL juga memegang Lisensi Jaringan Tertutup Reguler
(Leased Line), Lisensi Internet Service Provider (ISP), Lisensi
Voice over Internet Protocol (VoIP), dan Lisensi Internet
Interkoneksi Layanan (NAP), serta izin e-Money (Uang
Elektronik) dari Bank Indonesia, yang akan memungkinkan
XL untuk menyediakan jasa pengiriman uang kepada
pelanggannya.

As a leading market player in Indonesia, XL provides


services for retail customers and oers business solutions
to corporate customers. The services include Data, Voice,
SMS and other value-added digital services. XL operates
its network on GSM 900/DCS 1800 and IMT-2000/3G
technologies. XL also holds a Closed Regular Network
License (Leased Line), Internet Service Provider (ISP)
License, Voice over Internet Protocol (VoIP) License, and
Internet Interconnection Services License (NAP), as well as
an e-Money (Electronic Money) License from the Central
Bank of Indonesia, which enables XL to provide remittance
services to its subscribers.

Memulai usaha sebagai perusahaan dagang dan jasa


umum pada tanggal 6 Oktober 1989 dengan nama
PT Grahametropolitan Lestari. Pada tahun 1996, XL
memasuki sektor telekomunikasi setelah mendapatkan
izin operasi GSM 900 dan secara resmi meluncurkan
layanan GSM. Dengan demikian, XL menjadi perusahaan
swasta pertama di Indonesia yang menyediakan layanan
telepon seluler.

Initially starting business as a trading and general services


company established on 6 October 1989 under the name
of PT Grahametropolitan Lestari. In 1996, XL entered
the telecommunications eld after obtaining a GSM 900
operating license and ocially launching its GSM services,
becoming the rst private company in Indonesia to provide
cellular mobile telephony services.

Di kemudian hari, melalui perjanjian kerjasama dengan


Grup Rajawali dan tiga investor asing (NYNEX, AIF dan
Mitsui), nama Perseroan diubah menjadi PT Excelcomindo
Pratama.

Later on, following a cooperation agreement with the


Rajawali Group and three foreign investors (NYNEX, AIF and
Mitsui), companys name was changed to PT Excelcomindo
Pratama.

Pada September 2005, XL melakukan Penawaran Saham


Perdana (IPO) dan mendaftarkan sahamnya di Bursa
Efek Jakarta (BEJ) yang sekarang dikenal sebagai Bursa
Efek Indonesia (BEI). Pada saat itu, XL merupakan anak
perusahaan Indocel Holding Sdn. Bhd., yang sekarang
dikenal sebagai Axiata Investments (Indonesia) Sdn. Bhd.,
yang seluruh sahamnya dimiliki oleh TM International
Sdn. Bhd. (TMI) melalui TM International (L) Limited. Pada
tahun 2009, TMI berganti nama menjadi Axiata Group
Berhad (Axiata) dan di tahun yang sama PT Excelcomindo
Pratama Tbk. berganti nama menjadi PT XL Axiata Tbk.
untuk kepentingan sinergi.

In September 2005, XL launched an Initial Public Oering


(IPO) and listed its shares on the Jakarta Stock Exchange
now known as the Indonesia Stock Exchange (IDX). At that
time, XL was a subsidiary of Indocel Holding Sdn. Bhd.,
which is now known as Axiata Investment (Indonesia) Sdn.
Bhd., which all shares owned by TM International Sdn.
Bhd., (TMI) through TM International (L) Limited. In 2009,
TMI changed its name to Axiata Group Berhad (Axiata)
which later in the same year PT Excelcomindo Pratama
Tbk. also changed its name to PT XL Axiata Tbk. for synergy
purpose.

Saat ini, mayoritas saham XL dimiliki oleh Axiata melalui


Axiata Investments (Indonesia) Sdn. Bhd (66,5 persen) dan
sisanya dipegang oleh publik (33,5 persen).

Currently, the majority of XLs shares are owned by Axiata


through Axiata Investments (Indonesia) Sdn. Bhd. (66.5
percent) and the remaining is held by the public (33.5
percent).

PT XL Axiata Tbk Annual Report 2013

P b
Pembukaan
Introduction

Laporan Kepada
a Para Pemegang
Peme
Saham
dan Pemangku Kepentingan
Report to Shareholders and Stakeholders

Analisis dan Pembahasan Manajemen


Management Discussion and Analysis

Tonggak Sejarah
Milestones

1996

1997

Memperoleh izin selular sistem


GSM 900 dan resmi beroperasi
secara komersial dengan fokus
di area Jakarta, Bandung dan
Surabaya.

Membangun jaringan microcell


terpadu di kawasan Segitiga Emas
Jakarta.
Established an integrated microcell
network in Jakartas Golden
Triangle area.

Obtained a GSM 900 operating


license and launched commercial
services focusing on Jakarta,
Bandung, and Surabaya.

Mendapatkan alokasi spektrum


DCS 1800 dan menyelesaikan
pembangunan jaringan utama
serat optik. Menghadirkan layanan
m-banking and m-fun.

Mulai memasuki pangsa pasar di


Sumatera dan Batam.
Expanded the business into
Sumatra and Batam markets.

Granted a DCS 1800 spectrum


allocation and nalized ber-optic
backbone. Launched m-banking
and m-fun services.

2000
2001
2004

2005

Melakukan re-branding logo XL dan


mengubah brand proXL dengan
produk-produk baru, yaitu jempol
(prabayar), bebas (prabayar) dan
Xplor (pascabayar).

Menjadi anak perusahaan TM


Group dan terdaftar di Bursa Efek
Indonesia (d/h Bursa Efek Jakarta)
dengan kode saham EXCL.

Revitalized the XL logo and


individually marketed prepaid
and postpaid brands: jempol
(prepaid), bebas (prepaid) and
Xplor (postpaid).

Became a subsidiary of the TM


Group and listed on the Indonesia
Stock Exchange (IDX - previously
known as the Jakarta Stock
Exchange) under ticker code EXCL.

Meluncurkan brand proXL untuk


produk layanan prabayar.
Launched proXL prepaid cellular
service brand.

Mendapatkan alokasi jaringan ke


daerah Kalimantan dan Sulawesi.
Meluncurkan layanan sirkuit sewa
dan IP (Internet Protocol).
Expanded network coverage to
Kalimantan and Sulawesi.
Launched leased-line and IP
(Internet Protocol) services.

2002

2006
Menghadirkan layanan XL, 3G yang
Pertama Terluas dan Tercepat.
Launched the XL 3G First Widest
and Fastest services.

2007
Menjadi pelopor dalam penerapan
tarif Rp 1/detik. ETISALAT menjadi
pemegang saham XL. ETISALAT
adalah perusahaan telekomunikasi
terbesar kedua di Timur Tengah.
Memulai konsolidasi brand menjadi
prabayar XL dan pascabayar XL.

1998

Introduced Rp 1/second tari.


ETISALAT, the second largest
telecommunications
company
in the Middle East, became
a shareholder. XL started to
consolidate brands under XL
prepaid and XL postpaid.

PT XL Axiata Tbk Laporan


poran
ran Tahunan
Tahuna
Ta
T
Tahu
2013

Tata Kelola
l Perusahaan
P
Corporate Governance

Tanggung
nggung Jawab Sosial Perusahaan
porate Social
Socia Responsibility
Corporate

2008
TM
Group
mengumumkan
penyelesaian proses demerger,
menghasilkan
dua
entitas
yang terpisah, yaitu Telekom
Malaysia Berhad (TM) dan TM
International Berhad (sekarang
berganti nama menjadi Axiata
Group Berhad/Axiata), dimana
Indocel Holding Sdn. Bhd. secara
tidak langsung merupakan anak
perusahaan Axiata melalui TM
International (L) Limited.

TM Group completed divestment


process which resulted in
separated entities: TM Malaysia
Berhad (TM) and TM International
Berhad (changed name into
Axiata Group Berhad/Axiata), in
which Indocel Holding Sdn. Bhd
is an indirect subsidiary of Axiata
through TM International (L)
Limited.

Axiata
mengakuisisi
seluruh
kepemilikan saham XL yang dimiliki
oleh Khazanah Nasional Berhad,
sehingga kepemilikan Indocel
Holding Sdn. Bhd. menjadi 83,8%.

Axiata acquired all XL shares


owned by Khazanah Nasional
Berhad, which increased Indocel
Holding Sdn. Bhd.s stake in XL to
83.8%.

Data Perusahaan
Corporate Data

Melakukan Penawaran Umum


Terbatas
I
dalam
rangka
Penerbitan
Hak
Memesan
Efek Terlebih Dahulu (HMETD)
sejumlah 1.418.000.000 saham
baru.

Conducted Limited Public Oering


I to the Shareholders Pursuant To
Right (HMETD) Issuance amounting
to 1,418,000,000 new shares.

2009
Pemegang saham mayoritas XL
Axiata Investments (Indonesia)
Sdn. Bhd. melepaskan sebagian
sahamnya (senilai 20 persen
dari
jumlah
saham
yang
diterbitkan) di XL melalui Private
Placement dengan tujuan untuk
meningkatkan jumlah saham XL
yang dimiliki publik.

Majority shareholder of XL - Axiata


Investments (Indonesia) Sdn. Bhd.
released a portion of shares (equal
to 20% of total shares issued)
through private placement in order
to increase the public oat.

2010
XL melaksanakan Transformasi
secara keseluruhan dalam strategi
usaha untuk menekuni usaha masa
depan di segmen layanan Data
dan menjamin kesinambungan
pertumbuhan jangka panjangnya.

XL embarked on a holistic
transformation
in
business
strategy to embrace the future
Data business and to ensure longterm sustainability.

XL mengubah fokus pemasaran


yang
semula
menekankan
harga
terjangkau
dengan
memperkenalkan moto baru,
XLangkah Lebih Maju, yang mana
posisi XL sebagai daya tarik bagi
konsumen telekomunikasi menjadi
meningkat dan lebih berkualitas
untuk semua layanan termasuk
layanan Data.

XL moved marketing focus from


aordability by launching new
tagline, XLangkah Lebih Maju,
which positions XL as a wider
appeal to telecommunication
consumers whose needs keep on
increasing and more sophisticated
against all services including Data.

Etilasat, salah satu pemegang


saham
utama
di
XL,
mendivestasikan 9,1% kepemilikan
sahamnya di XL melalui penawaran
saham pada investor institusi. Hal
ini menyebabkan meningkatnya
porsi kepemilikan saham publik di
XL dari 20,2% menjadi 33,5%.

One of XLs major Shareholder,


Etisalat, divested 9.1% of their
share in XL through accelerated
book-build oering to institutional
investors. This led to increase in
XLs public oating share from
20.2% to 33.5%.

XL terus berfokus pada bisnis


komunikasi Data dan berinvestasi
pada
infrastruktur
jaringan
secara komprehensif, termasuk
menggelar lebih dari 11.000 BTS
baru di tahun 2012.

XL continued its focus in Data


business and invested further in
end-to-end network infrastructure,
more than 11,000 new BTS
successfully installed in 2012.

2012
2011
XL menjadi salah satu dari
dua operator selular yang
memenangkan seleksi tender
tambahan kanal frekuensi seluler
generasi ketiga (3G) pada Pita
Frekuensi Radio 2.1 GHz.
XL membuktikan bahwa secara
teknis XL siap mengadopsi
teknologi 4G LTE (long term
evolution). Momentum Konferensi
Tingkat Tinggi Asia Pacic Economic
Cooperation (KTT APEC) di bulan
Oktober 2013 menjadi kesempatan
XL untuk menguji sejauh mana

mampu menghadirkan layanan


dengan jaringan masa depan 4G
LTE.
XL sepakat untuk mengakuisisi
PT Axis Telekom Indonesia
(AXIS), melalui penandatanganan
Perjanjian Jual Beli Bersyarat
(Conditional
Sales
Purchase
Agreement - CSPA) dengan
Saudi Telecom Company (STC)
dan Teleglobal Investment B.V.
(Teleglobal), yang merupakan anak
perusahaan STC.

XL is one of two cellular operators


who won the tender selection for
the third generation (3G) cellular
frequency canal at the 2.1 GHz
Radio Frequency.
XL has proven that it is technically
ready to adopt the 4G LTE (Long
Term Evolution) technology. This
Conference of the Asia Pacic
Economic Cooperation (APEC
summit) momentum in October
2013 provided XL an opportunity

to test the extent to which the


network is able to deliver 4G LTE.
XL has agreed to acquire PT
Axis Telekom Indonesia (AXIS)
through a Conditional Sales
Purchase Agreement - CSPA with
Saudi Telecom Company (STC)
and Teleglobal Investment B.V.
(Teleglobal), which is a subsidiary
of STC.

2013
PT XL Axiata
ata Tbk
Tb Annual
al Report 2013
2

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 1 Page
LAPORAN POSISI KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali nilai nominal per saham)

CONSOLIDATED STATEMENTS
OF FINANCIAL POSITION AS AT
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
except par value per share)

31/12/2014

Catatan/
Notes

31/12/2013

Aset lancar
Kas dan setara kas
Piutang usaha - setelah dikurangi
cadangan kerugian nilai
piutang
- Pihak ketiga
- Pihak berelasi
Piutang lain-lain
- Pihak ketiga
- Pihak berelasi
Persediaan
Pajak dibayar dimuka
- Pajak penghasilan badan
- Klaim restitusi pajak
- Pajak lainnya
Beban dibayar dimuka
Aset indemnifikasi
Piutang derivatif
Aset lain-lain
Jumlah aset lancar

Current assets
6,951,316

1,317,996

205,342
5,161
199,906
2,120,364
613,683

Cash and cash equivalents


Trade receivables - net of
provision for receivables
impairment
Third parties Related parties Other receivables
Third parties Related parties Inventories
Prepaid taxes
Corporate income tax Claim for tax refund Other taxes Prepayments
Indemnification assets
Derivative receivables
Other assets

1,116,370
13,916

5
29b

1,300,252
13,948

56,946
433
77,237

29c

18,113
131
49,218

5,844,114

Total current assets

28a
391,433
4,088
3,473,543
994,179
120,480
109,821

6
38
27
7

13,309,762

Aset tidak lancar


Aset tetap - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan
Aset takberwujud
Investasi pada pengendalian
bersama entitas
Beban dibayar dimuka
Piutang derivatif
Goodwill
Aset lain-lain

Non-current assets

35,859,030
6,159,394

8
9

30,928,452
774,626

103,993
1,309,654
446,859
6,105,148
412,648

10
6
27
38
7

205,685
1,357,346
699,204
468,199

Fixed assets - net of


accumulated depreciation
Intangible assets
Investment in jointly controlled
entity
Prepayments
Derivative receivables
Goodwill
Other assets

Jumlah aset tidak lancar

50,396,726

34,433,512

Total non-current assets

Jumlah aset

63,706,488

40,277,626

Total assets

Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian tak terpisahkan


dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

The accompanying notes form an integral part of


these consolidated financial statements.

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 2 Page
LAPORAN POSISI KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali nilai nominal per saham)

CONSOLIDATED STATEMENTS
OF FINANCIAL POSITION AS AT
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
except par value per share)

31/12/2014

Catatan/
Notes

31/12/2013

Liabilitas jangka pendek

Current liabilities

Hutang usaha dan hutang lain-lain


- Pihak ketiga
- Pihak berelasi
Hutang pajak
- Pajak penghasilan badan
- Pajak lainnya
Beban yang masih harus dibayar
- Pihak ketiga
- Pihak berelasi
Pendapatan tangguhan
Hutang derivatif
Liabilitas imbalan kerja jangka
pendek
Provisi
Bagian lancar dari
pinjaman jangka panjang
Liabilitas sewa
Jumlah liabilitas jangka pendek

811,457
5,750
1,700,442
12,637

12
29e
13
27

635,522
726,214
-

179,444
3,546,845

16

132,690
17,325

3,921,513
155,088

14
15

3,124,652
-

Trade and other payables


Third parties Related parties Taxes payable
Corporate income tax Other taxes Accrued expenses
Third parties Related parties Deferred revenue
Derivative payables
Short-term employee
benefit liabilities
Provisions
Current portion of
long-term loans
Lease liabilities

7,931,046

Total current liabilities

4,435,237
9,227

11
11,29d
28b

3,901
616,751

3,221,902
3,729
69,012

15,398,292

Liabilitas jangka panjang

Non-current liabilities

Pinjaman jangka panjang


Liabilitas sewa
Pinjaman ke pemegang saham
Pendapatan tangguhan
Liabilitas pajak tangguhan
Hutang derivatif
Liabilitas imbalan kerja jangka
panjang
Provisi

19,486,902
1,921,033
6,220,000
4,105,574
1,894,563
31,851

14
15
29j
13
28d
27

14,696,950
1,690,189
52,322

242,704
444,944

16b
16a

166,914
440,058

Long-term loans
Lease liabilities
Shareholder loan
Deferred revenue
Deferred tax liabilities
Derivative payables
Long-term employee
benefit liabilities
Provisions

Jumlah liabilitas jangka panjang

34,347,571

17,046,433

Total non-current liabilities

Ekuitas yang dapat diatribusikan


kepada pemilik entitas induk

Equity attributable to the


owners of the parent entity

Modal saham - modal dasar


22.650.000.000 saham biasa,
modal ditempatkan dan disetor penuh
8.534.490.667 (31/12/2013 :
8.534.490.667) saham biasa,
dengan nilai nominal Rp 100
per saham
Tambahan modal disetor
Saldo laba
- Telah ditentukan penggunaannya
- Belum ditentukan penggunaannya

Share capital - authorised


capital 22,650,000,000
ordinary shares, issued and
fully paid capital
8,534,490,667 (31/12/2013 :
8,534,490,667) ordinary
shares, with par value
of Rp 100 per share
Additional paid-in capital
Retained earnings
Appropriated Unappropriated -

853,449
5,597,344

17
18

853,449
5,479,832

700
7,509,132

20

600
8,966,266

Jumlah ekuitas

13,960,625

15,300,147

Total equity

Jumlah liabilitas dan ekuitas

63,706,488

40,277,626

Total liabilities and equity

Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian tak terpisahkan


dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

The accompanying notes form an integral part of


these consolidated financial statements.

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 3 Page
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali (rugi)/ laba bersih per saham dasar)

CONSOLIDATED STATEMENTS OF
COMPREHENSIVE INCOME
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
except basic (loss)/ earnings per share)

31/12/2014
Pendapatan
Beban
Beban infrastruktur
Beban penyusutan
Beban interkoneksi dan
beban langsung lainnya
Beban penjualan dan pemasaran
Beban gaji dan kesejahteraan
karyawan
Beban umum dan administrasi
Beban amortisasi
Kerugian selisih kurs - bersih
Lain-lain

Catatan/
Notes

23,460,015

22,29f

21,265,060

(8,229,219)
(6,338,264)

23a
8

(6,026,861)
(5,643,404)

(3,356,261)
(1,424,475)

24,29g
23b

(3,725,898)
(1,354,517)

(1,159,942)

25,29i

(937,497)

(666,679)
(619,544)
(1,294,834)
57,615

23c
9

(23,031,603)
Laba usaha
Biaya keuangan
Penghasilan keuangan
Bagian atas hasil bersih
pengendalian bersama entitas

Manfaat/ (beban) pajak penghasilan

428,412

1,658,288

(1,597,626)
201,120

26

(101,692)

10

(Rugi)/ laba tahun berjalan


(Rugi)/ laba komprehensif
lainnya
(Kerugian)/ keuntungan aktuarial
dari program pensiun manfaat pasti
Manfaat/ (beban) pajak penghasilan
terkait

(998,211)
705,605
23,985

1,389,667
28c

(891,063)

(35,003)

Expenses
Infrastructure expenses
Depreciation expenses
Interconnection and
other direct expenses
Sales and marketing expenses
Salaries and employee benefits
General and administrative
expenses
Amortisation expenses
Foreign exchange loss - net
Others

Operating profit
Finance costs
Finance income
Share of results from
jointly controlled entity

(268,621)

(1,069,786)
178,723

(560,827)
(115,109)
(1,037,329)
(205,330)

Revenue

(19,606,772)

(1,498,198)
(Rugi)/ laba sebelum
pajak penghasilan

31/12/2013

(356,850)
1,032,817

16b

8,751

30,864
(7,716)

(Loss)/ profit before


income tax
Income tax benefit/ (expenses)
(Loss)/ profit for the year
Other comprehensive
(loss)/ income
Actuarial (losses)/ gains
from defined benefit plan
Related income tax
benefit/ (expense)

(Rugi)/ laba komprehensif lainnya


tahun berjalan, setelah pajak

(26,252)

23,148

Other comprehensive
(loss)/ income for the
year, net of tax

Jumlah (rugi)/ laba komprehensif

(917,315)

1,055,965

Total comprehensive
(loss)/ income

1,032,817

(Loss)/ profit attributable


to the owners
of the parent entity

1,055,965

Total comprehensive
(loss)/ income attributable
to the owners
of the parent entity

121

Basic (loss)/
earnings per share

(Rugi)/ laba yang dapat diatribusikan


kepada pemilik entitas induk
Jumlah (rugi)/ laba komprehensif
yang dapat diatribusikan kepada
pemilik entitas induk
(Rugi)/ laba bersih per saham dasar

(891,063)

(917,315)
(105)

Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian tak terpisahkan


dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

21

The accompanying notes form an integral part of


these consolidated financial statements.

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 4 Page
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah)

CONSOLIDATED STATEMENTS
OF CHANGES IN EQUITY
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah)

Diatribusikan kepada pemilik entitas induk/


Attributable to the owners of the parent entity
Saldo laba/ Retained earnings

Catatan/
Notes
Saldo 1 Januari 2013
Laba tahun berjalan
Laba komprehensif
lainnya, setelah pajak
Kompensasi berbasis
saham
Penerbitan saham baru
terkait kompensasi
berbasis saham

Tambahan
modal
disetor/
Additional
paid-in
capital

Modal
saham/
Share
capital

5,454,351

500

9,062,557

15,370,036

1,032,817

1,032,817

3p

3p,18

821

19

20

Saldo 31 Desember 2013

Saldo 1 Januari 2014


Rugi tahun berjalan
Rugi komprehensif
lainnya, setelah pajak
Kompensasi berbasis
saham
Saham treasuri
Dividen
Pembentukan
cadangan wajib
Saldo 31 Desember 2014

Jumlah
ekuitas/
Total equity

852,628

18

Biaya penerbitan saham


terkait kompensasi
berbasis saham
Dividen
Pembentukan
cadangan wajib

Telah
Belum
ditentukan
ditentukan
penggunaannya/ penggunaannya/
Appropriated
Unappropriated

Profit for the year


Other comprehensive
income, net of tax
Share-based
compensation
Issuance of new
shares in relation
to share-based
compensation
Share issuance
cost in relation
to share-based
compensation
Dividends
Appropriation to
statutory reserve

8,966,266

15,300,147

Balance as at
31 December 2013

8,966,266

15,300,147

Balance as at
1 January 2014

23,148

(19,644)

(19,644)

45,177

45,998

(52)
-

23,148

(1,152,156)

100

(100)

853,449

5,479,832

600

853,449

5,479,832

600

(891,063)

(891,063)

(52)
(1,152,156)

Loss for the year


Other comprehensive
loss, net of tax
Share-based
compensation
Treasury share
Dividends
Appropriation to
statutory reserve

13,960,625

Balance as at
31 December 2014

3p

(26,252)

(26,252)

3p,18
18
19

9,009
108,503
-

(539,719)

9,009
108,503
(539,719)

20

100

(100)

853,449

5,597,344

700

Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian tak terpisahkan


dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

Balance as at
1 January 2013

7,509,132

The accompanying notes form an integral part of


these consolidated financial statements.

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 5 Page
LAPORAN ARUS KAS
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah)

CONSOLIDATED STATEMENTS
OF CASH FLOWS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah)
Catatan/
Notes

31/12/2014
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASI
Penerimaan dari pelanggan dan
operator lain
Pembayaran kepada pemasok dan
beban lain
Pembayaran kepada karyawan
Kas yang dihasilkan dari operasi
Penghasilan keuangan yang diterima
Penerimaan bersih pajak penghasilan
badan
Pembayaran pajak penghasilan badan
dan pajak penghasilan final
Arus kas bersih yang diperoleh dari
aktivitas operasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI
Pembelian aset tetap
Investasi pada pengendalian
bersama entitas
Pembayaran upfront fee
ijin pita spektrum 3G
Penerimaan kas bersih dari aset
lain-lain
Akuisisi entitas anak, setelah
dikurangi kas yang diperoleh
Pembayaran untuk mengambil alih
kewajiban keuangan AXIS
Penerimaan dari transaksi jual dan
sewa-balik
Penerimaan dari aset tetap yang dijual
dan penggantian klaim asuransi
Arus kas bersih yang digunakan
untuk aktivitas investasi
ARUS KAS DARI
AKTIVITAS PENDANAAN
Pembayaran pinjaman jangka panjang
Penerimaan dari transaksi jual dan
sewa-balik
Pembayaran liabilitas sewa dan biaya
transaksi jual dan sewa-balik
Pembayaran bunga pinjaman
jangka panjang
Biaya penerbitan saham
Pembayaran dividen
Penerimaan pinjaman dari
pemegang saham
Saham treasuri
Penerimaan dari penjualan saham
treasuri
Penerimaan pinjaman jangka panjang

31/12/2013
CASH FLOWS FROM
OPERATING ACTIVITIES
Receipts from customers and
other operators
Payments for suppliers and
other expenses
Payments to employees

24,148,706

20,249,671

(14,376,557)
(1,043,181)

(11,926,416)
(906,918)

8,728,968

7,416,337

Cash generated from operations

200,226

105,032

Finance income received


Net refund from corporate
income tax
Payments of corporate income tax
and final income tax

128,686

28e

(517,764)

(404,321)

8,540,116

7,166,911

(7,094,671)
-

(7,393,694)
10

(181,700)
(513,222)

80,441
22,144

49,863

74,170
38

(10,079,344)

300,800

93,018

33,254

(16,677,612)

(7,981,192)

(3,119,765)
5,299,200

(466,045)
(1,390,029)
(539,719)

Net cash flows used in


investing activities

CASH FLOWS FROM


FINANCING ACTIVITIES
(4,365,838)
Repayment of long-term loans
Proceed from sale and leaseback
transaction
Payment for lease liabilities and sale
and leaseback transaction costs
Payment of long-term
(859,765)
loan interest
(52)
Share issuance cost
(1,152,156)
Cash dividends paid

1,317,527
8,080,900

7,701,527

13,769,335

1,323,716

Net cash flows generated from


financing activities

Kenaikan bersih
kas dan setara kas

5,631,839

509,435

Kas dan setara kas pada awal tahun

1,317,996

791,805

Dampak perubahan selisih kurs


terhadap kas dan setara kas

29j

CASH FLOWS FROM


INVESTING ACTIVITIES
Acquisition of fixed assets
Investment in jointly
controlled entity
Payment of 3G spectrum
license upfront fee
Net proceeds from
other assets
Acquisition of subsidiary,
net of cash acquired
Payment for assuming AXIS
financial indebtedness
Proceed from sale and leaseback
transaction
Proceeds from sale of fixed assets
and insurance claims

Proceeds from shareholder loan


Treasury stock
Proceeds from the sale of
treasury stock
Proceeds from long-term loans

Arus kas bersih yang diperoleh dari


aktivitas pendanaan

5,810,000
(1,222,734)

19

Net cash flows generated from


operating activities

1,481

Kas dan setara kas pada akhir tahun


6,951,316
4
Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian tak terpisahkan
dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

Net increase in cash and cash


equivalents
Cash and cash equivalents at
beginning of the year

Effect of exchange rate changes


on cash and cash equivalents
Cash and cash equivalents at
1,317,996
end of the year
The accompanying notes form an integral part of
these consolidated financial statements.
16,756

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 6 Page
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)

1.

UMUM
a.

Pendirian dan informasi umum

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)

1.

GENERAL
a.

Establishment and general information

PT XL Axiata Tbk (Perseroan) yang


sebelumnya bernama PT Excelcomindo
Pratama Tbk, pertama kali didirikan dengan
nama PT Grahametropolitan Lestari. Perseroan
berkedudukan hukum di Jakarta dan didirikan
sesuai dengan peraturan perundang-undangan
yang berlaku di Negara Republik Indonesia
berdasarkan
Akta
Pendirian
Perseroan
Terbatas No. 55 tanggal 6 Oktober 1989,
sebagaimana diubah dengan Akta Perubahan
No. 79 tanggal 17 Januari 1991. Keduanya
dibuat di hadapan Rachmat Santoso, S.H.,
Notaris di Jakarta. Akta-akta tersebut
memperoleh
persetujuan
dari
Menteri
Kehakiman Republik Indonesia berdasarkan
Surat
Keputusan
Menteri
No. C2-515.HT.01.01.TH.91
pada
tanggal
19 Februari 1991, didaftarkan di Pengadilan
Negeri
Jakarta
Selatan
No. 670/Not/1991/PN.JKT.SEL
dan
No. 671/Not/1991/PN.JKT.SEL,
tanggal
21 Agustus 1991, dan diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia No. 90, Tambahan
No. 4070, tanggal 8 November 1991.

PT XL Axiata Tbk (the Company) which was


previously known as PT Excelcomindo Pratama
Tbk, was initially established under the name
PT Grahametropolitan Lestari. The Company
has its legal domicile in Jakarta and was
established as a limited liability company under
the laws of the Republic of Indonesia under
Deed of Establishment No. 55 dated 6 October
1989, as amended by Deed No. 79, dated
17 January 1991. The preparation of both
deeds was overseen by Rachmat Santoso,
S.H., Notary in Jakarta. The deeds were
approved by the Minister of Justice of the
Republic of Indonesia in the Ministers Decision
Letter
No. C2-515.HT.01.01.TH.91,
dated
19 February 1991, registered in the District
Court
of
South
Jakarta
under
No. 670/Not/1991/PN.JKT.SEL
and
No. 671/Not/1991/PN.JKT.SEL,
dated
21 August 1991, and published in the State
Gazette of the Republic of Indonesia No. 90,
Supplement No. 4070, dated 8 November 1991.

Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami


beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir
sehubungan dengan peningkatan modal
ditempatkan dan disetor penuh Perseroan,
dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang
Saham Luar Biasa Perseroan tanggal 11 April
2013, sebagaimana dimuat dalam Akta
Pernyataan Keputusan Rapat No. 30 tanggal
9 Juli 2013 di hadapan Aryanti Artisari, S.H.,
M.Kn., Notaris di Jakarta. Perubahan ini
mendapatkan
Penerimaan
Pemberitahuan
Perubahan Anggaran Dasar dari Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia No. AHU-AH.01.10.34533, tanggal
23 Agustus 2013.

The Companys Articles of Association have


been amended several times. The latest
amendment in relation to the increase of issued
and fully paid capital was based on
Extraordinary General Meeting of Shareholders
dated 11 April 2013, as stated in Deed of
Resolution No.30 dated 9 July 2013 overseen
by Aryanti Artisari, S.H., M.Kn, Notary in
Jakarta. This amendment was registered with
notification receipt No. AHU-AH.01.10.34533,
dated 23 August 2013, issued by the Minister of
Law and Human Rights of the Republic of
Indonesia.

Axiata Investments (Indonesia) Sdn. Bhd.,


pemegang
saham
mayoritas
Perseroan
merupakan entitas
anak yang dimiliki
sepenuhnya oleh Axiata Investments (Labuan)
Limited. Axiata Investments (Labuan) Limited
adalah entitas anak Axiata Grup Berhad.

The Companys majority shareholder, Axiata


Investments (Indonesia) Sdn. Bhd., is a wholly
owned subsidiary of Axiata Investments
(Labuan) Limited. Axiata Investments (Labuan)
Limited is a subsidiary of Axiata Group Berhad.

Kantor pusat Perseroan terletak di grhaXL,


Jalan DR. Ide Anak Agung Gde Agung (dahulu
Jalan Mega Kuningan) Lot. E4-7 No. 1
Kawasan Mega Kuningan, Jakarta 12950,
Indonesia.

The Companys head office is currently located


at grhaXL, Jalan DR. Ide Anak Agung Gde
Agung (formerly Jalan Mega Kuningan) Lot. E47 No. 1 Kawasan Mega Kuningan, Jakarta
12950, Indonesia.

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 7 Page
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)

1.

UMUM (lanjutan)
b.

c.

Penawaran umum efek

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)

1.

GENERAL (continued)
b.

The Companys public offerings

Pada tanggal 16 September 2005, Perseroan


memperoleh surat pernyataan efektif dari
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan (Bapepam) No. S-2531/PM/2005
untuk melakukan Penawaran Umum Perdana
Saham sebanyak 1.427.500.000 lembar saham
dengan nilai nominal Rp 100 (nilai Rupiah
penuh) per lembar saham. Seluruh saham yang
diterbitkan Perseroan dicatatkan di Bursa Efek
Indonesia pada tanggal 29 September 2005
dengan harga penawaran sebesar Rp 2.000
(nilai Rupiah penuh) per lembar saham.

On 16 September 2005, the Company received


an effective statement from the Indonesian
Capital Market Supervisory Agency (Bapepam)
No. S-2531/PM/2005 for Initial Public Stock
Offering of 1,427,500,000 of its shares with a
par value of Rp 100 (full amount Rupiah) per
share. All of the Companys issued shares were
listed on the Indonesia Stock Exchange on
29 September 2005 at the offering price of
Rp 2,000 (full amount Rupiah) per share.

Pada tanggal 16 November 2009, Perseroan


melalui
mekanisme
Penawaran
Umum
Terbatas I (PUT I) dengan Hak Memesan
Efek Terlebih Dahulu (HMETD) menerbitkan
1.418.000.000 lembar saham biasa setara
dengan nilai nominal Rp 141.800 (lihat
Catatan 18). Seluruh saham yang diterbitkan
Perseroan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.

On 16 November 2009, the Company, through


Limited Public Offering I (LPO I) in respect of
a rights issue with Pre-emptive Rights, issued
1,418,000,000 ordinary shares with par value of
Rp 141,800 (see Note 18). All of the Companys
issued shares were listed on the Indonesia
Stock Exchange.

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa


pada tanggal 14 April 2011 telah menyetujui
program
kompensasi
berbasis
saham.
Perseroan
menerbitkan
saham
melalui
mekanisme penerbitan saham tanpa HMETD
kepada
karyawan
yang
berhak
(lihat
Catatan 18). Seluruh saham yang diterbitkan
Perseroan tersebut dicatatkan di Bursa Efek
Indonesia.
Sampai
dengan
tanggal
31 Desember
2014,
Perseroan
telah
menerbitkan
26.490.667
lembar
saham
berdasarkan skema ini.

The Extraordinary General Meeting of


Shareholder on 14 April 2011 approved the
share-based compensation program. The
Company issued shares through share
issuance without Pre-emptive Rights to the
eligible employees (see Note 18). All of the
Companys issued shares were listed on the
Indonesia Stock Exchange. Up to 31 December
2014, the Company has issued 26,490,667
shares under this scheme.

Ijin investasi

c.

Investment license

Sesuai dengan Anggaran Dasar, tujuan


Perseroan adalah melakukan kegiatan dalam
usaha penyelenggaraan jasa telekomunikasi
dan/ atau jaringan telekomunikasi dan/ atau
multimedia. Perseroan memulai operasi
komersialnya di tahun 1996.

In accordance with its Articles of Association,


the Companys purpose is to provide
telecommunications
services
and/
or
telecommunications
networks
and/
or
multimedia
services.
The
Company
commenced its commercial operations in 1996.

Perseroan mendapatkan Ijin Usaha Tetap


(IUT) penyelenggaraan jasa teleponi dasar
berdasarkan
Surat
Keputusan
Badan
Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)
No. 437/T/PERHUBUNGAN/2003
tanggal
20 November 2003. Ijin ini berlaku untuk jangka
waktu 30 tahun sejak Oktober 1995.

The Company obtained its license or Ijin Usaha


Tetap (IUT) to provide basic telephony
services
based
on
Decree
Letter
No. 437/T/PERHUBUNGAN/2003 from the
Investment Coordination Board (BKPM),
dated 20 November 2003. The license is valid
for 30 years starting from October 1995.

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 8 Page
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)

1.

UMUM (lanjutan)
c.

d.

Ijin investasi (lanjutan)

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)

1.

GENERAL (continued)
c.

Investment license (continued)

Perseroan memperoleh persetujuan BKPM


dalam rangka perluasan investasi untuk
penyediaan fasilitas
dan pengoperasian
jaringan
telekomunikasi
melalui
Surat
Persetujuan Perluasan Penanaman Modal
Asing
No.
243/11/PMA/2003
tanggal
20 November
2003.
BKPM
menyetujui
perluasan
tersebut
melalui
persetujuan
perpanjangan waktu penyelesaian proyek
No. 1531/III/PMA/2005 tanggal 29 Desember
2005.

The Company obtained approval from BKPM


for the expansion of its investment into facilities
supply and the operation of telecommunications
networks based on Letter Approval for
Extension
of
Foreign
Investments
No. 243/11/PMA/2003, dated 20 November
2003. BKPM approved the extension of the
projects
completion
period
in
letter
No. 1531/III/PMA/2005, dated 29 December
2005.

Pada tanggal 7 Desember 2004, Perseroan


mendapatkan persetujuan dari BKPM tentang
Perubahan Bidang Usaha dan Produksi dalam
Surat
Keputusan
No. 933/B.1/A.6/2004.
Permohonan ini diajukan oleh Perseroan dalam
rangka
penyesuaian
bidang
usaha
sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang
No.
36
Tahun
1999
tentang
Jasa
Telekomunikasi.

On 7 December 2004, the Company obtained


approval from BKPM regarding changes to the
Companys business and service provision
under approval letter No. 933/B.1/A.6/2004.
The changes were made in accordance with the
rules on service requirement of the by Law
No. 36 of year 1999 on Telecommunication
Services.

Lebih lanjut, Perseroan memperoleh ijin


perluasan dalam rangka penanaman modal
asing berdasarkan Surat Keputusan BKPM
No. 948/T/TELEKOMUNIKASI/2006
tanggal
1 Desember
2006 jo. No. 06/P-IUT/2007
tanggal
26
Januari
2007
jo.
No.1001/T/TELEKOMUNIKASI/2008
tanggal
26 September 2008. Ijin perluasan ini berlaku
sejak bulan Juni 2008 untuk periode tidak
terbatas.

Furthermore, the Company obtained approval


regarding the expansion of a foreign capital
investment based on an approval letter from
BKPM
No. 948/T/TELEKOMUNIKASI/2006,
dated 1 December 2006 jo. No. 06/P-IUT/2007
dated
26
January
2007
jo.
No.1001/T/TELEKOMUNIKASI/2008
dated
26 September 2008. The license became
effective in June 2008 for an indefinite period.

Ijin penyelenggaraan
Perseroan pada prinsipnya menyelenggarakan
jasa teleponi dasar melalui jaringan bergerak
selular, jasa akses internet (ISP), jasa
penyelenggaraan jaringan tetap tertutup
(JARTUP), jasa internet teleponi untuk
keperluan publik (ITKP) dan jasa interkoneksi
internet (NAP). Untuk setiap ijin, evaluasi
dilakukan setiap 5 (lima) tahun. Sebagai
tambahan, Perseroan juga mendapatkan ijin-ijin
lainnya.

d.

Operating license
The Company is principally involved in the
provision of basic telephony services on cellular
mobile network, internet services provider
(ISP), closed fixed network services
(JARTUP), Internet Telephony Service for
Public Interest License (ITKP) and internet
interconnection services (NAP). For every
license, an evaluation is performed every 5
(five) years. In addition, the Company also
obtained various other licenses.

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 9 Page
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)

1.

UMUM (lanjutan)
d.

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)

1.

Ijin penyelenggaraan (lanjutan)


Rincian dari ijin-ijin tersebut adalah sebagai
berikut:

Ijin/ License
Ijin Penyelenggaraan
Jaringan Bergerak
Selular/ License to
Operate Cellular Mobile
Network
Ijin Penyelenggaraan Jasa
Penyediaan
Konten/
License
to
operate
Content
Providing
Service
Ijin Penyelenggaraan Jasa
Akses Internet/ License
to Operate Internet
Access Services (ISP)
Ijin Penyelenggaraan Jasa
Pengiriman Uang/
License to Operate
Money Remitter
Ijin Penyelenggaraan Jasa
Interkoneksi Internet/
License to Operate
Internet Interconnection
Services (NAP)
Ijin Penerbit E-Money/ EMoney Issuer License

No. Ijin/ License No.

GENERAL (continued)
d.

Operating licenses (continued)


Details of these licenses are as follows:

Jenis jasa/ Type of services

Tanggal penetapan atau


perpanjangan/ Grant
date or latest renewal
date

1021 Tahun 2014

10 Desember/ December
Jaringan Bergerak Selular
2014
(meliputi 2G, IMT-2000/3G)/
Cellular Mobile Network
(including 2G, IMT-2000/3G)

Kepdirjen No. 234 tahun 2014

Jasa Penyediaan Konten/


Content Providing Service

7 Agustus/ August 2014

395 Tahun 2013

Jasa Akses Internet/


Internet Services Provider
(ISP)

21 November 2013

14/96/DASP/40

Jasa Pengiriman Uang bagi


Badan Usaha selain
Bank/ Money Remitter
Services for Non-Bank
Jasa Interkoneksi Internet/
Internet Interconnection
Services (NAP)

24 Januari/ January 2012

187/KEP/DJPPI/KOMINFO/7/
2011

11 Juli/ July 2011

Surat Bank Indonesia/ Bank


Jasa Penerbitan Uang
6 Oktober/ October 2010
of Indonesias Letter No.
Elektronik (E-money)/
12/816/DASP
E-money Issuance Services
Ijin Penyelenggaraan Jasa 294/KEP/DJPT/KOMINFO/08/ Jasa Internet Teleponi untuk
31 Agustus/ August 2010
Internet Teleponi untuk
2010
Keperluan Publik (ITKP)/
Keperluan Publik
Voice over Internet Protocol
(ITKP)/ License to
(VoIP)
Operate Internet
Telephony Services for
Public Interest (ITKP)
133/KEP/M.KOMINFO/04/2009 Jaringan Tetap Tertutup/
29 April 2009
Ijin Penyelenggaraan
Closed Fixed Network
Jaringan Tetap
(JARTUP)
Tertutup/ License to
Operate Closed Fixed
Network (JARTUP)

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 10 Page
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
1.

UMUM (lanjutan)
d.

e.

Ijin penyelenggaraan (lanjutan)

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
1.

GENERAL (continued)
d.

Operating licenses (continued)

Entitas anak Perseroan, PT AXIS Telekom


Indonesia, yang diakuisisi pada tanggal
19 Maret 2014 (lihat Catatan 2), memperoleh
Lisensi Modern terbaru untuk mengoperasikan
jasa telekomunikasi bergerak berdasarkan
Surat Keputusan Menteri Komunikasi dan
Teknologi
Informasi
No. 161/KEP/M.KOMINFO/11/2006
tanggal
1 November 2006, yang kemudian mengalami
perubahan berdasarkan Surat Keputusan
No. 62/KEP/M.KOMINFO/11/2007
tanggal
26 Februari
2007,
Surat
Keputusan
No. 145/KEP/M.KOMINFO/05/2009
tanggal
11 Mei
2009,
Surat
Keputusan
No. 240/KEP/M.KOMINFO/06/2011 tanggal
27 Juni 2011, dan perubahan terakhir
berdasarkan
Surat
Keputusan
No. 425/KEP/M.KOMINFO/07/2012 tanggal
4 Juli 2012, yang mencakup:
a. Jaringan bergerak telekomunikasi GSM
900/DCS 1800;
b. Jaringan bergerak telekomunikasi IMT2000/3G; dan
c. Jasa telekomunikasi dasar.

The Companys subsidiary, PT AXIS Telekom


Indonesia, which was acquired on 19 March
2014 (see Note 2), obtained the new Modern
License to operate mobile telecommunication
services based on the Decree of Minister of
Communication and Information Technology
No.
161/KEP/M.KOMINFO/11/2006
dated
1 November 2006, as subsequently amended
based
on
Decree
No. 62/KEP/M.KOMINFO/11/2007
dated
26 February
2007,
Decree
No. 145/KEP/M.KOMINFO/05/2009
dated
11 May
2009,
Decree
No. 240/KEP/M.KOMINFO/06/
2011
dated
27 June 2011, and lastly amended by Decree
No.
425/KEP/M.KOMINFO/07/2012
dated
4 July 2012, which covers the following:

Setelah persetujuan Menteri Komunikasi dan


Informatika atas permohonan rencana akuisisi
atas
AXIS
yang
dilanjutkan
dengan
penggabungan usaha Perseroan dan AXIS,
Menteri
Komunikasi
dan
Informatika
mengeluarkan penetapan alokasi spektrum 2G
frekuensi GSM900/DCS 1800 dan spektrum 3G
frekuensi IMT-2000 (lihat Catatan 9).

Following the Minister of Communication and


Information approval of the acquisition proposal
on AXIS followed by the merger of the
Company and AXIS, the Minister of
Communication and Information stipulated the
allocation of spectrum to the Company which
was 2G frequency GSM900/DCS 1800 and 3G
frequency IMT-2000 (see Note 9).

Dewan Komisaris, Dewan Direksi, Komite


Audit, Kepala Audit Internal dan Sekretaris
Perseroan
Susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi
per 31 Desember 2014 adalah sesuai dengan
keputusan Rapat Umum Pemegang Saham
Tahunan yang diadakan pada tanggal 22 April
2014, sebagaimana dimuat dalam Akta
Pernyataan Keputusan Rapat No. 62, tanggal
22 April 2014, dari Aryanti Artisari, S.H., M.Kn.,
Notaris di Jakarta.

a. Mobile telecommunication network of GSM


900/DCS 1800;
b. Mobile telecommunication network of IMT2000/3G; and
c. Basic telecommunication services.

e.

Board of Commissioners, Board of


Directors, Audit Committee, Head of Internal
Audit and Corporate Secretary
The composition of the Companys Board of
Commissioners and Board of Directors as at
31 December 2014 is based on the resolution
of the Annual General Meeting of Shareholders
held on 22 April 2014, as stated in the Deed of
Resolution No. 62, dated 22 April 2014, which
was overseen by Aryanti Artisari, S.H., M.Kn.,
Notary in Jakarta.

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 11 Page
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)

1.

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)

UMUM (lanjutan)
e.

1.

Dewan Komisaris, Dewan Direksi, Komite


Audit, Kepala Audit Internal dan Sekretaris
Perseroan (lanjutan)

GENERAL (continued)
e.

Board of Commissioners, Board of


Directors, Audit Committee, Head of Internal
Audit and Corporate Secretary (continued)
The composition of the Companys Board of
Commissioners and Board of Directors as at
31 December 2014 and 2013 are as follows:

Berikut ini adalah susunan Dewan Komisaris


dan Dewan Direksi Perseroan pada tanggal
31 Desember 2014 dan 2013 adalah sebagai
berikut:
31/12/2014

31/12/2013

Dewan Komisaris

Board of Commissioners

Presiden Komisaris

YBhg Tan Sri Dato Ir.


Muhammad Radzi bin
Haji Mansor

YBhg Tan Sri Dato Ir.


Muhammad Radzi bin
Haji Mansor

Komisaris

YBhg Dato Sri Jamaludin


bin Ibrahim
Chari TVT*****
Azran Osman Rani

YBhg Dato Sri Jamaludin


bin Ibrahim
James Carl Grinwis
Maclaurin*
Azran Osman Rani

Komisaris Independen

Peter J. Chambers
Yasmin Stamboel
Wirjawan

Peter J. Chambers
Yasmin Stamboel
Wirjawan

Dewan Direksi

President Commissioner

Commissioners

Independent
Commissioners

Board of Directors

Presiden Direktur

Hasnul Suhaimi

Hasnul Suhaimi

Direktur

Willem Lucas
Timmermans
Mohamed Adlan bin
Ahmad Tajudin
Pradeep Shrivastava******

Willem Lucas
Timmermans
Dian Siswarini**
Joy Wahjudi***
P. Nicanor V. Santiago III*
Mohamed Adlan bin
Ahmad Tajudin
Ongki Kurniawan

Direktur Independen

Ongki Kurniawan****

President Director
Directors

Independent Director

*)

Mengundurkan diri efektif pada tanggal 22 April 2014.

*)

Resigned effectively on 22 April 2014.

**)

Mengundurkan diri efektif pada tanggal 26 Agustus 2014.

**)

Resigned effectively on 26 August 2014.

***)

Mengundurkan diri efektif pada tanggal 17 Maret 2014.

***)

Resigned effectively on 17 March 2014.

****)

Ditunjuk sebagai Direktur Independen pada tanggal


22 April 2014.

****) Appointed as Independent Director on 22 April 2014.

*****) Ditunjuk sebagai Komisaris pada tanggal 22 April 2014.

*****) Appointed as Commissioner on 22 April 2014.

******) Pradeep Shrivastava ditunjuk sebagai Direktur pada


tanggal 22 April 2014 dan mengundurkan diri efektif pada
tanggal 7 Januari 2015 (lihat Catatan 40).

******) Pradeep Shrivastava appointed as Director on 22 April


2014 and resigned effectively on 7 Januari 2015
(see Note 40).

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 12 Page
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)

1.

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)

UMUM (lanjutan)
e.

1.

Dewan Komisaris, Dewan Direksi, Komite


Audit, Kepala Audit Internal dan Sekretaris
Perseroan (lanjutan)

GENERAL (continued)
e.

Board of Commissioners, Board of


Directors, Audit Committee, Head of Internal
Audit and Corporate Secretary (continued)
The Companys Audit Committee was
established on 28 February 2005. The
composition of the Audit Committee as at
31 December 2014 and 2013 was as follows:

Komite Audit Perseroan dibentuk pada tanggal


28 Februari 2005. Susunan Komite Audit per
tanggal 31 Desember 2014 dan 2013 adalah
sebagai berikut:
31/12/2014

31/12/2013

Ketua

Peter. J Chambers

Peter J. Chambers

Chairman

Anggota

Yasmin Stamboel Wirjawan


Haryanto Thamrin***
Paul Capelle***

Dr. Djoko Susanto, M.S.A*


Yasmin Stamboel Wirjawan
Navin Sonthalia**

Members

*)

Mengundurkan diri efektif pada tanggal 1 April 2014.

*)

Resigned effectively on 1 April 2014.

**)

Mengundurkan diri efektif pada tanggal 16 Oktober


2013.

**)

Resigned effectively on 16 October 2013.

***)

Ditunjuk sebagai Komite Audit pada tanggal 21 April


2014.

***)

Appointed to Audit Committee on 21 April 2014

Head of Internal Audit and Corporate Secretary


of the Company are Azmarin Johari and Murni
Nurdini, respectively as at 31 December 2014
and 2013.

Kepala Audit Internal dan Sekretaris Perseroan


masing-masing adalah Azmarin Johari dan
Murni Nurdini, per tanggal 31 Desember 2014
dan 2013.
f.

Entitas anak

f.

Pada tanggal 31 Desember 2014 dan 2013,


Perseroan memiliki entitas anak sebagai
berikut:

Subsidiaries
As at 31 December 2014 and 2013, the
Company has the following subsidiaries:

Persentase
kepemilikan/
Percentage
of ownership

Negara domisili/
Country
of domicile

Tahun
penyertaan/
Year
of participation

GSM One (L) Ltd.

100%

Malaysia/ Malaysia

1996

GSM Two (L) Ltd.

100%

Malaysia/ Malaysia

1997

Jumlah aset entitas anak sebelum eliminasi


adalah sebagai berikut:

Tidak aktif/
Inactive
Tidak aktif/
Inactive

The subsidiaries total assets before elimination


are as follows:
31/12/2014

GSM One (L) Ltd.


GSM Two (L) Ltd.

Status

31/12/2013
-

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 13 Page
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
2.

PENGGABUNGAN USAHA DENGAN PT AXIS


TELEKOM INDONESIA

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
2.

MERGER WITH PT AXIS TELEKOM INDONESIA

Pada tanggal 26 September 2013, Perseroan


menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat
PT AXIS Telekom Indonesia (AXIS) dengan Saudi
Telecom Company (STC) dan Teleglobal
Investment
B.V
(Teleglobal).
Berdasarkan
perjanjian tersebut, Teleglobal akan menjual saham
dan Perseroan akan membeli saham Teleglobal di
AXIS dengan kondisi tertentu.

On 26 September 2013, the Company signed a


Conditional Sale Purchase Agreement of PT AXIS
Telekom Indonesia (AXIS) with Saudi Telecom
Company (STC) and Teleglobal Investment B.V.
(Teleglobal). Under the agreement, Teleglobal
shall sell and the Company shall purchase
Teleglobals share ownership in AXIS under certain
conditions.

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa


Perseroan pada tanggal 5 Februari 2014,
menyetujui rencana akuisisi dan penggabungan
usaha Perseroan dan AXIS, sebagaimana dimuat
dalam Akta No. 13 tanggal 5 Februari 2014 di
hadapan Aryanti Artisari, S.H., M.Kn, Notaris di
Jakarta. Setelah semua syarat dalam perjanjian jual
dan beli telah terpenuhi, pada 19 Maret 2014
transaksi jual dan beli telah efektif. Perseroan
mencatat akuisisi AXIS dengan menerapkan
metode akuisisi (lihat Catatan 3c dan 38).
Selanjutnya, Perseroan dan AXIS melakukan
penggabungan usaha efektif pada tanggal 8 April
2014. Pada tanggal efektif penggabungan usaha
tersebut, seluruh aset dan liabilitas AXIS beralih
kepada Perseroan dan entitas hukum AXIS berakhir
karena hukum.

Extraordinary General Meeting of Shareholders of


the Company on 5 February 2014 approved the
acquisition and merger plan of the Company and
AXIS, as stated in Deed No. 13 dated 5 February
2014 overseen by Aryanti Artisari, S.H., M.Kn,
Notary in Jakarta. After all the conditions in sale and
purchase agreement have been fulfilled, on
19 March 2014 the sale and purchase transaction
has become effective. The Company accounts for
the acquisition of AXIS by applying the acquisition
method (see Notes 3c and 38). Subsequently, the
Company and AXIS merged effective as at 8 April
2014. At the effective date of merger, all asset and
liabilities of AXIS were transferred to the Company
and according to law, the legal entity of AXIS was
dissolved.

Penggabungan usaha ini telah disetujui oleh Badan


Koordinasi Penanaman Modal sesuai dengan surat
No. 3/1/IP-PP/PMA/2014 tanggal 7 April 2014.
Penggabungan ini juga telah disetujui Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
sesuai yang dinyatakan dalam surat keputusan
No. AHU-AH.01.10-15322 tanggal 11 April 2014.

This merger has been approved by the Capital


Investment Coordinating Board based on its letter
No. 3/1/IP-PP/PMA/2014 dated 7 April 2014. This
merger has also been approved by the Minister of
Law and Human Rights of the Republic of Indonesia
as
stated
in
its
decision
letter
No. AHU-AH.01 10-15322 dated 11 April 2014.

Sehubungan dengan penggabungan usaha ini,


pada tanggal 12 September 2014, Perseroan telah
mengajukan
permohonan
persetujuan
penggabungan usaha kepada Direktorat Jenderal
Pajak dengan menggunakan nilai buku pajak atas
aset AXIS yang dialihkan ke Perseroan dan sebagai
akibatnya, perhitungan sementara aset (atau
liabilitas)
pajak
tangguhan
dan
goodwill
mencerminkan posisi tersebut. Pada tanggal 16
Oktober 2014, Direktorat Jenderal Pajak telah
menerbitkan
surat
persetujuan
No.
KEP2145/WPJ.19/2014
untuk
menggunakan
pendekatan nilai buku pajak atas penggabungan
usaha Perseroan dan AXIS. Persetujuan tersebut
masih tergantung pada pemeriksaan pajak oleh
kantor pajak, yang masih dalam proses sampai
dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan
konsolidasian ini. Sampai dengan hasil pemeriksaan
pajak diperoleh, perhitungan sementara goodwill
dan aset (atau liabilitas) pajak tangguhan terkait
akan terus dimonitor oleh manajemen dan direvisi
seperlunya.

IIn relation to the merger, on 12 September 2014,


the Company has submitted a request for approval
from Directorate General of Tax for using the tax net
book value of AXIS assets transferred to the
Company and consequently, the provisional
calculation of deferred tax assets (or liabilities) and
goodwill reflects this position. On 16 October 2014,
the Directorate General of Tax has issued the
approval letter No. KEP-2145/WPJ.19/2014 for
using the net book value approach in the merger of
the Company and AXIS. The approval is subject to
the tax examination by the tax office which is still in
process up to the date of the completion of these
consolidated financial statements. Until the tax
examination result is obtained, the provisional
calculation of goodwill and the related deferred tax
assets (or liabilities) will continue to be monitored by
management and revised as necessary.

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 14 Page
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)

2.

3.

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)

PENGGABUNGAN USAHA DENGAN PT AXIS


TELEKOM INDONESIA (lanjutan)

2.

MERGER WITH PT AXIS TELEKOM INDONESIA


(continued)

Lihat Catatan 40 untuk peristiwa setelah tanggal


pelaporan.

See Note 40 for subsequent events after reporting


date.

Laporan keuangan konsolidasian Perseroan pada


tanggal 31 Desember 2014 telah disusun untuk
mencerminkan penggabungan usaha kedua entitas
tersebut dengan dampak pajak menggunakan nilai
buku pajak atas aset AXIS.

The consolidated financial statements of the


Company as at 31 December 2014 have been
prepared to reflect the merger of the two respective
entities with the tax impact based on the tax net
book value of AXIS assets.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

3.

SUMMARY
POLICIES

OF

SIGNIFICANT

ACCOUNTING

Laporan keuangan konsolidasian PT XL Axiata Tbk


dan entitas anak (bersama-sama disebut Grup)
diotorisasi
oleh
Direksi
pada
tanggal
5 Februari 2015.

The consolidated financial statements of PT XL


Axiata Tbk and subsidiaries (together the Group)
were authorised by the Board of Directors on
5 February 2015.

a.

a.

Dasar penyusunan
konsolidasian

laporan

keuangan

Basis for preparation of the consolidated


financial statements

Berikut ini adalah ikhtisar kebijakan akuntansi


penting yang diterapkan dalam penyusunan
laporan keuangan konsolidasian Grup yang
disusun berdasarkan Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia dan peraturan Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
Keuangan (BAPEPAM-LK) No. VIII.G.7 tentang
Penyajian
dan
Pengungkapan
Laporan
Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik,
yang terlampir dalam surat keputusan
No. KEP-347/BL/2012.

Presented below are the principal accounting


policies applied in the preparation of the
consolidated financial statements of the Group,
which in general, in accordance with Indonesian
Financial Accounting Standards and the Capital
Market and Financial Institution Supervisory
Agency (BAPEPAM-LK)s Regulation No.
VIII.G.7 regarding the Presentations and
Disclosures of Financial Statements of listed
entity, enclosed in the decision letter
No. KEP-347/BL/2012.

Laporan keuangan konsolidasian, kecuali


laporan arus kas konsolidasian dan instrumen
derivatif, disusun dengan konsep harga
perolehan dan dasar akrual. Instrumen derivatif
diakui berdasarkan nilai wajar.

The consolidated financial statements, except


for the consolidated statements of cash flows
and derivative instruments, have been prepared
on the historical cost concept and accrual basis.
Derivative instruments are stated at fair value.

Laporan arus kas konsolidasian disusun


dengan menggunakan metode langsung dan
menyajikan sumber dan penggunaan kas dan
setara kas dengan mengelompokkan arus kas
atas dasar kegiatan operasi, investasi dan
pendanaan. Kas dan setara kas terdiri dari kas,
bank, dan deposito berjangka yang jatuh tempo
dalam waktu 3 (tiga) bulan atau kurang.

The consolidated statements of cash flows are


prepared using the direct method and present
the sources and uses of cash and cash
equivalents according to operating, investing
and financing activities. Cash and cash
equivalents consist of cash on hand, cash in
banks and deposits with original maturities of 3
(three) months or less.

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 15 Page
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)

3.

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING


(lanjutan)
a.

Dasar penyusunan laporan


konsolidasian (lanjutan)

keuangan

3.

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
a.

ACCOUNTING

Basis for preparation of the consolidated


financial statements (continued)

Mata uang fungsional dan penyajian

Functional and presentation currency

Transaksi-transaksi yang termasuk dalam


laporan keuangan pada tiap entitas Grup diukur
dengan mata uang lingkungan ekonomi utama
di mana entitas beroperasi (mata uang
fungsional). Laporan keuangan konsolidasian
disajikan dalam Rupiah, yang merupakan mata
uang fungsional dan penyajian Perseroan.

Items included in the financial statements of


each of the Groups entities are measured
using the currency of the primary economic
environment in which the entity operates (the
functional currency). The consolidated financial
statements are presented in Rupiah, which is
the Companys functional and presentation
currency.

Angka-angka
dalam
laporan
keuangan
konsolidasian ini dibulatkan menjadi jutaan
Rupiah, kecuali dinyatakan lain.

Figures in the consolidated financial statements


are rounded in millions of Rupiah, unless
otherwise stated.

Perubahan
atas
Pernyataan
Standar
Akuntansi
Keuangan
(PSAK)
dan
Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan
(ISAK)

Changes to the statements of financial


accounting
standards
(PSAK)
and
interpretations of statements of financial
accounting standards (ISAK)

Penerapan dari perubahan interpretasi standar


akuntansi berikut, yang berlaku efektif sejak
tanggal 1 Januari 2014, tidak menyebabkan
perubahan signifikan atas kebijakan akuntansi
Perseroan dan tidak memberikan dampak yang
material terhadap jumlah yang dilaporkan di
laporan keuangan konsolidasian periode
berjalan:
ISAK 27 (revisi 2013) Pengalihan aset dari
pelanggan
ISAK 28 (revisi 2013) Pengakhiran
liabilitas keuangan dengan instrumen
ekuitas

The adoption of the following revised


interpretation of the accounting standards,
which are effective from 1 January 2014, did
not result in substantial changes to the
Companys accounting policies and had no
material effect on the amounts reported for the
current
period
consolidated
financial
statements:
ISAK 27 (revised 2013) Transfer of assets
from customers
ISAK 28 (revised 2013) Extinguishing
financial liabilities with equity Instruments

Standar baru, revisi dan interpretasi yang telah


diterbitkan, namun belum berlaku efektif untuk
tahun buku yang dimulai pada atau setelah
tanggal 1 Januari 2014 adalah sebagai berikut:

New
standards,
amendments
and
interpretations issued but not yet effective for
the financial year beginning 1 January 2014 are
as follows:

PSAK 1 (revisi 2013) Penyajian laporan


keuangan
PSAK 4 (revisi 2013) Laporan keuangan
tersendiri
PSAK 15 (revisi 2013) Investasi pada
entitas asosiasi dan ventura bersama
PSAK 24 (revisi 2013) Imbalan kerja

PSAK 46 (revisi 2013) Pajak penghasilan


PSAK 48 (revisi 2013) "Penurunan nilai
PSAK 50 (revisi 2013) Instrumen
keuangan: Penyajian

PSAK 1 (revised 2013) Presentation of


financial statements
PSAK 4 (revised 2013) Separate financial
statements
PSAK 15 (revised 2013) Investment in
associates and joint ventures
PSAK 24 (revised 2013) Employee
benefits
PSAK 46 (revised 2013) Income taxes
PSAK 48 (revised 2013) Impairment
PSAK 50 (revised 2013) Financial
instrument: Presentation

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 16 Page
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)

3.

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING


(lanjutan)
a.

Dasar penyusunan laporan


konsolidasian (lanjutan)

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
a.

ACCOUNTING

Basis for preparation of the consolidated


financial statements (continued)

Perubahan
atas
Pernyataan
Standar
Akuntansi
Keuangan
(PSAK)
dan
Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan
(ISAK) (lanjutan)

Changes to the statements of financial


accounting
standards
(PSAK)
and
interpretations of statements of financial
accounting standards (ISAK) (continued)

b.

keuangan

3.

PSAK 55 (revisi 2013) Instrumen


keuangan: Pengakuan dan Pengukuran
PSAK 60 (revisi 2013) Instrumen
keuangan: Pengungkapan
PSAK
65
Laporan
keuangan
konsolidasian
PSAK 66 Pengaturan bersama
PSAK 67 Pengungkapan kepentingan
dalam entitas lain
PSAK 68 Pengukuran nilai wajar
ISAK 26 (revisi 2013) Penilaian ulang
derivatif melekat
Pencabutan PSAK 12 (revisi 2009) Bagian
partisipasi ventura bersama
Pencabutan ISAK 7 "Konsolidasi entitas
bertujuan khusus"
Pencabutan ISAK 12 "Pengendalian
bersama entitas: Kontribusi non moneter
oleh venturer"

PSAK 55 (revised 2013) Financial


instrument: Recognition and Measurement"
PSAK 60 (revised 2013) "Financial
instrument: Disclosure
PSAK
65
Consolidated
financial
statements
PSAK 66 Joint arrangements
PSAK 67 Disclosure of interests in other
entities
PSAK 68 Fair value measurement
ISAK 26 (revised 2013) Revaluation of
embedded derivative
Withdrawal of PSAK 12 (revised 2009)
Interest in joint venture
Withdrawal of ISAK 7 "Consolidation special purpose entities"
Withdrawal of ISAK 12 "Jointly controlled
entities: Non monetary contribution by
venturers"

Revisi, standar baru dan pencabutan atas


standar di atas akan berlaku efektif pada tahun
buku yang dimulai 1 Januari 2015 dan
penerapan dini tidak diperkenankan.

The revised, new standards and withdrawal of


standards above will become effective for the
annual period beginning 1 January 2015 and
early implementation is prohibited.

Pada tanggal pengesahan laporan keuangan


konsolidasian, manajemen masih mempelajari
dampak yang mungkin timbul dari penerapan
standar baru dan revisi tersebut terhadap
laporan keuangan konsolidasian Perseroan.

As at the authorisation date of these


consolidated
financial
statements,
the
Company is still evaluating the potential impact
of these new and revised PSAK to its
consolidated financial statements.

Prinsip-prinsip konsolidasian

b.

Principles of consolidation

Laporan keuangan konsolidasian mencakup


laporan keuangan konsolidasian Perseroan dan
entitas-entitas yang dikendalikan secara
langsung ataupun tidak langsung oleh
Perseroan.

The
consolidated
financial
statements
incorporate
the
consolidated
financial
statements of the Company and entities in
which the Company has the ability to directly or
indirectly exercise control.

Pengaruh dari seluruh transaksi dan saldo


antara perusahaan-perusahaan di dalam Grup
yang material telah dieliminasi dalam penyajian
laporan keuangan konsolidasian.

The effects of all significant transactions and


balances between companies within the Group
have been eliminated in the consolidated
financial statements.

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 17 Page
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)

3.

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING


(lanjutan)
b.

3.

Prinsip-prinsip konsolidasian (lanjutan)

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
b.

ACCOUNTING

Principles of consolidation (continued)

Entitas dikonsolidasikan sejak tanggal dimana


pengendalian efektif beralih kepada Perseroan
dan tidak lagi dikonsolidasikan sejak Perseroan
tidak mempunyai pengendalian efektif.

The entity is consolidated from the date on


which effective control was transferred to the
Company and is no longer consolidated when
the Company ceases to have effective control.

Laporan keuangan entitas anak yang berada di


luar Indonesia dijabarkan ke mata uang Rupiah
dengan menggunakan dasar sebagai berikut:

The financial statements of subsidiaries


domiciled outside Indonesia are translated into
Rupiah currency on the following basis:

Akun-akun moneter dalam laporan posisi


keuangan konsolidasian dijabarkan dengan
menggunakan kurs yang berlaku pada
tanggal
laporan
posisi
keuangan
konsolidasian seperti dijelaskan dalam
Catatan 3n. Akun-akun non-moneter dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian
dijabarkan dengan menggunakan kurs
historis pada tanggal transaksi.

Monetary accounts in the consolidated


statement of financial position are
translated using the exchange rate which
prevails at the consolidated statements of
financial position date as mentioned in
Note 3n. Non-monetary accounts in the
consolidated statement of financial position
are translated using the historical
exchange rate as at the transaction date.

Akun-akun laporan laba rugi komprehensif


konsolidasian
dijabarkan
dengan
menggunakan kurs rata-rata selama periode
berjalan sebagai berikut (nilai Rupiah
penuh):

The
consolidated
statements
of
comprehensive income accounts are
translated using the average exchange rate
during the period as follow (full amount
Rupiah):

2014
1 Poundsterling Britania
Raya (GBP)
1 Euro (EUR)
1 Dolar Amerika Serikat (USD)
1 Dolar Australia (AUD)
1 Dolar Singapura (SGD)
1 Ringgit Malaysia (MYR)
1 Riyal Saudi Arabia (SAR)

19,572
15,840
11,840
10,712
9,361
3,631
3,156

Perbedaan yang timbul dari penjabaran akunakun laporan posisi keuangan konsolidasian
dan
laporan
laba
rugi
komprehensif
konsolidasian dari entitas anak di luar negeri
diakui dalam laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian periode berjalan dengan dasar
bahwa kegiatan usaha entitas anak di luar
negeri
merupakan
bagian
yang
tidak
terpisahkan dari Perseroan dan karena itu,
seluruh operasi di luar negeri tersebut dianggap
seolah-olah telah dilaksanakan sendiri oleh
Perseroan.

2013

13,722
10,332
10,015
8,267
-

Great British
Poundsterling (GBP) 1
Euro (EUR) 1
United States Dollar (USD) 1
Australian Dollar (AUD) 1
Singapore Dollar (SGD) 1
Malaysia Ringgit (MYR) 1
Saudi Arabian Riyal (SAR) 1

Differences arising from the translation of


consolidated statements of financial position
and consolidated statements of comprehensive
income of the foreign subsidiaries are
recognised in the current periods consolidated
statements of comprehensive income on the
basis that the operations of the foreign entities
formed an integral part of the operations of the
Company and, as a result, the transactions of
the foreign entities have been considered as if
they had been carried out by the Company.

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 18 Page
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)

3.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING


(lanjutan)
c.

Entitas anak

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)

3.

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
c.

ACCOUNTING

Subsidiaries

Entitas anak adalah entitas dimana Perseroan


memiliki kekuasaan untuk mengatur kebijakan
keuangan dan operasional. Keberadaan dan
dampak dari hak suara potensial yang saat ini
dapat
dilaksanakan
atau
dikonversi,
dipertimbangkan
ketika
menilai
apakah
Perseroan
mengendalikan
entitas
lain.
Perseroan
juga
menilai
keberadaan
pengendalian ketika Perseroan tidak memiliki
lebih dari 50% hak suara namun dapat
mengatur kebijakan keuangan dan operasional
secara de-facto. Pengendalian de-facto dapat
timbul ketika jumlah hak suara yang dimiliki
Perseroan, secara relatif terhadap jumlah dan
penyebaran kepemilikan hak suara pemegang
saham
lain
memberikan
Perseroan
kemampuan untuk mengendalikan kebijakan
keuangan dan operasi, serta kebijakan lainnya.
Entitas anak dikonsolidasikan secara penuh
sejak tanggal pengendalian dialihkan kepada
Perseroan dan tidak dikonsolidasikan sejak
tanggal Perseroan kehilangan pengendalian.

Subsidiaries are entities over which the


Company has the power to govern the financial
and operating policies. The existence and effect
of potential voting rights which are currently
exercisable or convertible are considered when
assessing whether the Company controls
another entity. The Company also assesses
existence of control where it does not have
more than 50% of the voting power but is able
to govern the financial and operating policies by
virtue of de-facto control. De-facto control may
arise in circumstances where the size of the
Companys voting rights relative to the size and
dispersion of holdings of other shareholders
give the Company the power to govern the
financial, operating and other policies.
Subsidiaries are fully consolidated from the date
on which control is transferred to the Company
and are de-consolidated from the date on which
that control ceases.

Perseroan mencatat akuisisi entitas anak


dengan menerapkan metode akuisisi. Biaya
perolehan termasuk nilai wajar imbalan
kontinjensi pada tanggal akuisisi. Biaya terkait
akuisisi dibebankan ketika terjadi. Aset,
liabilitas dan liabilitas kontinjensi dalam suatu
kombinasi bisnis diukur pada awalnya sebesar
nilai wajar pada tanggal akuisisi. Untuk setiap
akuisisi, Perseroan mengakui kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi baik
sebesar nilai wajar atau sebesar bagian
proporsional kepentingan non-pengendali atas
aset neto pihak yang diakuisisi.

The Company accounts for the acquisition of


subsidiary by applying the acquisition method.
The cost of an acquisition includes the fair
value of any contingent consideration at the
acquisition date. Acquisition-related costs are
expensed as incurred. Assets, liabilities and
contingent liabilities assumed in a business
combination are measured initially at their fair
values at the acquisition date. On an
acquisition-by-acquisition basis, the Company
recognises any non-controlling interest in the
acquiree either at fair value or at non-controlling
interests proportionate share of the acquirees
net assets.

Selisih lebih imbalan yang dialihkan, jumlah


kepentingan non-pengendali pada pihak yang
diakuisisi serta nilai wajar pada tanggal akuisisi
kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya,
terhadap bagian kepemilikan Perseroan atas
nilai wajar aset neto teridentifikasi yang
diakuisisi, dicatat sebagai goodwill. Jika jumlah
ini lebih rendah dari nilai wajar aset neto entitas
yang diakuisisi, selisihnya diakui langsung
dalam laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian.

The excess of the consideration transferred, the


amount of any non-controlling interest in the
acquiree and fair value at the acquisition date
of any previous equity interest in the acquiree
over the fair value of the Companys share of
the identifiable net assets acquired is recorded
as goodwill. If the amount is less than the fair
value of the net assets of the subsidiary
acquired, the difference is recognised directly in
the consolidated statement of comprehensive
income.

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 19 Page
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)

3.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING


(lanjutan)
c.

d.

e.

Entitas anak (lanjutan)

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)

3.

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
c.

ACCOUNTING

Subsidiaries (continued)

Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas


induk pada entitas anak yang tidak
mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat
sebagai transaksi ekuitas. Ketika pengendalian
atas entitas anak hilang, bagian kepemilikan
yang tersisa di entitas tersebut diukur kembali
pada nilai wajarnya dan keuntungan atau
kerugian yang dihasilkan diakui dalam laporan
laba rugi komprehensif konsolidasian.

Changes in the parents ownership interest in a


subsidiary that do not result in the loss of
control are accounted for as equity
transactions. When control over a previous
subsidiary is lost, any remaining interest in the
entity is remeasured at fair value and the
resulting gain or loss is recognised in the
consolidated statement of comprehensive
income.

Seluruh transaksi, saldo, keuntungan dan


kerugian intra kelompok usaha yang belum
direalisasi yang material antara Perseroan dan
entitas anak telah dieliminasi.

All
material
intercompany
transactions,
balances, unrealised surpluses and deficits on
transactions between the Company and
subsidiaries have been eliminated.

Pengendalian bersama entitas

d.

Jointly controlled entity

Pengendalian bersama entitas adalah suatu


entitas
dimana
Perseroan
memiliki
pengendalian bersama dengan satu venturer
atau lebih. Pengendalian bersama entitas
dicatat dengan menggunakan metode ekuitas.

Jointly controlled entity is entity which the


Company jointly controls with one or more other
venturers. Jointly controlled entity is accounted
for using the equity method.

Setiap akhir periode pelaporan, Perseroan


melakukan penilaian ketika terdapat bukti
obyektif bahwa investasi pada pengendalian
bersama entitas mengalami penurunan nilai.

At the end of each reporting period, the


Company assesses when there is objective
evidence that an investment in jointly controlled
entity is impaired.

Hasil usaha pengendalian bersama entitas


dimasukkan dalam atau dikeluarkan dari
laporan keuangan konsolidasian masingmasing sejak tanggal akuisisi atau tanggal
pelepasan.

The result of jointly controlled entity are


included in or excluded from the consolidated
financial statements from their effective dates
of acquisition or disposal respectively.

Transaksi dengan pihak-pihak berelasi

e.

Related party transactions

Perseroan melakukan transaksi dengan pihakpihak berelasi sebagaimana didefinisikan dalam


PSAK 7 Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi.

The Company enters into transactions with


related parties as defined in PSAK 7 Related
Party Disclosures.

Seluruh transaksi dan saldo yang material


dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan
dalam catatan atas laporan keuangan
konsolidasian.

All significant transactions and balances with


related parties are disclosed in the notes to the
consolidated financial statements.

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 20 Page
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)

3.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING


(lanjutan)
f.

Pengakuan pendapatan dan beban


(i) Jasa telekomunikasi selular

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)

3.

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
f.

ACCOUNTING

Recognition of revenues and expenses


(i)

Cellular telecommunications services

Pendapatan dari percakapan dan nonpercakapan yang berasal dari penggunaan


jaringan Perseroan oleh pelanggan Global
System for Mobile communications (GSM)
yang meliputi pemakaian pulsa, interkoneksi
lokal, sambungan lintas jarak jauh domestik,
sambungan lintas jarak jauh internasional,
jelajah internasional (international roaming)
dan layanan nilai tambah, yang dibebankan
kepada pelanggan berdasarkan tarif yang
berlaku dan durasi dari koneksi melalui
jaringan selular.

Voice and non-voice revenue is derived


from the use of the Companys network by
Global System for Mobile communications
(GSM) customers, including charges for
usage, local interconnection, domestic
long-distance, international long-distance,
international roaming and value added
services, which are recognised based on
applicable tariffs and the duration of
connections through the cellular network.

Pendapatan percakapan diakui pada saat


percakapan terjadi dan diukur berdasarkan
durasi pemakaian aktual dan menggunakan
tarif yang berlaku.

Voice revenue is recognised at the time the


service is rendered based on the actual call
duration and applicable tariffs.

Pendapatan dengan pola bagi hasil


disajikan
secara
neto,
setelah
memperhitungkan semua beban langsung
yang terkait.

Revenues
under
revenues-sharing
arrangements are reported on a net basis,
after taking into account the underlying
direct expenses.

Pendapatan
non-percakapan
meliputi
pendapatan dari Short Message Services
(SMS), layanan nilai tambah (VAS) dan
data pita lebar nirkabel diakui berdasarkan
pemakaian atau tagihan tetap bulanan
tergantung kesepakatan dengan pelanggan.
Pendapatan
abonemen
berasal
dari
pelanggan pascabayar yang diakui secara
bulanan pada saat penagihan.

Non-voice revenue includes revenue from


Short Message Services (SMS), Value
Added Services (VAS) and wireless
broadband data are recognised based on
usage or fixed monthly charges depending
on the arrangement with customers.
Monthly service charge is derived from
postpaid customers which is recognised on
a monthly basis upon billing.

Pendapatan prabayar berasal dari penjualan


paket perdana dan penjualan voucher.
Paket perdana terdiri dari kartu Subscriber
Identity Module (SIM) dan voucher.

Revenue from prepaid services is derived


from the sale of starter pack and vouchers.
Starter packs consist of a Subscriber
Identity Module (SIM) card and voucher.

Pendapatan atas penjualan kartu SIM dan


diskon yang diberikan diakui pada waktu
penyerahan
kepada
distributor
atau
langsung ke pelanggan, di luar pajak
pertambahan nilai.

The revenue of SIM card sales and any


discount granted is recognised upon
delivery to distributors or directly to
customers, excluding value-added taxes.

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 21 Page
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)

3.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING


(lanjutan)
f.

Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)

(i)

Jasa telekomunikasi selular (lanjutan)

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)

3.

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
f.

ACCOUNTING

Recognition of revenues and expenses


(continued)
(i)

Cellular telecommunications services


(continued)

Pendapatan atas penjualan voucher untuk


prabayar tidak diakui pada waktu
penjualannya. Pada saat voucher terjual,
total nilai voucher yang terjual, tanpa
pengurangan biaya komisi, akan diakui
sebagai pendapatan tangguhan.

Revenue from sales of vouchers for


prepaid services is not recognised at the
time of sale. Upon the sale of a voucher,
the full amount of voucher balance sold is
credited, without deduction of any
commission, to the deferred revenue
account.

Pendapatan tangguhan akan diakui


sebagai pendapatan telekomunikasi selular
di laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian pada saat penggunaan oleh
pelanggan prabayar atau pada saat nilai
voucher sudah melewati masa berlakunya.

Upon the prepaid customers use of the


prepaid balance or upon expiration of the
voucher, the deferred revenue is
recognised as cellular telecommunications
revenue in the consolidated statements of
comprehensive income.

(ii) Jasa interkoneksi selular

(ii) Cellular interconnection services

Pendapatan interkoneksi dari operatoroperator lain dan pendapatan inbound


roaming
dari
penyelenggara
jasa
telekomunikasi
luar
negeri
diakui
berdasarkan trafik percakapan aktual yang
tercatat.

Revenue from interconnection with other


operators and inbound roaming revenue
from
overseas
telecommunication
providers are recognised on the basis of
actual recorded call traffic.

Pendapatan dari ITKP diakui pada saat


jasa terjadi berdasarkan tarif yang berlaku.

Revenue from VoIP services is recognised


at the time when the service is rendered
based upon applicable tariffs.

(iii) Jasa telekomunikasi lainnya

(iii) Other telecommunications services

Pendapatan penyewaan sambungan sirkit,


penyewaan
menara
telekomunikasi,
penyediaan jasa internet dan jasa jelajah
nasional diakui setiap bulannya sesuai
dengan perjanjian kerjasama dengan
pelanggan.

Revenue from leased lines, rental of


telecommunications
towers,
internet
service provider and national roaming
service revenue is recognised monthly
based on agreement with customers.

Pendapatan yang diterima dimuka dicatat


sebagai pendapatan tangguhan dan diakui
sebagai pendapatan pada saat jasa
diberikan kepada pelanggan.

When unearned revenue is received, the


amounts received are recorded as deferred
revenue and recognised as revenue when
the services are provided.

(iv) Beban
Beban diakui berdasarkan metode akrual.

(iv) Expenses
Expenses are recognised on an accrual
basis.

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 22 Page
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)

3.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING


(lanjutan)
g.

Piutang usaha

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)

3.

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
g.

i.

Persediaan

Trade receivables
Trade receivables are recognised initially at fair
value and subsequently measured at amortised
cost less provision for receivables impairment.
This provision is established when there is
objective evidence that the Company will not be
able to collect all amounts due according to the
original terms of the receivables. Accounts are
written-off in the period during which they are
determined to be not collectible.

Pada saat pengakuan awal piutang usaha


diakui sebesar nilai wajarnya, dan selanjutnya
diukur pada nilai yang diamortisasi setelah
dikurangi
dengan
cadangan
kerugian
penurunan nilai piutang. Cadangan dibentuk
apabila terdapat bukti yang obyektif bahwa
Perseroan tidak dapat menagih seluruh nilai
terutang sesuai dengan persyaratan awal
piutang. Piutang dihapusbukukan pada saat
piutang tersebut dipastikan tidak akan tertagih.
h.

ACCOUNTING

h.

Inventories

Persediaan, yang terutama terdiri dari voucher


dan kartu SIM, dinilai berdasarkan nilai yang
lebih rendah antara harga perolehan dan nilai
bersih yang dapat direalisasi. Harga perolehan
dihitung
berdasarkan
metode
rata-rata
tertimbang.

Inventories, mainly comprising vouchers and


SIM cards, are valued at the lower of cost or net
realisable value. Cost is calculated using the
weighted average method.

Penyisihan untuk penurunan nilai persediaan


ditentukan berdasarkan estimasi penjualan
masing-masing jenis persediaan pada masa
mendatang.

A provision for impairment of inventory is


determined on the basis of the estimated future
sales of individual inventory items.

Sewa
(i)

Sebagai lessee

i.

Leases
(i)

As lessee

Sewa dimana seluruh risiko dan manfaat


yang terkait dengan kepemilikan aset
secara signifikan berada pada lessor
diklasifikasikan sebagai sewa operasi.

Leases in which a significant portion of the


risks and rewards incidental to ownership
retained by the lessor are classified as
operating leases.

Pembayaran sewa dalam sewa operasi


dibebankan pada laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian secara garis
lurus selama masa sewa.

Payments made under operating leases


are charged to the consolidated statements
of comprehensive income on a straight-line
basis over the period of the lease.

Sewa dimana Perseroan memiliki secara


substansial seluruh risiko dan manfaat
terkait
dengan
pemilikan
aset
diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan.
Sewa pembiayaan dikapitalisasi pada awal
masa sewa sebesar nilai yang lebih rendah
antara nilai wajar aset sewaan dan nilai kini
dari pembayaran sewa minimum.

Leases whereby the Company has


substantially all the risks and rewards
incidental to ownership are classified as
finance leases. Finance leases are
capitalised at the leases commencement
at the lower of the fair value of the leased
assets and the present value of the
minimum lease payments.

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 23 Page
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
3.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING


(lanjutan)
i.

Sewa (lanjutan)
(i)

Sebagai lessee (lanjutan)


Setiap pembayaran sewa dipisahkan
antara bagian yang merupakan beban
keuangan dan bagian yang merupakan
pelunasan kewajiban sedemikian rupa
sehingga menghasilkan suatu tingkat suku
bunga periodik yang konstan atas saldo
pembiayaan. Jumlah kewajiban sewa,
dikurangi beban keuangan disajikan
sebagai hutang jangka panjang. Unsur
bunga dalam biaya keuangan dibebankan
di laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian setiap periode selama masa
sewa
sedemikian
rupa
sehingga
menghasilkan suatu tingkat suku bunga
periodik yang konstan atas saldo liabilitas.
Aset tetap yang diperoleh melalui sewa
pembiayaan disusutkan selama jangka
waktu yang lebih pendek antara periode
masa sewa dan umur manfaatnya.

(ii) Sebagai lessor

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
3.

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
i.

ACCOUNTING

Leases (continued)
(i)

As lessee (continued)
Each lease payment is allocated between
the liability and finance charges so as to
achieve a constant rate on the balance
outstanding. The corresponding rental
obligations, net of finance charges, are
included in other long-term payables. The
interest element of the finance cost is
charged to the consolidated statements of
comprehensive income over the lease
period so as to produce a constant periodic
rate of interest on the remaining balance of
the liability for each period. The fixed asset
acquired
under
finance leases is
depreciated over the shorter of the useful
life of the asset and the lease term.

(ii) As lessor

Apabila aset disewakan melalui sewa


pembiayaan, nilai kini pembayaran sewa
diakui sebagai piutang. Selisih antara nilai
piutang bruto dan nilai kini piutang tersebut
diakui
sebagai
penghasilan
sewa
pembiayaan tangguhan.

When assets are leased out under a


finance lease, the present value of the
lease payments is recognised as
receivable. The difference between the
gross receivable and the present value of
the receivable is recognised as unearned
finance lease income.

Penghasilan sewa diakui selama masa


sewa dengan menggunakan metode
investasi neto yang mencerminkan suatu
tingkat pengembalian periodik yang
konstan.

Lease income is recognised over the term


of the lease using the net investment
method, which reflects a constant periodic
rate of return.

Apabila aset disewakan melalui sewa


operasi, aset disajikan di laporan posisi
keuangan konsolidasian sesuai sifat aset
tersebut. Penghasilan sewa diakui sebagai
pendapatan dengan dasar garis lurus
selama masa sewa.

When assets are leased out under an


operating lease, the asset is included in the
consolidated statements of financial
position based on the nature of the asset.
Lease income is recognised over the term
of the lease on a straight-line basis.

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 24 Page
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)

3.

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING


(lanjutan)
j.

3.

Aset tetap dan penyusutan

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
j.

ACCOUNTING

Fixed assets and depreciation

Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan


termasuk pajak impor yang berlaku, bea
masuk,
biaya
pengangkutan,
biaya
penanganan, biaya penyimpanan, biaya
penyediaan lokasi, biaya pemasangan, biaya
upah tenaga kerja internal, dan estimasi awal
biaya pembongkaran, pemindahan aset tetap
dan restorasi lokasi aset tetap dikurangi
akumulasi penyusutan. Perseroan mencatat
estimasi biaya pembongkaran dan restorasi
atas Base Transceiver Station (BTS) sebagai
bagian dari biaya perolehan. Nilai provisi
ditentukan berdasarkan nilai kontrak sewa;
tetapi untuk kontrak yang tidak menyebutkan
nilai
liabilitas,
Perseroan
menggunakan
estimasi terbaiknya. Manajemen melakukan
evaluasi berkala terhadap estimasi yang
digunakan.

Fixed assets are stated at acquisition cost,


which includes any applicable import taxes,
import duties, freight costs, handling costs,
storage
costs,
site
preparation
costs,
installation costs, internal labour costs, and the
initial estimate of the costs of dismantling and
removing the item and restoring the site on
which it is located, less accumulated
depreciation. The Company recorded the
estimated dismantlement and restoration costs
of Base Transceiver Station (BTS) as part of
acquisition cost. The amount of the provisions
is determined based on the lease contracts;
however, where contracts do not specify the
amount of the obligation, the Company uses its
best estimate. Management conducts a regular
review of the estimation used.

Penyusutan dimulai sejak aset mulai atau siap


digunakan, dengan menggunakan metode garis
lurus berdasarkan estimasi masa manfaat
ekonomis yang menghasilkan persentase
penyusutan tahunan dari harga perolehan
sebagai berikut:

Depreciation is applied from the date the assets


are put into service or when the assets are
ready for service, using the straight-line method
over their estimated useful lives and results in
the following annual percentages of cost:

Persentase/
Percentages
Bangunan
Peralatan jaringan
- Menara GSM
- Kabel serat optik
- Peralatan jaringan
lainnya
Prasarana kantor
Mesin dan peralatan
Perabot dan perlengkapan
kantor
Sistem pendukung
Kendaraan bermotor

Tahun/
Years

5%, 12.5%

20, 8

6.25%
10%

16
10

10%, 12.5%, 20%, 25%, 50%


25%
25%

10, 8, 5, 4, 2
4
4

25%
25%
25%

4
4
4

Tanah dinyatakan pada harga perolehan dan


tidak disusutkan. Biaya legal awal untuk
mendapatkan hak legal diakui sebagai bagian
biaya akuisisi tanah, biaya-biaya tersebut tidak
didepresiasikan.
Biaya
terkait
dengan
pembaruan hak atas tanah diakui sebagai aset
takberwujud dan diamortisasi sepanjang umur
hukum hak.

Buildings
Network equipment
GSM tower Fiber optic Other network equipment Leasehold improvements
Machinery and equipment
Furniture and fixtures
Support systems
Motor vehicles

Land is stated at cost and not depreciated.


Initial legal costs incurred to obtain legal rights
are recognised as part of the acquisition cost of
the land, and these costs are not depreciated.
Costs related to renewal of land rights are
recognised as intangible assets and amortised
during the period of the land rights.

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 25 Page
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)

3.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING


(lanjutan)
j.

Aset tetap dan penyusutan (lanjutan)

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)

3.

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
j.

ACCOUNTING

Fixed assets and depreciation (continued)

Perseroan melakukan evaluasi atas penurunan


nilai aset tetap apabila terdapat peristiwa atau
keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai
tercatat aset tetap tersebut kemungkinan tidak
dapat dipulihkan. Bila nilai tercatat suatu aset
melebihi estimasi nilai yang dapat diperoleh
kembali, nilai aset tersebut diturunkan menjadi
sebesar estimasi nilai yang dapat diperoleh
kembali, yang ditentukan berdasarkan nilai
tertinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk
menjual dan nilai pakai.

The Company evaluates its fixed assets for


impairment
whenever
events
and
circumstances indicate that the carrying amount
of the assets may not be recoverable. When the
carrying amount of an asset exceeds its
estimated recoverable amount, the asset is
written down to its estimated recoverable
amount, which is determined based upon the
higher of the fair value less cost to sell and the
value in use.

Akumulasi biaya perolehan peralatan jaringan


mula-mula dikapitalisasi sebagai Aset Dalam
Penyelesaian. Biaya perolehan ini akan
direklasifikasi ke akun aset tetap pada saat aset
tersebut siap digunakan.

The accumulated costs of network equipment


are initially capitalised as Assets Under
Construction. These costs are subsequently
reclassified as fixed asset accounts when the
assets are ready to use.

Biaya-biaya
setelah
perolehan
awal
dimasukkan dalam nilai tercatat aset dan diakui
secara
terpisah,
hanya
jika
terdapat
kemungkinan besar biaya yang dikapitalisasi
tersebut akan memberikan manfaat ekonomis
bagi Perseroan dan dapat diukur secara andal.
Nilai tercatat dari komponen yang diganti
dihapusbukukan. Biaya untuk memutakhirkan
perangkat lunak yang merupakan bagian
integral dari perangkat kerasnya dikapitalisasi
dan nilai yang semula dicatat dihapusbukukan
pada saat pemutakhiran perangkat lunak
dilakukan.

Subsequent costs are included in the assets


carrying amount and recognised as a separate
asset, only when it is probable that future
economic benefits associated with the item will
flow to the Company and the cost of the item
can be measured reliably. The carrying amount
of replaced parts is written-off. The cost of
upgrading software which is integrated to its
hardware is capitalised and the previously
recorded balance is written-off at the time the
software upgrade is performed.

Seluruh biaya pemeliharaan dan perbaikan


lainnya diakui sebagai beban pada laporan laba
rugi komprehensif konsolidasian pada saat
terjadinya.

All other repairs and maintenance are charged


to
the
consolidated
statements
of
comprehensive income during the financial
period in which they are incurred.

Apabila aset tetap dilepas, maka nilai tercatat


dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari
laporan
keuangan
konsolidasian,
dan
keuntungan dan kerugian yang dihasilkan
diakui
dalam
laba
rugi
komprehensif
konsolidasian periode berjalan.

When assets are disposed, their carrying


values
and
the
related
accumulated
depreciation
are
eliminated
from
the
consolidated financial statements, and the
resulting gains and losses on the disposal of
fixed assets are recognised in the consolidated
statements of comprehensive income of the
period.

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 26 Page
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)

3.

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING


(lanjutan)
j.

Aset tetap dan penyusutan (lanjutan)


Perubahan
ekonomis

estimasi

masa

3.

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
j.

manfaat

Aset takberwujud

Fixed assets and depreciation (continued)


Changes
in
estimation

economic

useful

lives

At the end of reporting period, the Company


periodically reviews the useful lives of the
assets, assets residual value, depreciation
method and the remaining usage expectation
based on technical specification.

Pada akhir periode pelaporan, Perseroan


melakukan penelaahan berkala atas masa
manfaat ekonomis aset, nilai sisa aset, metode
penyusutan, dan sisa umur pemakaian
berdasarkan kondisi teknis.
k.

ACCOUNTING

k.

Intangible assets

Grup mengakuisisi aset takberwujud baik


sebagai bagian dari kombinasi bisnis atau
melalui akuisisi terpisah. Aset takberwujud yang
diakuisisi dalam kombinasi bisnis disajikan
sebesar nilai wajar pada saat akuisisi dan
disajikan terpisah dari goodwill.

The Group acquires intangible assets either as


part of a business combination or through
separate acquisition. Intangible assets acquired
in a business combination are recorded at their
fair value at the date of acquisition and
recognised separately from goodwill.

Aset takberwujud yang dianggap memiliki masa


manfaat ekonomis terbatas diamortisasi
dengan menggunakan metode garis lurus
berdasarkan ekspektasi masa manfaat. Aset
takberwujud yang dianggap memiliki masa
manfaat ekonomis tidak terbatas tidak
diamortisasi namun diuji penurunan nilainya
sesuai dengan Catatan 3r setiap tahun, atau
lebih sering apabila terdapat peristiwa atau
perubahan pada kondisi yang mengindikasikan
kemungkinan
penurunan
nilai.
Aset
takberwujud yang diakuisisi termasuk ijin
telekomunikasi dengan hak alokasi spektrum
yang memiliki masa manfaat ekonomis tidak
terbatas. Manajemen menilai asumsi masa
manfaat ekonomis tidak terbatas yang
diaplikasikan ke aset takberwujud yang
diakuisisi setiap tahun.

Intangible assets that are considered to have a


finite economic useful life are amortised on a
straight line basis over the period of expected
benefit. Intangible assets that are considered
to have an indefinite economic useful life are
not amortised but tested for impairment in
accordance with Note 3r on an annual basis, or
more frequently if events or changes in
circumstances indicate that they might be
impaired. The acquired intangible assets
include telecommunications licences with
allocated spectrum rights which have indefinite
economic useful life. Management assesses
the indefinite economic useful life assumption
applied to the acquired intangible assets
annually.

Upfront fee untuk ijin pita spektrum 3G disajikan


sebesar harga perolehan sedangkan spektrum,
merk dan pelanggan diakui pada saat akuisisi
entitas anak (sebagai bagian dari kombinasi
bisnis) disajikan sebesar nilai wajar aset
takberwujud tersebut (lihat Catatan 9 dan 38).

The 3G spectrum license upfront fee is


recorded at historical cost while spectrum,
brand and customers are recognised at the
acquisition date (part of business combination)
and recorded at the fair value of those
intangible assets (see Note 9 and 38).

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 27 Page
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)

3.

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING


(lanjutan)
k.

3.

Aset takberwujud (lanjutan)

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
k.

l.

Persentase/
Percentages

Tahun/
Years

10%
50%
12.5%

10
2
8

Pinjaman

l.

m. Biaya emisi saham

Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke


mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs
yang berlaku pada tanggal transaksi.

Loans

m. Share issuance costs


Share issuance costs are directly deducted
from the additional paid-in capital account in the
consolidated financial statements.

Biaya emisi saham dikurangkan dari akun


tambahan modal disetor dalam laporan
keuangan konsolidasian.
Penjabaran mata uang asing

3G upfront fee
Brand
Customers

Loans are recognised initially at fair value, net


of transaction costs incurred. Loans are
subsequently carried at amortised cost; any
difference between the proceeds (net of
transaction costs) and the redemption value is
recognised in the profit or loss over the period
of the loans using the effective interest method.

Pada saat pengakuan awal, pinjaman diakui


sebesar nilai wajar, dikurangi dengan biayabiaya transaksi yang terjadi. Selanjutnya,
pinjaman diukur sebesar biaya perolehan
diamortisasi;
selisih
antara
penerimaan
(dikurangi biaya transaksi) dan nilai pelunasan
dicatat pada laporan laba rugi selama periode
pinjaman dengan menggunakan metode bunga
efektif.

n.

Intangible assets (continued)


Amortisation commences from the date when
the assets are available for use and recognised
as amortisation expenses, using the straightline method over their estimated economic
useful lives and results in the following annual
percentages of cost:

Amortisasi dimulai pada saat aset tersedia


untuk digunakan dan dicatat sebagai beban
amortisasi, dengan menggunakan metode garis
lurus berdasarkan estimasi masa manfaat
ekonomis yang menghasilkan persentase
amortisasi tahunan dari harga perolehan atau
nilai wajar sebagai berikut:

3G upfront fee
Merk
Pelanggan

ACCOUNTING

n.

Foreign currency translation


Transactions denominated in foreign currencies
are translated into Rupiah at the exchange
rates prevailing as at the date of the
transaction.

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 28 Page
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)

3.

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING


(lanjutan)
n.

3.

Penjabaran mata uang asing (lanjutan)

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
n.

31/12/2014

31/12/2013

15,133
12,440
10,218
9,422
3,562
3,315

16,717
12,215
10,891
9,639
-

Perpajakan

Euro (EUR) 1
United States Dollar (USD) 1
Australian Dollar (AUD) 1
Singapore Dollar (SGD) 1
Malaysian Ringgit (MYR) 1
Saudi Arabian Riyal (SAR) 1

Realised and unrealised foreign exchange


gains or losses arising from transactions in
foreign currency and from the translation of
foreign currency monetary assets and liabilities
are recognised in the consolidated statements
of comprehensive income.

Keuntungan atau kerugian dari selisih kurs,


yang sudah maupun yang belum terealisasi,
baik yang berasal dari transaksi dalam mata
uang asing maupun penjabaran aset dan
liabilitas moneter dalam mata uang asing
dibebankan
pada
laporan
laba
rugi
komprehensif konsolidasian.
o.

Foreign currency translation (continued)


At each reporting date, monetary assets and
liabilities denominated in foreign currencies are
translated into Rupiah using exchange rates
which prevail as at that date. The exchange
rates of the major foreign currencies used are
as follows (full amount Rupiah):

Pada setiap tanggal pelaporan, aset dan


liabilitas moneter dalam mata uang asing
dijabarkan ke mata uang Rupiah menggunakan
kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Kurs
dari mata uang asing utama yang digunakan
adalah sebagai berikut (nilai Rupiah penuh):

1 Euro (EUR)
1 Dolar Amerika Serikat (USD)
1 Dolar Australia (AUD)
1 Dolar Singapura (SGD)
1 Ringgit Malaysia (MYR)
1 Riyal Saudi Arabia (SAR)

ACCOUNTING

o.

Taxation

Beban pajak penghasilan terdiri dari pajak


penghasilan kini dan pajak penghasilan
tangguhan. Pajak tersebut diakui dalam laporan
laba rugi komprehensif konsolidasian, kecuali
apabila pajak tersebut terkait dengan transaksi
atau kejadian yang langsung diakui ke ekuitas
dan laba komprehensif lainnya.

The income tax expense comprises current and


deferred income tax. Tax is recognised in the
consolidated statements of comprehensive
income account, except to the extent that it
relates to items recognised directly to equity
and other comprehensive income.

Pajak penghasilan kini dihitung dengan


menggunakan tarif pajak yang berlaku pada
tanggal posisi keuangan.

The current income tax is calculated using tax


rates that have been enacted at the financial
position date.

Pajak penghasilan tangguhan diakui dengan


menggunakan balance sheet liability method,
untuk semua perbedaan temporer antara dasar
pengenaan pajak atas aset dan liabilitas
dengan nilai tercatatnya untuk masing-masing
entitas.

Deferred income tax is recognised using the


balance sheet liability method, for all temporary
differences arising between the tax bases of
assets and liabilities and their carrying values
for each entity separately.

Pajak tangguhan diukur dengan menggunakan


tarif pajak yang berlaku atau yang telah secara
substantif berlaku pada tanggal laporan posisi
keuangan konsolidasian dan yang akan
digunakan pada saat aset pajak tangguhan
dipulihkan atau liabilitas pajak tangguhan
dilunasi.

Deferred income tax is determined using tax


rates that have been enacted or substantially
enacted at the consolidated statements of
financial position date and are expected to be
applied when the related deferred income tax
asset is realised or the deferred income tax
liability is settled.

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 29 Page
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)

3.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING


(lanjutan)
o.

p.

Perpajakan (lanjutan)

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)

3.

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
o.

ACCOUNTING

Taxation (continued)

Saldo rugi fiskal yang dapat dikompensasi


diakui sebagai aset pajak tangguhan apabila
besar kemungkinan bahwa jumlah laba fiskal
pada masa mendatang akan memadai untuk
dikompensasi.

Deferred tax assets relating to the carry forward


of unused tax losses are recognised to the
extent that it is probable that future taxable
profit will be available against which the unused
tax losses can be utilised.

Pajak final yang ditangguhkan sejak tanggal


transaksi diamortisasi ke akun beban pajak final
dengan menggunakan metode garis lurus,
seiring dengan amortisasi pendapatan terkait
(lihat Catatan 3f).

Final tax deferred at the transaction date is


subsequently amortised to final tax expense
account using the straight-line method, aligned
with the amortisation of the related revenue
(see Note 3f).

Imbalan kerja

p.

Employee benefits

Imbalan kerja jangka pendek

Short-term employee benefits

Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat


terhutang kepada karyawan berdasarkan
metode akrual.

Short-term employee benefits are recognised


when they accrue to the employees.

Imbalan pascakerja

Post-employment benefits

Imbalan pascakerja seperti pensiun, uang


pisah, dan uang penghargaan masa kerja
dihitung
berdasarkan
Undang-Undang
Ketenagakerjaan No. 13/2003 (UU 13/2003).

Post-employment benefits such as retirement,


severance and service payments are calculated
based on Labour Law No. 13/2003 (Law
13/2003).

Sehubungan dengan imbalan pensiun, sejak


bulan April 2002 Perseroan mengikuti program
pensiun iuran pasti yang diselenggarakan oleh
PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia.

In relation to pension benefits, in April 2002 the


Company entered into a defined contributions
pension
plan
organised
by
PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia.

Program ini disediakan untuk semua karyawan


tetap yang berumur di bawah 50 tahun pada
saat dimulainya program ini di bulan April 2002.
Kontribusi untuk program pensiun ini adalah
10% dari gaji pokok bersih yang terdiri dari 7%
berasal dari Perseroan dan 3% berasal dari
karyawan.

This programme is provided to all permanent


employees who were under 50 years of age at
the commencement of the programme in April
2002. Contributions to the plan are 10% of the
net base salary, comprising 7% from the
Company and 3% from the employee.

Karyawan berhak atas manfaat pensiun dari


dana pensiun yang meliputi kontribusi dana
pensiun dan akumulasi bunganya, apabila
karyawan tersebut pensiun, cacat, atau
meninggal dunia.

Employees are entitled to benefits from the


pension plan, comprising pension fund
contributions and accumulated interest, on
retirement, disability or death.

Sesuai dengan UU 13/2003, Perseroan


berkewajiban
menutupi
kekurangan
pembayaran pensiun bila program yang ada
sekarang belum cukup untuk menutupi
kewajiban sesuai UU 13/2003.

In accordance with Law 13/2003, the Company


has further payment obligations if the benefits
provided by the existing plan do not adequately
cover the obligations under Law 13/2003.

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 30 Page
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
3.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING


(lanjutan)
p.

Imbalan kerja (lanjutan)

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
3.

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
p.

ACCOUNTING

Employee benefits (continued)

Imbalan pascakerja (lanjutan)

Post-employment benefits (continued)

Liabilitas yang diakui di laporan posisi


keuangan konsolidasian adalah nilai kini
liabilitas imbalan pasti pada tanggal laporan
posisi keuangan konsolidasian sesuai dengan
UU 13/2003 atau Peraturan Perseroan (mana
yang lebih tinggi) dan penyesuaian atas biaya
jasa lalu yang belum diakui.

The liabilities recognised in the consolidated


financial statements of financial position are the
present value of the defined benefit obligations
as at consolidated financial statements of
financial position date in accordance with Law
13/2003 or the Companys regulations
(whichever is higher) together with adjustment
for unrecognised past-service costs.

Liabilitas imbalan pasti dihitung oleh aktuaris


independen dengan menggunakan metode
Projected Unit Credit. Dalam menghitung
imbalan pascakerja, aktuaris independen telah
memperhitungkan juga kontribusi yang telah
dilakukan
oleh
Perseroan
kepada
PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia.

The defined benefit obligation is calculated by


an independent actuary using the Projected
Unit Credit method. In calculating postemployment benefits, the independent actuary
has considered the contribution made by the
Company to PT Asuransi Jiwa Manulife
Indonesia.

Nilai kini liabilitas imbalan pasti ditentukan


dengan mendiskontokan estimasi arus kas
keluar masa depan dengan menggunakan
tingkat bunga Obligasi Pemerintah (dengan
pertimbangan saat ini tidak ada pasar aktif
untuk Obligasi korporasi berkualitas tinggi)
dalam mata uang Rupiah, sama dengan mata
uang
dimana
imbalan
tersebut
akan
dibayarkan, dan yang memiliki jangka waktu
yang mendekati jangka waktu liabilitas imbalan
pensiun yang bersangkutan.

The present value of the defined benefit


obligation is determined by discounting the
estimated future cash outflows using the
interest
rates
of
Government
Bonds
(considering currently there is no deep market
for high-quality corporate Bonds) that are
denominated in Rupiah, in which the benefits
will be paid, and that have terms to maturity
approximating to the terms of the related
pension liability.

Perseroan mengakui keuntungan atau kerugian


atas kurtailmen atau penyelesaian suatu
program imbalan pasti ketika kurtailmen atau
penyelesaian tersebut terjadi. Keuntungan atau
kerugian atas kurtailmen atau penyelesaian
terdiri dari perubahan yang terjadi dalam nilai
kini kewajiban imbalan pasti dan biaya jasa lalu
yang belum diakui sebelumnya.

The Company recognised gains or losses on


the curtailment or settlement of a defined
benefit plan when the curtailment or settlement
occurs. The gain or loss on a curtailment or
settlement comprises change in the present
value of the defined obligation and any related
actuarial gains and losses and past-service
cost that had not previously been recognised.

Pesangon pemutusan kontrak kerja

Termination benefits

Perseroan mengakui pesangon pemutusan


kontrak kerja sebagai liabilitas dan beban jika,
dan hanya jika, Perseroan berkomitmen untuk:
memberhentikan pekerja; atau menyediakan
pesangon bagi pekerja yang menerima
penawaran mengundurkan diri secara sukarela
berdasarkan rencana formal terperinci dan
secara realistis kecil kemungkinan untuk
dibatalkan. Jika pesangon pemutusan kontrak
kerja jatuh tempo lebih dari 12 bulan setelah
periode pelaporan maka besarnya pesangon
pemutusan kontrak kerja harus didiskontokan
dengan menggunakan tingkat diskonto.

The Company shall recognise termination


benefits as a liability and an expense when, and
only when, the entity is demonstrably
committed to either: terminate the employment
of employee before the normal retirement date;
or provide termination benefits as a result of an
offer made in order to encourage voluntary
redundancy based on a detailed formal plan
and without realistic possibility of withdrawal.
Where termination benefits fall due more than
12 months after the reporting period, they
should be discounted using the discount rate.

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 31 Page
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)

3.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING


(lanjutan)
p.

q.

Imbalan kerja (lanjutan)

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)

3.

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
p.

ACCOUNTING

Employee benefits (continued)

Kompensasi berbasis saham

Share-based compensation

Perseroan menjalankan program kompensasi


berbasis
saham
dengan
penyelesaian
menggunakan ekuitas. Nilai wajar dari jasa
karyawan yang dikompensasikan dengan
saham Perseroan diakui sebagai beban di
laporan laba rugi komprehensif konsolidasian
sepanjang periode vesting dan mengkredit
akun tambahan modal disetor. Jumlah
keseluruhan yang diakui sepanjang periode
vesting ditentukan berdasarkan nilai wajar
saham yang diberikan pada tanggal pemberian
kompensasi.

The Company operates an equity-settled,


share-based compensation plan. The fair value
of the employee services received in exchange
for the grant of shares is recognised as an
expense in the consolidated statements of
comprehensive income over the vesting period
and credited to additional paid-in capital. The
total amount to be recognised over the vesting
period is determined based on the fair value of
the shares granted on the grant date.

Aset dan liabilitas keuangan

q.

Financial assets and liabilities

Aset keuangan

Financial assets

Perseroan
mengklasifikasikan
aset
keuangannya dalam kategori: (i) aset keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui laporan
laba rugi, (ii) pinjaman yang diberikan dan
piutang. Klasifikasi ini tergantung dari tujuan
perolehan aset keuangan tersebut. Manajemen
menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut
pada saat pengakuan awalnya.

The Company classifies its financial assets in


the following categories: (i) financial assets at
fair value through profit or loss, (ii) loans and
receivables. The classification depends on the
purpose for which the financials assets were
acquired.
Management
determines
the
classification of its financial assets at initial
recognition.

(i)

(i)

Aset keuangan yang diukur pada nilai


wajar melalui laporan laba rugi

Financial assets at fair value through


profit or loss

Aset keuangan yang diukur pada nilai


wajar melalui laporan laba rugi adalah aset
keuangan yang diperdagangkan. Aset
keuangan diklasifikasikan sebagai aset
keuangan yang diperdagangkan jika
perolehannya ditujukan untuk dijual atau
dibeli kembali dalam waktu dekat dan
terdapat bukti adanya kecenderungan
ambil untung dalam jangka pendek.
Piutang derivatif dikategorikan sebagai
aset keuangan yang diperdagangkan
kecuali ditetapkan sebagai lindung nilai.

Financial assets at fair value through profit


or loss are financial assets classified as
held for trading. A financial asset is
classified as held for trading if it is acquired
principally for the purpose of selling or
repurchasing it in the near term and for
which there is evidence of a recent actual
pattern of short-term profit taking.
Derivative receivables are categorised as
asset held for trading unless they are
designated as hedges.

Tidak
ada
aset
keuangan
yang
diklasifikasikan sebagai aset keuangan
yang diperdagangkan kecuali piutang
derivatif.

There are no financial assets categorised


as held for trading except for derivative
receivables.

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 32 Page
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)

3.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING


(lanjutan)
q.

Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)

3.

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
q.

Financial assets and liabilities (continued)

Aset keuangan (lanjutan)

Financial assets (continued)

(i)

(i)

Aset keuangan yang diukur pada nilai


wajar melalui laporan laba rugi (lanjutan)
Keuntungan dan kerugian yang timbul atas
perubahan nilai wajar derivatif, diakui
dalam laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian sebagai bagian dari biaya
keuangan atau penghasilan keuangan.

(ii) Pinjaman yang diberikan dan piutang

ACCOUNTING

Financial assets at fair value through


profit or loss (continued)
Gains and losses arising from changes in
the fair value of derivatives are presented
in the consolidated statements of
comprehensive income within finance cost
or finance income.

(ii) Loans and receivables

Pinjaman yang diberikan dan piutang


adalah aset keuangan non-derivatif dengan
pembayaran tetap atau telah ditentukan
dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif.
Pada saat pengakuan awal, pinjaman yang
diberikan dan piutang diakui pada nilai
wajarnya ditambah biaya transaksi dan
selanjutnya diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan metode
suku bunga efektif.

Loans and receivables are non-derivative


financial assets with fixed or determinable
payments that are not quoted in an active
market. Loans and receivables are initially
recognised at fair value plus transaction
costs and subsequently measured at
amortised cost using the effective interest
rate method.

Pinjaman yang diberikan dan piutang


meliputi kas dan setara kas, piutang usaha,
investasi bersih dalam sewa pembiayaan,
piutang lain-lain dan aset lain-lain.

Loans and receivables consist of cash and


cash equivalents, trade receivables, net
investment in finance leases, other
receivables and other assets.

Penurunan nilai aset keuangan pinjaman


yang diberikan dan piutang

Impairment of financial assets loans and


receivables

Pada setiap tanggal pelaporan, Perseroan


mengevaluasi apakah terdapat bukti yang
obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok
aset keuangan mengalami penurunan nilai.
Aset keuangan atau kelompok aset keuangan
diturunkan nilainya dan kerugian penurunan
nilai telah terjadi, jika dan hanya jika, terdapat
bukti yang obyektif mengenai penurunan nilai
tersebut sebagai akibat dari satu atau lebih
peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal
aset tersebut (peristiwa yang merugikan), dan
peristiwa yang merugikan tersebut berdampak
pada estimasi arus kas masa depan atas aset
keuangan atau kelompok aset keuangan yang
dapat diestimasi secara andal.

The Company assess at the end of the


reporting period whether there is objective
evidence that a financial asset or group of
financial assets is impaired. A financial asset or
a group of financial assets is impaired and
impairment losses are incurred only if there is
objective evidence of impairment as a result of
one or more events that occurred after the initial
recognition of the asset (a loss event) and that
loss event (or events) has an impact on the
estimated future cash flows of the financial
asset or group of financial assets that can be
reliably estimated.

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 33 Page
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)

3.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING


(lanjutan)
q.

Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)

3.

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
q.

ACCOUNTING

Financial assets and liabilities (continued)

Penurunan nilai aset keuangan pinjaman


yang diberikan dan piutang (lanjutan)

Impairment of financial assets loans and


receivables (continued)

Bukti obyektif bahwa aset keuangan atau


kelompok
aset
keuangan
mengalami
penurunan nilai meliputi:

The criteria that the Company uses to


determine that there is objective evidence of an
impairment loss include:

Kesulitan keuangan signifikan yang dialami


pihak peminjam atau penerbit instrumen
keuangan;

Significant financial difficulty of the obligor or


issuer of financial instruments;

Pelanggaran kontrak, seperti terjadinya


wanprestasi atau tunggakan pembayaran
pokok atau bunga;

A breach of contract, such as a default or


delinquency in interest or principal payments;

Pihak pemberi pinjaman, dengan alasan


ekonomi atau hukum sehubungan dengan
kesulitan keuangan yang dialami pihak
peminjam, memberikan keringanan (konsesi)
pada pihak peminjam yang tidak mungkin
diberikan jika pihak peminjam tidak
mengalami kesulitan tersebut;

The lender, for economic or legal reasons


relating to the borrowers financial difficulty,
granting to the borrower a concession that
the lender would not otherwise consider;

Terdapat
kemungkinan
bahwa
pihak
peminjam akan dinyatakan pailit atau
melakukan reorganisasi keuangan lainnya;

It becomes probable that the borrower will


enter
bankruptcy
or
other
financial
reorganisation;

Hilangnya pasar aktif dari aset keuangan


akibat kesulitan keuangan; atau

Disappearance of an active market for that


financial asset because of financial
difficulties; or

Data
yang
dapat
diobservasi
mengindikasikan adanya penurunan yang
dapat diukur atas estimasi arus kas masa
depan dari kelompok aset keuangan sejak
pengakuan awal aset dimaksud, meskipun
penurunannya belum dapat diidentifikasi
terhadap aset keuangan secara individual
dalam kelompok aset tersebut, termasuk:

Observable data indicating that there is a


measurable decrease in the estimated future
cash flows from a portfolio of financial assets
since the initial recognition of those assets,
although the decrease cannot yet be
identified with the individual financial assets
in the portfolio, including:

i.

Memburuknya status pembayaran pihak


peminjam dalam kelompok tersebut; dan

i. Adverse changes in the payment status of


borrowers in the portfolio; and

ii.

Kondisi ekonomi nasional atau lokal


yang berkorelasi dengan wanprestasi
atas aset dalam kelompok tersebut.

ii. National or local economic conditions that


correlate with defaults on the assets in the
portfolio.

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 34 Page
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)

3.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING


(lanjutan)
q.

Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)

3.

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
q.

ACCOUNTING

Financial assets and liabilities (continued)

Penurunan nilai aset keuangan pinjaman


yang diberikan dan piutang (lanjutan)

Impairment of financial assets loans and


receivables (continued)

Jumlah kerugian tersebut diukur sebagai selisih


antara nilai tercatat aset dengan nilai kini
estimasi arus kas masa depan (tidak termasuk
kerugian kredit di masa depan yang belum
terjadi) yang didiskonto menggunakan suku
bunga efektif awal dari aset tersebut. Nilai
tercatat aset tersebut dikurangi dan jumlah
kerugian diakui pada laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian.

The amount of the loss is measured as the


difference between the assets carrying amount
and the present value of estimated future cash
flows (excluding future credit losses that have
not been incurred) discounted at the financial
assets original effective interest rate. The
assets carrying amount is reduced and the
amount of the loss is recognised in the
consolidated statements of comprehensive
income.

Jika pinjaman yang diberikan dan piutang


memiliki suku bunga variabel, maka tingkat
diskonto yang digunakan untuk mengukur
setiap kerugian penurunan nilai adalah suku
bunga efektif yang berlaku yang ditetapkan
dalam kontrak. Sebagai panduan praktis,
Perseroan
dapat
mengukur
penurunan
terhadap nilai wajar instrumen dengan
menggunakan harga pasar yang dapat
diobservasi.

If loans and receivables has a variable interest


rate, the discount rate for measuring any
impairment loss is the current effective interest
rate determined under the contract. As a
practical expedient, the Company may measure
impairment on the basis of an instruments fair
value using an observable market price.

Jika, pada periode berikutnya, jumlah kerugian


penurunan nilai berkurang dan pengurangan
tersebut dapat dikaitkan secara obyektif pada
peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai
diakui (seperti meningkatnya peringkat kredit
debitor), maka pembalikan atas kerugian
penurunan nilai yang sebelumnya telah diakui
dicatat pada laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian.

If, in a subsequent period, the amount of the


impairment loss decreases and the decrease
can be related objectively to an event occurring
after the impairment was recognised (such as
an improvement in the debtors credit rating),
the reversal of the previously recognised
impairment loss is recognised in consolidated
statements of comprehensive income.

Liabilitas keuangan

Financial liabilities

Perseroan
mengklasifikasikan
liabilitas
keuangannya dalam kategori (i) liabilitas
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
laporan laba rugi dan (ii) liabilitas keuangan
yang
diukur
dengan
biaya
perolehan
diamortisasi.

The Company classifies its financial liabilities


into the following category (i) financial liabilities
at fair value through profit or loss and (ii)
financial liabilities measured at amortised cost.

(i)

(i)

Liabilitas keuangan yang diukur pada


nilai wajar melalui laporan laba rugi
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
wajar melalui laba rugi adalah liabilitas
keuangan yang diperdagangkan.

Financial liabilities at fair value through


profit or loss
Financial liabilities at fair value through
profit or loss are financial liabilities
classified as held for trading.

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 35 Page
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)

3.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING


(lanjutan)
q.

Aset dan liabilitas keuangan (lanjutan)

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)

3.

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
q.

ACCOUNTING

Financial assets and liabilities (continued)

Liabilitas keuangan (lanjutan)

Financial liabilities (continued)

(i)

(i)

Liabilitas keuangan yang diukur pada


nilai wajar melalui laporan laba rugi
(lanjutan)

Financial liabilities at fair value through


profit or loss (continued)

Liabilitas
keuangan
diklasifikasikan
sebagai
liabilitas
keuangan
yang
diperdagangkan
jika
perolehannya
ditujukan untuk dijual atau dibeli kembali
dalam waktu dekat dan terdapat bukti
adanya
kecenderungan
pengambilan
keuntungan dalam jangka pendek.

A financial liability is classified as held for


trading if it is acquired principally for the
purpose of selling or repurchasing it in the
near term and for which there is evidence
of a recent actual pattern of short-term
profit taking.

Hutang derivatif dikategorikan sebagai


liabilitas keuangan yang diperdagangkan
kecuali ditetapkan sebagai lindung nilai.

Derivative payables are categorised as


liabilities held for trading unless they are
designated as hedges.

Tidak ada liabilitas keuangan yang


diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan
yang diperdagangkan kecuali hutang
derivatif.

There are no financial liabilities categorised


as held for trading except for derivative
payables.

Keuntungan dan kerugian yang timbul atas


perubahan nilai wajar derivatif, diakui
dalam laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian
sebagai
bagian
dari
penghasilan atau biaya keuangan.

Gains and losses arising from changes in


the fair value of derivatives are presented
in the consolidated statements of
comprehensive income within finance
income or finance cost.

(ii) Liabilitas keuangan yang diukur dengan


biaya perolehan diamortisasi
Liabilitas
keuangan
yang
tidak
diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan
yang diukur pada nilai wajar melalui
laporan laba rugi diklasifikasikan dalam
kategori ini dan diukur pada biaya
perolehan diamortisasi. Liabilitas keuangan
yang diukur pada biaya perolehan
diamortisasi antara lain hutang usaha dan
hutang lain-lain, beban yang masih harus
dibayar, pinjaman dan liabilitas sewa
pembiayaan.

(ii) Financial
liabilities
amortised cost

measured

at

Financial liabilities that are not classified as


at fair value through profit or loss fall into
this category and are measured at
amortised
cost.
Financial
liabilities
measured at amortised cost are trade and
other payables, accrued expenses, loans
and finance lease liabilities.

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 36 Page
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)

3.

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING


(lanjutan)
r.

s.

Penurunan nilai aset nonkeuangan

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)

3.

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
r.

Impairment of non-financial assets

Aset yang memiliki masa manfaat yang tidak


terbatas tidak diamortisasi namun diuji
penurunan nilainya setiap tahun, atau lebih
sering apabila terdapat peristiwa atau
perubahan pada kondisi yang mengindikasikan
kemungkinan penurunan nilai. Aset yang tidak
diamortisasi diuji ketika terdapat indikasi bahwa
nilai
tercatatnya
mungkin
tidak
dapat
dipulihkan. Penurunan nilai diakui jika nilai
tercatat aset melebihi jumlah terpulihkan.
Jumlah terpulihkan adalah yang lebih tinggi
antara nilai wajar aset dikurangi biaya untuk
menjual dan nilai pakai aset. Dalam
menentukan
penurunan
nilai,
aset
dikelompokkan pada tingkat yang paling rendah
dimana terdapat arus kas yang dapat
diidentifikasi. Aset nonkeuangan selain goodwill
yang mengalami penurunan nilai diuji setiap
tanggal pelaporan untuk menentukan apakah
terdapat kemungkinan pemulihan penurunan
nilai.

Assets that have an indefinite useful life are not


subject to amortisation but tested annually for
impairment, or more frequently if events or
changes in circumstances indicate that they
might be impaired. Assets that are subject to
amortisation are reviewed for impairment
whenever events or changes in circumstances
indicate that the carrying amount may not be
recoverable. An impairment loss is recognised
for the amount by which the assets carrying
amount exceeds its recoverable amount. The
recoverable amount is the higher of an assets
fair value less costs to sell and value in use. For
the purposes of assessing impairment, assets
are grouped at the lowest levels for which there
are separately identifiable cash flows. Nonfinancial assets other than goodwill that suffer
impairment are reviewed for possible reversal
of the impairment at each reporting date.

Pemulihan rugi penurunan nilai, untuk aset


selain goodwill, diakui jika, dan hanya jika,
terdapat perubahan estimasi yang digunakan
dalam menentukan jumlah terpulihkan aset
sejak pengujian penurunan nilai terakhir kali.
Pembalikan rugi penurunan nilai tersebut diakui
segera dalam laba rugi, kecuali aset yang
disajikan pada jumlah revaluasian sesuai
dengan PSAK lain.

Reversal on impairment loss for assets other


than goodwill would be recognised if, and only
if, there has been a change in the estimates
used to determine the assets recoverable
amount since the last impairment test was
carried out. Reversal on impairment losses will
be immediately recognised on profit or loss,
except for assets measured using the revalution
model as required by other PSAK.

Laba bersih per saham

s.

Dividen
Pembagian dividen kepada para pemegang
saham Perseroan diakui sebagai liabilitas
dalam laporan keuangan konsolidasian pada
periode ketika dividen tersebut disetujui oleh
para pemegang saham Perseroan.

Basic earnings per share


Basic earnings per share is calculated by
dividing profit/ (loss) for the period with the
weighted average number of ordinary shares
outstanding during the reporting period.

Laba bersih per saham dasar dihitung dengan


membagi laba/ (rugi) periode berjalan dengan
jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang
beredar sepanjang periode pelaporan.
t.

ACCOUNTING

t.

Dividends
Dividend distribution to the Companys
shareholders is recognised as a liability in the
consolidated financial statements in the period
in which the dividends are approved by the
Companys shareholders.

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 37 Page
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)

3.

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)

IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING


(lanjutan)
u.

Penggunaan estimasi

3.

SUMMARY OF SIGNIFICANT
POLICIES (continued)
u.

Goodwill
Pengukuran
Catatan 3c.

v.
goodwill

dijabarkan

pada

Use of estimates
The preparation of
consolidated financial
statements in conformity with the Indonesian
Financial Accounting Standards requires
management
to
use
estimates
and
assumptions that affect the reported amounts of
assets and liabilities, the disclosure of
contingent assets and liabilities as at the date
of the consolidated financial statements, and
the reported amounts of revenues and
expenses during the reporting period. Actual
results could differ from those estimates.

Penyusunan laporan keuangan konsolidasian


sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia mengharuskan manajemen untuk
membuat
estimasi
dan
asumsi
yang
mempengaruhi jumlah aset dan liabilitas,
pengungkapan aset dan liabilitas kontinjen
pada tanggal laporan keuangan konsolidasian
serta jumlah pendapatan dan beban selama
periode pelaporan. Hasil yang sebenarnya
mungkin berbeda dengan jumlah yang
diestimasi.
v.

ACCOUNTING

Goodwill
Goodwill is measured as described in Note 3c.

Goodwill atas akuisisi entitas anak dicatat


sebesar harga perolehan dikurangi dengan
akumulasi kerugian penurunan nilai dan diuji
penurunan nilainya setiap tahun.

Goodwill on acquisition of subsidiaries is carried


at cost less accumulated impairment losses and
tested for impairment annually.

Goodwill dialokasikan pada setiap unit


penghasil kas atau kelompok unit penghasil kas
dalam rangka menguji penurunan nilai. Alokasi
tersebut dibuat untuk unit penghasil kas atau
kelompok unit penghasil kas yang diharapkan
mendapat manfaat dari kombinasi bisnis
dimana goodwill tersebut timbul. Kerugian
penurunan nilai atas goodwill tidak dapat
dipulihkan.

Goodwill is allocated to cash-generating units or


groups of cash-generating units for the purpose
of impairment testing. The allocation is made to
those cash-generating units or groups of cashgenerating units that are expected to benefit
from the business combination in which the
goodwill arose. Impairment losses on goodwill
are not reversed.

Keuntungan atau kerugian atas pelepasan


entitas anak termasuk nilai tercatat dari
goodwill yang terkait dengan entitas yang dijual.

The gains or losses on disposal of subsidiaries


include the carrying amount of goodwill relating
to the entity sold.

w. Saham treasuri

w. Treasury shares

Ketika Perseroan membeli modal sahamnya


sendiri (saham treasuri), imbalan yang dibayar,
termasuk biaya tambahan yang secara
langsung dapat diatribusikan (dikurangi pajak
penghasilan) dikurangkan dari ekuitas yang
diatribusikan kepada pemilik ekuitas Perseroan
sampai saham tersebut dibatalkan atau
diterbitkan kembali.

Where the Company purchases its own share


capital (treasury shares), the consideration
paid, including any directly attributable
incremental costs (net of income taxes) is
deducted from equity attributable to the
Companys equity holders until the shares are
cancelled or reissued.

Ketika saham biasa tersebut selanjutnya


diterbitkan kembali, imbalan yang diterima,
dikurangi biaya tambahan transaksi yang terkait
dan dampak pajak penghasilan yang terkait
dimasukkan pada ekuitas yang dapat
diatribusikan kepada pemilik ekuitas Perseroan.

Where such ordinary shares are subsequently


reissued, any consideration received, net of any
directly attributable incremental transaction
costs and the related income tax effects, is
included in equity attributable to the Companys
equity holders.

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 46 Page
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)

9.

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)

ASET TAKBERWUJUD (lanjutan)

9.

INTANGIBLE ASSETS (continued)

Sehubungan dengan penggabungan usaha dengan


AXIS yang efektif pada tanggal 8 April 2014 (lihat
Catatan
2),
Perseroan
diharuskan
untuk
mengembalikan satu blok frekuensi 3G miliknya
kepada Pemerintah Indonesia seperti yang
diwajibkan oleh Kementerian Komunikasi dan
Informatika
sebagai
syarat
persetujuan
penggabungan usaha tersebut.

In relation to the merger transaction to AXIS which


effective on 8 April 2014 (see Note 2), the Company
is required to return one block of its 3G frequency to
the Government of Indonesia as required by
Ministry of Communication and Information as its
condition in approving the merger.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Komunikasi


dan Informatika No. 591 tahun 2014 tanggal 3 Juni
2014, Menteri Komunikasi dan Informatika
menyatakan pengalihan frekuensi 2G GSM 900/
DCS 1800 yang dimiliki oleh AXIS kepada
Perseroan dan pengembalian blok 8 kepada
Pemerintah. Selanjutnya, Perseroan diwajibkan
untuk mengatur ulang blok 11 yang diakuisisi dari
AXIS ke blok frekuensi yang sebelumnya
merupakan
blok
8.
Perseroan
diharuskan
mengembalikan blok 8 tersebut selambat-lambatnya
4 (empat) bulan sejak tanggal penerbitan surat
keputusan tersebut. Lebih lanjut, Surat Keputusan
Menteri Komunikasi dan Informatika No. 592 tahun
2014 pada tanggal 3 Juni 2014, menetapkan alokasi
spektrum pada lokasi blok 8, 9 dan 10 untuk
Perseroan.

Based on the decision letter from Minister


Communication and Information No. 591 tahun 2014
dated 3 June 2014, Minister Communication and
Information confirming the transfer of 2G frequency
GSM 900/ DCS 1800 owned by AXIS to the
Company and the returning of block 8 to the
Government. Consequently, the Company should
re-tune block 11 that was acquired from AXIS to exblock 8 frequency. The Company shall return the
block 8 at the latest 4 (four) months from the date of
the decision letter. Furthermore, the decision letter
from Minister Communication and Information
No. 592 tahun 2014 dated 3 June 2014 confirmed
the allocated spectrum to the Company which were
at blocks 8, 9 and 10 locations.

10. INVESTASI PADA PENGENDALIAN BERSAMA


ENTITAS

10. INVESTMENT
ENTITY

IN

JOINTLY

CONTROLLED

31/12/2014
% kepemilikan efektif/
% of effective ownership

Investasi pada akhir tahun/


Investment at end of the year

50%

103,993

31/12/2013
% kepemilikan efektif/
% of effective ownership

Investasi pada akhir tahun/


Investment at end of the year

PT XL Planet (XLJV)
(sebelumnya bernama/ previously known as
PT XL Planet Digital)

50%

205,685

Pengendalian bersama entitas yang dimiliki oleh


Perseroan baru memulai kegiatan operasi pada
bulan Maret 2014.

Jointly controlled entity of the Company exclusively


commenced its commercial operation in March
2014.

Investee
PT XL Planet (XLJV)
(sebelumnya bernama/ previously known as
PT XL Planet Digital)

Investee

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 47 Page
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)

10. INVESTASI PADA PENGENDALIAN BERSAMA


ENTITAS (lanjutan)

10. INVESTMENT
IN
ENTITY (continued)

CONTROLLED

The Companys share of the assets and liabilities of


jointly controlled entity are as follows:

Bagian Perseroan atas aset dan liabilitias


pengendalian bersama entitas adalah sebagai
berikut:
31/12/2014
Jumlah aset lancar
Jumlah aset tidak lancar
Jumlah liabilitas jangka pendek
Jumlah liabilitas jangka panjang

JOINTLY

52,329
82,609
23,771
701

31/12/2013
180,791
33,569
12,065
182

Total current assets


Total non-current assets
Total current liabilities
Tota non-current liabilities

Pada tanggal 31 Desember 2014, manajemen


berkeyakinan bahwa tidak terdapat indikasi
penurunan nilai untuk investasi pada pengendalian
bersama entitas.

As at 31 December 2014, management believes


that there was no indication of impairment for
investment in jointly controlled entity.

Lihat Catatan 30d untuk rincian informasi.

See Note 30d for further details.

11. HUTANG USAHA DAN HUTANG LAIN-LAIN

11. TRADE AND OTHER PAYABLES

31/12/2014
Pihak ketiga
- Pembelian aset tetap dan
beban operasi
- Hutang interkoneksi dan
jasa telekomunikasi
- Lain-lain

31/12/2013

3,822,922

2,840,800

544,845
67,470

381,102
-

4,435,237

3,221,902

Pihak-pihak berelasi

Third parties
Purchase of fixed assets and operational expenditure
Interconnection and telecommunications
service payable
Other -

- Hutang interkoneksi dan


jasa telekomunikasi

9,227

3,729

Related parties
Interconnection and telecommunications
service payable

Jumlah hutang usaha dan


hutang lain-lain

4,444,464

3,225,631

Total trade and other


payables

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 84 Page
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)

30. PERIKATAN (lanjutan)


c.

Perikatan biaya tahunan 3G (lanjutan)

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)

30. COMMITMENTS (continued)


c.

In accordance to decision letter of Minister of


Communication & Information and Decree No.
192 year 2013 dated 5 March 2013, the
Company obtained an additional spectrum
allocation of 5 MHz.

Sesuai surat keputusan Menteri Komunikasi


dan Informatika No. 192 Tahun 2013 tanggal
5 Maret
2013,
Perseroan
memperoleh
tambahan alokasi spektrum sebesar 5 MHz.
d.

Investasi kontribusi modal saham


Pada tanggal 16 Mei 2013, Perseroan
menandatangani perjanjian dengan SK Planet
Co., Ltd (SKP) dan SK Planet Global Holdings
Pte. Ltd., (SKGH) dimana SKP dan Perseroan
setuju untuk melakukan perjanjian joint venture
dengan
membentuk
perusahaan
baru.
Perjanjian tersebut menetapkan bahwa SKGH
dan Perseroan akan memberikan kontribusi
masing-masing sebesar USD 18,3 juta untuk
modal saham awal dan masing-masing akan
memegang 50% dari total modal saham XLJV
(lihat Catatan 10). Sesuai dengan perjanjian
tersebut, SKGH dan Perseroan berkomitmen
untuk melakukan penilaian terhadap kondisi
pasar sampai dengan 2015 dan akan
memberikan kontribusi tambahan modal saham
berdasarkan kondisi yang ditetapkan di
perjanjian.

31. KONTINJENSI

3G annual fees commitments (continued)

d.

Investment in capital contribution


On 16 May 2013, the Company entered into an
agreement with SK Planet Co., Ltd (SKP) and
SK Planet Global Holdings Pte. Ltd., (SKGH)
whereby SKP and the Company agreed to
enter into a joint venture arrangement by
incorporating a new limited liability company.
The agreement stipulates that SKGH and the
Company shall contribute USD 18.3 million
each for the initial share capital and shall
respectively hold 50% of the total share capital
of XLJV (see Note 10). In accordance with the
agreement, SKGH and the Company commit to
assess the market conditions up to 2015 and
shall contribute additional share capital based
on the conditions stated in the agreement.

31. CONTINGENCY

Pada tanggal 1 November dan 14 Desember 2007,


Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU)
menetapkan
keputusan
untuk
melakukan
pemeriksaan awal dan pemeriksaan tahap kedua
(lanjutan)
terhadap
Perseroan
dan
tujuh
penyelenggara telekomunikasi lainnya atas dugaan
kesepakatan penetapan tarif SMS (kartel) yaitu
pelanggaran Pasal 5 Undang-Undang Anti Monopoli
(UU No. 5/1999).

On 1 November and 14 December 2007, the


Indonesia Business Competition Supervisory
Commission (KPPU) issued decisions regarding a
preliminary and a second stage continued
investigation into the Company and seven other
telecommunication companies based on allegations
of SMS price-fixing (cartel), which is a breach of
Article 5 of the Anti-Monopoly Law (Law No.
5/1999).

Apabila Perseroan terbukti telah melakukan


kesepakatan penetapan tarif SMS, maka KPPU
dapat memerintahkan Perseroan untuk membayar
penalti maksimal Rp 25.000 dan merevisi tarif SMS
Perseroan. Jika keputusan KPPU menyatakan
bahwa penetapan tarif tersebut merugikan
konsumen, maka Perseroan dapat dituntut melalui
class action oleh masyarakat pengguna jasa
Perseroan. Masing-masing kemungkinan tersebut
dapat berakibat material terhadap Perseroan, baik
reputasi dan laba usaha.

In the event that the Company is found liable for


SMS price-fixing, the KPPU may order the Company
to pay fines up to Rp 25,000 and require the
Company to revise its SMS charges. In the event
that the KPPU's decision stipulates that the alleged
price fixing has caused consumer loss, the
Company may also be exposed to consumer class
action suits. Each of these decisions could have a
material adverse effect on the Companys business,
reputation and profitability.

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 112 Page
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
38. KOMBINASI BISNIS

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
38. BUSINESS COMBINATION

Pada tanggal 26 September 2013, Perseroan


menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat
PT AXIS Telekom Indonesia (AXIS) dengan Saudi
Telecom Company (STC) dan Teleglobal
Investment
B.V
(Teleglobal).
Berdasarkan
perjanjian tersebut, Teleglobal akan menjual saham
dan Perseroan akan membeli saham Teleglobal di
AXIS dengan kondisi tertentu. Kondisi - kondisi
tersebut, mencakup (1) alokasi spektrum tertentu
oleh regulator, (2) persetujuan dari regulator dan
pemegang saham Perseroan, (3) membayar USD
100 untuk kepemilikan saham, dan (4) mengambil
alih kewajiban keuangan AXIS sebesar USD 865
juta dan persyaratan tertentu lainnya yang tertera
dalam perjanjian.

On 26 September 2013, the Company signed a


Conditional
Sale
Purchase
Agreement
of
PT AXIS Telekom Indonesia (AXIS) with Saudi
Telecom Company (STC) and Teleglobal
Investment
B.V.
(Teleglobal).
Under
the
agreement, Teleglobal shall sell and the Company
shall purchase Teleglobals share ownership in
AXIS under certain conditions. The conditions,
include (1) allocation of certain spectrum by the
regulator, (2) approval from the regulator and the
shareholders of the Company, (3) pay USD 100 for
the share ownership, and (4) assume AXIS financial
indebtedness of USD 865 million and certain other
requirements set out in the agreement.

Pada tanggal 19 Maret 2014, Perseroan telah


mengakuisisi
95%
saham
AXIS,
sebuah
perusahaan yang melakukan kegiatan dalam usaha
penyelenggaraan jasa telekomunikasi setelah
semua kondisi dalam perjanjian jual dan beli telah
terpenuhi. Perseroan juga mendapatkan hak untuk
mengakuisisi 5% saham AXIS yang tersisa, yang
telah dieksekusi pada bulan April 2014. Total harga
perolehan untuk akuisisi adalah USD 100 setara
dengan Rp 1. Setelah akuisisi, AXIS melakukan
penggabungan usaha dengan Perseroan pada
tanggal 8 April 2014 untuk memenuhi kondisi yang
diharuskan oleh regulator terkait dengan akuisisi ini
(lihat Catatan 2).

As at 19 March 2014, the Company acquired 95%


shares of AXIS, a company which provides
telecommunications services after all the conditions
in the sale and purchase agreement have been
fulfilled. The Company was also granted a right to
acquire the remaining 5% of the shares of AXIS,
which was then exercised in April 2014. The total
consideration for the acquisition was USD 100
equivalent to Rp 1. Subsequent to the acquisition,
AXIS merged with the Company on 8 April 2014 to
fulfill the pre-conditions required by the regulator for
this acquisition (refer to Note 2).

Transaksi
material
berupa
akuisisi
dan
penggabungan usaha di atas telah disetujui oleh
Rapat Umum Pemegang Saham berdasarkan
Risalah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
sebagaimana dimuat dalam Akta Pernyataan
Keputusan Rapat No. 13 tanggal 5 Februari 2014
dihadapan Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., Notaris di
Jakarta.

The above material transaction in form of acquisition


and merger has been approved by General Meeting
of Shareholders based on the Minutes of
Extraordinary General Meeting of Shareholders
under Deed No. 13 dated 5 February 2014, which
was overseen by Aryanti Artisari, S.H., M.Kn, Notary
in Jakarta.

Dengan akuisisi dan penggabungan usaha ini,


Perseroan berharap dapat mengukuhkan posisinya
sebagai operator terkuat nomor dua di industri
telekomunikasi
dan
penambahan
spektrum
Perseroan terutama di frekwensi 1.800 MHz akan
berguna untuk meningkatkan kualitas layanan yang
lebih baik kepada pelanggan, dan diharapkan
kinerja bisnis dan pangsa pasar Perseroan di
industri akan semakin meningkat di masa
mendatang.

With this acquisition and merger, the Company


expects to strengthen its position as the second
strongest operator in telecommunications industry
and the increase of the Companys spectrum on
1,800 MHz will improve service quality to
subscribers,
and
expectedly
increase
the
Companys business performance and market share
in the industry in the future.

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 113 Page
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)
38. KOMBINASI BISNIS (lanjutan)

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)
38. BUSINESS COMBINATION (continued)

Perhitungan
sementara
goodwill
sebesar
Rp 6.105.148 yang timbul dari akuisisi tersebut
diatribusikan pada skala ekonomis yang diharapkan
akan diperoleh dengan menggabungkan operasi
Perseroan dan AXIS. Tidak ada perhitungan
sementara goodwill yang diharapkan dapat menjadi
pengurang pajak penghasilan.

The provisional calculation of goodwill of


Rp 6,105,148 arising from the acquisition is
attributable to the economies of scale expected from
combining the operations of the Company and
AXIS. None of the provisional goodwill expected to
be deductible for income tax purposes.

Tabel berikut ini merupakan rekonsiliasi arus kas


yang dibayarkan dan diperoleh dalam akuisisi:

The following table is the reconciliation of cash flows


for payment and receipt from the acquisition:
19 Maret/
March
2014

Imbalan kas yang dibayar


Dikurangi saldo kas yang diperoleh

1
(22,145)

Cash consideration
Less balance of cash acquired

Arus kas masuk - aktivitas investasi

(22,144)

Cash inflow - investing activities

Pada tanggal 19 Maret 2014, sebagai bagian dari


transaksi jual dan beli saham AXIS (lihat Catatan 2),
Perseroan atas nama AXIS, telah membayar
sejumlah hutang dagang, hutang derivatif dan
pinjaman kepada pihak terkait.

On 19 March 2014, as part of the sale and purchase


transaction of AXIS shares (see Note 2), the
Company on behalf of AXIS, has repaid certain
outstanding trade payables, derivative payables,
and borrowing to the respective parties.

Tabel berikut ini merangkum harga perolehan,


jumlah aset yang diperoleh dan liabilitas yang
diambilalih pada tanggal akuisisi.

The following table summarises the purchase


consideration, the amounts of assets acquired and
liabilities assumed recognised at the acquisition
date.
19 Maret/
March
2014

Harga perolehan
- Kas yang dibayar
- Aset indemnifikasi
- Hubungan yang telah ada sebelumnya

1
(994,179)
669,392

Purchase consideration
Cash paid Indemnification assets Pre-existing relationships -

Jumlah imbalan yang dialihkan

(324,786)

Total consideration transferred

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 114 Page
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)

38. KOMBINASI BISNIS (lanjutan)

38. BUSINESS COMBINATION (continued)

Jumlah yang diakui atas aset teridentifikasi yang


diperoleh dan liabilitas yang diambil alih:

Recognised amounts of identifiable assets acquired


and liabilities assumed:

Nilai wajar/
Fair value
Kas dan setara kas
Aset lancar selain
kas dan setara kas
Aset tetap
Aset takberwujud:
Spektrum
Merk
Pelanggan
Aset tidak lancar lainnya
Liabilitas
Hubungan yang telah ada sebelumnya
Liabilitas pajak tangguhan
atas akuisisi
Jumlah liabilitas neto yang diambil alih
Goodwill

22,145

(422,134)

Cash and cash equivalents


Current assets other than
cash and cash equivalents
Fixed assets
Intangible assets:
Spectrum
Brand
Customers
Other non-current assets
Liabilities
Pre-existing relationships
Deferred tax liabilities
arisen from the acquisition

(6,429,934)

Total net liabilities assumed

839,272
3,705,378
5,712,343
164,310
127,659
111,305
(17,359,604)
669,392

6,105,148

Goodwill

(324,786)
Biaya yang terkait dengan akuisisi sebesar
Rp 316.131 telah dibebankan pada laporan laba
rugi komprehensif konsolidasian untuk periode yang
berakhir pada 31 Desember 2014.

Acquisition-related costs of Rp 316,131 have been


charged to the consolidated statement of
comprehensive income for the period ended
31 December 2014.

Nilai wajar aset lancar lain selain kas dan setara kas
sebesar Rp 839.272, dan termasuk di dalamnya
piutang usaha dengan nilai wajar sebesar
Rp 52.191. Jumlah kontraktual bruto piutang usaha
sebesar Rp 28.061 telah jatuh tempo. Diperkirakan
piutang usaha sebesar Rp 2.571 tidak dapat ditagih.

The fair value of current assets other than cash and


cash equivalents is Rp 839,272 and includes trade
receivables with a fair value of Rp 52,191. The
gross contractual amount of trade receivables of
Rp 28,061 was already due. It is expected that
Rp 2,571 of the trade receivable was uncollectible.

Aset
indemnifikasi
sebesar
Rp
994.179
mencerminkan jaminan bank yang diberikan oleh
pemegang saham utama AXIS terdahulu kepada
Perseroan untuk memulihkan semua klaim potensial
dari ketetapan pajak yang diterbitkan oleh kantor
pajak terkait dengan kurang bayar PPN AXIS (lihat
Catatan 16d dan 28e).

Indemnification assets of Rp 994,179 represents


bank guarantee provided by the previous majority
shareholder of AXIS to the Company to cover all
potential claims from the tax assessment issued by
the tax office related to AXIS VAT underpayment
(refer to Notes 16d and 28e).

PT XL AXIATA Tbk
DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES
Halaman 115 Page
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN-TAHUN YANG BERAKHIR
31 DESEMBER 2014 DAN 2013
(Dinyatakan dalam jutaan Rupiah,
kecuali dinyatakan lain)

NOTES TO THE CONSOLIDATED


FINANCIAL STATEMENTS
FOR THE YEARS ENDED
31 DECEMBER 2014 AND 2013
(Expressed in millions of Rupiah,
unless otherwise stated)

38. KOMBINASI BISNIS (lanjutan)

38. BUSINESS COMBINATION (continued)

Nilai wajar dari aset tetap dan aset takberwujud


yang diperoleh sebesar Rp 9.709.691 berasal dari
penilaian oleh penilai independen. Nilai wajar aset
dan liabilitas lainnya yang teridentifikasi sama
dengan nilai buku pada tanggal akuisisi.

Fair value of acquired fixed assets and intangible


assets of Rp 9,709,691 is derived from the valuation
by an independent valuer. The fair value of others
identified assets and liabilities equals to their book
value at the date of acquisition.

Pendapatan AXIS yang termasuk dalam laporan


laba rugi komprehensif sejak 20 Maret 2014 sampai
dengan tanggal merger adalah sebesar Rp 144.128
AXIS juga memberikan kontribusi rugi sebesar
Rp 123.259 selama periode yang sama.

The revenue included in the profit or loss since


20 March 2014 up to the date of merger contributed
by AXIS was Rp 144,128, AXIS also contributed to a
loss of Rp 123,259 over the same period.

Jika AXIS dikonsolidasi sejak 1 Januari 2014, maka


laporan keuangan konsolidasian akan menunjukkan
pendapatan proforma sebesar Rp 23.993.659 dan
rugi proforma dari kegiatan usaha normal periode
berjalan sebesar Rp 5.121.823.

Had AXIS been consolidated from 1 January 2014,


the consolidated statements would have shown
proforma revenue of Rp 23,993,659 and a proforma
loss from normal operation for the period of
Rp 5,121,823.

Tidak terdapat pergerakan atas


goodwill pada 31 Desember 2014.

tercatat

There were no movements in the carrying amount of


goodwill as of 31 December 2014.

Manajemen berkeyakinan transaksi kombinasi


bisnis yang dilakukan telah sesuai dengan
peraturan OJK.

Management
believes
that
the
business
combination transaction is conducted in accordance
with the OJKs regulations.

39. INFORMASI TAMBAHAN UNTUK


ARUS KAS KONSOLIDASIAN

nilai

LAPORAN

39. SUPPLEMENTARY
INFORMATION
CONSOLIDATED STATEMENTS OF
FLOWS

FOR
CASH

Significant activities not affecting cash flows:

Kegiatan signifikan yang tidak mempengaruhi arus


kas:
31/12/2014

31/12/2013

Pembelian aset tetap dan


pengakuan aset terkait
transaksi jual dan sewa-balik
melalui hutang

2,456,539

Penerbitan saham baru terkait


kompensasi berbasis saham

Purchase of fixed assets


and recognition of assets
related to sale and leaseback
1,359,386 transaction through liabilities
Issuance of new shares in
relation to shared-based
45,998
compensation

2s

Kerugian yang belum direalisasi atas aset


keuangan yang tersedia untuk dijual
- bersih

1d,2e,
40

Kenaikan kepentingan non-pengendali


dari tambahan setoran modal
1.540.938

5.564.552)

-)

1.314.939)

-)

-)

-)

-)

617.589)

-)

-)

309.103

87.415

87.415

221.688

221.688

(478.631)

-)

-)

-)

-)

-)

(1.335.701)

-)

(1.335.701)

-)

-)

857.070)

-)

857.070)

-)

-)

-)

-)

-)

-)

-)

-)

-)

-)

-)

-)

111.193)

(111.193)

Atribusi kepada pemilik entitas induk


Keuntungan
(kerugian)
Selisih kurs
yang belum
karena
penjabaran direalisasi atas
Selisih nilai
aset keuangan
laporan
transaksi
keuangan
restrukturisasi
yang tersedia
dalam
entitas
untuk dijual
sepengendali
valuta asing
bersih

Tahun berakhir 31 Desember 2013

770.311

117.217

653.094

653.094

56.157.717)

-)

-)

(2.859.981)

(117.217)

-)

14.253.831)

-)

-)

-)

14.253.831)

44.881.084)

-)

44.881.084)

Saldo laba
Telah
Belum
ditentukan
ditentukan
penggunaannya penggunaannya

1.613)

-)

-)

-)

-)

-)

(3.641)

(3.641)

-)

-)

-)

5.254)

-)

5.254)

Komponen
ekuitas
lainnya

Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan

Saldo per 31 Desember 2013

1c,2ac,
20

Selisih modal dari transaksi saham


treasuri

31

Dividen kas

-)

(35.623)

2d
31

Cadangan umum

-)

Jumlah laba komprehensif tahun berjalan

Selisih nilai transaksi kombinasi bisnis


entitas sepengendali

-)

-)
-)

Komponen ekuitas lainnya

-)

-)

-)

-)

-)

2h

Selisih kurs karena penjabaran laporan


keuangan dalam valuta asing

4.285.236)

1.540.938

(617.589)

-)

(111.193)

-)

(617.589)

4. 396.429)

Tambahan
modal
disetor

Modal
saham
diperoleh
kembali
(saham
treasuri)

1.540.938

2d

Laba tahun berjalan

Saldo per 1 Januari 2013


Dampak penerapan PSAK No. 38
(Revisi 2012)
Saldo per 1 Januari 2013, setelah
dampak penerapan PSAK No. 38
(Revisi 2012)

Catatan

Modal
ditempatkan
dan disetor
penuh

LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN


TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2013
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK

63.865.603)

-)

1.932.528)

(2.859.981)

-)

(35.623)

13.001.904)

(3.641)

(1.335.701)

87.415)

14.253.831)

51.826.775)

-)

51.826.775)

Jumlah
ekuitas
pemilik
entitas induk

101.075

27.500

2.408

2.408

71.167

71.167

Kepentingan
nonpengendali

63.966.678)

27.500)

1.932.528)

(2.859.981)

-)

(35.623)

13.004.312)

(3.641)

(1.335.701)

87.415)

14.256.239)

51.897.942)

-)

51.897.942)

Jumlah
ekuitas

345

Laporan Tahunan BCA 2013

355

PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2013
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1. UMUM (Lanjutan)
d.

Entitas Anak (lanjutan)


PT Asuransi Umum BCA
PT Asuransi Umum BCA (sebelumnya bernama PT Central Sejahtera Insurance), sebuah
perusahaan yang berdomisili di Indonesia dan berlokasi di Gedung WTC Mangga Dua Lantai 3A,
Blok CL 003, Jalan Mangga Dua Raya Kav. 8, Jakarta Utara, bergerak di bidang industri
perasuransian, terutama di bidang asuransi umum atau kerugian, dalam arti seluas-luasnya.
PT Asuransi Umum BCA berdiri pada tahun 1988 dengan nama PT Asuransi Ganesha Danamas.
Pada tahun 2006, PT Asuransi Ganesha Danamas berubah nama menjadi PT Transpacific General
Insurance dan kemudian pada tahun 2011 menjadi PT Central Sejahtera Insurance seiring
perubahan kepemilikan saham kepada Dana Pensiun BCA sebesar 75% (tujuh puluh lima persen)
dan PT BCA Finance (Entitas Anak) sebesar 25% (dua puluh lima persen).
Berdasarkan Akta Jual Beli No. 64 tanggal 28 Juni 2013, Bank mengakuisisi 75% kepemilikan
saham atas PT Central Sejahtera Insurance dari Dana Pensiun BCA dengan harga perolehan Rp
102.000. Pembelian tersebut telah mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam
Suratnya No. S-300/D.05/2013 pada tanggal 23 Juli 2013 dan Bank Indonesia dalam Suratnya No.
15/62/DPB/PB3-7/Rahasia pada tanggal 17 September 2013. Transaksi ini merupakan transaksi
kombinasi bisnis entitas sepengendali, sehingga dicatat sesuai dengan PSAK No. 38 (Revisi 2012)
dengan metode penyatuan kepemilikan (pooling-of-interests).
Pada tanggal 5 Desember 2013, berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham
Luar Biasa PT Central Sejahtera Insurance No. 7 yang dibuat dihadapan Notaris Veronica Sandra
Irawaty Purnadi, S.H., PT Central Sejahtera Insurance berubah nama menjadi PT Asuransi Umum
BCA. Perubahan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam Surat Keputusannya No. AHU-64973.AH.01.02 tanggal 11 Desember 2013.
Jumlah aset bersih yang diperoleh dan goodwill yang timbul dari akuisisi tersebut pada tanggal
akuisisi adalah sebagai berikut:
Jumlah
Harga pembelian awal
Dikurangi: Nilai wajar aset Entitas Anak yang diperoleh
Goodwill

102.000)
(76.798)
25.202)

Jumlah
Kas yang dibayarkan untuk pembelian Entitas Anak, termasuk biaya transaksi
Dikurangi: Kas dan setara kas Entitas Anak yang diakuisisi
Kas keluar bersih atas akuisisi PT Asuransi Umum BCA

102.000)
(128.574)
(26.574)

Laporan Tahunan BCA 2013

358

PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2013
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)


d. Perubahan kebijakan akuntansi
d.1. Standar dan perubahan yang berlaku efektif mulai tanggal 1 Januari 2013
Berikut ini adalah standar dan perubahan yang berlaku efektif untuk laporan keuangan
dengan periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1.Januari 2013, yang relevan terhadap
Bank dan Entitas Anak:
a.

PSAK No. 38 (Revisi 2012), Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali


Transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, berupa pengalihan bisnis yang
dilakukan dalam rangka reorganisasi entitas-entitas yang berada dalam suatu kelompok
usaha yang sama, bukan merupakan perubahan kepemilikan dalam arti substansi
ekonomi, sehingga transaksi tersebut tidak dapat menimbulkan laba atau rugi bagi
kelompok usaha secara keseluruhan maupun entitas individual dalam kelompok usaha
tersebut.
Transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali, menurut PSAK No. 38 (Revisi 2012),
Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali, diakui pada jumlah tercatat berdasarkan
metode penyatuan kepemilikan. Entitas yang menerima bisnis maupun yang melepas
bisnis mengakui selisih antara jumlah imbalan yang dialihkan/diterima dan jumlah
tercatat dari transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali di ekuitas dalam akun
tambahan modal disetor.
Pernyataan ini diterapkan secara prospektif. Sesuai dengan ketentuan transisi dari
PSAK No. 38 (Revisi 2012), saldo selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas
sepengendali berdasarkan PSAK No. 38 (Revisi 2004), Akuntansi Restrukturisasi
Entitas Sepengendali, pada tanggal awal penerapan pernyataan ini disajikan di ekuitas
dalam akun tambahan modal disetor dan selanjutnya tidak dapat diakui sebagai laba
rugi direalisasi atau direklasifikasi ke saldo laba. Bank dan Entitas Anak telah
mereklasifikasi saldo selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali pada
tanggal 1 Januari 2013 sebesar Rp 111.193 ke dalam akun tambahan modal disetor.

b.

Penyesuaian PSAK No. 60, Instrumen Keuangan: Pengungkapan


Penerapan penyesuaian PSAK No. 60 tidak memiliki dampak atas hasil keuangan Bank
dan Entitas Anak karena standar tersebut hanya berkaitan dengan pengungkapan
mengenai instrumen keuangan.

d.2. Standar akuntansi yang diterbitkan tetapi belum efektif


Terdapat beberapa standar akuntansi yang sudah terbit tetapi belum efektif untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2013 dan belum diterapkan di dalam penyusunan laporan
keuangan konsolidasian ini.
Standar akuntansi yang berlaku efektif mulai tanggal 1 Januari 2014 dan yang relevan
terhadap Bank dan Entitas Anak adalah PSAK No. 102 (Revisi 2013), Akuntansi
Murabahah.

Laporan Tahunan BCA 2013

440

PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2013
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

20. MODAL SAHAM (Lanjutan)

FarIndo Investments (Mauritius) Ltd. qualitate qua (qq)


Sdr. Robert Budi Hartono dan Sdr. Bambang Hartono**)
Anthony Salim
Komisaris:
Djohan Emir Setijoso
Tonny Kusnadi
Raden Pardede
Cyrillus Harinowo
Sigit Pramono
Direksi:
Jahja Setiaatmadja
Eugene Keith Galbraith
Anthony Brent Elam
Dhalia Mansor Ariotedjo
Suwignyo Budiman
Subur Tan
Renaldo Hector Barros
Erwan Yuris Ang
Henry Koenaifi
Armand W. Hartono
Pemegang saham publik****)
Modal saham diperoleh kembali (saham treasuri)***)
**)
***)
****)

31 Desember 2012
Jumlah lembar
Jumlah nilai
saham
nominal

11.625.990.000

726.624

47,15

434.079.976

27.130

1,76

25.299.234
96.776
96.776
96.776
96.776

1.581
6
6
6
6

0,10
0,00
0,00
0,00
0,00

10.205.362
344.075
8.039.489
6.403.404
6.518.151
5.864.575
191.830
1.090.299
187.915
184.000
12.331.443.586
24.456.229.000
198.781.000
24.655.010.000

638
22
502
400
407
367
12
68
12
12
770.715
1.528.514
12.424
1.540.938

0,04
0,00
0,03
0,03
0,03
0,02
0,00
0,01
0,00
0,00
50,02
99,19
0,81
100,00

Sesuai dengan Surat Bank Indonesia No. 12/21/DPB3/TPB3-7 tanggal 25 Pebruari 2010.
Nilai harga perolehan pembelian kembali saham adalah sebesar Rp 617.589 (lihat Catatan 1c).
Pada komposisi saham yang dimiliki pemegang saham publik, sebesar 2,45% dimiliki oleh pihak yang terafiliasi dengan
ultimate shareholders; sebesar 0,02% dimiliki oleh Robert Budi Hartono dan sebesar 0,02% dimiliki oleh Bambang Hartono.

21. TAMBAHAN MODAL DISETOR


Tambahan modal disetor pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 terdiri dari:
31 Desember

Tambahan modal disetor dari pembayaran modal saham


Eliminasi atas saldo rugi melalui kuasi reorganisasi tanggal
31 Oktober 2000*)
Tambahan modal disetor dari eksekusi opsi saham
Selisih modal dari transaksi saham treasuri (Catatan 1c)
Selisih nilai transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali
(Catatan 2d)
*)

2013

2012

29.453.007)

29.453.007)

(25.853.162)
296.088)
1.815.435

(25.853.162)
296.088)
500.496)

(146.816)
5.564.552)

-)
4.396.429)

Pada tanggal 31 Oktober 2000, Bank menerapkan PSAK No. 51, Akuntansi Kuasi Reorganisasi, untuk mendapatkan laporan
yang dimulai dari awal yang baik (fresh start). Pelaporan fresh start mengharuskan penilaian kembali seluruh aset dan
liabilitas yang tercatat dengan menggunakan nilai wajarnya dan eliminasi atas saldo rugi (defisit). Dengan penerapan kuasi
reorganisasi, saldo rugi Bank pada tanggal 31 Oktober 2000 sebesar Rp 25.853.162 telah dieliminasi ke akun tambahan modal
disetor. Penerapan kuasi reorganisasi ini telah disetujui oleh Bank Indonesia melalui surat No. 3/165/DPwB2/IDWB2 tanggal
21 Pebruari 2001 dan oleh para pemegang saham di dalam RUPSLB tanggal 12 April 2001 (notulen rapat dibuat oleh Notaris
Hendra Karyadi, S.H., dalam Akta No. 25).

Laporan Tahunan BCA 2013

462

PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2013
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

40. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI


Perubahan kepentingan non-pengendali atas kekayaan bersih Entitas Anak adalah sebagai berikut:
Tahun berakhir 31 Desember
2013
2012
Saldo, awal tahun
Tambahan setoran modal pada PT BCA Sekuritas (Catatan 1d)
Bagian kepentingan non-pengendali atas laba (rugi) bersih Entitas Anak
tahun berjalan
Saldo, akhir tahun

71.167)
27.500)

24.424)
50.000)

2.408)
101.075)

(3.257)
71.167)

41. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI


Pihak berelasi

Sifat dari hubungan

FarIndo Investments (Mauritius) Ltd


PT BCA Finance

Pemegang Saham
Entitas anak

BCA Finance Limited


PT Bank BCA Syariah

Entitas anak
Entitas anak

PT BCA Sekuritas

Entitas anak

PT Asuransi Umum BCA

Entitas anak

PT Asuransi Jiwa BCA


PT Adiwisesa Mandiri Building
Product Indonesia
PT Arga Bareksa Indonesia

Entitas asosiasi
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dana pensiun pemberi kerja
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama

PT Angkasa Komunikasi Global


Utama
PT Bamboe Jaya Plantation
PT Borneo Muria Plantation
PT Bukit Muria Jaya Estate
PT Bukit Muria Jaya
PT Caturguwiratna Sumapala
PT Cipta Karya Bumi Indah
Dana Pensiun BCA
PT Darta Media Indonesia
PT Daya Maju Lestari

Laporan Tahunan BCA 2013

Sifat dari transaksi


Simpanan nasabah
Kredit yang diberikan, simpanan
nasabah, aset keuangan untuk
diperdagangkan, liabilitas lainlain, pembiayaan bersama
Simpanan nasabah
Giro pada bank lain, simpanan
nasabah
Kredit yang diberikan, simpanan
nasabah
Giro pada bank lain, simpanan
nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Iuran dana pensiun
Kredit yang diberikan, simpanan
nasabah
Simpanan nasabah

463

PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2013
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

41. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI (Lanjutan)


Pihak berelasi
PT Daya Sumber Makmur
PT Djarum
PT Ecogreen Oleochemicals
PT Energi Batu Hitam
PT Fajar Surya Perkasa
PT Fajar Surya Swadaya
PT Gemilang Sawit Kencana
PT Global Digital Niaga
PT Graha Padma Internusa
PT Grand Indonesia
PT Hartono Istana Teknologi
PT Indo Paramita Sarana
PT Innovisi Tesmak Indonesia
PT Intershop Prima Center
PT Intertobacco Utama Industry
PT Kapuas Rimba Sejahtera
PT Kumparan Kencana Electrindo
PT Lingkarindah Plantation
PT Lingkarmulia Indah
PT Maju Abadi Sigaret
PT Marga Sadhya Swasti
PT Margo Hotel Development
PT Margo Property Development
PT Mediapura Digital Indonesia
PT Merah Cipta Media
PT Muria Sigaret Industri

Sifat dari hubungan


Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama

Sifat dari transaksi


Kredit yang diberikan, simpanan
nasabah
Kredit yang diberikan, simpanan
nasabah
Garansi yang diberikan, Letter
of Credit, simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Kredit yang diberikan, simpanan
nasabah
Simpanan nasabah
Kredit yang diberikan, aset lainlain, simpanan nasabah, garansi
yang diberikan, sewa
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Kredit yang diberikan, simpanan
nasabah
Simpanan nasabah

Laporan Tahunan BCA 2013

464

PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2013
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

41. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI (Lanjutan)


Pihak berelasi
PT Nagaraja Lestari
PT Neka Boga Perisa
PT Palma Asri Sejahtera
PT Palma Megah Mulia
PT Peniti Sungai Purun
PT Poly Kapitalindo
PT Polyvisi Rama Optik
PT Profesional Telekomunikasi
Indonesia
PT Puri Dibya Property
PT Roberta Prima Tobacco
PT Sapta Utama Persada
PT Sarana Kencana Mulya
PT Sarana Menara Nusantara Tbk
PT Silva Rimba Lestari
PT Stevania Ultra Tobacco
PT Suarniaga Indonesia
PT Sumber Cipta Multiniaga
PT Supravisi Rama Optik
Manufacturing
PT Swarnadwipa Serdangdjaja
PT Tanjung Indah Plantation
PT Tricipta Mandhala Gumilang
PT Trigana Putera Mandiri
PT Victory Supra Sigaret
Personil manajemen kunci

Sifat dari hubungan


Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dimiliki oleh pemegang saham
akhir yang sama
Dewan Komisaris dan Direksi
Bank

Sifat dari transaksi


Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Kredit yang diberikan, simpanan
nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Simpanan nasabah
Kredit yang diberikan, simpanan
nasabah, imbalan kerja

Dalam menjalankan kegiatan normal usahanya, Bank melakukan transaksi-transaksi dengan pihak
berelasi karena hubungan kepemilikan dan/atau kepengurusan. Semua transaksi dengan pihak-pihak
berelasi telah dilakukan dengan kebijakan dan syarat yang telah disepakati bersama.

Laporan Tahunan BCA 2013

465

PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2013
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

41. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI (Lanjutan)


Perincian saldo dan transaksi yang signifikan dengan pihak berelasi yang tidak dikonsolidasikan pada
tanggal 31 Desember 2013 dan 2012, serta tahun yang berakhir pada tanggal tersebut adalah sebagai
berikut:

Jumlah
Kredit yang diberikan (Catatan 12)
Aset lain-lain*)
Simpanan dari nasabah (Catatan 16)
Fasilitas kredit kepada nasabah yang belum
digunakan (Catatan 22)
Fasilitas Letter of Credit yang diberikan kepada
nasabah (Catatan 22)
Bank garansi yang diterbitkan kepada nasabah
(Catatan 22)
Pendapatan bunga dan syariah (Catatan 23)
Beban bunga dan syariah (Catatan 24)
Beban sewa (Catatan 29)
Iuran dana pensiun (Catatan 28)
*)

31 Desember
2013
Persentase dari
jumlah akun
yang
Jumlah
bersangkutan

2012
Persentase dari
jumlah akun
yang
bersangkutan

475.706
293.197
987.860

0,15%
4,47%
0,24%

549.567
305.685
1.484.745

0,21%
4,88%
0,40%

171.904

0,15%

90.329

0,08%

23.439

0,27%

13.063

0,17%

50.700
31.168
19.221
13.015
124.306

0,47%
0,09%
0,24%
1,17%
1,81%

31.911
59.930
7.286
13.015
111.451

0,38%
0,21%
0,10%
1,35%
1,81%

Merupakan pembayaran sewa yang dibayar di muka dan uang jaminan sewa kepada PT Grand Indonesia.

Kompensasi atas personil manajemen kunci Bank adalah sebagai berikut:


Tahun berakhir 31 Desember
2013
2012
Imbalan kerja jangka pendek (termasuk tantiem)
Imbalan kerja jangka panjang
Jumlah

275.688
15.180
290.868

279.562
15.180
294.742

Perjanjian sewa dengan PT Grand Indonesia


Pada tanggal 11 April 2006, Bank menandatangani perjanjian sewa-menyewa dengan PT Grand
Indonesia (pihak berelasi), dimana Bank menyewa secara jangka panjang dari PT Grand Indonesia
ruangan kantor seluruhnya seluas 28.166,88 m2 senilai USD 35.631.103,20 termasuk Pajak
Pertambahan Nilai (PPN), dengan hak opsi untuk juga menyewa secara jangka panjang ruangan
tambahan dengan luas 3.264,80 m2 senilai USD 4.129.972 termasuk PPN. Transaksi sewa-menyewa
tersebut telah mendapat persetujuan dari Direksi dan Pemegang Saham melalui RUPSLB Bank pada
tanggal 25 Nopember 2005 (notulen dibuat oleh Notaris Hendra Karyadi, S.H., dengan Akta No. 11).
Perjanjian sewa-menyewa tersebut dimulai sejak tanggal 1 Juli 2007 dan akan berakhir pada tanggal
30 Juni 2035.
Bank diwajibkan membayar uang muka pada tanggal 5 Desember 2005 sebesar USD 3.244.092,50
termasuk PPN dan sepuluh kali cicilan masing-masing sebesar USD 3.238.701,07 termasuk PPN
selama periode dari tanggal 15 April 2006 sampai dengan tanggal 31 Desember 2006.

Laporan Tahunan BCA 2013

466

PT BANK CENTRAL ASIA Tbk DAN ENTITAS ANAK


CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
TAHUN BERAKHIR 31 DESEMBER 2013
(Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

41. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK BERELASI (Lanjutan)


Perjanjian sewa dengan PT Grand Indonesia (lanjutan)
Pada tanggal 31 Desember 2006, Bank telah membayar sebesar USD 32.392.402,13 termasuk PPN
dan dicatat sebagai aset lain-lain. Pada tanggal 2 Januari 2007, Bank melakukan pelunasan
(pembayaran cicilan kesepuluh) sebesar USD 3.238.701,07 termasuk PPN.
Pada tanggal 29 Juni 2007, Bank telah melakukan pembayaran untuk sewa ruangan tambahan lantai
28 dan 29 dengan luas 3.264,80 m2 senilai USD 4.129.972 termasuk PPN.
Kesepakatan tersebut di atas telah diaktakan dengan Akta Notaris No. 14 oleh Notaris Hendra
Karyadi, S.H., tanggal 11 April 2006.
Terhitung mulai periode Mei 2008, Bank telah melakukan amortisasi untuk sewa dibayar dimuka
tersebut. Pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012, total pembayaran sewa dibayar dimuka yang
telah diamortisasi masing-masing sebesar Rp 73.750 dan Rp 60.736, sehingga sisa saldo pembayaran
sewa dibayar di muka kepada PT Grand Indonesia pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 masingmasing adalah sebesar Rp 290.664 dan Rp 303.678, yang dicatat dalam aset lain-lain.
Pada tanggal 24 Oktober 2008, Bank telah melakukan pembayaran uang jaminan untuk sewa ruangan
tambahan untuk lantai 30 dan 31 dengan luas 3.854,92 m2 senilai USD 208.165,68. Kesepakatan
tersebut di atas telah diaktakan dengan Akta Notaris No. 110 oleh Notaris Dr. Irawan Soerodjo, S.H.,
Msi., tanggal 22 Mei 2008.
Pembayaran sewa untuk lantai 30 dan 31 telah dimulai pada tanggal 1 Agustus 2009, dimana sesuai
dengan kesepakatan antara Bank dan PT Grand Indonesia, terhitung sejak tanggal pembayaran sewa
pertama (tanggal 1 Agustus 2009), maka Bank akan melakukan pembayaran sewa setiap tiga bulan
sekali hingga masa sewa berakhir.

42. JAMINAN PEMERINTAH TERHADAP LIABILITAS PEMBAYARAN BANK UMUM


Berdasarkan Undang-Undang No. 24 tentang Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) tanggal
22 September 2004, efektif sejak tanggal 22 September 2005, LPS dibentuk untuk menjamin liabilitas
tertentu bank-bank umum berdasarkan program penjaminan yang berlaku, yang besaran nilai
jaminannya dapat berubah jika memenuhi kriteria tertentu yang berlaku. Undang-undang tersebut
telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 3 tahun 2008, yang mana
telah ditetapkan menjadi undang-undang sejak tanggal 13 Januari 2009 berdasarkan Undang-undang
Republik Indonesia No. 7 tahun 2009.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 66/2008 tanggal 13 Oktober 2008
mengenai besarnya nilai simpanan yang dijamin LPS, pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012,
jumlah simpanan yang dijamin LPS adalah simpanan sampai dengan Rp 2.000 untuk per nasabah per
bank.
Pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012, Bank adalah peserta dari program penjaminan tersebut.

Laporan Tahunan BCA 2013

DAFTAR PUSTAKA
Ikatan Akuntan Indonesia. 2012. Standar Akuntansi Indonesia. Jakarta: Salemba
Empat
Ikatan Akuntan Indonesia. 2015. Standar Akuntansi Indonesia. Jakarta: Salemba
Empat
Sartono, Dr. R. Agus. 2010. Manajemen Keuangan : Teori dan Aplikasi. Edisi 4.
BPFE Yogyakarta
Richard E. Baker, Valdean C. Lembke, Thomas E. King, Cynthia G. Jeffrey, dll. 2010.
Akuntansi Keuangan Lanjutan (Perspektif Indonesia) Advanced Financial
Accounting. Buku 1. Salemba 4. McGraw Hill
Juan, Ng Eng., Wahyuni, Ersa Tri. Panduan Praktis Standar Akuntansi Keuangan,
2nd ed. Salemba Empat
Jeter, Chaney. 2012. Advance Accounting. John Wiley & Sons Singapore Pte.Ltd
.
Akuntasi
Keuangan
Lanjutan.
http://www.slideshare.net
/phatar/akuntansi-keuangan-lanjutan-32265293
https://ambartriwidiastuti.wordpress.com/2014/09/17/merger-konsolidasiakuisisi.html
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/07/merger-dan-akuisisi-pengertianjenis.html?m=1
. Laporan Keuangan Konsolidasian. http://www.academia.edu.
/5535663
. Laporan Keuangan Konsolidasi.
Com/moneter/laporan-keuangan-konsolidasi
. Laporan
assets/laporan

Keuangan

Indosat.

http://ekonomi.kompasiana.

http://www.assets.indosat.com/

. Laporan Keuangan PT XL Axiata Tbk. http://www.xl.co.id


/corporate/id/investor/informasi/laporan-tahunan
. Laporan Keuangan Konsolidasian. http://www.bca.co.id/include/
download/laporan_tahunan2013/Laporan_Keuangan_Konsolidasian.pdf

Kombinasi Bisnis dan


Konsolidasi

PELAPORAN KORPORAT
Group

1406515463 Widyo Hatmadi

Investasi Pada Entitas Lain

1406590173 Nina Marlina

Kombinasi Bisnis

1406515324 Paula

Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali

1406590311 Stephanie Kathleen

Laporan Keuangan

I. Investasi Pada Entitas Lain


PSAK

15 Investasi Pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama

66 Pengaturan Bersama

Definisi Perusahaan Asosiasi

Perusahaan asosiasi didefinisikan dalam PSAK 15 sebagai suatu


perusahaan yang investornya memiliki pengaruh signifikan. Yang
dimaksud pengaruh signifikan adalah kewenangan untuk
berpartisipasi dalam keputusan yang menyangkut kebijakan
keuangan serta operasi investee, tetapi bukan merupakan
pengendalian terhadap kebjiakan tersebut

Kriteria Pengaruh Signifikan

Memliki Saham di atas 20%

Memiliki beberapa ciri yaitu :


1.

Adanya direksi di pihak investee

2.

Adanya pertukaran personil manajerial

3.

Penyediaan informasi teknis pokok

4.

Adanya transaksi material antara entitas dengan investee

Metode Pelaporan Keuangan

Metode yang digunakan metode ekuitas

Apa itu metode ekuitas?

Menurut metode ekuitas, investasi pada awalnya dicatat sebesar


biaya perolehan tetapi kemudian secara periodik disesuaikan untuk
mengubah hak kepemilikan proporsional investor atas kenaikan
atau penurunan aset neto perusahaan asosiasi

Pengecualian Metode Ekuitas

Namun ada beberapa pengecualian untuk peraturan tersebut,


misal jika bagian investor atas kerugian perusahaan asosiasi
melebihi nilai tercatat dari investasi, maka investasi dilaporkan nihil
dan apabila perusahaan asosiasi selanjutnya laba, maka investor
akan mengakui penghasilan apabila setelah bagiannya atas laba
menyamai bagiannya ata kerugian yang belum diakui

Saat Berhentinya Metode Ekuitas

Jika investor tidak lagi memiliki pengaruh signifikan atas suatu


perusahaan asosiasi, maka investor harus menghentikan
penggunaan metode ekuitas. Dan apabila investor tidak lagi
memiliki pengaruh signifikan atas suatu perusahaan asosiasi maka
jumlah investasi yang terbawa pada tanggal di saat investor
tersebut tidak lagi menjadi perusahaan asosiasi harus diperlakukan
sebagai biaya perolehan.

Penerapan Selisih Antara Biaya


Perolehan dan Aset Neto

Selisih antara biaya mengakuisisi saham di perusahaan asosiasi dan


bagian proporsional investor atas aset neto perusahaan asosiasi
dapat dikelompokan menjadi goodwill dan penyesuaian nilai
wajar.

Goodwill yang berhubungan dengan perusahaan asosiasi akan


disertakan dalam nilai tercatat dari investasi. Selain itu, goodwill
tidak diamortisasi dan karenanya tidak akan disertakan dalam
bagian investor atas laba-rugi perusahaan asosiasi.

penyesuaian nilai wajar tidak akan disajikan dalam aset dan


liabilitas laporan posisi keuangan konsolidasi. Namun, penyesuaian
yang memadai pada bagian investor atas laba-rugi perusahaan
asosiasi akan dibuat, misalnya untuk menjelaskan penyusutan aset
yang dapat disusutkan berdasarkan nilai wajarnya pada tanggal
akuisisi.

Kepemilikan Saham Tidak Langsung

Perusahaan induk dapat memiliki saham di perusahaan asosiasi


secara langsung maupun tidak langsung. Dengan cara tidak
langsung dapat memiliki perusahaan asosiasi melalui anak
perusahaan. Misal PT A mempunyai kepemilikan saham sebesar 90%
atas PT B dan PT B memiliki saham atas PT C sebesar 30% maka
secara tidak langsung PT A dianggap memiliki pengaruh signifikan
terhadap PT C.

Definisi Pengaturan Bersama

10

perjanjian kontraktual antara dua atau lebih pihak untuk


melaksanakan kegiatan ekonomi yang dikendalikan bersama.
Ventura bersama dapat dilakukan dalam berbagai bentuk dan
struktur PSAK 12 mengatur tiga jenis umum ventura bersama, yaitu
- Pengendalian bersama Operasi

- Pengendalian bersama Aset


- Pengendalian bersama entitas

Pengendalian Bersama Operasi

11

Pengendalian bersama operasi adalah bila dua atau lebih venturer


menggabungkan operasi, sumber daya, dan keahliannya dalam
rangka memproduksi, memasarkan, dan mendistribusikan bersama
suatu produk. Di dalam pelaporannya pada pengendalian
bersama operasi setiap venturer harus membukukan dan
menyajikan dalam laporan keuangannya masing-masing.

Pelaporan Keuangan (PBO)

Aset yang dikendalikannya dan liabilitas yang timbul

Beban yang terjadi dan bagiannya atas pendapatan bersama dari


penjualan barang atas jasa oleh ventura bersama tersebut.

12

Pengendalian Bersama Aset

Pengendalian bersama aset adalah aset yang diserahkan atau


dibeli untuk digunakan dalam melaksanakan kegiatan ventura
bersama. Para venturer melakukan pengendalian bersama dan
bagian partisipasi bersama atas satu atau lebih aset. Masingmasing venturer dapat mengambil bagiannya atas output yang
dihasilkan oleh aset tersebut dan masing-masing memikul
bagiannya atas beban yang terjadi.

Pelaporan Keuangan (PBA)

13

14

Bagiannya atas aset yang dikendalikan bersama dan bagiannya


atas setiap liabilitas bersama yang ditanggung bersama oleh para
venturer
Setiap liabilitas yang menjadi tanggungannya sendiri

Pendapatan dari penjualan atau penggunaan bagiannya atas


output ventura bersama dan bagiannya atas beban bersama yang
terjadi pada ventura bersama

Beban yang menjadi tanggungannya sendiri sehubungan dengan


partisipasinya dalam ventura bersama

Pengendalian Bersama Entitas

Pengedalian bersama entitas adalah ventura bersama yang


melibatkan pendirian suatu perseroan terbatas (PT), firma atau
bagian usaha lain di mana masing- masing venturer memiliki
bagian partisipasi. Entitas ini beroperasi dalam cara yang sama
seperti entitas lainnya, kecuali adanya perjanjian kontraktual antara
venturer yang menciptakan pengendalian bersama atas kegiatan
ekonomi entitas. Di dalam pelaporannya pada pengendalian
bersama entitas dikategorikan menjadi pelaporan dalam laporan
keuangan konsolidasi venturer dan pelaporan dalam laporan
keuangan venturer sendiri.

Peralihan dari PSAK 12 Ke PSAK 66

15

16

Jenis pengaturan bersama ini menjadi lebih sederhana dari PSAK


sebelumnya yang mempunyai tiga jenis bentuk usaha
pengendalian bersama, yaitu pengendalian bersama operasi, aset
dan entitas. PSAK 66 mengatur ada dua jenis pengendalian
bersama yaitu operasi bersama dan ventura bersama.

Operasi Bersama

17

Operasi bersama adalah pengaturan bersama yang mengatur


bahwa para pihak yang memiliki pengendalian besama atas
pengaturan memiliki hak atas aset, dan kewajiban terhadap
liabilitas, terkait dengan pengaturan tersebut. Para pihak tersebut
disebut operator bersama.

Ventura Bersama

18

Ventura bersama adalah pengaturan bersama yang mengatur


bahwa para pihak yang memiliki pengendalian bersama atas
pengaturan memiliki hak atas aset neto pengaturan tersebut. Para
pihak tersebut disebut venturer bersama. Dalam hal pelaporan
keuangannya ventura bersama mengakui kepentingannya dalam
ventura bersama sebagai investasi dan mencatat investasi tersebut
dengan menggunakan metode ekuitas.

Struktur Pengendalian Bersama

Pengaturan bersama yang tidak dibentuk melalui kendaraan


terpisah

Pengaturan bersama yang dibentuk melalui kendaraan terpisah

Struktur Pengendalian Bersama

19

20

Pertimbangan bentuk
hukum, persyaratan
pengaturan kontraktual,
dan relevan
Dibentuk melalui
kendaraan terpisah
Ventura Bersama
Pengendalian Bersama

Tidak dibentuk melalui


kendaraan terpisah

Operasi Bersama

10

PT XL Axiata Tbk
Penerapan

21
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 2014

PT XL Axiata Tbk
dan Entitas Anak

PT XL Axiata Tbk
Penerapan

22
Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 2014

PT XL Axiata Tbk
dan Entitas Anak

11

PT XL Axiata Tbk
Penerapan

23
Catatan atas Laporan Keuangan 3a Dasar Penyusunan LK

PT XL Axiata Tbk
dan Entitas Anak

PT XL Axiata Tbk
Penerapan
PT XL Axiata Tbk
dan Entitas Anak

24
Catatan atas Laporan Keuangan No. 10 Investasi pada
pengendalian bersama entitas

12

PT XL Axiata Tbk
Penerapan

PT XL Axiata Tbk
dan Entitas Anak

PT XL Axiata Tbk
Penerapan
PT XL Axiata Tbk
dan Entitas Anak

25
Catatan atas Laporan Keuangan No. 10 Investasi pada
pengendalian bersama entitas

26
Catatan atas Laporan Keuangan No. 30d Investasi kontribusi
modal saham

13

PT XL Axiata Tbk
Penerapan

27
Notes 29 - Informasi mengenai pihak pihak berelasi 2014

PT XL Axiata Tbk
dan Entitas Anak

PT XL Axiata Tbk
Penerapan

28
Notes 29 - Informasi mengenai pihak pihak berelasi 2014

PT XL Axiata Tbk
dan Entitas Anak

14

29

II. Kombinasi Bisnis


PSAK

22 Kombinasi Bisnis

Kombinasi Bisnis

30

Bisnis

Rangkaian aktivitas dan aset diintegrasikan yang mampu diadakan


dan dikelola dengan tujuan memberikan hasil dalam bentuk
dividen, biaya yang lebih rendah, atau manfaat ekonomi lain
secara langsung kepada investor atau pemilik, anggota, atau
pelaku lainnya.

Kombinasi Bisnis

Suatu transaksi atau peristiwa lain dimana pihak pengakuisisi


memperoleh pengendalian atas satu atau lebih bisnis. Termasuk
sebagai kombinasi bisnis adalah penggabungan sesungguhnya
(true merger) atau penggabungan setara (merger of equals).

15

Beberapa Jenis Kombinasi Bisnis (Merger)


31
MERGER

Penggabungan dua atau lebih perusahaan dimana hanya akan


ada satu perusahaan yang bertahan dari berbagai perusahaan
yang bergabung dan perusahaan lainnya dibubarkan.

Pengelompokkan Merger
- Merger Horizontal

Merger yang terjadi apabila satu perusahaan menggabungkan


diri dengan perusahaan lain dalam jenis bisnis yang sama,
dengan produk atau jasa yang dihasilkan juga sama.

- Merger Vertikal

Merupakan
penggabungan
perusahaan
yang
keterkaitan antara input-output maupun pemasaran.

memiliki

- Merger Congeneric Yaitu penggabungan dua perusahaan yang sejenis atau dalam
industri yang sama tetapi tidak memproduksi produk yang sama
maupun tidak ada keterkaitan supplier dan customer.

Beberapa Jenis Kombinasi Bisnis (Merger)


32
32
Pengelompokkan Merger

32

Merger Konglomerat

Merupakan merger antara dua atau lebih perusahaan dari


industri yang berbeda.

Kelebihan Merger

Pengambilalihannya dianggap lebih sederhana dan lebih murah


dibanding pengambilalihan yang lain.

Kekurangan Merger

Dalam melakukan merger harus ada persetujuan dari para


pemegang saham masing-masing perusahaan, sedangkan untuk
mendapatkan persetujuan tersebut diperlukan waktu yang lama.

16

Beberapa Jenis Kombinasi Bisnis (Akuisisi)


33
AKUISISI

Terjadi ketika sebuah perusahaan membeli sebagian besar saham


perusahaan yang diakuisisi, sehingga pengendalian manajemen
perusahaan yang diakuisisi berpindah kepada perusahaan akuisitor,
sementara kedua perusahaan masing-masing tetap beroperasi
sebagai suatu badan hukum yang berdiri sendiri.

Akuisisi yang biasa dilakukan


Akuisisi Aset

Biasanya dikategorikan sebagai merger atau konsolidasi.


Perusahaan penjual umumnya mendistribusikan aset atau efek yang
diterimanya ke pemegang sahamnya dalam penggabungan
usaha dari perusahaan pengakuisisi dan dilikuidasi, sehingga hanya
perusahaan pengakuisisi sebagai entitas legal yang bertahan.
Perusahaan pengakuisisi mencatat penggabungan usaha dengan
mencatat tiap aset yang diperoleh, tiap kewajiban yang
ditanggungnya dan aset atau efek yang diberikan dalam
pertukaran.

Beberapa Jenis Kombinasi Bisnis (Akuisisi) 34


Akuisisi yang biasa dilakukan
Akuisisi Saham

Penggabungan usaha ini tidak harus melibatkan akuisisi semua


saham berhak suara yang beredar. Perusahaan pengendali hanya
memerlukan kepemilikan mayoritas (lebih dari 50%) dari saham
berhak suara yang beredar. Saham lain yang tersisa yang tidak
diambil alih disebut sebagai kepemilikan minoritas (minority interest)
atau kepemilikan nonpengendali (noncontrolling interest).

Kelebihan Akuisisi

- Akuisisi Saham tidak perlu rapat pemegang saham dan suara


pemegang saham
- Akuisisi Saham perusahaan yang membeli dapat berurusan
langsung dengan pemegang saham perusahaan yang dibeli,
sehingga tidak perlu persetujuan manajer perusahaan
- Akuisisi Saham dapat digunakan untuk pengambilalihan
perusahaan yang tidak bersahabat (hostile takeover)

17

Beberapa Jenis Kombinasi Bisnis (Akuisisi) 35


Kelebihan Akuisisi

Akuisisi Aset memerlukan suara pemegang saham tetapi tidak


perlu mayoritas suara pemegang saham sehingga tidak masalah
jika pemegang saham minoritas tidak setuju dengan akuisisi

Kekurangan Akuisisi - Harus mencapai minimal 67% suara pemegang saham yang setuju
agar akuisisi dapat dilakukan
- Bila perusahaan mengambil alih seluruh saham yang dibeli, maka
terjadi merger
- Memerlukan biaya legal yang tinggi karena harus membalik nama
semua aset yang diakuisisi

Beberapa Jenis Kombinasi Bisnis


(Konsolidasi)
Konsolidasi

36

Penggabungan usaha dimana dua atau lebih perusahaan yang


melakukan penggabungan usaha langsung dibubarkan dan aset
serta kewajiban dari perusahaan-perusahaan tersebut ditransfer ke
perusahaan yang baru dibentuk.

18

Alasan melakukan merger/akuisisi


Economies of
Scale
Memperbaiki
Manajemen

37

Pencapaian skala operasi yang ekonomis dalam hal penggunaan


sumber daya yang ada
Diharapkan perusahaan dapat mempertahankan karyawan pada
tingkat
yang
benar-benar
diperlukan
sehingga
dapat
meningkatkan kemakmuran pemegang saham, efisiensi dan
produktivitas karyawan

Penghematan
Pajak

Penggabungan dengan perusahaan yang memiliki laba


diharapkan membuat pajak yang dibayarkan oleh perusahaan
yang profitable dapat lebih kecil

Diversifikasi / Risk
Reduction

Dengan diversifikasi diharapkan risiko yang dihadapi


perusahaan secara keseluruhan dapat menjadi lebih kecil

Meningkatkan
Corporate Growth
Rate

Merger/akuisisi memungkinkan penguasaan jaringan pemasaran


yang lebih luas, manajemen yang lebih baik dan efisiensi yang lebih
tinggi

Metode menganalisa efektivitas


merger/akuisisi

suatu

38

Earning per Share

Melihat pengaruh merger/akuisisi terhadap laba per lembar saham


sebelum dan setelah merger/akuisisi tersebut dilakukan

Capital Gain

Melihat pengaruh keuntungan modal yang diperoleh dari investasi


dalam surat berharga sebelum dan sesudah merger/akuisisi
dilakukan.

Market Share

Mengukur apakah ada peningkatan cakupan pasar setelah


merger/akuisisi dilakukan

19

PSAK 22 Kombinasi Bisnis

39

PSAK 22 tentang Kombinasi Bisnis, yang disahkan DSAK IAI pada 12 Januari 2010,
merupakan revisi dari PSAK 22 tentang Akuntansi Penggabungan Usaha yang disahkan
pada 7 September 1994. Pada 27 Agustus 2014 DSAK IAI mengesahkan penyesuaian
atas PSAK 22 tentang Kombinasi Bisnis yang berlaku efektif per 1 Januari 2015.
Tujuan PSAK 22

Meningkatkan relevansi, keandalan dan daya banding atas


informasi yang disampaikan entitas pelapor dalam laporan
keuangannya mengenai kombinasi bisnis dan dampaknya.

Ruang Lingkup
PSAK 22

Transaksi atau peristiwa lain yang memenuhi definisi kombinasi bisnis

Syarat penerapan metode akuisisi

40

Pengidentifikasian
pihak pengakuisisi

Entitas atau pihak yang memperoleh pengendalian atas entitas lain


(pihak yang diakuisisi). Berpedoman pada PSAK 65 tentang Laporan
Keuangan Konsolidasian.

Penentuan tanggal
akuisisi

Tanggal pihak pengakuisisi memperoleh pengendalian atas pihak


diakuisisi

Pengakuan dan
pengukuran

Pengakuan dan pengukuran atas aset teridentifikasi yang diperoleh,


liabilitas yang diambil dan kepentingan nonpengendali pihak akuisisi

Pengakuan dan
pengukuran
Goodwill

Pengakuan dan pengukuran atas Goodwill atau keuntungan dari


kepemilikan

20

Prinsip pengakuan dan pengukuran

41

Prinsip Pengakuan - Pada tanggal akuisisi, terpisah dari goodwill, aset teridentifikasi yang
diperoleh, liabilitas yang diambil alih, dan kepentingan
nonpengendali pihak akuisisi.
- Pada tanggal akuisisi, pihak pengakuisisi mengklasifikasikan atau
mengatur aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang
diambil alih sebagaimana diperlukan untuk menerapkan SAK
selanjutnya.
Prinsip Pengukuran - Nilai wajar
- Bagian proporsional

Pengecualian dari prinsip pengakuan


dan pengukuran

42

Liabilitas Kontijensi

Suatu kewajiban yang kemungkinan timbul dari peristiwa masa lalu


dan keberadaannya menjadi pasti dengan terjadi atau tidak
terjadinya suatu peristiwa atau lebih pada masa depan yang tidak
sepenuhnya berada dalam kendali entitas

Pajak Penghasilan

Pihak akuisisi mengakui dan mengukur aset atau liabilitas pajak


tangguhan yang timbul dari aset yang diperoleh dan liabilitas yang
diambil alih dalam kombinasi bisnis, serta mencatat kemungkinan
dampak pajak dari perbedaan temporer dan sisa kompensasi
kerugian dari pihak diakuisisi yang ada pada tanggal akuisisi, atau
yang timbul sebagai hasil akuisisi

Imbalan Kerja

Pihak pengakuisisi mengakui dan mengukur liabilitas (atau aset, jika


ada)terkait dengan kesepakatan imbalan kerja dari pihak diakuisisi

21

Pengecualian dari prinsip pengakuan


dan pengukuran

43

Aset Indemnifikasi

Pihak pengakuisisi mengakui aset indemnifikasi pada saat yang


sama dengan saat mengakui hal yang dijamin, diukur dengan
dasar yang sama dengan hal yang dijamin, yang memerlukan
penilaian untuk penyisihan jumlah yang tidak tertagih.

Hak yang
Diperoleh Kembali

Pihak pengakuisisi mengukur nilai hak yang diperoleh kembali yang


diakui sebagai aset tak berwujud berdasarkan sisa jangka waktu
kontraktual dari kontrak terkait tanpa memperhatikan apakah
pelaku pasar mempertimbangkan kemungkinan pembaruan
perjanjian ketika mengukur nilai wajarnya.

Transaksi
Pembayaran
Berbasis Saham

Pihak pengakuisisi mengukur instrumen liabilitas atau ekuitas yang


terkait dengan transaksi pembayaran berbasis saham dari pihak
diakuisisi atau penggantian atas transaksi pembayaran berbasis
saham pihak diakuisisi dengan transaksi pembayaran berbasis
saham pihak pengakuisisi pada tanggal akuisisi.

Aset Dimiliki untuk


Dijual

Pihak pengakuisisi mengukur aset tidak lancar yang diperoleh, yang


diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual pada tanggal akuisisi
pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual.

Pengakuan dan pengukuran Goodwill 44


Pihak pengakuisisi mengakui Goodwill pada tanggal akuisisi yang diukur sebagai selisih
lebih antara :
Nilai gabungan dari
- imbalan yang dialihkan yang diukur sesuai dengan PSAK ini, yang mensyaratkan nilai
wajar tanggal akuisisi
- jumlah setiap kepentingan nonpengendali pada pihak akuisisi yang diukur sesuai
dengan PSAK ini
- untuk kombinasi bisnis secara bertahap, nilai wajar pada tanggal akuisisi kepentingan
ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak diakuisisi
Jumlah neto dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih pada
tanggal akuisisi, yang diukur sesuai Pernyataan ini

22

Pedoman
tambahan
penerapan
45
metode akuisisi untuk kombinasi tertentu
Kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap
Pihak pengakuisisi mengukur kembali kepentingan ekuitas yang dimiliki sebelumnya pada
pihak diakuisisi pada nilai wajar tanggal akuisisi dan mengakui keuntungan atau kerugian
yang dihasilkan dalam Laba Rugi
Kombinasi bisnis yang dilakukan tanpa pengalihan imbalan
Pihak diakuisisi membeli kembali sahamnya sendiri dengan jumlah yang memadai
sehingga pihak pengakuisisi memperoleh pengendalian
Periode pengukuran
Periode pengukuran berakhir segera setelah pihak pengakuisisi menerima informasi yang
dicari tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi atau mempelajari
bahwa informasi tambahan tidak dapat diperoleh, serta tidak boleh melebihi satu tahun
dari tanggal akuisisi

Akuntansi dan pengukuran setelah


pengakuan awal

46

Hak yang diperoleh kembali


Pihak pengakuisisi yang menjual hak yang diperoleh kembali kepada pihak ketiga
memasukan nilai tercatat aset tak berwujud tersebut dalam mengatur keuntungan dan
kerugian dari penjualan
Liabilitas Kontijensi
Setelah pengakuan awal dan sampai liabilitas diselesaikan, dibatalkan atau kadaluarsa,
pihak pengakuisisi mengukur liabilitas kontijensi yang diakui dalam kombinasi bisnis pada
nilai yang lebih tinggi antara jumlah yang diakui sesuai PSAK 57 Provisi, Liabilitas Kontijensi,
dan Aset Kontijensi dengan jumlah yang pada awalnya diakui setelah dikurangi sesuai
dengan PSAK 23 Pendapatan
Aset indemnifikasi
Pihak pengakuisisi menghentikan pengakuan aset indemnifikasi hanya ketika pihak
pengakuisisi mengambil aset, menjualnya, atau kehilangan haknya

23

Akuntansi dan pengukuran


pengakuan awal

setelah
47

Imbalan kontijensi
Beberapa perubahan nilai wajar imbalan kontijensi yang diakui pihak pengakuisisi setelah
tanggal akuisisi yang dihasilkan dari adanya informasi tambahan yang didapatkan pihak
pengakuisisi setelah tanggal tersebut tentang fakta dan keadaan yang ada pada
tanggal akuisisi merupakan penyesuaian periode pengukuran

Pengungkapan; Tanggal
ketentuan transisi

efektif

dan
48

Pengungkapan
Informasi yang diungkapkan pihak pengakuisisi memudahkan pengguna laporan
keuangan mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari kombinasi bisnis dan
penyesuaian yang dilakukan pada periode laporan berjalan yang berhubungan dengan
kombinasi bisnis yang terjadi
Tanggal efektif
Diterapkan secara prospektif untuk kombinasi bisnis yang tanggal akuisisinya pada atau
setelah awal periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011
Penyesuaian beberapa paragraf dan definisi diterapkan untuk periode tahun buku yang
dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2015

24

Tanggal efektif dan ketentuan transisi

49

Ketentuan transisi
Aset dan liabilitas yang berasal dari kombinasi bisnis yang tanggal akuisisinya sebelum
tanggal 1 Januari 2011 tidak disesuaikan dengan berlakunya pernyataan ini
Goodwill yang
diakui
sebelumnya

Entitas menerapkan Pernyataan ini secara prospektif untuk goodwill


yang diperoleh dari kombinasi bisnis yang tanggal akuisisinya sebelum
tanggal 1 Januari 2011

Goodwill negatif
yang diakui
sebelumnya

Jumlah tercatat goodwill negative dihentikan pengakuannya


dengan melakukan penyesuaian terhadap saldo laba awal periode
tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011

Aset takberwujud Jumlah tercatat pos yang diklasifikasikan sebagai aset takberwujud,
yang diperoleh dari kombinasi bisnis sebelum tanggal 1 Januari 2011,
yang diakui
sebelumnya
direklasifikasikan sebagai goodwill pada awal periode tahun buku
yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011

Tanggal efektif dan ketentuan transisi


Investasi yang
dicatat dengan
metode ekuitas

50

Untuk investasi yang dicatat dengan metode ekuitas dan diperoleh


pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011, entitas menerapkan
Pernyataan ini untuk goodwill yang diperoleh termasuk dalam jumlah
tercatat investasi tersebut
Untuk investasi yang dicatat dengan metode ekuitas dan diperoleh
sebelum tanggal 1 Januari 2011 maka entitas menerapkan
Pernyataan ini secara prospektif untuk periode tahun buku yang
dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2011, untuk setiap
goodwill yang diperoleh termasuk dalam jumlah tercatat investasi
tersebut

Pajak
penghasilan

Untuk kombinasi bisnis yang tanggal akuisisinya sebelum tanggal


efektif Pernyataan ini, pihak pengakuisisi menerapkan PSAK 46 Pajak
Penghasilan secara prospektif

Penarikan

Pernyataan ini menggantikan PSAK 22 (1994) tentang Akuntansi


Penggabungan Usaha

25

Penerapan dalam laporan keuangan

51

Laporan Keuangan yang disajikan terdiri atas :


Laporan Posisi
Keuangan

Laporan yang menunjukkan posisi keuangan entitas pada akhir


peiode, terdiri atas Aset, Libilitas dan Ekuitas

Laporan Laba Rugi Merupakan laporan yang menyajikan hubungan antara penghasilan
dan beban dari suatu entitas
Komprehensif
Laporan yang menunjukkan perubahan ekuitas entitas selama
Laporan
Perubahan Ekuitas periode tertentu
Laporan Arus Kas

Laporan yang menunjukkan aliran masuk dan keluar kas suatu entitas

Catatan dan informasi tambahan di akhir Laporan Keuangan untuk


Catatan atas
Laporan Keuangan memberikan tambahan informasi kepada pengguna Laporan
Keuangan, yang mencakup informasi tentang utang/piutang,
kelangsungan usaha, kewajiban kontijensi dan informasi kontekstual
untuk menjelaskan angka-angka keuangan

Penerapan pada Laporan Keuangan

52

Penerapan SAK 22 Kombinasi Bisnis dapat dilihat pada Laporan Keuangan PT XL AXIATA
Tbk. dan Entitas Anak per 31 Desember 2014 Audited. Beberapa hal penting yang dapat
diperhatikan adalah
1. Laporan Auditor Independen pada paragraf opini menyatakan bahwa Laporan
Keuangan telah disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi
keuangan PT XL AXIATA, Tbk. dan Entitas Anaknya tanggal 31 Desember 2014, serta
Kinerja Keuangan dan Arus Kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut,
sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
2. Pada Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Terpenting dalam Catatan Atas Laporan Keuangan
diungkapkan beberapa hal, diantaranya :

Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2014
dan 2013 disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia.

Laporan Keuangan disusun berdasarkan harga perolehan kecuali untuk beberapa


akun yang dinilai menggunakan dasar pengukuran lain sebagaimana dijelaskan
pada kebijakan akuntansi dari akun tersebut.

Laporan Arus Kas disusun dengan menggunakan metode langsung pada Aktivitas
Operasi.

26

53

III. Kombinasi Bisnis Entitas


Sepengendali
PSAK

38 Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali

PSAK 38 - Kombinasi bisnis entitas sepengendali 54


Entitas
Sepengendali

adalah entitas yang secara langung atau tidak langsung (melalui


salah satu atau lebih perantara), mengendalikan atau dikendalikan
oleh atau berada di bawah pengendalian yang sama

PT. A
PT. B

PT. C
PT. D

Entitas
Pengendali

dianggap sebagai pengendali jika memiliki kekuasaan untuk


mengatur kebijakan keuangan dan operasional entitias sehingga
mendapatkan manfaat dari aktivitas entitas tersebut

27

PSAK 38 - Kombinasi bisnis entitas sepengendali 55


Kombinasi Bisnis
Entitas
Sepengendali

Kombinasi bisnis yang seluruh entitas atau bisnis yang bergabung


pada akhirnya dikendalikan oleh pihak yang sama (baik sebelum
maupun sesudah kombinasi bisnis) dan pengendaliannya tidak
bersifat sementara

Pengendalian

Entitas induk mengendalikan entitas


anak ketika entitas induk terlepas atau
memiliki hak atas imbal hasil variabel
dari keterlibatannya dengan entitas
anak dan memiliki kemampuan untuk
mempengaruhi imbal hasil tersebut
melalui kekuasaannya atas entitas anak

Kriteria
Pengendalian

PSAK 38 - Kombinasi bisnis entitas sepengendali


56
Contoh

transaksi
kombinasi bisnis

Entitas induk memindahkan sebagian aset neto dari entitas anak


yang dimilikinya menjadi aset entitas induk yang bersangkutan

PT. A

entitas
sepengendali

Pengalihan
aset neto

PT. B

Entitas induk mengalihkan sebagian hak kepemilikan dalam


suatu entitas anak ke entitas anak lain yang dimiliki oleh entitas
induk

PT. A
PT. B

Kepemilikan
PT. A di PT. B

PT. C

Kepemilikan
PT. A di PT. C

28

PSAK 38 - Kombinasi bisnis entitas sepengendali


57
Contoh

transaksi
kombinasi bisnis

Entitas induk menukar kepemilikan atas sebagian aset neto


dalam entitas anak yang dimilikinya dengan saham tambahan
yang diterbitkan oleh entitas anak lain

entitas
sepengendali

PT. A
PT. B

Saham
tambahan
PT. A di PT. B

PT. C

Kepemilikan
aset neto PT.
A di PT. C

PSAK 38 - Kombinasi bisnis entitas sepengendali


58
Pengakuan

Transaksi diakui pada jumlah tercatat berdasarkan metode


penyatuan kepemilikan

Pencatatan

Entitas yang menerima bisnis, mengakui selisih antara imbalan


jumlah yang dialihkan dan jumlah tercatat dari transaksi di
ekuitas dan disajikan dalam pos tambahan modal disetor

Penyajian

Laporan keuangan disajikan sejak awal periode entitas yang


bergabung berada dalam sepengendalian

Pengaruh yang timbul sebagai akibat transaksi intra-entitas yang


berkombinasi, sejak awal terjadinya pengendalian, dieliminasi
dalam penyusunan laporan keuangan entitas hasil kombinasi

29

PSAK 38 - Kombinasi bisnis entitas sepengendali


59
Penyajian yang
disajikan dalam
laporan keuangan
pada periode
terjadinya
kombinasi bisnis

Nama dan penjelasan tentang entitas

Hubungan kesepengendalian entitas yang bertransaksi

Tanggal efektif transaksi

Operasi atau kegiatan bisnis yang telah diputuskan untuk dijual


atau dihentikan akibat kombinasi bisnis tersebut

Kepemilikan entitas atau bisnis yang dialihkan serta jenis dan


jumlah imbalan yang terjadi

Jumlah tercatat bisnis yang dikombinasikan

Tanggal Efektif

1 Januari 2013

PT BCA Tbk - Kombinasi bisnis entitas sepengendali60


Penerapan

Notes 1d Entitas Anak

PT Bank Central
Asia Tbk dan
Entitas Anak

30

PT BCA Tbk - Kombinasi bisnis entitas sepengendali61


Penerapan

Notes 2d Perubahan Kebijakan Akuntansi

PT Bank Central
Asia Tbk dan
Entitas Anak

PT BCA Tbk - Kombinasi bisnis entitas sepengendali62


Penerapan

Notes 21 Tambahan Modal Disetor

PT Bank Central
Asia Tbk dan
Entitas Anak

31

PT BCA Tbk - Kombinasi bisnis entitas sepengendali63


Penerapan

Notes 21 Tambahan Modal Disetor

PT Bank Central
Asia Tbk dan
Entitas Anak

PT BCA Tbk - Kombinasi bisnis entitas sepengendali64


Penerapan

Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian

PT Bank Central
Asia Tbk dan
Entitas Anak

32

65

IV. Laporan Keuangan


Konsolidasian dan
Laporan Keuangan
Tersendiri
PSAK

4 Laporan Keuangan Tersendiri

65 Laporan Keuangan Konsolidasian

Laporan Keuangan Tersendiri (PSAK 4) dan


Laporan Keuangan Konsolidasian (PSAK66 65)
Laporan Keuangan
Tersendiri

Laporan Keuangan
Konsolidasian

Laporan Keuangan Tersendiri


Perbedaan PSAK 4 (2012) dan PSAK 4 (2015/revisi
2013)
Tujuan
Contoh Laporan Keuangan Tersendiri

Laporan Keuangan Konsolidasian


Perbedaan PSAK 65 (2013) dan PSAK 65 (2014)
Laporan Keuangan Konsolidasi PT XL Axiata Tbk

33

Laporan Keuangan Tersendiri

67

Laporan keuangan yang disajikan oleh entitas induk yang mencatat investasi
pada entitas anak, entitas asosiasi dan ventura bersama berdasarkan biaya
perolehan.

Laporan Keuangan tersendiri hanya dapat disajikan sebagai informasi


tambahan dalam laporan keuangan konsolidasian.

Laporan keuangan tersendiri terdiri dari:


a.

laporan posisi keuangan,

b.

laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain,

c.

laporan perubahan ekuitas,

d.

laporan arus kas,

e.

tidak memerlukan catatan atas laporan keuangan.

Perbedaan PSAK 4 (2012) dan


PSAK 4 (2015/revisi 2013) part 1

68

34

Perbedaan PSAK 4 (2012) dan


PSAK 4 (2015/revisi 2013) part 2

Tujuan PSAK 4

mengatur persyaratan akuntansi investasi pada entitas anak, ventura


bersama, dan entitas asosiasi ketika entitas induk menyajikan laporan
keuangan sendiri sebagai informasi tambahan.

69

70

Tambahan penyusunan laporan


keuangan tersendiri:

Entitas induk menerapkan akuntansi yang sama untuk investasi yang dicatat pada
biaya perolehan sesuai PSAK 58 sedangkan pengukuran investasi dicatat sesuai
psak 55,

Entitas induk mengakui dividen dari entitas anak, ventura bersama, entitas asosiasi
yang telah diakuinya atau kerugian dalam laporan tersendiri ketika hak menerima
dividen ditetapkan.

35

Laporan Keuangan Tersendiri PT


71
Indosat Tbk periode 31 Desember 2013

Laporan keuangan tersendiri entitas induk


disusun berdasarkan PSAK 4 (revisi 2009)
disajikan sebagai informasi tambahan dalam
laporan keuangan konsolidasian.

Penyertaan saham pada entitas anak dan


entitas asosiasi dicatat pada biaya
perolehan.

Entitas induk mengakui dividen dari entitas


anak dan entitas asosiasi pada laporan laba
rugi komprehensif tersendiri.

Bedanya Indosat mencatat investasi pada


entitas anak dan entitas asosiasi pada akun
aset tidak lancar lainnya-bersih.

Laporan Keuangan Konsolidasian

72

laporan yang menyajikan posisi keuangan dan hasil operasi induk perusahaan
(entitas pengendali) dan satu atau lebih anak perusahaan (entitas yang
dikendalikan) yang seakan akan merupakan satu entitas perusahaan.

Tujuan umumnya memberikan gambaran yang objektif atas keseluruhan posisi


dan aktivitas dari satu entitas yang terdiri atas beberapa entitas yang
mempunyai hubungan istimewa.

Laporan keuangan konsolidasian tidak boleh menyesatkan pihak pihak yang


berkepentingan dan harus didasarkan pada substansi atas peristiwa ekonomi.

36

Manfaat laporan keuangan konsolidasian:

73

Memberikan gambaran total sumber daya perusahaan hasil gabungan kepada


para pemegang saham, kreditor, dan penyedia dana lainnya.

Memberikan informasi update bagi manajemen entitas induk.

Keterbatasan laporan konsolidasi diantaranya:

Dapat menutupi kinerja entitas yang tidak bagus,

Tidak semua saldo laba ditahan konsolidasi tersedia untuk dividen entitas induk,

Rasio keuangan berdasarkan laporan keuangan konsolidasi tidak mencerminkan


kondisi entitas induk maupun entitas yang membentuk konsolidasi,

Dibutuhkan beberapa informasi tambahan untuk memberikan penyajian yang wajar.

Perbedaan PSAK 65 (2013) dan


PSAK 65 (2014)

74

37

Prinsip Pengendalian

75

Kekuasaan yang melebihi setengah hak suara sesuai dengan perjanjian pada
investor lain,

Kekuasaan untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional entitas


berdasarkan anggaran dasar atau perjanjian,

Kekuasaan mengganti dan menunjuk dewan komisaris atau direksi melalui dewan
entitas tersebut begitu pula untuk memberikan suara mayoritas pada rapat melalui
dewan direksi atau komisaris yang ditunjuk.

Pengendalian

76

Investor mengendalikan investee ketika investor terekspos atau memiliki hak atas
imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki
kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut.

Investor mengendalikan investee jika dan hanya jika investor memiliki seluruh hal
berikut ini:

1.

kekuasaan atas investee;

2.

eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya;

3.

kemampuan untuk menggunakan kekuasaannya atas investee untuk


mempengaruhi.

Kekuasaan investor terdiri dari:


1.

Kemampuan mengarahkan aktivitas relevan,

2.

Kekuasaan timbul dari hak,

3.

Bukti investor mengarahkan aktivitas relevan dapat membantu


menentukan,

4.

Investor yang paling mempengaruhi imbal hasil investee yang memiliki


kekuasaan.

38

Entitas Anak tidak dikonsolidasikan

77

Pengendalian dimaksudkan sementara atau akan dialihkan dalam jangka waktu


pendek (dijual),

Entitas anak dibatasi suatu rektriksi jangka panjang sehingga mempengaruhi


secara signifikan kemampuannya dalam mentransfer dana kepada entitas induk.

Kehilangan Pengendalian

menghentikan pengakuan aset dan liabilitas entitas anak terdahulu,

mengakui sisa investasi apapun pada entitas anak terdahulu pada nilai wajarnya
pada tanggal hilangnya pengendalian dan mencatat sisa investasi tersebut. Nilai
wajar tersebut dianggap sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal aset
keuangan sesuai dengan PSAK 55,

mengakui keuntungan atau kerugian terkait dengan hilangnya pengendalian


yang dapat diatribusikan pada kepentingan pengendali terdahulu.

Imbal hasil

78

Imbal hasil investor dapat hanya positif, hanya negatif, atau positif dan negatif.
Meskipun hanya satu investor yang dapat mengendalikan investee, lebih dari
satu pihak dapat berbagi imbal hasil investee. Sebagai contoh, pemilik
kepentingan nonpengendali dapat berbagi laba atau distribusi dari investee.

Contoh imbal hasil:


1.

dividen, distribusi lain atas manfaat ekonomik investee dan perubahan nilai
investasi investor,

2.

remunerasi untuk pemberian jasa atas aset atau liabilitas investee,

3.

imbal hasil yang tidak tersedia untuk kepentingan pemilik lain.

39

Kepentingan nonpengendali

79

Entitas induk menyajikan kepentingan nonpengendali di ekuitas dalam laporan


posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk.

Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang
tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian entitas induk pada entitas anak
adalah transaksi ekuitas (yaitu transaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya
sebagai pemilik).

Paragraf PP94-96 menetapkan pedoman akuntansi untuk kepentingan


nonpengendali dalam laporan keuangan konsolidasian.

Entitas Investasi

80

Memperoleh dana dari satu atau lebih investor dengan tujuan memberikan
investor tersebut jasa manajemen investasi;

Menyatakan komitmen kepada investor bahwa tujuan bisnisnya adalah untuk


menginvestasikan dana yang semata-mata untuk memperoleh imbal hasil
dari kenaikan nilai modal, penghasilan investasi, atau keduanya; dan

Mengukur dan mengevaluasi kinerja dari seluruh investasinya yang substansial


berdasarkan pada nilai wajar.

40

Persyaratan Akuntansi

81

Entitas induk menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan


menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk transaksi dan peristiwa
lain dalam keadaan yang serupa,

Konsolidasi atas investee dimulai sejak tanggal investor memperoleh


pengendalian atas investee dan berakhir ketika investor kehilangan
pengendalian atas investee,

Paragraf PP86PP93 menetapkan pedoman penyusunan laporan keuangan


konsolidasian.

Teknik dan Prosedur Konsolidasi:

82

menggabungkan laporan keuangan entitas induk dan anak dengan


menjumlahkan pos-pos sejenis seperti aset, kewajiban, ekuitas, penghasilan
dan beban,

Investasi entitas induk pada anak dengan porsi entitas atas ekuitas anak
dieliminasi,

Kepentingan nonpengendali diidentifikasi: ekuitas (awal dan perubahan,


laba/rugi),

Saldo transaksi, penghasilan dan beban intra kelompok usaha dieliminasi


secara penuh.

41

Eliminasi

83

Investasi: dieliminasi dengan ekuitas entitas anak, Jika kepemilikan pada entitas
anak tidak 100% akan muncul kepentingan non pengendali,

Akun: Utang piutang yang muncul antara anak dan induk harus dihapuskan.

Transaksi: boleh diakui adalah transaksi kepada pihak ketiga, transaksi anak dan
induk harus dieliminasi.

Pengungkapan

84

Sifat hubungan antara entitas induk dan suatu entitas anak lebih dari setengah
kekuasaan,

Alasan mengapa kepemilikan (setengah kekuasaan suara tidak diikuti dengan


pengendalian),

Akhir periode pelaporan dari laporan keuangan entitas anak jika laporan keuangan
konsolidasian memiliki tanggal / periode berbeda.

Sifat dan luas setiap restriksi signifikan dalam kemampuan entitas anak untuk
mentransfer dana ke entitas induk,

Rincian yang menunjukan dampak setiap perubahan bagian kepemilikan entitas


induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian,

Pengendalian hilang, maka entitas induk mengungkapkan keuntungan atau kerugian


(jika ada) yang diakui.

42

Sejarah PT XL Axiata Tbk


1989

85

didirikan dengan nama PT Grahametropolitan Lestari

mengubah nama menjadi PT Excelcomindo Pratama Tbk.


XL mendapatkan izin operasi GSM 900 dan secara resmi meluncurkan layanan
1996 GSM

2005
2009
2014

XL melakukan penawaran saham perdana (IPO) dan mendaftarkan


sahamnya bursa efek.
PT Excelcomindo Pratama berubah nama menjadi PT XL Axiata Tbk

PT XL Axiata Tbk mengakuisisi PT Axis Telekom Indonesia

Laporan Keuangan Konsolidasian


PT XL Axiata Tbk

disusun dengan konsep harga perolehan dan dasar akrual,

instrumen derivatif diakui berdasarkan nilai wajar,

laporan arus kas konsolidasian disusun dengan metode langsung.

86

Standar Akuntansi Keuangan (SAK)

ISAK 27 revisi 2013

PSAK 15

PSAK 55

ISAK 28 revisi 2013

PSAK 22

PSAK 60

PSAK 1

PSAK 24

PSAK 4

PSAK 46

PSAK 7

PSAK 48

PSAK 12

PSAK 50

43

Akuisisi PT Axis Telekom Indonesia

87

saat akusisi PT Axis Telekom Indonesia, selisih


lebih imbalan yang dialihkan, jumlah
kepentingan nonpengendali pada pihak
yang diakuisisi serta nilai wajar pada tanggal
akuisisi kepentingan ekuitas yang dimiliki
sebelumnya, terhadap bagian kepemilikan
Perseroan atas nilai wajar aset neto
teridentifikasi yang diakuisisi, dicatat sebagai
goodwill sebesar Rp 6,105,148.

biaya terkait akuisisi dibebankan ketika terjadi.

aset, liabilitas dan liabilitas kontijensi diukur


pada awalnya sebesar nilai wajar pada
tanggal akuisisi.

88

Questions?
THANK YOU

44