Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN AKHIR STRUKTUR SENYAWA ANORGANIK

PENENTUAN KEPOLARAN SENYAWA KOVALEN

OLEH :

NAMA

: SEPTIA ADELLA

NIM/BP

: 1301792/2013

PRODI

: KIMIA NK B

KELOMPOK

: II (DUA)

DOSEN

: 1.Dra.Hj.BAYHARTI.M.sc
2.MIFTAHUL KHAIR,S.Si,M.Sc
3.EKA YUSMAITA,S.Pd,M.Pd

ASISTEN

: 1. RIAN SETIAWAN
2. GUSFARIA APLENDRA

JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2014

PENENTUAN KEPOLARAN SENYAWA KOVALEN


A. TUJUAN
1. Memahami senyawa kovalen
2. Untuk mengetahui tingkat kepolaran suatu senyawa
3. Menentukan kepolaran senyawa kovalen aquades, HCl, dan etanol
B. WAKTU PELAKSANAAN
Hari / tanggal

: Jumat / 31 Oktober 2014

Waktu

: 09.40-12.20 WIB

Tempat

: Laboratorium Kimia Anorganik, FMIPA UNP

C. TEORI DASAR
Senyawa kovalen merupakan senyawa yang terbentuk antara unsur nonlogam dengan
unsur nonlogam melalui penggunaan elektron bersama. Senyawa kovalen umumnya
memiliki ikatan yang kurang kuat dibandingkan dengan senyawa ionik. Senyawa kovalen
memiliki titik didih dan titik leleh rendah. Ikatan kovalen merupakan ikatan yang terjadi
karena pemakaian bersama elektron. Ikatan ini terjadi karena pemakaian pasangan
elektron secara bersama oleh dua atom yang berikatan. Senyawa kovalen terbagi dua
yakni senyawa kovalen polar dan senyawa kovalen non polar. Senyawa kovalen polar
dapat menghantarkan listrik.
Perbedaan keelektronegatifan dan bentuk molekul yang tidak simetri pada senyawa
kovalen mengakibatkan senyawa tersebut memiliki sifat polar. Pada senyawa kovalen
polar terjadi pengkutuban artinya ada bagian yang bersifat negatif dan bagian lain yang
bersifat positif. Senyawa kovalen polar memiliki kekuatan ikatan antar molekul yang
lebih besar dibandingkan senyawa kovalen nonpolar. Hal ini juga mengakibatkan
senyawa kovalen memiliki titik didih dan titik cair yang lebih tinggi.
Percobaan ini akan menyelidiki kepolaran beberapa senyawa kovalen. Percobaan
dilakukan dengan mengalirkan larutan senyawa kovalen dari buret. Pada aliran
didekatkan penggaris plastik yang telah digosokkan ke rambut yang kering sehingga
memiliki muatan negatif. Karena senyawa kovalen polar memiliki kutub-kutub, maka
akan menunjukkan reaksi positif terhadap penggaris plastik. Kucuran atau aliran akan

membelok mendekati atau menjauhi penggaris plastik (Tim Struktur Senyawa Anorganik.
2014)
Setiap unsur mempunyai bermacam- macam muatan inti dan konfigurasi elektron
yang berlainan sehingga atom atom dari unsur yang berbeda mempunyai kemampuan
yang berbeda pula untuk menarik elektron apabila atom atom ini membentuk ikatan
kimia. Dua buah atom atau lebih yang terikat secara kovalen namun kedua atom tersebut
memiliki perbedaan keelektronegatifan yang cukup besar, maka pasangan elektron yang
berikatan akan berada lebih dekat dengan atom yang lebih elektronegativ.
Ikatan yang terbentuk dari pemakaian bersama sepasang elektron ( atau lebih dari satu
pasang ) antara dua atom disebut ikatan kovalen (David E. Golberg, 2003). Senyawa
kovalen adalah senyawa yang terjadi antara unsur-unsur nonlogam dengan unsur-unsur
nonlogam melalui penggunaan elektron bersama.
Perbedaan keelektronegativan dan bentuk molekul yang tidak simetri pada senyawa
kovalen mengakibatkan senyawa tersebut memiliki sifat polar. Pada senyawa kovaken
polar tejadi pengkutuban, artinya ada bagian yang bersifat lebih negatif dan ada bagian
yang bersifat lebih positif.
Elektronegativitas adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan gaya tarik
menarik atom pada elektron dalam suatu ikatan (James E. Brady, 1994). Sedangkan
menurut David E. Golberg (2003) elektronegativitas adalah ukuran semikuantitatif
terhadap kemampuan sebuah atom untuk menarik elektron yang terlibat dalam ikatan
kovalen.
Perbedaan keelektronegativan yang semakin besar akan menimbulkan dipol.
Kepolaran dinyatakan oleh momen dipol (), yang merupakan hasil kali antara muatan
(q) dan jarak (d)
Molekul molekul yang memiliki dipol disebut dengan molekur polar dan ikatannya
disebut ikatan kovalen polar.
Suatu ikatan kovalen polar apabila PEI (Pasangan Elektron Ikatan) tertarik lebih kuat
ke salah satu atom. Untuk molekul-molekul yang hanya mengandung dua atom,
kepolarannya dapat ditentukan dengan mudah.

Jika kedua atom itu sejenis, ikatannya pasti nonpolar. Contohnya :H2, Cl2, Br2.

Jika kedua atom itu tidak sejenis, ikatannya pasti polar. Contohnya : GCl, HBr, BrCl.

Untuk molekul-molekul yang hanya mengandung tiga buah atau lebih atom,
kepolarannya ditentukan oleh PEB (Pasangan Elektron Bebas) yang dimiliki atom pusat,
yaitu yang persis ditengah-tengah molekul.

Jika atom pusat tidak mempunyai PEB, maka bentuk molekul itu simetris sehingga
PEI tertarik sama kuat ke semua atom. Akibatnya molekul tersebut nonpolar.

Jika atom pusat mempunyai PEB, maka bentuk molekul itu tidak simetris sehingga
PEI tertarik lebih kuat ke atom pusat, akibatnya molekul tersebut polar.
Senyawa polar adalah senyawa yang terbentuk akibat adanya suatu ikatan antar

elektron pada unsur-unsurnya. Hal ini terjadi karena unsur yang berikatan tersebut
mempunyai nilai keelektronegatifitas yang berbeda.
Ciri-ciri senyawa polar:
1. Dapat larut dalam air dan pelarut lain
2.

Memiliki kutub positif (+) dan kutub negatif (-), akibat tidak meratanya distribusi
elektron

3.

Memiliki pasangan elektron bebas ( bila bentuk molekul diketahui ) atau memiliki
perbedaan keelektronegatifan.

Contoh : alkohol, HCl, PCl3, H2O, N2O5.


Senyawa non polar adalah senyawa yang terbentuk akibat adanya suatu ikatan antar
elektron pada unsur-unsur yang membentuknya. Hal ini terjadi karena unsur yang
berikatan mempunyai nilai elektronegatifitas yang sama/hampir sama
Ciri-ciri senyawa non polar
1. Tidak larut dalam air dan pelarut polar lain
2. Tidak memiliki kutub positif (+) dan kutub negatif (), akibat meratanya distribusi
elektron
3. Tidak memiliki pasangan elektron bebas ( bila bentuk molekul diketahui ) atau
keelektronegatifannya sama.
Contoh : Cl2, PCl5, H2, N2
Perbedaan Senyawa Polar dan Non polar
Senyawa polar
a. Dapat larut dalam air
b.

Memiliki pasangan elekton bebas ( bentuk tidak simetris)

c.

Berakhir ganjil, kecuali BX3 dan PX5

Contoh : NH3, PCl3, H2O, HCl, HBr


Senyawa non polar
a.

Tidak dapat larut dalam air

b.

Tidak memiliki pasangan elektron bebas (bentuk simetris )

c.

Berakhir genap

Contoh : F2, BR2, O2, H2

D. ALAT DAN BAHAN


Alat yang digunakan yaitu :
1. Buret
2. Statif
3. Corong
4. Gelas kimia
Bahan yang digunakan yaitu :
1. Aquades
2. HCl
3. Etanol 95%
4. Glukosa
5. Aseton
D. PROSEDUR KERJA
1. Pasang buret pada statif
2. Isi buret dengan aquades, pastikan bahwa kran buret tertutp agar aquades tidak mengalir
keluar
3. Letakkan gelas kimia dibawah buret sebagai penampung cairan isi buret
4. Gosokkan penggaris pada rambut yang kering
5. Alirkan aquades dari buret dengan membuka kran buret lalu dekatkan penggaris pada
aquades itu, namun jangan sampai tersentuh.
6. Amati apa yang terjadi
7. Ulangi langkah percobaan ini dengan menggunakan HCl dan etanol, glukosa dan aseton
(dilakukan di lemari asam).

8. Tentukan momen dipol masing-masing larutan


E. TABEL PENGAMATAN
Tabel arah aliran beberapa larutan yang di dekatkan dengan listrik statis
Arah Aliran
No
1
2
3
4
5

Larutan
Air
Etanol 95%
Larutan Glukosa
Aseton
HCl

Dibelokkan

Lurus/ Tidak
Dibelokkan
-

F. PEMBAHASAN
Ketika molekul polar berdekatan dengan molekul polar, maka akan timbul gaya
elektrostatik diantara keduanya. Gaya ini disebut gaya dipol- dipol. Melalui gaya ini, zat
terlarut yang bersifat polar dapat larut dalam pelarut polar yang memiliki konstanta
dielektrik besar. Molekul molekul polar yang berada dalam fase cair, pusat muatan
negatif akan berdekatan dengan pusat muatan positif, dan sebaliknya. Peristiwa ini
menyebabkan gaya tarik antar molekul akan lebih kuat dari pada gaya tolaknya.
Dari percobaan yang telah dilakukan maka bisa diidentifikasi berbagai molekul yang
bersifat polar. Jika didekatkan dengan magnet statis, maka aliran air akan bereaksi
sehingga kucurannya akan mendekati atau menjauhi magnet statis.
Berikut pembahasan lebih mendalam dari percobaan ini dengan berbagai larutan yang
digunakan :
a. Air
Molekul H2O bersifat polar karena memiliki momen dipol yang bernilai 1,84 D. Nilai
momen dipol ini didapatkan berdasarkan jumlah vektor dari momen ikatan H-O dan
momen PEB. Atom O lebih elektronegatif daripada atom H sehingga arah momen ikatan
O-H akan mengarah ke atom O. Sedangkan untuk arah momen pasangan elektron bebas
mengarah dari atom O menuju ke pasangan elektron bebas. Ketika penggaris bermuatan
elektostatif didekatkan dengan kucuran air , ternyata aliran air yang tadinya lurus akan
dibelokkan, hal ini menunjukkan adanya elektron listrik yang saling tarik menarik antara
air dan penggaris listrik

b.

Etanol 95%
Etanol disebut juga alkohol murni atau alkohol saja, Etanol banyak digunakan sebagai

pelarut berbagai bahan-bahan kimia yang ditujukan untuk konsumsi dan kegunaan
manusia. Pada saat kran buret dibuka dan penggaris didekatkan ke kucuran etanol , medan
listrik yang dihasilkan oleh penggaris membuat arah aliran etanol berbelok kearah medan
listrik, hal ini menunjukkan bahwa etanol merupakan senyawa polar.

Secara teori, Kepolaran etanol ini juga dapat kita lihat dari adanya pasangan electron
bebas yang terlihat pada struktur lewis dari etanol dimana pada struktur lewis ini dapat
dilihat bahwa etanol memiliki dua pasang electron bebas pada atom oksigen. Sedangkan
jika dilihat dari momen dipolnya etanol ini memiliki momen dipole yang lebih dari satu
yaitu: 1,69 D
c. Aseton
Aseton, juga dikenal sebagai propanon, adalah senyawa berbentuk cairan yang tidak
berwarna dan mudah terbakar. dan merupakan keton yang paling sederhana. Aseton larut

dalam berbagai perbandingan dengan air, etanol, dietil eter dll. Aseton termasuk senyawa
polar yang terbukti ketika alirannya didekatkan dengan penggaris alirannya dibelokkan.

Aseton atau propanon memiliki rumus kimia CH3COCH3. Pada senyawa ini,
ditemukan 3 atom carbon, 6 atom hidrogen, dan 1 atom oksigen. Atom-atom ini
membentuk ikatan kovalen tunggal dan rangkap dua, dan pada senyawa ini ditemukan
pasangan elektron bebas. Oleh karena itu, menurut struktur Lewis-nya, senyawa ini
dimasukkan dalam senyawa polar. Sedangkan jika kita lihat dari nilai momen dipolnya
senyawa ini memiliki momen dipol yaitu : 2,91 D. jadi dapat disimpulkan bahwa aseton
ini merupakan senyawa polar.
d.

Larutan Gula
Larutan gula merupakan campuran dari glukosa yang dilarutkan dalam pelarut air.

Ketika kran buret dibuka dan penggaris didekatkan, aliran glukosa yang awalnya lurus
ternyata juga di belokkan , hal ini menunjukkan bahwa larutan gula mempunyai sifat polar.
Menurut teori momen dipolnya yaitu : 4,04 D.

e.

HCl
Pada larutan Asam klorida yang di aliri ke bawah, larutan tersebut membelok ke arah

penggaris yang di dekatkan pada larutan HCl yang mengalir. Berdasarkan susunan
molekul Asam Klorida, atom H dan Cl sama sama menarik pasangan elektron, tetapi
kelektronegatifan Cl lebih besar daripada atom H. Akibatnya atom Cl menarik pasangan

electron ikatan (PEI) lebih kuat daripada atom H sehingga letak PEI lebih dekat ke arah
Cl sehingga HCl bersifat polar yang dapat menghantarkan listrik karena memiliki kutub +
dan kutub akibat persebaran electron yang tidak merata.

Jika dilihat juga secara teori, asam klorida ini memiliki tiga pasang pasangan electron
bebas dan memiliki momen dipol yaitu 1.08 D
Dari kelima larutan yang digunakan menunjukkan bahwa semua larutan yang dipakai
dalam praktikum mempunyai sifat polar yang dibuktikan dengan di belokkannya arah
aliran ketika penggaris bermuatan elektrostatis didekatkan ke aliran larutan.
Faktor yang mempengaruhi kepolaran suatu molekul selain keelektronegativan, dan
juga bentuk molekul terdapat beberapa faktor lain yang menyebabkan suatu molekul
bersifat polar seperti momen dipol, momen ikatan, momen pasangan elektron bebas,
kation, anion, serta konfigurasi elektron. Faktor-faktor tersebut merupakan faktor yang
disebabkan karena keberadaan molekul itu sendiri. Selain itu, ternyata keberadaan molekul
tetangga dapat menyebabkan timbulnya sifat polar. Hal ini dijelaskan melalui gaya
antarmolekul yang terjadi dalam molekul tersebut.

G. KESIMPULAN
1. Senyawa kovalen merupakan senyawa yang terbentuk antara unsur nonlogam dengan
unsur nonlogam melalui penggunaan elektron bersama.
2. Momen dipol dari beberapa senyawa kovalen
N
o

Larutan

Momen dipol
(D)

1
2
3
4
5.

Air
Etanol 95%
Aseton
Glukosa
HCl

0.82
1,69 (gas)
2,91
4,04
1,08

3. Suatu larutan dikatakan bersifat polar apabila larutan tersebut tertarik saat didekatkan
dengan medan listrik.sedangakan jika larutan tidak tertarik maka larutan bersifat nonpolar.
H. EVALUASI
1. Jelaskan yang anda ketahui tentang senyawa kovalen?
Senyawa kovalen merupakan senyawa yang terbentuk antara unsur nonlogam dengan
unsur nonlogam melalui penggunaan elektron bersama. Senyawa kovalen umumnya
memiliki ikatan yang kurang kuat dibandingkan dengan senyawa ionik.
Senyawa kovalen memiliki titik didih dan titik leleh rendah. ikatan kovalen
merupakan ikatan yang terjadi karena pemakaian bersama elektron. Ikatan ini terjadi
karena pemakaian pasangan elektron secara bersama oleh dua atom yang berikatan.
Senyawa kovalen terbagi dua yakni senyawa kovalen polar dan senyawa kovalen non
polar. Senyawa kovalen polar dapat menghantarkan listrik.
2. Jelaskan perbedaan senyawa kovalen dan senyawa ionik?
No
1
2
3

Sifat
Titik didih
Titik leleh
Wujud

Daya hantar listrik

5
6

Kelarutan dalam air


Kelarutan dalam
trikloroetana (CHCl3)

Senyawa Ion
Tinggi
Tinggi
Padat pada suhu
kamar
Padat = isolator
Lelehan =
konduktor
Larutan =
konduktor
Umumnya larut

Senyawa Kovalen
Rendah
Rendah
Padat,cair,gas pada suhu
kamar

Tidak larut

Larut

Padat = isolator
Lelehan = isolator
Larutan = ada yang
konduktor
Umumnya tidak larut

3. Jelaskan perbedaan senyawa kovalen polar dan senyawa kovalen nonpolar?


Senyawa Kovalen polar

Senyawa kovalen dikatakan polar jika senyawa tersebut memiliki perbedaan


keelektronegatifan. Dengan demikian, pada senyawa yang berikatan kovalen terjadi
pengutuban muatan. Ikatan kovalen polar adalah ikatan kovalen yang Pasangan Elektron
Ikatannya (PEI) cenderung tertarik ke salah satu atom yang berikatan. Senyawa kovalen
polar biasanya terjadi antara atom-atom unsur yang beda keelektronegatifannya besar,
mempunyai bentuk molekul asimetris, mempunyai momen dipol (= hasil kali jumlah
muatan dengan jaraknya) 0.
Ciri-ciri senyawa polar
dapat larut dalam air dan pelarut polar lain
memiliki kutub + dan kutub - , akibat tidak meratanya distribusi elektron
memiliki pasangan elektron bebas (bila bentuk molekul diketahui) atau memiliki
perbedaan keelektronegatifan
Contoh : alkohol, HCl, PCl3, H2O, N2O5

Senyawa kovalen non polar


Senyawa kovalen dikatakan non polar jika senyawa tersebut tidak memiliki perbedaan
keelektronegatifan. Dengan demikian, pada senyawa yang berikatan kovalen tidak terjadi
pengutuban muatan. Ikatan kovalen nonpolar adalah ikatan kovalen yang Pasangan
Elektron Ikatannya (PEI) tertarik sama kuat ke arah atom-atom yang berikatan. Senyawa
kovalen nonpolar terbentuk antara atom-atom unsur yang mempunyai beda
keelektronegatifan nol atau mempunyai momen dipol = 0 (nol) atau mempunyai bentuk
molekul simetri.
Ciri-ciri senyawa polar
Tidak larut dalam air dan pelarut polar lain
Tidak memiliki kutub + dan kutub - , akibat meratanya distribusi electron
Tidak memiliki pasangan elektron bebas (bila bentuk molekul diketahui) atau
keelektronegatifannya sama
Contoh : Cl2, PCl5, H2, N2, CaCl2

Perbedaan antara senyawa kovalen polar dan non polar


Kovalen Polar
Larut dalam air
Memiliki pasangan elektron bebas
Berakhir ganjil, kecuali BX3 dan PX5
Contoh : NH3, PCl3, H2O, HCl,
HBr, SO3, N2O5, Cl2O5

Kovalen Non Polar


Tidak dapat larut dalam air
Tidak memiliki pasangan elektron
bebas
Berakhiran genap
Contoh : F2, Cl2, Br2, I2, O2, H2,
N2, CH4, SF6, PCl5, BCl3

4. Beberapa contoh senyawa kovalen polar dan non polar


1. Kovalen polar : HCl, NaCl,NH4OH,HBr,HI,Aseton,Etanol
2. Kovalen Non Polar : Glukosa, Urea

KEPUSTAKAAN

David, E.G.,2003,Kimia Untuk Pemula, Alih Bahasa: Sherly Affandy, Edisi Kedua,
Penerbit Erlangga, Jakarta
James,E.B., Kimia Universitas : Asas & Struktur , Alih Bahasa: Sukmariah
Maun,Kamianti Anas Dan Tilda S. Sally, Binarupa Aksara,Tangerang
Tim Struktur Senyawa Anorganik. 2014. Penuntun Praktikum Struktur Senyawa
Anorganik. Padang : UNP
.