Anda di halaman 1dari 3

1.1.

DIABETES MELITUS TIPE I


Diabetes melitus (DM) tipe 1 merupakan kelainan metabolik homeostasis
glukosa yang bermanifestasi secara sekunder akibat kekurangan insulin yang absolut.
Epidemiologi
Angka insidensi dan prevalensi di seluruh dunia sangat bervariasi, tergantung
dari populasi, etnis dan geografis,

yang

menunjukkan

peran

penting

faktor

lingkungan dalam timbulnya DM tipe 1 ini. Di Inggris raya ada sekitar 150.000 orang
yang terkena DM tipe 1. Di Amerika Serikat, prevalensi diabetes pada orang
berusia < 20 tahun adalah sekitar 2/1.000 populasi. Secara umum untuk DM tipe
1, insidensi totalnya tiap tahun adalah 20/100.000 populasi. DM tipe 1 juga terjadi
pada orang dewasa, dengan insidensi 8,2/100.000 populasi tiap tahun. Insidensi
puncaknya pada usia < 20 tahun.
Etiologi dan faktor resiko
Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan timbulnya DM tipe 1 :
1. Proses autoimunitas dimediasi sel-T yang menghancurkan sel

pankreas

sehingga terjadi defisiensi insulin absolut. Proses ini lebih sering terjadi pada
orang yang memiliki predisposisi secara genetik. Lokus genetik yang berkaitan
erat adalah alel human leukocyte antigen (HLA)-DR and HLA-DQ dari major
histocompatibility complex (MHC)kelas II Akan tetapi pada lebih dari setengah
kembar monozigot dari pasien DM (orang dengan genotip spesifik seperti di
atas) tidak terkena DM tipe 1. Hal ini menunjukkan adanya peranan penting
faktor lingkungan. Lebih jauh, sebagian besar pasien (85%) tidak memiliki
riwayat keluarga dengan kelainan yang sama, tetapi memiliki riwayat penyakit
autoimun lain seperti anemia pernisiosa, penyakit Addison, penyakit seliaka, dll.
2. Infeksi virus seperti mumps, rubella, coxsackie, sitomegalovirus, retrovirus, dan
epstein-barr. Secara umum, infeksi virus akan secara langsung menimbulkan
respon autoimun maupun secara tidak

langsung

menyerang

sel pankreas

sehingga bisa memicu timbulnya proses autoimunitas.


3. Faktor diet. Konsumsi glukosa tidak berpengaruh terhadap terjadinya DM tipe 1.
Protein pada susu sapi yang diberikan pada neonatus meningkatkan resiko
timbulnya DM tipe 1. Nitrosamin dengan dosis yang berlebihan menghasilkan
radikal bebas merusak sel pankreas.

Patogenesis
DM tipe I merupakan hasil interaksi dari genetik, lingkungan, dan faktor
imunologis, yang pada akhirnya menghasilkan suatu destruksi sel beta pancreas dan
defisiensi insulin DM tipe 1dihasilkan dari destruksi sel beta pancreas dan orang
yang memiliki penyakit ini mempunyai mekanisme autoimun yang menghancurkan
islet pankreasnya secara langsung. Beberapa individu yang memiliki fenotip klinis
DM tipe 1 memiliki marker imunologis yang mengindikasikan proses autoimun yang
merusak sel beta. Individu ini akhirnya berkembang menjadi seseorang yang
kekurangan insulin akibat sel penghasilnya yang rusak. Dalam tubuh individu ini
akhirnya mengalami ketosis akibat pemecahan asal lemak berlebihan sebagai
sumber energi. Individu dengan suseptibilitas genetic memiliki sel beta yang normal,
akan tetapi beberapa bulan atau tahun kemudian akan mengalami destruksi
sekunder pada sel beta pankreasnya oleh mekanisme autoimun. Proses autoimun ini
dipicu oleh stimulus lingkungan atau infeksi yang nantinya mendukung kearah
destruksi molekul spesifik sel beta pancreas. Sebagian besar, marker imunologis
akan terlihat pada keadaan setelah kejadian infeksi atau keadaan lingkungan lainnya
terpicu, tetapi sebelum keadaan diabetes secara klinisnya mulai jelas. Massa sel beta
kemudian perlahan menurun dan sekresi insulin secara progresif ikut menurun
walaupun toleransi glukosa masih terpelihara. Laju penurunan massa dan jumlah sel
beta bervariasi diantara individu, dengan beberapa pasien klinisnya berkembang
secara cepat ke keadaan diabetes dan yang lainnya lebih lambat. Tampilan klinis
keadaan diabetes tidak akan terlihat sampai destruksi sel beta mencapai kurang lebih
80%. Pada titik ini, sel beta residual fungsional masih ada tetapi sudah insufisien
untuk melihat keadaan toleransi glukosa. Hal inilah yang memicu transisi ke keadaan
intoleransi menjadi diabetes yang sesungguhnya yang seringkali ditandai oleh
peningkatan kebutuhan akan insulin,terutama saat infeksi dan pubertas. Setelah
presentasi klinis DM 1 terlihat, fase "honeymoon" terjadi selama kontrol glikemik
oleh insulin mencapai kadar yang rendah.
Manifestasi
Manifestasi klinis DM tipe 1 lebih akut dibandingkan DM tipe 2 (dalam beberapa
hari atau minggu), umumnya pasien kurus dan memiliki gejala-gejala poliuria,
polidipsia, penurunan berat badan, cepat lelah, dan terdapat infeksi (abses, infeksi
jamur misalnya kandidiasis). Dapat terjadi ketoasidosis disertai gejala mual, muntah,

mengantuk, dan takipnea.

Penatalaksanaan
Pada dasarnya diabetes mellitus tipe satu membutuhkan terapi insulin akibat
kerusakan sel beta pancreas yang menyebabkan defisiensi absolute pada insulinya.
Pada DM tipe 1, terapi difokuskan pada penggantian insulin. Gaya hidup sehat juga
diperlukan untuk memfalitasi terapi insulin dan mengoptimalkan kesehatan pasien.