Anda di halaman 1dari 34

ANALISIS SERAT KASAR

TUJUAN :
1. Untuk mengetahui pengertian dari serat kasar dan serat makanan.
2. Untuk mengetahui manfaat dari serat kasar.
3. Untuk mengetahui bagaimana cara mencari kadar serat kasar dalam
makanan.

PRINSIP :
Sampel yang dihidrolisis dengan asam kuat dan basa kuat encer. Sehingga karbohidrat, protein, dan
zat – zat lain terhidrolisis dan larut, kemudian disaring dan dicuci dengan air panas yang mengandung
asam dan alcohol, selnajutnya dikeringkan dan ditimbang sampai bobot konstan.
TEORI DASAR :
Serat adalah zat non gizi, ada dua jenis serat yaitu serat makanan (dietry fiber) dan serat
kasar (crude fiber). Peran utama dari serat dalam makanan adalah pada kemampuannya mengikat air,
selulosa dan pektin. Dengan adanya serat, membantu mempercepat sisa-sisa makanan melalui
saluran pencernaan untuk disekresikan keluar. Tanpa bantuan serat, feses dengan kandungan air
rendah akan lebih lama tinggal dalam saluran usus dan mengalami kesukaran melalui usus untuk
dapat diekskresikan keluar karena gerakan-gerakan peristaltik usus besar menjadi lebih lamban.
Istilah dari serat makanan (dietary fiber) harus dibedakan dengan istilah serat kasar (crude fiber) yang
biasa digunakan dalam analisa proksimat bahan pangan. Serat kasar adalah bagian dari pangan yang
tidak dapat dihidrolisis oleh asam atau basa kuat, bahan-bahan kimia yang digunakan untuk
menentukan kadar serat kasar yaitu asam sulfat (H2SO4 1,25%) dan natrium hidroksida (NaOH
3,25%). Serat kasar adalah serat tumbuhan yang tidak larut dalam air.
Metode uji kualitatif yang biasa dipakai untuk menguji serat kasar adalah dengan pereaksi Schweltzar
(kupra – ammonium – hidroksida), karena selulosa adalah suatu zat yang berwarna putih dan tidak
larut dalam hampir semua pelarut. Pada analisa penentuan serat kasar diperhitungkan banyaknya zat
– zat yang tidak larut dalam asam encer atau basa encer dengan kodisi tertentu.
Langkah – langkah yang dilakukan dalam analisa adalah :
 Deffating, yaitu menghilangkan lemak yang terkandung dalam sample menggunakan
pelarut lemak.
 Digestion, terdiri dari dua tahapan yaitu pelarutan dengan asam dan pelarutan dengan
basa. Kedua macam proses digesti ini dilakukan dalam keadaan tertutup pada suhu
terkontrol (mendidih) dan sedapat mungkin dihilangkan dari pengaruh luar. Penyaringan
harus segera dilakukan setelah digestion selesai, karena penundaan penyaringan dapat
mengakibatkan lebih rendahnya hasil analisa karena terjadi perusakan serat lebih lanjut
oleh bahan kimia yang dipakai untuk bahan yang mengandung banyak protein sering
mengalami kesulitan dalam penyaringan, maka sebaiknya dilakukan digesti pendahuluan
dengan menggunakan enzim.

Serat kasar sangat penting dalam penilaian kualitas bahan makanan karena angka ini
merupakan indeks dan menentukan nilai gizi makanan tersebut. Selain itu, kandungan serat kasar
dapat digunakan untuk mengevaluasi suatu proses pengolahan, misalnya proses penggilingan atau
proses pemisahan antara kulit dan kotiledon, dengan demikian persentase serat dapat dipakai untuk
menentukan kemurniaan bahan atau efisiensi suatu proses.
Sedangkan serat makanan adalah bagian dari bahan yang tidak dapat dihidrolisis oleh enzim-enzim
pencernaan. Serat makanan adalah serat yang tetap ada dalam kolon atau usus besar setelah proses
pencernaan, baik yang berbentuk serat yang larut dalam air maupun yang tidak larut dalam air.
Mutu serat dapat dilihat dari komposisi komponen serat makanan, dimana komponen serat
makanan terdiri dari komponen yang larut (Solube Dietary Fiber, SDF), dan komponen yang tidak larut
(Insoluble Dietary Fiber, IDF). Serat yang tidak larut dalam air ada 3 macam, yaitu selulosa,
hemiselulosa dan lignin. Serat tersebut banyak terdapat pada sayuran, buah-buahan dan kacangkacangan. Sedangkan serat yang larut dalam air adalah pectin, musilase, dan gum. Serat ini juga
banyak terdapat pada buah-buahan, sayuran, dan sereal. Sedangkan gum banyak terdapat pada
akasia.
Ada beberapa metode analisis serat, antara lain metode crude fiber, metode deterjen, metode
enzimatis yang masing-masing mempunyai keuntungan dan kekurangan. Data serat kasar yang
ditentukan secara kimia tidak menunjukan sifat serat secara fisiologis, rentang kesalahan apabila
menggunakan nilai serat kasar sebagai total serat makanan adalah antara 10 - 500%, kesalahan
terbesar terjadi pada analisis serealia dan terkecil pada kotiledon tanaman.
Metode analisis dengan menggunakan deterjen (Acid Deterjen Fiber, ADF atau Neutral
Deterjen Fiber, NDF) merupakan metode gravimetri yang hanya dapat mengukur komponen serat
makanan yang tidak larut. Adapun untuk mengukur komponen serat yang larut seperti pektin dan gum,
harus menggunakan metode yang lain, selama analisis tersebut komponen serat larut mengalami
kehilangan akibat rusak oleh adanya penggunaan asam sulfat pekat.
Metode enzimatik yang dikembangkan oleh Asp, et al (1984) merupakan metode fraksinasi
enzimatik, yaitu penggunaan enzim amilase, yang diikuti oleh penggunaan enzim pepsin pankreatik.
Metode ini dapat mengukur kadar serat makanan total, serat makanan larut dan serat makanan tidak
larut secara terpisah. Ternyata dari hasil penyelidikan memperlihatkan bahwa serat sangat baik untuk
kesehatan ,yaitu membantu mencegah sembelit, mencegah kanker , mencegah sakit pada usus besar,
membantu menurunkan kadar kolesterol, membantu mengontrol kadar gula dalam darah, mencegah
wasir , membantu menurunkan berat badan dan masih banyak lagi. Serat makanan tidak dapat diserap
dalam usus halus dan tidak dapat masuk dalam sirkulasi darah, serat ini akan dibawa oleh usus halus
masuk kedalam usus besar dengan gerakan peristaltik usus. Kehadiran serat pada usus besar ini baik
untuk membantu proses - proses yang terjadi di usus besar. Rata-rata negara didunia ini menetapkan
sebanyak 30 gr kebutuhan akan serat setiap harinya.
Serat makanan didefinisikan sebagai sisa-sisa skeletal sel-sel tanaman yang tahan terhadap hidrolisa
oleh enzim-enzim pencernaan manusia. Serat makanan sering juga disebut sebagai ”unavailable

carbohydrate” sedangkan yang tergolong sebagai ”available carbohydrate” adalah gula, pati dan
dekstrin, karena zat-zat tersebut dapat dihidrolisa dan diabsorpsi manusia, yang kemudian di dalam
tubuh diubah menjadi glukosa dan akhirnya menjadi energi atau disimpan dalam bentuk lemak. Serat
makanan ini terdiri dari dinding sel tanaman yang sebagian besar mengandung 3 macam polisakarida
yaitu sellulosa, zat pektin dan hemisellulosa. Selain itu juga mengandung zat yang bukan karbohidrat
yakni lignin (Piliang dan Djojosoebagio, 2002).
Serat makanan tidak sama pengertiannya dengan serat kasar (crude
fiber). Serat kasar adalah senyawa yang biasa dianalisa di laboratorium, yaitu senyawa yang tidak
dapat dihidrolisa oleh asam atau alkali. Di dalam buku Daftar Komposisi Bahan Makanan, yang
dicantumkan adalah kadar serat kasar bukan kadar serat makanan. Tetapi kadar serat kasar dalam
suatu makanan dapat dijadikan indeks kadar serat makanan, karena umumnya didalam serat kasar
ditemukan sebanyak 0,2 - 0,5 bagian jumlah serat makanan.
Serat makanan hanya terdapat dalam bahan pangan nabati, dan kadarnya bervariasi menurut
jenis bahan. Kadar serat dalam makanan dapat mengalami perubahan akibat pengolahan yang
dilakukan terhadap bahan asalnya. Sebagai contoh, padi yang digiling menjadi beras putih mempunyai
kadar serat yang lebih rendah daripada padi yang ditumbuk secara tradisionil. Oleh karena itu
beberapa waktu yang lalu muncul dedak padi di pasaran yang dikatakan sebagai obat berbagai macam
penyakit.
Serat yang berasal dari makanan sesampainya di saluran pencernaan akan mengikat asam
empedu yang sampai ke sana. Sebelum menjalankan tugasnya membantu penyerapan lemak, asam
empedu sudah terikat oleh serat yang kemudian bersama serat dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk
kotoran. Untuk menggantikan asam empedu yang hilang tersebut, kolesterol dalam tubuh akan
dirombak, sehingga makin banyak serat makin banyak asam empedu yang dibuang, berarti makin
banyak kolesterol yang dikeluarkan dari tubuh, dengan demikian kadar kolesterol dalam tubuh akan
menurun. Lemak dan sterol - sterol lain juga akan lebih banyak dikeluarkan dari tubuh. Sehingga serat
– serat tersebut dapat mencegah terjadinya penyerapan kembali asam empedu, kolesterol dan lemak.
Serat dapat berperanan menghalangi penyerapan zat-zat gizi lain seperti lemak, karbohidrat
dan protein. Sehingga apabila makanan mengandung kadar serat yang rendah maka hampir semua
zat-zat gizi tersebut dapat diserap oleh tubuh. Di samping itu serat makanan dapat mempercepat rasa
kenyang. Hal ini disebabkan karena orang akan mengunyah lebih lama bila dalam makanan
terkandung kadar serat yang tinggi, sehingga sekresi saliva dan cairan gastrik akan lebih banyak
dikeluarkan, yang kemudian kelebihannya akan masuk ke dalam lambung.
MANFAAT SERAT MAKANAN BAGI KESEHATAN KITA
Piliang dan Djojosoebagio (2002), mengemukakan bahwa yang dimaksudkan dengan serat
kasar ialah sisa bahan makanan yang telah mengalami proses pemanasan dengan asam kuat dan

H2SO4 1. Standar 20. Definisi terbaru tentang serat makanan yang dismpaikan oleh the American Association of Cereal Chemist (AACC. Penangas air 19. Oleh karena itu serat kasar merendahkan perkiraan jumlah kandungan serat sebesar 80% untuk hemisellulosa. Kompor gas 18. Sisa yang tidak dicerna ini dikenal dengan diet serat kasar yang kemudian melewati saluran pencernaan dan dibuang dalam feses. Etanol 96 % 4. 50-90% untuk lignin dan 20-50% untuk sellulosa. Erlenmeyer 250 mL 3. Oven 13. Bola hisap 10.25 % 2. Beaker glass 1000 mL 11. Klem . oligosakharida. Botol semprot 17. Pipet takar 10 mL 15. Dengan proses seperti ini dapat merusak beberapa macam serat yang tidak dapat dicerna oleh manusia dan tidak dapat diketahui komposisi kimia tiap-tiap bahan yang membentuk dinding sel. Corong 8. Batang pengaduk 12. Beberapa karbohidrat tidak dapat dihidrolisa oleh enzim-enzim pencernaan pada manusia. Neraca kasar 16.basa kuat selama 30 menit yang dilakukan di laboratorium.25 % 3. Spatula 2. Aquades 5. Serat makanan tersebut meliputi pati. Desikator 4. Cawan Penguap 14. polisakharida. ALAT DAN BAHAN : ALAT : BAHAN : 1. Pendingin tegak 6. NaOH 3. Kertas saring 9. Neraca analitik digital 1. lignin dan bagian tanaman laainnya. 2001) adalah merupakan bagian yang dapat dimakan dari tanaman atau karbohidrat analog yang resisten terhadap pencernaan dan absorpsi pada usus halus dengan fermentasi lengkap atau partial pada usus besar. Hot plate 7.

2. Ditimbang sample sebanyak 2 – 4 gram secara teliti dengan neraca analitik digital.25 % 1. Disiapkan semua peralatan dan pastikan telah bersih dan kering. Ditambahkan aquades hingga volume 2500 mL dan dihomogenkan. mengenaptuangkan sampel dalam pelarut organik. Jika telah selesai. c. Lakukan proses enaptuang dua kali dengan etanol 96 % tersebut. 4. 5. Dimasukkan ke dalam gelas piala 1000 mL yang telah berisi air sepertiganya. Dipipet 64. Pastikan semua peralatan telah bersih dan kering. 2. Diencerkan dengan aquades hingga volume 3500 mL dan kemudian dihomogenkan. 7. 6. Dan dimasukkan ke dalam botol / packing yang telah disediakan. 2. beri label dan disimpan.25 % ke dalam erlenmeyer dan diaduk. dimana untuk ketiga kalinya endapan disertakan dalam penyaringan.25 % 1. Tambahkan ± 50 mL larutan H2SO4 1. 6.25 gram NaOH dengan neraca kasar. Panaskan larutan refluk selama 30 menit dengan penangas air. Untuk pembebasan lemak. Ditimbang 81. b. Gelas Piala 250 mL CARA KERJA : a. 8. Lakukan pemanasan larutan refluk kembali selama 30 menit. Pasang pendingin tegak pada mulut Erlenmeyer. 5. 9. lalu aduk dan kemudian diamkan beberapa menit. 4. Lalu. 10. Atau dapat juga pembebasan lemak sisa dari ekstraksi lemak dengan cara soklet atau cara mengaduk. Kemudian dimasukkan ke dalam botol / packing yang telah disediakan dan beri label. Dilarutkan dengan aquades secara perlahan – lahan hingga semuanya larut.25 % .21. Enaptuangkan larutan tersebut dengan kertas saring ke dalam Erlenmeyer 250 mL. Mengetahui Kadar Serat Kasar 1. 11. Pindahkan sample ke dalam gelas piala 250 mL. Neraca analitik 22. 3. Membuat H2SO4 1. langsung tambahkan ± 50 mL larutan NaOH 3. 4. tambahkan etanol 96 % sebanyak 15 mL. Membuat NaOH 3. angkat kertas saring yang telah berisi padatan dan keringkan. . 3. 5. lalu disimpan. Dimasukkan ke dalam gelas piala 1000 mL. 3.64 mL H2SO4 dengan pipet takar.

Diangkat endapan dan kertas saring. 14. Membuat Larutan H2SO4 1. Dan digunakan untuk 3 kali pengerjaan. dan terakhir dengan etanol 96 % (masing – masing 25 mL). larutan etanol 96 % yang dibutuhkan untuk sekelas adalah sebanyak 3500 mL atau 3. 13. larutan H2SO4 yang akan dibuat sebanyak : Larutan H2SO4 (Untuk sample) = 3 50 mL 15 kelompok = 2250 mL Larutan H2SO4 (Untuk pencucian) = 3 × 25 mL × 15 kelompok = 1125 mL Maka.5 L. b.25 % dibutuhkan sebanyak 50 mL. Lakukan pencucian dengan H2SO4 1. maka banyak etanol untuk 15 kelompok dan digunakan untuk 3 kali pengerjaan adalah : Etanol 96 % (Untuk pembebasan lemak) = 3 x 15 mL x 15 kelompok = 675 mL Etanol 96 % (Untuk proses enaptuang sebanyak 2 kali) = 2 x 15 mL x 3 x 15 kelompok = 30 mL x 3 x 15 kelompok = 1350 mL Etanol 96 % (Untuk pencucian terakhir) = 3 x 25 mL x 15 kelompok = 1125 mL Sehingga banyak etanol yang dibutuhkan adalah sebanyak = 675 mL + 1350 mL + 1125 mL = 3150 mL = 3500 mL (dibuat lebih) Jadi.12. saring larutan dalam keadaan panas dengan kertas saring yang telah ditimbang konstan sebelumnya dengan menggunakan corong. dapat digunakan rumus berikut : Kadar serat kasar = PERHITUNGAN : a. Untuk mencari kadar serat kasar. Jika telah selesai. Maka. larutan H2SO4 yang dibuat untuk sekelas = 3500 mL .25 % panas. kemudian mendinginkannya dan menimbangnya sampai bobot tetap. Berdasarkan praktikum yang akan dilakukan. jumlah H2SO4 yang dibutuhkan secara keseluruhan = 2250 mL + 1125 mL = 3375 mL = 3500 mL (dibuat lebih) Jadi.25 % Larutan H2SO4 1. Sedangkan dalam hal ini akan dibuat larutan H 2SO4 untuk sekelas yang terdiri dari 15 kelompok. Banyak Etanol yang Dibutuhkan Etanol 96 % telah tersedia di laboratorium sekolah dengan konsentrasi yang sama. kemudian pindahkan ke cawan penguap yang telah dikonstankan beratnya terlebih dahulu dan mengeringkannya pada suhu 105 0C di dalam oven. air panas. etanol yang dibutuhkan sebanyak 15 mL.

4617 N (V. banyak larutan yang akan dibuat adalah 2500 mL. dan digunakan untuk 3 kali pengerjaan.25 % sebanyak 3500 mL dari H2SO4 pekat 25 N yang tersedia. dengan berat jenis 1.N) Encer V. volume H2SO4 pekat yang harus dipipet adalah : BE H2SO4 = BE = Mr / 2 = g/molek Konsentrasi H2SO4 encer = N = = = 0. volume H2SO4 pekat yang harus dipipet = 64. Larutan NaOH 3.64 mL Jadi. Membuat Larutan NaOH 3. berat NaOH yang akan ditimbang adalah 81.25 g x 2500 mL Berat NaOH = 8125 g. Maka.4617 N V = 1615.mL x 100 mL Berat NaOH = 81. larutan NaOH yang akan dibuat sebanyak : Banyak Larutan NaOH yang akan dibuat = 3 50 mL 15 kelompok = 2250 mL Jadi.25 % ( b/v ) sebanyak 2500 mL. Maka.N) Pekat = (V.25 gram.Larutan H2SO4 1.81 g/cm2.25 % yang dibutuhkan sebanyak 50 mL. . maka berat NaOH yang akan ditimbang sebanyak : Berat NaOH yang akan ditimbang = 3. 25 N = 3500 mL .25 gram / 100 mL = Berat NaOH / 2500 mL 100mL. 0.64 mL.25 % untuk sekelas yang terdiri dari 15 kelompok.25 % Larutan NaOH 3. Berat NaOH = 3.95 mL. Sedangkan dalam hal ini akan dibuat larutan NaOH 3. c.N / 25 N V = 64.25 g Jadi.

seperti semak. Salah satunya adalah tanaman atau tumbuhan-tumbuhan yang dapat berkhasiat sebagai obat.analisis kadar serat kasar [ada buah pisang Uli dan Buah Pisang Kepok secara gravimetry BAB I PENDAHULUAN A. Dari laporan yang ada. Bahkan tidak sedikit yang termasuk tumbuhan liar. mungkin sebagian dari konsumen tidak menyadari bahwa sebagian besar produk herbal tersebut bahanya ada disekelilingnya.2006) Saat ini telah terjadi pergeseran utama dalam penyebab kematian dan kesakitan di Indonesia. Disamping kekayaan-kekayaan alamnya yang sudah digali dan dimanfaatkan secara baik. . perdu. Saat ini popularitas tanaman obat atau herbal semankin berkibar. healt food (Makanan kesehatan) dan herbal Medicine (Obat herbal). namun masalah ini tetap aktual terutama di negara-negara sedang berkembang sebab mempunyai dampak yang sangat nyata terhadap timbulnya masalah gizi salah satu faktor penyebab itu adalah bertambahnya jumlah penduduk di berbagai negara yang sedang berkembang yang cenderung meningkat terus sedangkan pertambahan pruduksi pangan belum mampu mengimbanginya walaupun di tetapkan berbagai tekhnologi mutakhir.Dkk) Indonesia adalah negeri yang sangat dikagumi akan kekayaan alamnya. (Harper. (Kardinan dan rahmad. Filipina. dan Muanghtai) merupakan yang teringgi di dunia dengan perkembangan sebesar 24. dan pohon. Ada produk yang berupasupplement food (makanan Tambahan).9 persen. Meskipun demikian. Latar Belakang Masalah kekurangan konsumsi pangan bukanlah hal yang baru. Malaysia. Asia Tenggara (Indonesia. Penyakit infeksi yang selalu menjadi penyebab utama kejadian kesakitan dan kematian mulai bergeser dan diganti oleh penyakit degeneratif seperti penyaakit jantung. namun masih banyak kekayaan alam yang harus diolah sehingga dapat menghasilkan banyak manfaat. Berbagai jenis produknya terus bermunculan.

2008). banyak makanan yang mengandung garam. wasir. hiperkolesterol. yaitu 50 pasien terdapat pada tahun 2001 dengan rata-rata umur 53.8 tahun (Waspodo.2001. kerusakan gigi dan gusi serta kegemukan (obesitas). Berbagai penyakit yang dapat timbul akibaat pola makan yang salah tersebut antara lain penyakit jantung koroner. misalnya di ruang endoskopi RSCM adalah sebanyak 224 kasus kanker usus besar selam periode 1996 . gangguan pencernaan (susah buang air besar. Hasil SKRT menunjukkan bahwa penyebab kematian telah didominasi oleh penyakit sistem sirkulasi (24. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa diet tinggi serat mempunyai efek proteksi untuk kejadian kanker kolon. kurang makanan yang berserat serta kebiasaan tidak sehat lain seperti merokok dan minum alkohol. kencing manis. Penelitian epidemiologi yang dilakukan di Afrika membuktikan bahwa orang-orang Afrika berkulit hitam yang mengkonsumsi makanan tinggi serat dan diet rendah lemak mempunyai angka kematian yang rendah akibat kanker usus besar (kolon) dibandingkan orang Afrika yang berkulit putih dengan diet rendah serat dan tinggi lemak.tabloid-nakita.8%).hipertensi.(Godlief Josep. Salah satu faktor penting sebagai akibat dari penyebab penyakit ini adalah perubahan gaya hidup masyarakat yang menuju ke pola hidup tidak sehat antara lain kurang berolah raga. kanker usus besar). Hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) Depkes RI tahun 1995 membuktikan bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah SKRT sejak tahun 1972. Di Indonesia laporan kasus kanker kolon juga sudah mulai banyak. stroke. (http://www.2%) dibandingkan penyakit infeksi (22. bahwa dominasi penyakit infeksi di Jawa dan Bali telah digantikan oleh penyakit akibat sistem sirkulasi. terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang manis dan berlemak (diet tinggi lemak dan karbohidrat). Jumlah kasus terbanyak. 2001) .com) Kanker usus besar merupakan salah satu masalah kesehatan di negara Barat karena kejadian kanker usus besar menempati urutan ke-4 terbesar sebagai penyebab kanker dan menempati urutan ke-2 terbesar sebagai penyebab kematian karena kanker. peningkatan asam urat dan kanker serta penyakit degeneratif lain. diabetes.

97 persen di antara penderita kanker usus berumur di atas 40 tahun. mendapati kanker usus pada 6. Depkes RI mengungkapkan bahwa rata-rata konsumsi serat penduduk Indonesia 10. Faktor gentik pola makan. (Hompedin Bakornas. Sementara itu di Rumah sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Cipto Mengunkusumo. Jakarta rata-rata kedatangan 50 kasus kanker usus baru setiap tahunnya.Dkk. Di rumah sakit kanker Dharmais misalnya. kasus kanker usus pun mulai banyak ditemukan.5g/hari yang berarti baru mencapai separuh dari kecukupan serat yang dianjurkan yaitu 24g/hari. (http://www.tabloid-nakita. Penyakit kanker merupakan salah satu penyakit yang menjadi momok bagi banyak orang. Kanker kolon merupakan salah satu jenis kanker penyebab kematian kedua terbesar akibat kanker di Amerika Serikat.5 persen pasien yang menjalani kolonoskopi. fenomena baru juga ditemukan bahwa usia penderita kanker usus kini semakin muda usia. Penyebab dari penyakit mematikan ini masih menjadi penelitian. dan angka kejadiannya semakin meningkat. kalangan eksekutif muda dengan aktifitas yang demikian padat. setelah kanker paru-paru. Setiap tahun terdapat 130 ribu kasus baru dengan tingkat kematian lebih dari 50 ribu orang. fenomena itu kini bergeser. (Newsron. jumlah penderita kanker usus yang berusia di bawah 40 tahun. kini semkain bertambah banyak. Hasil survei PKG (Pemantauan Konsumsi Gizi) oleh Departemen Gizi Masyarakat. Makan serba instant yang kurang berserat dan dalam waktu yang terbatas dan kurang berolahraga. Kebutuhan serat perhari dapat terpenuhi dengan banyak makan sayur dan buah.Jika beberapa waktu lalu kanker usus banyak ditemukan pada usia 40 tahun ke atas.com). Pergeseran usia ini tentu berkaitan dengan pola makan dan gaya hidup. Filipina . Malaysia.india. 2007) Di Indonesia. gaya hidup dan stress diduga memiliki kontribusi sebagai 'penyumbang'.2007) Sementara itu Indonesia memiliki berbagai jenis sumber serat yang berasal dari nabati yang jarang diperhatikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia salah satunya adalah tanaman pisang padahal Daerah asia tenggara (Indonesia. namun diduga bersifat multifaktor.Sementara itu. dan di Rumah Sakit Umum Daerah Banjarmasin terdapat 32 persen pasien dengan perdarahan anus. sehingga tiada waktu lagi untuk menjalankan hidup sehat. Menkonsumsi 1 gelas (250 ml) serat setiap kali makan diperkirakan dapat memenuhi kecukupan serat yang dianjurkan.

D. 2. Berapa besar kandungan serat kasar pada Buah pisang Uli(Musa paradisiaca sapientum ) dan Buah Pisang Kepok(Musa paradisiaca normalis ). Manfaat peneltian 1. 2. ( Rukmana Rahmad. Sebagai bahan referensi dan bahan pertimbangan untuk penelitian selanjutnya BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Untuk menentukan besarnya kadar serat kasar pada Buah pisang Uli (Musa paradisiaca Sapientum) dan Buah Pisang Kepok (Musa paradisiaca normalis) 2. 3.Dan Muangtai) adalah tempat tumbuhnya tanaman pisang yang paling besar di dunia..2006) B. Untuk membandingkan kandungan serat kasar pada Buah Pisang Uli (Musa paradisiaca sapientum ) dan Buah Pisang Kepok (Musa paradisiaca normalis). Uraian Umum 1. Memberikan informasi kepada masyarakat akan pentingnya makanan yang berserat untuk tubuh sekaligus alternative sumber serat yang mudah dan murah diperoleh dan Buah Pisanglah salah satu alternative itu. Serat kasar . Apakah ada perbedaan kadar serat kasar yang terkandung dalam Buah Pisang Uli (Musa paradisiaca sapientun) dengan Buah Pisang Kepok (Musa paradisiaca normalis) C. Tujuan Penelitian Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah : 1. Memberikan informasi kepada masyarakat tentang perbedaan kandungan serat kasar antara Bauh pisang uli (Musa paradisiaca sapientum ) dan Buah pisang kepok (Musa paradisiaca normalis). Rumusan Masalah Dari latar belakang diatas maka permasalahan yang muncul yaitu : 1.

Sisa yang tidak dicerna ini dikenal dengan diet serat kasar yang kemudian melewati saluran pencernaan dan dibuang dalam feses. Serat kasar ialah sisa bahan makanan yang telah mengalami proses pemanasan dengan asam kuat dan basa kuat selama 30 menit yang dilakukan di laboratorium. lignin dan bagian tanaman lainnya. Serat kasar adalah bagian dari pangan yang tidak dapat dihidrolisis oleh bahan-bahan kimia. Oleh karena itu serat kasar merendahkn perkiraan jumlah kandungan serat sebesar 80% untuk hemisellulosa.Istilah serat makanan (dietary fiber) harus dibedakan dengan istilah serat kasar (crude fiber) yang biasa digunakan dalam analisa proksimat bahan pangan.25%) dan natrium hidroksida (NaOH 1. 50-90% untuk lignin dan 20-50% untuk sellulosa. (AACC. Mutu serat makanan dapat dilihat dari komposisi komponen serat makanan. polisakharida.25%). SDF) dan komponen yang tidak larut (Insoluble Dietary Fiber. 2002). zat pectin dan hemisellulosa. (Piliang dan Djojosoebagio) Definisi terbaru tentang serat makanan yang dismpaikan oleh the American Association of Cereal Chemist (AACC. IDF) (Harland . oligosakharida. Dengan proses seperti ini dapat merusak beberapa macam serat yang tidak dapat dicerna oleh manusia dan tidak dapat diketahui komposisi kimia tiap-tiap bahan yang membentuk dinding sel. 2001) adalah merupakan bagian yang dapat dimakan dari tanaman atau karbohidrat analog yang resisten terhadap pencernaan dan absorpsi pada usus halus dengan fermentasi lengkap atau partial pada usus besar. Sedang serat makanan adalah bagian dari bahan pangan yang tidak dapat dihidrolisis oleh enzim-enzim pencernaan.2001) Beberapa karbohidrat tidak dapat dihidrolisa oleh enzim-enzim pencernaan pada manusia. Selain itu juga mengandung zat yang bukan karbohidrat yakni lignin (Piliang dan Djojosoebagio. Serat makanan ini terdiri dari dinding sel tanaman yang sebagian besar mengandung 3 macam polisakharida yaitu sellulosa. yang di-gunakan untuk menentukan kadar serat kasar yaitu asam sulfat (H2SO4 1. dimana komponen serat makanan terdiri dari komponen yang larut (Soluble Dietary Fiber. Serat makanan tersebut meliputi pati.

Metode analisis dengan menggunakan deterjen (acid deterjen fiber. serat makanan larut dan serat makanan tidak larut secara terpisah. antara lain metode crude fiber. ADF atau neutral deterjen fiber. Metode enzimatik yang dikembangkan oleh Asp.et al. sedangkan kelompok terbesarnya merupakan serat yang tidak larut (IDF) (Prosky and De Vries. Sekitar sertiga dari serat makanan total (Total Dietary Fiber. Kesalahan terbesar terjadi pada analisis serialia dan terkecil pada kotiledon tanaman (Robertson and Van Soest. Serat ini juga banyak terdapat pada buah-buahan sayuran dan sereal sedang gum banyak terdapat pada aksia (http://nusaindah. Metode ini dapat mengukur kadar serat makanan total. buah-buahan dan kacangkacangan.tripot. penyakit kadiovskular dan kegemukan (obesitas). Namun berbagai penelitian telah melaporkan hubungan antara konsumsi serat dan insiden timbulnya berbagai macam penyakit diantaranya kanker usus besar. yaitu penggunaan enzim amilase. harus menggunakan metade yang lain karena selama analisis tersebut komponen serat larut mengalami kehilangan akibat rusak oleh adanya penggunaan asam sulfaat pekat (James dan Theander. Selang kesalahan apabila menggunakan nilai serat kasar sebagai TDF adalah antara 10 sampai 500%. Pada masa lalu. Serat tersebut banyak terdapat pada sayuran. serat makanan hanya dianggap sebagai sumber energi yang tidak tersedia (non-available energi source) dan hanya dikenal mempunyai efek pencahar perut. yang diikuti oleh penggunaan enzim pepsin pankreatik.and Oberleas. 1977). 1992). Sedang serat yang larut dalam air adalah pectin. metode deterjen dan metode enzimatis yang masing-masing mempunyai keuntungan dan kekurangan. TDF) adalah serat makanan yang larut (SDF). Data serat kasar yang ditentukan secara kimia tidak menunjukkan sifat serat secara fisiologis. . 2001). hemisellulosa dan lignin. Adapun untuk mengukur komponen serat yang larut seperti pektin dan gum. NDF) merupakan metode gravimetrik yang hanya dapat mengukur komponen serat makanan yang tidak larut. (1984) merupakan metode fraksinasi enzimatik. Serat yang tidak larut dalam air ada tiga macam yaitu sellulosa. musilase dan gum. 1981).com) Ada bebrapa metode analisis serat.

Pisang (Musa Paradisiaca Lin) Pisang sudah dikenal dan dikonsumsi sejak zaman kaisar romawi. maka nama latin pisang ditetapkan dengan sebutan Musa paradisiaca. endosperm dan juga perisperm. Malaysia. Bunga dalam suatu bunga majemuk dengan daun-daaun pelindung yang besar dan berwarna merah. Octavius Agustus. 0rang-orang indonesia berjasa menyebarkan di pulau madagaskar. Masingmasing bunga mempunyai tenda bunga yang menyerupai mahkota atau jelas mempunyai kelopak dan mahkota yang biasanya berlekatan. dan filiphina. Tangkai daun jelas beralur pada sisi atasnya. . helaian daun lebar. dan seorang dokter bernama Antonius Musa berjasa menganjurkanmakan pisang untuk kesehatan kaisar. zigomorf. Penyebaran pisang diwilayah timur antara arah barat melalui samudera Pasifik dan Hawai. Hasil ekspedisi Nikolai Ivanovich Vavilov. bangun jorong memanjang dengan ibu tulang yang nyata dan tulang-tulang cabang yang menyirip dan kecil-kecil. Filipina. Beberapa literatur mencatat bahwa daerah asal sumber genetik plasma nutfah pisang dari kawasan Asia tenggara. dan Indonesia. Penyebaran tanaman pisang dari daerah asal ke berbagai negara di dunia terjadi mulai tahun 1000 SM. Para ahli botani memastikan daerah asal tanaman pisang adalah india. Buahnya. Benang sari 6 yang 5 fertil yang satu staminodial. buah buni atau buah kendaga. 3. jazirah malaya. Tangkai putik berbelah 3-6. Suku Musaceae Tumbuhan berbatang basah yang besar biasanya mempunyaai batang semu yang tersusun dari pelepah-pelepah daun. sekitar tahun 500. berkuasa . Untuk mengenang jasa dokter musa .2. beruang 3 dengan 1 bakal biji dalam tiap ruang. pahlawan-pahlawan agama islam di negara Arab telah menyebarkan tanaman pisang di sekitar Laut Tengah. Atlantik sampai pantai Timur Amerika. Afrika. Biji mempunyai salut. terutama di Indo-Cina. ahli botani rusia menyimpulkan bahwa daerah asal tanaman pisang adalah Indo-Malaya. sedangkan penyebaran pisang ke arah barat melelui samudra Hindia.pada tahun 650. Bakal buah tenggelam.

Bonggol terletak cikal bakal anakan. beberapa negara di dunia yang dibidang pertanianya maju telah menjadi produsen pisang. dan merupakan tempat melekatnya akar. Dalam perkembangan selanjutnya. tumbuh tegak dan kokoh di atas permukaan tanah. Pengembangan budi daya tanaman pisang pada mulanya terpusat di daerah Banyuwangi. Morfologi Pisang 1. 3. Dan dewasa ini pisang sudah ditanam diseluruh wilayah nusantara. dan kearah dalam (bawah) mencapai sepanjang 4 m – 5 m. Inventarisi plasma nutfah pisang di indonesia di mulai pada abad XVIII. susunan bunga terdiri dari atas daun – daun pelindung yang saling menutupi dan bunga bunga terletak pada tiap ketiak diantara daun pelindung membentuk sisir. Panama. Bunga Bunga pisang yang disebut jantung atau ‘Ontong ‘ keluar (Tumbuh) dari ujung batang. Filipina. Kolombia.Pada abad XV. Honduras. Thailand dan Lain-lain. Batang Batang Pisang dibedakan atas 2 macam yaitu batang asli yang sisebut bonggol (Corm) dan batang palsu atau batang semu. Yang telah dikenalkan beberapa jenis pisang di Maluku. Kosta Rika. Batang semu tersusun dari pelepah-pelepah daun yang saling menutupi. bagian ujung daun tumpul dan tepinya rata. Akar Sistem Perakaran tanaman pisang keluar ( Tumbuh) dari bonggol (Corm) bagian samping dan bawah. berakar serabut. Palembang dan di beberapa daerah di jawa barat. letak daun terpencar dan tersusun dalam tangkai berukuran relatif panjang dengan helaian daun yang mudah robek. pertumbuhan akar pada umumnya berkelompok menuju arah samping (mendatar) dibawah permukaan Tanah. . 2. dan tidak memiliki akar tunggang. pisang sudah menyebar luas di benua Amerika dan Afrika. Daun Bentuk daun pisang pada umumnya panjang lonjong dengan lebar tidak sama. 4. namun daya jangkau akar hanya menembus pada kedalamn tanah antara 150 cm – 200 cm. misalnya Ekuador.

serealia. Serat yang berasal dari nabati ini merupakan kumpulan berbagai zat kimia yang tahan terhadap enzim pencernaan sehingga tidak dapat hancur dan dicerna. sumber terbaiknya dari gandum. tepung gandum. Jenis . dan tiap sisir terdiri dari beberapa buah pisang (6-22) tergantung dari Varietasnya. Justru karena tidak dapat dicerna inilah yang membantu proses pembuangan sisasisa makanan di dalam tubuh. dan strowberi. Sembelit . jenis . serta kacangkacangan. Kulit buah (epicarpe) yang masih muda berwarna hijau.5 cm. buah berlinggir 3-5 alur. kecuali pada pisang batu (Klutuk) bersifat 2n (Diploid). 5.Bunga pisang termasuk bunga berumah satu. Buah Buah tersusun di dalam tandan. kacang polong. beras. sedangkan bunga jantan di tengah. Serat juga dapat membantu mengurangi tingginya kolesterol darah dan membantu mengatur kadar gula dalam darah agar stabil. b. Buah pisang pada umumnya tidak berbiji atau disebut 3n (Triploid). sayur dan buah yang dimakan dengan kulitnya.jenis dan Manfaat a. bengkok dengan ujung meruncing atau membentuk leher botol. Manfaat Serat Banyak penelitian membuktikan bahwa serat makanan di dalam usus akan membuat masa transit makanan yang melewati saluran gastrousus menjadi lebih terkontrol. buncis. apel. panjangnya berkisar antara 10 cm – 18 cm dengan diameter sekitar 2. Ukuran buah pisang bervariasi. B. namun setelah matang berubah menjadi kuning dan strukturnya tebal sampai tipis. Letak bunga betina berada dibagian pangkal.  Serat larut dalam air (soluble fiber) . buah jeruk.jenis Serat Makanan  Serat tidak larut dalam air (insoluble fiber) .. dan bunga sempuna dibagian ujung. Daging buah (Mesocarpe) tebal dan lunak. Tiap tandan terdiri atas beberapa sisir. sumber terbaiknya tepung beras. Beberapa jenis penyakit yang dapat dicegah oleh serat diantaranya adalah: 1.5 cm – 4.

Wasir Serat bermanfaat dalam pembentukan tinja yang lunak dan besar. 4.Menurut riset klinis. Selain itu serat juga membentuk tinja yang lunak dan licin sehingga tidak keras atau menyakitkan saat dikeluarkan. Serat makanan dapat mendorong tinja agar mudah dikeluarkan. Kalori tinggi jika tidak diimbangi dengan pembakaran energi yang seimbang adalah biang dari kegemukan. 2. Tonjolan tersebut dapat mengikat kotoran (tinja) sehingga terjadi radang yang menyakitkan. Diabetes Tidak hanya gula. mampu menghambat laju penyerapan gula darah dan lemak. Kegemukan Makanan berserat tinggi biasanya juga berkalori rendah. serat dapat membantu mencegah divertikulosis. Tinja yang keras dan selalu mengejan setiap kali buang air besar akan membuat otot usus besar menjadi melemah dan berisiko terjadi wasir atau pelebaran pembuluh darah pada anus. konsumsi serat tinggi. sehingga tonjolan dapat mengecil dan lama-kelamaan akan hilang. 3. sehingga merangsang gerakan peristaltik usus besar untuk menekan tinja keluar. GangguanUsusDivertikulosis Berdasar penelitian. Hasil penelitian pada hewan percobaan dan manusia mengungkapkan bahwa kenaikan kadar gula . Meskipun tak menyembuhkan. sehingga kerja otot usus besar tidak terlalu berat untuk mengeluarkannya. namun juga karbohidrat di dalam tubuh yang akan diubah menjadi gula darah dengan enzim pencernaan tertentu.Selain itu serat khususnya yang larut air. hampir sebagian orang dewasa usia mulai 45-an tahun menderita divertikulosis. akan menghasilkan tinja dengan massa lebih besar. serta memberikan efek kenyang yang lebih lama untuk menunda keinginan makan. 5. Kondisi ini terjadi karena tekanan usus yang menyebabkan munculnya tonjolan-tonjolan abnormal pada dinding usus besar berbentuk semacam bisul.

Daya Tahan Tubuh Pada usus besar kita banyak hidup bakteri baik yang bermanfaat bagi kesehatan dan daya tahan tubuh menghadapi serangan bakteri jahat yang terbawa oleh makanan yang dikonsumsi.darah dapat ditekan jika karbohidrat dikonsumsi bersama serat makanan khususnya yang serat larut air. sehingga kontak antara dinding usus dan zat karsinogen yang terbawa dalam makanan lebih pendek. rata-rata tiap minggu ditemukan sebuah kasus kanker usus besar dari tindakan kolonoskopi. 8. beberapa mikroba akan mengurainya menjadi residu-residu yang bersifat racun. Kadar Kolesterol Tinggi dan Penyakit Jantung Koroner Penyakit jantung koroner (PJK) menjadi penyebab utama kematian hampir di setiap negara. Dilihat dari jenisnya. misal sembelit kronis. 7. serat jenis larut air diyakini sangat efektif dalam membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah hingga 5% karena kemampuannya dalam menjerat lemak dan membuangnya melalui kotoran agar tidak diserap oleh tubuh. Fermentasi serat . Ini akan sangat bermanfaat bagi penderita diabetes. Kanker Setelah makanan sampai di usus besar. Kematian akibat kanker kolon menempati urutan ke-4. dengan demikian mengurangi peluang terjadinya kanker. Dari penelitianii. Konsumsi serat yang cukup akan mempercepat transit kotoran dalam saluran pencernaan. baik tipe I maupun tipe II. dan menempati peringkat ke-2 penyebab kematian akibat kanker. Selama 1996-2001. ada hubungan langsung antara konsentrasi kolesterol darah dengan PJK. Serat khususnya yang larut merupakan prebiotik sebagai makanan bagi bakteri baik atau sering disebut probiotik. Jika terjadi kontak dengan mukosa usus dalam jangka waktu tertentu. senyawa beracun ini dapat memicu kanker usus besar atau kanker kolon. 6. di RSCM Jakarta. Dan berdasarkan penelitian. mengkonsumsi makanan kaya serat akan menurunkan risiko terkena kanker mulut dan kanker tenggorokan hingga 50%.

warna hijau pucat atau kemerah-merahan. Pisang Uli (Musa paradisiaca sapientum. berkulit tipis. Karakteristik morfologi kelompok pisang uli .) Divisi : Spermatophyta . yang membantu mencegah akumulasi zat racun dan bakteri patogen penyebab penyakit. warna daging putih atau kuning kekuning-kuningan. berwarna hijau dengan tangkai daun kadang-kadang merah muda. panjang 10 cm. lingkar batang 25 cm – 35 cm. tinggi 2. berbulu halus. 1. Buah kecil dan langsing.7 m). C. Tandan buah kecil pendek ( 1. Sunda : pisang Jantan c.. Daun berukuran kecil.dalam usus besar meningkatkan pertumbuhan bakteri penghasil asam laktat. Jawa : pisang Muli b. Pisang Kepok (Musa Paradisiaca Normalis. Makassar : Unti manu’-manu’ e. Jenis-jenis Pisang (Musa Paradisiaca Lin) a.5 m.8 m – 2. merunduk dengan 4-8 sisir. Bugis : Otti Kunyit-Kunyit d. 4. Pohonya kecil langsing. 3. Berbagai nama lain : a. panjang 1. 2.) Divisi : Spermatophyta (Tumbuhan berbiji) Subdivisi : Angiospermae (Berbiji tertutup) Kelas : Monocotyledonae Ordo : Scitaminae Family : Musaceae Subfamili : Muscoideae Genus : Musa Spesies : Musa paradisiaca sapientum Kelompok pisang ini biasanya dikonsumsi segar a. Enrekang : Putti Tallo b.5 m – 1.0 m.0 m -2. kurang manis dan agak lembek.

seperti pisang goreng.8 miligram (mg). besi 0.Subdivisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledonae Ordo : Scitaminae Family : Musaceae Subfamili : Muscoideae Genus : Musa Spesies : Musa paradisiaca Normalis Pisang kepok kuning (Musa Paradisiaca Normalis. rasa kurang manis. fosfor 28 mg. berwarna hijau dengan sedikit atau tanpa bercak cokelat kehitam-hitaman. lunak dengan tekstur yang agak berkapur. Jawa : Pisang Gajih b. kalsium 8 mg. dengan kelopak berwarna ungu sebelah luar dan merah sebelah dalam.5 mg. dan kripik. Luwu : Loka Manurung D. 1.8 m – dan lebarnya 50 – 60 cm. 2. b. Makassar : Unti Bulerang d. 3. 5. protein 1. Bugis : Otti Manurung c. berpenampang segitiga atau segiempat atau bulat. Tinggi pohon 3. Sisir buah berjumlah 5-9 sisir. lemak 0. Berbagai Nama Lain : a.2 gram.7 gram. putih keungu-unguan. Karekteristik morfologi kelompok pisang kepok adalah sebagai berikut.0 m dengan lingkar batang 40 cm – 50 cm. bakar. serat 0. Panjang tandan buah 30 cm – 60 cm. Kelompok pisang ini disuguhkan dalam bentuk olahan. karbohidrat 25. vitamin A 44 RE. merundukdan tidak berbulu halus. Jantung berbentuk bulat telur agak melebar.2 gram. . 4. 6. tiap sisir berjumlah 10-14 buah. Daging buah berwarna putih kekuning-kuningan. Manfaat Pisang Buah (Musa Paradisiaca Lin) Secara umum. kandungan gizi yang terdapat dalam setiap buah pisang matang adalah sebagai berikut: kalori 99 kalori. Panjag daun 1.) a. berlapis lilin pada permukaan sebelah bawah.

karena mengandung Fe (zat besi) tinggi. 5. 4. 3. dapat dikonsumsi oleh pasien yang menderita diare. yang mudah diserap janin melalui rahim. Dengan demikian. dan lain-lain. serat. Manfaat bagi Penderita Anemia Dua buah pisang yang dimakan oleh pasien anemia setiap hari sudah cukup. karbohidrat. Pilihlah pisang yang sudah matang. sebab satu buah pisang mengandung sekitar 85-100 kalori.Vitamin B 0. Manfaat bagi Penyakit Usus dan Perut Pisang yang dicampur susu cair (atau dimasukkan dalam segelas susu cair) dapat dihidangkan sebagai obat dalam kasus penyakit usus. Juga dapat direkomendasikan untuk pasien sakit perut dan cholik untuk menetralkan keasaman lambung. 2. 1. Sebuah pisang dihidangkan sebagai pertahanan terhadap inflamasi karena Vitamin C dapat secara cepat diproses. sebab ini akan mudah dicerna. dan sangat bagus untuk menghilangkan rasa lelah. Namun.08 mg. yang kulitnya hijau kekuning-kuningan dengan bercak coklat atau kuning. Ia mentransformasikan bacillus berbahaya menjadi bacillus yang bersahabat. keduanya akan tertolong. jangan terlalu berlebihan. untuk kerja otot. Sumber Kekuatan Tenaga Buah pisang dengan mudah dapat dicerna. lemak. Manfaat untuk Ibu Hamil Pisang juga disarankan untuk dikonsumsi para wanita hamil karena mengandung asam folat. pisang yang mentah akan sulit dicerna. protein.Kandungan buah pisang sangat banyak. gula yang terdapat di buah tersebut diubah menjadi sumber tenaga yang bagus secara cepat. vitamin. dan gula buah diubah menjadi glukosa alami secara cepat diabsorbsi ke dalam peredaran darah. terdiri dari mineral. Pure pisang ataupun krim pisang (seperti untuk makanan bayi). Vitamin C 3 mg dan air 72 gram. dan itu bagus dalam pembentukan tubuh. Manfaat bagi Penderita Lever .

menurunkan tekanan darah. Pisang dan Kecantikan Bubur pisang dicampur dengan sedikit susu dan madu. dapat membantu perokok untuk menghilangkan pengaruh nikotin. diulang selama 15 hari. campuran abu daun pisang ditambah minyak kelapa mempunyai pengaruh mendinginkan kulit. tenaga untuk berpikir. Pisang untuk Mengatur Bobot Badan Pisang juga mempunyai peranan dalam penurunan berat badan seperti juga untuk menaikkan berat badan. mengontrol .banana. jumlah kalori hanya 1250 dan menu tersebut cukup menyehatkan.com. akan menghasilkan pengaruh yang menakjubkan pada kulit. kacang. diet tersebut membuat kulit wajah tidak berminyak dan bersih. membantu sistem syaraf. bahwa pisang mempunyai manfaat dalam penyembuhan anemia. Manfaat bagi Luka Bakar Daun pisang dapat digunakan untuk pengobatan kulit yang terbakar dengan cara dioles. Manfaat bagi Diabetes Pada masyarakat Gorontalo (Sulawesi Utara). 10. akan menaikkan berat badan. Pada sisi yang lain. 9. Khasiat Lainya Dalam "Medicinal Uses of Bananas" (www. 6. jenis pisang goroho yakni pisang khas daerah setempat. akan menambah nafsu makan dan membuat kuat. Basuh dengan air hangat kemudian bilas dengan air dingin atau es. 2002) menyebutkan. stres. mengonsumsi satu gelas banana milk-shake dicampur madu. dan mangga sesudah makan. Telah terbukti seseorang kehilangan berat badan dengan berdiet 4 (empat) buah pisang dan 4 (empat) gelas susu non fat atau susu cair per hari sedikitnya 3 hari dalam seminggu. dioleskan pada wajah setiap hari secara teratur selama 30-40 menit. merupakan makanan tambahan/pokok bagi orang yang menderita penyakit gula/diabetes melitus. kemudian dikukus dan dicampur kelapa parut muda. kaya serat untuk membantu diet. buahbuahan.Penderita penyakit lever bagus mengonsumsi pisang dua buah ditambah satu sendok madu. mencegah stroke. Selain itu. kulit pisang dapat digunakan sebagai cream anti nyamuk. 7. 8. terutama buah pisang goroho yang belum matang.

di mana diperlihatkan 10 persen tekanan darah turun dengan mengonsumsi dua buah pisang setiap hari. Tanaman pisang secara genetis dapat menghasilkan vaksin yang murah dan sebagai alternatif untuk pertahanan anak dari serangan penyakit. Gelas ukur 10 ml f. menetralkan keasaman lambung. Alat – alat yang digunakan a. Labu ukur 100 ml g.) Dan Buah Pisang Kepok (Musa Paradisiaca Normalis. Penelitian ini akan dilakukan di laboratorium kimia analitik jurusan farmasi Polteknik Kesehatan Makassar. Lumpang dan Stamper h. Batang Pengaduk b. Neraca Analitik . Para peneliti sedang mencoba dari pisang untuk memproduksi antigen untuk coating Virus Hepatitis B. polio. Apabila vaksin Hepatitis B tersebut berhasil akan menjadi sangat murah. peneliti telah mencoba pada relawan. dan dipteri.temperatur badan terutama bagi ibu hamil. Alat Dan Bahan 1. BAB III METODE PENELITIAN A. Gelas kimia 250 ml e.) B. Waktu dan Tempat Penelitian Rencana penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Mei 2009. C. dan sebagainya. penyakit kuning.Peneliti lain mengembangkan pisang yang dapat membantu dalam melawan penyakit campak/cacar air. Desikator c. Erlemeyer 600 ml d. Saat ini. Jenis penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian observasi laboratorik dengan sampel uji Buah Pisang Uli ( Musa Parasidiaca sapientum.

Kertas saring h. Pinset m. Pengambilan Sampel Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah buahPisang Uli dan buah Pisang Kepok yang diambil di pasar sambung Jawa kota makassar. Alkohol 95 % d.25 % (0. Aquadest e. 2.1 ml H2SO4 P kemudian dimasukkan dalam labu ukur lalu ditambahkan aquadest hingga 1liter dan dihomogenkan. H2SO4 1.255N) Dipipet 7. NaOH D.25 % . 3. Bahan-bahan yang digunakan a. Penyiapan Sampel Sampel pisang di bersihkan kemudian dihaluskan setelah itu ditimbang sebanyak 10 gram. Kertas Lakmus g. Pipet Tetes n. 4. Sendok tanduk o. K2SO4 10 % i. Pembuatan larutan NaOH 1. Pengayak l. Pendingin Balik k. Buah Pisang Kepok c. Tanur 2. Spatula p. Buah Pisang Uli b.255N) f. Pembuatan larutan H2SO4 1.i. Sampel Penelitian 1. Oven j.25 % (0.

(Diuji Dengan Kertas Lakmus). Residu dipindahkan dari kertas saring kedalam erlemeyer kembali dengan spatula dan sisanya dicuci dengan larutan NaOH 1.5 gram NaOH dan dilarutkan dengan aquadest. diaduk hingga larut. diaduk hingga Larut. didingankan dalam desikator lalu ditimbang (y) Adapun rumus penentuan serat kasar sebagai berikut : Kadar serat kasar = X (y-a) x 100 % keterangan : a: Berat Kertas Saring kosong x: Berat Sampel y: Berat sampel + kertas saring sebelum dipijarkan BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Pembuatan larutan K2SO4 10 % Ditimbang 10 gram K2SO4 dan dilarutkan dengan aquadest.25% sebanyak 200 ml sampai semua residu masuk kedalam erlemeyer kemudian dihubungkan dengan pendingin balik dan didihkan selama 30 menit. 5.255N) Kemudian dihubungkan dengan pendingin balik dan didihkan selama 30 menit.Ditimbang 12. Lalu disaring melalui kertas saring yang telah diketahui beratnya (a) Residu kembali dicuci dengan K2SO4 10% lalu dengan aquadest yang telah didihkan dan selanjutnya dengan 15 ml alkohol 95 %.25% (0. Metode Analisis Sampel yang telah ditimbang. Hasil Pengamatan . dipindahkan kedalam erlemeyer 500 ml. E. Lalu residu yang terdapat pada kertas saring dicuci sampai air cucian tidak bersifat asam lagi. Kemudian dicukupkan volumenya hingga 100 ml dalam labu ukur dan dihomogenkan. Kertas saring dan isinya dikeringkan pada suhu 110 oC sampai berat konstan (1 sampai 2 jam). Ditambahkan 200 ml larutan H2SO41. Kemudian dicukupkan volumenya hingga 1 liter dalam labu ukur dan dihomogenkan. Suspensi disaring melalui kertas saring dan residu yang tertinggal dalam erlemeyer dicuci dengan aquadest yang telah didihkan.

oleh karena itu. Pembahasan Serat mempunyai peranan yang sangat penting dalam kesehatan masyarakat. Buah Pisang Kepok (Musa paradisiaca normalis) B.8796 Tabel 2.6454 2.5 gram/hari ). Buah Pisang Uli (Musa paradisiaca sapientum) B.3071 1.Tabel 1. Hasil Uji t. Hasil Analisis Kadar serat kasar pada Buah Pisang Uli(Musa paradisiaca sapientum) dan Buah pisang kapok (Musa Paradisiaca normalis) Sampel Replikasi Kadar serat kasar (%) Rata-rata kadar serat kasar (%) A I II III 1.1039 1.4042 1.dan F Hitung dan table Buah Pisang Uli (Musa paradisiacal sapientum) dan Buah pisang kapok (Musa paradisiaca normalis) Keterangan : A.6196 1.00 Fhitung Ftabel Variansi Homogen Tabel 2. Pada penelitian ini sampel yang digunakan adalah 2 varietas sampel Buah pisang yaitu Buah Pisang Uli ( Musa paradisiaca sapientum ) dan Buah Pisang Kapok ( Musa . seluruh anggota masyarakat tanpa terkecuali merupakan konsumen yang membutuhkan serat makanan untuk kesehatan system pencernaannya. karena peranan serat tersebut maka perlu dicarikan alternatif-alternatif yang baru untuk memenuhi kebutuhan serat masyarakat yang jauh dari ketentuan serat per hari yang ditetapkan oleh departemen kesehatan yakni 24 gram per hari sedangkan menurut survey kebutuhan itu tidak mencukupi hanya mencapai 50% dari ketetapan tersebut ( 10.3761 Sampel Uji’t’ Hitung 1.0887 1.6804 B I II III 1.6496 19.13 Keterangan thitung ttabel kesimpulan H0 Diterima Uji ‘F’ 14. Dari penelitian yang ada ditemukan alternatif-alternatif yang baru yang dapat dijadikan pemenuhan serat pada masyarakat yang hakekatnya mudah dan murah didapatkan yakni buah pisang.

Dalam literatur dijelaskan bahwa serat kasar merupakan serat pangan yang tidak larut dalam asam maupun basa. demikian pula dengan penambahan NaOH 1. oleh karena itu dalam penelitian ini.25% yang bertujuan untuk melarutkan zat-zat yang larut dalam basa yang tidak larut dalam asam. tidak di lanjutkan dengan pemijaran pada tanur. karena pemijaran pada tanur untuk mengetahui senyawa-senyawa anorganik dalam residu yang tidak larut dalam asam dan basa. dipndahkan ke dalam erlemeyer kemudian ditambahkan H2SO4 1.3761 %. kemudian diuapkan sampai diperoleh berat konstan.13 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan secara bermakna antara kadar serat kasar pada buah pisang Uli (Musa paradisiacal sapientum) dan buah Pisang Kepok (Musa paradisiaca normalis).6804 gram dalam setiap 100 gram dan untuk Pisang Kepok ( Musa paradisiaca normalis ) = 1. analisisnya dilakukan dengan penambahan H2SO4 1. Sebelum dianalisis mula-mula sampel dibersihkan dan dikupas lalu dihaluskan dalam lumpang sampai halus kemudian ditimbang sebanyak 10 gram.25% (0. Hasil analisis statistik dengan mengunakan uji menunjukan bahwa nilai thitung ttabel yaitu 1. Hasil analisa menunjukkan kadar serat kasar pada Buah pisang Uli ( Musa paradisiaca sapientum ) dan Buah pisang Kepok ( Musa paradisiaca normalisa ) adalah sebesar = 1.6804 % atau 1. Dalam penelitian ini. sedangkan penambahan K2SO4 10% dan aquadest yang mendidih untuk menghilangkan kelebihan NaOH dalam residu. .25% .3761 gram dalam setiap 100 gram.255N) kemudian dihubungkan dengan pendingin balik sampai mendidih lalu suspensi disaring selanjutnyaresidu dicuci dengan Aquadest mendidih sampai tidak bersifat asam lagi. Sampel yang telah ditimbang.255N) bertujuan melarutkan zat lain yang dapat larut dalam asam. Residu dicuci dengan larutan NaOH 1. Sampel penelitian yang diperoleh dari pasar tradisional yang ada di kota Makassar yaitu pasar Sambung Jawa. selanjutnya dicuci dengan Aquadest yang telahdididihkan lalu terakhir dibilas dengan alkohol 95%. Atau 1. namun hasilnya sangat kecil sehingga dapat diabaikan. selanjutnya dididihkan dengan pendingin balik kemudian disaring dan dicuci dengan K 2SO4 10%.paradisiaca normalis).8796 dengan 2.25 % (0.

Perkembangan gizi dan Pendidikan Gisi. Farmakope Indonesia edisi III. slamet. Tidak ada perbedaan nyata kadar serat kasar pada pisang Uli (Mmusa paradisiaca sapientum ) dengan pisang Kapok ( Musa paradisiaca normalis ). DAFTAR PUSTAKA Tjitrosoepomo.6804 gram dan 1. Saran 1. Taksonomi Tumbuhan Obat. dengan perbandingan Varietas buah pisang yang berbeda.Liberty : Jogjakarta. 1979. Untuk penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan melihat perbedaan serat kasar berdasarkan tingkat kematangan buah. Jakarta : Institut pertanian Bogor dan Bumi Aksara.3761 gram. Rahmat. dan Hal : 22-23) Suhardjo. Prosedur Analisis Untuk Bahan Makan Dan Pertanian. 2.Gembong. Hal 5 Sudarmadji. 6 .. 2006. Serta membandingkan Buah pisang Kepok ( Musa paradisiaca normalis ) setelah pengolahan dan sebelum pengolahan. Oleh karena itu diharapkan ada penelitian selanjutnya untuk melihat perbandinga kadar serat kasar pada varietas sama dengan melihat tingkat kematangan sampel yang akan diteliti. Jakarta. Hal : 12-15.2003. 2006. Usaha Tani pisang. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Yogyakarta: Kanisius. Yogyakarta : Gajah mada (hal : 433-434). B. Rukmana. BAB V PENUTUP A.dkk.Perbedaan kadar serat kasar pada kedua buah Pisangdipengaruhi oleh tingkat kematangan sampel artinya sampel yang lebih matang atau lebih masak lebih banyak memiliki serat kasar dibanding serat yang lebih muda atau agak masak. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa : 1. Kadar rata-rata serat kasar pada Buah pisang Uli ( Musa paradisiaca sapientum ) dan Buah pisang Kapok ( Musa paradisiaca normalis ) masingmasing adalah 1. 1994. 2. Penelitian ini diharapkan dilanjutkan dengan meneliti kandungan kadar serat.

com).25 g H2SO4 pekat/100 ml) sebanyak 1000 ml N = = = = 0. (http://nusaindah.255N).25% (0.2648 1.255 V1 = 7.1 ml yang diarutkan dalam 1000 ml 2.255N V1 x N1 = V2 x N2 V1 x 36 = 1000 x 0.tabloid-nakita.com) di akses pada tanggal 30 maret 2009. Jangan takut Serat.0213 1. 2006.25% sebanyak 1000ml = x 1000 ml = 12. : Depertemen Kesehatan RI. diakses pada tanggal 30 maret 2009.tripot.0354 0. kekurangan Goldien. Pembuatan K2SO4 10% sebanyak 250 ml = x 100 = 25 gram Jadi K2SO4 yang ditimbang sebanyak 25 g dilarutkan dalam 250 ml Lampiran 2 Replkasi Berat Sampel (g) Berat endapan + kertas saring (g) =y 1 10. jakarta.1656 1. Pembuatan larutan H2SO4 0.3024 2 9. 2004.1368 Berat serat kasar sampel (g) 0.2295 Berat kertas saring (g) 1. NaOH 1.0644 1. Anonim.1 ml Jadi H2SO4 yang diukur adalah 7.5 g dan diarutkan dalam 1000 ml 3. 2005. Data hasil pengamatan kadar serat kasar pada buah pisan Uli (Musa paradisiaca sapientum) Perhitungan Sampel buah pisang uli (Musa paradisiaca sapientum) . Lampiran 1. (http://www. Pembuatan Larutan NaOH 1.1091 3 10. Berbagai Manfaat Pisang Untuk Tubuh Manusia.1500 Tabel 3.255N (1.25%. Joseph. Dan K2SO4 10% 1.Hematologi – onkologi Bakornas.0409 0. Kebutuhan Serat dan Resiko Kekurangan Serat. Pembuatan Larutan pereaksi H2SO4 1.945 1.5 g Jadi NaOH yang ditimbang adalah 12.

0887 % Kadar Serat rata = = = 1.6454 % Kadar Serat 2 = = = 2.8350 1.1039 % Kadar serat 2 = .1320 1.1381 3 10.3071 % Kadar serat 3 = = = 1.2913 1.6804 % Lampiran 3 Replikasi Berat Sampel (gr) Berat endapan + kertas saring (g) Berat kertas saring kosong Berat serat kasar sampel (g) 1 10.3359 1.3712 1.Kadar serat 1 = = = 1.1614 Tabel 4.1809 0.2071 0.0010 1.1104 2 9.1978 0. Data hasil pengamatan kadar serat kasar pada buah pisan kepok (Musa paradisiacal normalis) Perhitungan Sampel buah pisang kapok (Musa paradisiacal normalis) Kadar Serat 1 = = = 1.

5404 3.3071 1.0887 B 1.6196 % Kadar serat rata-rata = = = 1.6454 2.4042 1.0412 B 1.3761 % Lampiran 4 UJI “t” 2 SAMPEL BEBAS Ho = Tidak da perbedaan kadar serat kasar pada buah pisang uli dengan pisang kapok Ha = Ada perbedaan kadar serat kasar pada buah pisang uli dengan pisang kapok Sampel Kadar I (%) Kadar II (%) Kadar III (%) A 1.4042 % Kadar serat 3 = = = 1. Data Kadar Serat Kasar Sampel Sampel Rata-rata (x) () (2 A 1.2153 5.1039 1. Sampel Buah Pisang Uli .3761 4.6804 9.= = 1.1619 Tabel 4.6700 Keterangan : A = Pisang Uli B = Pisang Kepok X = Rata-rata Sampel S = Simpangan Baku S2 = Varians n = Jumlah sampel A.

05 (2.05%) F0.2) = 19.3721 B. Sampel Buah Pisang Kepok S= = = = = = = 0.61 Jadi Simpangan Baku Sampel A adalah 0.S= = = = = = S = 0.61 dan Varians (S2 ) adalah 0.0254 FHitung = = = 14.1983 tHitung = .1593 Jadi Simpangan Baku Sampel B adalah 0.1593 dan Varians (S2) adalah 0.6496 FTabel α (0.00 Jadi FHitung lebih kecil dari FTabel Merupakan Variansi Homogen Untuk Simpangan Baku Gabungan 2 sampel : S= = = = 0.

25 % (0. Gambar.13 T hitung t table Maka Ho “Diterima” artinya tidak ada perbedaan kadar serat kasar secara nyata antara Buah Pisang Uli (Musaparadisiaca sapientum) dengan Buah Pisang Kepok (Musa Paradisiaca normalis) Lampiran 5. Aquadest bebas CO2 .95 (n1+n2-2) = 0.= = = = = 1. Ekstraksi Hasil pengeringan 200 ml H2SO41.95 (3+3-2) TTabel 0.25 % Filtrat 30 menit Disaring Residu Filtrat K2SO4 10 %.95(4) = 2.255N) 30 menit Disaring dan uji Kertas Lakmus Residu 200 ml NaOH 1.8796 tTabel = 0. Skema Kerja Analisis Kadar Serat kasar Sampel Pengolahan Sampel Dibersihkan dan dihaluskan Erlemeyer 500 ml Ditmbang 10 gram.

Skema Kerja penelitian Lampiran 6.11 . Sampel B Keterangan : SAMPEL A = Buah Pisang Uli (Musa Paradisiaca sapientum) SAMPEL B = Pisang Buah Kepok (Musa Paradisiaca normalis) diposkan oleh blogger of asruddin di 01.15 ml alkohol 95 % Dikeringkan 110oC (1-2 jam) Analisis Gravimetri Penarikan kesimpulan Uji T Gambar 1. Gambar Sampel penelitian SAMPEL A SAMPEL B Gambar 2 : Gambar Sampel A Gambar 3.