Anda di halaman 1dari 14

Pengukuran Status Gizi dengan Anthropometri

Nama : Nanang Agung Permadi


Nim : 102013354/C2
Email : nanangkens123@gmail.com
Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jakarta 2013
Jln. Arjuna Utara No. 6 Jakarta 11510. Telephone : (021) 5694-2061, fax : (021)
563-1731

Abstrak:
Status gizi adalah ekspresi dari keseimbangan dalam bentuk variabel-variabel tertentu.
Status gizi juga merupakan akibat dari keseimbangan antara konsumsi dan penyerapan zat gizi
dan penggunaan zat-zat gizi tersebut atau keadaan fisiologik akibat dari tersedianya zat gizi
dalam seluruh tubuh. Nutrisi dibagi menjadi dua yaitu makronutrien dan mikro nutrient. Maksud
dari pembagian makro dan mikro ini didasari dari kebutuhan dari tubuh kita. Antropometri
berasal dari anthro yang memiliki arti manusia dan metri yang memiliki arti ukuran.
Pengukuran antropometri merupakan bagian dari pemeriksaan klinis dan dapat meliputi
pengukuran berat badan, tinggi badan, lipatan kulit, serta lingkar berbagai tubuh
(sirkumferensia). Sebagian besar metode antropometrik digunakan untuk menilai komposisi
tubuh didasarkan pada model di mana tubuh terdiri dari dua kompartemen yang berbeda secara
kimia: lemak dan massa bebas lemak. Massa bebas lemak juga dapat disebut sebagai massa sel
tubuh terdiri dari otot rangka, jaringan lemak yang lembut, dan kerangka. Teknik antropometrik
secara tidak langsung dapat menilai lemak dan massa bebas lemak, dan variasi dalam jumlah dan
proporsi yang dapat digunakan sebagai indeks status gizi.
Kata kunci: Gizi, antrhropometri, indeks masa tubuh, WHR

abstract:
Nutritional status is an expression of the balance in the form of certain variables.
Nutritional status is also a result of the balance between consumption and absorption of
nutrients and the use of these nutrients or physiological state as a result of the availability of
nutrients in the body. Nutrition is divided into two: the macronutrient and micro nutrients. The
purpose of the division is based on the macro and micro of the needs of our body.
Anthropometric derived from "anthro" which means human and "metri" to mean size.
Anthropometric measurements are part of the clinical examination and may include
measurements of weight, height, skin folds, as well as various body circumference
(sirkumferensia). Most anthropometric methods used to assess body composition based on a
model in which the body is composed of two chemically distinct compartments: fat and fat-free
mass. Fat-free mass can also be referred to as the body cell mass consisting of skeletal muscle,
fat tissue is soft, and the skeleton. Anthropometric techniques can indirectly assess fat and fatfree mass, and variations in the number and proportion that can be used as an index of
nutritionalstatus.
Keywords: Nutrition, antrhropometri, body mass index, WHR

Pendahuluan
Status gizi adalah ekspresi dari keseimbangan dalam bentuk variabel-variabel
tertentu. Status gizi juga merupakan akibat dari keseimbangan antara konsumsi dan penyerapan
zat gizi dan penggunaan zat-zat gizi tersebut atau keadaan fisiologik akibat dari tersedianya zat
gizi dalam seluruh tubuh.
Antropometri merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untukmenilai status
gizi. Secara umum antropometri diartikan sebagai ukuran tubuh,ditinjau dari sudut gizi maka
antropometri ditinjau dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi. Antropometri sangat umum
digunakan untuk mengukur status gizi untuk berbagai ketidak seimbangan antara asupan energi
dan protein.

Pembahasan

Gizi Dasar
Dalam kehidupan sehari-hari, tentu kita harus makan guna mendapatkan nutrisi yang
terkandung dalam makanan tersebut. Nutrisi merupakan bahan bakar yang kita gunakan untuk
mendapatkan energi. Nutrisi dibagi menjadi dua yaitu makronutrien dan mikro nutrient. Maksud
dari pembagian makro dan mikro ini didasari dari kebutuhan dari tubuh kita. Makronutrien
dibutuhkan banyak oleh tubuh sedangkan mikronutrien juga dibutuhkan oleh tubuh tapi tidak
sebanyak makronutrien.1
Makronutrien
Karbohidrat merupakan sumber energi utama yang bersumber dari padi-padian, sayur dan
buah. Terbagi menjadi karbohidrat sederhana dan kompleks. Karbohidrat sederhana terdiri dari
monosakarida dan disakarida sedangkan karbohidrat kompleks terdiri atas oligosakarida dan
polisakarida dimana polisakarida berperan penting dalam tubuh manusia. Sumber karbohidrat
ada yang alami dan ada pula yang sintetis. Tiga kelompok besar karbohidrat:2
a

Monosakarida (C6H12O6) yaitu gula yang paling sederhana terdiri dari molekul tunggal.
Dapat dibagi menurut jumlah atom karbon yang dimiliki menjadi triosa, tetrosa, pentosa,
dan heksosa. Monosakarida yang penting adalah gula heksosa seperti glukosa fruktosa
dan galaktosa.
i Glukosa: gula terpenting bagi metabolisme tubuh/gula fisiologis yang bersumber
dari buah-buahan, jagung manis, sejumlah akar, madu. Dihasilkan sebagai produk
pencernaan pati. Pati-dextrin-maltosa-2 molekul glukosa dengan bantuan enzim
dan normal berda dalam sirkulasi darah.
ii Fruktosa: gula termanis dari semua gula, dikenal juga dengan nama levulosa.
Bersumber dari hasil hidrolisa dari gula sukrosa menjadi glukosa dalam hati dan
dioksidasi sempurna menjadi energi.
iii Galaktosa: hasil hidrolisa dari gula susu (laktosa). Melalui metabolisme jadi
glukosa memasuki siklus krebs untuk menghasilkan energi. Komponen dari
cerebrosida yaitu turunan lemak yang ditemukan pada otak dan jaringan syaraf.
Oligosakarida: gula yang mengandung 2-10 molekul gula sederhana.
i Disakharida
- Sukrosa bersumber dari tebu dan gula dapur. Melalui proses pencernaan
sukrosa dipecah menjadi fruktosa dan glukosa.
- Maltosa pada gula malt, bir dan biji.
3

- Laktosa yang dipecah jadi glukosa dan galaktosa.


- Trehalosa
ii Trisakharida
Ditemukan dalam bit dan madu
iii Tetrasakharida
Pada kacang polong dan bit.
Polisakharida
Karbohidrat komplek terdiri atas beberapa molekul satuan gula sederhana
(monosakharida). Beberapa dapat dicerna yaitu pati dan dekstrin, sedangkan yang lain
tidak (sellulosa dan hemisellulosa seperti agar dan pektin), tidak larut dalam air.
Polisakharida yang penting:
i
Pati: dalam biji-bijian, akar-akaran, umbi-umbian, buah yang belum matang.
ii
Dekstrin: hasil pencernaan pati untuk dibentuk menjadi maltosa.
iii
Glikogen: disimpan dalam hati dan otot untuk mensuplai energi bagi jaringan
tubuh pada saat latihan dan bekerja keras.
iv
Sellulosa: tidak dapat dicerna terhadap kerja enzim pencernaan dan
menyumbang muatan yang besar terhadap makanan.
v
Pektin: tidak dapat dicerna, sebagai laksatif, pengental, pengikat dan pembentuk
gel makanan.
vi
Inulin: penting bagi pengobatan dan dipakai dalam uji fungsi ginjal.
Karbohidrat sintetik yaitu maltodekstrin,polidekstrosa yang terbuat dari sorbitol,glukosa

dan asam sitrat. Lalu ada sirup jagung dan gula ivert yang merupakan hidrolisis dari sukrosa.
Karbohidrat sendiri digunakan untuk dimetabolisme menjadi energy,diubah menjadi glikogen
jika asupan energy berlebihan, dan diubah menjadi lemak.2
Lalu makronutrien yang kedua yaitu protein. Protein sendiri tersusun atas asam amino
asam amino yang terdiri dari atom C,H,O,N,S. protein dibentuk oleh ikatan peptide. 2 asam
amino yang tergabung disebut dipeptida sedangkan lebih dari 2 asam amino berikatan disebut
dengan polipeptida. Protein sendiri jika protein besar, terdiri dari ribuan asam amino dan protein
kecil terdiri dari kurang dari 100 asam amino contohnya insulin. Protein sendiri kita bisa
mendapatkannya dari hewani maupun nabati. Hewani seperti telur, ikan, unggas, daging, susu.
Sedangkan nabati seperti kedelai,kacang tanah, kacang polong. Fungsi dari protein sendiri untuk
menggantikan kehilangan protein yang digunakan dalam metabolisme tubuh, membentuk
jaringan baru, enzim dan hormon, dan sebagai sumber energi. Protein juga sebagai penyeimbang
kadar nitrogen dalam tubuh karena protein itu sama dengan 16% dari asupan nitrogen dalam
tubuh. Dalam tubuh manusia, untuk membuat protein yang digunakan dalam membentuk
berbagai jaringan, maka dibutuhkan asam amino esensial. Asam amino esensial yaitu asam
4

amino yang dibutuhkan oleh tubuh tetapi tidak bisa disintesis oleh tubuh. Dan ada yang bersifat
semi esensial yaitu asam amino yang dibentuk tubuh dari asam amino esensial. Contoh dari asam
amino esensial yaitu: lisin,isoleusin, leusin,valin, metionin,treonin, fenilalanin, triptofan dan
pada anak-anak yaitu histidin dan arginin. Sedangkan asam amino semi esensial yaitu sistin yang
dirubah dari metionin. Dan tirosin yang diubah dari fenilalanin.2
Dan makronutrien yang terakhir adalah lipid. Lipid merupakan senyawa organik yang
terdiri dari C,H,O. lipid sendiri dicerna akan menjadi gliserol dan asam lemak. Penggolongan
asam lemak yaitu berdasarkan ikatan rangkapnya. Jika memiliki satu ikatan rangkap maka
disebut monounsaturated fatty acid dan jika memiliki lebih dari 1 ikatan rangkap disebut
polyunsaturated fatty acid. Ikatan rangkap ini menentukan kejenuhan dari suatu asam lemak.2
Asam lemak juga memiliki sifat esensial yang merupakan asam lemak yang dibutuhkan
tubuh tetapi tidak bisa disintesis oleh tubuh. Contohnya adalah omega 6 dan omega 3. Sifat dari
lipid itu hidrofobik tetapi dapat larut dalam pelarut organik, misalnya alkohol. 2
Lipid dibagi menjadi dua bagian yaitu lemak dan minyak. Perbedaan dari kedua ini
adalah lemak sendiri berwujud padat pada suhu kamar dan minyak berwujud cair pada suhu
kamar. Minyak bisa berasal dari hewan dan tumbuhan. Contohnya pada hewan yaitu omega 3
yang banyak pada ikan. Sedangkan lemak biasa berasal dari hewan dan tumbuhan. Seperti
santan,dan lemak hewani. Fungsi dari lemak adalah sebagai sumber energi, komponen dari
membrane sel, proteksi,insulator, memberi rasa kenyang, rasa enak pada makanan dan pelarut
beberapa vitamin.2
Mikronutrien
Mikronutrien sendiri terdiri dari berbagai mineral dan vitamin. Vitamin dibagi menjadi
dua yaitu vitamin yang dapat larut dalam air yaitu vitamin C dan B complex dan vitamin yang
larut dalam lemak yaitu vitamin A,D,E,K. Vitamin yang larut dalam air akan dibuang melalui
ginjal sedangkan vitamin yang larut dalam lemak tidak dapat dibuang dan akan menumpuk di
tubuh. Vitamin A yang dikenal sebagai retinol berasal dari ke sayur-sayuran yang berwarna
kuning kemerahan seperti wortel. Fungsi dari vitamin A sendiri untuk proses melihat,
pertumbuhan tulang dan gigi serta untuk jaringan epitel. Sehingga bila terjadi defisiensi vitamin
A maka akan terjadi rabun ayam, gangguan membran mukosa terutama di mata, xerophtalmia
5

yaitu kekeruhan kornea dan gangguan pertumbuhan. Dosis yang diberikan adalah pada bayi
kurang dari 90 mikrogram, pada wanita kurang dari 7500 mikro gram dan pada pria kurang dari
9000 mikro gram. Jika kelebihan maka akan menyebabkan rusak tulang dan hati, mual, sakit
kepala, diplopia, rambut rontok dan kulit menjadi kuning.1
Vitamin D memiliki fungsi untuk kalsifikasi skelet dan absorbsi kalsium di usus. Vitamin
D memiliki 2 bentuk yaitu kolekalsiferol yang berasal dari 7 dehidrokolesterol yang terdapat
pada kulit manusia atau hewan dengan penyinaran sinar matahari dan ergokalsiferol yang
terbentuk dari ergosterol yang terdapat pada jamur dan tumbuhan dengan penyinaran sinar
matahari. Jika kekurangan dari vitamin ini akan menyebabkan rakitis dan osteomalsia. 1
Vitamin E atau tokoferol memiliki fungsi sebagai antioksidan dan mengontrol oksidasi
jaringan tubuh. Bahan makanan yang mengandung vitamin E sangat beragam, contohnya
kecambah,sayuran hijau, dan telur, sehingga jarang terjadi defisiensi. Jika terjadi biasa nya
disebabkan oleh malabsorbsi dari vitamin E. kekurangan vitamin E menyebabkan anemia
hemolitik ringan dan kadar tokoferol darah menurun.1
Vitamin K merupakan vitamin yang berfungsi untuk koagulasi darah. Sumber nya berasal
dari

bakteri

usus(menaquinone),

sintetik(menadione),

dan

sayur

berdaun

hijau,telur,sereal,susu,minyak sayur, buah(phylloquinone). Jika terjadi defisiensi vitamin K


biasanya karena kegagalan absorbsi lemak dan menyebabkan haemorargic disease of the
newborn.1
Vitamin C merupakan vitamin yang berfungsi sebagai anti oxidant, pencegah skorbut,
membantu penyembuhan luka dan absorbsi besi hewani, meningkatkan fungsi imun, fertilitas
pria dan metabolisme lipid. Sumber vitamin C yaitu sayuran segar dan buat segar. Jika terjadi
defisiensi maka terjadi skorbut yaitu pendarahan dibawah mukosa,kulit dan kelainan degeneratif
pada tulang. Jika mengkonsumsi vitamin C dosis tinggi maka akan diekskresikan melalui ginjal
tetapi memiliki resiko terkena batu ginjal oksalat dan diare.1
Vitamin yang terakhir adalah vitamin B complex yang terdiri dari B1(thiamin),
B2(riboflavin), B3(niasin), asam pantotenat, B6(piridoksin), B12(cyanocobalamin), asam folat
dan biotin (vitamin H). vitamin B1 berguna pada metabolisme KH, alkohol lemak dan piruvat.
Jika kekurangan menyebabkan beri-beri dan wernicke korsakoff syndrome. Vitamin b1 salah
6

satunya berasal dari gandum. Vitamin b2 berfungsi untuk proses reduksi oksidasi jaringan. Jika
kekurangan akan menyebabkan bibir pecah pecah pada sudut mulut, inflamasi bibir dan lidah
serta sensitif cahaya.1
Sumber makanan b2 adalah daging,ikan,sayur,hati,jantung,ginjal,susu. Vitamin b3 juga
berfungsi untuk proses reduksi oksidasi. Jika kekurangan dapat menyebabkan pellagra yaitu
demensia, dermatitits, dan diare. Sumber bahan makanannya dari ragi,gandum,daging,hati,ginjal,
dan ikan. Vitamin b6 berfungsi untuk kofaktor enzim asam amino untuk metabolisme protein.
Defisiensi jarang terjadi tetapi jika terjadi menyebabkan kejang &gangguan pencernaan. Sumber
makanan nya yaitu pisang, sereal,hati,daging,ikan,sayur. Vitamin b12 juga berfungsi untuk
metabolisme protein. Jika kekurangan maka menyebabkan

faktor intrinsik menurun untuk

absorbsi vitamin b12. Sumber makanannya yaitu dari daging,susu,keju,dan telur.1


Asam folat sendiri bersama dengan vitamin b12 untuk metabolisme protein. Sumbernya
berasal dari sayuran dan roti. Kebutuhan asam folat meningkat pada saat masa kehamilan karena
anemia megaloblastik membutuhkan asam folat untuk penyembuhannya. Jika terjadi defisiensi
akan menyebabkan megaloblasti anemia dan pada anak-anak maka pertumbuhan akan terganggu.
Asam pantotenat sendiri jarang terjadi defisiensi karena berasal dari berbagai makanan. Asam
pantotenat memiliki fungsi memproduksi energi. Yang terakhir biotin merupakan bahan yang
utama dalam lipogenesis,glukoneogenesis dan katabolisme asam amino bercabang.1
Mineral merupakan zat yang penting untuk tulang,cairan tubuh dan jaringan lunak.
Mineral merupakan 3% dari berat tubuh. Kalsium merupakan mineral yang terbesar di dalam
tubuh. Fungsi nya yaitu untuk tulang dan gigi,mengontrol kerja otot dan syaraf, dan pembekuan
darah. Penyerapan kalsium yaitu dengan cara difusi pasif dan transport aktif yang memerlukan
vitamin D. Penyerapan kalsium ditingkatkan oleh vitamin D, media asam,laktosa,asam
amino,lemak dan protein. Sedangkan penyerapannya diturunkan oleh sayuran dan buah(asam
oksalat),sereal(asam fitat),serat, stres fisik dan mental. Kebutuhan akan kalsium meningkat pada
pertumbuhan,masa kehamilan dan laktasi. Defisiensi dari kalsium berkaitan dengan vitamin D
yaitu rakitis dan osteomalcia.1
Mineral lainnya yaitu fosfor yang merupakan mineral kedua terbanyak di dalam tubuh.
Fungsinya tergabung bersama kalsium di dalam tulang dan gigi,pembentuk komponen sel yaitu
7

fosfolipid, pelepasan KH& lemak, absorbsi KG dari usus halus dan keseimbangan asam basa.
Absorbsinya fosfor terganggu oleh antasid. Fosfor berasal dari protein hewani,susu,sereal,telur
dan bahan makanan tambahan seperti baking powder. Defisiensi dari fosfor jarang terjadi, jika
kalsium cukup maka bisanyanya fosfor akan cukup. Defisiensi fosfor terjadi pada
alkoholik,penyakit ginjal dan total parental nutrition.1
Besi merupakan mineral yang berfungsi untuk pembentukan darah. Vitamin C
meningkatkan absorbsi besi yang heme(daging) sedangkan pada besi non heme(sayur,buah) tidak
terjadi peningkatan absorbsi. Dan absorbsi ini diturunkan oleh asam fitat. Defisiensi besi
menyebabkan anemia.1
Iodium nerasal dari seafood dan sayuran. Iodium merupakan konstituen dari tiroksin
(T4)dan triodotironin (T3). Absorbsi Iodium dihambat oleh suatu senyawa yaitu goitrogen yang
terdapat di dalam kol salah satu contoh nya.1
Natrium merupakan mineral yang berada dalam cairan ekstraselular. Jika konsumsi
Natrium meningkat, makan tekanan darah akan meningkat. Bahan makanan nya yang terutama
adalah garam daput. Defisiensi natrium menyebabkan kelelahan dan kram otot.1
Magnesium berguna untuk perkembangan skelet. Bahan makanan sumber adalah
sereal,protein hewani. Magnesium absorbsinya dihambat oleh Ca,P dan protein sehingga
magnesium di protein nabati lebih banyak daripada hewani. Kekurangan magnesium disebabkan
oleh kelaparan,sindroma malabsorbsi,pankreatitis aku, alkoholism,muntah dan diare. Biasanya
defisiensi magnesium disertai dengan defisiensi kalsium. Defisiensi magnesium menyebabkan
kelelahan otot,kegagalan pertumbuhan dan takikaridia.1
Kalium merupakan mineral intrasel. Pemberian kalium menyebabkan tekanan darah akan
menjadi turun. Sumber kalium berasal dari buah,sayuran, dan kopi. Serta defisiensi kalium
disebabkan oleh diare,obat diuretik dan muntah.1

Antropometri

Antropometri berasal dari anthro yang memiliki arti manusia dan metri yang
memiliki arti ukuran. Pengukuran antropometri merupakan bagian dari pemeriksaan klinis dan
dapat meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lipatan kulit, serta lingkar berbagai tubuh
(sirkumferensia). Tinggi dan berat badan biasanya digabungkan dengan mengikuti cara tertentu
untuk mendapatkan satu ukuran tunggal yang menggambarkan berat relatif terhadap tinggi
badan; ukuran tunggal ini merupakan indikator untuk menunjukkan gizi kurang atau gizi lebih
energi jangka panjang.3
Klasifikasi Pengukuran Antropometri
Klasifikasi pengukuran antropometri dibagi menjadi dua yaitu pertumbuhan dan
komposisi tubuh. Ukuran antropometrik untuk pertumbuhan meliputi lingkar kepala, tinggi lutut,
rentang depa, tinggi badan/panjang badan, dan berat badan. Ukuran antropometrik untuk
komposisi tubuh dibagi menjadi lemak tubuh (ketebalan lipatan kulit) dan massa bebas lemak
(lingkar lengan atas).3
Sebagian besar metode antropometrik digunakan untuk menilai komposisi tubuh
didasarkan pada model di mana tubuh terdiri dari dua kompartemen yang berbeda secara kimia:
lemak dan massa bebas lemak. Massa bebas lemak juga dapat disebut sebagai massa sel tubuh
terdiri dari otot rangka, jaringan lemak yang lembut, dan kerangka. Teknik antropometrik secara
tidak langsung dapat menilai lemak dan massa bebas lemak, dan variasi dalam jumlah dan
proporsi yang dapat digunakan sebagai indeks status gizi. Sebagai contoh, lemak adalah bentuk
penyimpanan utama energi dalam tubuh dan sensitif terhadap kekurangan gizi akut. Jadi,
perubahan dalam isi lemak tubuh memberikan perkiraan tidak langsung dari perubahan dalam
keseimbangan energi. Otot tubuh, sebagian besar terdiri dari protein, adalah komponen utama
dari massa bebas lemak dan berfungsi sebagai indeks dari cadangan protein tubuh dan menjadi
habis selama gizi kronis.3

Indeks massa tubuh


Penggunaan IMT hanya berlaku untuk orang dewasa berumur diatas 18 tahun. IMT tidak
dapat diterapkan pada bayi, anak-anak, remaja, ibu hamil, dan olahragawan. Disamping itu, IMT
tidak bisa diterapkan pada keadaan khusus lainnya seperti edema, asites, dll. IMT/U merupakan
yang terutama bermanfaat untuk penapisan kelebihan berat badan dan kegemukan. Biasanya
IMT tidak meningkat dengan bertambahnya umur. IMT merupakan alat yang sangat sederhana
untuk memantau status gizi orang dewasa khususnya yang berkaitan kekurangan dan kelebihan
berat badan, maka mempertahankan berat badan normal memungkinkan seseorang dapat
mencapai usia harapan hidup lebih panjang. Indikator IMT/U hampir sama dengan BB/PB atau
BB/TB. Ketika melakukan interpretasi resiko kelebihan berat badan, perlu mempertimbangkan
berat badan orang tua.4
9

Tabel 1: Kategori ambang batas IMT untuk Indonesia:


Kategori
Kurus

IMT
Kekurangan BB tingkat berat

< 17,0

Kekurangan BB tingkat ringan

17,0 - < 18,5

Normal

Gemuk

18,5 22,9
Kelebihan BB tingkat ringan

23 24,9

Kelebihan BB tingkat moderat (Obes I)

> 25 29,9

Kelebihan BB tingkat berat (Obes II)

> 30,0

Indeks massa tubuh telah digunakan dalam beberapa penelitian populasi internasional untuk
menilai risiko penyakit di antara orang dewasa. BMI meningkat jelas terkait dengan risiko yang
lebih tinggi dari tekanan darah tinggi, diabetes mellitus tipe 2, faktor risiko kardiovaskular
penyakit lainnya, dan mortalitas meningkat. Memang, risiko relatif untuk faktor risiko penyakit
kardiovaskular kejadian penyakit kardiovaskular meningkat dinilai dengan peningkatan BMI
pada semua kelompok populasi. Selain itu, asosiasi antara gangguan muskuloskeletal, gangguan
dalam fungsi pernapasan dan fisik, dan kualitas hidup. Akibatnya, dalam studi epidemiologi,
BMI digunakan untuk mengetahui kelebihan berat badan atau obesitas pada orang dewasa dan
untuk memperkirakan risiko terkena penyakit. Perluh diketahui bahwa anak yang pendekpun
dapat mengalami kelebihan berat badan. Maka perlu mempertahankan berat badan normal.4

Prediksi Tinggi Badan


Mengukur Tinggi Lutut instrumen portabel pengukuran perangkat tinggi lutut (KHMD),
juga dirancang untuk mengukur pertumbuhan jangka pendek dari kaki bagian bawah. Perangkat
ini lebih murah dan lebih mudah digunakan daripada knemometer tersebut.5
Faktor tambahan yang harus dipertimbangkan ketika memilih indeks atau kombinasi dari
indeks, termasuk ketersediaan equitment pengukuran yang akurat, pelatihan penguji untuk
Cellect informasi yang akurat dan menafsirkan hasilnya benar, dan waktu yang dibutuhkan untuk
melakukan pengukuran. Akhirnya, sering diabaikan adalah biaya tidak mengidentifikasi anakanak kekurangan gizi atau salah mengidentifikasi anak-anak cukup gizi seperti kurang gizi. 5
10

Tinggi lutut diukur dari bawah maleolus lateral fibula ke tumit. Langkah ini digunakan untuk
individu yang 60 tahun atau tidak dapat berdiri atau memiliki kelainan bentuk tulang belakang.5

WHR (Rasio lingkar pinggang dan panggul)


Pengukuran rasio lingkar pinggang dan panggul yang menghasilkan indeks tinggi harus
memperhatikan penyebabnya karena simpanan lemak atau otot torso yang berkembang. Jadi
perlu diukur tebal lipatan kulit abdomen untuk mengetahuinya. Tujuan pengukuran lingkar
pinggang dan pinggul adalah untuk mengetahui resiko tinggi terkena penyakit DM II, kolesterol,
hipertensi, dan jantung. Lingkar pinggang diukur di indentasi terkecil lingkar perut antara tulang
rusuk dan krista iliaka, subjek berdiri dan diukur pada akhir ekspirasi normal dengan ketelitian
0,6 cm menggunakan pitameter. Lingkar pinggul diukupenonjolan terbesar pantat, biasanya di
sekitar pubic sympisis, subjek berdiri diukur menggunakan pitameter dengan ketelitian 0,1 cm.6
Banyaknya lemak dalam perut menunjukkan ada beberapa perubahan metabolisme,
termasuk terhadap insulin dan meningkatnya produksi asam lemak bebas, dibanding dengan
banyaknya lemak bawah kulit pada kaki dan tangan. Perubahan metabolisme memberikan
gambaran tentang pemeriksaan penyakit yang berhubungan dengan perbedaan distribusi lemak
tubuh ukuran umur yang digunakan adalah rasio lingkar pinggal-pinggul. Pengukuran lingkar
pinggang dan lingkar pinggul harus dilakukan oleh tenaga terlatih dan posisi pengukuran harus
tetap, karena perbedaan posisi pengukuran memberikan hasil yang berbeda.6

Lingkar Perut (LP)


Cara lain yang biasa dilakukan untuk memantau resiko kegemukan adalah dengan
mengukur lingkar perut. Ukuran lingkar perut yang baik yaitu tidak lebih dari 90 cm untuk lakilaki dan tidak lebih dari 80 cm untuk perempuan. Pengukuran lingkar perut lebih memberikan
arti dibandingkan IMT dalam menentukan timbunan lemak di dalam rongga perut (obesitas
sentral) karena peningkatan timbunan lemak di perut tercermin dari meningkatnya lingkar perut. 6
Pengukuran lingkar perut dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya obesitas abdominal atau
sentral. Jenis obesitas ini sangat berpengaruh terhadap kejadian penyakit kardiovaskular dan
diabetes mellitus.6

Tabel 2: Standar Obesitas sentral berdasarkan Lingkar Perut.


Klasifikasi
WHO 2000

Laki-laki

Wanita

94 cm

80 cm
11

Eropa
Asia Pasifik

102 cm

88 cm

90 m

80 m

Sumber: WHO

Lingkar Lengan Atas


Lingkar lengan atas merupakan salah satu pilihan untuk penentuan status gizi, karena
mudah, murah dan cepat. Tidak memerlukan data umur yang terkadang susah diperoleh.
Memberikan gambaran tentang keadaan jaringan otot dan lapisan lemak bawah kulit.6

Tebal Lipatan Kulit


Semua pengukuran tebal lemak bawah kulit sebaiknya konsisten di sisi kanan badan dan
diukur tiga kali. Tebal lemak bawah kulit merupakan salah satu indeks antropometri yang
digunakan dalam pengukuran status indeks antropometri untuk mengukur status gizi.
Pengukuran tebal lemak bawah kulit biasanya digunakan untuk memperkirakan jumlah lemak
dalam tubuh. Persentase kandungan lemak tubuh dapat dipakai untuk menilai status gizi dengan
pengukuran tebal lemak bawah kulit terdiri dari beberapa tempat, yakni trisep, bisep,
subskapular, suprailiaka, supraspinale, abdominal, paha depan, betis medial, dan mid aksila.7
Triceps
Subjek berdiri dengan lengan rileks dan palmar menghadap ke bagian lateral paha.palpasi ujung
dari acromion dan olecranon. Tandai titik tepat ditengah antara kedua titik tersebut. Pengukuran
tebal kulit dilakukan di daerah yang ditandai pada bagian posterior otot triceps, dengan menarik
kulit pada arah vertikal sejajar dengan axis panjang. Gunakan caliperuntuk mengukurdengan
tekanan 10g/mm2.
Biceps
Subjek dalam posisi berdiri dengan palmar menghadap ke anterior. Lipatan kulit diambil dengan
arah vertikal sejajar axis panjang pada biceps dan 1 cm diatas tempat pengukuran upper-arm
circumference. Gunakan caliper untuk prngukuran.
Subscapular
Subjek dalm posisi berdiri dan rileks. Cari batas medial scapula subjek dengan jari kiri kemudian
cari scapular ange dengan menuruni batas medial scapular. Ambil kulit tepat dibawahnya dengan
arah vertikal. Gunakan caliper untuk mengukur tebal lipatan kulit.

12

Suprailiaca
Subjek berdiri disampung pengukur dengan lengan ditekuk keatas. Lipatan kulit diambil 1
sampai dua cm dengan arah vertikal diatas spina iliaca anterior superior.caliper diletakkan di
bawah jari pengukur yang sedang menjepit lipatan kulit.

Lemak dapat diukur secara absolut (dalam kg) dan secara relatif (%) terhadap berat tubuh total.
Jumlah lemak tubuh sangat bervariasi ditentukan oleh jenis kelamin dan umur. Ketebalan lipatan
kulit adalah suatu pengukuran kandungan lemak tubuh karena sekitar separuh dari cadangan
lemak tubuh total terdapat langsung dibawah kulit. Pengukuran tebal lipatan kulit merupakan
salah satu metode penting untuk menentukan komposisi tubuh serta presentase lemak tubuh dan
tubuh untuk menentukan status gizi cara antropometri.7

Penutup
Pengukuran antropometri memiliki keuntungan utama bahwa ukuran ini cukup akurat,
tidak invasif, tidak mahal, dan dapat digunakan dengan sampel besar. Pengukuran antropometri
memiliki kerugian yaitu yaitu tidak dapat membedakan kekurangan gizi tertentu dan faktorfaktor non gizi, serta memungkinkan terjadi kesalahan petugas yang kurang mengikuti prosedur
dan teknik baku yang benar.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pengukuran antropometri dibagi dua antara lain faktor
internal (genetik, obstetrik, dan gender) dan eksternal (diet, obat-obatan lingkungan, dan
penyakit). Klasifikasi pengukuran antropometri dibagi menjadi dua yaitu pertumbuhan dan
komposisi tubuh. Ukuran antropometrik untuk pertumbuhan meliputi lingkar kepala, tinggi lutut,
rentang depa, tinggi badan/panjang badan, dan berat badan. Ukuran antropometrik untuk
komposisi tubuh dibagi menjadi lemak tubuh (ketebalan lipatan kulit) dan massa bebas lemak
(lingkar lengan atas).
Indeks massa tubuh dapat digunakan sebagai indikator massa tubuh terhadap tinggi untuk
mendeteksi kekurangan atau kelebihan berat badan. Rasio Lingkar Perut dan Lingkar Panggul
dapat digunakan untuk membedakan obesitas bagian bawah tubuh (panggul) dan bagian atas
tubuh (pinggang dan perut).

Daftar pustaka
1. Barker HM. Nutrition and dietics for health care 10 th ed. London:Churchill
livingstone;2006.p.1-57.
13

2. Kusharto CM, Suhardjo. Prinsip-prinsip ilmu gizi. Yogyakarta: Kanisius; 2004.h.20-4.


3. Michael J. Gibney.[et al]. Gizi kesehatan masyarakat. Jakarta: EGC; 2009.h.94-5
4. Hidayat AA. Pengantar ilmu kesehatan anak: Untuk pendidikan kebidanan. Jakarta:
Salemba Medika. 2008.h.26-8.
5. Almatsier S. Prinsip dasar ilmu gizi. Jakarta: Gramedia pustaka utama.2009.h.290-6.
6. Hartono A. Terapi gizi dan diet rumah sakit. Edisi ke 2. Jakarta: EGC. 2004.h. 96-7.
7. Antropometri. Di unduh dari http://antropometriindonesia.com/ 25 oktober 2014.

14