Anda di halaman 1dari 12

I.

JUDUL
Perkiraan Cadangan Gas Di Reservoir X Lapangan Y dengan
Metode Volumetrik dan Material Balance.

II.

LATAR BELAKANG PERMASALAHAN


Salah satu tugas dari seorang engineer adalah menghitung secara
periodik cadangan gas yang masih tersisa dan meramalkan umur produksi
dimasa yang akan datang dari suatu reservoir. Hal ini penting dilakukan
karena suatu reservoir

yang telah diproduksikan akan mengalami

penurunan laju produksi seiring

dengan waktu.

Cadangan dapat

didefinisikan sebagai perkiraan jumlah gas mentah, gas bumi, gas


kondensat, fasa cair yang diperoleh dari gas alam dan material lainnya
(misalnya sulfur), yang dianggap bernilai komersial untuk diambil dari
akumulasi di dalam reservoir menggunakan teknologi yang ada pada saat
itu dalam keadaan ekonomi dan dengan peraturan pemerintah yang berlaku
pada saat yang sama. Industri gas adalah industri yang padat modal dan
teknologi tinggi serta resiko tinggi. Oleh karena itu di dalam industri gas
segala sesuatunya harus dipersiapkan sebaik-baiknya. Salah satu data yang
menunjang apakah suatu lapangan gas prospek atau tidak yaitu jumlah
cadangan yang terkandung dalam suatu lapangan. Setelah mengetahui zona
prospek dari hasil interpretasi petrofisik, maka tahap selanjutnya adalah
perhitungan cadangan awal di tempat.
Faktor yang sangat penting dalam pengembangan dan perencanaan
produksi gas atau gas bumi dari suatu reservoir adalah perkiraan volume
awal hidrokarbon di tempat (initial volume in place) dan volume
hidrokarbon yang dapat diperoleh (recoverable volume). Adanya cadangan
yang terkandung dalam suatu lapangan belum tentu akan mendatangkan
keuntungan, oleh karena itu diperlukan suatu kepastian apakah sumur
tersebut ekonomis atau tidak untuk diproduksikan. Suatu lapangan
dinyatakan ekonomis atau tidak dapat diketahui dari jumlah cadangan yang
terkandung dalam reservoir. Oleh karena itu pada suatu lapangan akan
dilakukan perhitungan cadangan.

Untuk mendapatkan data yang lebih akurat tentang jumlah cadangan


yang terkandung pada suatu lapangan maka dilakukan evaluasi perhitungan
cadangan pada lapangan tersebut. Ada beberapa metode dalam perkiraan
perhitungan cadangan awal tersebut, diantaranya: Metodologi Analogi,
Metode Volumetrik, Metode Material Balance, Metode Decline Curve dan
Metode Simulasi Reservoir.
Metode Volumetrik merupakan metode yang digunakan untuk
memperkirakan bersarnya cadangan reservoir pada suatu lapangan gas atau
gas yang dilakukan di awal produksi dimana data diperoleh dari data log,
data core, perkiraan luas RF dan sifat fluidanya.
Metode Material Balance adalah metode yang digunakan untuk
memperkirakan besarnya cadangan reservoir pada suatu lapangan gas atau
gas yang telah dikembangkan dimana data-data produksi yang diperoleh
sudah cukup banyak.
III.

MAKSUD DAN TUJUAN


Maksud dari Tugas Akhir yang akan dilaksanakan adalah melakukan dan
mengetahui perkiraan cadangan gas dengan menggunakan metode
volumetrik dan material balance. Tujuan dari Tugas Akhir ini adalah untuk
mengetahui cara menentukan perhitungan perkiraan cadangan awal gas,
mengetahui jumlah cadangan gas awal dari suatu lapangan.

IV.

TINJAUAN PUSTAKA
4.1 Pengertian Cadangan
Cadangan (reserves) adalah perkiraan volume gas, kondensat,
gas alam, natural gas liquids dan substansi lain yang berkaitan yang
secara komersial dapat diambil dari jumlah yang terakumulasi di
reservoir dengan metode operasi yang ada dengan kondisi ekonomi
dan atas dasar regulasi pemerintah saat itu. Perkiraan cadangan
didasarkan atas interpretasi data geologi dan/atau engineering yang
tersedia pada saat itu.

Cadangan biasanya direvisi begitu reservoir diproduksikan


seiring bertambahnya data geologi dan engineering yang diperoleh
atau karena perubahan kondisi ekonomi.
Perhitungan

cadangan

melibatkan

ketidakpastian

yang

tingkatnya sangat tergantung pada tersedianya jumlah data geologi


dan engineering yang dapat dipercaya. Atas dasar ketersediaan data
tersebut maka cadangan digolongkan menjadi dua, yaitu proved
reserves dan unproved reserves. Unproved reserves memiliki tingkat
ketidakpastian yang lebih besar dari proved reserves dan digolongkan
menjadi probable atau possible.
4.2 Klasifikasi Reservoir Gas
Menurut fasenya, reservoir gas dibedakan secara garis
besarnya menjadi tiga kategori yaitu reservoir gas kondensat, reservoir
gas kering (dry gas reservoir) dan reservoir basah, dimana
klasifikasinya berdasarkan pada kondisi tekanan dan temperatur
reservoir dalam hubungannya dengan letaknya didaerah dua fasa (gas
atau liquid) didalam sistem diagram fasa tekanan dan temperatur.
4.2.1

Reservoir Gas Kondensat


Produksi dari reservoir jenis ini didominasi oleh gas dan

sedikit liquid, berwarna bening, memiliki API gravity hingga 60


derajat dan GOR berkisar antara 5 hingga 70 mscf/stb. Pada
kondisi awal, seperti dalam diagram fasa terletak diantara titik
kritis dan trikondenterm, fluida yang terbentuk adalah gas,
penurunan tekanan pada temperatur reservoir, akan melewati
garis dew point dan cairan terbentuk di reservoir dan sistem
pemipaan dan separator.

4.2.2

Reservoir Gas Kering


Kering disini menunjukkan gas tersusun dari fasa ringan

hydrocarbon sehingga tidak terbentuk cairan dipermukaan.

Biasanya cairan yang terbentuk dipermukaan justru air yang


terkondensasi. Dimana pada Reservoir gas kering keseluruhan
diagram berada pada temperature yang lebih rendah dari
temperature reservoir, merupakan fasa gas dalam penurunan
tekanan reservoirnya, tersusun atas fasa ringan methane sebagai
penyusun utamanya.
4.2.3

Reservoir Gas Basah


Dalam reservoir ini cairan di permukaan merupakan

kondensat dan kadang juga disebut sebagai reservoir kondensat.


Basah disini bukan berarti basah dari air tetapi basah sebagai
keberadaan kondensat di permukaan, dalam kenyataannya
reservoir ini juga mengandung air yang terlarut didalamya.
Dimana pada reservoir gas basah keseluruhan diagram berada
pada temperature yang lebih rendah dari temperature reservoir,
merupakan fasa gas dalam penurunan tekanan reservoirnya,
dalam kondisi separator merupakan dua fasa cairan dan gas
dengan sedikit cairan di permukaan, memiliki nilai GOR diatas
50,000 scf/STB, dimana cairan dengan warna bening
4.3 Sifat Fisik Gas
4.3.1 Densitas Gas
Didefinisikan sebagai massa per satuan volume. Dari
definisi ini kita dapat menggunakan persamaan keadaan untuk
menghitung densitas gas pada berbagai P dan T tertentu, yaitu:
m PM
. g= =
V RT .......
.(1)

Dimana:

m = berat gas, lb
V = Volume gas, cuft
M = berat molekul gas, lb/lb mol
P = tekanan reservoir, psia
T = temperature, oR
R = konstanta gas = 10,73 psia cuft/lb mol oR
4.3.2

Viskositas Gas
Viskositas gas adalah gesekan dalam fluida untuk

mengalir. Jika gesekan kecil, gaya shearing yang ada akan


mengakibatkan

gradient

kecepatan

besar

sehingga

mengakibatkan fluida untuk bergerak. Jika viskositas bertambah


maka masing-masing flapisan fluida mempunyai gaya gesek
yang besar pada persinggungan lapisan, sehingga kecepatan
akan menurun.
Viskositas fluida didefinisikan sebagai perbandingan
shear force per unit satuan luas dengan gradient kecepatan.
Viskositas gas dinyatakan dengan Centipoise (Cp)
4.3.3

Faktor Volume Formasi Gas (Bg)


Didefinisikan sebagai perbandingan volume gas dalam

kondisi reservoir dengan volume gas dalam kondisi permukaan.


Adapun persamaannya:
Bg = 0.0283.Z.T/P (ft3/scf)...............(1. 1)
Bg = 0.00504 Z.T/P (bbl/scf).........(1.2)
Dimana:
Bg = Faktor Volume Formasi Gas, ft3/scf atau bbl/scf
Z = Faktor Deviasi Gas
T = Temperatur, oR
P = Tekanan, psia

4.3.4

Kompressibilitas Gas (Cg)

Kompressibilitas isothermal dari gas diukur dari


perubahan volume per unit volume dengan perubahan tekanan
pada temperature konstan
4.3.5

Specific Gravity Gas


Adalah perbandingan antara berat molekul gas tersebut

terhadap berat molekul udara kering pada tekanan dan


temperature yang sama
4.4 Metode Perhitungan Cadangan
4.4.1 Metode volumetrik
Metode volumetrik adalah metode yang digunakan untuk
memperkirakan besarnya cadangan reservoir pada suatu
lapangan gas atau gas yang dilakukan di awal produksi dimana
data diperoleh dari data log, data core, perkiraan luas RF dan
sifat fluidanya. Perhitungan pengambilan maksimum suatu
reservoir

berdasarkan

metode

volumetrik

membutuhkan

perkiraan awal empat kelompok data yaitu petrofisik, fluida,


tekanan reservoir dan geometri. Dari keempat kelompok data itu
diperoleh data untuk menghitung volume awal gas atau gas di
tempat. Data yang diperoleh diantaranya:
Volume batuan reservoir (Vb), ac-ft
Porositas rata-rata ()
Saturasi air awal rata-rata (Swi)

Faktor volume formasi awal gas (B oi), bbl/STB dan faktor


volume formasi awal gas (Bgi), cuft/SCF
Adapun formula yang digunakan untuk menghitung

besarnya perkiraan cadangan gas dengan metode volumetrik


adalah
IGIP

43560.A.h. .(1-Swi)
Bgi

.......................................................................................................
(1.3)

Dimana

= Luas area (acre)

= Ketebalan, (ft)

= Porositas, (%)

Swi = Saturasi Air Awal, (%)


Bgi = Faktor Volume Formasi Gas Awal, (bbl/scf)
4.4.2

Metode Material Balance


Metode

Material

Balance

adalah

metode

yang

digunakan untuk memperkirakan besarnya cadangan reservoir


pada suatu lapangan gas ataupun gas yang telah dikembangkan
dimana data-data produksi yang diperoleh sudah cukup banyak.
Pada metode ini ada beberapa sifat fluida yang berpengaruh,
salah satunya faktor kompresibilitas (Z) yang mempunyai
definisi yaitu perbandingan antara volume yang sesungguhnya
ditempati oleh gas pada suatu tekanan dan temperatur dengan
volume yang akan ditempati oleh gas tersebut bila berkelakuan
sebagai gas ideal.
Adapun asumsi-asumsi pada Metode Material Balance
yang digunakan antara lain:

Reservoir dianggap sebagai model tanki yang mempunyai


volume tetap

Perubahan tekanan yang terjadi akan disebarkan secara


merata ke seluruh reservoir

Data PVT tersedia dan mewakili untuk reservoir yang


bersangkutan

Data produksi dan tekanan tersedia

4.4.2.1 Metode P/Z VS Gp

Initial Gas In Place dan cadangan gas dapat


ditentukan tanpa harus mengetahui harga Luas Area
(A), Ketebalan (h), Porositas (), dan Saturasi Air
(Sw). Jika data kumulatif produksi dan tekanan
reservoir cukup tersedia, yaitu dengan membuat
kesetimbangan massa atau mol dari gas.
Mol Produksi = Mol awal ditempat Mol tersisa
Plot antara P/Z vs Gp akan memeberikan garis
linier untuk reservoir gas volumetrik. Perpotongan P/Z
= 0 memberikan nilai Initial Gas In Place :
IGIP

5.615 Z. T. V. P
P. T. Z

.........................................................................................
(1.4)
P/Z
=
a
Gp
+
b
.........................................................................................
(1.5)
Jika harga P/Z = 0, maka IGIP :
IGIP

b
a

.........................................................................................
(1.6)
Dimana

Gp

= Produksi Komulatif Gas (scf)

= Tekanan (psia)

= Temperatur (oR)

= Faktor Deviasi Gas

4.4.2.2 Metode Straight Line Material Balance (Havlena


and Odeh)
Penggunaan

persamaan

material

balance

sebagai persamaan linier telah dikenal sejak tahun

1953. Namun, cara penerapan yang seperti itu tidak


begitu populer dan dikaji secara mendalam sampai
Havlena dan Odeh menyampaikan metode persamaan
linier masing-masing pada tahun 1963 dan 1964. Pada
waktu

sebelumnya,

persamaan

material

balance

umumnya digunakan dengan cara menghitung tekanan


dan produksi masing-masing untuk tiap harga tekanan.
Harga-harga pada tiap tekanan tersebut seringkali
dirata-ratakan. Havlena dan Odeh menggunakan
seluruh data tekanan dan produksi pada seluruh harga
tekanan

menggunakan

satu

persamaan

material

balance yang bersifat linier. Cara yang dipakai oleh


mereka adalah mengelompokkan drive mechanisme.
Gp

G (Bg-Bgi)
Bg

............................................................................
(1.7)
Dimana

Gp

= Cadangan Gas Awal

= Produksi Komulatif Gas

Bg

= Faktor Volume Formasi Gas

Bgi

= Faktor Volume Formasi Gas Initial.


Apabila Gp Bg diplot terhadap (Bg-Bgi), akan

didapat garis lurus dengan kemiringan sama dengan G.


4.5 Penentuan Estimate Ultimate Recovery (EUR)
Estimate Ultimate Recovery adalah perkiraan jumlah cadangan
gas yang dapat diproduksikan ke permukaan sampai batas
ekonominya dari total Initial Gas In Place.
Adapun persamaan yang digunakan untuk menentukan
Estimate Ultimate Recovery (EUR) adalah sebagai berikut:
EUR
=
IGIP
x

RF

.................................................................................................................
(1.8)
Dimana
IGIP

:
= Initial Gas In Place (scf)

RF

= Recovery Factor (fraksi)

4.6 Penentuan Recovery Factor (RF)


Recovery Factor dapat diartikan sebagai persentase jumlah gas
yang dapat diproduksikan ke permukaan.
Recovery Factor dapat ditentukan dengan persamaan:
EUR
RF
=
x
IGIP

100%

.................................................................................................................
(1.9)
Dimana
EUR

:
= Estimate Ultimate Recovery`(scf)

IGIP

= Initial Gas In Place (scf)

4.7 Penentuan Cadangan Sisa


Cadangan gas yang masih tertinggal di reservoir dan masih
dapat diproduksikan dihitung dengan persamaan:
Gsisa
=
EUR

Gp
.................................................................................................................

V.

(1.10)
Dimana
EUR

:
= Estimate Ultimate Recovery

Gp

= Cadangan gas awal

METODOLOGI PENELITIAN
Metodologi yang digunakan untuk Tugas Akhir meliputi yaitu:
1. Mengetahui data produksi berupa produksi komulatif gas (Gp),
perbandintgan gas-gas komulatif (Rp)
2. Mengetahui data reservoir berupa faktor volume formasi gas (Bg),
kompresibilitas gas (Cg), faktor deviasi gas (Z), solution gas oil ratio
(Rs), saturasi gas (Sg).

3. Mengetahui data geologi berupa ketebalan reservoir dari jarak sumur


injeksi produksi, kompresibilats formasi (Cf), tekanan reservoir awal
(Pi), jari-jari reservoir gas (r).
4. Menghitung IGIP dengan metode volumetrik.

5. Menghitung perkiraan cadangan gas dengan metode:


a. Metode P/Z Vs Gp
Menyiapkan tabulasi data produksi gas (Gp) dan data tekanan (P)
sebagai fungsi waktu dan data reservoir sebagai fungsi dari

tekanan.
Untuk setiap harga tekanan, hitung P/Z
Memplot P/Z terhadap komulatif produksi gas (Gp) dan tarik garis

linier.
Perpotongan garis linier, dengan garis P/Z = 0 adalah harga IGIP
Perpotongan antara garis linier, dengan garis P/Z abandonment

adalah harga cadangan gas.


b. Metode Havlena Odeh
Menyiapkan tabulasi data produksi gas (Gp) dengan tekanan (P)
sebagai fungsi waktu serta data reservoir berupa faktor volume

formasi gas (Bg) sebagai fungsi tekanan


Untuk setiap harga tekanan, menghitung F dan E, dimana:
F = Gp.Bg
E = (Bg Bgi)
Memplot F terhadap E, dan menarik garis linier
Menghitung kemiringan garis linier yang harganya sama dengan

IGIP
6. Menghitung Estimate Ultimate Recovery (EUR) dengan mengalikan hasil
IGIP dengan recovery factor.
7. Menentukan Recovery Factor (RF) dengan membagi EUR dengan IGIP
dikalikan 100%.
8. Menentukan Cadangan gas sisa dengan mengurangi hasil Estimate
Ultimate Recovery dengan cadangan gas awal.

VI.

FLOW CHART
Untuk lebih jelasnya metodologi di atas, telah dibuat flowchart
metodologi penelitian seperti disajikan dengan bagan pada halaman ini:
Pengumpulan Data

Data geologi, meliputi dari:


Ketebalan reservoir dari jarak
sumur injeksi-produksi, Cf, Pi, r,
Vb, A, Porositas.

Data reservoir, meliputi dari:


Sg, Bg, Cg, Z, Rs

Data produksi, meliputi


dari: Gp, Rp

Perhitungan OGIP
(Volumetrik)
Perhitungan Perkiraan Cadangan Gas
(Material Balance)

Menggunakan Metode
Havlena Odeh

Menggunakan Metode
P/Z Vs Gp

Menyiapkan tabulasi data produksi gas (Gp)


dan data tekanan (P) sebagai fungsi waktu
dan data reservoir sebagai fungsi dari
tekanan.

Memplot P/Z terhadap komulatif produksi


gas (Gp) dan tarik garis linier. Dimana :
Perpotongan antara garis linier, dengan
garis P/Z abandonment adalah harga
cadangan gas.
Perpotongan garis linier, dengan garis P/Z
= 0 adalah harga IGIP

Menyiapkan tabulasi data produksi gas


(Gp) dengan tekanan (P) sebagai fungsi
waktu serta data reservoir berupa faktor
volume formasi gas (Bg) sebagai fungsi
tekanan
Menghitung F dan E, dimana:
F = Gp.Bg
E = (Bg Bgi)

Memplot F terhadap E, dan menarik


garis linier
Menghitung kemiringan garis linier
yang harganya sama dengan IGIP

Menghitung EUR
Menentukan RF
Menentukan Cadangan Gas Sisa