Anda di halaman 1dari 12

BIAYA KUALITAS DAN PRODUKTIVITAS :

PENGUKURAN, PELAPORAN, DAN PENGENDALIAN

Dikerjakan Oleh :
Kelompok 9
1
2
3
4
5
6

Nurul Islamiyah
Sofi Alfia Fitri
Fachrial Irawan Ali
Rachmad Dwi Prasojo
Luluk Mariyah Ulfa
Ayu Wahyu R. S

(1210205242)
(1210205249)
(1210205257)
(1210205307)
(1210205697)
(1210205699)

5-SM1
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI INDONESIA
SURABAYA
2014
KATA PENGANTAR

Puji Syukur kami panjatkan ke-hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan
rahmatNya, makalah ini dapat terselesaikan dengan baik, tepat pada waktunya adapun tujuan
penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah akuntansi manajemen, pada
semester 5, di tahun ajaran 2014, dengan judul Biaya Kualitas Dan Produktivitas : Pengukuran,
Pelaporan, Dan Pengendalian.
Dalam penyelesaian makalah ini, kami banyak mengalami kesulitan, terutama disebabkan
oleh kurangnya ilmu pengetahuan yang menunjang.Namun, berkat bimbingan dan bantuan dari
berbagai pihak, akhirnya makalah ini dapat terselesaikan dengan cukup baik. Karena itu, sudah
sepantasnya jika kami mengucapkan terimakasih kepada :
1

Ibu dosen mata kuliah Akuntansi Manajemen Yth Ibu Endang yang senantiasa memberikan

arahan dan bimbingan kepada kami setiap saat.


Orang tua dan keluarga kami tercinta yang banyak memberikan motivasi dan dorongan serta

bantuan, baik secara moral maupun spiritual.


Narasumber terpercaya dalam penelitian ini yang sudah banyak membantu, mahasiswa
kampus atas ketersediaannya memberikan waktu untuk melakukan pengisian quisioner. Serta
semua pihak yang ikut membantu dalam pencarian data dan informasi, baik secara langsung
dan tidak langsung yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu. Terimakasih atas semuanya.
Sebagai seorang pelajar yang masih dalam proses pembelajaran, penulisan makalah ini masih
banyak kekurangannya. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan adanya kritik adanya
saran yang bersifat positif, guna penulisan makalah yang lebih baik lagi dimasa yang akan
datang.

DAFTAR ISI
2

I Kata Pengantar..............................................................................................................2
II Daftar isi.......................................................................................................................3
III Pengurangan Biaya Kualitas.........................................................................................4
IV Pelaporan Informasi Biaya Kualitas.............................................................................6
V Penggunaan Informasi Biaya Kualitas.........................................................................8
VI Produktivitas : Pengukuran dan Pengendalian.............................................................9
VII Daftar Pustaka..............................................................................................................12

BIAYA KUALITAS DAN PRODUKTIVITAS : PENGUKURAN,


PELAPORAN, DAN PENGENDALIAN

Pengukuran Biaya Kualitas


Peningkatan kualitas dapat meningkatkan profitabilitas melalui dua cara : (1) dengan
meningkatkan permintaan pelanggan dan (2) dengan mengurangi biaya. Dalam pasar persaingan
yang ketat, peningkatan permintaan dan penghematan biaya dapat maenjadi penentu apakah
suatu usaha dapat berkembang atau sekedar bertaahan hidup.

Definisi Kualitas
Definisi kamus yang umum digunakan untuk kualitas adalah derajat atau tingkat
kesempurnaan, dalam hal ini kualitas adalah ukuran felatif dari kebaikan (goodness).
Secara operasional, produk atau jasa yang berkualitas adalah yang memenuhi atau melebihi
harapan pelanggan. Dengan kata lain, kualitas adalah kepuasan pelanggan.
Produk atau jasa yang berkualitas adalah yang memenuhi atau melebihi harapan
pelanggan dalam delapan dimensi berikut : (1) kinerja, (2) estetika, (3) kemudahan
perawatan dan perbaikan, (4) fitur, (5) keandalan, (6) tahan lama, (7) kualitas kesesuaian,
dan (8) kecocokan penggunaan.
Produk cacat adalah produk yang tidak sesuai dengan spesifikasinya. Cacat nol (zero
defect) berarti semua produk yang diproduksi sesuai dengan spesifikasinya. Setip produk
yang berada di dalam batas-batas yang telah ditentukan dianggap sebagai produk tanpa cacat
(nondefective).

Definisi Biaya Kualitas


Biaya kualitas adalah biaya-biaya yang timbul karena mungkin atau telah terdapat
produk yang buruk kualitasnya. Definisi ini mengimplikasikan bahwa biaya kualitas
berhubungan dengan dua subkategori dari kegiatan-kegiatan yang terkait dengan kualitas :
kegiatan pengendalian dan kegiatan karena kegagalan.Kegiatan pengendalian dilakukan oleh
suatu perusahaan untuk mencegah atau mendeteksi kualitas yang buruk. Kegiatan karena
kegagalan dilakukan oleh perusahaan atau oleh pelanggannyauntuk merespon kualitas yang
buruk.

Definisi mengenai kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kualitas juga


menunjukkan empat kategori biaya kualitas :
1. Biaya pencegahan
Biaya pencegahan terjadi untuk mencegah kualitas yang buruk pada produk atau
jasa yang dihasilkan. Sejalan dengan peningkatan biaya pencegahan, kita mengharapkan
biaya kegagalan turun.
2. Biaya penilaian
Biaya penilaian terjadi untuk menentukan apakah produk atau jasa yang telah
sesuai dengan persyaratan atau kebutuhan pelanggan. Contoh biaya ini termasuk biaya
pemeriksaan dan pengujian bahan baku, pemeriksaan kemasan, pengawasan kegiatan
penilaian, penerimaan produk, penerimaan proses, peralatan pengukuran, dan pengesaha
dari pihak luar.
3. Biaya kegagalan internal
Biaya kegagalan internal terjadi karena produk dan jasa yang dihasilkan tidak
sesuai dengan spesifikasi atau kebutuhan pelanggan. Ketidaksesuain ini dideteksi
sebelum dikirim ke pihak luar.
4. Biaya kegagalan eksternal.
Biaya kegagalan eksternal terjadi karena produk dan jasa yang dihasilakn gagal
memenuhi prasyaratan atau tidak memuaskan kebutuhan pelanggan setelah produk
disampaikan kepada pelanggan. Dari semua biaya-biaya kualitas, kategori ini dapat
menjadi yang paling merugikan.

Mengukur Biaya Kualitas

Biaya kualitas bisa juga diklasifikasikan sebagai biaya yang dapat diamati atau
tersembunyi. Biaya kualitas yang dapat diamati adalah biaya-biaya yang tersedia atau dapat
diperoleh dari catatan akuntansi perusahaan. Biaya kualitas yang tersembunyi adalah biaya
kesempatan atau oportunitas yang terjadi karena kualitas yang buruk. Meskipun
mengestimasi biaya kualitas yang tersembunyi sulit untuk dilakukan, namun ada 3 metode
yang dapat disarankan untuk tujuan tersebut :
1. Metode pengali
Metode pengali mengasumsikan bahwa total biaya kegagalan adalah hasil
pengalian dari biaya-biaya kegagalan yang terukur :
Total biaya kegagalan eksternal = k (biaya kegagalan eksternal yang terukur)
2. Metode penelitian pasar
Metode penelitian pasar formal digunakan untuk menilai dampak kualitas yang
buruk terhadap penjualan dan pangsa pasar.
3. Fungsi kerugian biaya Taguchi
Definisi tanpa cacat tradisional mengasumsikan bahwa biaya kualitas yang
tersembunyi hanya terjadi atas unit-unit yang menyimpang dari batas spesifikasi atas
dan bawah.
Pelaporan Informasi Biaya Kualitas

Laporan Biaya Kualitas


Pentingnya biaya kualitas terhadap segi keuntungan perusahaan dapat lebih mudah
dinilai dengan menampilkan biaya-biaya kualitas berikut sebagai presentase dari penjualan
aktual. Ada 2 pandangan mengenai biaya kualitas optimal, yaitu :
1. Pandangan tradisional, yang mengacu pada pencapaian tingkat kualitas yang dapat

diterima.
2. Pandangan kontemporeryang dikenal sebagai pengendalian biaya kualitas total.
Fungsi Biaya Kualitas : Pandangan Kualitas yang dapat Diterima

Pandangan

kualitas

yang

dapat

diterima

mengasumsikan

bahwa

terdapat

perbandingan terbalik antara biaya pengendalian dan biaya kegagalan. Ketika biaya
pengendalian meningkat, biaya kegagalan seharusnya menurun. Pada akhirnya, akan dicapai
suatu titik dimana kenaikan biaya tambahan dalam upaya tersebut menimbulkan biaya yang
lebih besar dari pada penurunan biaya kegagalan. Ini merupakan perbandingan optimal
antara biaya pengendalian dan biaya kegagalan serta mendefinisikan apa yang dikenal
sebagai biaya kualitas yang dapat diterima. Tingkat yang mengizinkan adanya unit cacat ini
disebut tingkat kualitas yang dapat diterima (AQL)

Fungsi Biaya Kualitas : Pandangan Cacat Nol


Sudut pandang AQL didasarkan pada definisi produk cacat tradisional. Pandangan
AQL mengizinkan dan bahkan mendukung diproduksinya sejumlah tertentu barang cacat.
Intinya model cacat not menyatakan bahwa dengan mengurangi unit cacat hingga nol maka
akan diperoleh keunggulan biaya. Model kualitas kokoh memperketat definisi dari unit
cacat, menyempurnakan pandangan kita terhadap biaya kualitas dan mengintensifkan upaya
perbaikan kualitas.
Sifat Dinamis Biaya Kualitas. Intinya, yang terjadi adalah bahwa ketika perusahaan
menambah biaya pencegahan dan penilaian serta menurunkan biaya kegagalan, mereka
selanjutnya dapat mengurangi biaya pencegahan dan penilaiannya. Total biaya kualitas
konsisten dengan hubungan biaya kualitas yang diuraikan, namun ada beberapa
perbedaan utama. Pertama, biaya pengendalian tidak meningkat tanpa batas ketika
mendekati kondisi tanpa cacat. Kedua, biaya pengendalian dapat naik dan kemudian
turun ketika mendekati kondisi tanpa cacat. Ketiga, biaya kegagalan dapat ditekan

menjadi nol.
Manajemen Berbasis Kegiatan dan Biaya Kualitas Optimal
Manajemen berbasis kegiatan (activity based management-ABM) mendefinisikan
berbagai kegiatan sebagai bernilai tambah dan tidak bernilai tambah serta hanya
mempertahankan kegiatan-kegiatan yang memberikan nilai tambah. Manajemen berbasis
kegiatan (ABM) mendukung pandangan cacat nol robust mengenai biaya kualitas. Tidak ada
perbandingan terbalik optimal antara biaya pengendalian dan biaya kegagalan; biaya
7

kegagalan adalah biaya yang tidak menghasilkan nilai tambah dan karena itu harus dikurangi
sampai nol.

Analisis Tren
Grafik analisis tren yang menggambarkan perubahan biaya kualitas dari waktu ke
waktu. Grafik tersebut disebut tren kualitas multiperiode (mutiple-period quality trend
report). Dengan menggambarkan biaya kualitas sebagai presentasi dari penjualan, maka
keseluruhan tren program kualitas dapat dinilai. Grafik menunjukan bahwa terdapat tren
yang tetap menurun pada biaya kualitas yang dinyatakan sebagai persentase dari penjualan.
Grafik tersebut juga menunjukkan bahwa dalam jangka panjang perbaikan masih sangat
mungkin untuk dilakukan.

Penggunaan Informasi Biaya Kualitas


Tujuan utama dari pelaporan adalah untuk memperbaiki dan mempermudah perencanaan,
pengendalian, dan pengambilan keputusan manajerial. Penggunaan informasi biaya kualitas
untuk keputusan-keputusan implementasi program kualitas dan untuk mengevaluasi efektifitas
program tersebut, setelah diimplementasikan, hanya merupakan salah satu potensi penggunaan
dari sistem biaya kualitas. Penggunaan-penggunaan pentingnya juga diidentifikasi.

Penetapan Harga Strategis


Informasi biaya kualitas dan implementasi program pengendalian kualitas total
berguna untuk pengambilan keputusan strategis yang signifikan. Meningkatkan kualitas
bukanlah sebuah obat yang mujarab. Pengurangan biaya yang ditawarkan ternyata tidak
mampu menutupi penurunan harga sacara sekaligus.

Analisis Produk Baru


Pentingnya pengklasifikasian lebih lanjut dari biaya kualitas menurut perilaku.
Penting identifikasi dan pelaporan biaya kualitas secara terpisah. Produk baru dirancang
untuk mengurangi biaya kualitas dan hanya dengan mengetahui teknik penetapan biaya
kualitaslah dapat menemukan kesalahan dalam analisis laba rugi siklus hidup.

Produktivitas : Pengukuran dan Pengendalian


Produktivitas berkaitan dengan memproduksi output secara efisien dan secara spesifik
mengacu pada hubungan antara output dan input yang digunakan untuk memproduksi output.
Efisiensi produktif total adalah suatu titik dimana 2 kondisi terpenuhi :
1. Pada setiap bauran input untuk memproduksi output tertentu, tidak satu input pun digunakan
lebih dari yang diperlukan untuk menghasikan output.
2. Atas bauran-bauran yang memenuhi kondisi pertama, dipilih bauran dengan biaya terendah.
Kondisi pertama di gerakkan oleh hubungan teknis dan karena itu disebut sebagai
efisiensi teknis. Kondisi kedua digerakkan oleh hubungan relatif dari harga input dan karena itu
disebut efisiensi trade-off input.

Pengukuran Produktivitas Parsial


Pengukuran produktivitas adalah penilaian kuantitatif atas perubahan produktivitas.
Tujuan pengukuran ini adalah untuk menilai apakah efisiensi produktif telah meningkat atau
menurun. Pengukuran produkivitas aktual memungkinkan manajer untuk menilai,
memantau, dan mengendaliakn perubahan. Pengukuran produktivitas untuk satu input pada
suatu waktu disebut pengukuran produktivitas parsial.
Ukuran-ukuran parsial dan pengukuran perubahan efisiensi produksi. Periode
sebelumnya disebut periode dasar dan menjadi acuan atau standar bagi pengukuran
perubahan efisiensi produktif. Periode sebelumnya dapat ditentukan secara bebas.
Untuk pengendallian operasional, periode dasar cenderung mendekati periode berjalan.
Keunggulan pengukuran parsial. Ukuran parsial memungkinkan manajer untuk
memfokuskan perhatiannya pada penggunaan input tertentu. Penggunaan ukuran parsial
memiliki keunggulan,

yaitu mudah diinterpestasikan oleh semua pihak dalam

perusahaan sehingga ukuran tersebut mudah digunakan untuk menilai kinerja


produktivitas dari karyawan operasi.
Kelemahan ukuran parsial. Ukuran parsial, yang digunakan secara terpisah, dapat
menyesatkan. Penurunan produktivitas suatu input mungkin diperlukan untuk

meningkatkan produktivitas yang lainnya. Trade-off seperti itu diperlukan jika biaya
secara keseluruhan turun, tetapi pengaruh tersebut akan hilang jika digunakan ukuran

parsial masing-masing.
Pengukuran Produktifitas Total
Pengukuran produktivitas dari seluruh input disebut pengukuran produktivitas total.
Dalam istilah praktis, pengukuran produktivitas total dapat didefinisikan sebagai
pemfokusan perhatian pada beberapa input yang secara total, menunjukkan keberhasilan
perusahaan. Pendekatan multifaktor yang umum disarankan dalam literatur produktivitas
adalah menggunakan indeks produktivitas agregat.
Pengukuran profit produktivitas. Pengukuran profit menyediakan serangkaian atau
sebuah vektor ukuran operasional parsial yang berbeda dan terpisah. Profit dapat
dibandingkan dari waktu ke waktu untuk memberikan informasi mengenai perubahan
produktivitas.
Pengukuran produktivitas yang berkaitan dengan laba. Menilai pengaruh perubahan
produktivitas terhadap laba berjalan merupakan salah satu cara untuk menilai perubahan
produktivitas. Pengukuran jumlah perubahan laba yang diakibatkan oleh perubahan
produktivitas disebut pengukuran produktivitas yang berkaitan dengan laba. Rasio
produktivitas input periode dasar :
PQ = output periode berjalan/rasio produktivitas periode dasar
Jadi, ukuran terkait dengan laba memperlihatkan pengaruh pengukuran parsial
maupun pengaruh pengukuran total. Ukuran produktivitas total terkait dengan laba
merupakan penjumlahan dari masing-masing ukuran parsial. Sifat ini membuat ukuran
terkait dengan laba ideal untik menilai trade-off.

Komponen Pemulihan Harga


Selisih antara perubahan laba total dan perubahan produktivitas terkait dengan laba
disebut komponen pemulihan harga. Komponen ini adalah perubahan pendapatan dikurangi
perubahan biaya input, dengan asumsi tidak ada perubahan produktivitas. Oleh karena itu,
komponen pemulihan harga mengukur kemampuan perubahan pendapatan untuk menutupi
perubahan biaya input, dengan asumsi tidak ada perubahan produktivitas.
10

Kualitas dan Produktifitas


Peningkatan kualitas dapat meningkatkan produktivitas dan juga sebaliknya. Oleh
kerena sebagian besar peningkatan kualitas mengurangi jumlah sumber daya yang
digunakan untuk memproduksi dan menjual output perusahaan, maka kebanyakan
peningkatan kualitas akan meningkatkan produktivitas. Jadi, peningkatan kualitas secara
umum akan tercermin pada ukuran-ukuran produktivitas.

Insentif Pembagian Keuntungan


Insentif pembagian keuntungan adalah pemberian insentif uang tunai bagi seluruh
tenaga kerja persahaan yang menjadi kunci pencapaian kualitas dan produktivitas.
Pembagian keuntungan memberikan insentif dengan menawarkan bonus kepada pegawai
sesuai persentase penghematan biaya.

11

DAFTAR PUSTAKA
1
2
3

http://sophiaririn.blogspot.com/2011/06/akuntansi-manajemen-biaya-mutu-dan.html
https://a12ief.wordpress.com/2009/05/02/57/
http://wardahcheche.blogspot.com/2014/01/biaya-kualitas-dan-produktivitas.html
4 http://allaboutscients.blogspot.com/2011/01/resume-pengukuranpelaporandan.html

12