Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM KIMA DASAR
SEMESTER I

Oleh :
Nama

: Linus Seta Adi Nugraha

No. Mahasiswa

: 09 0064

Dosen Pembimbing

: Retno Sulistyowati., S.Pd

LABORATORIUM KIMIA DASAR
AKADEMI FARMASI THERESIANA
SEMARANG
2009

dan PO42-. Analisa kulaitatif merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk mempelajari kimia dan unsur-unsur serta ion-ionnya dalam larutan. dan (B) proses yang tergantung pada reaksi-reaksi dalam larutan. ini hanya boleh dianggap berguna untuk memberi indikasi dari keterbatasan-keterbatasan metode ini. belum pernah dikemukakan suatu skema yang benar-benar memuaskan. proses-proses yang dipakai dapat dibagi ke dalam (A) proses yang melibatkan identifikasi produk-produk yang mudah menguap. yang diperoleh pada pengolahan dengan asam-asam. DAN PO42A. lagi pula.serta mengetahui reaksi-reaksi apa saja yang tejadi pada saat identifikasi. A. Skema klarifikasi yang berikut ternyata telah berjalan dengan baik dalam praktek. S2O32-. dan (ii) gas atau uap . karena beberapa anion termasuk dalam lebih dari satu sub golongan. dan garam zinknya. tak mempunyai dasar teoritis. bahwa kita memang bisa memisahkan anion-anion kedalam golongan-golongan utama. Namun. TUJUAN PRAKTIKUM Mahasiswa mampu memahami dan melakukan langkah-langkah identifikasi anion S2-. I. Pada hakekatnya. Metode yang tersedia untuk mendeteksi anion tidaklah sesistematik seperti metode untuk kation. A. Kelas (A) dibagi lagi kedalam sub-kelas (i) gasgas yang dilepaskan dengan asam klorida encer atau asam sulfat encer.. CH3COO-.. Dalam metode analisis kualitatif kita menggunakan beberapa pereaksi golongan dan pereaksi spesifik. B4O72-.IDENTIFIKASI ANION S2-. CH3COO-. Skema ini bukanlah skema yang kaku. S2O32-. Sampai kini. dan untuk memastikan hasil-hasil yang diperoleh dengan prosedur-prosedur yang lebih sederhana (Vogel. B. dan pemisahan berikutnya yang tanda dapat diragu-ragukan lagi dari masing-masing golongan menjadi anggota-anggota golongan tersebut yang berdiri sendiri. yang memungkinkan pemisahan anion-anion yang umum kedalam glongangolongan utama. kedua pereaksi ini dilakukan untuk mengetahui jenis anion suatu larutan (Vogel. DASAR TEORI Analisa kualitatif mempunyai arti mendeteksi keberadaan suatu unsur kimia dalam cuplikan yang tidak diketahui. Namun. 1957). I. garam kalsium atau bariumnya. B4O72-. bergantung pada kelarutan garam peraknya. 1957). harus kita sebutkan di sini.

Perlu ditunjukan disini. stibium dan timah(IV) memerlukan asam klorida pekat untuk berurai. mangan. dan dikromat (Vogel. arsenat. nitrat. I. peroksodisulaft. dan sitrat (Vogel. dan polisulfida dari logam-logam alkali. dan sianat. silikat. (ii) Oksidasi dan reduksi dalam larutan: Manganat. hipofosfit. sulfida. bromat. format. A. salisilat. (Vogel. Kelarutan: Sulfida asam. A. karena mereka terhidrolisis sempurna oleh air: Al2S3 + 6H2O 2Al(OH)3 + 3H2S Sulfida besi. larut dalam air. arsenit. nikel. dengan pelepasan hidrogen sulfida. heksafluorosilikat.+ OH- Sulfida dari alumunium. kromat. 1957). semuanya memberi pewarnaan atau endapan yang khas setelah ditambahkan larutan besi(III) klorida kepada suatu larutan yang praktis netral (Vogel.+ OH- SH. sulfida timbel. sulfida normal.+ H2O SH. klorat (Bahaya). heksasianoferat(II). nitrit. larutan air dari zat-zat ini bereaksi basa karena hidrolisis. sulfit. perklorat. A. bromida. Ini meliputi zat-zat dari (i) plus zat yang berikut: fluorida. tartrat. salisilat. permanganat. klorida. bahwa asetat.dilepaskan dengan asam sulfat pekat. hanya dapat dibuat dalam keadaan kering. (ii) Gas atau uap asam dilepaskan dengan asam sulfat pekat. A. kromat. tartrat. oksalat. sulfida alkali tanah larut sangat sedikit. sitrat. seperti merkurium(II) sulfida. S2. sulfida-sulfida lainya. dikromat. dapat dideteksi . benzoat dan suksinat sendiri. Sulfida. asetat. Adanya sulfida dalam sulfida-sulfida yang tak larut. membentuk suatu golongan yang lain lagi. sianida. borat. tiosianat. benzoat. format. permanganat (Bahaya). oksalat. (i) Gas dilepaskan dengan asam klorida encer atau asam sulfat encer: Karbonat. (i) Reaksi pengendapan: Sulfat. S2-. iodida. 1957). zink. I. fosfat. dan suksinat. hidrogen karbonat (bikarbonat). Kelas B. dikelompokan bersamasama.. tidak larut dalam asam klorida pekat.. salisila. tetapi larut dalam air raja dengan memisahkan belerang. fosfit. dan suksinat. 1957) Kelas A. heksafluorsilikat. Untuk memudahkan. dan magnesium. ini meliputi asetat.+ H2O H2S + OH- Sulfida normal dari kebanyakan logam lain tidak larut. tiosulfat.. kadmium. 1957). reaksi dari asam-asam organik tertentu. kromium. heksasianoferat(III). dan (ii) oksidasi dan reduksi dalam larutan. Kelas (B) dibagi lagi kedalam sub-kelas (i) reaksi pengendapan. benzoat. disertai. tetapi berangsur-angsur berubah karena kontak dengan air menjadi hidrogen sulfida yang larut: CaS + H2O Ca2+ + SH. I. I. format. hipoklorit. dan logam-logam alkali terurai oleh asam klorida encer..

BO2-. larut dalam air. BO33-. 1957) Borat. tak larut dalam air. tiosulfat dari timbel. CH3COOH.+ 2H2O H3BO3 + 3OH4H3BO3 + 2OHH3BO3 + OH- Borat dari logam-logam alkali mudah larut dalam air. I. BO33. Untuk mempelajari reaksi-reaksi ini. zat ini bersifat korosif terhadap kulit manusia. dan kromium. I. digunakan larutan natrium tetraborat (natrium piroborat. Untuk mempelajari reaksi-reaksi ini.oleh reduksi dengan hidrogen yang baru saja terbentuk (nascendi) (dihasilkan dari zink atau timah dan asam klorida) terhadap logam tersebut dan hidrogen sulfida. gunakan larutan natrium tiosulfat Na2S2O3. titik lebur 17o dan dapat bercampur dengan air dalam semua perbandingan. (Vogel.5M. mengekstrasi mssa itu dengan air. tetapi cukup larut dalam asam-asam dan dalam larutan ammonium klorida. alumunium. dimana yang terakhir ini diidentifikasi dengan kertas timbel asetat. Kebanyakan tiosulfat yang pernah dibuat. garam-garam dari asam ini sangat sedikit yang diketahui dengan pasti. (Vogel. boraks) Na2B4O7. H3BO3. Beberapa asetat basa. perak.. dan barium larut sedikit sekali. adalah cairan yang tak berwarna dengan bau yang menusuk. misalnya asetat basa dari besi. garam-garam yang larut terhidrolisis dalam larutan. Metode lainnya adalah dengan melebur sulfida itu dengan natrium karbonat anhidrat. dapat dipakai larutan natrium sulfida Na2S.+ 3H2O B4O72. A. Untuk mempelajari reaksi-reaksi ini. digunakan larutan natrium asetat CH3COONa. 1957) Asetat.. A. tetapi lebih larut dalam air panas. 1957) . dan karenanya bereaksi basa. HBO2. dengan titik idih 117o. Banyak dari tiosulfat ini larut dalam larutan natrium tiosulfat yang berlebihan. membentuk garam kompleks. Borat-borat diturunkan dari ketiga asam borat: asam ortoborat.1M. 1957) Tiosulfat. B4O72-.+ 7H2O BO2.3H2O. I. pada mana akan diperoleh warna ungu.9H2O.10H2O.. 0. Disebabkan oleh lemahnya asam borat. Borat dari logam-logam lainnya umumnya sangat sedikit larut dalam air. I. dan mengolah larutan yang telah disaring dengan larutan natrium nitroprusida yang baru saja dibuat.5H2O. Kebanyakan garam ini diturunkan dari asam meta dan piro. 2M. pada mana timbel sulfida yang hitam diendapkan. terkecuali perak dan merkurium(I) asetat yang sangat sedikit larut. 0. akan diubah menjadi asam metaborat. (Vogel. Asam bebasnya. Asam ortoborat adalah zat padat kristalin yang putih. Semua asetat normal.. larutan natrium karbonat itu boleh juga diolah dengan larutan timbel nitrat. pada 140o dihasilkan sam piroborat. asam piroborat. H2B4O7. dengan mudah larut dalam air. yang sangat sedikit larut dalam air dingin. 2M. S2O32-. CH3COO-. Asam ortoborat yang dipanaskan pada 100o. (Vogel. A. dan asam metaborat. Untuk mempelajari reaksi-reaksi ini. A.

dan juga fosfat sekunder dan tersier dari logam-logam alkali tanah. yang membentuk tiga deret garam: ortofosfat primer. Na3PO4. dan lebih cepat dengan didihkan. kecuali dari litium. titik netral dicapai bila asam itu telah diubah menjadi fosfat primernya. yaitu diturunkan dari (HPO3)n (Vogel. I. (Vogel. Na2HPO4. Untuk mempelajari reaksi-reaksi ini.12H2O (Vogel. Garam-garam dari ketiga asam ini benar-benar ada: ortofosfat adalah yang paling stabil dan paling penting.033M. larut sangat sedikit atau tidak larut dalam air. larutan akan bereaksi netral jika fosfat sekundernya terbentuk. larut dalam air. 1957). Tiga asam fosfat dikenal orang: asam ortofosfat. HPO3. Na2HPO4.Ortofosfat. larutan piro dan metafosfat berubah menjadi ortofosfat perlahan-lahan pada suhu biasa. NaH2PO4. Fosfat dari ammonium dan dari logam-logam alkali. A. Jika suatu larutan asam ortofosfat dinetralkan dengan larutan natrium hidroksida dengan memakai jingga metil sebagai indikator.. 1957). 0. Semua fosfat logam-logam lainnya. Natrium fosfat yang biasa. BAHAN DAN ALAT PRAKTIKUM Sampel : Na2S Alat : Reagen : AgNO3 CaCl2 Metanol Magnesia Mixture Na2S2O3 HCl KHSO4 Na2B4O7 H2SO4 NH4OH NaCH3COO BaNO3 I2 Na2HPO4 PbNO3 FeCl3 Tabung reaksi Pipet tetes Penjepit tabung Lampu Spirtus Beaker Glass Cawan porcelain Kertas curcuma . A. Metafosfat. dipakai larutan dinatrium hidrogen fosfat. dengan fenolftalein sebagai indikator. kecuali jika dibuat dengan metode khusus. ortofosfat sekunder. mis. I. Na2HPO4 bersifat basa terhadap kebanyakan indikator.. A. NaH2PO4 bersifat netral terhadap fenolftalein dan basa terhadap jingga metil. I. asam metafosfat. dengan 3 mol alkali. biasanya berbentuk polimer. mis. fosfat primer dari logam-logam alkali tanah juga larut. H4P2O7.. adalah dinatrium hidrogen fosfat. H3PO4.12H2O. Asam ortofosfat adalah asam berbasa-tiga. dan ortofosfat tersier. karena hidrolisisnya yang luas. mis. akan terbentuk fosfat tersier atau fosfat normalnya. Na2HPO4. 1957) C. PO43-. asam pirofosfat.

Na2S2O3 + I2 kuning Warna I2 luntur No Prosedur Pengamatan III.D. Na2B4O7 + PbNO3 Kuning No. Na2S + HCl 2. NaCH3COO + FeCl3 Cokelat Cokelat + air Merah koloid 3. Na2S + AgNO3 Hitam Bau Busuk No Prosedur Pengamatan II. Na2S2O3 +HCl Bau Sulfur 2.(digunakan Na2S2O3) 1. Prosedur IV. DATA No Prosedur Pengamatan I. Identifikasi Pengamatan CH3COO- (digunakan NaCH3COO) 1. NaCH3COO + H2SO4 pekat Bau cuka hitam .(digunakan Na2B4O7) 1. Na2B4O7 + HCl encer + kertas curcuma Merah Merah + NH4OH Kehitaman 2. NaCH3COO + H2SO4 pekat + etanol Bau etil asetat 4. NaCH3COO + KHSO4 padat + air Bau Asetat 2. Na2S2O3 + AgNO3 Putih 4. Identifikasi S2O32. Na2S + PbNO3 Hitam 3. Identifikasi B4O72. Na2S2O3 + PbNO3 Putih 3.(digunakan Na2S) 1. Na2B4O7 + H2SO4 pekat + Metanol Warna hijau 3. Na2B4O7 + BaNO3 Putih 4. Identifikasi S2.

KBr + AgNO3 AgBr + KNO3 AgBr + 2NH4OH 2. Identifikasi Br. Identifikasi Cl.(digunakan NaHCO3) 1. Identifikasi HPO42. lama-lama Cokelat E. KBr + H2SO4 + K2CrO7 3.(digunakan NaCl) 1.(digunakan KBr) 1. Larut Na2CO3 + MgSO4 TAP Larutan 5. 2NaCl + Hg(NO3)2 4. Prosedur Pengamatan IV. Na2CO3 + AgNO3 Ada gelembung gas Putih Putih + AgNO3 3. Na2CO3 + H2SO4 2. Kuning Na2CO3 + Pb(NO3)2 Putih Putih + CH3COOH 4. 2KBr + Pb(NO3)2 [Ag(NH3)2]Br + 2H2O kertas fluoresensi Merah Orange No Prosedur PbBr2 + 2KNO3 Pengamatan II. NaCl + H2SO4 AgCl + NaNO3 Abu-abu PbCl2 + 2NaNO3 Pb(OH)2 + 2HCl HgCl2 + 2NaNO3 HCl + NaHSO4 . Putih Na2CO3 + HgCl2 TAP. PENGOLAHAN DATA No Prosedur Pengamatan I. NaCl + AgNO3 AgCl + Sinar Matahari 2.No. 2NaCl + Pb(NO3)2 PbCl2 + 2H2O 3.

Identifikasi I. NaHCO3 + MgSO4 Mg(HCO3)2 5. 2KI + CuSO4 Prosedur Warna biru HgI2 + 2KCl K2[HgI4] PbI2 + 2KNO3 Sisik ikan emas CuI2 + K2SO4 Pengamatan IV. No. lama-lama Cokelat . NaHCO3 + H2SO4 2. Identifikasi HCO3. Na2CO3 + HgCl2 HgCO3 + 2NaCl No. NaHCO3 + Pb(NO3)2 Pb(HCO3)2 + CH3COOH 4. 2KI + HgCl2 AgI + KNO3 kertas amylum HgI2 + KI 4. Na2CO3 + H2SO4 CO2 + H2O + Na2SO4 2.(digunakan KI) 1. Na2CO3 + MgSO4 MgCO3 + Na2SO4 5. 2KI + Pb(NO3)2 PbI2 + HNO3 + air 5. Na2CO3 + Ba(NO3)2 BaCO3 + 2NaNO3 6.(digunakan Na2CO3) 1. KI + AgNO3 2. Na2CO3 + Pb(NO3)2 PbCO3 + 2CH3COOH Ag2O + PbCO3 + 2NaNO3 Pb(CH3COO)2 + H2CO3 4. NaHCO3 + AgNO3 AgHCO3 + AgNO3 3. Na2CO3 + CaCl2 CaCO3 + 2NaCl 7.No Prosedur Pengamatan III. Identifikasi CO32. Prosedur Pengamatan IV. Na2CO3 + 2AgNO3 Ag2CO3 + 2NaNO3 Ag2CO3 + AgNO3 3.(digunakan NaHCO3) 1. KI + H2SO4 + K2CrO7 3. NaHCO3 + HgCl2 Na2SO4 + H2O + CO2 AgHCO3 + NaNO3 Kuning Pb(HCO3)2 + NaNO3 Pb(CH3COO)2 + H2O + CO2 Mg(HCO3)2 + Na2SO4 MgCO3 + H2O + CO2 TAP.

Selain itu ketika anion klorida direaksikan dengan asam sulfat. dan dipanaskan. ada reaksi yang dapat digunakan untuk membedakan anion karbonat dengan bikarbonat. dan kemudian ditambah dengan asam nitrat. brom bebas mengubah zat warna fluoresin(I) yang kuning menjadi eosin(II) atau tetrabromofluoresin yang merah. Hanya ada beberapa reaksi yang dapat digunakan untuk membedakan anion karbonat dengan bikarbonat. lalu didinginkan. PEMBAHASAN  Pada reaksi identifikasi anion Br-. Sedangkan ketika karbonat direaksikan dengan magnesium sulfat akan terbentuk suatu endapan putih. akan merubah warna kertas lakmus biru menjadi merah.  Identifikasi anion bikarbonat sebenarnya tidak jauh berbeda dengan identifikasi anion karbonat. ketika dilakukan uji fluoresin. karena melepaskan karbondioksida. Akan terbentuk suatu keping-keping yang berwarna kuning keemasan dari PbI2. ketika direaksikan dengan reagensia timbal asetat akan menghasilkan suatu endapan berwarna putih yang berbentuk seperti jarumjarum kecil. akan terjadi penguraian dengan berbuih.  Pada identifikasi anion Iodida.  Identifikasi anion karbonat dapat dilakukan dengan mereaksikannya dengan asam.  Pada reaksi anion Klorida. salah satu reaksi spesifik yang digunakan untuk identifikasi adalah terbentuknya sisik ikan emas. yaitu ketika direaksikan dengan merkurium klorida akan terbentuk suatu endapan cokelat kemerahan. Maka kertas saring yang dijenuhi dengan larutan fluoresin adalah reagensia spesifik untuk identifikasi anion bromida. Reaksi ini dilakukan dengan mereaksikan anion iodida dengan timbal nitrat. yaitu ketika direaksikan . akan melepaskan hidrogen klorida/asam klorida yang ditangkap dengan kertas lakmus biru. jika perlu boleh ditambah air sedikit. Selain itu. kemudian dipanaskan sampai panas.F.

namun ketika dipanaskan. tidak akan terjadi endapan (berbeda dengan karbonat yang akan membentuk suatu endapan berwarna putih). iodida. Pada identifikasi anion iodida. dan endapannya berawarna putih. Pada identifikasi anoin bromida. klorida. 2. 3. reaksi yang dapat digunakan untuk membedakan keduanya adalah ketika direaksikan dengan merkurium kloridan dan magnesium sulfat. Pada saat identifikasi anion karbonat dan bikarbonat. atau putih kekuningan. reaksi spesifik yang dapat digunakan yaitu reaksi terjadinya endapan PbI2. . namun jika dibiarkan terlalu lama akan terbentuk suatu endapan berwarna cokelat. semua anion dapat diendapkan menggunakan reagensia perak nitrat. G. Selain itu ketika anion bikarbonat direaksikan denganmagnesium sulfat. yang berbentuk keping-keping keemasan.dengan merkurium klorida tidak akan terbentuk suatu endapan (berbeda dengan karbonat yang ketika direaksikan dengan merkurium klorida akan terbentuk endapan cokelat kemerahan). dan bikarbonat. KESIMPULAN 1. akan terbentuk suatu endapan berwarna putih. karbonat. kuning.

2001. Chemistry Problems. Longman. 5 ed. DAFTAR PUSTAKA Vogel. Green and Co.I.. D. Vogel. London... Longman. A Textbook of Practical Organic Chemistry.. Linus Seta Adi Nugraha . A Textbook of Macro and Semimicro Qualitative th Inorganic Analysis. 1959. Walch Education. A. A. Green and Co. Semarang. 1st ed.. Newton.H.I. 3 November 2009 praktikan. 1957. London.A. London..