Anda di halaman 1dari 19

A.

JUDUL
STUDI TERHADAP DAMPAK LINGKUNGAN AKIBAT PENAMBANGAN
EMAS

PADA

PT.

BARISAN

TROPICAL

MINING

DAN

PENANGGULANGANNYA

2. ALASAN PEMILIHAN JUDUL


Cadangan emas di daerah Rawas Lubuk Lingau ditambang dengan sistem
tambang terbuka. Kegiatan utama pada penambangan tersebut terdiri dari pengupasan
tanah penutup, pemboran dan peledakan,pemuatan, pengangkutan, serta pengolahan .
Permasalahan yang sering timbul dari kegiatan penambangan adalah masalah
lingkungan yang merupakan topik yang terus menghangat dewasa ini, hal ini
disebabkan banyaknya kegiatan pemanfaatan sumber daya alam yang pada akhirnya
akan merusak alam dan merubah strata sosial pada lingkungan sekitarnya. Perubahan
lingkungan yang terjadi sedapat mungkin dikendalikan agar tidak berpengaruh
sedemikian besar terhadap lingkungan.
Untuk menghindari timbulnya dampak lingkungan yang tidak dapat ditolelir
maka perlu disiapkan rencana pengendalian dampak negatif yang akan terjadi. Untuk
dapat merencanakan pengendalian dampak negatif tentu harus diketahui terlebih
dahulu dampak negatif apa yang akan terjadi. Pendugaan dampak yang digunakan
sebagai dasar pengelolaan lingkungan dapat berbeda dengan dampak yang terjadi

setelah proyek tersebut berjalan, sehingga pengelolaan lingkungan sudah tidak sesuai
atau mungkin tak mampu menghindarkan rusaknya lingkungan.
Oleh karena itu harus ada suatu studi yang membahas tentang dampak
tersebut, agar dapat memperbaiki perkiraan dampak yang berikutnya serta
memperoleh penanggulangan dampak yang lebih tepat dari sebelumnya.
Menyadari permasalahan tersebut, maka topik ini perlu untuk diangkat
kepermukaan serta selanjutnya perlu dikaji.
3. TUJUAN PENELITIAN
Tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Dampak yang akan terjadi lebih dapat diperkirakan.
2. Mengupayakan

keadaan

lingkungan

yang

seimbang,

serasi

dan

berkesinambungan serta mempertahankan kelestarian lingkungan.


3. Mengurangi adanya kerusakan dan pencemaran lingkungan dikarenakan
kegiatan penambangan.
4. Mengembangkan alternatif bentuk penataan lingkungan pasca penambangan
Yang sesuai dengan kondisi lingkungan dan Rencana Umum Tata Ruang
setempat.
5. Mengembalikan dan meningkatkan daya dukung lahan terhadap lingkungan.
6. Manfaat adanya pertambangan dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar.

4. PERUMUSAN MASALAH
1. Umum
Penambangan adalah suatu kegiatan pengambilan mineral dari kerak bumi
yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Secara nyata kegiatan
pertambangan mempunyai pengaruh terhadap lingkungan. Besar kecilnya
pengaruh tergantung dari :
a. Faktor geografi dan lokasi penambangan.
b. Skala operasi
c. Metode penambangan
d. Proses lanjut hasil penambangan.
Pengaruh pengaruh tersebut tidak saja mempengaruhi lingkungan fisik
saja tetapi juga berpengaruh pada lingkungan flora fauna dan sosial budaya
masyarakat. Begitu pula dampak yang dihasilkan akan berbeda satu dengan
yang lain.
2. Dampak akibat industri penambangan
Kegiatan pertambangan pada umumnya memberikan gangguan bahkan
perusakan pada lingkungan. Kegiatan pertambangan dengan lingkungan
mempunyai timbal balik dan saling mempengaruhi. Unsur unsur lingkungan
hidup yang terpengaruh akibat kegiatan industri penambangan :

a. Air, Tanah dan udara


Dengan adanya pembabatan vegetasi dan pengupasan tanah penutup
pada daerah tambang akan mengakibatkan menurunnya kemampuan alam
untuk mengikat butir butir air hujan sehingga siklus hidrologi tidak
berjalan sebagaimana mestinya.
Akibat lain adalah perubahan bentuk permukaan tanah, perusakan
lapisan penutup, perubahan tata guna lahan, debu dan kemungkinan
penurunan mutu air.
b. Flora dan fauna
Pada kegiatan penambangan yang terutama dilakukan secara tambang
terbuka. Sebelum operasi penambangan dilakukan, terlebih dahulu
melakukan pembabatan vegetasi yang berada di atasnya. Adanya
pembabatan

ini

akan

membawa

dampak

yang

besar

terhadap

keseimbangan lingkungan yaitu putusnya rantai ekosistem disamping


akibat rusaknya flora dan fauna.
c. Masyarakat
Seringkali industri pertambangan merupakan industri yang padat
modal dan berteknologi tinggi, walaupun disamping itu ada pula
pertambangan yang secara padat karya atau tambang rakyat.

Masyarakat sekitar lokasi penambangan mempunyai latar belakang


pendidikan dan kesejahteraan yang masih rendah. Yang tentunya akan
menimbulkan gesekan gesekan dibidang sosial.
3. Dampak yang tidak terduga
Dari sekian banyak dampak yang diperkirakan akan terjadi masih ada
beberapa faktor yang dapat menyebabkan dampak yang tidak terduga terjadi.
Faktor faktor tersebut diantaranya adalah :
a. Faktor kecerobohan manusia
b. Faktor alam
c. Faktor peralatan
Dampak yang tak terduga ini dapat saja berupa dampak penting yang
harus dicari penanggulangannya, dan dampak ini dapat muncul sewaktu
waktu.

5. DASAR TEORI
1. Pembangunan berwawasan lingkungan
Pembangunan pada hakekatnya adalah suatu perubahan. Perubahan
disini sangat dimaksudkan untuk peningkatan tingkat kehidupan bagi manusia.
Tetapi disamping itu pembangunan juga dapat membawa kerawanan
kerawanan. Pembangunan mengolah sumber daya alam memberikan dampak
pengaruhnya kepada lingkungan hidup.

Pada awal kebudayaan manusia perubahan pada lingkungan masih


dalam kemampuan alam untuk memulihkan diri secara alam, tetapi lama
kelamaan perubahan itu tidak dapat ditolelir karena melebihi ambang batas
yang diijinkan. Pada keadaan demikian manusia mulai meninjau kembali
aktivitas aktivitasnya dan berusaha untuk menghindarkan aktivitas yang
dapat menimbulkan akibat sampingan yang tidak dikehendaki. Ini berarti
bahwa antara pembangunan dan pengembangan lingkungan hidup harus
berjalan selaras, dimana satu sama lain tidak dapat dipisahkan.
Setiap pembangunan selalu membawa perubahan, sudah barang tentu
perubahan yang diharapkan adalah perubahan yang lebih baik. Perubahan itu
tidak lain adalah kualitas hidup yang dalam hal ini berkaitan dengan kualitas
lingkungan.
Jika ditinjau dari segi ekologi maka pembangunan sebenarnya adalah
suatu gangguan, gangguan terhadap keseimbangan lingkungan tertentu yang
dibawa kesuatu keseimbangan yang baru yang lebih baik atau lebih tinggi.
(Otto Sumarwoto 1988).
Pembangunan dimaksudkan untuk setingkat demi setingkat mengubah
keseimbangan lingkungan kearah kualitas lingkungan yang lebih tinggi
(Gambar 1). Dari sini terlihat bahwa kualitas lingkungan diusahakan untuk
terus meningkat dengan kecenderungan seperti yang ditunjukkan garis e.
Tentunya ini dapat terjadi selama peningkatan kualitas lingkungan itu masih

mampu mendukung untuk dilaksanakannya pembangunan. Pembangunan


yang dilaksanakan tidak melampaui titik keambrukan seperti yang
ditunjukkan oleh garis f dalam gambar tersebut.
Sehingga yang menjadi permasalahannya sekarang adalah usaha untuk
menjaga kemampuan lingkungan agar selalu dapat mendukung pembangunan
jangka panjang.
e
k l
u i
a n
l g
i k
t u
a n
s g
a
n

d
3
c

f
2

b
1
a
waktu
GAMBAR 1
PEMBANGUNAN VERSUS LINGKUNGAN

Pembangunan (panah 1, 2 dan3) merupakan intervensi terhadap


lingkungan yang mengganggu keseimbangan lingkungan dan membawa ke
keseimbangan baru yang dianggap terletak pada tingkat kualitas yang lebih
tinggi (b, c, d). Dengan demikian pembangunan membawa kualitas lingkungan
ke arah tingkat yang makin tinggi seperti yang dilukiskan oleh garis e. Dalam
usaha ini harus dijaga agar kemampuan lingkungan untuk mendukung tingkdt
hidup yang lebih baik tidak rusak sehingga tidak terjadi keambrukan seperti
digambarkan dengan dengan garis f. Pembangunan bersifat berwawasan
lingkungan dan terlanjutkan. (Otto Soemarwoto 1988).

2. Sifat sifat industri pertambangan

Pertambangan

merupakan

suatu

upaya

untuk

memanfaatkan

sumberdaya alam (bahan galian) dengan cara melakukan kegiatan mulai dari
pencarian, pembuktian, penggalian , pengolahan dan pemurnian sampai ke
pemasarannya untuk dapat digunakan dalam industri selanjutnya. Proses
penambangan dilakukan baik dipermukaan maupun di dalam bumi. Oleh
karena itu setiap usaha penambangan akan selalu mengakibatkan perubahan
terhadap permukaan bumi di dalam bumi.
Selain daripada itu bahan tambang dan industri pertambangan
mempunyai ciri ciri yang sangat khusus dan berbeda dengan industri
industri yang lain.
Ciri ciri bidang pertambangan :
a. Terjadi secara alamiah
Bahan galian atau bahan tambang adalah bahan yang terjadi secara
alamiah, sehingga penyebarannya tidak merata di permukaan bumi. Oleh
karena itu suatu bahan galian dapat berada di lokasi yang kurang
penduduknya atau sebaliknya terdapat dekat dengan kota yang padat
penduduknya,yang tentunya akan memberikan dampak yang berbeda
pada lingkungan.

b. Industri padat modal


Pertambangan adalah suatu industri yang padat modal, hal ini mendorong
digunakannya alat alat berat mekanis, yang tentunya memberikan
dampak yang spesifik pula.
c. Depleted resources
Bahan galian bersifat depleted resources yaitu suatu kekayaan yang
berada di alam dan merupakan kekayaan yang tidak dapat diperbaharui
kembali.
Dikarenakan sifat sifat tersebut maka industri pertambangan
merupakan industri yang sangat potensial untuk menghasilkan dampak
terhadap lingkungan.
3. Pengertian dampak
Dampak adalah akibat dari suatu kegiatan manusia dalam usaha
meningkatkan kesejahteraannya. Dampak yang terjadi dapat berupa dampak
positif maupun dampak negatif. Yang mendapat perhatian disini adalah
dampak negatif yang timbul karena akan menurunkan kualitas lingkungan
yang ada.
4. Sumber dampak
Sumber dampak yang diperkirakan akan terjadi dalam kegiatan :

a. Tahap operasional
Dampak yang akan terjadi adalah perubahan rona lingkungan awal berupa
hilangnya vegetasi penutup, perubahan kualitas udara dan kualitas air
b. Tahap pasca operasional
Sumber dampak yang terjadi pada umumnya bersifat positif karena pada
tahap ini lahan dalam keadaan tertata, terdapat saluran drainase, jalan
lingkungan dan hasil kegiatan konservasi lahan berupa penghijauan.
5. Ukuran dan jenis dampak
Ukuran dampak yang diperkirakan penting atau tidak penting
berdasarkan penilaian sebagai berikut :
a. Luas wilayah sebaran dampak
b. Lamanya dampak berlangsung
c. Berbalik atau tidak berbaliknya dampak
d. Banyak tidaknya komponen lingkungan yang terkena dampak
6.

PENYELESAIAN MASALAH
Ada dua aspek penting dalam melaksanakan studi terhadap dampak
lingkungan, yakni :
1. Aspek Teknologi
Dalam aspek teknologi termasuk di dalamnya ialah penguasaan teknik
perencanaan pertambangan yang sudah memasukkan aspek lingkungan

sebagai faktor operasional yang terpadu secara utuh dengan faktor


operasional lainnya.
2. Aspek Ekonomi
Aspek ekonomi mempunyai jangkauan yang sangat luas, mengingat
hal ini sangat tergantung komoditi yang ditambang dan pasarannya di
dunia maupun di dalam negeri. Bagi industri pertambangan tidak ada
jalan lain dalam menghadapi masalah ini selain dari melaksanakan
operasi penambangan dengan biaya semurah murahnya, agar supaya
biaya pengelolaan lingkungan masih dapat dipikul oleh kekayaan deposit
bahan galian yang digali.

7. METODOLOGI PENELITIAN
Di dalam melaksanakan penelitian ini, penulis menggabungkan antara studi
pustaka dengan data-data/observasi lapangan. Sehingga dari keduanya didapat
pendekatan penyelesaian masalah. Adapun urutan pekerjaan penelitian yaitu :
1. Studi Literatur
Dilakukan dengan mencari bahan-bahan pustaka yang menunjang, yang
diperoleh dari :
-

Instansi yang terkait

Perpustakaan

Brosur-brosur

Informasi-informasi

2. Penelitian di lapangan
Dalam pelaksanaan penelitian di lapangan ini akan dilakukan beberapa tahap,
yaitu:
-

Pengamatan lapangan, dengan melakukan pengamatan secara langsung terhadap


keadaan di sekitar daerah pertambangan.

Penentuan lokasi pengamatan, dengan menentukan lokasi yang akan diamati dan
mengambil data-data yang diperlukan.

Mencocokkan dengan perumusan masalah, yang bertujuan agar penelitian yang


dilakukan tidak meluas. Data yang diambil dapat digunakan secara efektif.

3. Pengambilan data
Data data yang akan diambil, meliputi :
-

Laporan Andal

Data lapangan berupa rona lingkungan yang ada di sekitar pertambangan

Pelaksanaan pemantauan lingkungan

Pelaksanaan pengelolaan Lingkungan

Data laboratorium berupa data kandungan zat kimia dalam air.

Lokasi penimbunan tailing dan overburden.

Perbandingan Andal dengan kenyataan pada lapangan.

Perencanaan reklamasi

Mencatat kejadian yang terjadi dan wawancara seperlunya.

4. Pengolahan data
Pengolahan data dilakukan dengan melakukan beberapa perbandingan antara
andal, rkl dengan keadaaan sesungguhnya di lapangan. Selanjutnya disajikan dalam
bentuk laporan.
5. Analisa hasil pengolahan data
Hasil dari pengolahan data akan digunakan sebagai kesimpulan sementara.
Selanjutnya kesimpulan sementara ini akan diolah lebih lanjut dalam bagian
pembahasan.
6. Kesimpulan
Diperoleh setelah dilakukan korelasi antara hasil pengolahan data yang telah
dilakukan dengan permasalahan yang diteliti.

8.

RENCANA DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMPIRAN
Bab.
I. PENDAHULUAN

1.

Latar Belakang

2.

Tujuan

3.

Dasar hukum

4.

Permasalahan

5.

Metode Penelitian

6.

Hasil yang diharapkan


1.

TINJAUAN UMUM
A.

Lokasi dan Kesampaian Daerah.

B. Keadaan Topografi.
3.
D.

Iklim dan hidrologi


Keadaan geologi dan sifat batuan.

5.

Ciri ciri flora dan fauna

6.

Sosial ekonomi dan budaya

7.

Sasaran produksi

8.

Metode penambangan

9.

Peralatan dan tenaga kerja

10.

Pengolahan

11.

Pemurnian

12.

Limbah pertambangan

III. PERKIRAAN DAMPAK PENTING


A.

Sumber dampak

B. Dampak pertambangan terhadap lingkungan


C. Potensi lahan kritis pasca penambangan
D.

Ukuran dan jenis dampak yang diperkirakan akan terjadi

E. Sifat dan tolak ukur dampak


F. Pengaruh dampak terhadap lingkungan
G.

Rencana penanggulangan dampak penting

4.

PEMANTAUAN DAMPAK PENTING


A. Upaya pengelolaan lingkungan
B. Upaya pemantauan lingkungan
C. Cara pemantauan
V. DAMPAK YANG TERJADI AKIBAT PENAMBANGAN

A. Dampak fisik
B. Dampak kimia
C. Dampak biologi
D. Dampak sosial dan budaya
VI. PENANGGULANGAN DAMPAK
VII. PEMBAHASAN
A.

Arti penting tindakan pengurangan dampak utama

B. Arti penting rencana pengelolaan lingkungan


C. Rencana metode reklamasi pada areal bekas penambangan
VIII. KESIMPULAN
DAFTAR PUSTAKA.
LAMPIRAN

9. DAFTAR PUSTAKA
1. Ir. Hadiyan, MT, Pembangunan yang Berwawasan Lingkungan dengan Studi
Khusus di Bidang Pertambangan, Karya Ilmiah, Upn Veteran Yogyakarta,
1993.
2. Kusnoto Kusumodiharjo, Lingkungan dan Reklamasi, Dirjen Pertambangan
Umum, PPTM, Bandung, 1994.

STUDI TERHADAP DAMPAK LINGKUNGAN AKIBAT


PENAMBANGAN EMAS PADA PT. BARISAN TROPICAL MINING
DAN PENANGGULANGANNYA

Proposal Tugas Akhir

Oleh :
Muhammad Budiman Rasyid
93. 010 / TA

JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN


FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN
YOGYAKARTA
1998

HALAMAN PERSETUJUAN

DISETUJUI,
PEMBIMBING I

Ir. Hadiyan, MT.

Anda mungkin juga menyukai