Anda di halaman 1dari 11

A.

Identifikasi masalah
1. Sebagian besar pendidikan ibu masih rendah. Dibuktikan dengan
frekuensi pendidikan ibu sebesar 59,2%, ibu memiliki tingkat pendidikan
2.

dasar (tamat SD dan SMP).


Sebagian besar pendidikan ayah juga masih rendah. Dibuktikan dengan
frekuensi pendidikan ayah sebesar 52,1%, ayah memiliki tingkat

3.

pendidikan dasar (tamat SD dan SMP).


Kebanyakan ibu bayi dan balita yang tidak bekerja masih tinggi.

4.

Dibuktikan dengan frekuensi bahwa 66,2% tidak bekerja.


Tingkat konsumsi energi bayi/ balita yang masih kurang baik, hal ini
terlihat dari data frekuensi bahwa 77,5% bayi/ balita asupan energinya

5.

tidak baik.
Tingkat konsumsi protein bayi/ balita yang masih kurang baik, hal ini
terlihat dari data frekuensi bahwa 81,7% bayi/ balita asupan energinya
tidak baik.

B. Prioritas Masalah
Dari uji statistik di atas diperoleh beberapa permasalahan, dan dengan
menggunakan metode CARL diperoleh kesimpulan sebagai berikut:

KETERANGAN:
C= ketersediaan Sumber Daya (dana dan sarana)
A= kemudahan, masalah dapat diatasi atau tidak
R= kesiapan dari tenaga pelaksana
L= seberapa besar pengaruh kriteria yang satu dengan yang lain
RUMUS:
a. Masalah 1 = 3x2x3x4 = 72 ranking 3
b. Masalah 2 = 3x2x2x4 = 48 ranking 4
c. Masalah 3 = 3x3x2x1 = 18 ranking 5
d. Masalah 4 = 4x3x3x3 = 108 ranking 1 (prioritas masalah)
e. Masalah 5 = 3x3x3x3 = 81 ranking 2
1

C. Alternatif Pemecahan Masalah


1.

Analisis

Masalah
Kualitas dan pengetahuan

Demo
memasak

PMT

Asupan
energi

Asupan
energi

Status gizi baik


Pengetahuan gizi yang kurang
Status ekonomi yang kurang
Pelatihan

Ibu yang tidak


berkerja

2.

Latar belakang
pendidikan

Pengetahuan gizi ibu


yang kurang

Faktor lingkungan

Alternatif

Pemecahan Masalah
Pemecahan masalah adalah dengan cara pemberdayaan masyarakat
dengan memberikan PMT dalam bentuk makanan bubur, susu dll. Selain
itu juga dilakukan lomba demo masak dengan membuat nugget dari
bahan dasar dan pelatihan keterampilan bagi ibu yang tidak bekerja.
a. Asupan energi yang kurang
Tercapainya peningkatan kualitas asupan makan bayi/balita optimal
Tingkat kosumsi energi dan protein bayi/ balita sudah baik
Pemberian PMT

Pola makan yang baik


Pengetahuan gizi ibu yang baik

b. Asupan protein yang kurang


Tercapainya peningkatan kualitas asupan makan bayi/balita optimal
Tingkat kosumsi energi dan protein bayi/ balita sudah baik
Pola makan yang baik
Pengetahuan gizi ibu yang baik
Demo masak dengan membuat nugget ayam wortel
C. Ibu balita yang tidak bekerja
Tercapainya peningkatan kualitas asupan makan bay/balita optimal
Tingkat kosumsi energi dan protein bayi/ balita sudah baik
Pola makan yang baik
Pengetahuan gizi ibu yang baik
Pelatihan keterampilan

D. Prioritas Pemecahan Masalah


3

Prioritas masalah utama adalah asupan energi balita karena dari hasil
uji metode CARL diperoleh skor 108. Dengan adanya masalah tersebut
prioritas pemecahan masalah ini adalah dengan melakukan pemberian PMT
kepada balita, mengadakan lomba demo masak dan diadakan pelatihan
keterampilan bagi ibu balita yang tidak bekerja.

BAB IV
POA (POINT OF ACTION)
Latar Belakang

: Memperbaiki status gizi balita baik yang kurang maupun


lebih.

Tujuan

: Memperbaiki status gizi balita dan meningkatkan


pengetahuan gizi ibu balita desa Ngenden.

Sasaran

: balita di desa Ngenden, ibu-ibu di desa Ngenden.

Alternatif

Memberikan

PMT

kepada

balita,

mengadakan

penyuluhan gizi kepada ibu balita, mengadakan lomba


balita sehat, mengadakan lomba demo masak.
Jenis kegiatan

: pemberian PMT, penyuluhan dan lomba

Metode

: Pemberian PMT : pemberian langsung kepada balita


Penyuluhan : ceramah dan tanya jawab
Lomba balita sehat : penilaian kepada balita
Demo masak : penilaian masakan

Waktu

: Menyesuaikan jadwal di Balai Desa

Tempat

: Pemberian PMT : Posyandu


Penyuluhan : Balai Desa
Lomba balita sehat : Balai Desa
Demo masak : Balai Desa

Materi

: Pemberian PMT :
Penyuluhan : status gizi balita (kurang dan lebih),
kebiasaan makanan
Lomba balita sehat : menyanyi dan mewarnai
Demo masak : membuat sosis dari ayam

Sarana

: Pemberian PMT: makanan (susu kedelai, bubur sumsum)


Penyuluhan : leaflet
Lomba balita sehat :
Demo masak :

Organisasi perlaksanaan :
1. Ketua

: Alfian Pramuditya

2. Wakil ketua
: Anita Budiati
3. Bendahara
: Dyah Oktiva Furi
4. Seksi Perlengkapan: Dewi Pratidina
5. Seksi Konsumsi
: Debby Sulistyaningtyas
6. Humas
: Nuraini Erna
: Siti Rohmah
Sumber dana
Dana berasal dari Puskesmas dan panitia
Target pencapaian
Pengetahuan ibu-ibu menjadi meningkat serta dapat membuat makanan Balita.

PETUNJUK PELAKSANAAN (JUKLAK)


1. Pemberian PMT
Kegiatan
Tema
Tujuan
Materi
Sasaran
Metode
Lokasi
Alat dan bahan

: Pemberian PMT
: Asupan energi yang kurang
: Meningkatkan asupan energy (jangka panjang)
:: 72 bayi dan balita
: Pemberian langsung
: Posyandu masing-masing
: Alat
: plastik, nampan, baskom

Bahan

: susu kedelai, tepung beras, gula jawa,

santan
: susu kedelai @ 800 x 72
Tepung beras
Gula jawa
Santan
Plastik kecil
Platik sedang
Plastik hitam

Dana

Evaluasi
1. Input
2. Proses
3. Output
2. Demo masak
Kegiatan
Tema
Tujuan
Materi
Sasaran
Metode
Lokasi
Alat dan bahan

Dana

Evaluasi
1. Input
2. Proses

= 57600
= 30000
= 11000
= 7000
= 2000
= 4000
= 5000_+
Rp. 116.600,-

:
: Waktu, dana, tempat, peralatan
: Pemberian PMT secara langsung
: Asupan zay gizi balita meningkat
: Demo masak
: Asupan protein yang kurang
: Meningkatkan asupan protein
: Pembuatan nugget ayam wortel
: Ibu balita
: Cara pembuatan nugget ayam wortel
: Balai Desa
: Alat : panci, wajan, telenan, pisau, kompor, baskom
Bahan:daging ayam, telur, tepung terigu, tepung panir,
garam, merica, bawang putih
: Daging ayam
= 15000
Telur
= 5000
Tepung terigu
= 3500
Tepung panir
= 5000
Garam
= 1000
Merica
= 1000
Bawang putih
= 2000_+
Rp. 32.500,:
: Dana, waktu, tempat ,peralatan
: Menjelaskan cara pengolahan produk dan praktek

langsung
3. Output
: Ibu-ibu yang memiliki balita memahami cara pengolahan
produk
3. Pelatihan keterampilan
Kegiatan
: Pelatihan terpadu
Tema
: Ibu tidak bekerja (IRT)

Tujuan

: untuk menambah pengetahuan ibu tentang cara


pengolahan makanan yang benar supaya zat gizi tidak

Materi
Sasaran
Metode
Lokasi
Alat dan bahan
Dana

Evaluasi
1. Input
2. Proses

hilang
: Persiapan bahan makanan, pengolahan, penyajian
: Ibu balita tidak bekerja
: Ceramah dan Tanya jawab
: Rumah Pak Lurah
: Lembar balik, poster
: Lembar balik = 25.000
Kertas
= 30.000
Poster
= 50.000_+
Rp. 105.000,:
: Dana, waktu, tempat ,peralatan
: pembukaan, dilakukan pre

test

mengenai

cara

pengolahan makanan yang baik dan benar, diberikan materi


pelatihan tata cara penglahan makanan yang baik dan benar,
dilakukan post test, penutup
3. Output
: Ibu-ibu yang memiliki balita memahami cara pengolahan
makanan yang baik dan benar

POA

Proyek &
deskripsi
Tujuan
proyek
1. Pemberian Meningkatka
PMT
n asupan
energi

Target

Kegiatan

72 Balita

1.Pengumpulan
Balita
2.Pelaksanaan
posyandu
3.Pemberian
PMT

Strategi pelakasanaan
Instansi
Personil
Sasaran
langsung pendukung
Posyandu
Mahasiswa, Balita
kader
posyandu

Tempat
kegiatan

Sumber daya
Waktu

Posyandu
desa
ngenden

1 hari

2. Lomba
Demo Masak

Meningkatka
n asupan
protein

Ibu yang
memiliki
balita

1. Pembukaan
2. Penjelasan
cara
pemasakan
3. Praktek demo
masak
4. Penutup

Puskesmas
, Posyandu

Mahasiswa,
masyarakat

Ibu yang
memiliki
balita

Balai desa

1 hari

3. Pelatihan
keterampilan
ibu balita

Menambah
pengetahuan
ibu balita
tentang cara
pengolahan
makanan
yang benar

Ibu yang
memiliki
balita

1. Pembukaan
2. Pre test
3. Penjelasan
4. Pelaksanaan
keterampilan
5. Post test
6. Penutup

Puskesma,
posyandu,
kelurahan

Mahasiswa,
karang
taruna,
masyarakat

Ibu yang
memiliki
balita

Balai desa

3 hari

Jenis

Sumber

Alat: plastik,
nampan,
baskom
Bahan: susu
kedelai,
tepung
beras, gula
jawa, santan
Alat: panci,
wajan,
telenan,
pisau,
kompor,
baskom
Bahan:
daging ayam,
telur, tepung
terigu,
tepung panir,
garam,
merica,
bawang putih
Alat dan
bahan:
lembar balik,
poster

Puskesmas,
mahasiswa,
kader
posyandu

Mahasiswa,
masyarakat

Mahasiswa

TABEL HIPOPOC

10

11