Anda di halaman 1dari 3

NO.

Nama Mahasiswa
: Haifa Zalikha
NIM
: 4314020025
Nama Dosen Pembimbing : Syafrudin
Judul:

Prodi: instrumentasi dan


Kontrol industri
Paraf:

Pembagi Tegangan

1. Tujuan
Dapat mengukur besar tegangan pada rangkaian tahanan seri
Menyelidiki hubungan antara V1 dan V2 dengan harga tahanan yang berbeda
Menyelidiki pengaruh kedudukan potensiometer terhadap harga V1 dan V2
2. Pendahuluan
2.1. Multimeter
Multimeter merupakan salah satu alat ukur yang sangat berguna didalam
pekerjaan tertentu. Saklar mampu di operasikan di banyak posisi dengan sangat
cepat dan mudah seperti, dijadikan alat ukur untuk mengukur kuat arus (Ampere
Meter), untuk mengukur tegangan (Voltmeter), dan sebagai alat ukur hambatan
(Avo Meter). Multimeter terbagi menjadi 2, ada yang berupa analog dan ada yang
berupa digital.
2.2. Resistor
Sedangkan Resistor merupakan komponen elektronik yang mempunyai 2 kutub
yang di desain untuk menahan arus listrik dengan membuat tegangan listrik
diantara 2 kutubnya.
Rumus untuk menghitung hambatan:

2.3. Power Supply (PSU)


Power supply adalah alat atau sistem yang berfungsi untuk menyalurkan energi
listrik atau bentuk energi jenis apapun yang sering digunakan untuk menyalurkan
energi listrik. Secara prinsip rangkaian power supply adalah menurunkan
tegangan AC , menyearahkan tegangan AC sehingga menjadi DC, menyetabilkan
tegangan DC, yang terdiri atas transformator, dioda dan kapasitor/condensator.
2.4. Potensiometer
Merupakan resistor tiga terminal dengan sambungan geser yang membentuk
pembagi tegangan dapat di setel.
3. Gambar Rangkaian

4. Daftar Alat & Komponen


1. Resistor
2. Multimeter Analog
3. Power Supply
4. Banana Cable

5. Jumper
6. Potensiometer 220 ohm
7. Protoboard

5. Langkah Kerja
5.1 Percobaan 1
1. Siapkan semua alat & komponen
2. Bentuk rangkaian komponen di papan rangkaian seperti pada gambar percobaan 1
3. Nyalakan power supply tegangan 10V menggunakan multimeter pada range 50V
4. Ukur tegangan pada RL1 , baca dan catat hasil pengukuran pada multimeter
5. Ukur tegangan pada RL2 , baca dan catat hasil pengukuran pada multimeter
5.1 Percobaan 2
1. Siapkan semua alat & komponen
2 Bentuk rangkaian komponen di papan rangkaian seperti pada gambar percobaan 2
3 Nyalakan power supply tegangan 10V menggunakan multimeter pada range 50V
4 Ukur tegangan V1 pada range 0-220ohm, baca dan catat hasil pengukuran pada
multimeter
5 Ukur tegangan pada V2 pada range 0-220ohm, baca dan catat hasil pengukuran
pada multimeter
6. Hasil Percobaan
6.1 Percobaan 1
Praktik

Teori

RL1
Ohm

RL2
Ohm

U1/V

U2/V

U1/V

U2/V

150

47

7,8

2,2

7,6

2,4

100

100

47

150

2,3

7,7

2,4

7,6

*catatan : U1 = f(RL1)
U2 = f(Rl2)
6.2 Percobaan 2
Potensiomete
r

Praktik
U1/V

U2/V

Teori
U1/V

U2/V

Stelling
0
1
2
3
4
5
6

10
8,5
7
6
4,3
2,5
0

0
1
2,5
3,8
5,3
7
10

10
8,5
6,8
4,8
2,8
1,1
0

0
1,5
3,2
5,2
7,2
8,9
10

7. Pembahasan
Pada Percobaan pertama kita telah menghitung tegangan pada RL1 dan RL2, RL1 dan
RL2 dihubungkan seri dengan memvariasikan nilai hambatan pada masing-masing
resistor. Secara teori dalam menghitung tegangan tegangan kita dapat menggunakan
hukum ohm yaitu; V = IR , pada pembagi tegangan rumus ini dikembangkan lagi
menjadi

V 1=

R1
R2
Vs
V 2=
Vs
atau
,dengan Vs adalah sumber
R 1+ R 2
R 1+ R 2

tegangan 10V . Dalam perhitungan teoritis hasil yang didapat tidak jauh berbeda
dengan hasil praktik. Karena menurut hukum ohm hubungan tegangan dan hambatan
berbanding lurus, maka dapat dilihat pada tabel percobaan 1 semakin besar nilai
resistansi resistor maka semakin besar pula tegangan yang dihasilkan. Pada percobaan
kedua kita menghitung nilai tegangan pada nilai potensiometer yang berbeda range
potensio diatur mulai dari a-g. Pada range yang sama didapat nilai U1/V dan U2/v
yang berbeda. Pada saat U1/V nilainya maximum maka U2/V nilainya minimum, dan
juga sebaliknya.
8. Penutup
8.1 Kesimpulan
Pada praktikum pembagi tegangan ini kita menghitung nilai tegangan pada
masing-masing resistansi yang berbeda. Hasil yang didapat sesuai dengan teori
hukum ohm. Pada percobaan kedua dengan menggunakan potensiometer
didapat nilai U1/V dan U2/V berbanding terbalik, disaat U1/V nilainya max
maka nilai di U2/V nilainya min, begitu pula sebaliknya.Nilai U1/V dengan
range pada potensiometer mulai dari a sampai g nilainya semakin kecil
sedangkan U2/V nilainya semakin besar.
8.2 Saran
1. Periksa kondisi perlengkapan komponen yang digunakan
2. Sebelum digunakan Power Supply diatur dalam keadaan minimum
3. Pastikan semua rangkaian disusun dengan benar
4. Amati dengan teliti jarum penunjuk pada multimeter