Anda di halaman 1dari 14

Tugas Kelompok

KOMPARASI AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK DENGAN


AKUNTANSI BISNIS
Disusun Oleh:

Scania
Evana Putri
1202112679
RMK Materi 3 ( KOMPARASI ASP DENGAN AKUNTANSI ) BISNIS
Gita Mustika
28 Maret 2014

1202112753

Novi Fitriyani

1202112830

Monalisa

1202154438

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS RIAU
2014

RMK BAB III


KOMPARASI AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK DENGAN
AKUNTANSI BISNIS
3.1 SEKTOR BISNIS (SWASTA) VERSUS SEKTOR PUBLIK
Sejak adam dan hawa, manusia dihadapkan pada pilihan-pilihan
pemenuhan kebutuhan. Walaupun alam memiliki kapasitas yang besar untuk
memenuhi kebutuhan penghuni planet ini, masalah tetpa muncul antarindividu
dan kelompok.
Di jaman tembaga, perebutan sumber daya akan menentukan tatanan
masyarakat. Di jaman primitif, pertemuan antar kelompok menjadi lebih sering
dan pada saat yang sama kapasitas alam mulai dirasa terbatas, sehingga
memunculkan pilihan untuk menetap dan bercocok tanam.
Di masa setelah primitif, masyarakat nomaden menjadi masyarakat
penetap dengan perkembangan tatanan kemasyarakatan. Kerjasama antar
kelompok nonpenguasa dan penguasa mulai dilakukan untuk memenuhi
kebutuhan di suatudaerah. Disinilah peristilahan kelompok swasta dan publik
mulai dikenal.
BUMN dan sektor publik
BUMN
semenjak berdirinya selalu berfungsi memenuhi kebutuhan
pokok masyarakat. Pertumbuhan industri utilitas dimulai dari unit pemerintahan
sebagai wujud intervensi pemerintah. Pendirian unit sektor publik dibangun
dengan modal kerja pemerintah. Dalam kaitan ini, kepemilikan menjadi simbol
kekuasaan mengatur dan menentukan komposisi manajemen. Inilah awal
pembentukan budaya dan politik sektor publik.
Saat ini, perusahaan negara (BUMN) didrikan bukan hanya disektor
utilitas, tetapi juga di industri distribusi, produksi, dan jasa. Lebih seratus BUMN
saat ini telah beroperasi dan ribuan BUMD telah dikembangkan. Akibatnya,
pengaruh bisnis publik sangat kuat di pasar, dengan tujuan menjaga
pertumbuhan ekonomi.
3.2 AKUNTANSI (PELAPORAN KEUANGAN DAN AKUNTANBILITAS PUBLIK)
Perubahan era orde baru ke era reformasi menuntut pelaksanaan
akuntanbilitas publik dalam melaksanakan setiap aktivitas kemsayarakatan dan
pemerintahan. Asumsi UU no. 17/2003 membawa akuntanbilitas hasil sebagai
notasi yang dipertanggungjawabkan. Indikator hasil seperti ekonomi, efisiensi,
dan efektivitas harus dapat direfleksikan dalam laporan pertanggungjawaban
pemerintahan, baik di pemerintahan pusat maupun pemerintahan daerah. Oleh
karena itu, model pelaporan keuangan sebagi bagian dari laporan

pertanggungjawaban, mulai dorancang dan diterapkan, sebagaimana di Amerika


Serikat, Kanada, dan Selandia Baru.
Amerika Serikat, di bulan Juni 1999 melalui Governmental Accounting
Standards Board (GASB), mengeluarkan GASB Statement No.34 Basic Financial
Statements and Managements Discussion and Analysis- for State and Local
Governments,dimana
model
pelaporan
keuangan
diterapkan
untuk
pengambilan keputusan dan akuntanbilitas (GASB, 1999 : Johnson danBEAn,
1999).
Perubahan ini menyebabkan munculnya kebutuhan baru dalam
pengembangan sistem informasi keuangan dan manajemen di pemerintahan.
Jadi, reorientasi pengembangan ilmu dan praktik ke praktik internasional dan
International Public Sector Accounting Standard (IPSAS) harus dilakukan.
3.2.1 Perbedaan Akuntansi Sektor Publik dengan Akuntansi Sektor Swasta.
Perbedaan
Tujuan
Organisasi
Keuangan

ASP
Kesejahteraan masyarakat
Sektor Publik
Negara,
Daerah,
dan
Masyarakat

Akuntansi Sektor Swasta


Keuntungan
Swasta
Individu

3.2.2 Akuntansi Sektor Publik yang Tertinggal dari Akuntansi Bisnis


Akuntansi Sektor Publik di Indonesia jauh sangat ketinggalan bila
dibandingkan dengan Akuntansi Sektor Swasta. Pernyataan ini bukan hanya
untuk merendahatau santun, tetapi ketinggaln itu adalah rill. Pembuktiannya
sangatlah mudah, yakni :
a. Pemerintah Indonesia belum memiliki semua infrastruktur akuntansi
keuangan. Sejak tahun 1980an, pemerintah telah memperoleh dan
Bantuan Bank Dunia yang jumlahnya sangat besar. Namun, sampai akhir
Orde Baru, Standar Akuntansi Keuangan Pemerintah tidak pernah ada.jadi,
di tahun 1990-an, beberapa pakar saat itu, seperti Prof. Dr. Wahyudi
Prakarsa dari Universitas Indonesia, sempat menyatakan standardan
sistem yang disusun oleh Departemen Keuangan sudah obsollete
sebelum dapat diterapkan. Di tahun 2005, Standar Akuntansi Pemerintah
baru bisa dihasilkan dengan sejumlah kritik mengikutinya.
b. Standar Audit Pemerintahan ada dua dimana yang satu dikeluarkan oleh
BPK Republik Indonesia, dan dipihak lain BPKP sebagai Aparat Pengawas
Internal Pemerintah juga mengeluarkan Standar Audit.
3.2.3. Perbedaan akuntansi Sektor Publik dengan Akuntansi Sektor Bisnis
(swasta)
Secara konseptual, perbedaan kedua jenis organisasi ini terletak pada
tujuan yang akan dicapai. Tahap perencanaan, organisasi sektor swasta
menitikberatkan keuntungan usaha semaksimal mungkin. Sementara organisasi

sektor publiklebih mengutamakan kesejahteraan


tersebut dapat dilihat dari tabel berikut ini :
Perbedaan
Tujuan
Organisasi
Keuangan

Akuntansi sektor
publik
Kesejahteraan
masyarakat
Sektor publik
Negara,daerah,
masyarakat,konsituen

masyarakat.

Perbedaan

akuntansi sektor
swasta
Keuntungan
Swasta
Individual, perkumpulan

Akuntansi sektor publik tertinggal dari akuntansi bisnis, pembuktiannya


sangatlah mudah, yakni :
a. Pemerintah Indonesia belum memiliki semua infrastruktur akuntansi
keuangan yang dibutuhkan. Sejak tahun 1980-an, pemerintah telah
memperoleh dana bantuan Bank Dunia yang jumlahnya sangat besar.
Namun, sampai akhir Orde Baru, Standar Akuntansi Keuangan Pemerintah
tidak pernah ada. Jadi, pada tahun 1990-an beberapa pakar pada saat itu
sempat menyatakan bahwa standar dan sistem yang disusun oleh
Departemen Keuangan sudah obsollete sebelum dapat diterapkan. Pada
tahun 2005, Standar Akuntansi Pemerintahan baru bisa dihasilkan dengan
sejumlah kritik mengikutinya. Dan sampai tahun 2009, kematangan
standar akuntansi pemerintah belum juga dapat dicapai.
b. Standar Audit Pemerintahan pada tahun 1990-an baru ada dua buah, yaitu
satu yang dikeluarkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia
dan di pihak lain, BPKP sebagai aparat pengawas internal pemerintah juga
mengeluarkan standar audit. Pada tahun 2008, melalui SK Ketua BPK No.1
tahun 2008, dikeluarkan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara. Namun,
kelengkapan dan sistem pemeriksaan masih terus dikembangkan.
c. Pada organanisasi publik selain pemerintah ada standar akuntansi
keuangan (SAK) no. 45 tentang standar akuntansi untuk entitas nirlaba.
3.2.4. akuntansi atas utang atau kewajiban Oganisasi Publik
Kelemahan akuntansi keuangan pemerintah di masa lalu harus dipecahkan
melalui mekanisme hukum yang memberdayakan warga masyarakat. Pembagian
tugas yang jelas akan menunjukkan unit yang bertanggung jawab atas
perhitungan utang pemerintah dan strategi pelunasannya. Demikian pula unit
yang bertanggung jawab atas pemverifikasian jumlah utang, penggunaan utang,
dan pelunasannya harus ditunjuk secara formal.
Dalam hal ini, berbagai pertanyaan beriku harus dijawab :
a. Malukah pemerintah mengetahui utangnya?
b. Belum siapkah pemerintah memasuki transparansi keuangan ?

c. Apakah akuntansi yang baik hanya diperuntukkan bagi Pemerintah Daerah


dengan mewajibkan penyusunan Nota Perhitungan Anggaran Daerah,
Perhitungan Daerah, Neraca, dan Laporan Arus Kas ?
d. Bagaimana laporan keuangan pemerintah pusat dan berbagai agensi
pemerintah yang mengelola aset negara disusun secara terpisah ?
Pertanyaan diatas sangat penting untuk dijawab secara tegas. Berbagai
aturan pelaksana perlu diterbitkan, dan kemudian proses verifikasi
terhadap hasilnya perlu dilaksanakan.
3.2.5. ekonomi, efisiensi, dan efektivitas
Penilaian atas kinerja suatu organisasi sektor publik saat ini masih difokuskan
pada tiga konsep dasar, yaitu,ekonomi,efisiensi, efektivitas.
Efisiensi
Efisiensi merupakan hal terpenting diantara ketiga hal tersebut, dengan
pumusan rasio sebagai berikut :
OUTPUT dibagi dengan INPUT
Suatu organisasi dianggap semakin efisien apabila rasio efisiensi cenderung
diatas satu. Semakin besar angkanya , semakin tinggi tingkat efisiensinya.
Secara absolut, rasio ini tidak menunjukkan posisi keuangan dan kinerja
organisasi. Namun, berbagai program pada kedua organanisasi yang
berkecimpung dalam industri yang sama dapat diperbandingkan tingkat
efisiensinya. Apabila hasil rasionya lebih besar dari satu dibandingkan hasil rasio
program yang sama di organisasi lainnya, program tersebut bisa disebut lebih
efisien. Karena itu, efisiensi dapat dikembangkan dengan empat cara,yaitu :
1. Dengan menaikkan output untuk input yang sama
2. Dengan menaikkan output lebih besar dibandingkan proporsi peningkatan
input
3. Dengan menurunkan input untuk output yang sama
4. Dengan menurunkan input lebih besar dibandingkan proporsi penurunan
output
Input, sebagai penyebut, lebih sering dipertimbangkan sebagai faktor pengubah
kebijakan organisasi sektor publik
Efektivitas
Efektivitas menunjukkan kesuksesan atau kegagalan dalam pencapaian tujuan.
Ukuran efektivitas merupakan refleksi output. Jika suatu organisasi inigin
membangun sebuah rumah sakit dengan 250 tempat tidur, 4 unit operasi,
sebuah unit kecelakaan dan darurat, serta unit pasien luar dan semua target
tersebut tercapai,maka mekanisme kerja organisasi itu di anggap sudah efektif.
Karena itu, tujuan-tujuan tersebut harus spesifik, detail, dan terukur. Dalam
rangka
pencapaian
tujuan
itu,
organisasisektor
publik
sering
kali
tidakmemperhatikan biaya yang dikeluarkan. Hal seperti ini bisa terjadi, apabila
efisiensi biaya bukan merupakan salah satu dari indikator hasil.
Ekonomi

Indikator ekonomi merupakan indikator tentang penggunaan input. Di sini


pertanyaan yang diajukan adalah apakh organisasi telah membangun rumah
sakit secara ekonomis? ini berarti apakah biaya pembangunan rumah sakit
melebihi batasan anggaran yang telah disetujui?
Secara lebih praktis, pertanyaan dilapangan menjadi :
1. Apakah biaya pembangunan rumah sakit melebihi anggaran ?
2. Apakah biaya pembangunan rumah sakit lebih mahal dibandingkan
pembangunan rumah sakit yang setara di daerah lain ?
Jadi, dapat disimpulkan bahwa tiga indikator kinerja organisasi sektor publik bisa
dirinci sebagai berikut : ekonomi mengenai input, efisiensi mengenai input dan
output, serta efektivitas yang berhubungan dengan output.
Rasio efisiensi biaya dapat dikembangkan dengan :
(1)cara menempatkan lebih banyak anak kedalam kelas yang sama
(2)menggunakan jumlah staf yang sama untuk mengejar kelas yanglebih banyak
(3)mengejar jumlah orang yang sama dengan anggota staf yang lebih sedikit
(4) menyediakan lebih sedikit sarana atau fasilitas yang diperlukan
(5)mengurangi jumlah eksperimen yang dilakukan
Ini bearti penurunan pelayanan merupakan cara untuk memperbaiki rasio
efisiensi sekolah.
Dari diskusi diatas,pengukuran efisiensi tidak dapat digunakan sebagai dasar
kebijakan sektor yang berbeda dalam organisasi.Di sisi pertanggungjawaban
keuangan,efisiensi sering dijadikan ukuran kinerja tepenting,terutama tentang
bagaimana sumber daya didisribusikan.
Terkait dengan penilaian prestasi,insikator ekonomi,efisiensi,dan efektivitas
seharusnya bisa digunakan secara bersama-sama.misalnya,usaha restauran
dengan 100 pekerja.strategi yang dijalankan adalah memberikan subsidi kepada
pekerja
sebesar
Rp.20
per
hari.Output
diukur
dari
penyediaan
makanan,sedangkan input dalam besarnya biaya subsidi.
Berikut ini adalah laporan bagian pembukuan:
1.pelayanan snack bar:
-Output Rp.50 makanan perhari
-input Rp.40 perhari
2.pelayanan kontrak diluar restaurant :
-Output Rp.100 makanan perhari
-Input Rp.60 perhari

3.Operasi restauran oleh organisasi:


-Output Rp.100 makanan perhari
-Input Rp.80 perhari
Berdasarkan rasio efesiensi,pelayanan restauran dinilai paling efisien.
Pengukuran
Output
direstauran
seharusnyadorongan
untuk
mengembangkan kemampuan kerja. Menambahkan pelayanan,Misalnya
makanan panas dan banyak,akan merupakan pilihan yang lebih baik.Ini berarti
mengatur kepuasan pekerja merupakan cara meningkatkan efisiensi.

Kepuasan pekerja sulit diukur dalam prakteknya.Di lain sisi,penggunaan


tiga ukuran yaitu,ekonomi,efisiensi,dan efektivitas seharusnya menyeimbangkan
belanja dan program yang dikembangkan.
Frase
nilai
uang
digunakan
untuk
menunjukkan
mengenai
ekonomi,efesiensi dan efektivitas.Berbicara lebih detail,frase ini berhubungan
dengan output dibanding input(uang) atau yang disebut Efisiensi.Namun,output
seringkali hanya diukur secara fisik dalam perbandingan dengan input.Nilai uang
dapat dimaksimalkan jika organisasi mampu mengeluarkan biaya yang minimal
untuk menghasilkan output yang maksimal sesuai dengan tujuannya.
Penekanan
inefisiensi
dan
memelihara
atau
memperbaiki
kualitas,dijadikan motif pengukuran tren kualitas biaya.Sebagian besar tujuan
dapat diukur sementara sebagian lainnya tak terukur.Setiap jenis kualitas biaya
telah diteliti sesuai dengan standar profesionalisme asosiasi dan atau
profesi.Dengan kata lain,kualitas merupakan suatu residu dimana mekanisme
formal telah dilakukan secara numerik.
3.2.6. PENILAIAN PRESTASI SEKTOR PUBLIK VERSUS SWASTA KUANTITATIF DAN
KUALITATIF VS KUANTITATIF
Penilaian prestasi merupakan by-product dari value for money.Apakan
dengan pemerintah pusat,pemerintah lokal,dan penjamin?Organisasi sekarang
ini perlu menghasilkan dan menerbitkan kunci penilaian dalam berbagai bidang.
Penilaian
prestasi
juga
dihubungkan
dengan
perubahan
maanajemen.Melalui penilaian manajer,prilaku staf dapat diangkat dan
diubah.Manajer level strategik lebih mudah membuat perubahan struktural
organisasi dalam rangka peningkatan efektivitas biaya.
Definisi penilaian prestasi
Penilaian Prestasi adalah bobot angka yang dapat digunakan dalam
perbandingan dengan bilangan lain untuk mengindikasikan status relatif
beberapa aspek prestasi organisasi.
Hal itu sangat esensial dalam menekankan tiga komponen definisi,yaitu:

1. Penilaian prestasi harus berupa angka.Dalam berbagai kasus,semua


kejadian dapat dinilai secara keuangan.
2. Penilaian prestasi harus digunakan dalam situasi perbandingan yang
valid.kalau tidak tanpa nilai.
3. Penilaian prestasi harus cukup spesifik menunjukan manajemen untuk
memperbaiki suatu item.
Prestasi/kinerja organisasi,atau sebagian darinya,mungkin dipandang dalam
syarat-syarat ekonomi,efesiensi dan efektivitas.Oleh sebab itu,penilaian
prestasi dihubungkan dengan value for money.

Klasifikasi Penilaian Prestasi


Penilaian Prestasi diklasifikasikan dalam dua matrik-internal dan eksternalyaitu
keunggulan
diantara
penilaian
biaya
terkait
dengan
ukuran
ekonomi/efesiensi dan penilaian kualitas hasil terkait dengan ukuran efektivitas.
Tipe penilaian Pretasi :

Keefektifan

Efesiensi
ekonomi

Audiens internal
Penilaian dengan level tinggi
keadaan yang umum seperti
tingkat
penyelesaian
keseluruhan untuk collage dan
universitas.
Waktu yang dipakai untu
membersihkan/menggosok
lantai dalam area tertentu.

DGDG

Audiens Eksternal
Bobot
yang
sama
mungkin
digunakan
dengan
pemberian
pembiayaan/pendanaan
Bobot yang sama (jika
tersedia)akan digunakan
terhadap
penawar
potensial

Dasar perbandingan penilaian prestasi


Penilaian Prestasi harus diletakkan dalam konteks potensi alat manajemen.Tiga
perbandingan berikut mungkin dibuat:

1. Perbandingan dengan penilaian organisasi yang serupa,seperti otoritas


lokal lainnya atau sekolah(pemerintah lokal).

2. Perbandingan dengan penilaian organisasi yang sama dan mencakup


periode waktu yang berbeda,misalnya bobot tahun lalu atau jumlah bobot
lebih dari lima tahun.
3. Perbandingan dengan beberapa standar yang disetujui dengan budaya
utama atau penentuan oleh otoritas yang lebih tinggi.misalnya,penentuan
standar nilaidan kompetensi dari siswa yang berusia 16 tahun.
Dari perbandingan diatas,ada beberapa kesimpulan yang bisa diambil:
Pertama: perbandingan secara seksama dari bobot no.1 dan 2 yang telah
dikumpilkan dan perhitungan yang dibuat berikutnya.
Kedua: Faktor-faktor yang mempengaruhi indikator normatif harus sapat
dirinci dan dibandingkan.

Spesifikasi Penilaian Prestasi


Spesifikasi yang dinilai merupakan penentu fokus kerja bagian
organisasi(misalnya waktu perluas dalam meter untuk penggosokan lantai),dan
organisasi
keseluruhan
yang
mencakup
seluruh
aktivitas
pembersihan(misalnya,seluruh tingkat penyelesaian universitas).Kedua fokus
tersebut dapat diukur secara akurat.
Untuk fokus yang pertama,penilaian prestasi diaplikasikan pada seksi
organisasi yang sangat kecil.Kedua,syarat-syarat organisasi yang signifikan
dikembangkan agar organisasi secara keseluruhan dapat mencapai tujuannya.
Dari keseimbangan diatas,manajer dituntut untuk menyeimbangkan
spesifikasi dan generalitas.Pemenuhan indikator yang spesifik oleh suatu
kelompok bisa mengantarkan keseimbangan yang diperlukan.Indikator yang
digunakan dapat mengarahkan ke konteks penghargaan(jika positif),maupun
perlunya disiplin(jika negatif).
Oleh sebab itu,indikator pekerjaan produksi sering dialokasikan ke seksi
manajemen informasi,dimana output dimonitor dan diolah oleh staf yang ahli
komputer dan statistik.Peranan ahli tersebutadalah agar output dapat dipahami
secara jelas dan di interprestasikan oleh manager selaras dengan kenyataan
kenyataan yang ada dilapangan.ini berarti output dan implikasinya telah
diungkap secara tajam.
3.2.7.PENGENDALIAN SEKTOR PUBLIK VERSUS SWASTA-MANJEMEN KONTROL
VS MANAJEMEN KONTROL SISTEM
Pengendalian sektor publik difokuskan pada perilaku agensi dan
individual.Pemahaman akan pentingnya Pengendalian sektor publik
menyebabkan perlu nya pendalaman tentang pengendalian itu sendiri.
Pengendalian dapat diinterprestasikan sebagai proses maupun
pengarah.Jika sebagai proses,pengendalian lebih dianggap sebagai alat
manajemen dalam pelaksanaan keputusan.ini berarti bahwa pengendalian sektor
publik telah menjadi satu dalam proses manajemen organisasi.Jika sebagai
pengarah,pengendalian dapat diartikan sebagai intervensi dalam pengambilan
keputusan.Ini berarti pengendalian akan memberikan visi dari berbagai tuntutan
keputusan.Akibatnya,pengendalian merupakan tahap penentu keberhasilan
manajemen.
Secara tradisional,akuntasi manajemen memfokuskan pada
efesiensi.Dalam perkembangannya,strategi akuntansi memfokuskan pada
persoalan manajemen secara luas.
Sebagai contoh ,dibuku management control system in non profit
organizations,Anthony(1992) membedakan antara strategi
pengendalian,manajemen pengendalian,dan pengendalian operasional.

Tiga item tersebut berturut-turut merupakan refleksi dari


tujuan,efektivitas,dan efesiensi.
Domain Pengendalian Sektor Publik
KELAYAKAN AREA

Tujuan

Efektivitas
Input

Input
Efisiensi

Pengendalian digunakan untuk menyeimbangkan berbagai kepentingan


dalam organisasi dan berfungsi sebagai proses pencapaian efektifitas di mana
tujuan organisasi dapat dicapai. Konsep paling mendasar dalam tujuan
organisasi adalah bertahan, atau disebut juga komitmen dasar untuk tetap ada
(Lowe dan Chua, 1983)
Untuk mengetahui kuantitas pengukuran pencapaian tujuan adalah hal
yang sulit. Kata kualitas memuaskan dapat dijadikan simbol bertahannya
sebuah Pengambilan
organisasi, atau telah terlaksananya perencanaan yang layak,
sebagaimana
dikatakan oleh Simon pada 1957.
Keputusan
Pada posisi internal maupun eksternal organisasi, pengendalian lebih
dikenal sebagai sistem akuntansi manajemen. Tetapi dari segi eksternal,
pengendalian dilakukan oleh masyarakat dan/atau pemerintah. Dalam betntuk
lain, pengendalian juga ada yang dilakukan menurut nilai dan etik yang berlaku
dalam masyarakat. Nilai dan etik tersebutlah yang kemudian mempengaruhi
bentuk formal pengendalian regulasi.
Batasan pengendalian sektor public cukup luas, dan terkadang bersifat
psikologi-kultural
dalam
pengukurannya.
Walaupun
demikian,
proses
pengendalian sektor public tetap merupakan kunci untuk mencapai tujuan
organisasi melalui regulasi perilaku manusia dalam organisasi. Pengendalian
sektor public lebih berfungsi sebagai inspirasi berbagai aktivitas pelayanan
sektor public.
Dalam praktiknya, pengendalian merupakan hal terpenting kedua setelah
perencanaan.
Perencanaan Jangka Pendek
Dan Jangka Panjang
Berikut gambar siklus perencanaan dan pengendalian di Pemerintah
(RenStra)
Daerah :

Penilaian Penyimpangan antara Rencana dengan Pelaksanaan sesungguhnya (Pengendalian)


Pelaksanaan R

Pengukuran Pelaksanaan
(Pengendalian)

3.2.8. STRATEGI PENGEMBANGAN ORGANISASI SEKTOR PUBLIK VERSUS SWASTA STRATEGI PERECANAAN VERSUS STRATEGI MANAJEMEN
Setiap organisasi mempunyai keinginan untuk mencapai tujuan melalui
sumber daya yang tersedia, dan untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan
suatu perencanaan yang terdiri dari :
1. Proses Perencanaan : strategi yang digunakan untuk memilih atau
memodifikasi aktivitas, baik menambah atau mengurangi
2. Proses Pengendalian : penetapan perencanaan dalam suatu sistem yang
menjamin bahwa proses perencanaan dapat dilakukan
Perencanaan dapat dikategorikan sebagai perencanaan jangka panjang,
menengah, dan pendek. Jika perencanaan mempunyai dimensi yang semakin
panjang, maka akuntansi manajemen dalam menyediakan informasi akan
membuat rencana sementara (tentative)
Penyediaan informasi pada tahap perencanaan dapat dilakukan dengan
cara :
a. Penilaian Investasi
Sebagai suatu cara yang dilakukan pihak manajemen dalam rangka
menyediakan informasi tentang kemampuan perusahaan untuk
mengevaluasi pengembalian modal dan kemampuan asset yang
digunakan untuk operasi organisasi pada masa yang akan datang.
b. Perencanaan dan Penganggaran Keuangan
c. Keputusan mengenai investasi merupakan salah satu aspek dari akuntansi
manajemen yang tdd:
1. Perencanaan Keuangan
Berhubungan dengan proses penilaian investasi. Tujuan dasarnya
adalah menjamin tercapainya tujuan dan sasaran serta memenuhi
permintaan pelayanan
2. Anggaran Modal
Berisi rincian dan prakiraan penerimaan dari penjualan asset dan
pembayaran pengambilalihan asset baru untuk perencanaan jangka
menengah, dan mempertimbangkan informasi kebutuhan tentang

asset yang perlu diganti atau asset baru yang dibeli untuk jangka
menengah.
3. Anggaran Pendapatan
Memuat rencana pendapatan yang akan diperoleh organisasi dalam
satu tahun anggaran untuk membiayai kegiatan organisasi.
d. Model Keuangan
Merupakan salah satu cara yang dapat membantu dalam menghitung atau
menaksir masing-masing variable yang berkaitan dengan perencanaan.
Manfaatnya adalah untuk melihat prediksi situasi sesungguhnya yang
akan terjadi pada masa yang akan datang.
e. Target Perencanaan dan Penganggaran
Misalnya : target output, target kinerja, dll.
Aktivitas perencanaan terbagi atas 2, yaitu :
1. Tipe perencanaan yang diperlukan untuk menetapkan seluruh tujuan
organisasi yaitu perencanaan sasaran dan tujuan dasar
2. Tipe perencanaan yang diperlukan untuk menerapkan aktivitas dalam
pencapaian sasaran dan tujuan dasar (Perencanaan Operasional)
1.
2.
3.
4.
5.

Tahap pokok perencanaan dan pengendalian adalah :


Perencanaaan sasaran dan tujuan daasar
Perencanaan operasional
Penganggaran
Pengukuran dan pengendalian
Elah Pelaporan, analisis, dan umpan balik

Siklus Perencanaan Dan Pengendalian Manajemen


Tujuan perencanaan operasional adalah untuk merinci tujuan dasar yanga
kemudian diikuti dengan aktivitas-aktivitas. Perencanaan juga diperlukan untuk
menjamin apakah semua cara alternaatif untuk mencapai tujuan telah
dipertimbangkan, prioritas dan skala waktu telah ditetapkan, dan apakah
investasi modal dan biaya yang digunakan secara tahunan telah sesuai untuk
masa yang akan datang.
Anggaran berperan penting dalam pelaksanaan siklus perencanaan dan
pengendalian manajemen, karena anggaran merupakan penghubung utama
antara perencanaan dan pengendalian. Perencanaan berperan dalam
pencapaian tujua dan hal-hal yang berhubungan dengan moneter. Pengendalian
berperan dalam menetapkan anggaran, yang menunjukkan secara jelas input
dan sumber daya yang dialokasikan ke setiap departemen. Siklus perencanaan
dan pengendalian manajemen dapat dilihat sebagai proses yang terus-menerus.
Berikut gambar yang menunjukkan hubungan antara pemrograman dan
perencanaan strategi:

P E R E N C A N A A N

Pembuatan
Kebijakan

S T R A T E G I

Pengembangan Program Pelaksanaan Program

Pemrograman dan Anggaran


Banyak Organisasi tidak memperhatikan perbedaan formal antara
program dan anggaran. Program dan anggran memiliki perbedaan ketika dalam
kondisi nonformal. Diantara pemrograman dan anggaran terdapat perencanaan,
tetapi tipe dari aktivitas perencanaan membuatnya berbeda. Anggaran terfokus
untuk satu tahun, sedangkan pemrograman ter fokus dalam aktivitas selama
lebih dari satu periode.

DAFTAR PUSTAKA
Bastian, Indra. 2010. Akuntansi Sektor Publik : Suatu Pengantar. Edisi Ketiga. Jakarta : Erlangga