Anda di halaman 1dari 9

Hak Dan Kewajiban / Perilaku Dalam Profesi Tenaga Farmasi ( Asisten

Apoteker )
Hak
Hak adalah sesuatu yang mutlak menjadi milik kita, merupakan kuasa untuk menerima atau
melakukan sesuatu yang semestinya diterima.
Hak yang dimiliki oleh Asisten Apoteker menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI No.
1332/MENKES/SK/X/2002 adalah sebagai berikut :
* Hak mendapatkan gaji dan tunjangan selama bekerja,
* Hak mendapatkan keuntungan yang diperoleh Apotek atau Rumah Sakit berdasarkan atas
kesepakatan dengan Pemilik Sarana Apotek atau Rumah Sakit,
* Hak mendapatkan tunjangan kesehatan,
* Hak mendapatkan libur dan cuti tahunan,
* Hak mendapatkan jaminan keselamatan pada waktu bekerja,
* Hak memilih Apotek atau Rumah Sakit dan pindah ke Apotek atau Rumah Sakit lain sesuai
dengan keinginan
Kewajiban
kewajiban adalah sesuatu yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab.
kewajiban yang dimiliki oleh Asisten Apoteker Menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI No.
1332/MENKES/X?2002 adalah sebagai berikut :
* Melayani resep dokter sesuai dengan tanggung jawab dan standar profesinya yang dilandasi
pada kepentingan masyarakat serta melayani penjualan obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter
( obat bebas atau obat bebas terbatas )
* Memberi Informasi :
1. Yang berkaitan dengan penggunaan/ pemakaian obat yang diserahkan kepada pasien.
2. Penggunaan obat secara tepat, aman dan rasional atas permintaan masyarakat.
* Menghormati hak pasien dan menjaga kerahasian identitas serta data kesehatan pribadi pasien
* Melakukan pengelolaan apotek
* Memiliki Surat Izin Kerja Asisten Apoteker (SIKAA) yang dikeluarkan pejabat yang
berwenang.
http://mhafizansari.blogspot.com/2012/10/hak-dan-kewajiban-asisten-apoteker.html
PERILAKU
Perilaku merupakan etika.
Kita harus dapat berperilaku baik kepada semua lapisan masyarakat. Dalam etika
profesi farmasi mampu menjaga hubungan baik dengan sesama profesi dalam
dunia farmasi. Saling bekerja sama dengan baik,agar keselarasan dapat terwujud.
Saling menghormati agar kepentingan masing-masing bisa terjaga.
Etika sangat mempengaruhi kehidupan kita,karena dapat memberi orientasi dalam
kita menjalani kehidupan melalui tindakan kita sehari-hari.

Dalam penerapan perilaku/etika secara umum dapat berupa teori-teori dimana kita
mengambil suatu keputusan secara etis,teori-teori etika dan prinsip moral dasar
sebagai pegangan kita untuk bertindak dalam menilai baik atau buruknya suatu
tindakan. Sedangkan secara khusus yaitu dengan kita wajib menjaga hubungan
yang baik dengan masyarakat,keluarga,negara dan lingkungan sekitar.
Dalam etika profesi kita harus mempunyai prinsip :
1. Tanggung Jawab
2. Keadilan
3. Otonomi

PROFESI ASISTEN APOTEKER

Asisten Apoteker sebagai salah satu tenaga kefarmasian yang selalu bekerja
di bawah pengawasan Apoteker yang memiliki SIA ( Surat Izin Apotek ).Pelayanan
kefarmasianyang dilakukan oleh Apoteker dan Asisten Apoteker di apotek haruslah
sesuai dengan standar profesi yang dimilikinya. Dimana seorang Apoteker dan
Asisten apoteker dituntut oleh masyarakat (pasien) untuk bekerja secara
profesional.Apabila hal ini tidak dipatuhi maka akan terjadi apa yang disebut
malpraktek atau bekerja secara buruk yang dilakukan oleh tenaga Asisten
Apoteker/Tenaga Teknis Kefarmasian yang sudah tentu hal ini akan menimbulkan
kerugian dimasyarakat juga dapat merugikan tenaga Asisten Apoteker /Tenaga
Teknis Kefarmasian itu sendiri. Untuk mengantisipasi terpenuhinya Asisten
Apoteker/Tenaga Teknis Kefarmasian bekerja secara professional dan mengantisipasi
permasalahan malpraktek yang akan terjadi, maka Persatuan Ahli Farmasi Indonesia
menyusun standar profesi dan kode etik profesi yang berlaku bagi anggota
Persatuan Ahli Farmasi Indonesia, selain itu juga memberikan kontribusi dalam
upaya pelayanan kesehatan di bidang kefarmasian dan pengembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi.
Asisten Apoteker/Tenaga Teknis Kefarmasian yang ada di Indonesia saat ini
berlatar belakang dari lulusan pendidikan Sekolah Asisten Apoteker / Sekolah
Menengah Farmasi, Politeknik Kesehatan Jurusan

Farmasi, Akademi Farmasi,

Politeknik Kesehatan Jurusan Analisa Farmasi dan Makanan (Anafarma)


Akademi Analisa Farmasi dan Makanan (AKAFARMA).

serta

a. Definisi
Standar Profesi Asisten Apoteker / Tenaga Teknis Kefarmasian adalah suatu
standar minimal

bagi para anggota Persatuan Ahli Farmasi Indonesia di

Indonesia dalam menjalankan tugas profesinya sebagai tenaga Kesehatan di


bidang kefarmasian;
Asisten Apoteker / Tenaga Teknis Kefarmasian adalah tenaga kesehatan yang
berijazah Sekolah Asisten Apoteker / Sekolah Menengah Farmasi, Politeknik
Kesehatan Jurusan Farmasi, Akademi Farmasi, Politeknik Kesehatan Jurusan
Analisa Farmasi dan Makanan, Akademi Analisa Farmasi dan Makanan sesuai
dengan peraturan perundangan yang berlaku.
Ahli Madya Farmasi adalah seorang yang telah mengikuti dan menyelesaikan
proses pendidikan selama 6 semester dengan beban studi minimal 110 SKS
teori dan praktek pada Akademi Farmasi atau Politeknik Kesehatan Jurusan
Farmasi.
Ahli Madya Analis Farmasi dan Makanan adalah seorang yang telah
mengikuti dan menyelesaikan proses pendidikan selama 6 semester dengan
beban studi minimal 110 SKS teori dan praktek pada Akademi Analisa
Farmasi dan Makanan atau Politeknik Kesehatan Jurusan Analisa Farmasi dan
Makanan.
b. Batasan dan Ruang Lingkup
Ruang lingkup pekerjaan kefarmasian meliputi ruang lingkup tanggung jawab
dan hak sebagai Asisten Apoteker/Tenaga Teknis Kefarmasian. Seluruh ruang
lingkup pekerjaan kefarmasian harus dilaksanakan dalam kerangka sistem
upaya

kesehatan

pada

pengelolaan

obat

yang

berorientasi

masyarakat sesuai kewenangan dan peraturan yang berlaku.

Lingkup Tanggung Jawab Asisten Apoteker meliputi :

kepada

Ikut bertanggung jawab dalam ketersediaan dan keterjangkauan sediaan


farmasi dan perbekalan kesehatan yang diperlukan masyarakat sesuai
kewenangan dan peraturan yang berlaku.
Ikut bertanggung jawab atas mutu, keamanan dan efektifitas sediaan
farmasi dan perbekalan kesehatan yang diberikan.
Ikut bertanggung jawab dalam memberikan informasi kepada masyarakat
sesuai

dengan

kewenangan

dan

peraturan

yang

berlaku

tentang

penggunaan sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan yang diterimanya


demi tercapainya kepatuhan penggunaan.
Memiliki tanggung jawab bersama dengan tenaga kesehatan lain dan
pasien dalam menghasilkan keluaran terapi yang optimal.

Lingkup Hak dari pekerjaan kefarmasian meliputi :


Hak untuk mendapatkan posisi kemitraan dengan profesi tenaga kesehatan
lain.
Hak untuk mendapatkan perlindungan hukum pada saat melaksanakan
praktek sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Hak untuk mendapatkan jasa profesi sesuai dengan kewajiban jasa
profesional kesehatan.
Hak untuk bicara dalam rangka menegakkan keamanan masyarakat dalam
aspek sediaan kefarmasian dan perbekalan kesehatan.
Hak untuk mendapatkan kesempatan menambah / meningkatkan ilmu
pengetahuan baik melalui pendidikan berkelanjutan (S1), spesialisasi,
pelatihan maupun seminar.
Hak untuk memperoleh pengurangan beban studi bagi yang melanjutkan
pendidikan ke jenjang S1 Farmasi

KUALIFIKASI PENDIDIKAN

Kualifikasi pendidikan Asisten Apoteker berdasarkan Peraturan Menteri


Kesehatan RI No. 679 /Menkes/IV/2003, dikelompokkan sebagai berikut :
a. Jenjang pendidikan menengah :
1. Lulusan Sekolah Asisten Apoteker
2. Lulusan Sekolah Menengah Farmasi
b.Jenjang Pendidikan Tinggi
1. Diploma III Farmasi
Lulusan Akademi Farmasi
Lulusan Politeknik Kesehatan Jurusan Farmasi
2. Diploma III Analisa Farmasi dan Makanan
http://st288350.sitekno.com/article/17219/profesi-asisten-apoteker.html

DESKRIPSI STANDAR KOMPETENSI ASISTEN


APOTEKER/TTK
DESKRIPSI STANDAR KOMPETENSI
ASISTEN APOTEKER/TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN
Deskripsi ini akan dikelompokkan berdasarkan kualifikasi pendidikan sesuai standar profesi
Asisten Apoteker tahun 2008

A. bidang apotek / apotek rumah sakit


1. Pelayanan Resep, meliputi ;
2. Mengidentifikasi isi resep
3. Melakukan konsultasi
4. Memastikan resep dapat dilayani
5. Menghitung harga resep
6. Menginformasikan harga resep
7. Menyiapkan atau meracik sediaan Farmasi

8. Memeriksa hasil akhir


9. Menyerahkan sediaan Farmasi sesuai resep disertai informasi yang diperlukan.
2. Pelayanan Non Resep, meliputi ;

Menerima permintaan pelayanan obat bebas, obat bebas terbatas dan komoditi
lain

Menganalisis permintaan

Memberikan alternative macam macam obat bebas, obat bebas terbatas dan

komoditi lain.
Menyerahkan obat bebas, bebas terbatas dan komoditi lain
Memberikan informasi obat bebas, bebas terbatas dan komoditi lain.

1. Pengelolaan sediaan Farmasi


M enyusun pesanan dan menerima sediaan Farmasi
Memeriksa sediaan Farmasi yang habis
Memeriksa dan mengendalikan sediaan Farmasi yang mendekati waktu
kadaluarsa

Memeriksa dan mengendalikan sediaan Farmasi sesuai dengan pola pembelian


konsinasi

Menyimpan sediaan Farmasi sesuai dengan golongannya.


1. Pengelolaan Dokumen

Melaksanakan tata cara menyimpan resep

Pencatatan persediaan Farmasi

Penyimpanan surat pesanan

Ikut serta dalam pencatatan dan penyimpanan laporan narkotik dan


psikotropik,
obat generic berlogo (OGB)

B. bidang toko obat


1. Pelayanan ;
1)

Menerima permintaan pelayanan obat bebas, obat bebas terbatas dan komoditi

2)
3)

lain.
Menganalisis permintaan
Memberikan alternative macam macam obat bebas, bebas terbatas dan

4)
5)

komoditi lain
Memberikan pilihan harga obat bebas, obat bebas terbatas dan komoditi lain.
Menyerahkan obat bebas, obat bebas terbatas dan komoditi lain

6)

Memberikan informasi obat bebas, obat bebas terbatas dan komoditi lain.

1)
2)
3)
4)
5)

1. Pengelolaan sediaan Farmasi :


Merencanakan kebutuhan sediaan Farmasi
Memesan sediaan Farmasi
Menerima sediaan Farmasi
Menyimpan sediaan Farmasi
Pengendalian sediaan Farmasi

1)
2)
3)

1. Pengelolaan Dokumen Bidang Toko Obat


Melaksanakan tata cara penyampaian faktur
Pencatatan persediaan Farmasi
Penyimpanan surat pesanan

C. Bidang pedagang besar farmasi


1. Pengelolaan sediaan Farmasi
M emesan dan menerima sedang Farmasi
Memeriksa sediaan Farmasi yang habis
Memeriksa dan mengendalikan sediaan Farmasi yang
mendekati waktu kadaluarsa
Menyimpan sediaan Farmasi sesuai dengan golongannya.
Menghitung harga sediaan Farmasi
Menerima pesanan sediaan Farmasi dari institusi farmasi
2. Pengelolaan Dokumen
Melaksanakan tata cara menyimpan resep
Pencatatan persediaan Farmasi
Penyimpanan surat pesanan
Ikut serta dalam pencatatan dan penyimpanan laporan
3. Marketing

Pencatatan dan pendataan konsumen


Menerima pemesanan sediaan Farmasi
Memberikan informasi harga produk / harga
Melakukan pengiriman pesanan sediaan Farmasi
Melakukan penyelesaian faktur
D. Bidang puskesmas
1. Pelayanan Resep, meliputi ;
M engidentifikasi isi resep
Melakukan konsultasi/konseling
Memastikan resep dapat dilayani
Menyiapkan atau meracik sediaan Farmasi
Memeriksa hasil akhir
Menyerahkan sediaan Farmasi sesuai resep disertai informasi yang diperlukan.

2. Pengelolaan sediaan Farmasi


M enyusun pesanan dan menerima sediaan Farmasi dan alat kesehatan
Memeriksa sediaan Farmasi dan alat kesehatan yang habis
Memeriksa dan mengendalikan sediaan Farmasi dan alat kesehatan yang mendekati
waktu kadaluarsa
Menyimpan sediaan Farmasi sesuai dengan golongannya.

3. Pengelolaan Dokumen
Melaksanakan tata cara menyimpan resep
Pencatatan persediaan, permintaan, penerimaan dan pemakaian Farmasi
Penyimpanan surat permintaan dan LPLPO
Ikut serta dalam pencatatan dan penyimpanan laporan narkotik dan psikotropik, obat
generic berlogo (OGB)

E. Bidang Industri
1. pemeriksaan mutu
Mempersiapkan reagen sesuai kebutuhan
Melakukan pemeriksaan dan pengujian bahan baku
Melakukan pemeriksaan dan pengujian produk jadi
Membuat kesimpulan pemeriksaan dan pengujian bahan baku produk jadi
Melakukan evaluasi dan monitoring menindaklanjuti produk jadi
2.

bagian produksi industri


Membaca formula dengan baik dan benar
Menghitung kebutuhan baku obat
Membuat sediaan sesuia formula
Mengerti spesifikasi alat / mesin
Mengerti spesifikasi produk dalam proses dan ruahan
Mengkoordinasi pemakaian sumber daya manusia, mesin dan bahan
Membuat laporan dibidang produksi

3.

Pengembangan produk
Ikut serta dalam perencanaan produk baru
Ikut serta melakukan percobaan sesuai literature
Ikut serta dalam pembuatan laporan

4.

bagian pengemasan
Menyiapkan kemasan sesuai produk jadi
Menyiapkan produk dan kelengkapan produk jadi
Menyortir produk jadi dengan kemasan yang tidak sesuai
Mengkoordinasi sumber daya manusia, mesin dan material

5.

bagian gudang
Melakukan administrasi bahan masuk dan keluar
Melakukan admnistrasi produk jadi masuk dan keluar
Menyediakan bahan baku dan produk jadi sesuai sesuai dengan jumlah dan waktu

yang

dibutuhkan.

F. Bidang Instalasi Perbekalan Farmasi

Ikut serta dalam perencanaan pengadaan bahan Farmasi


Memeriksa bahan sediaan Farmasi yang habis
Memeriksa dan mengendalikan sediaan Farmasi yang mendekati waktu kadaluarsa
Menyimpan sediaan Farmasi sesuai dengan golongannya
Menerima pesanan sediaan Farmasi dari sarana pelayanan kesehatan
Melaksanakan tata cara menyimpan dokumen penerimaan

http://st288350.sitekno.com/article/29524/deskripsi-standar-kompetensi-asistenapotekerttk.html