Anda di halaman 1dari 58

LAPORAN PELAKSANAAN KONSELING KARIER

A. PENDAHULUAN
1. Rasional Pelaksanaan Konseling Karier
Dari
perkembangan
zaman
ini

memiliki

pengaruh

pada

perkembangan di kehidupan sehari-hari termasuk didalamnya pemilihan


pekerjaan dan perkembangan karier yang sesuai dengan diri. Pekerjaan
tidak akan bisa dipisahkan dari kehidupan individu. Terkadang pekerjaan
dan

karier

seringkali

disamakan,

pekerjaan

terdiri

dari

aspek

mengerjakan dan aspek imbalan tanpa ada aspek psikologis jadi individu
tidak membutuhkan kesenangan, kesesuaian dan pemilihan. Seseorang
bekerja karena harus dan butuh untuk bekerja. Ketika masuk pada
pekerjaan tertentu, individu kemungkinan besar akan menemukan istilah
jabatan. Jabatan merupakan tangga struktual yang boleh didaki individu
untuk bisa sampai ke tingkat teratas dalam perkembangan karier.
Sayangnya, tidak semudah pekerjaan yang bisa dilakukan begitu saja,
jabatan perlu memerlukan karakteristik lebih khusus yaitu memerlukan
pengetahuan, keterampilan, dan kecakapan individu untuk bisa naik
kelevel yang tinggi.
Dalam lingkup sempit karier dimaknai sebagai pekerjaan yang
dilakukan sebagai panggilan hidup dan pekerjaan yang meresap ke
dalam hidup, mewarnai pola pikiran, tumbuh atau berkembang sebagai
gaya hidup (life style). Secara luas Gybers (1983) menjabarkan karier ke
dalam tiga ranah yaitu pernana hidup (life role), lingkup kehidupan (life
setting) dan peristiwa hidup (live event). Jadi kombinasi aspek fisik,
psikis, sosial, edukasi dan kesempatan dalam pembentukan karier
individu pada keseluruhan jangka hidup individu (life span). Dalam
menentukan karier terkadang individu masih mengalami kesulitan atau
masalah karier dalam membuat konsep karier atau perkembangan karier
kedepan disini konseling karier berperan untuk membuat konsep karier
dan perkembangan karier kedepan. Konseling karier ini sendiri adalah
proses pemberian bantuan yang bertujuan untuk membantu individu
memfasilitasi permasalhan dalam hubungannya dengan perkembangan
1 | Page

karier (meliputi proses untuk mengenal, mengeksplorasi, memilih,


masuk menyesuaikan diri dan meningkatkan kariernya).
2. Konfidensialitas
Konfidensialitas merupakan prinsip dalam menjaga kerahasiaan
konseli. Asas kerahasiaan merupakan kode etik seorang konselor. Asas
konselor merupakan asas kunci dalam upaya konseling. Dalam hal ini
masalah yang dihadapi konseli tidak akan disampaikan kepada orang
lain yang tidak berkepentingan. Segala sesuatu yang disampaikan oleh
konseli kepada konselor akan dijaga kerahasiaannya. Jika asas ini benarbenar dilakukan maka konselor akan mendapat kepercayaan dari konseli
dan layanan konseling akan dimanfaatkan secara baik oleh konseli, akan
tetapi jika sebaliknya konselor tidak menerapkan asas kerahasiaan
tersebut maka konseli tidak akan menaruh kepercayaannya kepada
konselor dan konselor akan kehilangan dari kepercayaan konseli.
3. Identitas Konseli
a. Proses Menemukan Konseli
Konseli adalah salah satu teman konselor dimana dulu sempat
tinggal di kost yang sama. Dulu konseli pernah menceritakan
kebingungan kariernya karena jurusan konseli saat ini bukan pilihan
diri sendiri namun pilihan dari orang tua konseli dan konseli saat itu
belum memiliki pandangan mengenai kariernya kedepan. Kemudian
konselor menghubungi konseli dan membuat janji dengan konseli
untuk bertemu dan menanyakan kembali kepada konseli apakah
masih merasa bingung mengenai kariernya dan ternyata konseli
masih merasa bingung untuk menentukan kariernya. Konseli pun
bersedia untuk melakukan konseling mengenai karier dimasa depan.
b. Ringkasan Masalah
Saat ini konseli menempuh kuliah di Fakultas FKIP dengan jurusan
Bahasa Inggris semester 5, jurusan FKIP ini bukanlah keinginan
konseli sendiri tetapi keinginan dari ibu konseli dimana ibu konseli
menginginkan konseli menjadi seorang guru namun untuk jurusannya
sendiri yaitu bahasa inggris adalah keinginan konseli sendiri karena
konseli merasa menguasi atau menyukai pelajaran bahasa inggris
saat SMA. Setelah lulus kuliah konseli sudah memiliki pandangan

2 | Page

untuk menjadi guru Bahasa Inggris namun konseli bingung akan


menjadi guru di SD atau SMP karena konseli sendiri belum
mengetahui peluang kemungkinan besar untuk diterima. Sehingga
masalah

konseli

disini

masih

belum

dapat

menentukan

atau

memutuskan untuk menjadi guru SD atau SMP, jadi masalah konseli


adalah konseli tidak dapat membuat keputusan mengenai karier
(indecisiveness).
c. Identitas Konseli
Nama Lengkap
:
Nama Panggilan
:
Tempat/Tanggal Lahir :
Jenis Kelamin
:
Agama
:
Pendidikan
Alamat
:
Hobi
:
Anak ke
:
Nama Ayah
:
Pendidikan Ayah
Pekerjaan
:
Nama Ibu
:
Pendidikan
Pekerjaan Ibu
:
Latar Belakang Budaya

Diah Wahyuni
Diah
Mojokerto, 11 Juni 1994
Perempuan
Islam
: Penguruan Tinggi
Jl. Arumba, Arumba Hill Recidence
Melukis
Pertama dari satu bersaudara
Alm. Edi Suprayintho
:Kartini
: SMP
Swasta
: Jawa

B. PELAKSANAAN KONSELING KARIER


1. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Pertemuan dengan konselo dilaksanakan sebagai berikut :
Hari / Tanggal
Kamis, 4 Des

Waktu
13.00

Tempat
Di Kos Konseli

Keterangan
Sesi I, Wawancara

2014
Jumat, 5 Des

14.00
13.00

Dirumah

awal dan Asesmen


Sesi II, Hasil

2014

14.00

Konselor

asesmen & Goal

Jumat, 19 Des

16.00

Di Cafe

Setting
Sesi III, Intervensi I

2014
Sabtu, 20 Des

17.00
16.00

Di Cafe

Sesi IV, Intervensi II

2014

17.00

& Terminasi

2. Tabel Keterlaksanaan Tahapan Konseling Karier

3 | Page

Tahap

Terlaksan

o
1

Wawancara

2
3
4
5

awal
Asesmen
Goal Setting
Intervensi
Terminasi

Tidak Terlaksana

Keterangan

a
Baik

Cukup
Baik
Baik
Baik

3. Jabaran Keterlaksanaan Tahapan Konseling Karier


1. Wawancara Awal
Tujuan Pelaksanaan:
Dalam wawancara awal ini dilaksanakan untuk mengumpulkan
informasi mengenai masalah karier konseli. Menggali data hal-hal apa
saja yang terkait dengan masalah karier yang dihadapi saat ini dari
masalah

yang

mengetahui

diceritakan

masalah

konselor

apa

dapat

dihadapi.

menyimpulkan

Membantu

konseli

atau
untuk

menemukan solusi mengenai masalahnya dengan cara berpikir


bersama secara rasional dan konseli juga dapat membuat keputusan
mengenai masalah yang dihadapi.
Cara melaksanakan:
Sub Langkah

Apa yang dilakukan

Apa yang dilakukan

Wawancara
Wawancara

oleh konselor
oleh Konseli
Membangun
raport Merespon

pertama

seperti
kabar

menanyakan pembangunan
dan

kegiatan menjawab

sehari-hari,

dan

dari menceritakan

membangun rapot ini


konseli

raport,

dapat

terbuka

kegiatannya

sehari-

lebih hari.
untuk

menceritakan
Wawancara

masalahnya.
Konselor
memulai Konseli

dasar asesmen

untuk menggali atau masalah yang dialami


mencari
mengenai

informasi terkait

menceritakan
kariernya

masalah dimana konseli belum

4 | Page

karier konseli dengan dapat

menentukan

mengajukan

keputusannya

pertanyaan-

mengenai kariernya.

pertanyaan

terkait

karier konseli dimana


konseli

merasa

bingung
dapat

atau

tidak

menentukan

pilihan

mengenai

Identifikasi

kariernya.
Konselor

Konseli

cognitive clarity

mengidentifikasi

membuka

cognitive

mulai
pikirannya

clarity untuk menyadari akan

konseli

dimana kesalahan

setelah

pemikiran

konselor konseli.

mengetahui
ketidakjelasan
pemikiran

dari
konseli,

konselor

berupaya

untuk menghilangkan
ketidakjelasan
pemikiran

konseli.

Setelah itu konselor


memetakan kejelasan
Mengenali

pemikiran konseli.
Konselor
menggali Konseli

permasalahan

masalah konseli yang alasan

karier

dimana

ia

bingung menceritakan
menentukan keadaannya

pilihan
dengan

mengapa

konseli merasa bingung dan

merasa
untuk

menjelaskan

kariernya dalam
mengajukan keputusan

pertanyaan

saat

ini

menentukan
mengenai

alasan kariernya.

5 | Page

apa

yang

membuat

konseli
bingung

merasa
dan

membuat

yang
konseli

bingung adalah rasa


takut,

konselor

mengajukan
pertanyaan

alasan

mengapa

konseli

Memunculkan

takut.
Konselor

tujuan awal

mengarahkan konseli menetapkan


untuk

Konseli memulai untuk


tujuan

menetapkan awal.

tujuan
Data yang Diperoleh dari hasil wawancara awal :
a. Wawancara pertama pembinaan hubungan dan structuring
Dalam wawancara awal konselor membangun raport dengan
konseli agar konseli

merasa gugup atau canggung ketika

mengutarakan masalah karier yang dihadapi dan konseli dengan


terbuka menyampaikan informasi-informasi yang diperlukan oleh
konselor. Konseli datang pada konselor untuk dapat menceritakan
masalah kariernya karena konseli merasa bingung untuk menentukan
pilihannya terkait karier.
b. Wawancara sebagai dasar dalam asesmen
Dalam wawancara dasar ini konselor menggali atau mencari
informasi terkait kebinggungan konseli, dimana konseli merasa
bingung untuk mennetukan pilihanya untuk menjadi guru bahasa
inggris di SD atau di SMP kemudian konselor menanyakan alasan
mengapa konseli bingung konseli mengatakan bahwa pilihannya
untuk menjadi guru bukannya keputusannya sendiri tetapi keinginan
dari ibunya. Konseli memiliki keinginan untuk menjadi guru bahasa
inggris di SMP karena menurut konseli menjadi guru bahasa inggris
SD peluangnya dapat dikatakan kecil, konseli sendiri pun juga tidak
memiliki keinginan untuk menjadi guru bahasa inggris di SMA karena
6 | Page

konseli merasa siswa-siswa SMA dirasa sulit untuk diajak bekerja


sama karena perilaku mereka yang nakal dan sudah memasuki usia
remaja.
c. Identifikasi cognitive clarity
Ketika konseli mengatakan untuk menjadi guru di SMP konseli
masih terlihat ragu-ragu karena konseli sendiri merasa takut untuk
berhadapan dengan siswa-siswa yang nakal yang sulit untuk diatur
dan memiliki pikiran yang kritis, disini konseli takut tidak dapat
menghadapi siswanya dan tidak tahu apa yang nantinya akan
dilakukan. Dari rasa takut ini konseli masih merasa bimbang dengan
keputusannya dan konseli juga tidak memiliki pilihan lain karena
konseli juga tidak memiliki ketertarikan untuk menjadi guru bahasa
inggris di sekolah SMA yang dirasa bahwa siswa SMA lebih sulit untuk
diatur daripada siswa SMP karena siswa SMA sudah memasuki masamasa remaja yang selalu memiliki pikiran sendiri. Pada perkulihan
konseli mendapatkan mata kuliah yaitu magang di sekolah sebagai
pengajar pada magang pertama konseli ditempatkan pada sekolah
SMP dan magang kedua konseli ditempatkan pada sekolah SMA dari
pengalaman magang tersebut konseli mendapat pelajaran baru dan
informasi

baru

mengenai

proses

mengajar

secara

langsung

berhadapan dengan siswa-siswa sekolah.


d. Mengenali permasalahan konseli
Permasalahan dalam pemilihan karier konseli sendiri itu adalah
rasa takut dirisakan oleh konseli dimana konseli tidak merasa yakin
dengan keputusannya dan konseli tidak merasa percaya diri ketika
nanti konseli menjadi guru dan mengajar siswa-siswanya. Perasaan
takut inilah yang menyebabkan konseli mengalami kesulitan atau
tidak dapat menentukan pilihannya terkau karier konseli.
e. Memunculkan tujuan awal
Konseli mulai untuk menentapkan atau memetakan tujuannya
terkait kariernya, dimana konseli mencoba untuk memutuskan apa

7 | Page

yang akan dipilih dan mulai untuk memikirkan apa yang akan
dilakukannya untuk mencapai tujuannya tersebut.
2. Asesmen
Tujuan Pelaksanaan:
Dalam wawancara awal konseli mengatakan bahwa mengambil
kuliah pada bidang guru bukanlan pilihannya namun orang tua,
konseli juga tidak mengetahui minat yang dimiliki pada bidang apa.
Tujuan dari asesmen ini adalah untuk mengetahui apakah tipe
kepribadian konseli sesuai dengan jurusan yang ditempuhnya saat ini
dan membantu konseli untuk mengetahui minat konseli pada bidang
apa.
Cara melaksanakan:
Metode
Asemen
Asesmen

Konseli diminta untuk

Alasan Penggunaan
metode asesmen
Membantu
konseli
untuk

kepribadian

memilih

menemukan

(Holland)

yang

Teknik Pelaksanaan

pernyataan
dimana

pernyataan

tersebut

minat
(RMIB)

antar aspek yang ada dalam


diri

dengan

suatu

pilihan

yang

paling

disukai

suatu bidang pekerjaan atau

oleh

subyek

dengan

jurusan studi yang dipilihnya

memberikan

Asesmen

dari

kecocokan

lingkaran

sehingga

konseli

dapat

pada Y atau T, Y untuk

memahami tipe kepribadian

Ya sedangkan T untuk

konseli

Tidak
Konseli diminta untuk

Membantu

memberikan

menentukan

samapi

12

angka

untuk

utamanya

konseli

untuk
minat

yang

kemudian

disetiap pekerjaan dari

disesuaikan

12 pekerjaan, dimana 1

konseli yang terdapat pada

untuk pekerjaan yang

lingkungan sekitarnya

paling
sedangkan

dengan

studi

disukai
12

pekerjaan yang paling


8 | Page

tidak disukai
Penyimpulan hasil asesmen :
Pertama, hasil metode asesmen kepribadian Holland yaitu skor
tertinggi konseli adalah sosial dimana individu dengan tipe ini
cenderung lebih menyukai berinteraksi sosial, senang bergaul,
memperhatikan masalah-masalah sosial, berorientasi pada layanan
masyarakat dan tertarik pada kegiatan pendidikan. Sehingga dari
hasil asesmen ini tipe kepribadian konseli sesuai dengan jurusan
yang ditempuh karena pekerjaan guru akan lebih banyak berinteraksi
dengan orang-orang termasuk siswanya, lingkungan sekolah dan
orang tua siswa. Kedua, hasil metode asesmen minat RMIB yaitu
minat tertinggi konseli adalah aesthetic dimana minat pada bidang
aesthetic ini berhubungan denganpekerjaan yang cenderung dengan
karya seni sehingga memiliki kreativitas yang tinggi. Seorang guru
juga tidak hanya pintar untuk melakukan interaksi dengan siswanya
namun guru dalam proses mengajar juga harus memiliki kreativitas
untuk menciptakan hal-hal yang baru dalam mengajar agar siswasiswa merasa tidak bosan dengan proses pembelajaran, membuat
proses pembelajaran dengan metode baru.
3. Penentuan Goal Setting
Tujuan Pelaksanaan :
Dari wawancara awal dan hasil asemen sebelumnya konseli dapat
memetakan tujuannya dimasa depan. Dari tujuan tersebut yang
berasal dari dalam diri konseli dapat membuat rencana dari masalah
karier yang dihadapi sehingga konseli tau apa yang diinginkan dan
bagaimana konseli untuk mencapai tujuan tersebut. Selain itu dalam
pelaksanaan goal setting ini konseli juga menyusun tujuan secara
spesifik, realitas dan jelas.

Cara melaksanakan:

9 | Page

Tujuan Umum
Konseli

Spesifikasi Tujuan

dapat

Konseli

ingin

memutuskan

menjadi

pilihannya

dibandingkan

karier,

terkait

guru

SMP

menjadi

menentukan untuk

dengan

menjadi

pengalamannya

bahsa

inggris

di

SD atau SMP

guru

SD

menjadikan

kemarin
magang

memaksimalkan
kelebihan yang dimiliki

dapat
guru

Evaluasi Pencapaian
Tujuan
Konseli berusaha untuk

konseli

kariernya

dalam

di

masa

depan sehingga konseli


yaitu

di

oleh

merasa

ia

mampu

SMP

untuk menjadi seorang

untuk menjadi bekal.

guru dan konseli ingin


meningkatkan
yang

potensi

dimilikinya

sehingga

dapat

mengajar

siswanya

dengan

baik

dan

menjadi

guru

yang

baik.
4. Metode Intervensi
Tujuan Intervensi:
Dalam intervensi ini membantu konseli untuk memutuskan
pilihannya dalam karier dan membantu konseli untuk mencapai
tujuannya. Sehingga nanti konseli dapat mengembangkan kariernya
di masa depan dan dapat menilai kemampuan yang dimiliki oleh
konseli.
Metode Intervensi
Area Permasalahan
Konseli tidak merasa

Target Intervensi
Hal yang menjadi

percaya diri dengan

target

kemampuan

adalah

dimiliki
sehingga

yang

berhadpan
konseli

merasa takut ketika

Metode Intervensi
Role play

intervensi
konseli

dapat
meningkatkan

rasa

percaya dirinya dan

10 | P a g e

nanti

berhadapan

dengan siswanya.

konseli

dapat

mengurangi

rasa

takut

yang

dirasakan
nanti

ketika

berhadapan

Konseli

merasa

dengan siswanya.
Hal yang menjadi

bingung

dengan

target

menentukan
pilihannya

intervensi

adalah
untuk

menjadi

guru

dapat

Using

Decision-

Making AIDS

konseli
menentukan

pilihannya

bahasa inggris di SD

dapat

atau SMP

hambatan-

dan

menganalisa

hambatan

dari

pekerjaan

tersebut

sehingga
dapat

konseli
membuat

tindakan apa yang


akan dilakukan
Pelaksanaan Intervensi
Ses
i
I

Hari/Tanggal/

Tujuan
Konseli

dapat

mengembangk

Waktu
Jumat,
19

Di Cafe

Kegiatan
Konseli

bermain

peran

dengan

an strategi apa

konselor

dimana

yang

konseli

berperan

dilakukan

sebagai

seorang

dalam

guru

pekerjaannya

berhadapan

dan

dengan siswa yang

mengembangk

memiliki pemikiran

an

kritis dan bandel.

akan

rasa

Des 2014

Tempat

yang

11 | P a g e

percaya

Konseli

juga

dirinya.

menilai diri sendiri


mengenai

peran

yang
II

Konseli

dapat

menentukan

Sabtu,

20

Di Cefe

Des 2014

telah

dimainkannya.
Konseli
diminta
untuk

keputusannya

menganalisis

terkait

hambatan-

karier

dan

hambatan

menganalisis

mengenai

keputusannya

pekerjaannya.

Hasil Intervensi
Dari intervensi yang dilakukan dengan menggunakan teknik Role
Play

dan

Using

Decision-Making

AIDS,

konseli

mulai

untuk

meningkatkan rasa percaya dirinya dan kemampuan dimiliki setalah


melakukan

bermain

peran

sehingga

konseli

berusaha

untuk

mengurangi rasa takutnya ketika nanti konseli berhadapan dengan


siswa-siswa, selain itu konseli juga menilai dirinya sendiri mengenai
kemampuan

yang

dimilikinya

dan

konseli

juga

menganalisis

hambatan-hambatan apa saja nanti mengenai pekerjaannya. Setelah


konseli menganalisa hambatan-hambatan apa saja konseli tidak
menjadikan hambatan tersebut sebagai penghalang akan tetapi
konseli menjadi ingin meningkatkan apa yang saat ini dimilikinya.
Dari intervensi ini konseli telah dapat menentukan keputusannya
untuk menjadi guru bahasa inggris di SMP.
5. Terminasi
Tujuan Pelaksanaan :
Mengakhiri
konseling

karier

dengan

membahas

atau

menyimpulkan tahapan-tahapan sebelumnya dan memastikan untuk


pengambilan keputusan konseli kemudian membahas hambatanhambatan

apa

yang

nanti

akan

dialami

dan

acara

untuk

12 | P a g e

mengatasinya.

Kemudian

melakukan

evaluasi

mengenai

perkembangan konseli setelah mengikuti konseling karier.


Cara melaksanakan :
Sub langkah
terminasi
Perangkuman

Apa yang dilakukan

Apa yang dilakukan

oleh konselor
oleh konseli
Konselor
melakukan Konseli menambahkan
review

mengenai hasil

kegiatan

review

yang

terkait dilakukan konselor.

wawancara,

asesmen

Pengambilan

dan intervensi.
Konselor menanyakan Konseli

keputusan

kepastian pengambilan keputusan


keputusan

mengambil
untuk

konseli menjadi guru bahasa

Identifikasi

terkait kariernya.
inggris di SMP.
Konselor menanyakan Konseli
mengatakan

hambatan

hambatan-hambatan

bahwa hambatan dari

apa

pilihannya

saja

dapat

Rencana

yang

nanti

tersebut

menghambat ada rasa takut untuk

pencapaian

tujuan berhadapan denga n

konseli

terkait

dan

siswa yang berpikiran

karier konseli.
kritis dan nakal.
tindakan Konselor menanyakan Konseli
mengatakan

selanjutnya

tindakan
apa

atau
yang

dilakukan

usaha bahwa

konseli

ingin

akan memaksimalkan
untuk kelebihan

mencapai tujuannya.

yang

dimiliki

dan

meningkatkan potensi
Rencana

evaluasi Konselor

& monitoring

yang dimiliki.
menanyakan Konseli
mengatakan

bagaimana
perkembang
konseli

bahwa
karier dapat

konseli

telah

menentukan

selama pilihannya dan konseli

mengikuti konseling.

yakin
keputusan

dengan
yang
13 | P a g e

diambil.

Catatan khusus keterlaksanaan konseling karier:


Dalam konseling karier konselor telah melakukannya sesuai
dengan langkah-langkah dalam konseling karier yaitu wawancara
awal kemudian asesmen dimana dalam asesmen ini konselor
menggunakan metode asesmen kepribadian dan minat setelah itu
melakukan intervensi dimana konselor menggunakan teknik role play
dan using decision making AIDS setelah terlaksana maka melakukan
terminasi akhir untuk mengakhiri kegiatan konseling karier.
Dalam pelakasanaan konseling karier ini berlangsung terdapat
kelebihan dan kelemahan diantaranya kelebihannya yaitu konselor
mendapatkan pengalaman dalam praktik konseling karier selain itu
konselor juga bisa melatih ilmu yang telah didapat, menggali
informasi

mengenai

masalah

yang

dihadapi

oleh

konseli

dari

pertemuan konseling ini konselor dapat membangun hubungan yang


lebih erat. Sedangkan untuk kelemahannya yaitu konselor masih
merasa bingung dalam melakukan konseling karier, masih belum
memahami atau menguasi setiap teknik-teknik dalam konseling
karier sehingga konselor sangat terlihat konselor bingung untuk
melakukan

probing

atau

pertanyaan

selanjutnya

yang

akan

ditanyakan oleh konseli.


C. ANALISA DAN BAHASAN
1. Rumusan masalah utama konseli berkaitan dengan karier
Dalam masalah karier yang dihadapi oleh konseli adalah konseli
masih merasa bingung karena konseli tidak dapat memutuskan untuk
memilih kariernya yaitu menjadi guru bahasa inggris di SD atau SMP.
Alasan konseli tidak dapat memutuskan pilihannya yaitu karena konseli
merasa tidak percaya diri dengan kemampuan yang dimilikinya sehingga
konseli merasa takut dengan keputusan yang dipilih. Awalnya dalam
pemilihan jurusan sekarang ini adalah keinginan dari orang tua konseli
bukan keinginan sendiri sehingga dalam pemilihan karier kedepannya
subyek merasa bingung untuk menentukan pilihannya. Disini konseli

14 | P a g e

juga tidak mengetahui bagaimana minat subyek sebenarnya sehingga


subyek merasa nyaman saja dengan jurusannya saat ini.
Dilihat dari masalah konseli ini dengan mengkaitkannya dengan teori
bahwa jenis masalah konseli ini adalah indencisiveness dimana konseli
masih merasa bingung atau kesulitan untuk menentukan pilihannya
terkait karier dimasa depan. Apakah untuk memilih pilihan menjadi guru
di SD atau SMP, disisi lain dalam masalah ini juga terdapat cognitive
clarity sehingga konseli tidak dapat memutuskan pilihannya dan merasa
ragu atau takut untuk memilih.
2. Analisa

kesesuaian

pelaksanaan

konseling

karier

dengan

teori

perkembangan karier
Bagaimana pelaksanaan langkah I

Bagaimana teori menjelaskan

Konseling Karier

langkah I

Pada

langkah

menggali
kebingungan

ini

informasi

mengenai

Dari teori Brown & Brooks dalam


karier

terdapat

konseli yang dimana konseli tidak

kasus

dalam

dapat menetukan pilihannya untuk

masalah yang dialami oleh konseli,

menjadi guru bahasa inggris di SD

jenis

atau

menentukan

indeciveness dimana konseli masih

pilihannya pun subyek juga masih

belum dapat untuk memutuskan

merasa ragu-ragu karena terdapat

atau menentukan keputusannya.

Dalam

dialami

Konseling Karier

oleh

SMP.

yang

konselor

masalah

permasalahan

karier,dilihat
konseli

dari

adalah

cognitive clarity yaitu rasa takut


akan keputusan yang diambilnya.
Dapat Dibuktikan dengan video / rekaman :
Sesi I & II_Wawancara Awal & Pelaksanaan Asesmen_Diah Wahyuni
Kesimpulan : Dalam wawancara awal ini konselor menggali informasi
terkait masalah karier yang dialami oleh konseli, dimana saat ini konseli
merasa bingung untuk menentukan pilihannya untuk menjadi guru
bahasa inggris di SD atau SMP. Dalam konseling pemilihannya pun
terdapat cognitive clarity yaitu rasa takut yang dialami konseli ketika
pengambilan keputusan tersebut. Dari masalah yang dihadapi oleh

15 | P a g e

konseli,

jenis

masalah

konseli

ini

adalah

indeciveness

dimana

ketidakmampuan dalam mengambil keputusan karier.

Bagaimana pelaksanaan langkah II


Konseling Karier
Dalam

langkah

II

ini

Bagaimana teori menjelaskan


langkah II

konselor

Konseling Karier

melakukan asesmen kepada konseli

Dari

dimana

yang

menjelaskan soal pilhan perkejan

digunakan adalah metode asesmen

dari sudut lingkungan kerja, pribadi

kepribadian

dan perkembanganya, dan interaksi

metode

metode
dan

asesmen

asesmen
minat

dimana

menggunakan

teori

Holland

ini

berusaha

pribadi dengan lingkunganya.

alat tes Holland sedangkan metode


asesmen minat menggunakan alat
tes

RMIB,

tujuannya

untuk

mengetahui kepribadian dan minat


yang dimiliki oleh konseli.
Dapat Dibuktikan dengan video / rekaman :
Sesi II & III_Hasil Asesmen & Goal Setting_Diah Wahyuni
Kesimpulan : Dari asesmen yang telah dilakukan dengan menggunakan
metode asesmen kepribadian Holland dengan hasil skor tertinggi yaitu
pada sosial dimana sosial ini lebih banyak berinteraksi dengan orangorang dan mudah untuk beradaptasi dengan lingkungan baru sedangkan
untuk hasil metode asesmen minat RMIB dengan minat tertinggi konseli
yaitu pada bidang artistik atau seni dimana individu yang memiliki minat
pada bidang ini cenderung memiliki kreativitas dan inisiatif yang tinggi.
Dari hasil kedua asesmen tersebut dapat dikatakan saling berhubungan
karena seorang guru akan lebih banyak berintiviteraksi dengan orang dan
seorang guru juga harus memiliki kreativitas untuk membentuk model
pembelajaran yang baru agar siswanya tidak merasa bosan.

Bagaimana pelaksanaan langkah III

Bagaimana teori menjelaskan

Konseling Karier

langkah III

16 | P a g e

Dalam langkah III ini yaitu goal


setting

dimana

mengetahui
konselor

konselor

ingin

bagaimana

tujuan

kedepannya

dan

Konseling Karier
Teori Holland adalah konsep bahwa
seseorang

memilih

karir

untuk

memuaskan modal orientasi pribadi

bagaimana konseli mencapai dari

yang

tujuannya tersebut.

individu

disukai

seseorang.

telah

orientasi

mengembangkan

dominan

kemungkinan

Jika

yang

kepuasan

kuat,
dalam

lingkungan kerja akan sesuai.


Dapat Dibuktikan dengan video / rekaman :
Sesi II & III_Hasil Asesmen & Goal Setting_Diah Wahyuni
Kesimpulan : Setelah konseli mengetahui hasil asesmen terkait tipe
kepribadian dan minatnya konseli membuat tujuan kedepannya dengan
menetapkan

rencana

kedepannya

untuk

berusaha

memaksimalkan

kelebihan yang dimiliki oleh konseli dalam kariernya di masa depan


sehingga konseli merasa ia mampu untuk menjadi seorang guru dan
konseli ingin meningkatkan potensi yang dimilikinya sehingga dapat
mengajar siswanya dengan baik dan menjadi guru yang baik. Selain itu
konseli juga meningkatkan model belajar dan pelajaran magang kemarin
menjadi panduan konseli untuk menjadi seorang guru.

Bagaimana pelaksanaan langkah IV

Bagaimana teori menjelaskan

Konseling Karier

langkah IV

Pada

langkah

IV

ini

konselor

Konseling Karier

melakukan intervensi yaitu dengan

Dalam

menggunakan teknik intervensi role

melibatkan pemodelan dan umpan

play dan using decision making

balik sistematis digunakan untuk

AIDS dimana pada teknik role play

mengembangkan atau memulihkan

konseli

kemampua

bermain

peran

dengan

bermain

sosial

peran

yang

ini

tidak

konselor dengan setting di dalam

berkembang. Dalam bermain peran

kelas

konseli

dapat

yang

sedang

ketererampilan

siswanya

dimana

mengembangkan rasa percaya diri

yang

sebagai

seolah-olah

guru

menghadapi

menilai kelemahan dalam


sosial

dan

dapat

17 | P a g e

dalam role play ini konseli juga

dalam individu. Selain itu role play

menilai

ini

kemampuan

yang

juga

individu

dimilikinya, sedangkan untuk using

menilai

decision making AIDS konseli mulai

dimilikinya.

untuk

memutuskan

diminta

kemampuan

untuk
yang

pilihannya

dengan mengidentifikasi hambatanhambatan

yang

ada

dan

merencanakan tindakan apa yang


akan dilakukan.
Dapat Dibuktikan dengan video / rekaman :
Sesi IV_Intervensi I_Diah Wahyuni
Kesimpulan : Dari intervensi yang telah dilakukan dengan teknik pertama
yaitu bermain peran konseli berperan menjadi guru dengan pandangan
yang selama ini ia miliki setelah bermain peran konseli menilai
kemampuan yang dimilikinya dimana menurut konseli kemampuan cukup
dijadikan bekal atau acuan pada saat konseli menjadi guru. Kemudian
untuk intervensi teknik using decision making AIDS konseli menentukan
atau memutuskan pilihannya dimana konseli yakin dengan keputusan
yang diambilnya yaitu konseli memilih untuk menjadi guru bahasa inggris
di SMP pada teknik ini konseli diminta untuk mengidentifikasi hambatanhambatan

terkait

pekerjaannya

dan

tindakan

apa

yang

akan

dilakukaknnya, bagi konseli hambatan tidak dijadikan sebagai masalah


dalam kariernya kedepan karena bagi konseli setiap keputusan ada
resikonya dan konseli tetap berusaha untuk menjadi guru yang dapat
mengajar siswanya dengan baik.

Bagaimana pelaksanaan langkah V

Bagaimana teori menjelaskan

Konseling Karier

langkah V

Pada

langkah

ini

konselor

Konseling Karier

mengakhiri konseling karier dengan

Terminasi

meriview kembali hasil konseling

yang

dari sesi pertama hingga akhir,

mengakhiri

kemudian konseli mengidentifikasi

konseling

ini

merupakan

dilakukan

konselor

keseluruhan
karier.

tahap
untuk
proses

Dimana

dalam

18 | P a g e

hambatan

apa

saja

yang

akan

proses

terminasi

terjadi dalam pemilihan kariernya.

dilakukan

Setelah

tujuan dari konseling.

itu

melakukan

evaluasi

ini

setelah

terminasi
pencapaian

kembali dari konseling karier dan


konselor

memberikan

motivasi

kepada konseli pada akhir sesi.


Dapat Dibuktikan dengan video / rekaman :
Sesi IV & V_Intervensi II & Terminasi_Diah Wahyuni
Kesimpulan : Dari terminasi ini konseli melakukan rencana untuk tujuan
kedepannya yaitu mematapkan tujuannya dengan meningkatkan potensi
dan

memaksimalkan

kelebihannya

selain

itu

konseli

juga

tidak

menjadikan hambatan sebagai masalah namun konseli tetap berusaha


untuk meraih kariernya. Setelah itu konseli juga melakukan evaluasi
terhadap dirinya sendiri dimana setelah melakukan konseling karier
konseli tidak merasa ragu lagi untuk menentukan keputusan dan
perasaan takut yang selama ini dirasakan mulai berkurang sehingga
konseli yakin dengan keputusan yang dipilihnya sekarang. Konseli juga
merasa tidak bingung lagi untuk karier kedepan seperti apa.

3. Hasil yang dicapai melalui Konseling Karier


Pada konseling karier ini di wawancara awal konseli merasa bingung
untuk menentukan pilihannya untuk menjadi guru bahasa inggris di SD
atau SMP akan tetapi konseli memiliki pandangan untuk menjadi guru di
SMP namun dari keputusan tersebut konseli masih ragu-ragu atau tidak
yakin

dengan

keputusannya

karena

konseli

tidak

yakin

dengan

kemampuan yang dimilikinya sehingga konseli merasa takut ketika nanti


konseli berhadapan dengan siswa-siswa yang memiliki pemikiran yang
kritis dan siswa nakal atau bandel yang sulit untuk diatur. Dalam
konseling ini juga konseli melakukan asesmen dan intervensi dimana
dalam asesmen bertujuan untuk konseli mengetahui tipe kepribadian
dan minat yang dimiliki konseli guna asesmen ini untuk menjadi
pendukung konseli untuk mengetahui kelebihan atau potensi yang
selama ini konseli miliki sedangkan intervensi sendiri bertujuan untuk

19 | P a g e

membantu konseli untuk menentukan keputusannya dengan menilai


dirinya sendiri dan menganalisa hambatan-hambatan apa saja yang
nanti akan muncul dalam pekerjaan yang dipilihnya. Setelah konseli
dapat menilai dirinya sendiri dengan kelebihan atau kekurangan yang
dimilikinya dan mampu menganalisa hambatan yang akan muncul dan
usaha apa yang akan dilakukan konseli, konseli memutuskan untuk
menjadi guru bahasa inggris di SMP sehingga kebingungan konseli dan
rasa takut yang dialami konseli sudah berkurang karena konseli telah
dapat memutusakan pilihannya terkait karier konseli.
4. Hambatan yang ditemui selama pelaksanaan Konseling Karier
Dalam proses konseling karier ini ada beberapa hambatan yang
dialami selama konseling oleh konselor maupun konseli, yaitu;
a. Sulit untuk mengatur waktu sehingga pertemuan dilakukan pada sela
jadwal kuliah konseli.
b. Ketika jadwal konseling sudah diatur tiba-tiba batal karena hujan,
jadwal konseli yang tiba-tiba berubah.
c. Kondisi fisik yang sedang tidak baik pada konselor dan konseli.
d. Kondisi yang tidak kondusif ketika melakukan intervensi

dan

terminasi akhir.
D. Penutup
1. Kesimpulan
Dari pelaksanaan konseling karier konseli pada sesi pertama konseli
menceritakan bahwa konseli tidak dapat membuat keputusan terkait
kariernya karena terdapat cognitive clarity sehingga sullit untuk memilih,
kemudian konseli melakukan asesmen dengan menggunakan metode
asesmen

kepribadian

dan

minat

dimana

hasil

keduanya

saling

berhubungan setelah melakukan asesmen konseli melakukan intervensi


dengan role play dan using decision making AIDS.
Dari pelaksanaan konseling karier telah memutuskan untuk menjadi
guru bahasa inggris di SMP dengan menghilangkan rasa takut dalam
dirinya dan menjadikan pengalaman magang kemarin sebagai bekal
nanti untuk mengajar. Dari proses asesmen dengan metode asesmen
kpribadian dan minat konseli pun ingin meningkatkan potensi yang
dimilikinya dengan maksimal untuk dapat menjadi guru yang baik dan
20 | P a g e

dari hasil intervensi dengan menggunkan teknik role play konseli dapat
melakukan perannya sebagai guru dengan baik pada teknik intervensi
using decision making AIDS konseli memutuskan untuk menjadi guru SD
dan

mengpertimbangkan

segala

hambatan

dan

memaksimalkan

usahanya untuk mengatisipasi hambatan tersebut.


2. Saran
Dari konseling yang telah dilakukan, adapun saran yang disampaikan
untuk konseli dan konselor yaitu:
a. Konseli
Untuk meningkatkan rasa percaya diri sehingga yakin dengan
kemampuan yang dimiliki dan tidak merasa ragu atau takut lagi
untuk

menententukan

keputusannya

terkait

karier

konseli.

Meningatkan potensi yang dimiliki sehingga dalam pekerjaannya


nanti tidak akan mengalami kesulitan.
b. Konselor
Untuk menambah atau memperdalam lagi teknik-teknik dalam
konseling karier agar dalam praktik konselor tidak mengalami
kesulitan dalam pelaksanaannya dan dapat memahami disetiap
sesinya

untuk

mempersiapkan

melakukan
diri

agar

langkah
dalam

apa.

Konselor

pelaksanaan

juga

dapat

konseling

karier

konselor lebih siap.


c. Konselor Selanjutnya
Untuk lebih memahami teknik-teknik dalam konseling karier sehingga
dalam praktik tidak mengalami kesulitan dalam pelaksanaannya dan
mempersiapkan diri sebelum melakukan konseling karier.

21 | P a g e

LAMPIRAN

PERTEMUAN PERTAMA WAWANCARA AWAL & ASESMEN


Hari, Tanggal
Kamis, 4 Des 2014

No
1
2

Ko
/Ki
Ko
Ki

Waktu
13.00 14.00

Tempat
Di Kos Konseli

Dialog Verbatim
Selamat siang
Iya, siang
Sebelumnya perkenalan terlebih

Teknik / Tahapan

Keterangan

Opening
Limit time

Menjelaskan

dahulu nama saya Galuh Kikiany

kontrak selama

disini saya sebagai konselor anda

konseling

dimana nantinya saya akan


3

Ko

membantu anda untuk


menemukan solusi dari masalah
yang dihadapi sekarang, untuk sesi
pertama ini kita akan berlangsung
selama satu jam kedepan. Kalau

Ki

Ko

Ki

boleh tau nama mbaknya siapa?


Nama saya Diah wahyuni kartika
sari
Biar lebih akrab boleh saya panggil
nama mbak Diah seperti itu?
Iya boleh
Mbak Diah hari ini apa kabar?

Topik Netral

Membangun
raport antara

Ko

konselor dengan
konseli

Ki

Ko

10

Ki

11

Ko

Alhamdulillah baik hari ini


Kegiatan sehari-hari mbak Diah
sekarang ngapain aja?
Kegiatannya kuliah sama
organisasi
Organisasi ya, berarti pintar
22 | P a g e

mengatur jadwal mengatur waktu


Ya kurang lebih seperti itu sih
soalnya dulu juga pernah ikut
12

Ki

kegiatan organisasi di tingkat


jurusan jadi kurang lebih sekarang
sudah agak bisa ngatur waktu dari

13

Ko

14
15

Ki
Ko

16

Ki

17

Ko

pada dulu
Berarti sekarang udah jago ngatur
waktu ya
Ya bisa dikatakan seperti itu
Sudah bisa dibilang master
Alhamdulillah, nggak juga sih
sebenarnya hehe (tertawa)
Hehe (tertawa). Saya mau tau

Wawancara Awal

Membuat

alasan mbak Diah bertemu saya

Identifikasai

subyek untuk

dan masalah karier yang dihadapi

motivasi

memulai

kedepannya seperti apa?

Topik inti

menceritakan
masalahnya

18

Ki

Kalau masalah karier sebenernya


saya masih bingung mau kemana
gitu kedepannya soalnya saya
masuk ke universitas ini
jurusannya juga dulu itu galau gitu
kan ya masih bingung mau ambil
apa jurusan lain itu nggak ada
yang sesuai nah bahasa inggris
juga nggak ada kemampuan bagus
gitu kan Cuma ya minatnya lebih
ke bahasa ingrris jadi minatnya
lebih ke bahasa inggris, tuk mau
jadi apa jadi seperti apa
kedepannya saya juga masih
bingung karena orang tua
pinginnya saya jadi guru gitu kan

23 | P a g e

juga sayanya nggak tau jadi guru


atau seperti apa saya juga nggak
berani buat jadi guru
Oke yang pertama ini keinginan

Identifikasi
kebutuhan

19

Ko

orang tua ya?

20

Ki

Iya
Mbak Diah sendiri udah merasa

21

Ko

konseli

nyaman belum dengan kegiatan


kuliahnya sekarang dengan
jurusan mbak Diah sekarang ini?
Alhamdulillah sih nyaman-nyaman

22

Ki

aja cuma karena biasanya itu kan


banyak tugas kadang juga jenuh
tapi cuma masih bisa dihandel lah
Berarti sudah merasa nyaman,

23

Ko

mungkin sudah klop sepertinya ya


dengan jurusannya?
Ya bisa sih ya kalau mikir jurusan

24

Ki

lain itu mungkin nggak nggak ada


disana gitu loh bakatnya
Tadi mbak Diah juga bilang takut

25

Ko

Restatement

ya?

Menggali data
lebih lanjut dari
kata-kata
konseli

26

27

Ki

Iya
Takutnya ini kenapa?

Ko

Identifikasi

Menggali data

cognitive clarity

lebih lanjut dari

Restatement

kata-kata
konseli

28

Ki

Takutnya itu yang seperti tadi


nantinya kalau saya mengajar
tidak memiliki kemampuan yang
lebih dalam bahasa inggris takut
itu misalnya gini pengetahuan

24 | P a g e

murid saya jauh lebih banyak


dibandingkan saya nah itu yang
saya takutin nanti saya tidak bisa

29

Ko

30

Ki

31

Ko

bisa mengajar dengan baik


Berarti mbak Diah masih merasa
takut dengan diri sendiri?
Iya
Takutnya ini takut mengajar

Restatement

Menggali data
dari konseli

Restatement

Meminta

didalam kelas atau takut

informasi dari

berhadapan dengan murid-

konseli

muridnya?
Ya dua-duanya si, takut nggak bisa
ngendaliin kelas takut nggak bisa
ngajar dengan benar gitu kan
32

Ki

takutnya nanti pasa ngajar


materinya nggak bisa sampai ke
muridnya takut juga bertemu
dengan murid-murid yang terlalu
kritis mungkin seperti itu
Mbak Diah sendiri sudah memiliki

33

Ko

34

Ki

Restatement

Meminta

pandangan untuk mengajar di

informasi dari

tingkat pendidikan apa, SD, SMP

konseli

atau SMA?
Kalau ini sih saya pinginnya ada
dua tingkatan ya yaitu SD sama
SMP kalau untuk SMA sendiri saya
memang nggak beraninggak ada
niatan kesana memang terlalu
tinggi bagi saya untuk SD sih
enaknya ini mereka kan masih
dasar jadi nggak perlu kemampuan
yang benar-benar yang tinggi lah
istilahnya Cuma kalau misalkna
SMP gitu kan otomatis muridnya

25 | P a g e

itu lebih ada pengetahuan lagi


terus anaknya itu lebih kritis lebih
pingin main-main jadi susah
diaturnya mungkin kalau SD itu
lebih enak
Berarti mbak Diah bingung antara
35

Ko

Lead

SD dan SMP. Nah mbak Diah bilang

Menanyakan
kepastian

SD itu enak kenapa mbak Diah


tidak untuk mengambil SD?
Yah gimana ya saya bingung gitu
nah kan saya denger-denger
sekarang kalau SD itu mata
pelajaran itu bahasa inggris itu

36

Ki

tidak dijadikan mata pelajaran


wajib atau apa gitu kan jadi kita
kan nggak tau kedepannya seperti
apa nah mungkin di akhir-akhir
mau lulus mungkin baru tau mau
kemana
Nah untuk alasan mbak Diah takut

37

Ko

38

Ki

masuk ke SMP hanya karena


alasan anak-anaknya akan
memiliki pikiran yang kritis?
Iya
Di jurusan keguruan itu ada mata

39

Ko

kuliah seperti traning atau nggak?

40

Ki

Iya ada sih kemarin itu sempat

Restatement

Meminta
informasi dari
konseli

magang juga di SMP nah itu


pengalaman memang ada
beberapamurid yang susah diatur
gitu kan pokoknya nggak mau
ngedengerin gurunya sama sekali
maunya main-main semaunya

26 | P a g e

sendiri nah itu yang saya nggak


pingin di SMP tapi juga apa ya
istilahnya SMP itu kadang ada
mata pelajaran yang khusus yang
harus dipejari nggak kaya SD
semua mata pelajaran harus
dipelajari
Jadi bagi mbak Diah mata
41
42

Ko

pelajarannya di SMP itu tidak

Ki

terlalu berat ya?


Iya saya rasa seperti itu
Cuma masalahnya mbak Diah itu

Restatement

Menggali data
dari konseli

takut berhadapan dengan anak43

Ko

anak disekolah. Memangnya anakanak SMP sekarang memilki


perbedaan ya dengan anak-anak
SMP yang dulu?
Mungkin ya sepengalaman
magang kemarin itu saya rasa
beda jauh gitu dengan ketika saya

44

Ki

masih SMP dimana dulu itu benerbener ngedengerin guru pas lagi
menyampaikan materi tapi
sekarang ini anak SMP itu susah
banget buat diatur
Ketika mbak Diah magang apakah

45

46

Ko

Ki

Restatement

Meminta

mbak Diah mengajar saya atau

informasi dari

juga ikut mengatur mereka

konseli

didalam kelas?
Iya kemarin saya disuruh masuk
kelas memberikan materi sekaligus
mengatur mereka kan ketika kita
menyampaikan materi kita harus
bisa mengendalikan kelas seperti

27 | P a g e

apa itu susah sekali menurut saya


Tadi mbak Diah bilang takut
47

48

Ko

Ki

Lead

Memperjelas

sekarang susah, jadi mbak Diah itu

informasi dari

takut mengalami kesusahan?


Iya mengalami kesusahan,seperti

konseli

mengalami kesusah mengatur


mereka dan ya tadi takut anaknya
kritis atau seperti apa
Mungkin dari pengalaman magang

Upaya disputasi

mbak Diah ini bisa dijadikan

cognitive clarity

sebagai pejalaran kan, jadikan dari


pengalaman tersebut dapat
49

Ko

dijadikan pengetahuan dalam


mengajar anak SMP. Nah dari
pengalaman itu sendiri apakah
mbak Diah masih merasa takut
dalam mengajar anak SMP lagi?
Mungkin sudah sedikit berkurang
sih karena kemarin kan sempet
magang ditingkat kedua ini di SMA

50

Ki

nah itu jauh jauh jauh lebih susah


dibandingkan dengan SMP gitu.
Nah mungkin dari situ mungkin
saya sedikit mendapat pencerahan
untuk ke SMP
Nah ternyata kan masih ada yang

51

Ko

lebih susah dalam memberikan

52

Ki

pelajaran atau mengatur anak SMP


Iya
Apa dari pengalaman magang

53

Ko

54

Ki

Lead

Mengetahui
persepsi dunia luar

Restatement

Meminta

kedua ini, mbak Diah akan masih

informasi dari

merasa kesulitan dalam mengatur

konseli

anak SMP?
Ya, nggak juga sih. Yah dari
pengalaman itu kan dijadikan
28 | P a g e

pelajaran ya SMA itu susahnya


minta ampun lebih dari SMP
seperti dan ternyata anak SMP
lebih mudah untuk mengaturnya
dari pada anak SMA
Nah saya juga setuju dengan
55

56

57

Ko

Ki

Ko

Reassurance

Memberikan

pendapatnya mbak Diah, kita akan

penghargaan

mudah mengatur mereka anak

positif pada

SMP ketika kita sudah memiliki

konseli

pengalaman
Iya
Disini apakah mbak Diah masih

Restatement

Meminta

merasa takut setelah

informasi dari

mendapatkan pengalaman seperti

konseli

tadi?
Ya mungkin kita perlu untuk
mendapatkan pengalaman baru
58

Ki

lagi yang lebih dan nantinya juga


akan terbiasa untuk menghadapi
anak SMP itu seperti apa
Iya saya juga setuju dengan
pemikiran mbak Diah, bahwa kita
belajar dari pengalaman kita
mendapatkan ilmu yang lebih
banyak jadi dari pengalaman itu
kita bisa menghadapi kedepannya

59

Ko

seperti dalam proses mengajar


nanti. Ternyata mata kuliah
training ini memiliki nilai yang
positif untuk membantu mbak
Diah. Jadi mbak Diah apakah disini
sudah dapat menentukan ingin ke

60

Ki

tingkat SD atau SMP?


Saya rasa saya lebih untuk keguru

29 | P a g e

SMP seperti.
Oke dari cerita-cerita tadi saya

61

Ko

Lead

Manajemen

rasa mbak Diah sudah memiliki

konsekuensi dari

pengalaman yang cukup banyak

pengambilan

ketika nanti dihadapkan dengan

keputusan

siswa SMP mbak Diah sudah


memiliki persiapan. Jadi apakah
mbak Diah sudah siap nanti untuk
mengajar di SMP?
Insyallah , berkaca dari

62

Ki

pengalaman mangang satu


kemarin sepertinya saya lebih siap
lagi untuk menjadi guru SMP
Nah saya suka dengan semangat

63

Ko

Reassurance

Memberikan

mbak Diah yang seperti ini. Saya

penghargaan

juga senang kalau mbak Diah

positif pada

semangat seperti ini mbak Diah

konseli

sudah dapat yakin dnegan


keputusan mbak Diah. Di sesi
pertama ini saya rasa kita masih
memiliki waktu apakah mbak Diah
setuju untuk melakukan

64

Ki

asesesmen?
Asesmen seperti apa ya mbak?
Oke, disini saya akan melakukan

Pengalihan

asesmen dengan mengunakan

asesmen

asesmen kepribadian yaitu metode


65

Ko

asesmen Holland dimana metode


asesmen ini akan mengungkap
kepribadian mbak Diah cenderung
seperti apa, apakah mbak Diah

66

Ki

setuju?
Setuju, nah kan dari asesmen ini
juga saya akan mengetahui

30 | P a g e

kepribadian saya seperti apa


Dalam metode ini terdapat

Pelaksanan

beberapa pernyataan dimana

asesmen

setiap pernyataan tersebut apakah


menggambarkan diri mbak Diah
67

Ko

atau tidak. Jika itu


menggambarkan diri mbak Diah
mbak Diah dapat melingkari huruf
Y yaitu Ya jika Tidak dapat
melingkari huruf T. sampai disini

68

Ki

69

Ko

70

Ki

mbak Diah paham


Oke, saya paham
Bisa dikerjakan dari sekarang
mbak Diah
(14 menit) mbak yang bagian 1 2 3
saya sudah selesai ini lalu yang
dibagian belakang gimana ya
mbak
Dari kemampuan-kemampuan ini
mbak Diah masuk dalam kategori

Ko

mana jika digunakan dengan


angka dimana setiap angkanya
memiliki kategori. Bagaimana

Ki
71

Ko

mbak Diah paham?


Paham
(3 menit) sudah selesai mbak
Sudah selesai ya untuk metode
asesmen pertama, kita lanjut
untuk asesmen kedua yaitu RMIB
jadi pada RMIB ini terdapat 12
jenis pekerjaan jadi mbak Diah
memberika angka disetiap
pekerjaan dari 1 sampai 12 dimana
1 adalah pekerjaan yang paling

31 | P a g e

72

Ki

disukai
Angka 1 paling disukai
Iya, dan sampai angka 12

73

Ko

pekerjaan yang tidak disukai,

74

Ki

bagaimana paham mbak Diah?


Paham
(10 menit) ini sudah selesai mbak
Sudah selesai ya mbak Diah. Baik,

Terminasi akhir

Menanyakan

mungkin saya tidak dapat

Lead

pertemuan

menyampaikan hasil dari asesmen


75

Ko

selanjutnya

hari ini karena waktu yang tidak


mencukupi. Bagiamana kalau kita
bertemu untuk di sesi selanjutnya
untuk membahas hasil asesmen,

76
77
78

Ki
Ko
Ki

79

Ko

80
81
82
83
84

Ki
Ko
Ki
Ko
Ki

kira-kira mbak Diah biasa kapan?


Gimana kalau lusa aja
Jam berapa mbak Diah bisa?
Jam segini aja nggak apa-apa kok
Jadi lusa kita bertemu disini dijam
yang sama ya?
Iya
Baik, terima kasih untuk hari ini.
Iya sama-sama
Selamat siang mbak Diah
Selamat siang

32 | P a g e

PERTEMUAN KEDUA ASESMEN (INTERPRETASI) & GOAL SETTING


Hari, Tanggal
Jumat, 5 Des 2014

No
1
2
3

Ko
/Ki
Ko
Ki
Ko

Waktu
13.00 14.00

Tempat
Dirumah Konselor

Dialog Verbatim
Selamat sore mbak Diah
Sore mbak
Bagaimana kabarnya hari ini?

Teknik / Tahapan

Keterangan

Opening
Topik netral

Membangun
raport

4
5
6

Ki
Ko
Ki

Baik sih mbak


Alhamdullilah ya kalau hari ini baik
Tapi aaf sebelumnya soalnya
nggak sama kayak jam yang
kemarin soalnya ini baru pulang

Ko

rapat tadi
Oh iya nggak apa-apa kok, kalau

Ki

boleh tau tadi ada rapat apa?


Ini ada rapat untuk persiapan

Ko

untuk student day


Oh organisasi ya, student day itu
kan yang kegiatannya setiap
minggu yang diadakan dikampus

10
11

Ki
Ko

ya?
Iya, tiap sabtu
Berarti full ya jadwalnya kalau
dihitung-hitung dengan jadwal

Ki
Ko

lainnya
Iya
Hari ini saya akan menyampaikan

14
15

Ki
Ko

hasil asesmen kemarin


Sudah selesai ya mbak?
Sudah ini mbak, bagaimana sudah

16
17
18
19

Ki
Ko
Ki
Ko

mulai penasaran?
Penasaran hehe (tertawa)
Saya sampaikan sekarang ya
Iya
Jadi dari hasil asesmen kemarin

12
13

Hasil interpretasi
33 | P a g e

dimana kita menggunakan metode

Penyimpulan

asesmen Holland dan RMIB


hasilnya bikin dikatakan saling
berkaitan jika dilihat dari jurusan
mbak Diah sekarang dimana hasil
dari asesmen Holland itu skor
tertinggi mbak Diah yaitu pada
sosial sehingga mbak ini
cenderung lebih suka berinteraksi
dengan orang-orang yang berada
di lingkungan sekitar selain itu
mbak Diah cepat untuk
menyesuaikan diri dengan
lingkungan baru jika mbak Diah
mudah untuk berinteraksi berarti
mbak Diah sendiri memiliki
kemampuan komunikasi yang baik.
Nah kepribadian yang ber pada
sosial ini pekerjaannya pun juga
akan lebih banyak berinteraksi
dengan orang-orang disekitarnya.
Sedangkan untuk untuk di RMIB ini
mbak Diah cenderung e minta
mbak Diah ini lebih pada untuk
pekerjaan seni. Nah mbak Diah ini
kan akan mejadi seorang guru
berinteraksi dengan orang lain
sehingga sesuai dengan hasil
asesmen dimana cenderung untuk
ke sosial sedangkan RMIB lebih
keseni sedangkan guru ini harus
memiliki kreativitas yang tinggi

34 | P a g e

dimana dapat untuk memberikan


hal yang baru kepada muridmuridnya jadi yah bisa dibilang
kedua hasil asesmen ini saling
20
21

22

Ki
Ko

Ki

berhubungan ya
Emm (menganggukan kepala)
Nah ternyata dari hasil asesmen

Goal setting

dan wawancara kemarin ternyata

Identifikasi

sesuai, nah mbak Diah bagaimana

tujuan

tujuan kedepannya?
Mungkin dari hasil ini saya sudah
tau bahwa saya memiliki bekal
untuk bersosialisasi dilingkungan
saya karena saya selalu merasa
kesulitan untuk bersosialisasi
ternyata saya termasuk orang
yang mudah untuk bersosialisasi.
Yah dari sini saya mungkin akan
memaksimalkan kelebihan saya ini

23

24

Ko

Ki

untuk karier kedepannya


Nah usaha mbak Diah sendiri

Sepesifikasi

untuk memaksimalkan itu seperti

tujuan

apa?
Ya saya harus tetap mengasah
kemampuan saya, dan dari bekal
atau pengalaman-pengalaman
yang kemarin itu saya jadikan
pegangan saya kedepannya selain
itu meningkat pontensi dibidang
akademik untuk menjadi bekal
supaya bisa menjadi guru yang
baik, menjadi guru yang dapat

25

Ko

mengajar muridnya dengan baik


Iya saya rasa itu akan menjadi

35 | P a g e

sebuah pegangan yang baik untuk


26

Ki

menjadi guru
Iya, kan menjadi guru itu juga
nggak mudah perlu banyak

27

Ko

pengalaman
Iya, pengalaman itu sendiri juga

Analisis sumber

yang didapatkan melalui training.

daya pendukung

Nah dari orang tua apakah


28

Ki

keputusan ini di dukung?


Iya didukung kan yang
menginginkan saya menjadi guru
itu kan keinginan ibu saya jadi ya
saya rasa keputusan ini pasti

29

Ko

didukung
Wah berarti tidak akan mengalami

Analisis

kesulitan lagi ya jika dari

penghambat

lingkungan pun sudah mendukung.


Tapi kalau ada faktor yang
menghambat mbak Diah nanti,
30
31
32

Ki
Ko

usaha apa yang akan dilakukan?


Penghambat bagaimana?
Yah mempersulit mbak Diah di

Ki

keadaan untuk menjadi guru


Yah saya tetap berusaha sih ya
namanya kalau mau sukses pasti
ada hambatan jadi ya wajar aja
kalau ada hambatan, tapi ya
semoga aja sih nggak ada
hambatan. Yah doain saya ya
mbak nanti ketika saya jadi guru
saya bisa menghadapi muridmurid yang nakal, punya pikiran

33

Ko

yang kritis itu


Iya, pasti saya doakan semoga
mbak Diah suskses untuk menjadi
36 | P a g e

34
35

Ki
Ko

guru
Amin
Semoga mbak Diah ketika menjadi
guru di sekolah lebih mudah untuk
mengajar anak-anak dengan
kemampuannya mbak Diah ini, jadi
disini mbak Diah sudah dapat

36
37

Ki
Ko

menentukkan tujuan kedepan ya?


Iya Insyallah amin
Semoga mbak Diah selesai ini
mbak Diah tetap bisa untuk
menentukan tujuannya bisa selalu

38
39

Ki
Ko

semangat
Iya makasih mbak
Dari sesi ini sayarasa cukup

Terminasi akhir

sampai disini sudah tau tujuannya


kedepan seperti apa saya harap
mbak Diah selalu semangat seperti
40
41
42

Ki
Ko

ini
Terima kasih
Iya sama-sama mbak, saya juga

Ki

ucapakan terima kasih


Iya sama-sama mbak, saya
berterima kasih sudah membantu
saya untuk mengetahui bakat dan
minat atau potensi yang saya

43

Ko

miliki
Sama-sama mbak Diah, semoga
setelah konseling ini hubungan kita
tidak putus sampai disini kita bisa
menjalin komunikasi nanti. Terima

44

Ki

kasih mbak Diah, selamat sore


Selamat sore
PERTEMUAN KETIGA INTERVENSI I (ROLE PLAY)

37 | P a g e

Hari / Tanggal
Jumat, 19 Des 2014

No

Ko

Waktu
16.00 17.00

Tempat
Di caf

Dialog Verbatim

1
2

/Ki
Ko
Ki

Ko

ketiga hari ini akan berlangsung

4
5
6

Ki
Ko
Ki

Ko

selama 60 menit kedepan.


Em iya (menganggukan kepala)
Hari ini apa kabarnya mbak Diah?
Alhamdulillah baik
Masih sibuk dengan kegiatan

Teknik / Tahapan

Keterangan

Selamat sore mbak Diah


Sore (tersenyum)
Kita bertemu lagi ya hari ini. Sesi

organisasi?
Masih sibuk banget, jadwal satu
minggu ini full banget. Kan

Ki

sekarang dikampus itu ada dekan


cup terus ini juga udah menjelang

Ko

10
11

Ki
Ko

UAS jadi sibuk banget


Sibuk banget ya. Tapi masih bisa
mengatur waktu ya?
Alhamdulillah masih bisalah
Baik, sebelumnya dari wawancara
kemarin mbak Diah sendiri masih
merasa bingung untuk
menentukan menjadi guru SD atau
SMP dikarenakan pilihan jurusan
guru ini adalah keinginan dari
orang tua mbak Diah dan mbak
Diah juga sebenarnya ingin
menjadi guru SMP tapi mbak Diah
takut nanti tidak bisa menghadapi
siswa-siswa yang bandel yang
tidak dapat diatur dan memiliki
38 | P a g e

pemikiran yang kritis seperti itu,


kemudian dari hasil asesmen pun
mbak Diah ini tipe kepribadiannya
ke sosial dan minatnya pada
bidang seni dari kedua hasil
asesmen ini bisa saling
berhubungan jika dilihat dari karier
12

Ki

13

Ko

yang mbak Diah pilih ya


Iya
Apakah mbak Diah sampai saat ini
masih memiliki pikiran atau
perasaan takut untuk berhadapan
dengan anak-anak SMP?
Emm ya kalau dipikir-pikir ya
bisa dibilang takut bisa dibilang
nggak sih kan apa ya memang sih
kemarin udah dapet magang terus
ya bisa dibilang langsung
berhadapan langsung sama

14

Ki

mereka anak-anak SMP bisa


dibilang udah punya pengalaman
kayak kemarin anak-anak yang
saya ajar pas saya masuk kelas
mereka ribut nggak bisa diatur gitu
nah saya takutnya ya seperti itu

15

Ko

16

Ki

17

Ko

18
19

Ki
Ko

aja nanti kedepannya


Dari pengalaman itu sendiri mbak
Diah masih merasa takut?
Iya
Bagaimana kalau saat ini kita
bermain peran?
Maksudnya gimana itu?
Oke disini nanti mbak Diah

Melakukan

menjadi guru yang menghadapi

intervensi

siswa bandel atau tidak dapat

Role Play
39 | P a g e

diatur dan memiliki pemikiran


yang kritis dan disini saya akan
menjadi siswa tersebut.
20

Ki

Bagaimana mbak Diah setuju?


Setuju
Sebelumnya saya akan

Modeling

Konselor

mencontohkan bagaimana nanti

mencontohkan

berhadapan dengan siswa yang

tingkah laku

memiliki pemikiran yang kritis

yang efektif

ketika nanti siswa bertanya


kepada guru atau saya dan saya
tidak bisa menjawab saya akan
mengatakan kepada siswa
tersebut mungkin disini ibu juga
21

Ko

belum dapat memahami hal yang


seperti ini nah disini kan kita
sama-sama belajar nanti disini kita
juga akan mencari hal tersebut
secara bersama-sama agar siswa
tau dan ibu juga tau, sepakat ya
kita
Nah mungkin seperti itu gambaran
untuk role play atau bermain peran
kita. Bagaimana bisa kita coba?
Bisa-bisa, jadi disini saya niru

22

Ki

23

Ko

24

Ki

25
26

Ko
Ki

kayak gitu ya seolah-olah saya ini


jadi guru.
Iya, sekarang mbak Diah mencoba
bermain peran disini.
Oke, saya langsung mulai nih
mbak?
Iya bisa langsung dimulai
Emm maaf sebelumnya
mungkin disini ibu juga belum

Praktik Role Play

Konseli
menirukan apa

40 | P a g e

paham banget mengenai materi

yang dilakukan

tersebut bagimana kalau kita

konselor

mencari jawabanya bersama-sama


jadi disini kita semua akan tau

27

Ko

bersama-sama
Saya coba untuk menanggapi ya
loh ibu kok bisa nggak tau sih
Em apa ya e.. namanya juga
kita sama-sama nggak tau kalau
ibu tau ibu akan berbagi kepada
kalian nah sebaliknya kalau ibu tau

28

Ki

kalian juga bisa beri tau ke ibu


mengenai hal tersebut, jadi disini
kita sama-sama belajar. Nggak ada
salahnya kan? (diam) ee kaya
gitu mbak?
Em iya itu bagus, mbak Diah

29

Ko

sudah tau bagimana cara


menghadapi anak yang memiliki
pemikiran kritis seperti itu
Haha iya kalau gini sih masih bisa
dikontrol mbak nah tapi kalau

30

Ki

ketemu langsung sama siswanya


itu pasti nanti juga saya bingung

31

Ko

32

Ki

33

Ko

34

Ki

35

Ko

mau ngomong apa


Apa mau kita coba lagi mbak Diah?
Em boleh dengan masalah
seperti itu juga?
Terserah mbak Diah saja mungkin
mau mencoba dengan kasus yang
lain
Apa mungkin dengan anak yang
sulit diatur ya?
Ide bagus mbak Diah
(menganggukan kepala), mungkin

41 | P a g e

dengan kasus murid yang ribut


Em gimana ya mohon diam

Praktik Role Play

anak-anak, tolong diam. Hargai

Konseli bermain
peran

orang yang sedang berbicara


36

Ki

didepan kelas kalau misalkan


kalian menghargai orang lain
kalian juga dihargai. Tolong diam

37

Ko

38

Ki

39

Ko

40

Ki

semuanya e
Seperti itu?
Iya, kayaknya kaya nggak tegas
gitu ya?
Kalau menurut mbak Diah sendiri
bagaimana?
Em kayaknya sih nggak tegas
ya. Terus kaya gimana dong?
Bagaimana kalau kita bermain
peran dengan setting saat ini
sedang ada dikelas mbak Diah

41

Ko

sebagai guru dan saya sebagai


murid, disini kita akan saling
menanggapi. Bagaimana mbak

42

Ki

Diah?
Boleh mbak
Sama seperti tadi ya cuma disini
kita buat sedemikian rupa sama

43

Ko

dengan keadaan dikelas. Baik


kasusnya murid yang ribut tidak
dapat diatur
Baik. Em

44

Ki

45
46

Ko
Ki

Implementasi

Konseli bermain

anak-anak semua tolong

peran dengan

diperhatikan, tolong semua

setting di dalam

memperhatikan kedepan
Siswa masih tetap ribut
ibu akan diam jika kalian ingin

kelas

berbicara terus, ibu persilahkan


tapi ibu tidak akan bertanggung
42 | P a g e

jawab mengenai tugas kalian nanti


jika kalian tidak mengerti
kan ibu diam saja tidak mau
47

Ko

menjelaskan bagaimana kita mau


mengerti tugas
nah jika kalian ingin ibu
menjelaskan materi agar kalian
paham dengan tugasnya nanti ibu

48

Ki

akan menjelaskan ketika kalian


tidak ribut dan berbicara dengan
teman disebelahnya, bagimana ibu

49

Ko

akan menjelaskan atau tidak?


jelaskan bu
Tiba-tiba siswa ribut lagi
Em kalau kalian ribut seperti ini
lagi ibu akan memberikan dua
tugas rumah atau satu tugas

50

Ki

dengan ujian di minggu depan,


kalian mau pilih yang mana? Kalian
tetap ribut ibu akan berikan tugas
seperti itu
loh bu kok gitu, jangan dong bu
masak tugasnya double udah gitu

51

Ko

kalau tugas satu minggu depan


ujian, kan kita juga punya tugas

52

Ki

yang lainnya bu
kalau kalian tidak ribut seperti ini
kalian memperhatikan materi yang
ibu sampaikan ibu tidak akan
memberikan tugas seperti itu tapi
ibu akan memberikan tugas satu
saja untuk minggu depan, jadi
kalian mau ribut atau
memperhatikan materi yang

43 | P a g e

53

Ko

dijelaskan?
diperhatikan bu
kalau kalian memperhatikan
dengan baik dan kalian mengerti
kan yang mendapatkan untungnya
kalian semua bukan ibu, yang
paham kan kalian nanti. Kita

54

Ki

semua sama-sama belajar disini,


jadi hargai kalau ada orang yang
berbicara didepan kalau kalian
menghargai orang lain, orang lain
juga kan menghargai kalian.
Bagimana setuju semua?
setuju (tersenyum)

55

Ko

56

Ki

57

Ko

Tiba-tiba ada satu murid yang


nakal masih tetap tidak
memperhatikan kedepan
Em A tolong perhatikan
kedepan
kenapa sih bu? Terserah saya kan
mau memperhatikan atau tidak
kenapa ibu yang repot?
kalau A tidak memperhatikan ini
dengan baik bagaimana nanti

58

Ki

kalau menegrjakan tugas, A mau


ibu kasi tugas lebih banyak lagi

59
60

Ki

dari yang lainya?


kok ibu pilih kasih seperti itu
ibu tidak pilih kasih kalau A juga
sama seperti yang lain, samasama memperhatikan kedepan,
memperhatikan apa yang ibu
sampaikan mengenai materi ini.
Jadi kalau A masih tetap ribut mau
dikasih tugas lebih banyak lagi,
44 | P a g e

61

Ko

62

Ki

63

Ko

64

Ki

65

Ko

bagaimana km mau?
ya nggak mau bu, siapa juga yang
mau seperti itu
nah kalau begitu perhatikan
kedepan dan A jangan ribut, agar
teman-temannya tidak terganggu
ya sudah kalau saya terganggu
saya keluar aja kalau begitu
konsekuensi A keluar dari kelas
ibu A tetap akan mendapat tugas
juga ya tapi dengan tugas yang
berbeda, bagaimana setuju?
nggak setuju bu
ya sudah kalau begitu A tetap
dikelas dan jangan ribut agar tidak

66

Ki

menggangu yang lain yang sedang


belajar dan A juga perhatikan
kedepan. Yang lain apakah merasa

67

Ko

terganggu jika ada yang ribut?


terganggu bu
bagaimana A yang lain akan

68

Ki

merasa terganggu kalau A tetap

69

Ko

70

Ki

71

Ko

72

Ki

73

Ko

ribut seperti itu?


iya deh bu, saya diem aja kalau
begitu
ya sudah terserah A aja sekarang
mau memperhatikan atau tidak
yang penting A jangan menganggu
teman-teman yang lainnya
(tersenyum) (diam)
(diam) emm gimana mbak
seperti itu?
Iya, itu tadi bagus banget bisa

Follow up

Menindak lanjuti

mengarahkan siswa-siswanya

dari praktik role

untuk tidak ribut. Nah sekarang

play

mbak Diah dari role play tadi apa

45 | P a g e

yang mbak Diah lihat dari mbak


Diah sendiri?
Em apa ya, sebenernya masih
bingung aja sih harus gimana
kalau berhadapan langsung nanti
tapi kalau yang tadi sih ya kayak
74

Ki

coba buat tegas tapi kelihatannya


kok kayak galak gitu kaya ngasi
punistmen gitu ya bukan hukuman
juga sih itu tapi semacam kaya
peringatan gitu loh biar mereka

75

Ko

76

Ki

77

Ko

nanti nggak ribut lagi


Nah kira-kira apakah cara seperti
itu akan efektif?
Em nggak tau juga ya tapi sih
kalau guru-guru saya dulu seperti
itu
Nah kalau dari magang kemarin
seperti apa?
Kalau magang kemarin sih kemarin
saya nggak kayak gitu kan soalnya
saya juga belum jadi guru jadi saya

78

Ki

nggak berani buat mengatur


mereka jadinya kemarin saya
capek sendiri bilang ke mereka
semua
Lalu dengan bermain peran tadi

79

Ko

apakah cara seperti itu yang akan

80

Ki

mbak Diah juga lakukan?


Em gimana ya saya ini orangnya
nggak tegas gitu nah mungkin dari
kayak tadi itu bisa dibilang tegas
sebagai guru. Ya walaupun
kelihatannya seperti ada kasi

46 | P a g e

punishment tapi kan punismentnya


nggak berlebihan juga
punismentnya juga masih
berhubungan dengan materi atau

81

Ko

belajar gitu
Jadi menurut mbak Diah apakah
cara seperti itu akan berhasil?
Nggak tau juga sih mbak kan saya
baru melakukannya disini nggak
tau juga kalau di kelas nanti tapi

82

Ki

insyaAllah berhasil kan saya juga


lihat dari guru-guru saya
sebelumnya kalau mereka dulu

83

Ko

84

Ki

kaya gitu
Jadi kemungkinan besar itu akan
berhasil?
Emm mungkin
Nah kalau dengan bermain peran
seperti tadi mbak Diah apakah

85

Ko

sudah siap nantinya untuk


menerapkan di kelas saat mbak
Diah sudah mejadi guru?
Kalau memang itu cara yang
efektif ya dilakukan aja sih mbak
tapi kalau memang ada cara yang

86

Ki

lain bisa juga pakai cara yang lain


tapi ya setidaknya sekarang saya
sudah tau atau saya sudah punya

87

Ko

88
89
90

Ki
Ko
Ki

gambaran seperti itu


Jadi mbak Diah bisa dikatakan
sudah siap ya?
Siap nggak siap sih mbak
Kenapa seperti itu?
Kalau siap untuk sekarang kaya
gitu sih belum ya mbak tapi kalau

47 | P a g e

nanti saya jadi guru ya saya harus


siap, mungkin kalau saya punya
pengalaman yang banyak mungkin

91

Ko

nanti saya akan lebih siap lagi


Dari kemampuan yang mbak Diah

Menilai

miliki saat ini bagaimana?

kemampuan
konseli

Emm Kalau kemampuan saya


sih belum bisa dibilang bagus atau
kemampuan saya sudah bisa
seperti tadi dengan baik tapi ya
em setidaknya saya bisa atau
92

Ki

tau apa yang akan saya lakukan


nanti ketika saya menjadi guru,
dari hasil role play tadi pun ya
saya sudah memiliki pandangan
seperti apa nanti kalau
menghadapi murid-murid yang
tidak dapat diatur
Jadi mbak Diah sudah memiliki
pandang ke depannya seperti apa

93

Ko

jika nanti menjadi guru dan


menghadapi murid yang nakal

94

Ki

atau bandel?
Iya mbak
Mbak Diah juga tadi sudah

95

Ko

bermain peran dengan saya

96

Ki

disini
Iya
Nah dari apa yang kita lakukan

97

Ko

sekarang itu bisa dilakukan nanti


ketika mbak Diah menjadi guru
Iya mbak, kalau saya punya cara

98

Ki

lain mungkin nanti saya juga akan


gunakan
48 | P a g e

Iya mbak Diah, nanti kedepannya


99

Ko

kan tinggal diterapkan saja seperti


apa
Iya, doain aja ya mbak saya bisa

100

Ki

yang hari ini saya jadikan bekal


nanti bagaimana mengatur siswa
yang bandel
InsyaAllah pasti saya doakan nanti

101

Ko

102

Ki

103

Ko

104

Ki

105

Ko

106
107

Ki
Ko

108

Ki

109

Ko

110

Ki

mbak Diah bisa mengatur


siswanya dan menjadi guru yang
luar biasa
Amin
Amin. Mungkin untuk sesi ini saya
rasa cukup sampai disini karena
mbak Diah dengan baik saat kita
bermain peran hehe
Hehe (tertawa)
Kira-kira mbak Diah bisa bertemu
lagi dihari apa dan jam berapa?
Em besok bisa mbak
Besok ya, jam berapa mbak Diah?
Jam segini lagi aja nggak apa-apa
kok mbak
Besok dijam yang sama ya mbak
dia, ditempat yang sama juga?
Em iya boleh
Oke, terima kasih untuk
pertemuan hari ini mbak Diah

111

Ko

semoga setelah sesi ini berakhir


mbak Diah dapat merenungkan
kembali dari kegiatan hari ini.

112

Ki

Selamat sore
Sore

49 | P a g e

PERTEMUAN KEEMPAT INTERVENSI II (USING DECISION-MAKING AIDS) &


TERMINASI

Hari / Tanggal
Sabtu, 20 Des 2014

No

Ko

1
2

/Ki
Ko
Ki

Ko

4
5

Ki
Ko

Ki

Waktu
16.00 17.00

Tempat
Di cafe

Dialog Verbatim

Teknik / Tahapan

Keterangan

Selamat sore mbak Diah


Sore
Bagaimana kabarnya masih sehat
ya mbak?
Alhamdulillah masih sehat
Hari ini ada sibuk organisasi?
Ada mbak ya kan lagi persiapan
dekan cup itu ditambah lagi sama
tugas-tugas UAS ya bisa dibilang
lagi sibuk-sibuknya gitu
Sibuk banget, jangan sampai lupa

Ko

Ki

selalu ingetin saya untuk jaga

Ko

kesehatan hehe (tertawa)


Hehe (tertawa)
Kemarin aja sampai temen saya

10

Ki

ada yang sakit gara-gara

jaga kesehatan ya mbak Diah


Iya, InsyaAllah orang tua saya juga

kecapekan gitu mbak


Ya ampun, mbak Diah jangan

11

Ko

12

Ki

sampai sakit loh ya nanti


InsyaAllah mbak
Oke, dari pertemuan sebelumnya

13

Ko

yang dimana kita bermain peran

14

Ki

15

Ko

kemarin
Oiya mbak
Mbak Diah sudah

16

Ki

merenungkannya?
Em ya sudah sih mbak
50 | P a g e

Dari pertemuan pertama kita

Intervensi

Konseli

kemarin mbak Diah ingin menjadi

Using decision

mengambil

guru bahasa inggris di SMP dengan

making AIDS

keputusan

hasil asesmen yang mendukung


dan mbak Diah juga sudah
17

Ko

menyusun tujuan atau memiliki


tujuan kedepannya seperti apa dan
kemarin kita juga sudah
melakukan role play, saat ini
bagaimana keputusan yang dibuat
oleh mbak Diah?
Em ya dilihat dari yang kemarinkemarin lagi kayak dari hasil

18

Ki

asesmen terus apa kita main peran


ya mungkin saya bisa yakin lah
sama keputusan saya yang awal

Ko

19

saya tetep mau untuk di guru SMP


Jadi mbak Diah keputusannya ingin

Ki

menjadi guru SMP ya?


Iya mbak
Keputusan yang mbak Diah buat

Ko

ini apakah sudah sesuai dengan


kemampuan mbak Diah?
Ya gimana ya memang sih ya
kemampuan saya sekarang belum

20

Ki

seberapa apa lagi pengalaman tapi


kalau saya bisa yakin dengan
kemampuan saya sendiri
insyaAllah nanti saya bisa
Jadi mbak Diah sudah merasa tidak

21
22
23

Ko

ada keraguan lagi ya dengan

Ki
Ko

keputusan mbak Diah?


InsyaAllah nggak ragu
Dari pekerjaan atau karier yang

Analisis Force

Mengdentifikasi

telah diputuskan mbak Diah, apa

Field

hambatan
51 | P a g e

yang nantinya akan menjadi


penghambat mbak Diah?
Em penghambat kayaknya
nggak ada sih ya karena ini juga
sudah mendapat dukungan dari
24

Ki

ibu tapi mungkin e peluang


pekerjaan aja sih keterima atau
nggak di sekolah tempat mau
bekerja
Itu yang nantinya akan menjadi

25

Ko

26

Ki

jadi guru pun mungkin juga ada

Ko

beberapa kali ya
Kira-kira itu seperti apa?
Em apa ya mungkin nanti kalau

27

penghambat bagi mbak Diah?


Iya bisa dibilang gitu, kalau nanti

apa yang saya pikirkan tentang


persiapan saya ya kayak gini kan
saya udah mempersiapkan segala
hal nantinya untuk persiapan
mengajar tapi ternyata dari
persiapan saya dan apa yang saya
28

Ki

pikirkan itu berbeda nah saya pikir


ini nanti semua siswanya kaya
gampang beradaptasi gitu kan
sama guru baru tapi ternyata
nggak mungkin juga ya dikiranya
siswa bandel itu ya udah bandel
aja tapi ternyata bandelnya nggak
bisa diatur dan ngelawan sama

29

Ko

guru
Nah dari penghambat-penghambat
tersebut apa yang akan mbak Diah
lakukan untuk meminimalisir

52 | P a g e

hambatan tadi?
Kalau misalkan nanti ditolak
ditempat bekerja atau sekolah ya
paling cari sekolah yang lain yang
30

Ki

bisa nerima saya, kan karier saya


kedepan akan jadi guru kalau saya
menyerah daftar ntar karier saya
juga gagal dong
Jadi mbak Diah tetap mau

31

Ko

32

Ki

berusaha ya?
Iya mbak
Nah kalau misalkan siswa yang

33

Ko

sulit beradaptasi dengan guru baru


tadi itu bagaimana mbak?
Ya gimana ya mungkin nanti bikin
cara supaya siswa-siswanya
mudah menerima guru baru ya
paling bikin pendekatan dulu

34

Ki

jangan pasang wajah yang galak


gitu, setiap guru kan pasti punya
cara sendiri-sendiri ya mbak jadi
mungkin saya buat cara biar

35

Ko

36

Ki

mereka nanti bisa menerima saya


Jadi bagi mbak Diah penghalang
tidak menjadi masalah?
Em gimana ya kalau penghalang
atau hambatan pasti ada kan
mbak tapi ya itu bukan berarti
buat kita berhenti
Jadi mbak Diah nanti tetap akan

37

38
39

Ko

Ki
Ko

berusaha dengan usaha mbak


Diah untuk menerjang hambatan
itu?
InsyaAllah iya mbak
Pada awal pertemuan kita dulu

Terminasi Akhir

Konselor

53 | P a g e

mbak Diah mengatakan sulit untuk

mereview

membuat keputusan atau

kembali dari

menentukan keputusan untuk

hasil konseling

menjadi guru SD atau SMP


kemudian mbak Diah mengatakan
ingin fokus pada guru SMP tetapi
mbak Diah merasa takut nantinya
jika mbak Diah mengajar siswa
yang memiliki permikiran yang
kritis dan sulit diatur dari
wawancara awal mbak Diah sendiri
sudah ingin memutusakan apa
40

Ki

yang mbak Diah inginkan


Iya
Kemudian setelah kita melakukan
asesmen dengan metode asesmen
kepribadian & minat dan bermain
peran seolah-olah sedang berada
di kelas proses belajar ya, kemarin
mbak Diah sudah dapat untuk
mementukkan keputusan yang
mbak Diah buat yaitu mbak Diah

41

Ko

yakin untuk menjadi guru SMP ya


mbak dengan keputusan mbak
Diah ini mbak Diah sudah tau atau
siap jika menerima
konsekuensinya dan resiko dari
keputusan mbak Diah, walaupun
nantinya ada konsekuensi dan
resiko mbak Diah sendiri tetap

42

Ki

untuk menerimanya ya
Iya mbak itu mungkin memang
salah satu juga yang nanti ada di

54 | P a g e

keputusan saya
Nah dari keputusan yang mbak
Diah buat rencana atau tujuan
mbak ini ingin meningkatkan
43

Ko

potensi mbak saat ini untuk


menjadi bekal nanti dunia kerja
menjadi seorang guru, seperti itu
ya?
Iya mbak, ya rencana kedepan

44

45

Ki

Ko

saya ya itu supaya nanti ketika


saya jadi guru sudah tau apa yang
nanti akan saya lakukan
Dalam mengambil keputusan ini

Pengkajian

Menimbang

mbak Diah bisa menilai resikonya

hambatan yang

hambatan apa

nanti seperti apa?

ditemukan

saja yang
muncul

Kalau memang ada resikonya ya


sudah itu kan resikonya kita sendiri
ngambil keputusan kaya gitu, ya
kalau memang dari awal sudah
yakin insyaAllah saya bisa buat
46

Ki

menjalani keputusan yang saya


buat kalau ada konsekuensinya ya
nanti harus diterima ya mungkin
konsekuensinya mengajar siswasiswa yang nakal, bandel dan

47

Ko

48

Ki

punya pikiran yang kritis


Begitu juga dengan resiko-resiko
yang nantinya ada?
Em gini sih ya mbak setiap
keputusan kan pasti ada resikonya
jadi kalau nanti dari keputusan ini
ada resikonya ya sudah ini
memang sudah keputusan saya ya

55 | P a g e

saya tetap harus menjalani dengan


keputusan saya ini
Keputusan mbak Diah sudah jelas
49

Ko

untuk menjadi guru, berarti rasa


takut mbak Diah sekarang ini
sudah berkurang?
Ya bisa dibilang seperti ini karena
dari pertemuan sebelumnya itu
saya cari tau gitu gimana sih cara
mengajar guru murid yang bandel

50

Ki

atau nakal dan ternyata kemarin


juga bermain peran seperti saya
mencoba dengan sungguhan gitu
ya insyaAllah sudah ada
pandangan buat kedepannya
seperti apa
Jadi mbak Diah sudah yakin ya

51
52
53

Ko

dengan keputusan mbak Diah saat

Ki

ini dan tidak akan berubah lagi?


Insyallah yakin, amin
Amin mbak Diah. Jadi setelah ini

Rencana tindak

Merumuskan

mbak Diah sudah tau tujuan mbak

selanjutnya

tindakan

Ko

Diah kemana?
Ya mungkin saya mau

kedepannya

meningkatkan cara belajar saya


dulu supaya nanti nggak kesulitan
54

Ki

dalam mengajar terus ya e saya


meningkatkan potensi saya aja
dulu biar nggak mengalami
kesulitan pas nanti di jadi guru

55

Ko

SMP
Baik tujuan mbak Diah sudah jelas
ingin meningkatkan potensi dan
keputusan mbak Diah pun juga

56 | P a g e

telah dibuat dimana mbak Diah


sudah yakin untuk mengambil
56

57

Ki

Ko

keputusan menjadi guru SMP


Iya mbak (tersenyum)
Nah dari konseling yang telah kita

Evaluasi

Untuk

lakukan dari awal dari sesi

mengetahui

pertama sampai saat ini, apa yang

perkembangan

dialami mbak Diah sekarang?


Emawalnya kan saya bingung

konseli

kemarin itu mau pilih antara guru


SD atau SMP soalnya kan saya
juga ada rasa takut gitu nah dari
konseling ini saya lebih tau banyak
tentang diri saya kaya kepribadian
sama minat saya kaya gimana
58

Ki

terus saya juga udah bisa ngambil


keputusan sendiri setelah kita
bermain peran lagi kemarin saya
kaya bisa meragain gimana ngatur
siswa yang nakal kaya ada
pandangan lagi udah gitu yam akin
yakin aja sama keputusan yang
saya buat jadi ya saya sudah tau
nanti akan kemana tujuannya
Oke, saya senang sekali kalau

59

Ko

60

Ki

mbak Diah ini sudah tau apa yang


akan diputuskan untuk
kedepannya
Iya terima kasih mbak
Sama-sama mbak Diah, semoga
mbak Diah bisa menjadi pribadi

61

Ko

yang sukses dan menjadi guru


teladan nantinya bisa dijadikan
idola diantara siswa-siswanya

57 | P a g e

62
63

Ki
Ko

Amin amin
Kalau ada siswa yang nakal ya itu

Pemberian

wajar aja namanya juga masih

informasi

anak-anak kan ya mbak Diah


Iya, ya kalau anak-anak memang
64

Ki

ada yang bisa diatur ada yang


nggak
Hehe iya mbak, semoga setelah
konseling ini berakhir komunikasi

65

Ko

diantara kita tidak terputus kita


masih berbicang-bicang seperti ini
atau nanti kita bisa buat

66

Ki

pertemuan lainya di luar ya mbak


Iya mbak, kita saling sharing
Iya mbak Diah, baik saya rasa
konseling kita hari ini cukup
sampai disini karena mbak Diah

67

Ko

bisa menentukan tujuan


kedepannya seperti apa dan mbak
Diah sudah membuat keputusan

68

Ki

69

Ko

70

Ki

71

Ko

72

Ki

sendiri
Alhamdulillah mbak hehe (tertawa)
Saya tunggu kabar dari mbak Diah
nanti dan saya akan dapat kabar
kalau mbak Diah sudah menjadi
guru yang sukses
Amin mbak
Amin mbak Diah. Terima kasih
untuk hari ini, selamat sore
Sore

58 | P a g e