Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRATIKUM PANGAN DAN GIZI

PENILAIAN KONSUMSI PANGAN


METODE RECALL

OLEH
SIFA FAUZIAH (1311105032)

JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN


FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS UDAYANA
2014

BAB I PENDAHULUAN

A. Dasar Teori
Pangan merupakan salah satu kebutuhan pokok hidup manusia.
Rendahnya mutu bahan makanan yang dikonsumsi dan jumlah makanan
yang tidak cukup memenuhi kebutuhan konsumsi makanan sehari-hari
dapat menyebabkan masalah yang diantaranya adalah : gangguan pada
perkembangan mental dan kecerdasan, pertumbuhan badan terganggu,
timbulnya berbagai macam penyakit, angka kematian bayi dan anak yang
tinggi serta menurunnya daya kerja. Penilaian konsumsi pangan dapat
dipakai untuk menentukan jumlah dan sumber zat gizi yang dimakan dan
dapat membantu menunjukkan persediaan zat gizi dalam tubuh cukup atau
kurang.(task.2008)
Penilaian konsumsi pangan seperti cara penilaian keadaan gizi
lainnya mempunyai kelemahan-kelemahan, antara lain :
1. Konsumsi pangan tidak selalu tepat, karena orang dapat kurang
cermat mencatat semua apa yang dimakannya dalam jumlah
yang tepat, jika digunakan cara recall makanan, tidak semua
ingat makanan apa yang dimakan.
2. Pengumpulan data konsumsi pangan dalam waktu jangka
pendek tidak selalu mewakili pola kebiasaan konsumsi pangan.
3. Variasi kebutuhan pangan perorangan tidak selalu dicerminkan
secara tetap, jika dibandingkan dengan konsumsi zat gizi yang
diajurkan.
4. Konsumsi zat gizi yang dianjurkan lebih menekankan pada
kebutuhan kelompok orang dari pada untuk perorangan.
5. Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM) untuk menghitung
data konsumsi zat gizi, tidak selalu tepat untuk jenis pangan
yang dimakan.
Metode Pengumpulan Data Konsumsi Pangan
Penilaian konsumsi pangan dilakukan dengan cara survei. Survei
konsumsi pangan bertujuan untuk mengetahui konsumsi pangan seseorang,

keluarga atau kelompok orang baik secara kuantitatif maupun secara


kualitatif. Survei secara kuantitatif adalah untuk mengetahui jumlah bahan
makanan yang dikonsumsi sedangkan secara kualitatif adalah untuk
mengetahui frekuensi makan, kebiasaan makan ( food habit), jenis pangan,
dan cara memperolehnya.(task. 2008)
Pada prinsipnya ada 4 macam metode penilaian konsumsi pangan
secara kuantitatif yaitu:
1. Metode Inventaris ( inventory method )
Metode inventaris sering juga disebut Log Book Method,
biasanya digunakan pada survei konsumsi pangan keluarga atau
rumah tangga. Metode ini prinsipnya adalah melakukan
inventaris (pencatatan) dan penimbangan langsung terhadap
semua jenis bahan makanan, mulai dari awal sampai akhir
survei. Periode waktu yang digunakan dapat 1 minggu atau
berbulan-bulan. Inventaris dan penimbangan dilakukan oleh
enumerator atau responden (salah satu anggota keluarga) yang
telah dilatih sebelumnya. Tahap peleksanaannya adalah sebagai
berikut :
a. Pada hari pertama survei, catat dan timbang semua jenis
pangan yang ada. Ini dianggap sebagai stok awal (S).
b. Selama survei (mulai hari kedua sampai sehari sebelum
hari terakhir survei), catat dan timbang semua jenis
bahan pangan yang diperoleh dari dibeli, diberi, dari
kebun atau makan diluar rumah (Pp).
c. Catat dan timbang semua jenis bahan pangan yang
diberikan kepada selain anggota keluarga (Pb) selama
survei.
d. Pada hari terakhir survei, catat dan timbang semua jenis
bahan pangan yang ada dirumah. Ini dianggap sebagai
stok akhir (Sk).
e. Jumlah bahan pangan yang dikonsumsi (Ki) adalah :
Ki = Swi + Ppi Pbi Ski

i = 1, 2,3..menunjukkan jenis pangan


f.

Rata-rata konsumsi per kapita jumlah anggota keluarga

Data tentang jumlah anggota keluarga, umur, berat badan,


pendidikan serta jenis pekerjaan perlu dilengkapi dalam
survei.(task.2008)
2. Metode Pendaftaran ( foodlist method )
Metode ini hampir sama dengan metode inventaris dalam hal
pencatatannya , perbedaannya pada penimbangan. Metode ini
tidak dilakukan penimbangan atau pengukuran langsung.
Datanya dikumpulkan secara wawancara dengan keluarga dan
dicatat dalam formulir yang telah disiapkan sebelumnya.
Metode ini kurang teliti dibandingkan dengan metode inventaris,
karena data yang dikumpulkan merupakan hasil astimasi
(perkiraan), sedangkan pada metode inventaris dilakukan
penimbangan secara langsung. Biaya metode pendaftaran labih
murah didandingkan dengan metode inventaris. (task. 2008)
3. Metode mengingat ingat ( recall method )
Metode ini dilakukan dengan mencatat jenis dan jumlah
bahan makanan yang dikonsumsi pada masa yang lalu.
Wawancara dilakukan serinci mungkin agar responden dapat
mengungkapkan jenis bahan makanan dan perkiraan jumlah
bahan makanan yang dikonsumsinya beberapa hari yang lalu.
Penentuan jumlah hari recall sangat ditentukan oleh keragaman
jenis konsumsi bahan makanan antar waktu atau tipe responden
dalam memperoleh makanan. Biasanya dilakukan selama 2 - 3
hari atau seminggu, bila terlalau lama dikuatirkan responden
akan banyak yang lupa. Urutan waktu makan dalam sehari terdiri
dari makan pagi, makan siang, makan malam dan makanan
selingan atau jajanan. Pengelompokan bahan makanan dapat
berupa bahan makanan pokok, sumber protein nabati (kacangkacangan), sumber protein hewani (daging, ikan, telur dan susu),
sayuran, buah-buahan dan lainnya. Penaksiran jumlah makanan

yang dikonsumsi diawali dengan menyatakan dalam bentuk


ukuran rumah tangga (URT), seperti : potong, ikat, piring, gelas,
mangkok, sendok makan dan alat atau ukuran lain yang biasa
dilakukan dalam rumah tangga. Dari ukuran rumah tangga
(URT), jumlah makanan dikonversikan menjadi satuan berat
(gram) yang menggunakan daftar URT yang umum berlaku atau
dibuat sendiri pada saat survei. Agar hasil survei cukup teliti
sebaiknya pewawancara telah berpengalaman atau dilatih
sebelumnya mengenal URT dan mengkonversikannya kesatuan
berat. Selain itu mengenal cara-cara pengolahan pangan dan pola
pangan penduduk didaerah yang diteliti. Metode racall sering
digunakan untuk survei konsumsi individu dibanding keluarga.
Tetapi metode ini dapat digunakan untuk survei konsumsi
keluarga bila semua anggota. Keluarga diwawancara atau salah
seorang anggota keluarga yang mengetahui tentang konsumsi
anggota keluarga lainnya. Metode mengingat-ingat mempunyai
kelemahan dalam tingkat ketelitiannya, karena keterangannya
diperoleh dari hasil ingatan. Kelemahan dapat diatasi dengan
memperpanjang waktu survei. (task. 2008)
4. Metode Penimbangan ( Weighing Method )
Prinsip metode ini adalah mengukur langsung berat setiap jenis
bahan makanan yang dikonsumsi dengan cara penimbangan.
Apabila berat bahan makanan seebelum dimakan adalah Sk dan
berat bahan makanan yang tersisa setelah dimakan adalah T,
maka berat bahan makanan yang dikonsumsi (K) adalah :
Ki = Ski Ti
i = 1,2,3 ..menunjukkan jenis bahan makanan
Apabila tidak ada Daftar Kandungan Gizi Makanan yang telah
masuk atau diolah daftar konversi masak-mentah (F) maka pada
saat survei perlu ditimbang berat bahan makanan mentah
sebelum dimakan (Sm) untuk mengetahui faktor mentah-masak.

Jika bahan makanan masih mentah, perlu diketahui apakah


sudah berat bersih atau berat kotor. (task. 2008)
Survei Konsumsi Pangan Secara Kualitatif
Survei konsumsi pangan secara kualitatif adalah untuk memperoleh
data atau informasi mengenai pola konsumsi pangan, kebiasaan makan
termasuk makanan pantangan. Data-data yang perlu dikumpulkan meliputi,
jenis pangan yang dikonsumsi, frekuensi konsumsi masing-masing jemis
pangan, asal atau dari mana diperolehnya, cara penyimpanan, penyiapan
dan pemasakan makanan.(task. 2008)

B. Tujuan Pratikum
Untuk melakukan penilaian konsumsii pangan dengan metode recall.

BAB II ALAT DAN BAHAN


A. Alat dan Bahan
Quisioner
B. Cara Kerja
1. Mencatat semua bahan makanan yang telah dikonsumsi pada masa yang
lalu/ 2 hari yang lalu.
2. Untuk mencatat menggunakan daftar isian metode recall
3. Pengelompokan bahan makanan berupa bahan makanan pokok, sumber
protein nabati, sumber protein hewani, sayuran, buah-buahan dan lainlain.
4. Jumlah makan yang dikonsumsi ditanyakan dalam bentuk ukuran rumah
tangga/ URT, seperti : potong, ikat, gelas, piring, mangkok, sendok
makan atau alat ukur lainnya yang bias dilakukan dalam rumah tangga.
5. Dari ukuraan rumah tangga jumlah makanan dikonversikan menjadi
satuan berat.
6. Menghitung jumlah kalori tiap makanan yang dikonsumsi

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil
Identitas survai
Nama :

Sifa Fauziah

Sex :

Perempuan

TB/BB :

156 cm/ 49 Kg

Usia :

19 tahun

Pekerjaan :

Ringan

Table konsumsi makanan


Hari ke Waktu
Jenis
Makanan
Sepiring

Berat

Karbohidrat

Protein

Lemak

(gram)

(gram)

(gram)

(gram)

125

78,9

6,8

0,7

3 x 25

3 x 3,2

3 x 4,6

3 x 5,8

170

24,4

7,5

3,8

2 potong

2x

2 x 6,9

2 x 0,5

2 x 0,2

semangka

100

Segelas

200

4,3

3,2

3,5

125

78,9

6,8

0,7

100

11,70

2 roti isi

2x

2 x 44,95

2x

2 x 1,9

coklat

100

nasi
Pagi

3 potong
tempe
goreng

Satu

Sepiring
Siang

Malam

somai

susu
Sepiring

Pagi

nasi
1 telor
dadar

Dua
Siang

Malam

Sepiring
nasi goreng

50

5,29
15,1

1,6

1,6

3 potong

3x

papaya

100

3 x 12,2

Perhitungan kalori per hari


a. Hari pertama
1. Sepiring nasi
-

Karbohidrat
100% x 125/100 x 78,9 x 4 = 394,5 Kkal

Protein
100% x 25/100 x 6,8 x 4 = 9,6 Kkal

Lemak
100% x 25/100 x 0,7 x 9 = 7,875 Kkal

2. 3 potong tempe goring


-

Karbohidrat
100% x 3 x 25/100 x 3,2 x 4 = 9,6 Kkal

Protein
100% x 3 x 25/100 x 4,6 x 4 =13,8 Kkal

Lemak
100% x 3 x 25/100 x 5,8 x 9 = 39,15 Kkal

3. Sepiring somai
-

Karbohidrat
100% x 170/100 x 24,4 x 4 = 165, 92 Kkal

Protein
100% x 170/100 x 7,5 x 4 = 51 Kkal

Lemak
100% x 170/100 x 3,8 x 9 = 58,14 Kkal

4. 2 potong semangka
-

Karbohidrat
46% x 2 x 100/100 x 6,9 x4 = 27,392 Kkal

Protein
46% x 2 x 100/100 x 0,5 x 4 = 1,84 Kkal

Lemak

3 x 0,5

46% x 2 x 100/100 x 0,2 x 9 = 1,62 Kkal


5. Segelas susu
-

Karbohidrat
100% x 200/100 x 4,3 x 4 = 34,4 Kkal

Protein
100% x 200/100 x 3,2 x 4 = 25,6 Kkal

Lemak
100 % x 200/100 x 3,5 x 9 = 63 Kkal

Total energi hari pertama adalah 903,437 Kkalori


b. Hari kedua
1. Sepiring nasi
-

Karbohidrat
100% x 125/100 x 78,9 x 4 = 394,5 Kkal

Protein
100% x 25/100 x 6,8 x 4 = 9,6 Kkal

Lemak
100% x 25/100 x 0,7 x 9 = 7,875 Kkal

2. 1 buah telor dadar


-

Protein
100% x 100/100 x 11,70 x 4 = 46,8 Kkal

3. 2 buah roti isi coklat


-

Karbohidrat
100% x 2 x 100/100 x 44,95 x 4 =359,6 Kkal

Protein
100% x 2 x 100/100 x 5,29 x 4 = 42,32 Kkal

Lemak
100% x 2 x 100/100 x 1,9 = 34,2 Kkal

4. Sepiring nasi goreng


-

Karbohidrat
100% x 2 x 50/100 x 15,1 x 4 = 30,2 Kkal

Protein
100% x 2 x 50/100 x 1,6 x 4 = 3,2 Kkal

Lemak
100% x 2 x 50/100x 1,6 x 9 = 14,4 Kkal

5. 3 potong papaya
-

Karbohidrat
75% x 3 x 100/100 x 12,2 x 4 = 36.6 Kkal

Protein
75% x 3 x 100/100 x 0,5 x 4 = 73,2 Kkal

Total energi hari ke 2 adalah 1052,375 Kkalori

B. Pembahasan
Survei konsumsi pangan yang dilakukan dalam pratikum ini adalah
dengan survei pangan secara kuantitatif yaitu metode recall. Survei
konsumsi pangan bertujuan untuk mengetehui konsumsi pangan seorang.
Penilaian konsumsi pangan yang digunakan untuk menunjukkan tingkat
keadaan gizi, menentukan jumlah dan sumber zat gizi yang dimakan.
Sesuai dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) tahun 2004,
kelompok wanita berumur 19-29 tahun memiliki berat badan 52 Kg dan
tinggi badan 156 cm membutuhkan energi sebesar 1900 Kkal dengan
protein 50 gram (Indrati. 2014). Dari hasil diatas, energi yang diperoleh dari
survei secara metode recall hari pertama adalah 903,437 Kkalori dan hari
ke-2 adalah 1052,375 Kkalori maka penilaian konsumsi pangan
menunjukan tingkat kaadan gizi kurang terpenuhi, jumlah zat gizi dan
sumber zat gizi kurang. Perlunya tambahan asupan zat gizi yang cukup
sehingga terpenuhi zat gizi yang diperlukan tubuh yang sehat.

BAB IV KESIMPULAN
1. Metode mengingat-ingat biasanya dilakukan selama 2-3 hari atau seminggu
bila terlalu lama dikuatirkan responden akan banyak yang lupa.
2. Data-data dan informasi yang diperoleh dari survei konsumsi pangan
kemudian dikonfersikan kedalam zst gizi dengan menggunakan Daftar
Komposisi Bahan Makanan (DKBM). Untuk menilai tingkat konsumsi
pangan (energi dan zat gizi yang lainnya) diperlukan suatu standard
kecukupan gizi yang dianjurkan (AKG) dengan memakai pedoman daftar
kecukupan energi dan zat gizi yang dianjurkan.
3. Penilaian konsumsi pangan dapat digunakan sebagai penilaian asupan
makan yang baik atau kurang baik dan terpenuhinya zat gizi yang
dibutuhkan oleh tubuh.
4. Dari hasil dan pembahasan penilaian konsumsi pangan pada pratikum ini
menunjukan bahwa konsumsi pangan yang dimakan masih kurang untuk
memenuhi kebutuhan zat gizi yang dibutuhkan tubuh sesuai AKG.

DAFTAR PUSTAKA
Indrati, R dan Gardjito, M. 2014. Pendidikan Konsumsi Pangan. Edisi ke-1.
Jakarta : Kencana.
Taks. 2008. Pangan dan Gizi. (www.task.list.blogspot.com). Diakses 20 Oktober
2014.