Anda di halaman 1dari 8

AKUNTANSI PERBANKAN DAN LPD

LAPORAN ARUS KAS PADA LPD

(SAP 12)

PEMBAHAS OLEH:
KELOMPOK 5
1. NI PUTU BUDIADNYANI
2. I GUSTI A.A. PRITHA CINANTYA
3. GUSTI AYU PRADNYANITA DEWI

1106305019
1106305020
1106305021

PROGRAM REGULER
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
2014

LAPORAN ARUS KAS PADA LPD

1. Pengertian Laporan Arus Kas


Laporan arus kas merupakan laporan keuangan yang berisi informasi aliran kas
masuk dan aliran kas keluar dari suatu perusahaan selama periode tertentu. Informasi ini
penyajiannya diklasifikasikan menurut jenis kegiatan yang menyebabkan terjadinya arus kas
masuk dan kas keluar tersebut. Informasi tentang arus kas suatu entitas berguna bagi para
pengguna laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai

kemampuan entitas dalam

menghasilkan kas dan setara kas serta menilai kebutuhan entitas untuk menggunakan arus
kas

tersebut. Dalam proses pengambilan keputusan ekonomi, para

pengguna perlu

melakukan evaluasi terhadap kemampuan entitas dalam menghasilkan kas dan setara kas
serta kepastian perolehannya. Informasi mengenai perubahan historis dalam kas dan setara
kas dari suatu entitas melalui laporan arus kas yang mengklasifikasikan arus kas berdasarkan
aktivitas operasi, investasi, maupun pendanaan (financing) selama suatu periode.
Berikut adalah pengertian istilah yang digunakan dalam PSAK No. 2 (Revisi
2009) :

Kas terdiri atas saldo kas (cash on hand) dan rekening giro (demand deposits).
Setara kas (cash equivalent) adalah investasi yang sifatnya sangat likuid, berjangka
pendek, dan yang dengan cepat dapat dijadikan kas dalam jumlah yang dapat ditentukan

dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak signifikan.


Arus kas adalah arus masuk dan arus keluar kas atau setara kas.
Aktivitas operasi adalah aktivitas penghasil utama pendapatan entitas (principal
revenue-producing activities) dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas

investasi dan aktivitas pendanaan.


Aktivitas investasi adalah perolehan dan pelepasan aset jangka panjang serta investasi

lain yang tidak termasuk setara kas.


Aktivitas pendanaan (financing) adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam
jumlah serta komposisi kontribusi modal dan pinjaman entitas.

2. Bentuk/Metode Penyajian Laporan Arus Kas

Terdapat dua bentuk penyajian laporan arus kas, yang pertama metode langsung
dan yang kedua metode tidak langsung. Perbedaan antara kedua metode terletak pada
penyajian arus kas berasal dari kegiatan operasi. Dengan metode langsung, arus kas dari
kegiatan operasional dirinci menjadi arus kas masuk dan arus kas keluar. Arus kas masuk
dan keluar dirinci lebih lanjut dalam beberapa jenis penerimaan atau pengeluaran kas.
Sementara itu dengan metode tidak langsung, arus kas dari opersional ditentukan dengan
cara mengoreksi laba bersih yang dilaporkan di laporan laba rugi dengan beberapa hal
seperti biaya penyusutan, kenaikan harta lancar dan hutang lancar serta laba/rugi karena
pelepasan investasi. Berikut ini diberikan contoh bentuk laporan arus kas dengan metode
langsung dan metode tidak langsung.
Metode Langsung

PT ABC
LAPORAN ARUS KAS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2007
(dalam Rupiah)
Arus kas yang berasal dari kegiatan operasi :
Kas yang diterima dari pelanggan
Dikurangi :
Kas untuk membeli persediaan
Kas untuk membayar biaya operasi
Kas untuk membayar biaya bunga
Kas untuk membayar pajak

951.000
555.200
259.800
14.000
29.000
858.000

Aliran kas bersih dari kegiatan operasi

93.000

Aliran kas yang berasal dari kegiatan investasi :


Kas masuk yang berasal dari penjualan investasi
Kas keluar untuk membeli peralatan

75.000
(157.000)
(82.000)

Aliran kas bersih untuk kegiatan investasi


Aliran kas dari kegiatan keuangan :
Kas yang diterima dari penjualan saham
Dikurangi :
Kas untuk membayar dividen

160.000
23.000
2

Kas untuk membayar hutang obligasi

125.000
148.000

Aliran kas masuk neto dari kegiatan keuangan


Kenaikan kas
Saldo kas pada awal tahun
Saldo kas pada akhir tahun

12.000
23.000
26.000
49.000

Dari laporan terlihat bahwa arus kas yang berasal dari kegiatan operasional dirinci
menjadi penerimaan dari berbagai sumber yang merupakan kegiatan operasional dan
pengeluaran kas untuk berbagai kegiatan operasional. Arus kas dari kegiatan investasi dan
keuangan juga dirinci menurut jenis-jenis kegiatan yang mengakibatkan timbulnya penerimaan
dan pengeluara kas.
Metode Tidak Langsung
PT ABC
LAPORAN ARUS KAS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2007
(dalam Rupiah)
Arus kas yang berasal dari kegiatan operasi :
Laba bersih menurut laporan laba rugi
Ditambah :
Biaya depresiasi
Penurunan persediaan kantor
Kenaikan hutang jangka pendek
Kenaikan hutang biaya

90.500
18.000
8.000
16.800
1.200
44.000

Dikurangi :
Kenaikan biaya dibayar dimuka
Kenaikan piutang usaha
Penurunan hutang pajak
Laba penjualan aktiva tetap

1.000
9.000
1.500
30.000
41.500

Aliran kas bersih dari kegiatan operasi

93.000

Aliran kas yang berasal dari kegiatan investasi :


Kas masuk yang berasal dari penjualan investasi
Kas keluar untuk membeli peralatan

75.000
(157.000)
(82.000)

Aliran kas keluar bersih untuk kegiatan investasi


3

Aliran kas dari kegiatan keuangan :


Kas yang diterima dari penjualan saham
Dikurangi :
Kas untuk membayar dividen
Kas untuk membayar hutang obligasi

160.000
23.000
125.000
148.000

Aliran kas masuk neto dari kegiatan keuangan


Kenaikan kas
Saldo kas pada awal tahun
Saldo kas pada akhir tahun

3.

12.000
23.000
26.000
49.000

Data Untuk Menyusun Laporan Arus Kas


Aliran kas yang dilaporkan disajikan dalam tiga kelompok besar kegiatan yaitu
kegiatan operasional, kegiatan investasi serta kegiatan keuangan. Untuk mempermudah
penyusunan laporan arus kas untuk masing-masing kelompok kegiatan maka perlu
diperhatikan informasi yang relevan sebagai berikut :

No.

1.

2.
3.

Menyusun Arus Kas


Informasi yang Relevan
Dari
Laporan Laba Rugi
Saldo awal dan saldo akhir harta lancar
Kegiatan Operasional
Saldo awal dan saldo akhir hutang lancar selain hutang
dividen
Data tambahan (jika ada)
Saldo awal dan saldo akhir investasi dan aktiva tetap
Kegiatan Investasi
Data tambahan (jika ada)
Saldo awal dan saldo akhir dari Modal dan Hutang Jangka
Panjang serta Laba Ditahan
Kegiatan Keuangan
Saldo awal dan saldo akhir Hutang Dividen
Data tambahan (jika ada)

4. Membaca Laporan Arus Kas


Pada metode langsung, arus kas dari operasi dirinci sumbersumbernya dan
demikian juga dengan pengeluaran kas sehingga laporan itu akan mudah dipahami dengan
tepat. Pada metode tidak langsung, laporan arus kas dari operasional diawali dengan net
income, kemudian net income tersebut dikoreksi dengan hal-hal/item-item tertentu yang
diperlakukan berbeda antara dalam penyusunan laporan laba rugi (yang menghasilkan net
income) dengan laporan arus kas. Dalam menyusun laporan laba rugi perusahaan
4

menggunakan akrual basis, sehingga mungkin pada tahun tertentu ada biaya yang telah
diperlakukan sebagai biaya (expense), tapi pada tahun itu tidak terdapat pengeluaran kas.
Hal-hal inilah yang dikoreksikan pada net income akan berubah menjadi net cashflows dari
operasional. Dengan demikian jika biaya amortisasi dan depresiasi ditambahkan, janganlah
diartikan bahwa depresiasi dan amortisasi secara fisik akan mengakibatkan adanya aliran kas
masuk sebesar itu.
Ada beberapa kemungkinan pola aliran kas yang terjadi dalam perusahaan, yaitu:
1.

Semua kegiatan (operasional, investasim dan keuangan) menghasilkan aliran kas


yang positif yang berarti penerimaan kas dari masing-masing kegiatan tersebut lebih
besar dari pengeluaran kas. Pada keadaan pertama semua kegiatan menghasilkan
penerimaan kas yang lebih besar daripada pengeluaran kas. Tentu dalam jangka panjang
akan terjadi saldo kas yang besar.

2.

Semua kegiatan (operasional, investasi dan keuangan) menghasilkan aliran kas yang
negatif yang berarti penerimaan kas dari masing-masing kegiatan tersebut lebih kecil
dari pengeluaran kas. Ini kebalikan pola 1 di atas, sehingga dalam jangka panjang
cadangan kas yang ada akan habis.

3.

Kegiatan operasional positif sedangkan kegiatan investasi dan keuangan negatif.


Pada pola ketiga, perusahaan menggunakan kas dari operasional untuk membayar
hutang/pengembalian modal/membayar deviden dan untuk investasi. Pola ini dapat
dikatakan ideal dan banyak pengamat mengatakan ini adalah keadaan penen kas.

4.

Kegiatan operasional dan kegiatan investasi positif tetapi kegiatan keuangan negatif.
Sedangkan pada pola hasil penjualan investasi dan opersional digunakan untuk
membayar hutang mengembalikan modal.

5.

Kegiatan operasional negatif sedangkan kegiatan investasi dan keuangan positif. Ini
berarti perusahaan menggunakan sebagian investasi dan penarikan pinjaman modal
untuk membiayai operasional. Kegiatan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

6.

Kegiatan investasi negatif sementara kegiatan operasional dan keuangan positif.


Perusahaan menggunakan cash dari operasional dan pinjaman/penarikan modal untuk
melakukan investasi.

7.

Kegiatan opersional dan investasi negatif sedangkan kegiatan keuangan positif.


Perusahaan melakukan kegiatan operasional dan investasi yang sebagian dibiayai
5

dengan dana pinjaman atau penarikan modal. Sebagian dana juga digunakan untuk
operasional. Kondisi ini mungkin terjadi pada perusahaan yang sedang tumbuh.
8.

Kegiatan investasi positif tetapi kegiatan operasional dan keuangan negatif.


Perusahaan mungkin menjual investasi/aktiva tetap untuk memenuhi kebutuhan
operasional dan pembayaran hutang/pembayaran ke pemilik.

5. Contoh Laporan Arus Kas pada LPD

LPD DESA ADAT PECATU


LAPORAN ARUS KAS
UNTUK PERIODA YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2006
( Dalam ribuan rupiah )
No
I.

II.

III.
IV.
V.
VI

Pendapatan Operasional
1 Hasil bunga
a.
Pinjaman
b.
Bank
2 Ongkos administrasi
3 Pendapatan operasional lainnya
Biaya operasional
1 Biaya bunga
1.1 Tabungan
1.2 Sibermas
1.3 Simpanan berjangka
2 Pegawai
Penyusutan inventaris
Piutang ragu-ragu
Kantor dan perjalanan
Pemeliharaan
Biaya operasional lainnya
Laba operasional (1-2)
Rugi operasional
Laba tahun lalu
Laba tahun berjalan
Pajak penghasilan
Laba bersih

7,984,349
737,422
616,483
270,938

1,202,764
320,059
1,892,039
1,503,201
95,064
283,249
698,117
107,229

DAFTAR REFERENSI
LPD DESA ADAT PECATU, BADUNG, BALI
PSAK No. 2 (Revisi 2009) tentang Laporan Arus Kas
http://dasar-akuntansi.blogspot.com/2009/09/laporan-arus-kas.html