Anda di halaman 1dari 9

I.

PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Sejumlah gugus fungsi organik dapat ditentukan dengan titrasi
asam basa, asam karboksilat, R-COOH, umunya mempunyai nilai pK b,
sekitar 4 sampai 6 dan siap dititrasi. Gugus alifatik, seperi CH 3NH2+
umumnya mempunyai nilai pKb, sekitar 5 dan bisa dititrasi langsung
dengan asam standar. Amida aromatik, seperti anilin, C 6H5NH2+
mempunyai nilai pKb sekitar 10 dan terlalu lemah untuk dititrasi dalam
larutan berair (Day, 2002)
Gugus fungsi amida yang menghubungkan dua asam amino disebut
ikatan peptida (peptide linkage) dan molekul yang dihasilkan ialah
dipeptida yang dalam hal ini adalah glikisin. Karena kedua ujung
molekul itu masih memiliki gugus asam karboksilat dan amina, reaksi
kondensasi lebih lanjut untuk membentuk suatu polipeptida, yaitu polimer
polimer yang terdiri asam banyak asam amino (Oxtoby, 2003).
Berdasarkan uraian diatas maka perlu dilaksanakan pratikum
mengenai uji-uji gugus fungsi (reaksi pada gugus amina dan amida).
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada praktikum uji-uji gugus fungsi yaitu
sebagai berikut :
1. Bagaimana reaksi terhadap terhadap gugus hidroksil terhadap
gugus amina dan amida ?

2. Bagaimana mengidentifikasi adanya gugus karbonil dalam


senyawa keton dan aldehid pada gugus amina dan amida ?
3. Bagaiman mengidentifikasi adanya gugus amina dan amida secara
fisik dan kimia ?
C. Tujuan Praktikum
Manfaat yang ingin dicapai pada praktikum uji-uji gugus fungsi
yaitu sebagai berikut:
1. Untuk mengamati berbagai reaksi terhadap gugus hidroksil
terhadap gugus amina dan amida
2. Untuk mengidentifikasi adanyagugus karbonil dalam senyawa
keton dan aldehid pada gugus amina dan amida
3. Untuk mengidentifikasi adanya gugus amina dan amida secara fisik
dan kimia
D. Manfaat Praktikum
Manfaat yang diperoleh dalam pratikum uju-uji gugus fungsi yaitu
sebagai berikut :
1. Dapat mengamati berbagai reaksi terhadap gugus hidroksil terhadap
2.

gugus amina dan amida


Dapat mengidentifikasi adanyagugus karbonil dalam senyawa keton

dan aldehid pada gugus amina dan amida


3. Dapat mengidentifikasi adanya gugus amina dan amida secara fisik dan
kimia

I. TINJAUAN PUSTAKA

A. Gugus fungsi
Gugus fungsional suatu molekul mempengaruhi kelarutan dan
reakvitasnya. senyawa yang mengandung muatan atau polar dapat larut
dalam air misalnya alkohol atau gugus hidroksil dari pada gugus yang
tidak bermuatan atau nonpolar misalnya hidrokarbon. Alkohol merupakan
turunan dari hidrokarbon yang memiliki satu atau lebih gugus OH,
sedangakan hidrokarbon adalah senyawa yang terdiri dari atom karbon (C)
dan atom hidrogen (H) (Marks,et al.,1996).
Gugus fungsi merupakan gugus yang memberikan karakteristik
kepada senyawa organik. Jika suatu senyawa organik mempunyai lebih
dari satu gugus fungsi maka senyawa itu akan mempunyai sifat-sifat atau
karakteristik dari kedua gugus fungsi tersebut. Pada senyawa organik yang
terjadi secara alami memiliki lebih dari satu gugus fungsi (Matsjeh, 1994).
B. Karbohidrat / glukosa

Karbohidrat merupakan senyawa karbon, hidrogen, dan oksigen


yang terdapat dialam dengan rumus CHO. karbohidrat biasa disebut
dengan sakarida, karbohidrat memiliki rasa manis sehingga sering
dikaitkan dengan gula. karbohidrat banyak terdapat dalam bahan
nabati.karbohidrat atau sakarida memiliki jenis-jenis salah satunya yaitu
glukosa. Glukosa digunakan mahkluk hdup sebagai sumber energi karena
merupakan komponen utama gula darah (Marzuki,2010)
Glukosa adalah monosakarida berkarbon enam (heksosa) yang
digunakan sebagai sumber dasar energi oleh kebanyakan sel heterotrofik.
Karbohidrat murni mempunyai rumus empiris (CH2O)n (Stansfield, 2006).

III. METODE PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan Praktikum


Praktikum Uji-uji gugus fungsi dilaksanakan pada hari Kamis,
tanggal 2 Maret 2015, pukul 14:00-17:00 WITA, Bertempat di
Laboratorium Biologi, Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam Universitas Halu Oleo, Kendari.
B. Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada praktikum uji-uji gugus fungsi dapat
dilihat pada tabel 1
Tabel 1.Alat dan kegunaan
No
.
1
1.
2.
3.
4.

Nama Alat

Jumlah

2
Tabung reaksi
Pipet tetes 10 ml
Kamera
Rak tabung

3
6
3
2
1

Kegunaan
4
Untuk mereaksikan larutan
Untuk mengambil larutan
Untuk mengambil gambar.
sebagai tempat duduknya
tabung

Bahan-bahan yang digunakan pada prakrikum sistem reproduksi


hewan dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Bahan dan kegunaan
No
.
1
1.
2.

Nama Bahan
2
Reagen tollens
Glukosa

Jumlah
3
2 ml
5-15

Kegunaan
4
Sebagai bahan pereduksi
Sebagai bahan pereduksi

3.
4.
5

Aseton
Formalin
Urea

5-15
5-15
1 gram

Sebagai bahan pereduksi


Sebagai bahan pereduksi
Sebagai bahan reaksi

C. Prosedur Kerja
Prosedur kerja pada praktikum uji - uji gugus fungsi yaitu sebagai
berikut :

Tabung
Di isi
Reaksi
1 gram Urea
Kertas
Lakmus

Dipanaskan dan Diamatai

perubahanny
a

IV. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan
Gugus amina dan amida
Reaksi gugus amina dan amida digunakan sebagai proses hidrolisi
yang diamati gugus hidrolisis berdasarkan aroma dan PH. Mrmasukan 1
tetes gram urea kedalam tabung reaksi,pada mulut tabung disimpankan
lakmus merah yang sudah dibasahi air,memanaskan tabung hingga lakmus
berubah menjadi biru karena urea yang telah mencair akan mengeluarkan
cairan amoniak setelah selang waktu 5 menit aromanya amoniak dan PH
nya basa. dengan persamaan reaksi
RNH2 + H2O
RNH3+ + OHB. Pembahasan
Amida terbentuk apabila suatu asam bereaksi dengan amina.
Reaksi serupa menyebabkan terbentuknya fosfoester dari asam fosfat dan
alkohol dan oleh reaksi dua asam untuk menghasilkan anhidrida, jenis
amida yang lain senyawa biasanya berkondensasi dengan mengeliminasi
air. Misalnya dua asam amino berkondensasi membentuk suatu ikatan
peptida (marks, 1996)
Pengamatan pada reaksi gugus amina dan amida yaitu suatu proses
pembakaran spritus dengan lakmus menggunakan urea, dimna urea
dimasukan dimasukan kedalam tabung reaksi sebanyak 1 gram, pada
mulut tabung ditaruh lakmus merah yang sudah dibasahi menggunakan
air,kemudian tabung dipanaskan menggunakan spritus hingga lakmus
berubah menjadi biru karena urea yang telah mencair nanti akan

mengeluarkan aroma amoniak, selang beberapa menit lamkmus berubah


menjadi biru dan aromanya merubah menjadi amoniak ini disebabkan
karena urea telah bersifat basa.

V. PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan pada pratikum uji-uji gugus fungsi
(Gugus amina dan amida) yang telah dilaksanakan maka dapat
disimpulkan yaitu sebagai berikut :
1. Reaksi terhadap gugus fungsi pada karbonil dalam senyawa keton dan
aldehid dapat dilakukan dengan uji fehling dan benedict
2. Mengidentifikasi aldehid dan keton menggunakan pereaksi fehling dan
benedict. Senyawa keton menggunakan aseton direaksikan dengan

pereaksi ini ditandai dengan warna biru. Sedangkan senyawa aldehid


yang dihasikan dengan pereaksi ini yaitu glukosa menghasilkan warna
merah bata.
3. mengidentifikasi gugus amina dan amida menggunakan urea dengan
laruta beraoma amoniak dan PH bersifat basa
A. Saran
Saran yang dapat disampaikan pada pratikum uji - uji gugus fungsi
(pereaksi tollens) yaitu agar praktikan lebih teliti dalam melakukan pratikum
dan untuk praktikum kedepan agadar ketelitiannya lebih ditingkatkan.

DAFTAR PUSTAKA
Day, Jr.,Underwood, 2002, Analisis Kimia Kuantitatif Edisi Keenam,
Erlangga, Jakarta.
Herdian, Atie., Ahmad M., Omay S., 2010, Sintesis dan Karakteristik Kristal
Cair Ionik Berbasis Garam Patty Imibazolium Sebagai Elektrolit
Redoks Pada Sel Surya Tersensitasi Zat Warna, Jurnal Sains dan
Teknologi Kimia, 1(1), 2087:7412
Marks, D.,B., Allan D. Marks., Colleen M. smith.,1996,Biokimia
Kedokteran Dasar, EGC, Jakarta.
Marzuki I., Amirullah., Fitriana., 2010, Kimia dalam keperawatan, Pustaka
as salam, Sulawesi selatan.
Oxtoby., Gillis., Nactrieb., Suminar., 2003, Prinsip-prinsip Kimia Modern
Edisi keempat Jilid 2, Erlangga, Jakarta.
Stansfield W., Raul C., Jaime C.,2006, Biologi Molekuler dan Sel, Erlangga
Jakarta.