Anda di halaman 1dari 27

KEBENARAN DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT ILMU

(Pendekatan Teoritik)
Oleh Imam Mawardi
Berbicara tentang kebenaran ilmiah tidak bisa dilepaskan dari makna dan fungsi ilmu itu sendiri
sejauh mana dapat digunakan dan dimanfaatkan oleh manusia. Di samping itu proses untuk
mendapatkannya haruslah melalui tahap-tahap metode ilmiah.
Kriteria ilmiah dari suatu ilmu memang tidak dapat menjelaskan fakta dan realitas yang ada.
Apalagi terhadap fakta dan kenyataan yang berada dalam lingkup religi ataupun yang metafisika dan
mistik, ataupun yang non ilmiah lainnya. Di sinilah perlunya pengembangan sikap dan kepribadian yang
mampu meletakkan manusia dalam dunianya.
Penegasan di atas dapat kita pahami karena apa yang disebut ilmu pengetahuan diletakkan
dengan ukuran, pertama, pada dimensi fenomenalnya yaitu bahwa ilmu pengetahuan menampakkan diri
sebagai masyarakat, sebagai proses dan sebagai produk. Kedua, pada dimensi strukturalnya, yaitu bahwa
ilmu pengetahuan harus terstruktur atas komponen-komponen, obyek sasaran yang hendak diteliti
(begenstand), yang diteliti atau dipertanyakan tanpa mengenal titik henti atas dasar motif dan tata cara
tertentu, sedang hasil-hasil temuannya diletakkan dalam satu kesatuan sistem (Wibisono, 1982).
Tampaknya anggapan yang kurang tepat mengenai apa yang disebut ilmiah telah mengakibatkan
pandangan yang salah terhadap kebenaran ilmiah dan fungsinya bagi kehidupan manusia. Ilmiah atau
tidak ilmiah kemudian dipergunakan orang untuk menolak atau menerima suatu produk pemikiran
manusia.
Pengertian Kebenaran
Maksud dari hidup ini adalah untuk mencari kebenaran. Tentang kebenaran ini, Plato pernah
berkata: “Apakah kebenaran itu? lalu pada waktu yang tak bersamaan, bahkan jauh belakangan Bradley
menjawab; “Kebenaran itu adalah kenyataan”, tetapi bukanlah kenyataan (dos sollen) itu tidak selalu
yang seharusnya (dos sein) terjadi. Kenyataan yang terjadi bisa saja berbentuk ketidakbenaran
(keburukan). Jadi ada 2 pengertian kebenaran, yaitu kebenaran yang berarti nyata-nyata terjadi di satu
pihak, dan kebenaran dalam arti lawan dari keburukan (ketidakbenaran) (Syafi’i, 1995).
Dalam bahasan ini, makna “kebenaran” dibatasi pada kekhususan makna “kebenaran keilmuan
(ilmiah)”. Kebenaran ini mutlak dan tidak sama atau pun langgeng, melainkan bersifat nisbi (relatif),
sementara (tentatif) dan hanya merupakan pendekatan (Wilardo, 1985:238-239). Kebenaran intelektual
yang ada pada ilmu bukanlah suatu efek dari keterlibatan ilmu dengan bidang-bidang kehidupan.
Kebenaran merupakan ciri asli dari ilmu itu sendiri. Dengan demikian maka pengabdian ilmu secara
netral, tak bermuara, dapat melunturkan pengertian kebenaran sehingga ilmu terpaksa menjadi steril.
Uraian keilmuan tentang masyarakat sudah semestinya harus diperkuat oleh kesadaran terhadap
berakarnya kebenaran (Daldjoeni, 1985:235).
Selaras dengan Poedjawiyatna (1987:16) yang mengatakan bahwa persesuaian antara
pengatahuan dan obyeknya itulah yang disebut kebenaran. Artinya pengetahuan itu harus yang dengan
aspek obyek yang diketahui. Jadi pengetahuan benar adalah pengetahuan obyektif.
Meskipun demikian, apa yang dewasa ini kita pegang sebagai kebenaran mungkin suatu saat
akan hanya pendekatan kasar saja dari suatu kebenaran yang lebih jati lagi dan demikian seterusnya. Hal
ini tidak bisa dilepaskan dengan keberadaan manusia yang transenden,dengan kata lain, keresahan ilmu
bertalian dengan hasrat yang terdapat dalam diri manusia. Dari sini terdapat petunjuk mengenai
kebenaran yang trasenden, artinya tidak henti dari kebenaran itu terdapat diluar jangkauan manusia.
Teori-Teori kebenaran

Untuk menentukan kepercayaan dari sesuatu yang dianggap benar, para filosof bersandar
kepada 3 cara untuk menguji kebenaran, yaitu koresponden (yakni persamaan dengan fakta), teori
koherensi atau konsistensi, dan teori pragmatis.
Teori Korespondensi
Ujian kebenaran yang dinamakan teori korespondensi adalah paling diterima secara luas oleh kelompok
realis. Menurut teori ini, kebenaran adalah kesetiaan kepada realita obyektif (fidelity to objective reality).
Kebenaran adalah persesuaian antara pernyataan tentang fakta dan fakta itu sendiri, atau antara
pertimbangan (judgement) dan situasi yang pertimbangan itu berusaha untuk melukiskan, karena
kebenaran mempunyai hubungan erat dengan pernyataan atau pemberitaan yang kita lakukan tentang
sesuatu (Titus, 1987:237).
Jadi, secara sederhana dapat disimpulkan bahwa berdasarkan teori korespondensi suatu pernyataan adalah
benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkorespondensi (berhubungan) dengan
obyek yang dituju oleh pernyataan tersebut (Suriasumantri, 1990:57). Misalnya jika seorang mahasiswa
mengatakan “kota Yogyakarta terletak di pulau Jawa” maka pernyataan itu adalah benar sebab pernyataan
itu dengan obyek yang bersifat faktual, yakni kota Yogyakarta memang benar-benar berada di pulau
Jawa. Sekiranya orang lain yang mengatakan bahwa “kota Yogyakarta berada di pulau Sumatra” maka
pernnyataan itu adalah tidak benar sebab tidak terdapat obyek yang sesuai dengan pernyataan terebut.
Dalam hal ini maka secara faktual “kota Yogyakarta bukan berada di pulau Sumatra melainkan di pulau
Jawa”.
Menurut teori koresponden, ada atau tidaknya keyakinan tidak mempunyai hubungan langsung terhadap
kebenaran atau kekeliruan, oleh karena atau kekeliruan itu tergantung kepada kondisi yag sudah
ditetapkan atau diingkari. Jika sesuatu pertimbangan sesuai dengan fakta, maka pertimbangan ini benar,
jika tidak, maka pertimbangan itu salah(Jujun, 1990:237).
Teori Koherensi
Berdasarkan teori ini suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten
dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar (Jujun, 1990:55)., artinya pertimbangan
adalah benar jika pertimbangan itu bersifat konsisten dengan pertimbangan lain yang telah diterima
kebenarannya, yaitu yang koheren menurut logika.
Misalnya, bila kita menganggap bahwa “semua manusia pasti akan mati” adalah suatu pernyataan yang
benar, maka pernyataan bahwa “si Hasan seorang manusia dan si Hasan pasti akan mati” adalah benar
pula, sebab pernyataan kedua adalah konsisten dengan pernyataan yang pertama.
Seorang sarjana Barat A.C Ewing (1951:62) menulis tentang teori koherensi, ia mengatakan bahwa
koherensi yang sempurna merupakan suatu idel yang tak dapat dicapai, akan tetapi pendapat-pendapat
dapat dipertimbangkan menurut jaraknya dari ideal tersebut. Sebagaimana pendekatan dalam aritmatik,
dimana pernyataan-pernyataan terjalin sangat teratur sehingga tiap pernyataan timbul dengan sendirinya
dari pernyataan tanpa berkontradiksi dengan pernyataan-pernyataan lainnya. Jika kita menganggap bahwa
2+2=5, maka tanpa melakukan kesalahan lebih lanjut, dapat ditarik kesimpulan yang menyalahi tiap
kebenaran aritmatik tentang angka apa saja.
Kelompok idealis, seperti Plato juga filosof-filosof modern seperti Hegel, Bradley dan Royce memperluas
prinsip koherensi sehingga meliputi dunia; dengan begitu maka tiap-tiap pertimbangan yang benar dan
tiap-tiap sistem kebenaran yang parsial bersifat terus menerus dengan keseluruhan realitas dan
memperolah arti dari keseluruhan tersebut (Titus, 1987:239). Meskipun demikian perlu lebih dinyatakan
dengan referensi kepada konsistensi faktual, yakni persetujuan antara suatu perkembangan dan suatu
situasi lingkungan tertentu.
Teori Pragmatik

1987:241). Tetapi kriteria kebenaran cenderung menekankan satu atu lebih dati tiga pendekatan (1) yang benar adalah yang memuaskan keinginan kita. 1987:245). koherensi. Oleh karena teori-teori kebenaran (koresponden.I. Ahli-ahli filasafat ini di antaranya adalah William James (1842-1910). 1990:59). Teori ini kemudian dikembangkan oleh beberapa ahli filsafat yang kebanyakan adalah berkebangsaan Amerika yang menyebabkan filsafat ini sering dikaitkan dengan filsafat Amerika.Teori pragmatik dicetuskan oleh Charles S. (2) yang benar adalah yang dapat dibuktikan dengan eksperimen. Sehingga dapat dikatakan bahwa pragmatisme adalah suatu aliran yang mengajarkan bahwa yang benar ialah apa yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan perantaraan akibatakibatnya yang bermanfaat secara praktis. disebabkan perkembangan ilmu itu sendiri yang menghasilkan pernyataan baru. Secara historis pernyataan ilmiah yang sekarang dianggap benar suatu waktu mungkin tidak lagi demikian. Bagi mereka ujian kebenaran adalah manfaat (utility). kemungkinan dikerjakan (workability) atau akibat yang memuaskan (Titus. intelektualisme dan rasionalisme. dan pragmatisme) itu lebih bersifat saling menyempurnakan daripada saling bertentangan. Peirce (1839-1914) dalam sebuah makalah yang terbit pada tahun 1878 yangberjudul “How to Make Ideals Clear”. 1990:57) Pragmatisme menantang segala otoritanianisme. demikian seterusnya. atau kita uji dengan faidahnya dan akibat-akibatnya yang praktis (Titus. maka pernyataan itu ditinggalkan (Jujun. maka dapat diujilah pertimbangan tersebut dengan konsistensinnya dengan pertimbangan-pertimbangan lain yang kita anggap sah dan benar. maka teori tersebut dapat digabungkan dalam suatu definisi tentang kebenaran. (3) yang benar adalah yang membantu dalam perjuangan hidup biologis. sekiranya pernyataan itu tidak lagi bersifat demikian. Kriteria pragmatisme juga diergunakan oleh ilmuan dalam menentukan kebenaran ilmiah dalam prespektif waktu. 1980:130) dalam kehidupan manusia. Dihadapkan dengan masalah seperti ini maka ilmuan bersifat pragmatis selama pernyataan itu fungsional dan mempunyai kegunaan maka pernyataan itu dianggap benar. . Akan tetapi karena kita dengan situasi yang sebenarnya. George Hobart Mead (1863-1931) dan C. Pegangan pragmatis adalah logika pengamatan dimana kebenaran itu membawa manfaat bagi hidup praktis (Hadiwijono. John Dewey (1859-1952). Lewis (Jujun. kebenaran adalah persesuaian yang setia dari pertimbangan dan ide kita kepada fakta pengalaman atau kepada alam seperti adanya.

Dengan kata lain dapat membantu untuk memperoleh pengetahuan yang memiliki kebenaran faktual. Apabila subjek mengatakan kebenaran bahwa proposisi yang diuji itu pasti memiliki kualitas sifat atau karakteristik. Sejauh dapat kita alami secara indrawi. sebagaimana di alam manusia ( biasanya diuicar dengan dapat – tidaknya dia nanti secara indrawi apa yang dinyatakannya_ Misalnya apakah pernyataan “bumi itu bulat” merupakan suatu pernyataan yang memiliki kebenaran. Kebenaran nalar adalah kebenaran yang terdapat dalam logika dan matematika kebenaran di sini bedasarkan atas . Proposisi maksudnya adalah makna yang dikandung dalam suatu pernyataan atau stitmen. jauh sampai sekarang belum ada alternatif yang dapat menggugurkannya.[2] Jika subyek hendak menuturkan kebenaran artinya proposisi yang benar.Kata “Kebenaran” dapat digunakan sebagai suatu kata benda yang kongrit maupun abstrak. Kaum positifis logis bahkan mengklaim bahwa tidak ada kebenaran lain selain kedua jenis kebenaran ini. Kebenaran faktual bersifat nisbi dan mentak kepastiannya tidak pernah mutlak dan tetap diterima sebagai benar. hubungan. Kebenaran faktual adalah kebenaran yang menambah khazanah pengetahuan tentang alam semesta. Faktual atau tidak pada prinsipnya harus bisa diuji kebenarannya berdasarkan pengamatan indrawi. ” kebenaran faktual” adalah kebenaran tentang ada tidaknya secara faktual didunia nyata.[3] Pengertian kebenaran dapat dibedakan antara “kebenaran faktual” dan ” kebenaran nalar”. sifat. hubungan hal yang demikian itu sarana kebenaran tidak dapat begitu saja terlepas dari kualitas.[4] “kebenaran nalar” adalah kebenaran yang bersifat tautologis dan tidak menambah pengetahuan baru mengenai dunia ini. dan nilai itu sendiri. tetapi dapat merupakan sarana berdaya guna untuk memperoleh pengetahuan yang berarti tentang dunia ini.

misalnya tentang adanya segala sesuatu sesuai hakikatnya. walaupun demikian bagi Aristoteles pun pengetahuan yang paling benar dan paling luhur baru dimiliki kalau subjek penahu ( idealitas) dan objek . sebagaimana dalam pandangan Plato.[5] Thomas Aquinas. masih lepas dari gejala pengetahuan. Menurut Thomas Aquinas. Aritoteles dapat memahami kebenaran lebih memusatkan perhatiannya pada kualitas pernyataan yang dibuat oleh subjek penahu ketika ia menegaskan suatu putusan entah secara afirmatif atau negatif itu tergantung pada apakah putusan yang bersangkutan sebagai pengetahuan dalam diri subjek penahu itu sesuai atau tidak dengan kenyataannya. sedang kebenaran logis adalah kebenaran yang terdapat dalam akal budi manusia si penahu dalam bentuk adanya kesesuaian antara akal budi dan kenyataan.suatu penyimpulan terdeteksi sehingga berbeda dengan kebenaran faktual yang bersifat nisbi dan mentak. kebenaran. kadang orang juga membedakan antara kebenaran antologis (Veritas ontologica) dan kebenaran logis ( Veritas logika). Pengertian kebenaran seperti ini sama dengan pendapat Thomas Aquinas sebagai kebenaran ontoiogis. Bagi Aritoteles subjek yang mengetahui lebih penting daripada objek yang diketahui. Di sini kebenaran dimengerti sebagai persesuaian antara subjek sipenahu dengan objek yang diketahui. hadir dan terlaksanakanya kebenaran dalam pengetahuan manusia terjadi dalam bentuk pengarahan melalui proses yang tak ada hentinya dan tidak bisa lepas dari indra. tentang keabadian jiwa. kebenaran tentang adanya Tuhan.[6] Menurut Plato ” Kebenaran” sebagai suatu ketakter tersembunyian adanya itu tidak dapat dicapai manusia selama hidupnya di dunia ini. Kebenaran ontologis adalah kebenaran yang terdapat dalam kenyataan entah spritual atau material. ‘nalar bersifat mutlak. yang meskipun ada kemungkinan untuk diketahui.

Pengetahuan jenis ketiga adalah pengetahuan filsafati yaitu pengetahuan yang pendekatannya melalui metodologi pemikiran filsafati.[8] Pengetahuan jenis kedua adalah pengetahuan ilmiah yaitu pengetahuan yang telah menetapkan objek yang khas atau spesifik dengan menerapkan atau lampiran metodologis yang khas pula. yang sifatnya mendasar dan menyeluruh dengan modal pemikiran yang analitis. Pemikiran fisafat itu selalu mendapat . Tahap pertama ini memiliki sifat selalu benar sejauh tidak ada penyimpangan. Kebenaran dalam hal ini selalu mengalami pembaharuan sesuai dengan hasil penelitian. pengetahuan seperti ini memiliki kebenaran yang bersifat subjektif. dan spekulatif. Maksudnya apakah pengetahuan itu berupa : pengetahuan biasa yang disebut juga (Knowledge of The Man in The street atau ordinari Knowledge atau juga Comon Sense Knowledge. artinya metodologi yang teiah mendapatkan kesepakatan diantara ahli yang sejenis. Jenis pengetahuan filsafat merupakan pendapat yang selalu melekat pada pandangan fisafat seseorang. budi yang sempurna.[7] Kebenaran pertama-tama berkaitan dengan kualitas pengetahuan artinya ialah bahwa setiap pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang yang mengetahui sesuatu objek dilihat dari jenis pengetahuan yang dibangun. kebenaran yang terkandung dalam pengetahuan ilmiah bersifat relatif. maksudnya pengetahuan yang bersifat ilmiah selalu mendapatkan revisi yaitu selalu diperkaya oleh hasil penemuan yang paling mutakhir. Pengertian tentang kebenaran dalam tradisi Aristotelian adalah kebenaran logis dan linguistik propotional. kritis. akal. artinya amat terikat pada subyek yang mengenal.yang diketahui (realitas) itu identik satu sama lain dalam pengetahuan. Sifat kebenaran ini absolut intersubjektif maksudnya nilai kebenaran yang terkandung.

kitab suci itu tidak dapat dirubah dan sifatnya absolut. Kebenaran jenis yang ke empat adalah kebenaran pengetahuan yang terkandung dalam pengetahuan agama. Pengetahuan tentang alam metafisika tentunya. Apa yang disebut dengan benar bagi seseorang. tidak sama . dapat berkembang secara dinamik sesuai dengan perkembangan waktu akan tetapi kandungan maksud ayat.pembenahan dart ahli filsafat yang menggunakan metodologi pemikiran yang sama pula.. Memiliki sifat dogmatis artinya pernyataan dalam suatu agama selalu dihampiri oleh keyakinan yang telah tertentu. karena sifat dan watak pengetahuan itu berbeda. jika subjek yang berperan maka jenis pengetahuan itu mengandung nilai kebenaran yang sifatnya subjektif artinya nilai kebenaran dan pengetahuan atau mengandung nilai kebenaran yang sifatnya subjektif artinya nilai kebenaran dan pengetahuan yang dikandungnya itu tergantung pada subjek yang memiliki pengetahuan itu atau jika objek amat berperan maka sifatnya objektif seperti pengetahuan tentang alam atau Ilmu ilmu alam UKURAN KEBENARAN Berpikir merupakan suatu kegiatan untuk menemukan pengetahuan yang benar.[9] Kebenaran pengetahuan yang ketiga adalah nilai kebenaran pengetahuan yang dikaitkan atas ketergantungan terjadinya pengetahaun itu. Manakah yang dominan untuk membangun pengetahuan itu subjek atau objek ?. Meneliti nilai kebenaran yang sesuai dengan keyakinan yang digunakan untuk memahaminya. belum tentu benar bagi orang lain.karena itu kegiatan berpikir adalah usaha untuk mengetahui benar atau kriteria kebenarannya. sehingga dalam pemyataan-pernyataan dalam ayat-ayat kitab suci agama. Bagaimana relasi atau hubungan antara subjek dan objek.

dari kepercayaan-kepercayaan yang diyakininya.[19] Secara umum orang merasa bahwa tujuan pengetahuan adalah untuk mencapai kebenaran. kebenaran ontologis dan kebenaran semantis. Namun kebenaran tidak lain adalah nalar atau bahkan penyamaan akal budi dengan kenyataan dan hanya dalam idealitas .[20] Kebenaran “epistomolgi” adalah kebenaran yang berhubungan dengan pengetahuan manusia. Telah epistemologi terhadap kebenaran membawa orang kepada suatu kesimpulan bahwa perlu di bedakan a danya tiga jenis kebenaran yaitu : kebenaran epistemologi. Kebenaran dalam arti “semantis” adalah kebenaran yang terdapat serta melekat dalam tutur kata bahasa. Problem kebenaran ilmiah yang memacu tumbuh dan berkembangnya epistemologi. Filosofis maupun teologis Kepercayaan-kepercayaan agama tempat kebenaran pertama-tama dalam diri subjek yang mengetahui. namun masalahnya tidak hanya sampai disitu saja. bila tidak logis salah. Ukuran kebenaran Pengetahuan filsafat ialah pengetahuan yang logis tidak empiris. Alarn fisik pun memiliki perbedaan ukuran kebenaran bagi setiap jenis dan bidang pengetahuan. bila logis itu benar. Kebenaran “antologis” adalah kebenaran sebagai sifat dasar yang melekat pada hakikat segala sesuatu yang ada atau diadakan.[21] Ukuran kebenaran menurut Plato lebih diletakan dalam objek atau kenyataan yang diketahui dalam kehidupan sehari-hari kalau kita berbicara tentang kebenaran pengetahuan biasanya kebenaran itu memang berkedudukan dalam pernyataan-pernyataan. sebagaimana di ketahui dari pikiran dan ungkapannya baik dalam bahasa lisan maupun tulisan. pengetahuan ini menjelaskan bahwa ukuran kebenaran filsafat ialah logis tidaknya pengetahuan itu.dengan pengetahuan tentang alam fisik.

penyamaan yang sempurna antara keduanya bisa terjadi. Dia mulai dengan sebuah pertanyaan kritis. Maka kebenaran sesungguhnya juga sekaligus berkedudukan dalam objek atau kenyataan yang dikenal. Maka pencarian dan penemuan kebenaran akhirnya berada dan dapat tersingkap dalam relasi antara subjek dan objek. Dalam kenyataan hidup manusia sehari-hari pernyataan-pernyataan yang dianggap benar walaupun memang menjadi tempat kedudukan kebenaran. Belum tentu yang benar itu baik dan sebaliknya belum tentu yang baik itu benar. setiap penyingkapan tabir selalu tidak pernah sama sekali terbatas dari perjumpaan dengan tabir baru yang masih menutupi kenyataan tersebut. namun hal itu hanya terjadi jikalau kenyataan yang sesungguhnya tersingkapkan kenyataan sebagaimana ternyata tidak bisa disaksikan secara sekaligus dan menyeluruh. Kemudian pada abad . kebenaran dalam filsafat tidak bisa dilepaskan dengan alam semesta. apakah setiap pengetahuan itu sungguh-sungguh memuat nilai kebenaran. Dan dalam hubungannya dengan etika. maka penegasan kebenaran tak dapat dilepaskan dari kontek sejarah. Pada jaman Yunani kuno. kebenaran itu didekati secara berbeda menurut arus pemikiran jamannya. Kebenaran pengetahuan menjadi nyata dalam proses sejarah Plato dalam filsafat kalsiknya mulai mencari titik temu antara pengetahuan dan kebenaran yang termuat dalam pengetahuan. Kebenaran dan kesejarahan bukan dimana yang saling mengecualikan atau bertentangan satu sama lain. Maka muncul apa yang disebut kosmologi. dia mengatakan apakah yang benar itu juga termasuk kategori yang baik. Dalam sejarah pemikiran filsafat.

ilmu-ilmu matematika. Metanarasi yang dimaksud adalah sejarah-sejarah besar dunia yang diagung-agungkan terus dan melupakan cerita-cerita kecil (Bdk. . Bagi Francois Lyotard. Kebaruan filsafat pada jaman ini terletak dalam usahanya untuk membersihkan filsafat dari pengaruh sisi dogmatis filsafat abad pertengahan. Filsafat kemudian menjadi urusan otonom dalam berpikir.pertengahan. fisika Eisntein . Melangkah lebih maju lagi dari renaisance adalah jaman modern atau modernisme. Baru pada jaman renaisance kebenaran filsafat itu sudah menyentuh hakekat hidup manusia. postmodernisme adalah lawan dari modernisme yang dianggap tidak mampu mengangkat manusia modern. Setelah modernisme. Kelanjutan di sini lebih bermakna kritis daripada sebuah bentuk garis filsafat yang tetap mengikuti pola yang lama. Seluruh refleksi filsafat pusatnya pada perkembangan eksistensi manusia itu sendiri. imbuhan post pada kata postmodernisme mengandung makna kelanjutan dari filsafat modernisme. Seperti apakah kebenaran yang digeluti filsafat postmodernisme itu? Hal inilah yang akan menjadi kajian utama tulisan ini. Awalnya postmodernisme ini adalah pergerakan dalam kemajuan kaum kapitalis secara khusus bidang seni. Selain itu. Modernisme bukan sekedar metode tetapi sebuah bentuk kebaruan. Kebenaran yang ditawarkan aliran filsafat ini berbeda dengan seni filsafat sebelumnya. Agustinus. Muncullah psikologi. kebenaran filsafat didominasi oleh pengaruh Kristiani. Kearifan lokal) suatu masyarakat atau budaya tertentu. Misalnya filsafat Thomas Aquinas. postmodernisme juga dimengerti sebagai bentuk konflik terhadap metanarasi. Namun. dan Petrus ambelardus. munculah patron filsafat baru yaitu era postmodernisme.

Bukan realitas yang plural. Menggantung maksudnya adalah upaya seorang pemikir dalam menangkap realitas agar menunda keputusannya terhadap realitas. maka kebenaran yang dihasilkan juga beraneka ragam. Sejarah . dan muncul kejahatan moral yang kian menjadi-jadi. Kebenaran adalah keputusan yang terus ditundatunda. Bahkan posmodernisme menolak finalitas definisi terhadap realitas. Singkatnya. Filsafat itu ada untuk hidup. penentuan kebenaran atas realitas itulah yang plural. Kebenaran itu sifatnya jamak. yang namanya klaim kebenaran itu tidak ada dalam filsafat posmodernisme. Kebenaran yang digagas dalam filsafat postmodernisme ini membangun kesadaran akan kepercayaan terhadap sejarah-sejarah kecil yang dibangun oleh oleh orang kecil juga. Posmodernisme menolak adalanya kebenaran yang tunggal dalam filsafat. Habermas seorang filsuf Jerman justru berbicara lain. Posmodernisme melancarkan kritik kepada modernisme sebagai aliran yang melahirkan dunia yang nirhuman (perendahan martabat manusia) sebaliknya postmodernisme berusaha membalikkan fakta ini dengan mengendepankan seni filsafat yang memerhatikan sisi kemanusiaan.Postmodernisme telah mengugat kemapanan modernisme yang lebih mengagungkan rasionalitasnya. Definisi kita terhadap sebuah kenyataan atau realitas itu sangat subyektif dan karena subyek yang berusaha untuk mendekati relitas itu beranekaragam. Rasionalitas dalam modernisme telah melahirkan budaya yang banal dalam terminologi Hannah Arendt.jadi. manusia perang terhadap semua atau manusia itu menjadi srigala bagi yang lain (Hobbes). Penolakkan klaim kebenaran itu terjadi karena masing-masing realitas itu memiliki kandungan kebenaran. kebenaran itu harus menggantung. Tidak ada yang namanya kebenaran yang absolut dan mati di dunia itu .

Filsafat postmodern menjadi seni berfilsafat yang baru meskipun merupakan kelanjutan dari modernisme. Kebenaran yang diwartakannya sangat plural. Dan dalam masyarakat plural. Sehingga tidak heran kalau pada saat itu pengetahuan dianggap sebagai kekuasaan untuk bertindak apa saja. Siapa yang berpengetahuan. . Dengan demikian prinsip monopoli sangat bertentangan dengan semangat postmodernisme. Fislafat itu ada untuk membangun peradaban.atau kebenaran dalam sejarah pemikiran sebelumnya menjadi monopoli orang yang berkuasa dan yang memiliki pengetahuan. Padahal isinya hanyalah kebohongan publik.dengan demikian klaim kebenaran tunggal merupakan momok yang sangat berat bagi semangat filsafat ini. Namun pokok pemikiran aliran ini telah membangun kesadaran akan pentingnya menerima kebenaran yang digagas oleh mereka yang tidak berkuasa. Bukan monopoli pihak tertentu. Namun kalau kita berpikir secara kritis. Mungkin menjadi benar karena dia memiliki kuasa untuk membenarkannya. Dan peradaban itu dibangun oleh semua manusia. aliran ini telah mendidik masyarakat tentang bagaimana menata kebersamaan sejati. belum tentu kebenaran yang diwartakan sang penguasa itu sungguh benar. dialah yang menentukan keabsahan sebuah kebenaran atas suatu realitas.

teori-teori kebenaran sangat terutama dalam dunia penting dan berperan sekali terhadap mencari kebenaran tersebut di dalam suatu kebenaran harus diserap oleh kebenaran itu sendiri pengetahuan tersebut. Manusia selalu berusaha menemukan ditempuh untuk memperoleh kebenaran. Menurut para ahli filsafat. Kebenaran kebenaran yang yang satu lain serta tingkatan kualitasnya ada bahkan di bawah kebenaran relatif. ada kebenaran mutlak (absolut). dari suatu kebenaran ini masalah pokok. rasional. kebenaran bertingkat-tingkat tingkatan tersebut bersifat hirarkhis.Dalam perkembangan dunia filsafat ilmu. kejadian-kejadian yang . Beberapa cara kebenaran. ada pula kebenaran umum universal. Pengalaman-pengalaman yang diperoleh manusia membuahkan prinsip-prinsip yang lewat penalaran berlaku di alam itu dapat atau dimengerti. ada kebenaran khusus individual. Setiap serta kepastian hakikat kebeneran obyek yang terus dikaji oleh manusia hakikat filsafat manusia akan dari merupakan suatu terutama para ahli filsuf. antara lain dengan menggunakan rasio seperti para rasionalis dan melalui pengalaman empiris. Ada kebenaran alami dan ada pula kebenaran illahi. karena mengalami pertentangan batin yakni konflik spikologis.

Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia. Misalnya kebenaran-kebenran yang - diajarkan agama. kelurusan hati.3 yang ditulis oleh Purwadarminta menjelaskan bahwa kebenaran itu adalah : Keadaan (hal dan sebagainya) yang benar (cocok dengan hal atau keadaan yang sesungguhnya. kita harus berani membela kebenran dan keadilan. misalnya dengan kebenran yang dipertuan. Sesuatu yang benar (sugguh-sugguh ada. juga semoga kita dapat mengaktualisasikan dalam karena pentingnya kita tentang filsafat keseharian.1 Adanya kebenaran itu selalu dihubungkan dengan pengetahuan manusia (subyek yang mengetahui) mengenai obyek. Kejujuran. Sedangkan pengetahuan bersal mula dari banyak sumber. selagi itu masih dalam syariat islam. dan sebagainya).Dalam penulisan makalah ini. . misalnya penjahat itu dapat dibekuk dengan secara kebenaran saja. betul-betul hal demikian halnya. Misalnya kebenran berita ini masih - saya ragukan. Selalu izin. Jalan kebetulan. Pengertian Kebenaran dan Kaitannya Kata "kebenaran" dapat digunakan sebagai suatu kata benda yang konkrit maupun abstrak (Abbas Hamami. dilatarbelakangi bagi kita semua sebagai pelengkap pengetahuan ilmu. Jika subyek hendak menuturkan kebenaran artinya adalah proposisi yang benar. 1983). 2 Sumber-sumber itu kemudian sekaligus berfungsi sebagai ukuran kebenaran. Jadi. misalnya tidak ada seorangpun sanksi - akan kebaikan dan kebenaran hatimu. perkenaan. PEMBAHASAN A. kebenran ada pada seberapa jauh subjek mempunyai pengetahuan mengenai objek. Proposisi maksudnya adalah makna yang dikandung dalam suatu pernyataan atau statement.

Pengetahuan filsafat. Pertama-tama. intuisi. artiny amat terikat pada 2. Kebenaran yang berkaitan dengan sifat atau karakteristik dari bagaimana cara atau dengan alat apakah seseorang membangun pengetahuannya itu. atau akal pikir atau ratio. atau keyakianan.Terdapat bermacam katagori atau tingkatan dalam arti kebenaran ini. Pengetahuan ilmiah. subjek yang mengenal. artinya bagaimana relasi atau hubungan antara subjek dan objek. maka tidaklah berlebihan jika pada saatnya setiap subjek yang memiliki pengetahuan akan memilki persepsi dan pengetahuan yang amat berbeda satu dengan yang lainnya. yaitu jenis pengetahuan yang pendekatannya 4. Kedua. Kebenaran pengetahuan yang terkandung dalam pengetahuan agama. Artinya semua pengetahuan yang dimilki oleh seseorang yang mengetahui sesuatu objek dititik dari jenis pengetahuan yang dibangun. Jenis pengetahuan menurut ini terdiri atas: 1. 3. Pengetahuan yang memiliki sifat subjektif. melalui metodologi pemikiran filsafati. Ketiga. 2. 3. Jika subjek yang berperan maka jenis . Dengan demikian tingkatan pengetahuan adalah: 1. kebenaran pengetahuan yang dikaitkan atas ketergantungan terjadinya pengetahuan itu. 4. Pengetahuan Pengetahuan Pengetahuan Pengetahuan indrawi akal budi intuitif kepercayaan atau pengetahuan otoritatif. Kebenran berkaitan dengan kualitas pengetahuan. yaitu pengetahuan yang telah menetapkan objek yang khas atau spesifik dengan menerapkan atau hampiran metodologi yang khas pula. Apakah ia membanguannya dengan penginderaan atau sense experience.

4 B. Atau jika objek amat berperan maka sifatnya objektif. 1978) .6 Teori ini adalah teori yang Sangat menghargai pengamatan dan pengujian empiris.5 Teori kebenaran itu selalu pararel dengan teori pengetahuan yang dibangunnya. Teori Kebenaran Korespondensi (berhubungan) . Teori-teori pengetahuan itu terdiri atas: 1. menegaskan dualitas antara S dan O. Dan hal ini juga sesuai dengan pendapat Kattsof (1986) yang menyatakan bahwa "kebenaran atau keadaan benar berupa kesesuaian (correspondence) antara makna yang dimaksudkan oleh suatu pernyataan dengan apa yang sungguhsugguh merupakan halnya atau apa yang merupakan faktafaktanya. hal ini juga sebagaimana dikemukakan oleh Hornie (1952) dalam bukunya Studies in Philosophy menyatakan "The Correspondence theory is an old ane". . 1965) . Teori-teori Kebenaran Dalam perkembangan pemikiran filsafat perbincangan tentang kebenaran sudah dimulai sejak Plato yang kemudian diteruskan oleh Aritoteles. teori ini lebih menekankan cara kerja pengetahuan aposterion. Sebagaiman dikemukakan oleh filusuf abad XX Jaspers sebgaimana yang dikutip oleh Hamersma (1985) mengemukakan bahwa sebenarnya para pemikir sekarang ini hanya melengkapi dan menyempurnkan filsafat Plato dan Aritoteles.Tokoh Korespondensi dan Pengertiannya Teori ini dikenal sebagai salah satu teori kebenaran tradisional (White. teori yang paling awal atau tua yang berangkat dari teori pengetahuan Aritoteles yang menyatakan bahwa segala sesuatu yang kita ketahui adalah sesuatu yang dapat dikembalikan pada kenyataan yang dikenal oleh subjek (Ackerman.pengetahuan itu mengandung nilai kebenran yang sifatnya subjektif.

. keselarasan dengan realitas. diterima dan diakui kebenarannya. Menurut Kattsof (1986) dalam bukunya Elements of Philosophy ".Tokoh Koherensi dan Pengertiannya Teori kebenran lain yang dikenal tradisional juga adalah teori kebenaran Koherensi. suatu . dan keserasian dengan situasi aktual.7 . Spinoza.Kriteria Kebenaran Korespondensi Teori ini juga dapat diartikan. Jadi. bahwa "Kuala pernyataan itu lumpur benar adalah karena Ibu Kota pernyataan Negara tersebut berkoresponden . Sebagai contoh. Pengertian dari teori kebenaran koherensi ini adalah teori kebenaran yang medasarkan suatu kebenaran pada adanya kesesuaian suatu pernyataan dengan pernyataan-pernyataan lainnya yang sudah lebih dahulu diketahui. Hegel. karena objeknya tidak berkoresponden dengan pernyataan tersebut ... ata jika makna yang dikandungnya dalam keadaan saling berhubungan dengan pengalaman kita ". memang menjadi Ibu Kota Negara Malaysia.. Teori kebenaran Koherensi . dan menekankan bukti bagi kebenaran suatu pengetahuan.. jika seorang menyatakan Malaysia". 2. Sekiranya ada orang yang menyatakan bahwa "Ibu Kota Malaysia adalah Kelantan". Teori Koherensi dibangun oleh para pemikir rationalis seperti Leibniz. maka pernyataan itu tidak benar. sebagai suatu pernyataan yang dianggap benar kalau pernyataan tersebut koheran dan konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya.Kriteria Kebenaran Koherensi Teori ini juga dapat diartikan. . suatu proposisi cendrung cendrung benar jika proposisi tersebut dalam keadaan saling berhubungan dengan prosisi-prosisi lain yang benar. bahwa kebenaran itu adalah kesesuaian dengan fakta. Teori kebenaran koherensi ini biasa disebut juga dengan teori konsitensi.Pengenal dan yang dikenal. dan Bradley.

Contohnya. secara pragmatik di definisikan sebagai berikut : "Jika saya bertindak pada objek A. or what not"--is an instrument with a paticuler function. maka pernyataan bahwa Ahmad pasti akan mati. suatu proposisi itu benar jika mempunyai hubungan dengan ide-ide dari proposisi yang telah ada dan benar adanya.. Teori Kebenaran Pragmatik . Paham pragmatik sesungguhnya merupakan pandangan filsafat kontemporer karena paham ini baru berkembang pada akhir abad XIX dan aw al abad XX oleh tiga filusuf Amerika yaitu C." . an idea --a term used loosly by these philosophers to cover any "opinion.. atau jika makna yang dikandungnya dalam keadaan saling berhubungan dengan pengalaman kita.. dan john Dewey. menyatakan teori kebenaran tradisional lainnya adalah teori kebenarn pragmatik. Menurut paham ini White lebih lanjut menyatakan bahwa: ". ajaran mengenai pengertian..8 3. which works. Sebab pernyataan yang kedua konsisten dengan pernyataan yang pertama. belif. bila kita beranggapan bahwa semua manusia akan mati adalah pernyataan yang selama ini memang benar adanya.S Pierce. Dengan kata lain.pernyataan dianggap benar apabila pernyataan tersebut dalam keadaan saling berhubungan dengan pernyataan-pernyataan lain yang benar. a false ideas is one does not. Problem in Philosophy. A true ideas is one which fulfills its function."9 Pragmatik atau Pragmatisme adalah ajaran mengenai pengertian. Wiliam James. statement. a theory of meaning. Tindakan itu dilaksanakan dengan cara X. Maka panca indera saya akan mengalami Y. merupakan pernyataan yang benar pula. Jika Ahmad adalah manusia.Tokoh Pragmatik dan Pengertiannya White (1978) dalam bukunya Truth.

maka saya akan merasakan sesuatu yang kasar" atau "keras". Teori Kebenaran Struktural Paradegmatik . Meremehkan logika formal . maka saya akan merasakan keteduhan". yang bersifat tetap. Karena setiap pernyataan selalu selalu terikat pada hal-hal yang bersifat praktis. yang berlaku umum.10 Ada 3 patokan yang di setujui aliran pragmatik11 yaitu: 1. maka tiada kebenran yang bersifat mutlak. Maka rumus itu akan menjadi : "Jika saya menjama batang pohon. ialah pengertian suatu istilah yang terjadi okeh karena sikap dan pengalaman.Tokoh Struktural Paradegmatik dan Pengertiannya Teori ini banyak dikembangkan oleh beberapa ilmuan antaranya adalah Thoams Kuhn. Menolak segala intelektualisme 2. katakanlah "pohon". 4. dengan menyebut objek A dalam bentuk istilah atau nama. lepas dari akal yang mengenal.Jika kita terapkan difenisi diatas. Hal itu karena dalam prakteknya apa yang dianggap benar dapat dikoreksi oleh pengalaman berikutmya. Khun menampilkan konsep .Kriteria Kebenaran Pragmatik Jadi menurut pandangan teori ini bahwa suatu proposisi bernilai benar bila proposisi ini mempunyai konsekuensi- konsekuensi praktis seperti yang terdapat secara inheren dalam pernyataan itu sendiri. Andaikata peristiwa terjadi pada musim panas: "Jika saya berdiri diatas pohon. Maka pragmatisme merupakan ajaran tentang pengertian. yang berdiri sendiri. Atau dengan kata lain bahwa suatu pengertian itu tak pernah benar melainkan hanya dapat menjadi benar kalau saja dapat dimanfaatkan praktis. sebab pengalaman itu berjalan terus dan segala yang dianggap benar dalam perkembangannya pengalaman itu senatiasa berubah. Aktualisme 3.

Teori kebenaran Performatik . 12 Menurut khun pradigma tersebut ada beberapa hal. 5.rekontruksirasional. Meningkatkan kesesuaian antara observasi dengan pradigma 2. John Austin dan Peter Strawson. belum menjangkau dataran rekontruksi rasional menjadi suatu pradigma.Tokoh Performatik dan Pengertiannya Teori ini dianut oleh filsuf Frank Ramsey. Khun mensinyalir kebanyakn ilmuan hanya menampilkan ilmu pada dataran moziak saja.14 Banyak sejarawan dan filosof sains masa kini menekankan bahwa serangkaian fenomena atau realitas yang dipilih untuk dipelajari oleh kelompok ilmiah tertentu ditentukan oleh pandangan tertentu tentang realitas yang telah diterima secara apriori oleh kelompok tersebut. Kriteria Kebenaran Struktular Paradigmatik Menurut teori struktular pradigmatik ini. Merumuskan hukum kuantitatif untuk menyempurnakan 5. Menetapakn nilai universal konstan 4. Pandangan apriori ini disebut paradigma oleh Kuhn dan world view oleh Sardar.13 yaitu: 1. Paradigma ialah apa yang dimiliki bersama oleh anggota-anggota suatu masyarakat sains atau dengan kata lain masyarakat sains adalah orang-orang yang memiliki suatu paradigma bersama. pradigma. Menetapkan alternative cara menerapakn pradigma pada telaa baru. Para filsuf ini hendak menentang teori klasik bahwa “benar” dan “salah” adalah ungkapan yang hanya menyatakan . bahwa Suatu teori - dinyatakan benar jika teori itu berdasarkan pada paradigma atau perspektif tertentu dan ada komunitas ilmuwan yang mengakui atau mendukung paradigma tersebut. Memperluas skopa pradigma menjadi mencakup fenomena tambanahan 3.

Jadi.15 Sederhanya teori kebenaran performatif adalah mereka melawan teori klasik bahwa benar dan salah adalah ungkapan deskriptif jika suatu pernyatan benar kalau ia menerapkan realitas. Proposisi merupakan kalimat logika yang mana pernyataan tentang hubungan antara dua atau beberapa hal . sesuatu itu dianggap benar jika memang dapat diaktualisasikan dalam tindakan. suatu pernyataan kebenaran bukanah kualitas atau sifat sesuatu. Pranaka (1987) yang mengelompkkan kebenaran ini kedalam tiga jenis kebenaran. yaitu. tetapi justeru dengan pernyataan itu tercipta realitas sebagaimana yang diungkapkan dalam pernyataan itu. dianggap benar jika ia menciptakan realitas. Proposisi yang benar berarti proposisi itu sesuatu yang memang dianggap benar. Untuk menyatakan suatu itu benar. maka cukup melakukan tindakan konsesi (setuju/ menerima/ membenarkan) terhadap gagasan yang telah dinyatakan. yaitu: 1) kebenran empiris 2) kebenaran logis 3) kebenaran etis 4) kebenaran metafisis. Dengan demikian.sesuatu. 6. 1) kebenaran epistemologikal 2) kebenaran ontologikal 3) kebenaran yang dalam Lincoln & Guba (1985) mengungkapkan empat jenis kebenaran yang berbeda. suatu pernyataan menyatakan Menurut teori ini.Tokoh Proposisi dan Pengertiannya Diantara tokoh dari teori ini adalah AMW. tetapi sebuah tindakan (performatik). Jadi pernyataan yang benar bukanlah pernyataan yang mengungkapkan realitas.16 - Kriteria kebenaran Performatik Menurut teori ini. tindakan performatik tidak berhubungan dengan diskripsi benar atau salah dari sebuah keadaan faktual. Teori Kebenaran Proposisi .

hal yang tentangnya pengakuan atau pengingkaran ditujukan. Term predikat. Kriteria Kebenaran Proposisi . Tentang   subjek logis harus ada penegasan/ pengingkaran sesuatu tentangnya. term yaitu 1) proposisi tungal yang terdiri atas satu subjek dan satu predikat. 2) proposisi majemuk yang terdiri atas satu  subjek dan lebih dari satu predikat. yaitu proposisi yang hubungan subjek dan predikatnya tidak memerlukan  syarat apapun. Term subjek dalam sebuah proposisi disebut subjek logis. Ada perbedaan antara subjek logis dengan subjek dalam sebuah kalimat.18 yaitu:  Proposisi Berdasarkan Bentuknya. atau Afirmatif. isi pengakuan atau pengingkaran. Kopula. Proposisi berdasarkan kualitasnya. Proposisi berdasarkan sifatnya. menghubungkan term subjek dan predikat. adalah proposisi dimana predikat mendukung atau mengingkari semua subjek. 2) Proposisi Negatif. yaitu 1) Proposisi Positif. Proposisi Khusus (partikular).yang dapat dinilai benar atau salah. Ada yang mengartikan proposisi sebagai ekspresi verbal dari putusan yang berisi pengakuan atau penginkaran sesuatu (predikat) terhadap sesuatu yang lain (subjek) yang dapat dinilai benar atau salah. Proposisi berdasarkan Kuantitasnya Proposisi Umum (universal). Terdapat beberapa jenis Proposisi. merupakan  proposisi yang predikatnya tidak mendukung/ membenarkan subjek. merupakan proposisi yang predikatnya membenarkan subjek. adalah proposisi dimana pernyataan khusus mengiyakan yang sebagian subjek - merupakan bagian dari predikat. Unsur-unsur Proposisi17:  Term subjek.

ia menjadi lebih mengerti apa makna mengenai suatu pengetahuan dengan melalui beberapa paradigma berpikir dalam mengungkap kebenaran suatu realitas yang memang kerapkali hadir dalam kehidupan kita. sering kita mendengar bahwa “kita harus berani mempertahankan kebenaran” . sesuatu yang sungguh-sungguh (benar-benar ada).19 Selanjutnya. bukan pada syarat formal proposisi. kejujuran dan seterusnya. Salah satu cara sederhana untuk mempelajari suatu subyek adalah menentukan segala sesuatu yang bisa benar atau salah. perlu juga dikemukakan bahwa ukuran kebenaran dalam filsafat bersifat logis tidak empiris atau logis dan logis saja. atau sesuatu yang sungguh-sungguh ada yakni “kebenaran yang diajarkan oleh agama”. kalimat. yang banyak diperdebatkan oleh teologiwan. pengusaha. namun dapatkah kita menjamin bahwa tidak ada lagi pertanyaan susulan yang tidak menimbulkan keraguan si penanya? Sementara itu menurut Wikipedia. dan para orang tua yang selalu mendapat pertanyaan dari anak-anaknya. ada pihak yang mengklaim bahwa. Sementara itu dalam ilmu bersifat logis empiris Apakah kebenaran itu? Pertanyaan seperti ini telah ada sejak zaman dahulu dan menimbulkan berbagai pendapat dan pandangan dari berbagai tokoh agama. . dan bila tidak logis maka salah. Dalam “hal keadaan”. Diantara pemahaman pengertian Kebenaran. filsuf. maka ukuran kebenarannya adalah logis tidaknya penegtahuan itu. kelurusan hati. pemikir (filosof). termasuk pernyataan. Kata ‘kebenaran’ menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah: Keadaan (hal dsb) yang cocok dengan keadaan yang sesungguhnya. Bila logis maka dia pandang benar. dan ahli logika. Yakni. dan pemikiran. kepercayaan. Apakah Kebenaran Itu?. ilmuwan. berkaitan dengan kebenaran yang disebutkan diatas. Padahal jawaban yang tidak menimbulkan keraguan atas pertanyaan ini sangat dibutuhkan. dalam sumber lain ada juga yang menambahkan dengan bentuk kebenaran lain yang disebut dengan kebenaran sintaksis. sesuatu bisa dianggap benar apabila sesuai dengan persyaratan materilnya suatu proposisi. proposisi. dan seterusnya.Menurut teori ini.

Menyampaikan khotbah pertamanya dihadapan murid-muridnya yang ketika itu masih sedikit. seorang tokoh yang erat kaitannya dengan kebudayaan Cina. Secara keseluruhan empat hal itu merupakan dalil-dalil sistem ajarannya. 3). yang dimaksud Kebenaran adalah sesuatu yang selalu berkembang sesuai dengan kenyataan realitas. yaitu pengatasan tantha (keinginan).  Kebenaran Utama yang ketiga. dipihak lain mengatakan bahwa. 4). sekitar lima orang pertapa. Perkataan yang baik. Konfusius lahir sekitar tahun 551 SM di kabupaten Lu.Namun. adalah bahwa hidup itu adalah dukkha. Pengetahuan yang benar. Kebenaran Spiritul umumnya lebih bersifat idealis ketimbang kebenaran ilmiah yang bersifat realis. sabar tapi miskin. yang kemudian dikenal dengan Sang Budha. sebagai jalan ke luar dari kurungan kita. di India Utara. kira-kira seratus mil dari Benares. 106-186). ambil contoh. Pikiran yang benar. jadi kebenaran-nya merupakan kebenaran yang berkaitan dengan sesuatu yang lain itu saja. yang nama lengkapnya adalah Siddarta Gautama dari Sakya.  Kebenaran Utama yang kedua. pendidikan selanjutnya dijalankan oleh ibunya seorang yang baik. Ayahnya meninggal pada waktu Konfusius baru berusia 3 tahun. 8). Kehendak yang benar. 1). yakni jika kita dapat dibebaskan dari batas-batas kepentingan dari kehidupan semesta. Dimana kebenarannya dapat dianggap benar oleh orang lain bila . Prilaku yang baik. 7). yakni penyebab dari tergelincirnya hidup ini adalah tantha. Dan bisa jadi perbincangan atau perdebatan mengenai Kebenaran itu akan menjadi rumit bila dikaitkan dengan masalah keyakinan. dimana orang. Ilmu pengetahuan itu tergantung pada sesuatu yang lain. yang biasanya diterjemahkan sebagai penderitaan. 500 Tahun Sebelum Masehi Menengok perjalanan panjang sejarah anak manusia ketika belum dimulainya tarikh masehi dalam sistem kalender seperti yang kita kenal sekarang ini. bahwa agama Khong . biasanya diterjemahkan sebagai keinginan.orang Cina dengan penuh hormat menyebutnya sebagai Guru Pertama. melalui Delapan Jalan. kita akan memulai membebaskan diri dulu dari keberpihakan. Penghidupan yang benar. Renungan yang benar. maka kita akan bebas dari siksaan yang kita alami. (Ada berita. lahir seorang anak raja sekitar tahun 560 SM (tahun yang biasa dikutip oleh cendikiawan barat). ada alasan (argumen) yang dapat meyakinkan orang lain (terbawa kepentingan).  Kebenaran Utama yang keempat. ia adalah Konfusius. 2). Namun dalam tulisan ini. Huston Smith hal. yang sekarang berada di Propinsi Shantung. 5). (lebih lanjut lihat The Religions of Man. Kung Fu Tzu (Kung sang Guru). Selanjutnya marilah kita menyeberang ke daratan Cina untuk mengenal. dan harus diketahui apa dasar yang dijadikan pijakan yang digunakan dalam mengungkap apa yang disebut kebenaran. yaitu sebagai postulat dasar yang merupakan sumber dari segala sesuatu yang diajarkan secara logis. yakni:  Kebenaran Utama yang pertama. Tentang ‘Empat Kebenaran utama’.

Yunani. pen). dan mungkin sekali dewasa ini orang-0rang Cina sedang menelaah rumusan dasar Konfusius: Jika ada kebenaran dalam hati. peraih hadiah Nobel Sastra (1950). menyampaikan kecaman terhadap tindakan Israel pada perang Arab-Israel: “Message from Bertrand Russell to the International Conference of . meliputi pesisir Asia Kecil (kini wilayah Turki) sampai pulau Sisilia serta Italia Selatan. memerlukan raja yang kuat dan berkuasa penuh yakni: “Mesir kuno telah menemukan suatu kebenaran yang sangat sesuai dengan masyarakat yang sangat bergantung pada pengendalian sungai besar: Suatu kekuasaan pusat yang mampu memelihara terusan-terusan dan membagi airnya. Ada dua pengandaian yang mungkin: 1. is)”. bahkan sampai daerah Kyrene di daratan Afrika. (lebih lanjut lihat Sejarah Filsafat Yunani. mengutip pendapat Desmond Steward. mengemukakan pemikirannya bahwa ‘Seluruh jalan kebenaran itu bersandar pada satu keyakinan: “Yang ada itu ada (what is. seorang yang sangat berpengaruh dalam perkembangan analisis logis filsafat pada abad dua puluh. Atau orang dapat mengatakan bahwa yang ada serentak ada dan serentak juga tidak ada. hal. Kees Bertens hal. Kemudian Rafael Steinberg dalam bukunya Man and the Organization. nampaknya kini sedang muncul kembali kepermukaan. adalah suatu hal yang baik dan benar. Itulah kebenaran. akan ada perdamaian di dunia. 188-224) Sementara itu dipesisir barat Asia Kecil. adalah seorang tokoh utama dalam filsafat pra-sokratik dan juga sebagi anggota paling terkemuka dari kelompok pemikir mazhab Eleatik. Raja tidak saja melambangkan kekuatan.Hu Cu menerima perlakuan kasar selama bertahun-tahun sejak komunis berkuasa di Cina. Atau orang bisa mengemukakan bahwa yang ada itu tidak ada 2. 47-49). namun akhirnya ia menganjurkan bangsanya untuk mempelajari ajaran Konfusius. yang dalam usianya yang ke-98 tahun (tiga hari sebelum kematiannya). bukan hal buruk dan salah”. Dr. menyatakan bahwa dalam suatu masyarakat Mesir kuno yang ketika masa itu kehidupannya sangat tergantung pada irigasi. seorang peneliti sekaligus penulis tentang peradaban masalah Timur Tengah. Pendapat-pendapat Para Ahli Bertrand Russell (1872-1970). akan ada keindahan dalam watak Jika ada keindahan dalam watak. Permenides yang lahir sekitar tahun 515 SM di kota Elea sebalah selatan Italia. Jika dalam tulisan-tulisannya terdahulu Mao Tze-Tung menghandrik agama Khong Hu Cu sebagai agama semi feodal. Sama sekali mustahil memungkiri kebenaran itu. akan ada ketertiban dalam bangsa Jika ada ketertiban dalam bangsa. (Ibid. tetapi juga harus mewujudkan keadilan dan kekuasaan. akan ada keselarasan dalam rumah tangga Jika ada keselarasan dalam rumah tangga. yang ketika itu wilayahnya jauh lebih luas dari yang kita ketahui di peta pada saat ini.

Amsal Bakhtiar. adalah merupakan suatu kegiatan kita untuk menemukan pengetahuan yang benar: “Apa yang disebut benar bagi seseorang belum tentu benar bagi orang lain”. binatang dan seterusnya dari data-indera itu. meja. Problem kebenaran inilah yang memacu tumbuh dan berkembangnya epistemologi. Secara umum orang merasa bahwa tujuan pengetahuan adalah untuk mencapai Kebenaran. Sebab pada setiap jenis pengetahuan tidak sama kriteria kebenarannya. (Diane Collinson. Yogyakarta. ia menjelaskan bahwa dengan “berpikir”. Untuk menjawab pertanyaan ini Russell menguji dan menjelaskan cara bagaimana kita memahami dunia. . mazhab yang dominan pada waktu itu. bau. Ia memperkenalkan istilah ‘data indera’ untuk hal-hal seperti . dan matematika.Parliamentarians in Cairo”. Telaah epistemologi terhadap ‘kebenaran’ membawa orang kepada suatu kesimpulan bahwa perlu dibedakan adanya tiga jenis kebenaran sematis (dikutip dari. diri kita sendiri. tentang ukuran Kebenaran?.  Kebenaran dalam arti ontologis adalah kebenaran sebagai sifat dasar yang melekat pada hakikat segala sesuatu yang ada atau diadakan. kekasaran dan seterusnya. psikologi. Aholiab Wathloly dalam ‘Tanggung Jawab Pengetahuan’. The Problems of Philosophy. dalam bukunya Filsafat Ilmu. Ia mengundang kesadaran kita dengan sense datum a sensation (sensasi akan data indera). MA. Bahwa dengan berpikir menurutnya. Kanisius. sesungguhnya adalah gejolak tuntutan yang timbul dari dalam dirinya akan nilai Kebenaran yang hendak disampaikannya. namun masalahnya tidak hanya sampai disitu saja. karena sifat dan watak pengetahuan itu berbeda. untuk menyangkal pendapat idealisme. Ia memulai pada bab pertama dalam bukunya itu dengan pertanyaan: “Is there any knowledge in the world which is so certain that no reasonableman could doubt it?” (Apakah ada pengetahuan di dunia ini yang begitu pasti sehingga tidak ada satupun manusia yang rasional yang dapat meragukannya?). Ia membedakan antara apa yang disebutnya dengan ‘pengetahuan dengan pengenalan’ dan ‘pengetahuan dengan deskripsi’ . Ambil contoh. Ketika pengetahuan akan hal-hal dimiliki. Dalam salah satu karya pentingnya yang meminjam argumen dari wilayah sosiologi.  Kebenaran epistemologis adalah kebenaran yang berhubungan dengan pengetahuan manusia. maka kita dapat memiliki pengenalan langsung hanya dengan data indera. fisika. Lima Puluh Filosof Dunia yang menggerakan. dan kondisi mental kita. sebenarnya obyek-obyek hanya menjadi sebab data indera. rumah. kekerasan. kegiatan berpikir adalah usaha untuk menghasilkan pengetahuan yang benar itu atau kriteria kebenaran. Karena itu. 2001). pohon. tetapi menyimpulkan obyek-obyek seperti orang-orang. dan tidak jadi soal apakah protesnya itu berhasil atau tidak. pengetahuan tentang alam metafisika tentunya tidak sama dengan pengetahuan tentang alam fisik. Argumennya. bahwa kita tidak secara langsung berkenalan dengan obyek-obyek fisik. warna. pen) Bagaimana menurut Dr. dan alam fisik pun memiliki perbedaan ukuran kebenaran bagi setiap jenis dan bidang pengetahuan.

akan saya tambahkan dengan menyunting seperlunya saja. . Kebenaran dalam arti sematis adalah kebenaran yang terdapat serta melekat dalam tutur kata dan bahasa. Beberapa tulisan yang kurang lebih isinya hampir sama dengan pendapat ahli diatas. setelah seluruh tulisan ini saya salin di webblog ini. tidak saya salin disini dimaksudkan agar tidak menjadi terlalu panjang dan terkesan bertele-tele. Dan bila ada waktu nanti.