Anda di halaman 1dari 5

Pengujian Aktivitas Antidiare

PERCOBAAN III
PENGUJIAN AKTIVITAS ANTIDIARE

Tujuan Percobaan
Setelah melakukan percobaan ini mahasiswa diharapkan dapat memahami aktivitas
obat antidiare pada model hewan percobaan yang mengalami diare setelah
diinduksi oleh oleum ricini dan memahami aktivitas antidiare melalui metode
transit intestinal.
Teori
Diare ditandai dengan frekuensi defekasi yang jauh melebihi frekuensi normal
serta konsistensi feses yang encer. Diare dapat bersifat akut atau kronis. Penyebab
diarepun bermacam-macam. Pada dasarnya diare merupakan mekanisme alamiah
tubuh untuk mengeluarkan zat-zat racun yang tidak dikehendaki dari dalam usus.
Bila usus sudah bebas dari racun yang tidak dikehendaki tersebut maka diare akan
berhenti dengan sendirinya.
Diare akut dapat disebabkan oleh infeksi bakteri seperti E. coli, Shigella,
Salmonella, dan V. cholera, virus dan amuba seperti E. histolytica dan Giardia
lambia.

Selain

itu,

dapat

pula

disebabkan

oleh

toksin

bakteri

seperti

Staphylococcus aureus dan Clostridium welchii yang mencemari makanan.


Diare kronis mungkin berkaitan dengan berbagai gangguan gastroinstestinal,
ada pula diare yang berlatar belakang kelainan psikosomatik, alergi oleh makanan
atau obat-obat tertentu. Di samping itu, diare kronis ini dapat disebabkan oleh
kelainan pada sistem endokrin dan metabolisme, kekurangan vitamin, dan sebagai
akibat radiasi.
Diare yang berkepanjangan sangat melemahkan penderitanya karena tubuh
kehilangan banyak energi dan cairan elektrolit tubuh sehingga memerlukan terapi
pengganti dengan cairan dan elektrolit serta kalori, obat antibakteri atau
antiamuba, bergantung pada penyebab diare tersebut, ataupun obat-obat lain yang
bekerja memperlambat peristatik usus, menghilangkan spasme dan nyeri, dan
menenangkan.
Laboratorium Farmakologi

Pengujian Aktivitas Antidiare

Obat yang berkhasiat antidiare dapat melindungi hewan percobaan mencit


terhadap diare yang diinduksi dengan oleum ricini. Obat yang menghambat
peristaltik yang bekerja pada reseptor opiat, misalnya tinktur opium, difenoksilat,
atau loperamida HCl digunakan antara lain pada diare akibat gangguan motilitas.
Oleum ricini yang dapat digunakan sebagai penginduksi diare mengandung
trigliserida asam risinoleat yang dihidrolisis di dalam usus halus oleh lipase
pankreas menjadi gliserin dan asam risinolat yang dapat menstimulasi peristaltik
usus.
Metode pengujian aktivitas antidiare dapat dilakukan dengan metode proteksi
terhadap diare yang diinduksi oleum ricini atau dengan metode transit intestinal.
Kedua

metode

ini

ditujukan

terbatas

pada

aktivitas

obat

yang

dapat

memperlambat peristaltik usus sehingga mengurangi frekuensi defekasi dan


memperbaiki konsistensi feses.
A. METODE PROTEKSI TERHADAP DIARE YANG DIINDUKSI OLEH OLEUM RICINI
Bahan dan Alat
Hewan percobaan : Mencit putih jantan, dengan berat badan 2025 g. Hewan yang
digunakan untuk percobaan memiliki feses normal.
Bahan

: - Loperamid HCl (0,24 dan 0,48 mg/mL)


- Oleum ricini
- Kertas saring

Alat

: - Alat suntik 1 mL
- Sonde oral mencit
- Stopwatch
- Timbangan mencit
- Bejana silinder

Prosedur
1. Bobot mencit ditimbang, dikelompokkan secara acak menjadi 3 kelompok,
yaitu kelompok kontrol negatif yang diberi PGA 2% dan kelompok uji yang
diberi Loperamid dosis 1 dan dosis 2, masing-masing kelompok terdiri atas 4-5
ekor mencit.
Laboratorium Farmakologi

Pengujian Aktivitas Antidiare

2. Dua jam sebelum percobaan dimulai mencit dipuasakan.


3. Sesuai dengan perlakuan yang akan dialaminya tiap mencit diberi per oral 0,5
mL/20 g sediaan uji dan kemudian ditempatkan dalam bejana individual
beralaskan kertas saring untuk pengamatan.
4. Satu jam setelah perlakuan pada butir 3, semua mencit diberi per oral 0,5 mL
oleum ricini.
5. Respon yang terjadi pada setiap mencit diamati selang 30 menit sampai 4 jam,
setelah pemberian oleum ricini.
6. Parameter yang diamati yaitu waktu muncul diare, frekuensi konsistensi diare
dan jumlah/bobot feses serta jangka waktu berlangsung diare.
7. Hasil-hasil pengamatan disajikan dalam tabel dan buat grafiknya.
8. Evaluasi hasil pengamatan pada ketiga kelompok hewan untuk data waktu
muncul diare, jangka waktu berlangsung diare, dan bobot feses secara
statistika misalnya dengan metode ANAVA dan Students t test.
B. METODE TRANSIT INTESTINAL
Hewan percobaan : mencit putih, dipuasakan 18 jam sebelum percobaan dan
minum tetap diberikan
Bahan & Obat

: - Loperamid HCl (0,24 dan 0,48 mg/mL)


- Suspensi PGA 2% yang telah diwarnai hitam dengan tinta
cina/norit sebagai marker (0,1 ml/10 g)
- Larutan PGA 2%

Alat

: - Alat bedah
- Alas/meja bedah
- Sonde oral mencit
- Penggaris (pengukur jarak)

Prosedur
1. Bobot mencit ditimbang, dikelompokkan secara acak menjadi 3 kelompok,
yaitu kelompok kontrol negatif yang diberi larutan PGA 2% dan kelompok uji
yang diberi suspensi loperamid dosis I dan dosis II (0,5 mL/20 g) melalui rute
per oral.
Laboratorium Farmakologi

Pengujian Aktivitas Antidiare

2. Pada t = 45 menit, semua hewan diberikan tinta cina 0,1 mL/10 g mencit,
secara oral.
3. Pada t = 65 menit semua hewan dikorbankan dengan dislokasi tulang leher
4. Usus dikeluarkan secara hati-hati sampai teregang.
5. Usus yang sudah teregang diukur:
a. Panjang usus yang dilalui tinta cina (marker) mulai dari pilorus sampai
ujung akhir (berwarna hitam).
b. Panjang seluruh usus dari pilorus sampai rektum.
6. Hitung rasio jarak yang ditempuh marker terhadap panjang usus seluruhnya
7. Hasil pengamatan disajikan dalam tabel dan buatkan grafiknya.
8. Evaluasi hasil pengamatan pada ketiga kelompok hewan untuk waktu muncul
diare, jangka waktu berlangsung diare, bobot feses secara statistika dengan
metode yang sesuai misalnya ANAVA dan Students t test.
Pertanyaan
1. Terangkan bagaimana mekanisme terjadinya diare yang disebabkan oleh oleum
ricini!

2.

Terangkan

bagaimana

kemungkinan

mekanisme

obat

antidiare

dapat

menghambat diare yang disebabkan oleh oleum ricini!

Laboratorium Farmakologi

Pengujian Aktivitas Antidiare

3. Tuliskan paling sedikit 6 macam obat antidiare !

Telah diperiksa Asisten


Tanggal

Nilai

Paraf Asisten :

Laboratorium Farmakologi