Anda di halaman 1dari 11

Kata Pengantar

Dengan mengucapkan puji syukur atas kehadirat Tuhan yang Maha


Esa, atas segala kebesaran dan limpahan nikmat yang diberikanNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Makalah yang berjudul.
Bunga Teratai. Dalam penilisan Makalah ini, berbagai hambatan
telah penulis alami. Oleh karena itu, terselesaikannya Makalah ini
tentu saja bukan karena kemampuan penulis semata-mata. Namun
karena adanya dukungan dan bantuan dari pihak-pihak yang terkait.
Sehubungan dengan hal tersebut, berterima kasih kepada semua
pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang telah
membantu menyelesaikan laporan Makalah ini. Dalam penyusunan
Makalah ini, penulis menyadari pengetahuan dan pengalaman
penulis masih sangat terbatas. Oleh karena itu, penulis sangat
mengharapkan adanya kritik dan saran dari berbagai pihak agar
Makalah ini lebih baik dan bermanfaat. Serta akhir kata penulis
ucapkan semoga Tuhan yang Maha Esa selalu membalas budi baik
anda semua.

Kupang 19-05-2014

Penulis

DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1
A. Latar
Belakang................................................................................
...............
1
B. Rumusan
Masalah.................................................................................
........
2
C. Tujuan
Penulisan...............................................................................
............

BABA II PEMBAHASAN

A. Klasifikasi Bunga
teratai.................................................................................
B. Karekteristi Bunga
teratai..............................................................................
C. Morfologi Bunga
teratai................................................................................
D. Habitat Bunga
teratai....................................................................................
E. Periodisasi mekar dan mengungcup Bunga
Teratai......................................
F. Adaptasi Bunga
teratai..................................................................................

3
3
4
5
6
7

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan............................................................................
........................
B. Saran.....................................................................................
.........................

9
9

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sebagai tanaman air yang populer di berbagai belahan dunia,
teratai berfungsi sebagai elemen estetis penataan eksterior. Sosoknya
yang anggun memang mampu menambah asri suasana.
Keistimewaan lain, teratai merupakan tanaman yang banyak
menyuntikkan insiprasi pada kaum penyair maupun penggubah lagu.
Selebihnya, berbagai bangsa di muka bumi menempatkan tumbuhan air
ini dalam posisi sarat nilai. Penduduk Mesir misalnya, menjadikan
teratai sebagai lambang nasionalnya. Sejarah Mesir memang sudah
mengenal teratai sejak lama. Dalam astrologi, masyarakat Mesir Kuno
menggunakan bentuk teratai sebagai simbol matahari terbit. Mekar dan
kuncupnya teratai jadi patokan pergantian siang dan malam. Oleh
karena itu, akan dibahas mengenai periodisasi mekar dan
menguncupnya bunga teratai dan juga hubungannya dengan
lingkungannya.

B.Rumusan Masalah
1. Bagaimana klasifikasi bunga teratai ?
2. Bagaimana karakteristik bunga teratai ?
3.
Bagaimana morfologi bunga teratai ?
4. Di mana habitat bunga teratai ?
5. Bagaimana Periodisasi Mekar dan Menguncupnya Bunga Teratai ?
6. Bagaiman cara adaptasi bunga teratai ?

C.Tujuan Penulisan
1

1.

Mgetahui klasifikasi bungfa teratai

2.

Megetahui karakteristik bunga teratai

3.

Megetahui morfologi bunga teratai

4.

Megetahui habitat bunga teratai

5.

Megetahui Periodisasi Mekar dan Menguncupnya Bunga Teratai

6.

Megetahui cara adaptasi bunga teratai

BAB II
PEMBAHASAN
A. Klasifikasi
Klasifikasi bunga teratai:
Kerajaan

: Plantae

Divisi

: Magnoliophyta

Kelas

: Magnoliopsida

Ordo

: Nymphaeales

Famili

: Nymphaeaceae

Genus

: Nymphaea

Spesies

: Ada sekitar 50 species.

B. Karakteristik Bunga Teratai


Teratai adalah tanaman air yang tumbuh tegak. Rimpang tebal
bersisik, tumbuh menjalar. Daun dan bunga keluar langsung dari
rimpangnya yang terikat pada lumpur di dasar kolam. Helaian daun
lebar dan bulat, disangga oleh tangkai yang panjang dan bulat
berdiameter 0,5-1 cm, panjangnya 75-150 cm. Daun menyembul ke
atas permukaan air, menjulang tegak seperti perisai. Permukaan daun
berlilin, yaitu warnanya hijau keputihan, tepi rata, bagian tengah agak
mencekung, tulang daun tersebar dari pusat daun ke arah tepi, diameter
3

30-50 cm. Bunganya harum, tumbuh menjulang di atas permukaan air


dengan tangkai bulat panjang dan kokoh, panjang tangkai bunga 75200 cm.

C. Morfologi Teratai
Secara umum teratai (Nymphae sp.) memiliki struktur morfologi
sebagai berikut:
1. Memiliki daun yang lebar dengan bentuk yang melingkar, dan tepi
daun bergerigi. Sebagian besar daun-daun ini mengapung di atas
air agar dapat mengambil oksigen yang ada di udara. Daun dapat
mengapung karena adanya ruang udara yang berkembang dengan
baik.
2. Pada permukaan adaksial atau atas, daun Nymphae sp. berwarna
hijau dan stomata banyak ditemukan pada bagian ini sedangkan
pada bagian abaksial atau bawah, daun Nymphae sp. berwarna
keunguan dan terdapat tulang daun besar serta tulang daun kecil.
Pada daun bagian abaksial biasanya tidak di temukan adanya
stomata.
3. Memiliki batang yang berfungsi untuk menyangga daun
mengapung di atas air. Batang sebagian besar tenggelam di dalam
air, namun ada beberapa yang muncul di atas permukaan air.
Batang memiliki ruang udara yang berkembang dengan baik.
Selain berfungsi sebagai penyokong dari daun, batang juga
4

berfungsi untuk mengasorbsi nutrisi yang dibutuhkan oleh


Nymphae sp.
4. Sistem akar kurang berkembang dengan baik dan tidak memiliki
bulu akar maupun tudung akar. Akar pada Nymphae sp. memiliki
fungsi utama sebagai jangkar, pelekat atau pencengkeram.

D. Habitat
Tanaman teratai sangat cocok tumbuh untuk daerah sub
tropis sampai daerah tropis. Dapat tumbuh dengan baik pada suhu
20-30 derajat Celcius. Habitat atau tempat tumbuh teratai adalah di
air, yaitu di perairan dan kolam, kadang ditemukan tumbuh liar di
rawa-rawa
Media tanam tanaman teratai sangat sederhana sekali, yaitu
air sebagai tempat utamanya. Lebih lanjut, medianya adalah air,
tanah lumpur, dan pasir. Ketiga unsur media ini dicampur, dan
masukkan ke dalam pot sebanyak bagian pot tersebut. Kemudian, pot
diisi penuh dengan air. Tunggu sekitar satu minggu supaya terbentuk
lapisan lumpur pada bagian dasar pot.
Walau demikian, Teratai akan tumbuh dengan baik jika
ditanam dalam kondisi air yang bersih, oleh karena itu setiap satu
minggu dua kali air yang untuk media penanaman Teratai harus rutin
diganti agar kualitas air tetap sehat bagi Teratai. Disamping untuk
pertumbuhan tanaman itu sendiri, penggantian air secara berkala
5

juga baik untuk menghindari dari penyakit bagi lingkungan sekitar,


yaitu misalnya untuk menghindari adanya perkembangan jentik
nyamuk.
Selain membutuhkan air, kebutuhan tanaman Teratai akan
sinar matahari juga sangat tinggi, tanaman ini membutuhkan sinar
matahari hampir sepanjang hari. Dan yang tak kalah penting untuk
pertumbuhan Teratai adalah pemupukan, Teratai juga membutuhkan
pemupukan untuk kelangsungan hidupnya.

E. Periodisasi Mekar dan Menguncupnya Bunga Teratai


Secara umum, bunga teratai akan muncul dan mekar sekitar
pukul 18.00-19.00 petang dan menutup kembali keesokan paginya.
Biasanya, dalam satu tanaman Teratai tak pernah ada bunga yang
mekar bersamaan alias selalu bergantian dalam hal mekarnya bunga.
Setelah layu, mahkota bunga berguguran sampai akhirnya tersisa
dasar bunga yang akan menjadi bakal buah, bentuknya seperti
kerucut terbalik dengan permukaan datar semacam spons dan
berlubang-lubang.
Jenis bunga Teratai sangat banyak, yaitu sekitar 50 jenis.
Jenis-jenis teratai tersebut periodisasi mekar dan menguncupnya
berbeda satu sama lain. Pada Teratai salem terbilang paling
eksklusif. Jenis ini mekar pada siang hari, antara pukul 8.00-15.00
WIB. Namun, prosesnya bergantung pada kondisi cuaca karena jenis
6

teratai ini merespons cahaya matahari. Jika mendung, ia menguncup


sedangkan jika cuaca panas, ia tetap mekar hingga pukul 17.00 WIB.
Jenis lain yaitu Teratai yang berwarna oranye. Jenis ini
mekar pada siang hari. Teratai oranye lebih mudah diperbanyak,
yakni dari daun yang berputik.

F. Perubahan Perilaku Akibat Perubahan Kondisi Lingkungan Eksternal


(Adaptasi)
Tanaman teratai dapat beradaptasi dengan lingkungan yang
memiliki ketersediaan air yang melimpah dan kelembapan yang tinggi.
Teratai memiliki cara menyesuaikan diri terhadap tempat hidupnya
dengan cara yang unik. Berkebalikan dengan kaktus yang hidup di
daerah gersang, teratai justru hidup di daerah penuh air dan dapat
mengapung di permukaan air. Tumbuhan ini menyesuaikan diri dengan
memiliki daun yang berbentuk lebar dan tipis. Bentuk daun seperti ini
mengakibatkan penguapan air terjadi dengan mudah. Selain itu,
batangnya yang berongga-rongga memungkinkan teratai dapat
bernapas walaupun akar dan batangnya berada di dalam air.
Hal mendasar yang mempengaruhi aktivitas adaptasi bagi
tumbuhan teratai ini adalah ketersediaan air. Ketika jumlah air sedikit
maka tumbuhan akan merespon dengan menutup stomata yang
menyebabkan layunya bagian-bagian tumbuhan itu sendiri. Bagi
tanaman yang tumbuh di daerah rawa beradaptasi dengan memiliki
7

daun yang besar karena kondisi rawa yang lembab dan kandungan
airnya tinggi. Selain itu memiliki ruang udara yang besar dalam
struktur internal untuk menyimpan udara. Hal ini dikarenakan tanah
pada umumnya mengalami air logging sehingga cenderung anaerob
dan kekurangan oksigen.
Pada tanaman yang seluruhnya berada terendam air atau
hydrophytes seperti teratai ini akan menggantung lemas ketika dalam
lingkungan yang tidak ada air. Pada dasarnya air di sekeliling
tumbuhan akan memperkuat jaringan di batang dan petiol daun
sehingga tidak membutuhkan penguatan mekanis.

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
1. Secara umum bunga teratai akan muncul dan mekar sekitar pukul
18.00-19.00 petang dan menutup kembali keesokan paginya. Bunga
teratai mekar secara bergantian, artinya dalam satu tanaman, teratai tak
pernah ada bunga yang mekar dalam waktu yang bersamaan.
2. Teratai memiliki cara menyesuaikan diri terhadap tempat hidupnya
dengan cara yang unik. Teratai hidup di daerah penuh air dan dapat
8

mengapung di permukaan air. Tumbuhan ini menyesuaikan diri dengan


memiliki daun yang berbentuk lebar dan tipis. Bentuk daun seperti ini
mengakibatkan penguapan air terjadi dengan mudah. Selain itu,
batangnya yang berongga-rongga memungkinkan teratai dapat
bernapas walaupun akar dan batangnya berada di dalam air.
Karena teratai hidup di tempat yang banyak air, maka ketika
lingkungannya ekstrim (dengan jumlah air yang sedikit), tumbuhan
akan merespon dengan menutup stomata yang menyebabkan layunya
bagian-bagian tumbuhan itu sendiri.
B. Saran
Dengan mengetahui klasifikasi hingga adaptasi Bunga teratai
diharapkan dapat membantu kita lebih mengenal Bunga teratai.
Penulisan Makalah Ini Pun Tidak Sempurna Karena Masih Banyak
Kekurangannya. Maka Dari Itu Penulis Menerima Kritik Dan Saran
Yang Sifatnya Membangun.