Anda di halaman 1dari 3

Proses Terjadinya Kesemutan

Kesemutan terjadi karena adanya hambatan pada hantaran pesan oleh syaraf ke otak. Sensasi
normal hilang saat adanya hambatan tersebut sehingga dapat terjadi kebas atau baal. Saat
hambatan terlepas dan syaraf mulai mengirim pesan lagi ke otak, pada saat itu lah terjadi
kesemutan. Hambatan dapat terjadi karena posisi tubuh, tapi dapat juga terjadi karena kerusakan
syaraf atau masalah pada otak. Dapat juga terjadi karena hal-hal lain yang akan kita bahas di
bawah.
Penyebab-Penyebab Kesemutan
Kesemutan yang sebentar
Biasa terjadi karena posisi tubuh, tungkai, kaki, lengan, atau tangan sedemikian rupa sehingga
terjadi penekanan pada daerah tertentu. Kesemutan akan hilang bila posisi tubuh diperbaiki.
Dapat juga terjadi kesemutan di sekitar bibir saat hiperventilasi, yang akan hilang bila nafas
kembali normal.
Kesemutan yang lama
1. Terjadi pada kasus jepitan syaraf pada ruas tulang punggung karena masalah pada tulang
punggung. Kesemutan akan terasa distal dari jepitan. Misal jepitan di daerah leher, maka
kesemutan dapat terjadi di leher, bahu, lengan tangan sampai dengan jari.
2. Sciatica. Tungkai dan kaki dipersyarafi oleh syaraf sciatica yang keluar dari ruas tulang
punggung. Bila terjadi jepitan akan menyebabkan kesemutan dari pantat, paha, sampai ke
ujung jari kaki.
3. Carpal tunnel syndrome. Jepitan syaraf pada terowongan carpal di pergelangan tangan.
Kesemutan dapat terjadi dari pergelangan tangan hingga ke ujung jari.
4. Kencing Manis. DM dapat merusak pembuluh darah kapiler yang mensuplai darah ke
syaraf pada jari tangan atau kaki. Maka kesemutan dapat terjadi pada jari-jari tersebut
yang disebut dengan peripheral neuropathy.
5. Penyakit syaraf. Termasuk di dalamnya stroke, multiple sclerosis, dan tumor otak.
Kondisi ini dapat merusak syaraf dan menimbulkan kesemutan.
6. Pengaruh obat-obatan. Termasuk di dalamnya obat-obat chemotherapy, antiretroviral
(obat HIV) dan metronidazole.
7. Trauma. Bila trauma menyebabkan kerusakan pada ujung syaraf, maka akan dirasakan
kesemutan di daerah yang terkena.
8. Neuritis. Peradangan yang terjadi pada syaraf yang biasanya disebabkan oleh konsumsi
alkohol, zat-zat berbahaya dalam asap rokok, infeksi oleh virus atau bakteri, dan anemia
defisiensi vitamin B12.

Kapan Mencari Pertolongan Medis


1. Bila terjadi kesemutan, tapi Anda merasa tidak menekan bagian tubuh tertentu.
2. Bila kesemutan sangat sering dirasakan, atau selalu hilang timbul.
3. Bila intensitas kesemutan terasa makin lama makin kuat.

Pemeriksaan Penunjang Diagnosis


1. Pemeriksaan darah untuk melihat ada tidaknya diabetes dan anemia defisiensi B12.
2. Pemeriksaan jantung dan sistem syaraf.
Penanganan Kesemutan
Akan sangat tergantung dari penyebab terjadinya kesemutan.
Dilakukan Sendiri

Bila karena ada bagian tubuh yang terhimpit sebelum terjadi kesemutan, maka coba lah
untuk memperbaiki posisi tubuh, atau longgarkan pakaian dan sepatu Anda.

Bila terjadi di tangan atau kaki, kibaskan tangan atau kaki tersebut. Serta dapat dilakukan
pijatan-pijatan pada daerah yang kesemutan.

Bila sedang mengendarai kendaraan, cobalah untuk menepi, keluar dari kendaraan,
perbaiki posisi tubuh dan lakukan gerakan-gerakan senam ringan.

Bila karena suatu kondisi medis seperti di atas. Istirahat adalah tindakan yang bijaksana
untuk mengurangi beban pada bagian tubuh yang sedang bermasalah.

Bila karena suatu penyakit, maka yang harus dilakukan adalah menangani penyakit
tersebut semaksimal mungkin sesuai anjuran dokter.

Dapat mengkonsumsi obat-obatan anti-inflamasi yang dijual bebas.

Dilakukan Dokter

Dokter akan meminta Anda untuk lebih banyak mengistirahatkan bagian tubuh yang
sering terjadi kesemutan.

Mungkin juga untuk dianjurkan untuk menjalani Fisioterapi bila penyebabnya dapat
ditangani dengan Fisioterapi.

Memberikan obat anti-inflamasi untuk mengurangi keluhan terutama untuk kesemutan


yang kronis.

Melakukan operasi pada kasus kesemutan yang disebabkan oleh jepitan syaraf seperti
carpal tunnel syndrome, sciatica, dll., bila sudah tidak ada kemajuan ditangani dengan
cara non operatif.

Pencegahan Kesemutan
1. Bila terjadi karena suatu kondisi medis dan penyakit, maka jalankanlah segala sesuatu
sesuai anjuran dokter.
2. Bila Anda sering terkena kesemutan, dan sudah dipastikan tidak ada penyakit khusus
yang menyebabkannya, cobalah untuk rajin melakukan senam seperti yoga atau Pilates.
3. Kurangi resiko masalah tulang punggung dengan menghindari mengangkat beban berat
melebihi kebiasaan Anda dan perbaiki postur tubuh Anda saat duduk.
4. Hindari gerakan-gerakan berulang.
5. Beristirahatlah bila Anda sudah merasa lelah.
6. Hindari konsumsi alkohol.
7. Berhenti merokok dan jauhi asap rokok orang lain.
8. Sempurnakan diet Anda agar tidak terjadi defisiensi vitamin B12 atau minum suplemen
vitamin secara rutin.