Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

PEMBANGKIT ENERGI ELEKTRIK

KELOMPOK 4:
DIKA MEDYANDA (1210952036)
HERRIZON OKTO YASKIE (1210952009)
M. DANY (1210952032)
RIDWAN FAHRIL (1210952007)
HERWIN (1210953045)

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2015

PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU


1. PENGERTIAN ANGIN
Angin adalah udara yang bergerak diakibatkan oleh rotasi bumi dan juga karena
adanya perbedaan tekanan udara di sekitarnya. Angin akan bergerak dari tekanan tinggi
ke tekanan yang rendah. Apabila dipanaskan, udara memuai. Udara yang telah memuai
menjadi lebih ringan sehingga naik. Apabila hal ini terjadi, tekanan udara turun kerena
udaranya berkurang. Udara dingin di sekitarnya mengalir ke tempat yang bertekanan
rendah tadi. Udara menyusut menjadi lebih berat dan turun ke tanah. Di atas tanah udara
menjadi panas lagi dan naik kembali.
2. FAKTOR TERJADINYA ANGIN
Angin dapat disebabkan oleh beberapa hal antara lain:
a. Perbedaan temperatur
Udara akan mengalami pemuaian saat mengalami pemanasan, sehingga udara
menjadi lebih ringan dan tekanan menurun. Udara dingin yang berada di
sekitarnya akan mengalir ke daerah yang bertekanan rendah tersebut.
b. Letak tempat
Kecepatan angin di dekat khatulistiwa lebih cepat dari yang jauh dari garis
khatulistiwa.
c. Ketinggian geografis
Semakin tinggi tempat, semakin kencang pula pula angin yang bertiup karena
dipengaruhi gaya gesekan yang menghambat laju udara. Semakin tinggi suatu
tempat, gaya gesekan ini semakin kecil.
Angin sangat bermanfaat jika dikumpulkan sehingga diperoleh tenaga angin.
Kebanyakan tenaga angin modern dihasilkan dalam bentuk listrik dengan mengubah
rotasi dari pisau turbin menjadi arus listrik dengan menggunakan generator listrik.
Pemanfaatan itulah yang diterapkan sebagai pembangkit listrik tenaga angin.
3. PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU / ANGIN
Pembangkit listrik tenaga angin adalah suatu pembangkit listrik dengan mengubah
angin sebagai sumber energi kinetik menjadi energi mekanik oleh balde/bilah turbin yang
dicoupling dengan generator untuk menghasilkan energi listrik. Sistem pembangkitan
listrik menggunakan angin sebagai sumber energi merupakan sistem alternatif yang
sangat berkembang pesat, mengingat angin merupakan salah satu energi yang tidak
terbatas di alam. Bentuk utama dari pembangkit listrik jenis ini adalah generator yang
dihubungkan ke turbin angin yang digerakkan oleh angin.

Pembangkit listrik tenaga angin memiliki beberapa bagian antara lain:


1. Turbin
Berfungsi untuk mengubah energi kinetik dari angin menjadi energi kinetik dengan
menggerakkan bilah turbin tersebut. Bilah turbin didesain sedemikian rupa dengan
kemiringan tertentu sehingga gaya dorong dari angin tersebut bisa memutar turbin.
Turbin angin terdiri dari 2 jenis yaitu turbin angin sumbu horizontal dan turbin angin
sumbu vertikal.
a. Turbin angin sumbu horizontal
Turbin angin sumbu horizontal ini adalah turbin angin yang paling umum
digunakan. Turbin ini terdiri dari sebuah menara yang mencapai ketinggian
gedung 20 tingkat yang di puncaknya terdapat sebuah baling-baling yang
berfungsi sebagai penggerak rotor dari generator yang dihadapkan atau
membelakani arah angin. Turbin ini umumnya memiliki 2 atau 3 bilah balingbaling.
Karena sebuah menara menghasilkan turbulensi di belakangnya, turbin biasanya
diarahkan melawan arah anginnya menara. Bilah-bilah turbin dibuat kaku agar
mereka tidak terdorong menuju menara oleh angin berkecepatan tinggi. Sebagai
tambahan, bilah-bilah itu diletakkan di depan menara pada jarak tertentu dan
sedikit dimiringkan.
Turbin angin horizontal memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan antara
lain:
Kelebihan:
- Dasar menara yang tinggi membolehkan akses ke angin yang lebih kuat di
tempat-tempat yang memiliki geseran angin (perbedaan antara laju dan arah
angin antara dua titik yang jaraknya relatif dekat di dalam atmosfer bumi. Di
sejumlah lokasi geseran angin, setiap sepuluh meter ke atas, kecepatan angin
meningkat sebesar 20%.

Kekurangan
-

Menara yang tinggi serta bilah yang panjangnya bisa mencapai 90 meter sulit
diangkut. Diperkirakan besar biaya transportasi bisa mencapai 20% dari

seluruh biaya peralatan turbin angin.


TASH yang tinggi sulit dipasang, membutuhkan derek yang yang sangat
tinggi dan mahal serta para operator yang tampil.

Konstruksi menara yang besar dibutuhkan untuk menyangga bilah-bilah yang

berat, gearbox, dan generator.


TASH yang tinggi bisa memengaruhi radar airport.
Ukurannya yang tinggi merintangi jangkauan pandangan dan mengganggu

penampilan lansekap.
TASH membutuhkan mekanisme kontrol yaw tambahan untuk membelokkan
kincir ke arah angin.

Gambar 1: The Altamont Pass, ladang angin California di USA


b. Turbin Angin Sumbu Vertikal
Turbin angin sumbu vertikal/tegak (atau TASV) memiliki poros/sumbu rotor
utama yang disusun tegak lurus. Kelebihan utama susunan ini adalah turbin tidak
harus diarahkan ke angin agar menjadi efektif. Kelebihan ini sangat berguna di
tempat-tempat

yang

arah

anginnya

sangat

bervariasi.

TASV

mampu

mendayagunakan angin dari berbagai arah.


Turbin angin sumbu vertikal juga memiliki 2 jenis, yaitu:
- Turbin Darreius
Turbin Darrieus mula-mula diperkenalkan di Perancis pada sekitar tahun
1920-an. Turbin angin sumbu vertikal ini mempunyai bilah-bilah tegak yang
berputar kedalam dan keluar dari arah angin (Daryanto, 2007). Contoh turbin
Darrieus ditunjukkan pada Gambar 2.

Gambar 2: Turbin Darreius


Turbin savonius
Turbin Savonius diciptakan pertama kali di negara Finlandia dan berbentuk S
apabila dilihat dari atas. Turbin jenis ini secara umumnya bergerak lebih
perlahan dibandingkan jenis turbin angin sumbu horizontal, tetapi
menghasilkan torsi yang besar. Contoh turbin Savonius ditunjukkan pada
Gambar 3.

Gambar 3: Turbin Savonius


Turbin angin sumbu vertikal memiliki kelebihan dan kekurangan:

Kelebihan TASV:
- Tidak membutuhkan struktur menara yang besar.
- Karena bilah-bilah rotornya vertikal, tidak dibutuhkan mekanisme yaw.
- Sebuah TASV bisa diletakkan lebih dekat ke tanah, membuat pemeliharaan
-

bagian-bagiannya yang bergerak jadi lebih mudah.


TASV memiliki sudut airfoil (bentuk bilah sebuah baling-baling yang terlihat
secara melintang) yang lebih tinggi, memberikan keaerodinamisan yang

tinggi sembari mengurangi drag pada tekanan yang rendah dan tinggi.
Desain TASV berbilah lurus dengan potongan melintang berbentuk kotak
atau empat persegi panjang memiliki wilayah tiupan yang lebih besar untuk

diameter tertentu daripada wilayah tiupan berbentuk lingkarannya TASH.


TASV memiliki kecepatan awal angin yang lebih rendah daripada TASH.

Biasanya TASV mulai menghasilkan listrik pada 10 km/jam (6 m.p.h.)


TASV biasanya memiliki tip speed ratio (perbandingan antara kecepatan
putaran dari ujung sebuah bilah dengan laju sebenarnya angin) yang lebih
rendah sehingga lebih kecil kemungkinannya rusak di saat angin berhembus

sangat kencang.
TASV bisa didirikan pada lokasi-lokasi dimana struktur yang lebih tinggi

dilarang dibangun.
TASV yang ditempatkan di dekat tanah bisa mengambil keuntungan dari
berbagai lokasi yang menyalurkan angin serta meningkatkan laju angin

(seperti gunung atau bukit yang puncaknya datar dan puncak bukit),
TASV tidak harus diubah posisinya jika arah angin berubah.
Kincir pada TASV mudah dilihat dan dihindari burung.

Kekurangan TASV:
- Kebanyakan TASV memproduksi energi hanya 50% dari efisiensi TASH
-

karena drag tambahan yang dimilikinya saat kincir berputar.


TASV tidak mengambil keuntungan dari angin yang melaju lebih kencang di

elevasi yang lebih tinggi.


Kebanyakan TASV mempunyai torsi awal yang rendah, dan membutuhkan

energi untuk mulai berputar.


Sebuah TASV yang menggunakan kabel untuk menyanggahnya memberi
tekanan pada bantalan dasar karena semua berat rotor dibebankan pada
bantalan. Kabel yang dikaitkan ke puncak bantalan meningkatkan daya

dorong ke bawah saat angin bertiup.


2. Generator
Ini adalah salah satu komponen terpenting dalam pembuatan sistem turbin angin.
Generator ini dapat mengubah energi gerak menjadi energi listrik. Prinsip kerjanya

dapat dipelajari dengan menggunakan teori medan elektromagnetik. Singkatnya,


(mengacu pada salah satu cara kerja generator) poros pada generator dipasang
dengan material ferromagnetik permanen. Setelah itu disekeliling poros terdapat
stator yang bentuk fisisnya adalah kumparan-kumparan kawat yang membentuk
loop. Ketika poros generator mulai berputar maka akan terjadi perubahan fluks pada
stator yang akhirnya karena terjadi perubahan fluks ini akan dihasilkan tegangan dan
arus listrik tertentu. Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan ini disalurkan melalui
kabel jaringan listrik untuk akhirnya digunakan oleh masyarakat. Tegangan dan arus
listrik yang dihasilkan oleh generator ini berupa AC(alternating current) yang
memiliki bentuk gelombang kurang lebih sinusoidal.
4. KOMPONEN TURBIN ANGIN
Turbin angin memiliki beberapa komponen pendukung agar proses pengkonversian
energi kinetik yang dihasilkan oleh angin menjadi energi listrik yang dihasilkan oleh
generator dapat berjalan lancar.

Gambar 4: Komponen turbin angin


a. Anemometer
Mengukur kecepatan angindan mengirimkan data kecepatan angin ke pengontrol.
b. Blades

Berfungsi untuk menangkap energi kinetik dari angin sehingga dapat berputar.
Kebanyakan turbin baik dua atau tiga pisau.
c. Brake
Digunakan untuk menjaga putaran pada poros setelah gearbox agar bekerja pada titik
aman saat terdapat angin yang besar. Jika angin yang diterima melebihi batas
kemampuan turbin maka akan terjadi overheat, rotor breakdown, kawat pada
generator putus karena tidak dapat menahan arus yang cukup besar.
d. Controller
Mengontrol mesin mulai dengan kecepatan 8-16 mil per jam (mph) hingga 55 mph
e. Gearbox
Berfungsi untuk mengubah kecepatan dari poros turbin ke poros generator. Saat
turbin berputar perlahan, maka gearbox dapat mempercepat perputaran poros ke
generator hingga kecepatan rotasi yang dibutuhkan oleh sebagian besar generator
untuk menghasilkan listrik.
f. Generator
Biasanya menggunakan generator induksi yang menghasilkan listrik 60 siklus listrik
AC.
g. High speed shaft
Yaitu poros yang memutar generator. Generator membutuhkan kecepatan yang lebih
besar untuk menghasilkan energi listrik.
h. Low speed shaft
Poros dari turbin.
i. Nacelle
Merupakan chasing yang berada di atas menara yang berisi gearbox, poros kecepatan
rendah dan tinggi, generator, kontroler dan rem.
j. Pitch
Yaitu bagian yang berfungsi untuk memutar blades agar perputaran rotor dapat
terkontrolagar tidak berputar terlalu tinggi atau terlalu rendah.
k. Rotor
Merupakan satu kesatuan antara blades turbin dengan poros kecepatan rendah.
l. Tower
Menara yang terbuat dari baja tabung dan beton. Menara tinggi memungkinkan
turbin menangkap udara lebih banyak dan menghasilkan energi lebih banyak.
m. Wind vane
Sebagai sensor yang berkomunikasi dengan yaw drive untuk menggerakkan turbin ke
arah angin yang sesuai.
n. Yaw drive
Sebagai penerus gerak dari yaw motor untuk memutar turbin ke arah angin yang
tepat
o. Yaw motor
Sebagai penggerak utama dari yaw
p. Penyimpanan energi

Karena keterbatasan ketersediaan energi angin, maka supply listrik yang dihasilkan
juga akan terbatas. Oleh karena itu dibutuhkan suatu media penyimpanan energi
(back up energy). Ketika beban penggunaan daya listrik masyarakat meningkat atau
ketika kecepatan angin suatu daerah sedang menurun, maka kebutuhan permintaan
akan daya listrik tidak dapat terpenuhi. Oleh karena itu kita perlu menyimpan
sebagian energi yang dihasilkan ketika terjadi kelebihan daya pada saat turbin angin
berputar kencang atau saat penggunaan daya pada masyarakat menurun.
5. PROSES PEMBANGKITAN LISTRIK TENAGA ANGIN
Suatu pembangkit listrik dari energi angin merupakan hasil dari penggabungan dari
bebrapa turbin angin sehingga akhirnya dapat menghasilkan listrik.
Cara kerja dari pembangkitan listrik tenaga angin ini yaitu awalnya energi angin
memutar turbin angin. Turbin angin bekerja berkebalikan dengan kipas angin (bukan
menggunakan listrik untuk menghasilkan listrik, namun menggunakan angin untuk
menghasilkan listrik). Kemudian angin akan memutar sudut turbin, lalu diteruskan untuk
memutar rotor pada generator di bagian belakang turbin angin. Generator mengubah
energi gerak menjadi energi listrik dengan teori medan elektromagnetik, yaitu poros pada
generator dipasang dengan material ferromagnetik permanen. Setelah itu di sekeliling
poros terdapat stator yang bentuk fisisnya adalah kumparan-kumparan kawat yang
membentuk loop. Ketika poros generator mulai berputar maka akan terjadi perubahan
fluks pada stator yang akhirnya karena terjadi perubahan fluks ini akan dihasilkan
tegangan dan arus listrik tertentu. Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan ini
disalurkan melalui kabel jaringan listrik untuk akhirnya digunakan oleh masyarakat.
Tegangan dan arus listrik yang dihasilkan oleh generator ini berupa AC (alternating
current) yang memiliki bentuk gelombang kurang lebih sinusoidal. Energi Listrik ini
biasanya akan disimpan kedalam baterai sebelum dapat dimanfaatkan.
6. PERSAMAAN RUMUS
RUMUS
Sebagaimana diketahui menurut fisika klasik energi kinetik dan sebuah benda
dengan massa m dan kecepatan v adalah E = 0,5 mv2, dengan ketentuan, kecepatan v
tidak mendekati kecepatan cahaya. Rumus itu berlaku juga untuk angin, yang
merupakan udara yang bergerak.
Sehingga
E = 0,5 m.v2
dengan
E = Energi
(joule);
m = massa udara
(kg);
v = kecepatan angin (mldetik).

Bilamana suatu blok udara, yang mempunyai penampang A m2, dan bergerak
dengan kecepatan v m/detik, maka jumlah massa, yang melewati sesuatu tempat adalah:
m = A.v.q
(kg/det)
dengan
A = penampang
(m2)
v = kecepatan (m/det);
q = kepadatan udara (kg/rn3);
Dengan demikian maka energi yang dapat dihasilkan per satuan waktu adalah:
P = E per satuan waktu
= 0,5 q.A.V3 per satuan waktu
dengan
P
= daya (W);
F
= energi
(J);
q
= kepadatan udara
(kg/rn3);
A
= penampang (in2);
v
= kecepatan (mldet).
Untuk keperluan praktis sering dipakai rumus pendekatan berikut:
P = k.A.v3
dengan
P
= daya (kW);
k
= suatu konstanta
(l,37.10~);
A
= luas sudu kipas
(in2);
v
= kecepatan angin
(km/jam).
Walaupun dalam rumus di atas besaran-besaran k dan A digambarkan sebagai
konstanta-konstanta, pada asasnya dalam besaran k tercermin pula faktor-faktor seperti
geseran dan efisiensi sistem, yang mungkin juga tergantung dan kecepatan angin v.
Sedangkan luas A tergantung pula misalnya dan bentuk sudu, yang juga dapat berubali
dengan besaran v. Oleh karena itu untuk suatu kipas angin tertentu, besaran-besaran k
dan A dapat dianggap konstan hanya dalam suatu janak capai angin terbatas.
Untuk keperluan-keperluan estimasi sementara yang sangat kasar, sering dipakai
rumus sederhana berikut:
p = 0,1.v3
dengan
p = daya per satuan luas, Win2
v
kecepatan angin,
m/detik.
Rumus yang dikembangkan oleh Goldingt berbentuk:
P = k.F.A.E.v3
dengan
P = daya (kW);
k = suatu konstanta = 1,37.10-5
F = suatu faktor = 0,5926; yang merupakan bagian dari angin, yang dapat
secara maksimal dimanfaatkan dengan sebuah kipas dari tenaga angin.
A = penampang anus angin, (in2);
E = efisiensi rotor dan peralatan lainnya;
v = kecepatan angin, (km/jam).
Gaya-gaya angin yang berkerja pada sudu-sudu kincir pada asasnya terdiri atas tiga
komponen yaitu:

Gaya aksial a, yang mempunya arah sania dengan angm. Gaya ini hams
ditampung oleh poros dan bantalan.

Gaya sentrifugal s, yang memnggalkan titik tengah. BiIa kipas bentuknya

simetrik, semua gaya sentrifugal S akan saling n~niadakan atau resultantenya sania
dengan nol.

Gaya tangensial t, yang menghasilkan momen, bekeija tegak luins pada radius
dan yang mempakan gaya produktif.
Gambar 5.2 memperlihatkan sebuah kincir yang mempunyai tiga sudu dengan gayagaya a, t dan s yang bekerja pada daundaun sudu itu.

Gambar 5: Gaya-gaya yang Beketja Atas Sudu-Sudu Kincir Angin.


Untuk bentuk kincir menurut Gambar 5.2, besar gaya-gaya itu dapat dihitung dengan
rumus-rumus empiris sebagai berikut:
a 0,00142 v 2 R 2
dalam kg
RP
s 367
v1v
dalam kg, dan
2
W v2v
t 0.00219
R1
dalam kg m
dengan
P
= daya
R
= radius daun motor,
R1 = radius hingga titik berat daun;
v
= kecepatan angin,
W
= berat daun,
v1 = kecepatan relatif ujung sudu terhadap
v2 = kecepatan relatif titik berat sudu terhadap

kW;
m
m
km/jam
kg;
v;
v;

a
s
t
7.

= gaya aksial,
= gaya sentrifugal,
= nonen tangensial,

kg;
kg;
kgin.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA


ANGIN
Kelebihan:
- Energi yang digunakan merupakan energi terbarukan
- Energi angin merupakan sumber energi ramah lingkungan yang tidak mengakibatkan
emisi gas buang atau polusi udara
Kekurangan:
-

Dapat mengakibatkan gangguan visual karena ukurannya yang sangat besar

membutuhkan luas lahan yang tidak sedikit dan tidak mungkin untuk disembunyikan
Mengakibatkan derau suara / noise
Menyebabkan masalah ekologi dan keindahan
Mengurangi lahan untuk pemukiman karena ladang angin membutuhkan lahan yang

sangat besar jauh dari pemukiman.


Perputaran sudu menyebabkan pancaran matahari berkelap kelip dan mengganggu
pandangan warga

REFERENSI
Angin. http://id.wikipedia.org/wiki/Angin. Diakses 16 Maret 2015 (14.30)
How Wind Energy Works. http://eyesindesigns.com/how-wind-energy-works-designinspiration-2-11722-design.html. Diakses 16 Maret 2015 (14.45)
Pawawoi, Andi. 2013. Buku Ajar Dasar Konversi Energi. Universitas Andalas: Padang.
Pembangkit Listrik Tenaga Angin. http://lugiromadoni.blogspot.com/. Diakses 16 Maret 2015
(15.00)
Turbin Angin. http://id.wikipedia.org/wiki/Turbin_angin. Diakses 16 Maret 2015 (15.15)
Turbin Angin. http://michael-suseno.blogspot.com/2011/09/turbin-angin.html. Diakses 16
Maret 2015. (16.00)