Anda di halaman 1dari 1

ILMU

BAHASA

TEORI SASTRA
Edy Sutanto
ABSTRACT
Studying the theoretical basis of literature is interesting and such a study
could attract people to learn to love literature. Literary works themselves require some theoretical foundations. The disciplines are divided into Literary theories, Literary criticisms, and Literary history though, in practice, those three
subdivisions are interconnected or complementary In Indonesia, studies on modern literary history have been increasing: these include such "schools" as formalism, structuralism, deconstruction or post-structuralism, and feminism. This
paper is an attempt to describe those literary theories.
Keywords: literature, scholarly works, appreciation, and theories

PENDAHULUAN
Apresiasi sastra memang sebaiknya didasari oleh minat dan kecintaan terhadap
sastra, tetapi minat dan kecintaan saja sesungguhnya belum cukup, hasilnya tidak
maksimal, untuk memperoleh hasil maksimal yang seluas-luasnya dan sedalam-dalamnya
mesti didasari oleh pengetahuan teoritis tentang ilmu sastra itu sendiri.
Berdasarkan informasi dari berbagai buku, para ahli ilmu sastra memberi
gambaran bahwa ilmu sastra dapat dibagi menjadi tigabidangyaitu teori sastra, kritik
sastra, dan sejarah sastra. Ketiga bidang ilmu sastra tersebut dalam penerapannya
memiliki hubungan yangerat. saling berkaitan, saling mengisi dan saling melengkapi.
Sebagaimana diungkapkan oleh Rene Wellek dan Austin Warren dalam bukunya
Teori Kesusastraan (1995: 32 -56); Maman S. Mahayana dalam bukunya 9
Jawaban Sastra Indonesia (2005: 212 - 223); atau Redyanto Noor dalam bukunya
Pengantar Pengkajian Sastra (2006: 1 9 - 2 1 ) dapat diperoleh gambaran bahwa
meski masing-masing bidang itu pembagiannya sangat jelas, dalam pelaksanaan dan
implementasinya masing - masing bidang itu saling berkaitan dan saling melengkapi.
Teori sastra tidak mungkin meninggalkan kritik sastra dan sejarah sastra. Kritik sastra
pun tidak akan berarti tanpa dukungan teori sastra dan sejarah sastra. Begitu pula
sejarah sastra, hanya akan menghasilkan uraian-uraian buku tentang perkembangan
kesusastraan, jika tidak melibatkan teori sastra dan kritik sastra.
Karya sastra tidak dapat dianalisis, ditafsirkan, dinilai secara objektif dan
bertanggung jawab, jika tidak didukung oleh teori sastra dan prinsip-prinsip serta
kriteria penilaian yang berlaku dalam kritik sastra. Di lain pihak, untuk menjadi orang
yang ahli dalam sejarah sastra, iajuga sedikitnya hams menguasai bidang teori sastra
Drs. Edy Sutanto, Staf Pengajar Fakultas Sastra UniversitasNasional

ILMU Dorr BUDAYA Volume : 29, No. 13, Agustus 2008

1281

Anda mungkin juga menyukai