Anda di halaman 1dari 19

PSIKOLOGI KOMUNIKASI - Komunikasi NonVerbal

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Komunikasi merupakan hal yang sangat lazim dan menjadi keharusan bagi individu. Didalam
kehidupan bermasyarakat, tidak sedikit ditemukan perbedaan

dalam berpendapat,

ketidaknyamanan, bahkan konflik kesalahpahaman dalam komunikasi. Kehidupan manusia


ternyata sangat bergantung dengan proseskomunikasi dan interaksi dengan orang lain.
Komunikasi sebagai sarana bahasa banyak memiliki bagian yang sangat penting dalam
sehari-hari kita. Dari sekian banyak komunikasi, yang seringkita gunakan dalam kehidupan
sehari-hari kita yaitu komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal.
Seperti kita ketahui, komunikasi manusia tidak hanya menggunakan simbol-simbol verbal
melainkan juga simbol-simbol nonverbal. Begitu juga halnya dalam komunikasi antar
pribadi, kita tidak hanya menyampaikan pesan secara verbal, tetapi juga secara nonverbal.
Pesan-pesan nonverbal tersebut bukan hanya memperkuat pesan verbal yang disampaikan,
terkadang malah menyampaikan pesan tersendiri. Oleh karena itu, diperlukan keterampilan
untuk menafsirkan dan memahami pesan-pesan nonverbal tersebut.
Sama halnya dengan bahasa verbal, pesan-pesan nonverbal pun terikat pada lingkungan
budaya tempat komunikasi berlangsung. Oleh sebab itu, dalam komunikasi antar pribadi yang
banyak menggunakan pesan-pesan nonverbal, diperlukan juga pemahaman atas lingkungan
budaya tempat kita berkomunikasi. Tanpa memiliki pengetahuan dan pemahaman yang
memadai ada kemungkinan komunikasi nonverbal disalah artikan atau disalah tafsirkan. Oleh
karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui pengertian, fungsi dan jenis-jenis komunikasi
nonverbal yang biasa kita pergunakan dalam kegiatan komunikasi kita sehari-hari.
Komunikasi nonverbal ini pun sangat penting dipahami karena banyak dipergunakan dalam
menampilkan atau menjaga citra seseorang
Bahasa tubuh merupakan salah satu jenis komunikasi non-verbal. Bahasa tubuh dapat
berlawanan dengan apa yang diucapkan. Misalnya ketika harus bersikap sopan dengan
seseorang yang tidak disukai, mungkin secara verbal seseorang dapat menggunakan kata-kata
yang benar, namun tubuh memberontak dengan berbagai cara. Misalnya menjabat tangan
1

PSIKOLOGI KOMUNIKASI - Komunikasi NonVerbal

sebentar saja, atau mencoba menghindar dari tatapan matanya. Dalam hal ini bahasa tubuh
berlawanan dengan bahasa ucapan sehingga terbentuk dua tanda yang berbeda.

Rumusan Masalah
Dari masalah yang ada penulis merumuskan apa itu komunikasi nonverbal dan bagaimana
pengaplikasiaannya

Tujuan
Tujuan dari makalah

ini adalah untuk mengetahui apa itu komunikasi nonverbal dan

bagaimana pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari

BAB II
2

PSIKOLOGI KOMUNIKASI - Komunikasi NonVerbal

PEMBAHASAN

Komunikasi non verbal memainkan peran utama dalam perkembangan suatu hubungan.
Karena komunikasi nonverbal merupakan saluran utama yang digunakan untuk
mengkomunikasikan perasaan dan sikap kita, namun kebanyakan komunikasi ini adalah
tingkah laku yang tidak disadari, karena kebanyakan diri kita mempunyai keterbatasan dalam
memahaminya.
Perasaan dan sikap kita, Albert Mehrabian menyimpulkan bahwa 7% dari arti emosional
sebuah pesan disampaikan secara verbal dengan gamblang, sedangkan 55% berdasarkan pada
pemahaman kita, 38% menjelaskan arti emosional lewat komunikasi nonverbal seperti
volume, tekanan dan kecepatan. Hal ini menjelaskan bahwa tanpa disadari saat berinteraksi
dengan oranglain kita menempatkan penilaian perasaan dan tanggapan emosional tidak
dikarenaka apa yang lawan bicara kita katakan namun lebih pada apa yang ia perbuat.
Pesan-pesan non verbal lebih terpercaya, tindakan mempunyai arti yang lebih dari pada katakata, hal ini karena komunikasi non verbal lebih dapat dipercaya, suatu peneliti
menyimpulkan bahwa kita dapat menggunakan isyarat-isyarat dalam daftar berikut untuk
membantu meliat seseorang yang seedang berbohong yaitu : telat dalam merespon suatu
pertanyaan, mengurangi kontak mata, peningkatan perubahan postur, tidak ada jeda atau tidak
bisa diam, kurang senyum, berbicara perlahan, meninggikan tekanan suara, lebih teliti dalam
mengucapkan dan mengartikulasikan kata-kata.
Komunikasi nonverbal memainkan peran utama dalam hubungan interpersonal, komunikasi
nonverbal adalah cara utama untuk mengkomunikasikan perasaan-perasaan dan sikap-sikap
terhadap orang lain, pesan-pesan nonverbal biasanya lebih dapat dipercaya dari pada pesanpesan verbal, komunikasi nonverbal memainkan peran utama dalam membangun sutau
hubungan seperti isyarat nonverbal menggantikan pengulangan atau pertentangan juga isyarat
nonverbal seperti logat untuk melengkapi pesan-pesan emosi.

Fungsi Komunikasi Nonverbal


3

PSIKOLOGI KOMUNIKASI - Komunikasi NonVerbal

Tepuk tangan, pelukan, usapan, duduk, dan berdiri tegak adalah pesan nonverbal yang
menjelaskan tentang gagasan, keinginan, atau maksud yang terkandung dalam hati seseorang.
Petunjuk nonverbal sebagai sumber informasi untuk membentuk persepsi tentang orang lain.
Adapun fungsi pesan nonverbal menurut Mark L. Knapp (1972) adalah sebagai berikut :
1. Repetisi
Adalah mengulang kembali gagasan yang sudah disajikan secara verbal, misalnya
ketika seseorang tidak menyukai sesuatu atau melakukan penolakan, maka orang itu
hanya dengan menggelengkan kepala.
2. Substitusi
Menggantikan lambang-lambang verbal. Misalnya tanpa sepatah katapun kita berkata,
kita dapat menunjukkan persetujuan dengan mengangguk-angguk kepala.
3. Kontradiksi
Menolak pesan verbal atau memberikan makna lain terhadap pesan verbal. Misalnya
kita tidak memuji prestasi teman kita dengan mencibirkan bibir kita.
4. Komplemen
Melengkapi dan memperkaya makna pesan nonverbal. Misalnya air mata Anda
menunjukkan tingkat penderitaan yang tidak terungkap dengan kata-kata.
5. Aksentuasi
Menegaskan

pesan

verbal

atau

menggarisbawahinya.

Misalnya,

Anda

mengungkapkan rasa jengkel Anda dengan memukul kaca atau tembok.


Selain fungsi yang disebutkan di atas, Dale G. Leathers (1976) menyebutkan bahwa terdapat
enam alasan mengapa pesan nonverbal sangat penting.
1. Faktor-faktor nonverbal sangat menentukan makna dalam komunikasi interpersonal
2. Perasaan dan emosi lebih cermat disampaikan lewat pesan nonverbal ketimbang pesan
verbal
3. Pesan nonverbal menyampaikan makna dan maksud yang relative bebas dari
penipuan, distorsi, dan kerancuan.
4. Pesan nonverbal mempunyai fungsi metakomunikatif yang sangat diperlukan untuk
mencapai komunikasi yang berkualitas tinggi
4

PSIKOLOGI KOMUNIKASI - Komunikasi NonVerbal

5. Pesan nonverbal merupakan cara komunikasi yang lebih efisien dibandingkan dengan
pesan verbal
6. Pesan nonverbal merupakan sarana sugesti yang paling tepat.
Berikut hal-hal yang menyebabkan komunikasi nonverbal lebih layak untuk dipercaya
daripada pesan-pesan verbal :
1. Dapat digunakan sebagai faktor penentu utama dari maksud atau arti didalam konteks
sebuah hubungan antar pribadi
2. Dapat secara teliti menjelaskan tentang kondisi emosi dan perasaan
3. Dapat menjelaskan tentang suatu niat dan maksud/arti yang secara relatif bebas dari
penipuan, penyimpangan, dan kebingungan
4. Isyarat nonverbal bahas tubuh dapat melayani suatu metacommunication dalam waktu
yang bersamaan
5. Makna yang terkandung

dalam

isyarat

nonverbal

bahasa

tubuh

dapat

mempresentasikan makna jauh lebih efisien dibandingkan isyarat lisan


6. Isyarat nonverbal bahasa tubuh
Dalam hubungannya dengan perilaku verbal, perilaku nonverbal mempunyai fungsi-fungsi
sebagai berikut:
1. Perilaku nonverbal dapat mengulangi perilaku verbal, misalnya anda mengaanggukan
kepala ketika anda mengatakan ya atau menggelengkan kepala ketika mengatakan
tidak
2. Memperteguh, menakankan atau melengkapi perilaku verbal. Misalnya anda
melambaikan tangan seraya mengucapkan selamat jalan, sampai jumpa lagi, ya,
atau bye-bye; atau anda menggunakan gerakan tangan, nada suara yang meninggi,
atau suara yang lambat ketika anda berpidato di hadapan khalayak.
3. Perilaku nonverbal dapat menggantikan perilaku verbal, jadi berdiri sendiri, misalnya
anda menggoyangkan tangan anda dengan telapak tangan mengarah ke depan sebagai
pengganti kata tidak) ketika seorang pengamen mendatangi mobil anda atau anda
menunjukkan letak ruang dekan dengan jari tangan, tanpa mengucapkan sepatah kata
pun. Kepada seorang mahasiswa baru yang bertanya, dimana ruang dekan. Pak?
4. Perilaku nonverbal dapat meregulasi perilaku verbal. Misalnya anda sebagai
mahasiswa mengenakan jaket atau membereskan buku-buku, atau melihat jam tangan
anda menjelang atau ketika kuliah berakhir, sehingga dosen segera menutup
kuliahnya.
Klasifikasi Pesan Nonverbal
5

PSIKOLOGI KOMUNIKASI - Komunikasi NonVerbal

Pesan nonverbal dapat diklasifikasikan menjadi beberapa bagian, dimana pada setiap
klasifikasi memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Adapun klasifikasi pesan nonverbal
diantaranya :
1. Pesan kinesik
Pesan kinesik adalah yang menggunakan gerakan tubuh yang berarti, terdiri dari tiga
komponen utama yaitu pesan fasial, pesan gestural, dan pesan postural. Adapun yang
termasuk kedalam pesan kinesik adalah :
a. Sentuhan
Menurut Heslin, terdapat lima kategori sentuhan, yang merupakan
suatu rentang dari yang sangat impersonal hingga yang sangat personal.
Kategori-kategori tersebut adalah sebagai berikut:
Fungsional-profesional. Disini sentuhan

bersifat

dingin

dan

berorientasi-bisnis, misalnya pelayanan toko membantu pelanggan

memilih pakaian
Sosial-sopan. Perilaku dalam situasi ini membangun dan memperteguh
pengharapan, aturan dan praktik sosial yang berlaku, misalnya

berjabatan tangan
Persahabatan-kehangatan. Kategori ini meliputi setiap sentuhan yang
menandakan afeksi atau hubungan yang akrab, misalnya dua orang

yang saling merangkul setelah mereka lama berpisah.


Cinta keintiman. Kateori ini merujuk pada sentuhan yang menyatakan
keterikatan emosional atau ketertarikan, misalnya mencium pipi
orangtua dengan lembut; orang yang sepenuhnya memeluk orang lain;
dua orang yang bermain kaki di bawah meja: orang eskimo yang

saling menggosokkan hidung


Rangsangan seksual. Kategori ini berkaitan erat dengan kategori
sebelumnya, hanya saja motifnya bersifat seksual. Rangsangan seksual

tidak otomatis bermakna cinta atau keintiman


b. Penampilan Fisik
Setiap orang punya persepsi mengenai penampilan fisik seseorang,
baik itu busananya (model, kualitas bahan, warna), dan juga ornamen lain
yang dipakainya, seperti kaca mata, sepatu, tas, jam tangan kalung, gelang,
cincin, anting-anting dan sebagainya. Seringkali orang juga memberi makna
tertentu pada karakteristik fisik orang yang bersangkutan, seperti bentuk
tubuh, warna kulit, model rambut, dan sebagainya.
6

PSIKOLOGI KOMUNIKASI - Komunikasi NonVerbal

Busana
Banyak subkultur atau komunitas mengenakn busana yang khas
sebagai simbol keanggotaan mereka dalam kelompok tersebut. Sebagai
orang

berpenadangan

bahwa

pilihan

seseorang

atas

pakain

mencerminkan kepribadiannya, apakah ia orang yang konservatif,


religius, modern, atau berjiwa muda. Tidak dapat pula dibantah bahwa
pakaian, seperti juga rumah, kendaraan, dan perhiasan, digunakan
untuk memproyeksikan citra tertentu yang diinginkan pemakainya.
Pemakai busana itu mengharapkan bahwa kita mempunyai citra
terhadapnya sebagaimana yang diinginkannnya. Mungkin ada juga
kebenaran dalam pribahasa latin uestis uirum reddit yang berarti
pakaian menjadikan orang.
Karakteritsik fisik
c. Bau-Bauan
Bau-bauan, terutama yang menyenangkan (wewangian, seperti
deodoran, eau de toilette, eau de cologne, dan parfum) telah berabad-abad
digunakan orang, juga untuk menyampaikan pesan, mirip dengan cara yang
juga dilakukan hewan. Kebanyakan hewan menggunakan bau-bauan untuk
memastikan kehadiran musuh, menandai wilayah mereka, mengidentifikasi
keadaan emosional dan menarik lawan jenis. Suku-suku primitif di pedalaman
telah lama menggunakan tumbuh-tumbuhan sebagai bahan wewangian. Pada
zaman nabi Muhammad, wanita yang ayahnya meninggal dunia, dianjurkan
untuk berkabung selaam tiga hari. Sebagai tanda berkabung itu, mereka
dianjurkan untuk menggunakan wewangian pada saat mereka melaksanakan
shalat jumat. Orang-orang saling mengoleskan parfum yang tidak beralkohol
itu kepada sesamanya, sebagai tanda persaudaraan. Hal ini masih dilakukan
sebagian muslim, khususnya oleh kelom pok muslim yang aktif berdakwah
dari daerah ke daerah, kota ke kota, dan dari negara-ke negara, yang dikenal
dengan sebutan jamaah tabligh.
2. Pesan proksemik
Pesan proksemik disampaikan melalui pengaturan jarak dan ruang. Umumnya dengan
mengatur jarak kita mengungkapkan keakraban kita dengan orang lain. Pesan
proksemik dapat mengungkapkan status sosial-ekonomi, keterbukaan dan keakraban.
Adapun yang termasuk kedalam pesan proksemik adalah sebagai berikut :
7

PSIKOLOGI KOMUNIKASI - Komunikasi NonVerbal

a. Orientasi Ruang Dan Jarak Pribadi

Ruang pribadi vs ruang publik

Posisi duduk dan pengaturan ruangan

b. Konsep Waktu
Waktu menentukan hubungan antarmanusia. Pola hidup manusia dalam waktu
dipengaruhi oleh budayanya. Waktu berhubungan erat dengan perasaan hati dan
perasaan-perasaan manusia. Kronemika (chronemics) adalah stui dan I nterpretasi
atas waktu sebagai pesan. Bagaimana kita mempersepsi dan memperlakukan
waktu secara simbolik menunjukkan sebagaina dari jati diri kita: siapa diri kita
dan bagaimana kesadaran kita akan lingkungan kita. Bila kita selalu menepati
waktu yang dijanjikan, maka komitmen pada waktu memberikan pesan tentang
diri kita. Demikian pula sebaliknya, bila kira sering terlambat menghadiri
pertemuan penting.
Edward T. Hall membedakan konsep waktu menjadi dua: waktu monokronik
(M) dan waktu polikronik (P). penganut aktu polikronik memandang waktu
sebagai suatu putaran yang kembali dan kembali lagi. Mereka cenderung
mementingkan kegiatan-kegiatan yang terjadi dalam waktu ketimbang waktu itu
sendiri. Menekankan kterlibatan orang-orang dan penyelesaian transaksi alih-alih
menepati jadwal waktu.
Sebaliknya penganut waktu monokronik cenderung mempersepsi waktu
sebagai berjalan lurus dari masa silam ke masa depan dan memperlakukannya
sebagai entitas yang nyata dan bisa dipilah-pilah, dihabiskan, dibuang, dihemat,
dipinjam, dibagi, hilang atau bahkan dibunuh, sehingga mereka menekankan
penjadwalan dan keseheraan waktu. Waktu P dianut kebanyakan budaya Timur,
Eropa Selatan (Italia, Yunani, Spanyol, Portugal), dn Amerika Latin. Sedangkan
waktu M dianut kebanyakan budaya Barat (Eropa Utara, Amerika Utara dan
Australia).
c. Artefak
Artefak adalah benda apa saja yang dihasilkan kecerdasan manusia. Aspek ini
merupakan perluasan lebih jauh dari pakaian dan penampilan yang telah kita
bahas sebelumnya. Benda-benda yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan
hidup manusia dan dalam interaksi manusia, sering mengandung makna-makna
tertentu. Bidang studi mengenai hal ini disebut objekyika (objectics). Rumah,
kendaraan, perabot rumah dan modelnya (furnitur, barang elektronik , lampu
8

PSIKOLOGI KOMUNIKASI - Komunikasi NonVerbal

kristal), patung, lukisan, kaligrafi, foto saat bersalaman dengan presiden, buku
yang kita pajang di ruang tamu, koran dan majalah yang kita baca, botol minuman
keras, bendera, dan benda-benda lain dalam lingkungan kita adalah pesan-pesan
bersifat nonverba, sejauh dapat diberi makna.
3. Pesan paralinguistic
Pesan paralinguistic adalah pesan nonverbal yang berhubungan dengan cara
mengucapkan pesan verbal. Satu pesan verbal yang sama dapat menyampaikan arti
yang berbeda bila diucapkan dengan cara yang berbeda. Pesan paralinguistic terdiri
atas, nada, kualitas suara, volume, kecepatan, dan ritme. Adapun yang termasuk ke
dalam pesan paralinguistic adalah :
a. Parabahasa
Parabahasa atau vokalika (vocalica), merujuk pada aspek-aspek suara selain
ucapan yang dapat dipahami, misalnya kecepatan berbicara, nada (tinggi atau
rendah), intensitas (volume) suara, intonasi, dialek, suara terputus-putus, suara
yang gemetar, suitan, siulan, tawa, erangan, tangis, gerutuan, gumaman, desahan,
dan sebagainya. Setiap karakteristik suara ini mengkomunikasikan emosi dan
pikiran kita. Suara yang terengah-engah menandakan kelemahan, sedangkan
ucapan yang terlalu cepat menandakan ketegangan, kemarahan, atau ketakutan.
Terkadang kita bosan mendengarkan pembicaraan orang, bukan karena isi
pembicaraannya, melainkan karena cara menyampaikannya yang lamban dan
monoton. Mehrabian dan Ferris menyebutkan bahwa parabahasa adalah terpenting
kedua setelah ekspresi wajah dalam menyampaikan perasaan atau emosi. Menurut
formula mereka, parabahasa punya andil 38% dari keseluruhan impak pesan. Oleh
karena ekspresi wajah punya andil 55% dari keseluruhan impak pesan lebih dari
90% isi emosionalnya ditentukan secara nonverbal. Bahkan Mehrabian dan Ferris
mengakui bahwa impak kata-kata terucap terhadap komponen emosional pesan
hanya sekitar 7%.
b. Warna
Kita sering menggunakan warna untuk menunjukkan suasana emosional, cita
rasa, afiliasi politik, dan bahkan mungkin keyakinan agama kita, seperti
ditunjukkan kalimat atau frase berikut: wajahnya merah, koran kuning, feeling
blue, matanya hijau kalau melihat duit, kabinet ijo royo-royo dan sebagainya. Di
indonesia, warna merah muda adalah warna feminim (konon juga warna romantis
9

PSIKOLOGI KOMUNIKASI - Komunikasi NonVerbal

yang disukai orang jatuh cinta), sedangkan warna biru adalah warna maskulin.
Tidak sedikit wanita yang baru melahirkan membelikan barang-barang berwarna
merah muda untuk anak perempuannya dan benda-benda berwarna biru untuk
anak lelakinya. Warna hijau sering diasosiasikan dengan Islam dan Musli, bukan
hanya karena warna ini menyejukkan mata, namun juga warna ini dipercayai
sebagai warna surga, seperti disebutkan Quran Surat Ar-Rahman ayat. 64: Kedua
surfa itu hijau tua warnanya. Mungkin pula itu sebabnya mengapa banyak masjid
berdinding hijau dan berkarpert hijau.

Kode-kode Komunikasi Nonverbal


1. Gerak tubuh, postur dan bahasa tubuh
Bidang yang menelaah bahasa tubuh adalah kinesika (kinesics) suatu istilah yang
diciptakan seorang perintis studi bahasa nonverbal, Ray L. Birdwhistell. Setiap
anggota tubuh seperti wajah (termasuk senyuman dan pandangan mata), tangan,
kepala, kaki dan bahkan tubuh secara keseluruhan dapat digunakan sebagai isyarat
simbolik. Karena kita hidup, semua anggota badan kita senantiasa bergerak. Lebih
dari dua abad yang lalu Blaise Pascal menulis bahwa tabiat kita adalah bergerak;
istirahat sempurna adalah kematian.
a. Isyarat tangan
b. Gerakan kepala
c. Postur tubh dan posisi kaki
d. Ekspresi wajah dan tatapan mata
2. Kontak mata
Menurut Argyle (1972) karena mata adalah alat untuk kita menerima pesan-pesan
visual, fungsi dari kontak mata dalam hubungan interpersonal ialah :
a. Fungsi kognitif
b. Untuk memonitor tingkah laku orang lain
c. Alat pengatur isyarat
d. Fungsi ekspresi
Dilihat dari fungsinya, perilaku nonverbal mempunyai beberapa fungsi. Paul Ekman
menyebutkan lima fungsi pesan nonverbal, seperti yang dapat dilukiskan dengan
perilaku mata, yakni sebagai:
a. Emblems (lambang-lambang), gerakan mata tertentu merupakan simbol yang
memiliki kesetaraan dengan simbol verbal. Kedipan mata dapat mengatakan.
saya tidak sungguh-sungguh.
b. Illustrator (ilustrasi), pandangan ke bawah dapat menunjukkan depresi atau
kesedihan.
10

PSIKOLOGI KOMUNIKASI - Komunikasi NonVerbal

c. Affect

display

(peragaan),

pembesaran

manik-mata

(pupil

dilation)

menunjukkan peningkatan emosi. Isyarat wajah lainnya menunjukkan


perasaan takut, terkejut, atau senang.
d. Regulator (pengatur), kontak mata berarti saluran percakapan terbuka.
Memalingkan muka menandakan ketidaksediaan berkomunikasi.
e. Adaptors (adaptor), kedipan mata yang cepat meningkat ketika orang berada
dalam tekanan. Itu merupakan respons yang tidak disadari yang merupakan
upaya tubuh untuk mengurangi kecemasan.
3. Mimik muka atau guratan air muka
Menurut Ekman, Friesen, dan Ellsworth (1972) juga Ekman et al (1980) ada tujuh hal
universal yang dapat dikomunikasikan oleh guratan ekspresi seseorang yaitu :
kebahagiaan,

kesedihan,

ketakutan,

kejutan,

kemarahan,

menjijikkan,

dan

ketertarikan.
4. Isyarat-isyarat vokal
Berdasarkan hasil penelitian Davitz dan Davitz (1959), isyarat-isyarat vocal berikut
lebih mudah untuk diterjemahkan, seperti isyarat vocal marah, sedih, bahagia dan
keadaan gugup dari pada isyarat paralinguistic, sedangkan ketakutan, cinta dan
kejutan (paling sukar diidentifikasi).
5. Ruang diri anggota
Ialah sebuah studi tentang bagaimana kita menggunakan ruang fisik dan interpersonal
dikenal sebagai Proxemiks. Menurut Edward T. Hall, Proxemiks adalah studi tentang
bagaimana orang memahami dan menggunakan ruangnya yang saling mereka amati
dan gunakan sebagai ruang untuk elaborasi khusus budaya.
6. Sentuhan
Sebuah studi menunjukkan bahwa kita paling banyak melakukan sentuhan atau
menyentuh orang lain ketika kita merasa bersahabat, senang atau dibawah keadaan
tertentu.
Menafsirkan Komunikasi Nonverbal
Albert Mehabrian telah menemukan bahwa sintetsis dan intepretasi nonverbal menyebabkan
tiga dimenasi pokoknya sebagai berikut :
1. Immediacy (kesegaran)
Kesegaran isyarat adalah tingkah laku yang mengkomunikasikan kegemaran dan
menggambarkan perasaan akan kesenangan, contohnya : mata, sentuhan, sandaran dan
jarak yang dekat.
2. Arousal
11

PSIKOLOGI KOMUNIKASI - Komunikasi NonVerbal

Wajah, suara dan gerakan adalah indiator utama dari arousal. Arousal adalah isyaratisyarat yang mengkomunikasikan ketertarikan dan hubungan emosional, contoh:
kontak mata, vokal, ekspresi wajah, sandaran dan gerakan.
3. Dominance (dominasi)
Isyarat-isyarat dominan dapat mengkomunikasikan status, posisi dan kepentingan.
Dominan adalah isyarat-isyarat yang mengkomunikasikan status dan kekuatan.
Menurut Argyle (1976) dan Goffman (1959) isyarat-isyarat nonverbal terutama lebih
mengkomunikasikan hal-hal yang berkaitan dengan emosional, sikap-sikap dalam hubungan
natar pribadi, dan gambaran-gambaran tentang diri seperti cara berpaikan atau berjalan.

Bahasa Tubuh
Para peneliti menemukan dalam tahun-tahun belakangan ini bahwa terdapat suatu sistem
isyarat tubuh yang hampir sekonsisten dan sekomprehensif bahasa. Maka suatu bidang baru
yang subur ini terbuka untuk diteliti. Asumsi umumnya: bahwa gerakan-gerakan tubuh
mempunyai makna dalam konteks tertentu.
Setiap budaya memiliki bahasa tubuhnya. Anak-anak menyerap nuansa-nuansanya bersamasama bahasa ucap. Kadang-kadang ciri khas kedaerahan itu dapat ditunjukan secara tepat.
Kaum lelaki dan kaum wanita menggunakan bahasa tubuh dengan cara-cara yang khas
maskulin dan khas feminim. Orang yang bilingual (bisa menggunakan dua bahasa). Juga
bilingual dalam bahasa tubuhnya.
Biasanya komunikasi nonverbal melengkapi komunikasi verbal. Percakapan sehari-hari
biasanya singkat. Maknanya dibawa oleh kata-kata yang membaur dengan elemen-elemen
nonverbal. Seringkali elemen-elemen nonverbal ini mengekspresikan sisi emosional dari
pesan.
Psikolog Albert Mehrabian merumuskan suatu formula untuk menjelaskan dampak emosional
dari setiap pesan: dampak total= 7% verbal + 38 % vokal + 55% wajah. Pentingnya suara
dapat dilihat bila anda memikirkan bahwa kata-kata aku mencintaimu dapat disuarakan
dengan nada merayu atau menggoda. Tidak hanya perasaan yang diekspresikan secara
nonverbal. Suatu kejutan ternyata isyarat-isyarat merupakan suatu bahasa yang sejajar.
Ahli-ahli kinesika-studi komunikasi lewat gerakan tubuh-tidak siap mengemukakan suatu
perbendaharaan isyarat yang tepat dan mungkin mereka takkan pernah siap. Konsep makna
itu rumit karena kebanyakan isyarat tidak dimaksudkan untuk memaknakan sesuatu.
12

PSIKOLOGI KOMUNIKASI - Komunikasi NonVerbal

Kinesika merupakan suatu ilmu yang masih muda, pada dasarnya adalah gagasan Ray
Birdwhistell. Bidang ini menawarkan berbagai macam observasi. Misalnya, alis mata dapat
bergerak dengan kira-kira 23 posisi; kaum lelaki menggunakan alis mata mereka lebih sering
daripada kaum wanita; dan sebagainya.
Satu dari unsur-unsur terpenting dalam bahasa tubuh adalah perilaku mata. Anda
menggerakan bola mata anda, bertatapan atau tidak bertatapan dengan orang lain. Semua
gerakan mata itu dapat ditafsirkan atau diberi makna oleh orang lain.
Perilaku mata sering begitu subtil sehingga kita bereaksi terhadapnya hanya berdasarkan
intuisi. Sehingga ditunjukan dalam eksperimen-eksperimen. Dalam suatu eksperimen, subjeksubjek penelitian di bujuk untuk berlaku curang dalam menjalankan suatu tugas. Kemudian
diwawancarai dan diamati. Ditemukan bahwa mereka yang telah berlaku curang memandang
mata pewawancara kurang sering daripada yang normal, suatu indikasi bahwa mata yang
licik meminjam ungkapan yang sering digunakan para penulis cerita misteri sebenarnya
dapat merupakan suatu petunjuk bahwa orang yang bersangkutan berusaha menipu atau
merasa berdosa.
Teori Ekman dan Friesen sebagian terkonfirmasi adalah bahwa kegelisahan lebih mudah
disimpulkan dari gerak-gerik daripada ekspresi wajah. Orang-orang yang berhasil mengontrol
wajah-wajah mereka sering tidak menyadari apa yang mereka lakukan dengan tangan dan
kaki mereka. Kaki dan tungkai dapat menunjukan kegelisahan dan juga kemarahan. Dalam
perdebatan seringkali kaki menegang. Ada pula gerakan-gerakan tungkai yang subtil dan
provokatif yang dilakukan wanita, baik secara sadar ataupun secara tidak sadar.
Kadang-kadang orang yang menunjukan emosi-emosi jiwanya lewat posturnya duduk,
misalnya dengan cara yang kelihata tegang. Studi-studi belakangan ini dilakukan para
psikolog menyatakan bahwa postur sering merefleksikan sikap orang yang bersangkutan
terhadap orang-orang yang bersamanya.
Postur-postur yang sama (congruent) dapat memberi petunjuk tentang bagaimana hubungan
hubungan antarorang dalam suatu kelompok. Perubahan-perubahan postur kadang-kadang
sejajar dengan bahasa ucap. Psikiater Albert Schflen mempelajari postur dengan memfilm
sidang-sidang psikoterapi dan menemukan bahwa orang melakukan sejenis tari kinesika.
Rasa diri (sense of self) seorang manusia tampaknya tidak dibatasi oleh kulitnya. Ia harus
memiliki ruangan dalam kadar tertentu antara dirinya dengan orang-orang lain. Ini adalah
suatu kebenaran yang dengan mudah dapat ditunjukan orang dengan mendekati orang lain
13

PSIKOLOGI KOMUNIKASI - Komunikasi NonVerbal

secara bertahap. Antropolog Edward Hall adalah salah satu orang pertama yang membahas
perasaan-perasaan manusia tentang ruang. Dari karyany itu, bidang ilmu yang
menggairahkan, proksemika, mulai berkembang. Hall menunjukan bahwa orang-orang
Amerika Utara membutuhkan lebih banyak ruang pribadi bagi dirinya daripada orang-orang
dari negeri-negeri lain. Sering orang-orang Amerika Utara tidak dapat mengontrol reaksireaksi mereka sendiri ketika mereka didekati. Orang-orang Amerika dan orang Arab bahkan
lebih tidak cocok lagi dalam kebiasaan-kebiasaan menggunakan ruang. Orang-orang Arab
menjaga jarak yang sangat dekat ketika berdiri untuk berbicara, mendang mata awan
bicaranya secara intens dan napas menyapu wajah lawan bicaranya itu.
Kadar ruang yang dibutuhkan seseorang juga dipengaruhi oleh kepribadiannya orang-orang
introvert, misalnya, membutuhkan lebih banyak ruang daripada orang-orang ekstrovert .
ruang kerja juga dapat memberi petunjuk tetang status seseorang. Situasi dan suasana hati
(mood) juga mempengaruhi jarak.
Dr. Augustus F. Kinzel, seseorang Psikiater New York, telah mempelajari daerah penyangga
tubuh (body-buffer zone) diantara penghuni penjara yang kejam dan yang tidak kejam.
Penting untuk mengetahui seberapa banyak ruang fisik yang sebenarnya orang-orang
butuhkan, terutama dalam kehidupan kota yang padat. Orang berkomunikasi secara nonverbal
dengan pakaiannya, gaya rambut dan perilakunya secara umum, biasanya untuk menghormati
peristiwa sosial.
Komunikasi antara manusia-manusia akan membosankan bila hanya dilakukan dengan katakata; sebenarnya kata-kata hanyalah sebagian kecil saja dari komunikasi. Maka adalah
menyenangkan untuk sesaat menyampingkan kata-kata dan menjadi sadar akan apa yang
terjadi selain kata-kata bila orang-orang bertemu muka.

Kendala-kendala Mempelajari Komunikasi Nonverbal


Menurut Steven A. Beebe, Susan J. Beebe dan Mark V. Redmond (1996) beberapa hal yang
menjadi tantangan dalam mempelajari komunikasi nonverbal ialah :
1. Pesan-pesan nonverbal sering ambigu, kebanyakan kata membawa sebuah arti bagi
semua orang yang berbicara dalam bahasa yag sama, namun pesan-pesan nonverbal
mungkin hanya diketahui oleh orang-orang tertentu saja.
2. Pesan-pesan nonverbal berkesinambungan, kata adalah ciri tubuh, mereka punya
awalan dan akhiran, tingkah laku nonverbal tidak mudah untuk dimengerti.
14

PSIKOLOGI KOMUNIKASI - Komunikasi NonVerbal

3. Pesan nonverbal disampaikan lewat banyak saluran, seperti sebuah channel TV yang
kita lihat bersamaan, pesan-pesan nonverbal menjadi stimulus yang menerpa pusat
persepsi kita dalam waktu yang bersamaan dari berbagai macam variasi source secara
simultan.
4. Pemaknaan pesan nonverbal dipengaruhi faktor budaya, negara jepang diharuskan
menyembunyikan eskpresi terutama ekspresi negatif, sedangkan untuk kontak mata
punya arti sekedar kontak mata dalam hubungan interpersonal antara orang Arab,
Amerika Selatan dan Yunani.

BAB III
KASUS DAN PEMBAHASAN

Kasus
Nn. T (30 thn) dirawat di R. Penyakit dalam dengan diagnosa Thypoid. Saat pengkajian
perawat menatap mata klien, duduk disamping klien dengan tangan menyilang di dada dan
tumpang kaki. Klien tidur terlentang, tampak murung, menahan rasa sakit, tangannya
15

PSIKOLOGI KOMUNIKASI - Komunikasi NonVerbal

memegang perut. Saat perawat bertanya bagaimana keadaan klien saat ini? Dengan nada
rendah, bicara lambat ia menjawab : Saya baik-baik saja, hari ini saya merasa senang. Jam
09.00 perawat menawarkan makan, tetapi klien menggelengkan kepala. Esok harinya perawat
mengacungan jempol sambil tersenyum saat klien menghabiskan makanan.

Analisis
Pada kasus ini kode-kode komunikasi nonverbal yang dapat ditemukan yaitu:
Saat perawat menatap mata klien telah terjadi kontak mata untuk memulai percakapan
(regulator, saluran percakapan terbuka). Perawat juga duduk di samping klien sambil
menyilangkan tangan di dada dan menumpangkan kaki untuk mendekati dan membuat jarak
yang dekat dengan klien.
Saat klien sedang dalam posisi tidur, wajahnya tampak murung dan menahan rasa
sakit dengan tangannya yang memegang perut, namun, saat ditanya bagaimana keadaannya
oleh perawat klien mengatakan bahwa ia baik-baik saja dan ia merasa senang. Bahasa verbal
yang diucapkan klien dengan bahasa nonverbal yang tampak tidak sesuai. Dibandingkan
pesan verbal yang diucapkan, pesan nonverbal dinilai sangat penting dalam menafsirkan
maksud, tujuan, dan kondisi seseorang. Pesan emosi seseorang lebih cermat tersampaikan
pada pesan nonverbal. Pada kasus ini menunjukkan bahwa klien sedang tidak dalam kondisi
yang baik jika kita melihat emosi yang tampak dari bahasa tubuhnya.
Perilaku nonverbal juga memiliki fungsi untuk menekankan kondisi seseorang.
Terlihat dari perilaku nonverbal klien yang sedang sakit dan saat ia menjawab perntanyaan.
Tanpa memperhatikan isi ucapannya, namun dari nada bicaranya yang rendah dan lamban
sangat sesuai antara kondisi klien saat itu dengan nada bicara klien yang lemah.
Pesan-pesan nonverbal yang sering ambigu namun dapat dimengerti oleh orang
tertentu terjadi saat perawat menawarkan makan kepada klien, namun klien menggelengkan
kepalanya. Jika orang lain yang melihat reaksi klien orang tersebut hanya akan menafsirkan
bahwa klien sedang tidak lapar atau memang tidak mau makan. Klien memang sedang tidak
ingin makan, tapi perawat mengetahui alasan mengapa klien sedang tidak ingin makan yaitu
kondisi klien yang masih sakit. Kemudian saat perawat mengacungkan jempol, pesan tersebut
dapat berarti baik, oke, bagus, ataupun simbol gajah dalam permaninan suit jari tangan.
16

PSIKOLOGI KOMUNIKASI - Komunikasi NonVerbal

Namun klien mengetahui bahwa arti pesan tersebut adalah pertanda bagus klien telah
menghabiskan makanannya. Apalagi pesan ini mudah dimengerti karena diikuti oleh
senyuman perawat yang menandakan perasaan senang, kedua tanda ini saling
berkesinambungan.

BAB IV
PENUTUP
KESIMPULAN
Komunikasi sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, tanpa komunikasi manusia tidak
dapat melaksanakan aktivitasnya. Komunikasi terdiri dari berbagai macam, salah satunya
adalah komunikasi non verbal, komunikasi non verbal adalah komunikasi yang dilakukan
oleh individu untuk mengkomunikasikan perasaan dan sikap pada diri individu masingmasing.
Komunikasi non verbal memiliki beberapa klasifikasi untuk melakukan komunikasi,
diantaranya adalah Pesan kinesik, Pesan proksemik, dan Pesan paralinguistic. Dimana dalam
klasifikasi tersebut memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
Menurut Mark L.Knapp (1972) bahwa komunikasi non verbal memiliki beberapa fungsi
diantaranya adalah, repetisi, Substitusi, Kontradiksi, Komplemen, dan Aksentuasi. Selain
fungsi-fungsi tersebut, menurut Dale G. Leathers (1976) bahwa komunikasi memiliki fungsi
17

PSIKOLOGI KOMUNIKASI - Komunikasi NonVerbal

sebagai penentu makna dalam komunikasi interpersonal, dapat menyampaikan pesan non
verbal dengan perasaan dan emosi, dapat menyampaikan makna dan maksud yang relative
bebas dari penipuan, memiliki fungsi metakomunikatif, dan pesan non verbal merupakan
sarana sugesti yang paling tepat.
Komunikasi non verbal dilakukan dengan menggunakan kode-kode sehingga antar
komunikan dapat saling mengerti apa yang disampaikan satu dan yang lainnya, kode-kode
tersebut diantaranya adalah :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Gerak tubuh, postur, dan bahasa tubuh


Kontak Mata
Mimik wajah atau guratan air muka
Isyarat-isyarat vocal
Ruang diri anggota, dan
Sentuhan

Kode-kode tersebut tidak terlepas dari berbagai macam fungsi dalam komunikasi non verbal,
komunikasi non verbal dapat terjalin apabila terdapat kode-kode yang disampaikan dan
memiliki makna terhadap pesan yang ingin disampaikan.
Selain fungsi-fungsi, komunikasi non verbal juga memiliki kendala-kendala dalam
emmpelajarinya, kendala-kendala tersebut menurut Steven A,dkk (1996) adalah sebagai
berikut :
1.
2.
3.
4.

Ambigu
Berkesinambungan
Disampaikan lewat banyak saluran
Dipengaruhi faktor budaya.

Kendala-kendala tersebutlah yang dapat menjadikan komunikasi non verbal berada tidak jauh
dari fungsinya. Walau memiliki beberapa kendala, mempelajari komunikasi non verbal
sangatlah penting, karena komunikasi ini digunakan dalam menampilakn atau menjaga citra
seseorang.
Saran
Komunikasi yang efektif bukan hanya melalui verbal tetapi komunikasi dapat efektif bila
secara non verbal, seperti gestur, bahasa tubuh, ekspresi dan sebagainya. Sehingga ketika kita
memberikan pesan non verbal yang tidak jelas maka penerima pesan secara otomatis akan
menafsirkan pesan yang tidak sesuai dengan pesan yang akan disampaikan. Pesan
18

PSIKOLOGI KOMUNIKASI - Komunikasi NonVerbal

yangdisampaikan akan memiliki arti sesuai yang diharapkan ketika kita memadukan antara
komunikasi verbal dan non verbal. Maka dengan adanya makalah ini diharapkan dapat
meningkatkan pemahaman dan pengetahuan yang efektif baik komunikasi verbal maupun
non verbal.

DAFTAR PUSTAKA

Hilderiah, Rosmawaty. (2010). Mengenal Ilmu Komunikasi. Bandung : Widya Padjajaran


Mulyana, Deddy. (____). Ilmu Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Mulyana, Deddy & Rakhmat, Jalaluddin. (2009). Komunikasi Antar Budaya : Panduan
Berkomunikasi Dengan Orang-Orang Berbeda Budaya. Bandung : PT. Remaja
Rosdakarya
Rakhmat, Jalaluddin. (1992). Psikologi Komunikasi Ed. Revisi. Bandung : PT. Remaja
Rosdakarya

19