Anda di halaman 1dari 160

57

PENGARUH PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL


RESPONSIBILITY TERHADAP KINERJA KEUANGAN
(Studi Pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Tahun 2011)

SKRIPSI

Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat sidang skripsi


Guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi

Oleh
NOVI RESTURIYANI
094020407

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PASUNDAN
BANDUNG
2012

58

PENGARUH PENGUNGKAPAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY


TERHADAP KINERJA KEUANGAN
(Studi Pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011)

SKRIPSI
Untuk memenuhi salah satu syarat sidang skripsi
Guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi
Program Studi Akuntansi
Fakultas Ekonomi Universitas Pasundan

Bandung, 22 Desember 2012

Mengetahui,
Pembimbing

Dr. H. Sasa S Suratman, SE., MSc.

Dekan,

Dr. H. R. Abdul Maqin, SE., MP.

Motto:

Ketua Program Studi,

Dr. H. Sasa S Suratman, SE., MSc.

59

Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan


(Q.S Al-Insyirah)

Barang siapa diuji lalu bersabar, diberi lalu bersyukur, dizalimi lalu memaafkan, dan mendzalimi
lalu beristigfar, maka bagi mereka keselamatan dan tergolong mereka tergolong oleh orang-orang
yang memperileh hidayah
(Hadist Riwayat Al Baihaqi)

Tanpa MelupakanMu Ya Allah...


Kupersembahkan karyaku ini bagi mereka
Yang senantiasa mendoakan keberhasilanku...

60

SURAT PERNYATAAN

Yang bertandatangan dibawah ini :


Nama

: Novi Resturiyani

NRP

: 094020407

Tempat / Tanggal Lahir

: Bandung / 31 Oktober 1987

Menyatakan bahwa skripsi yang berjudul :

PENGARUH
RESPONSIBILITY

PENGUNGKAPAN
TERHADAP

KINERJA

CORPORATE
KEUANGAN

SOCIAL
(Studi

Pada

Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011).


Merupakan hasil pekerjaan saya sendiri. Apabila terbukti tidak demikian,
saya bersedia menerima segala akibatnya sesuai hukum yang berlaku.

Bandung, Desember 2012

Novi Resturiyani
(094020407)

61

ABSTRAK
Corporate Social Responsibility merupakan suatu komitmen perusahaan
berupa tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitar dimana perusahaan itu
berada. Corporate Social Responsibility bukan hanya sekedar kegiatan
philanthropy, memberikan sejumlah dana untuk tujuan-tujuan yang baik di akhir
tahun saat pembukuan selesai. Namun, ini merupakan tanggung jawab yang
perusahaan lakukan sepanjang tahun untuk lingkungan sekitar dimana perusahaan
itu berada, untuk komitmen perusahaan terhadap komunitas lokal dan untuk
pengakuan atas brand names perusahaan, juga pada interaksi perusahaan dengan
tenaga kerja yang dimilikinya, komunitas dan lingkungan secara kumulatif.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh
Pengungkapan Corporate Social Responsibility terhadap kinerja keuangan pada
perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011.
Kinerja keuangan diukur dengan menggunakan Return On Investment (ROI) .
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengungkapan Corporate
Social Responsibility sebagai variabel independen dan kinerja keuangan sebagai
variabel dependen.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengungkapan Corporate Social
Responsibiliy terhadap kenerja keuangan memiliki nilai koefisien korelasinya
yaitu r = 0,404 yang artinya tingkat hubungan pengungkapan Corporate Social
Responsibuliy dengan kinerja keuangan bersifat positif dan sedang, karena
interprestasinya berada diantara interval 0,40 0,599. Hubungan yang bersifat
positif artinya, setiap kenaikan pada implementasi CSR akan disertai dengan
kenaikan pada kinerja keuangan. Nilai konstanta a negetif sebesar -0,044 artinya
pada saat CSR sama dengan 0 satuan maka kinerja keuangan adalah sebesar 0,044 satuan, dan nilai b positif sebesar 0,263 artinya bahwa setiap kenaikan 1%
pada corporate social responsibility, akan meningkatkan kinerja keuangan sebesar
0,263%.thitung 2,208 ttabel 1,708 maka H0 ditolak dan H diterima, maka dapat
disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari corporate social
responsibility (CSR) terhadap kinerja keuangan.Nilai koefisien determinasi
sebesar 0,163 atau sebesar 16,3% dari penghitungan tersebut dapat diketahui
bahwa pengaruh signifikan CSR terhadap kinerja keuangan sebesar 16,3%
sedangkan sisanya 83,7% merupakan pengaruh dari faktor-faktor lain seperti
likuiditas, solvabilitas, stabilitas ekonomi yang mempengaruhi kinerja keuangan.

Kata Kunci: Corporate Social Responsibility, ROI, Kinerja Keuangan

62

KATA PENGANTAR

Assalammualaikum Wr. Wb.


Alhamdulillah, puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas
segala rahmat dan Karunia-Nya yang telah memberikan kesempatan kepada
penulis dalam menyelesaikan penelitian dan penyusunan skripsi untuk memenuhi
salah satu syarat dalam menempuh ujian sidang Sarjana Program Studi Akuntansi
Fakultas

Ekonomi

Pengungkapan

Universitas

Corporate

Social

Pasundan

dengan

Responsibility

judul

Pengaruh

Terhadap

Kinerja

Keuangan (Studi Pada


Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun
2011).
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini jauh dari
kesempurnaan, karena keterbatasan pengetahuan dan wawasan. Oleh karena itu,
Penulis mengharapkan sumbangan kritik dan saran dari pembaca demi
kesempurnaan laporan ini di masa yang akan datang.
Dalam kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan terima kasih untuk
Mamahku tersayang yang selalu memberikan dukungan baik moril, maupun
materil serta doa dan kasih sayang yang tulus dan bimbingannya yang begitu
besar untuk dapat menyelesaikan skripsi ini. Atas segala bantuan dan bimbingan

63

yang telah penulis terima, tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih dan
penghargaan yang sebesar-besarnya kepada:
1.

Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, Drs., MSi., selaku Rektor Universitas


Pasundan.

2.

Dr. H. R. Abdul Maqin, SE., MP., selaku Dekan Fakultas Ekonomi


Universitas Pasundan.

3.

Dr. H. Sasa S. Suratman, SE., MSc., selaku Ketua Program Studi


Akuntansi

Fakultas

Ekonomi

Universitas

Pasundan

dan

dosen

pembimbing yang telah berkenan dan meluangkan waktunya memberikan


bimbingan, membina, mengarahkan dan memberikan petunjuk yang sangat
berharga kepada penulis sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.
4.

Dadan Soekardan, SE., MSi., selaku Sekretaris Program Studi Akuntansi


Fakultas Ekonomi Universitas Pasundan.

5.

Bapak Kosim, selaku Staff Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi


Universitas Pasundan.

6.

Seluruh Staf dan Dosen Pengajar di Lingkungan Fakultas Ekonomi


Universitas Pasundan.

7.

Seluruh karyawan SBA dan SBAP Fakultas Ekonomi Universitas


Pasundan yang telah membantu penulis dalam urusan administrasi.

8.

Laporan ini penulis dedikasikan untuk H. Suripto Sidik alm. Papahku


tercinta, Eyang Putri dan Eyang Kakung tersayang atas doanya penulis
dapat menyelesaikan laporan ini dan mudah-mudahan tenang dialam sana.

9.

Untuk Adiku tersayang Diki Ripandi serta semua kakak dan adik-adik
sepupuku, karena kalian penulis bersemangat menyelesaikan laporan ini.

64

10.

Muhammad Nurbi, SE., beserta keluarga, terima kasih telah menjadi


motivator dalam menyelesaikan skripsi ini dan terimakasih juga atas
kebersamaan yang sangat berharga.

11.

Untuk sahabat-sahabat terbaikku Nining, Resti,Refa, Arti dan temanteman yang telah memberikan dukungan, saran dan kritikan demi
kelancaran penyusunan skripsi ini.

12.

Seluruh pihak yang telah membantu penyelesaian laporan ini yang tidak
dapat penulis sebutkan satu per satu.

Akhir kata semoga Allah SWT membalas segala amal kebaikan dan
ketulusan dari semua pihak yang telah membantu penulis dalam penyusunan
skripsi ini. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak
yang membutuhkannya, atas segala kekurangannya penulis mohon maaf yang
sebesar-besarnya.
Terima kasih.
Wassalammualaikum Wr. Wb.

Bandung, Desember 2012


Penulis,

Novi Resturiyani

65

DAFTAR ISI

ABSTRAK ............................................................................................................. i
KATA PENGANTAR .......................................................................................... ii
DAFTAR ISI ........................................................................................................ iv
DAFTAR TABEL .............................................................................................. vii
DAFTAR GAMBAR ........................................................................................... ix
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ x
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penelitian .................................................................... 1
1.2 Identifikasi Masalah ............................................................................15
1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian ............................................................15
1.4 Kegunaan Penelitian ............................................................................16
1.4.1 Kegunaan Praktis........................................................................16
1.4.2 Kegunaan Teoritis......................................................................17
1.5 Lokasi dan Waktu Penelitian ............................................................. 17
BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN
DAN HIPOTESIS
2.1 Kajian Pustaka . ............................................................................... 18
2.1.1 Corporate Social Responsibility ............................................... 18
2.1.1.1 Pengertian Corporate Social Responsibility .................... 18
2.1.1.2 Perkembangan Corporate Social Responsibility .............. 21
2.1.1.3 Manfaat Corporate Social Responsibility ........................ 26
2.1.1.4 Komponen Dasar Corporate Social Responsibility ......... 28
2.1.1.5 Indikator Corporate Social Responsibility ....................... 30
2.1.1.6 Program Corporate Social Responsibility ........................ 33
2.1.1.7 Tujuan Perusahaan Melaksanakan Corporate
Social Responisibility ....................................................... 36
2.1.2 Kinerja Keuangan ..................................................................... 37
2.1.2.1 Pengertian Kinerja Keuangan........................................... 37
2.1.2.2 Faktor-Faktor Kinerja keuangan....................................... 38
2.1.2.3 Analisis Kinerja Keuangan............................................... 39
2.1.2.4 Tahap-Tahap dalam Menganalisis
Kinerja Keuangan............................................................. 42
2.1.2.5 Tujuan dan Manfaat Penilaian Kinerka............................. 44
2.2 Kerangka Pemikiran............................................................................ 46
2.3 Hipotesis........ ..................................................................................... 55

66

BAB III METODE PENELITIAN


3.1 Metode Penelitian ............................................................................... 56
3.2 Definisi Variabel dan Operasionalisasi Variabel ............................... 56
3.2.1 Definisi Variabel....................................................................... 56
3.2.2 Operasionalisasi Variabel. ........................................................ 59
3.3 Populasi dan Sampel ...........................................................................61
3.3.1 Populasi................. ................................................................... 61
3.3.2 Teknik Sampling ...................................................................... 62
3.3.3 Sampel............... ....................................................................... 64
3.4 Teknik Pengumpulan Data.. ............................................................... 66
3.4.1 Sumber Data ............................................................................. 66
3.4.2 Teknik Pengumpulan Data ....................................................... 66
3.5 Rancangan Analisis Data dan
Pengujian Hipotesis ......................................................... ................ 67
3.5.1 Analisis Data ..................................................................... ...... 67
3.5.2 Rancangan Pengujian Hipotesis ............................................... 72
3.5.3 Koefisien Determinasi (R2) ...................................................... 75
3.6 Proses Penelitian ................................................................................. 76
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian ................................................................................... 77
4.1.1 Gambaran Umum Perusahaan .................................................. 77
4.1.2 Pengungkapan Corporate Social Responsibility
Pada Perusahaan Pertambangan yang
Terdaftar di BEI Tahun 2011.................................................... 96
4.1.2.1 Aspek Linkungan ............................................................. 97
4.1.2.2 Aspek Energi .................................................................... 98
4.1.2.3 Aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja ...................... 100
4.1.2.4 Aspek lain-lain Tentang Tenaga Kerja .......................... 101
4.1.2.5 Aspek Produk ................................................................. 103
4.1.2.6 Aspek Keterlibatan Masyarakat ..................................... 104
4.1.2.7 Aspek Umum ................................................................ 106
4.1.3 Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Pertambangan
yang Terdaftar di BEI Tahun 2011 ........................................ 111
4.1.4 Analisis Asumsi Klasik .......................................................... 115
4.1.4.1 Uji Normalitas ................................................................ 115
4.1.4.2 Uji Heteroskedastisitas ................................................... 117
4.2 Pembahasan ..................................................................................... 118
4.2.1 Analisis Pengungkapan Corporate Social
Responsibility pada Persahaan Pertambanagan yang
Terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011...................... 118

67

4.2.2 Analisis Kinerja Keuangan pada Perusahaa


Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia..........122
4.2.3 Analisis Pengaruh Pengungkapan Corporate Social
Responsibility Terhadap Kinerja Keuangan
Secara Parsial ......................................................................... 126
4.2.4 Rangkuman Pengujian Hipotesis ........................................... 132
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan ....................................................................................... 133
5.2 Saran ................................................................................................. 134

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

68

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1

The Triple Bottom Line of Corporate Social Responsibility ........... 29

Tabel 3.1

Operasionalisasi Variabel .............................................................. 60

Tabel 3.2

Populasi Penelitian Perusahaan Pertambangan ............................... 61

Tabel 3.3

Kriteria Pemilihan Sampel .............................................................. 64

Tabel 3.4

Sampel Penelitian ............................................................................ 65

Tabel 3.5

Pedoman Interprestasi Terhadap Koefisien Korelasi ...................... 71

Tabel 4.1

CSR Aspek Lingkungan ................................................................. 97

Tabel 4.2

CSR Aspek Energi .......................................................................... 98

Tabel 4.3

CSR Aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja ............................ 100

Tabel 4.4

CSR Aspek Lain-lain Tentang Tenaga Kerja ............................... 101

Tabel 4.5

CSR Aspek Produk ....................................................................... 103

Tabel 4.6

CSR Aspek Keterlibatan Masyarakat ........................................... 104

Tabel 4.7

CSR Aspek Umum ........................................................................ 106

Tabel 4.8

Nilai Total Rata-rata CSR ............................................................. 108

Tabel 4.9

Nilai Rasio ROI Perusahaan Permbangan


yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia ....................................... 112

Tabel 4.10

Uji Normalis .................................................................................. 115

Tabel 4.11

Hasil Analisis Statistik Deskriptif ................................................. 119

Tabel 4.12

Kriteria Implementasi CSR ........................................................... 121

Tabel 4.13

Hasil Analisis Statistik Deskriptif Kinerja Keuangan .................. 123

Tabel 4.14

Kriteria Implementasi CSR ........................................................... 125

Tabel 4.15

Analisis Korelasi Sederhana CSR terhadap


Kinerja Keuangan ......................................................................... 127

69

Tabel 4.16

Pedoman untuk memberikan interpretasi


koefisien korelasi .......................................................................... 128

Tabel 4.17

Analisis Regresi Sederhana CSR terhadap


Kinerja Keuangan ......................................................................... 129

Tabel 4.18

Hsil Perhitungan Koefisien Determinasi ...................................... 131

Tabel 4.19

Rangkuman Analisism Penelitian Pengungkapan


CSR (X) terhadap Kinerja Perusahaan (Y) .................................. 132

70

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1

Realisasi Biaya Tahun 2009 2011 ............................................. 12

Gambar 2.1

Skema Kerangka Pemikiran ......................................................... 55

Gambar 3.1

Macam-macam Teknik Sampling ................................................. 63

Gambar 3.3

Proses Penelitian ............................................................................76

Gambar 4.1

Grafik Normal P-P Plot .............................................................. 116

Gambar 4.2

Grafik Scatterplot ....................................................................... 117

Gambar 4.3

Rata-rata CSRPada Perusahaan Pertambangan


yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Tahun 2011 ................................................................................. 122

Gambar 4.4

Rata-rata ROI Pada Perusahaan Pertambangan


yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Tahun 2011 ................................................................................. 126

71

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1

Surat Tugas Bimbingan Skripsi

Lampiran 2

Kartu Perkembangan Skripsi

Lampiran 3

Pengesahan Revisi

Lampiran 4

Daftar Item Pengungkapan Corporate Social Responsibility

Lampiran 5

Laporan Keuangan&Tahunan PT Adaro Energy Tbk

Lampiran 6

Laporan Keuangan&Tahunan PT Bumi Resources Tbk

Lampiran 7

Laporan Keuangan&Tahunan PT Bayan Resources Tbk

Lampiran 8

Laporan Keuangan&Tahunan PT Indo Tambangraya Tbk

Lampiran 9

Laporan Keuangan&Tahunan PT Rcs Alam Indonesia Tbk

Lampiran 10

Laporan Keuangan &Tahunan PT T. Batubara Bukit Asam Tbk

Lampiran 11

Laporan Keuangan &Tahunan PT Petrosea Tbk

Lampiran 12

Laporan Keuangan &Tahunan PT Aneka Tambang Tbk

Lampiran 13

Laporan Keuangan &Tahunan PT Atlas Resources Tbk

Lampiran 14

Laporan Keuangan &Tahunan PT Bone L.Energi&mineral Tbk

Lampiran 15

Laporan Keuangan &Tahunan PT Berau Coal Energy Tbk

Lampiran 16

Laporan Keuangan &Tahunan PT Bumi Rcs Minerals Tbk

Lampiran 17

Laporan Keuangan &Tahunan PT Darma Henwa Tbk

Lampiran 18

Laporan Keuangan &Tahunan PT Golden Energy Mines Tbk

Lampiran 19

Laporan Keuangan &Tahunan PT HarumEnergy Tbk

Lampiran 20

Laporan Keuangan &Tahunan PT Value Indonesia Tbk

Lampiran 21

Laporan Keuangan &Tahunan PT Timah Tbk

Lampiran 22

Laporan Keuangan &Tahunan PT Citra Mineral Investindo Tbk

Lampiran 23

Laporan Keuangan &Tahunan PT Ratu Prabu Energi Tbk

Lampiran 24

Laporan Keuangan &Tahunan PT B Petroleum Energy Tbk

72

Lampiran 25

Laporan Keuangan &Tahunan PT Elnusa Tbk

Lampiran 26

Laporan Keuangan &Tahunan PT Energi Mega Persada Tbk

Lampiran 27

Laporan Keuangan &Tahunan PT Medco Eneergy Internsnl Tbk

Lampiran 28

Laporan Keuangan &Tahunan PT Radiant Ut. Investindo Tbk

Lampiran 29

Laporan Keuangan &Tahunan PT Citatah Tbk

Lampiran 30

Laporan Keuangan &Tahunan PT Mitra Investindo Tbk

Lampiran 31

Laporan Keuangan &Tahunan PT Central Omega Rcs Tbk

Lampiran 32

Kuantifikasi Implementasi Corporate Social Responsibility

Lampiran 33

Hasil Pengolahan Data

Lampiran 34

ttabel

73

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Penelitian


Dunia ekonomi dan usaha berkembang dengan sangat pesat sejak awal

tahun 1980-an. Hal ini ditunjang dengan perkembangan pesat di dunia teknologi
yang memudahkan komunikasi di antara pelaku dunia usaha. Kemajuan teknologi
ini kemudian memicu semakin kompetitifnya tingkat persaingan di dalam dunia
usaha. Beberapa indikator keberhasilan perusahaan dalam memenangkan
persaingan di dalam dunia usaha adalah profit dan pertumbuhan. Peningkatan
profit ditandai dengan semakin meningkatnya tingkat penjualan produk,
sedangkan pertumbuhan ditandai dengan meningkatnya nilai investasi yang
ditanamkan dalam perusahaan (Sembiring,2005).
Dalam perkembangannya, meningkatkan nilai investasi yang ditanamkan
dalam perusahaan yaitu melalui pasar modal. Pasar modal pada hakekatnya adalah
pasar yang tidak berbeda jauh dengan pasar tradisional yang selama ini kita kenal,
di mana ada pedagang, pembeli, dan juga tawar menawar harga.Undang-Undang
Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal telah menggariskan bahwa pasar
modal mempunyai posisi yang strategis dalam pembangunan ekonomi nasional.
Pertumbuhan suatu pasar sangat tergantung dari kinerja perusahaan efek. Untuk
mengembangkan prasarana industri Efek diperlukan investasi yang besar.

74

Faktor-faktor yang dapat mengurangi jumlah investasi diperlukan untuk


membangun prasarana dan mengurangi biaya operasi perusahaan efek serta
mendorong perkembangan pasar. Perkembangan tersebut, dapat dicapai apabila
faktor tersebut mampu menghasilkan investasi aman dan berkualitas tinggi
terutama

pelayanan

yang

optimal

kepada

para

investor

sehingga

perkembangannya sangat mempengaruhi minat dari para calon investor baru yang
ingin

mencoba

berinvestasi

di

Pasar

Modal.

(Sumber:http://elearning.gunadarma.ac.id).
Pasar modal merupakan alternatif tempat investasi yang sangat penting bagi
investor. Investor akan menanamkan dananya untuk memperoleh return berupa
dividen maupun capital gain serta mendapatkan hak kepemilikan atas perusahaan.
Selain mempertimbangkan return saham yang akan diterima, para investor dalam
melakukan investasi juga mempertimbangkan nilai perusahaan. Bagi perusahaan
yang go public, nilai perusahaan tercermin pada harga sahamnya. Semakin tinggi
harga saham, semakin tinggi pula nilai perusahaan tersebut (Husnan, 2002).
Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mengkaji keberlangsungan kinerja
keuangan PT Sekar Bumi terkait proses pencatatannya kembali (relisting) di
bursa. PT Sekar Bumi akan melakukan paparan mini (mini expose) ke Bursa
terkait rencana `relisting`," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI Hoesen di
Jakarta. Pihak Bursa, akan melihat kinerja keuangan Sekar Bumi per Maret tahun
2012. "Jadi, bisa saja Sekar Bumi akan relisting tahun ini, yang penting semua
persyaratan bisa dipenuhi mereka," katanya. Ia mengemukakan, proses pencatatan
saham kembali di BEI akan sama pada saat perseroan melakukan penawaran

75

umum saham perdana (initial public offering/IPO), jika ada saham yang kembali
ditawarkan. Jika tidak ada saham baru yang ditawarkan, maka saham Sekar Bumi
akan langsung dicatatkan di papan bursa. Sekar Bumi dihapuskan sahamnya dari
bursa (delisting) pada akhir November 2009 lalu. Alasan "delisting" Sekar Bumi,
dikarenakan mengalami kondisi kinerja keuangan atau peristiwa yang secara
signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha, baik secara finansial
atau pun secara hukum atau kelangsungan status perusahaan tercatat sebagai
perusahaan terbuka serta tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang
memadai. Sekar Bumi saat itu memiliki kode saham SKBM yang tercatat di Bursa
Efek Surabaya (BES). Selain SKBM, emiten yang dihapus sahamnya yakni, PT
Jasa Angkasa Semesta Tbk (JASS), PT Courts Indonesia Tbk (MACO), PT
Singleterra Tbk (SING), PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK), PT Sara Lee
Body Care Indonesia Tbk (PROD), dan PT Tunas Alfin Tbk (TALFA dan
TALFB). Terkait perusahaan tersebut mengalami penurunan pada kinerja
keuangan perusahaannya. (Sumber :http://antaranews.com).
Kinerja keuangan merupakan salah satu faktor yang menjadi acuan investor
dalam membeli saham. Bagi perusahaan, meningkatkan kinerja keuangan adalah
suatu keharusan agar saham perusahaan tetap menarik bagi investor. Akan tetapi
selain melalui pasar modal, perusahaan memiliki langkah lain dalam
meningkatkan profit yaitu melalui penjualan produk.
PT Aneka Tambang (Persero) Tbk mengkhawatirkan krisis ekonomi Eropa
yang berkepanjangan bisa mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan pada
tahun ini karena harga komoditas tambang terutama nikel akan terus merosot.

76

"Kondisi ekonomi global yang lesu baik di Eropa, Amerika Serikat dan bahkan
mulai merambah China membuat harga nikel sekarang sangat rendah sehingga
dapat berpengaruh pada kinerja perusahaan," kata Dirut Aneka Tambang (Antam)
Alwinsyah Lubis kepada pers di Jakarta. Meski terjadi penurunan harga nikel
menurut dia, kinerja keuangan Antam masih terbantu oleh permintaan ekspor
feronikel dan bijih nikel yang masih stabil. "Tentunya kami bersyukur demand
feronikel belum ikut turun katanya. Begitu pula realisasi produksi feronikel
sudah mencapai 51 persen dari target 18 ribu ton. Walaupun sejumlah perbaikan
sempat dilakukan di pabrik feronikel Antam di Pomalaa, Sulawesi Tenggara.
Untuk produksi emas Antam pada semester pertama 2009 sebesar 1.261 kilogram
atau lebih tinggi dua persen dibanding periode yang sama 2008. Ia berharap harga
nikel yang kini anjlok hingga 7 dolar per pound atau sekitar 14.500 dolar AS per
ton, bisa naik menjadi 9 dolar AS per pound atau 20 ribu dolar per ton pada
semester II-2009. Di sisi lain tonase produksi dan penjualan pada semester kedua
diharapkan tidak berubah mengingat permintaan pasar juga tetap, ujarnya. Saat ini
penjualan Antam ke Eropa komposisinya sebesar 25 persen dari total penjualan
sedangkan untuk Korea Selatan mencapai 15 persen. Kemudian Jepang, China
dan Singapura masing-masing sekitar 10 persen. Penjualan domestik sendiri
mencapai 30 persen.Menurut Alwinsyah, agar penurunan harga nikel tidak
menggerus pendapatan perusahaan yang mengakibatkan buruknya kinerja
keuangan pihaknya melakukan sejumlah langkah antisipasi. Antara lain dengan
menggenjot produksi bijih nikel dari 8 juta ton menjadi 9 juta ton. (Sumber :
http://antaranews.com)

77

Kinerja keuangan perusahaan adalah prestasi di bidang keuangan yang telah


dicapai perusahaan dalam periode waktu tertentu yang dapat dilihat melalui
laporan keuangan perusahaan. Laporan keuangan yang dipublikasi oleh
perusahaan merupakan cerminan kinerja keuangan perusahaan. Kinerja keuangan
inilah yang akan mendapat perhatian besar dari pihak-pihak yang berkepentingan
melalui hasil analisis perkembangan kinerja, maka pihak-pihak yang terkait dapat
mengambil kebijakan masing-masing (Mulyadi,1997).
Menteri Negara BUMN, Sugiharto mengatakan rencara privatisasi BUMN
2006 baru akan dilakukan setelah dilakukan audit atas kinerja perusahaanperusahaan berplat merah itu pada 2005. Semua BUMN itu sedang dan akan
diaudit hasil usahanya pada 2005. Tentu paling arif dalam rangka proses
privatisasi adalah selalu melihat kinerja keuangan yang terakhir yang telah
diaudit. Hampir semua BUMN dan swasta sekarang sedang sibuk menyajikan
laporan yang akuntabel yang akan diaudit. (Sumber : http://antaranews.com)
Setiap perusahaan atau lembaga yang sudah mendeklarasikan perusahaan
yang go public dituntut memberikan kinerja yang bernilai tidak hanya bagi
lembaganya sendiri, melainkan juga masyarakat luas. Salah satu faktor yang
berpengaruh pada upaya peningkatan nilai adalah komitmen organisasional yang
tinggi.
Ada berbagai tolak ukur dalam melihat pencapaian kinerja. Salah satu
diantaranya adalah sejalan yang dikemukakan oleh Denilson (2000) bahwa suatu
perusahaan dikatakan berkinerja baik dengan tolak ukur berpredikat baik yaitu
pada keuntungan, kualitas, inovasi pangsa pasar, pertumbuhan penjualan dan

78

kepuasan para karyawannya. Kinerja keuangan diartikan juga sebagai penentuan


ukuranukuran tertentu yang dapat mengukur keberhasilan suatu perusahaan
dalam menghasilkan laba (Ermayanti,2009). Tetapi selain laba (profit) dan
pertumbuhan tak kalah pentingnya yaitu keberlangsungan atau sustainability
(Sembiring, 2005).
Kunci utama pencapaian keberlangsungan adalah adanya penerimaan publik
akan kehadiran perusahaan. Bentuk tanggung jawab yang diinginkan publik tidak
hanya berupa keterlibatan perusahaan dalam kegiatan-kegiatan sosial, melainkan
dalam bentuk suatu pengintegrasian kegiatan bisnis dan operasional dengan aspek
sosial (Wayan, 2007).
Keberlangsungan dapat dicapai dengan lahirnya suatu konsep yang dikenal
sebagai Corporate Social Responsibility (CSR). Corporate Social Responsibility
merupakan suatu konsep terintegrasi yang menggabungkan aspek bisnis dan sosial
dengan selaras agar perusahaan dapat membantu tercapainya kesejahteraan
stakeholders,

serta

dapat

mencapai

profit

maksimum

sehingga

dapat

meningkatkan harga saham (Kiroyan, 2006).


Belakangan ini Corporate Social Responsibility menjadi isu yang banyak
dibicarakan berbagai kalangan, karena ada kesan buruk terhadap perusahaan yang
terlanjur ada dalam pikiran masyarakat dan lebih dari itu pengusaha dianggap
sebagai pemburu uang yang tidak peduli pada kerusakan lingkungan. Perusahaan
sebagai pelaku ekonomi mempunyai pengaruh yang besar terhadap kehidupan
perekonomian dan kesejahteraan masyarakat luas. Seiring dengan semakin
pesatnya perkembangan industri, perusahaan dapat memberikan keuntungan

79

kepada masyarakat dan juga memberikan kerugian berupa permasalahan sosial


kepada masyarakat yang berasal dari aktivitas perusahaan.
Perusahaan tidak lagi dihadapkan pada tanggung jawab yang berpijak pada
single bottom line, yaitu nilai perusahaan (corporate value) yang direfleksikan
dalam kondisi keuangan saja, namun juga harus memperhatikan aspek sosial dan
lingkungannya (Husnan,2007). Dasar pemikiran yang hanya semata-mata pada
kesehatan finansial tidak akan menjamin keberlangsungan (sustainability)
perusahaan untuk bisa tetap tumbuh dan berkembang (Irawati, 2006).
Keberlangsungan perusahaan akan terjamin apabila perusahaan memperhatikan
dimensi terkait lainnya, seperti dimensi sosial dan lingkungannya. Perusahaan
juga

harus

melakukan

pengukuran

terhadap

kinerja

kemudian

mengkomunikasikannya kepada para stakeholder. Bentuk kinerja mencakup tiga


aspek yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup yang biasa disebut triple
bottom line. Ketiga aspek tersebut merupakan kunci dari konsep pembanguan
berkelanjutan ( Sawir, 2004).
Pelaksanaan Corporate Social Responsibility mempersyaratkan kesadaran
penuh bahwa setiap kegiatan pemanfaatan atau pengubahan sumber daya alam
termasuk energi menjadi output tertentu dalam rangka bisnis selalu berada dalam
interaksi konstan dan terus menerus dengan lingkungan sosial dan fisik di
sekitarnya. Kesadaran ini juga menjelaskan bahwa seluruh proses kegiatan bisnis
akan selalu berdampak baik positif maupun negatif. Karena itulah wujud output
kebijakan atau program Corporate Social Responsibility harus berkait dengan
upaya memaksimumkan dampak negatif dari suatu kegiatan atau bisnis tertentu
(Iman, 2011).

80

Menurut Sueb (2001), apabila perusahaan tidak memperhatikan seluruh


faktor yang mengelilinginya, mulai dari karyawan, konsumen, lingkungan, dan
sumber daya alam sebagai satu kesatuan yang saling mendukung suatu sistem,
maka akan mengakhiri eksistensi perusahaan itu sendiri. Kerusakan dan gangguan
yang timbul dari faktor eksternal tersebut akan menganggu bahkan dapat
menghentikan operasi perusahaan. Citra perusahaan akan semakin baik dimata
masyarakat apabila dapat menunjukkan tanggung jawab dan kepeduliannya
terhadap lingkungan eksternal, misalnya adanya alokasi dana untuk program
pengolahan limbah, pendidikan dan pelatihan, pensiun, serta tunjangan lainnya.
Corporate Social Responsibility diperlukan untuk menjaga keharmonisan
hubungan antara perusahaan dengan lingkungan sekitarnya.
Akuntansi sebagai alat pertanggungjawaban mempunyai fungsi sebagai alat
kendali terhadap aktivitas suatu unit usaha (Januarti dan Apriyanti, 2005). Makin
meluasnya tanggung jawab perusahaan menyebabkan perlunya memasukkan
unsur sosial dalam pertanggungjawaban perusahaan kedalam akuntansi. Hal ini
mendorong timbulnya suatu konsep yang biasa disebut sebagai Social Accounting,
Social Ecnomic ataupun Social Responsibilty Accounting (Sueb, 2001).
Akuntansi sosial merupakan bidang ilmu yang berusaha mengidentifikasi,
mengukur, menilai, dan melaporkan aspek-aspek social benefit dan social cost
yang ditimbulkan oleh lembaga. Akuntansi sosial dan lingkungan dikembangkan
untuk menyediakan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan bagi
semua pihak yang berkepentingan termasuk manajemen perusahaan, pemegang
saham, karyawan, pelanggan, masyarakat umum dan pemerintah (Januarti dan
Apriyanti, 2005).

81

Aktivitas-aktivitas sosial perusahaan ini menjadi sangat penting untuk


diungkapkan karena kesadaran masyarakat Indonesia yang semakin meningkat.
Oleh karena itu, kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang berupa
aktivitas-aktivitas sosial perusahaan tersebut harus diungkapkan berupa laporan
tanggung jawab sosial yang membahas pencatatan setiap transaksi keuangan
perusahaan yang mempengaruhi lingkungan masyarakat. Biaya yang berkaitan
dengan kemasyarakatan tersebut disebut sebagai biaya sosial (Januarti dan
Apriyanti, 2005).
Disahkannya Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan
Terbatas pada Pasal 74 ayat 1 yang menyebutkan bahwa perseroan yang
menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan atau berkaitan dengan sumber daya
alam wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Selain itu,
adanya pernyataan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) dalam
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.1 (Revisi 2009) paragraf
sembilan secara implisit menyarankan untuk mengungkapkan tanggung jawab
akan masalah sosial. Dimana perusahaan dapat menyajikan laporan mengenai
lingkungan hidup dan laporan nilai tambah (value added statement), khususnya
bagi industri dimana fakor-faktor lingkungan hidup memegang peranan penting.
Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan suatu konsep atau
program yang dimiliki oleh perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab
perusahaan terhadap lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada. Tanggung
jawab sosial berarti bahwa manajemen mempertimbangkan dampak sosial dan
ekonomi di dalam pembuatan keputusannya (Hani,2003).

82

Konsep Corporate Social Responsibility menyiratkan bahwa perusahaan


dengan sukarela mengintegrasikan perhatian terhadap lingkungan dan sosial ke
dalam operasi dan interaksi mereka dengan stakeholders. Sehingga secara tidak
langsung konsep ini dapat membangun citra positif bagi perusahaan.
Corporate Social Responsibility

pada dasarnya dapat diterapkan dalam

setiap perusahaan. Akan tetapi tantangan yang dihadapi oleh suatu perusahaan
berbeda dari tantangan yang dihadapi oleh perusahaan lainnya. Salah satu
perusahaan yang menarik untuk dicermati yaitu perusahaan pertambangan.
Sebagai perusahaan pertambangan, mereka menyadari bahwa kegiatan
operasi perusahaan memiliki dampak secara langsung terhadap lingkungan dan
masyarakat sekitar. Perusahaan menyadari bahwa aspek lingkungan hidup dan
khususnya pengembangan masyarakat tidak sekedar tanggung jawab sosial tetapi
merupakan bagian dari risiko perusahaan yang harus dikelola dengan baik.
Karakteristik industri pertambangan di Indonesia sebagai industri pembuka daerah
tertinggal dan terisolir juga menjadikan peran perusahaan tambang untuk berperan
aktif dalam pengembangan masyarakat sekitar. Hal ini akan berperan penting
dalam menurunkan risiko adanya gangguan terhadap operasi perusahaan.
Beranjak dari konsepsi ini maka perhatian yang mendalam terhadap upaya
pelestarian lingkungan serta partisipasi secara proaktif dalam pengembangan
masyarakat merupakan salah satu kunci kesuksesan kegiatan pertambangan.
Fenomena yang terjadi pada Perusahaan pertambangan adalah pada setiap
kegiatan penambangan berpotensi memberi dampak negatif pada lingkungan
sekitar lokasi kegiatan penambangan, karena potensi itulah perusahaan melakukan
pengawasan

untuk

menghindari

kemungkinan

pencemaran

lingkungan.

83

Diantaranya dengan melakukan reklamasi, penghijauan dan rehabilitasi. Hal


tersebut

dilakukan

setelah

masa

tutup

tambang

(http://webcache.googleusercontent.com).
Berdasarkan hal tersebut, kini pergeseran orientasi pemikiran oleh para
pemegang saham atau investor untuk lebih peduli pada sektor lingkungan
membuat permintaan akan Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report) makin
meningkat. Aspek penting yang ada dalam Laporan Keberlanjutan adalah
penjelasan tidak hanya mengenai manajemen, operasional, produk, tetapi juga
membahas dampak lingkungan, dan juga keterlibatan dengan komunitas sekitar
(Chapra,1983).
PT. Antam Tbk, PT. Timah Tbk dan PT. Tambang Batu Bara Bukit Asam
Tbk merupakan perusahaan pertambangan yang melakukan pengembangan
kegiatan tanggung jawab sosial dengan menerapkan prinsip keseimbangan
ekonomi, lingkungan dan sosial. Prinsip ini mencakup pembinaan hubungan
dengan pemangku kepentingan (stakeholders). Keseimbangan peran inilah yang
menjadi kunci sukses pelaksanaan Corporate Social Responsibility pada hal ini,
dibuktikan dengan keberhasilan perusahaan tersebut masuk dalam kelompok 25
besar emiten terbaik yang dituangkan dalam indeks SRI-KEHATI. Indeks SRIKEHATI merupakan indeks harga saham yang mengacu pada tata cara
Sustainable and Responsible Investment (SRI). Diharapkan kinerja indeks harga
saham SRI-KEHATI akan membawa dampak positif bagi kinerja perusahaan
secara keseluruhan (Sumber : http://antaranews.com)

84

Grafik di bawah ini sebagai contoh data yang dapat dilihat bagaimana
Perusahaan

menggunakan

dana

Corporate

Social

Responsibility

untuk

berpartisipasi terhadap masyarakat.

Gambar 1.1
Realisasi Biaya CSR Tahun 2009 - 2011 (Rp Miliar)

200
180
160
140
120
100
80
60
40
20
0

175

163

106
69

66

73

54
23 17

2009

32

34
19

2010

2011

Pengembangan Masyarakat

Program Kemitraan

Bina Lingkungan

Lingkungan Hidup

Sumber: Laporan Keberlanjutan PT. Antam Tbk (2011)


Grafik di atas merupakan realisasi dana untuk melaksanakan program
Corporate Social Responsibility pada PT. Antam Tbk yang terdiri dari dana

85

Pengembangan Masyarakat, Program Kemitraan, Bina Lingkungan, serta


Lingkungan Hidup. (Laporan Keberlanjutan PT. Antam Tbk, 2011).
Program Kemitraan adalah program untuk meningkatkan kemampuan usaha
kecil agar menjadi tangguh dan mandiri melalui pemanfaatan dana dari bagian
laba BUMN. Program Bina Lingkungan adalah program pemberdayaan kondisi
sosial masyarakat oleh BUMN melalui pemanfaatan dana dari bagian laba
BUMN. Dimana dana Program Kemitraan digunakan sebagai pemberdayaan
ekonomi masyarakat misalnya pinjaman lunak untuk sektor perdagangan, industri,
perkebunan, pertanian, peternakan, perikanan, dan jasa. Sedangkan Bina
Lingkungan digunakan sebagai pemberdayaan kondisi sosial, misalnya bantuan
bencana alam, bantuan pendidikan dan pelatihan, kesejahteraan masyarakat,
sarana ibadah, sarana umum, dan pelestarian alam (Peraturan Menteri Negara
BUMN No: PER-05/MBU/2007).
Penelitian tentang Corporate Social Responsibility sebelumnya dilakukan
oleh :
1) Asri (2009), dalam penelitiannya mengkaji mengenai pengaruh penerapan
Corporate Social Responsibility terhadap kinerja keuangan perusahaan pada
PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten. Hasil dari penelitian
menunjukkan bahwa penerapan Corporate Social Responsibility memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Persamaan
penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan oleh Asri (2009) terletak pada
variabel yang pernah diteliti yaitu Corporate Social Responsibility sebagai
variabel bebas dan kinerja keuangan perusahaan sebagai variabel terikat.
Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan kebenaran teori tersebut apakah

86

masih layak atau tidak. Kemudian perbedaannya terletak pada objek yang
diteliti dan waktu penelitian.

2) Cahyono (2011), dalam penelitiannya mengkaji mengenai pengaruh Corporate


Social Responsibility terhadap kinerja keuangan perusahaan pada perusahaan
manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Corporate Social Responsibility pada perusahaan
manufaktur yang diteliti tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja keuangan
perusahaan. Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan oleh
Cahyono (2011) terletak pada variabel yang pernah diteliti kembali yaitu
Corporate Social Responsibility sebagai variabel bebas dan kinerja keuangan
perusahaan sebagai

variabel

terikat.

Penelitian

ini dilakukan untuk

membuktikan kebenaran teori tersebut apakah masih layak atau tidak.


Kemudian perbedaannya terletak pada objek yang diteliti dan waktu penelitian.
Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan, maka penulis tertarik untuk
melakukan penelitian dengan judul :
PENGARUH

PENGUNGKAPAN

CORPORATE

SOCIAL

RESPONSIBILITY TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN


PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA
(BEI).

1.2

Indentifikasi Masalah
Berdasarkan hal di atas, maka penulis mengidentifikasikan masalah yang

akan diteliti dan dibahas dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

87

1) Bagaimana pengungkapan Corporate Social Responsibility pada Perusahaan


pertambangan yang terdaftar di BEI tahun 2011.
2) Bagaimana kinerja keuangan pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di
BEI tahun 2011.
3) Seberapa besar pengaruh pengungkapan Corporate Social Responsibility
terhadap kinerja keuangan pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di
BEI tahun 2011.

1.3

Maksud dan Tujuan Penelitian


Maksud penelitian ini adalah untuk mengumpulkan data-data, mencari dan

mendapatkan informasi tentang pengaruh implementasi Corporate Social


Responsibility terhadap kinerja keuangan PT. Antam Tbk.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk :
1) Mengetahui pengungkapan Corporate Social Responsibility pada Perusahaan
pertambangan yang terdaftar di BEI tahun 2011.
2) Mengetahui kinerja keuangan pada Perusahaan pertambangan yang terdaftar
di BEI tahun 2011.
3) Mengetahui seberapa besar pengaruh pengungkapan Corporate Social
Responsibility terhadap kinerja keuangan pada Perusahaan pertambangan
yang terdaftar di BEI tahun 2011.

1.4

Kegunaan Penelitian

1.4.1 Kegunaan Praktis

88

Dari penelitian ini diharapkan dapat berguna dan bermanfaat bagi berbagai
pihak, antara lain :
1) Bagi Penulis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan
pengenalan terhadap permasalahan mengenai pengungkapan Corporate
Social

Responsibility

dan

pengaruhnya

terhadap

kinerja

keuangan

perusahaan, sehingga penulis bisa menerapkan teori yang selama ini


diperoleh selama masa perkuliahan dengan kondisi yang sebenarnya di
lapangan.
2) Bagi Perusahaan
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi Perusahaan
pertambangan untuk dapat tetap melaksanakan program Corporate Social
Responsibility secara berkelanjutan sebagai bentuk tanggung jawab sosial
perusahaan terhadap lingkungan sekitar.
3) Bagi Investor
Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat memberikan wacana baru
dalam mempertimbangkan aspek-aspek yang perlu diperhitungkan dalam
investasi yang tidak terpaku pada ukuran-ukuran moneter.

4) Bagi Pembaca
Dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat menambah wawasan
mengenai pengaruh CSR terhadap kinerja perusahaan serta dapat memberikan

89

sumbangan pengeluaran bagi peneliti lainnya mengenai CSR yang saat ini
masih belum banyak dibahas oleh dunia akademis.

1.4.2 Kegunaan Teoritis


Dengan penelitian ini, diharapkan dapat memberikan masukan dan menjadi
bahan pemikiran yang berguna bagi perusahaan sebagai dasar perbaikan dan
pengembangan mengenai CSR di masa mendatang.

1.5

Lokasi dan Waktu Penelitian


Peneliti dalam menyusun skripsi ini melakukan penelitian dengan

pendekatan studi kasus pada Perusahaan pertambangan yang listing di Bursa Efek
Indonesia (BEI), dimana data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data
sekunder yang diperoleh dari website www.idx.co.id, perpustakaan lokal dan
perpustakaan umum. Waktu yang dibutuhkan dalam penelitian adalah sejak bulan
September 2012 hingga selesai.

90

BAB II
KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN
HIPOTESIS

2.1.

Kajian Pustaka

2.1.1

Corporate Social Responsibility (CSR)


Corporate Social Responsibility merupakan suatu konsep atau program yang

dimiliki oleh perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap


lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada.

2.1.1.1 Pengertian Corporate Social Responsibility (CSR)


Dalam perkembangannya, konsep CSR tidak memeliki definisi tunggal.
Ini terkait pengungkapan dan penjabaran CSR yang dilakukan perusahaan yang
juga berbeda-beda. Namun, beberapa yang cukup berpengaruh diantaranya:
Versi Bank Dunia : CSR is the commitment of business to Contribute to
sustainable economic development working with employees and their
respensatives, the local community and society at large to improve quality
of life, in ways that are both good for business and good for development.
Dalam bahasa Indonesia, Yusuf Wibisono (2007:7) mengartikan bahwa :
CSR merupakan suatu komitmen berkelanjutan oleh dunia usaha untuk
bertindak etis dan memberikan kontribusi kepada pengembangan ekonomi
dari komunitas setempat ataupun masyarakat luas, bersamaan dengan
peningkatan taraf hidup pekerjanya beserta seluruh keluarganya.
Versi Uni Eropa : CSR is a concept whereby companies integrate social
and environment concern in their business operations and their intraction
with their stakeholders on voluntary basis.

91

Dalam bahasa Indonesia, Darwin (2004) dalam Rimba (2010:11)


mengartikan bahwa:
Pertanggung jawaban sosial perusahaan atau Corporate social
Responsibility (CSR) adalah mekanisme bagi suatu organisasi untuk secara
sukarela mengintegrasikan perhatian terhadap lingkungan dan sosial ke
dalam operasinya dan interaksinya dengan stakeholders, yang melebihi
tanggung jawab organisasi di bidang hukum.
Belum ada definisi CSR yang secara universal diterima oleh berbagai
lembaga. Beberapa definisi CSR dibawah ini menunjukan keragaman pengertian
CSR menurut berbagai organisasi, antara lain sebagai berikut : (Edi,2007; Philip
Kotler,2008; Sukada dan Jalal, 2008).
1. World Business Council for Sustainable Development (WBCSD)
CSR adalah komitmen berkesinambungan dari kalangan bisnis untuk
berperilaku etis dan memberi kontribusi bagi pembangunan ekonomi,
seraya meningkatkan kualitas kehidupan karyawan dan keluarganya,
serta komunitas lokal dan masyarakat luas pada umumnya.
2. International Finance Corporation
CSR adalah komitmen dunia bisnis untuk memberi kontribusi terhadap
pembangunan ekonomi berkelanjutan melalui kerjasama dengan
karyawan, keluarga mereka, komunitas lokal dan masyarakat luas untuk
meningkatkan kehidupan mereka melalui cara-cara yang lebih baik bagi
bisnis maupun pebangunan.
3. CSR Asia
Komitmen perusahaan untuk beroperasi secara berkelanjutan berdasarkan
prinsip ekonomi, sosial dan lingkungan, seraya menyeimbangkan
beragam kepentingan para stakeholders.
Menurut Savio Wermasubun (2008:1) menyebutkan bahwa :
Istilah corporate responsibility mengacu pada tanggung jawab sektor
bisnis dalam kaitannya dengan semua pihak yang terlibat, mempengaruhi
dan terkena dampak dari sebuah kegiatan bisnis. Meski tujuan utamanya
adalah menghasilkan keuntungan, sebuah perusahaan tidak dapat
dilepaskan dari masyarakat.

92

Menurut Feby Indirani (2008:1) menyebutkan bahwa :


CSR adalah pilihan yang dilandasi kesadaran dari perusahaan. Dalam
berbisnis, ia tak hanya memiliki kewajiban kepada shareholders (pemegang
saham). Ia juga harus memenuhi harapan para stakeholeders (pemangku
kepentingan).
Sedangkan menurut Undang-Undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun
2007 pasal satu butir tiga (2007:2) menyatakan bahwa :
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan adalah komitmen Perseroan untuk
berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna
meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik
bagi Perseroan sendiri, komunitas setempat, maupun masyarakat pada
umumnya.
Selain itu, ISO 26000 mengenai Guidance on Social Responsibility juga
memberikan definisi CSR. Menurut ISO 26000 (draft 3, 2007) dalam Rista
(2009), CSR adalah:
Tanggung jawab
sebuah organisasi terhadap dampak-dampak dari
keputusan-keputusan dan kegiatan-kegiatanya pada masyarakat dan
lingkungan yang diwujudkan dalam bentuk perilaku transparan dan etis
yang sejalan dengan pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan
masyarakat, mempertimbangkan harapan pemangku kepentingan, sejalan
dengan hukum yang ditetapkan dan norma-norma perilaku internasional,
serta terintegrasi dengan organisasi secara menyeluruh.
Pada intinya tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social
Responsibility) adalah kewajiban organisasi bisnis untuk mengambil bagian dalam
kegiatan yang bertujuan melindungi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat
secara keseluruhan.
Pandangan tentang CSR yang lebih komprehensif, dilontarkan oleh Price
of Wales International Business Forum yang di Indonesia dipromosikan oleh
Indonesia

Business

Links

(http://www.csrforum.org/csr/

csrwebassist.nsf/content/f1c2b3a4a5.html). CSR menyangkut lima pilar, yaitu


diantaranya sebagai berikut :

93

1. Building Human : menyangkut kemampuan perusahaan untuk memiliki


dukungan sumber daya manusia yang andal (internal) dan ekternal
(masyarakat). Perusahaan dituntuk melakukan pemberdayaan, biasanya
melalui community development.
2. Strengthening Economics : memberdayakan ekonomi komunitas.
3. Assessing Socila Cohesion : maksudnya perusahaan menjaga
keharmonisan dengan masyarakat sekitar agar tak menimbulkan konflik.
4. Encouraging Good Governance : perusahaan dijalankan dalam tata
kelola yang baik.
5. Protecting the Environtment : perusahaan harus menjaga kelestarian
lingkungan.
Dari berbagai macam definisi diatas, penulis dapat menyimpulkan bahwa
tanggungjawab sosial perusahaan adalah suatu bentuk perwujudan komitmen
perusahaan untuk mensejahterakan masyarakat atas dasar kesadaran bahwa
perusahaan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat.

2.1.1.2 Perkembangan Corporate Social Responsibility (CSR)


Dunia usaha pada saat ini mengalami perkembangan yang semakin pesat,
hal ini ditandai dengan munculnya berbagai perusahaan yang berskala besar dan
menyerap banyak tenaga kerja. Bidang-bidang usaha yang tersedia juga semakin
banyak sehingga semakin membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Kemampuan yang seperti ini tentunya membawa dampak yang positif bagi
perkembangan dunia investasi dan bisnis di Indonesia. Selain itu turut berperan
serta dalam peningkatan tingkat kesejahteraan masyarakat Indonesia. Namun,
yang disayangkan tidak jarang perusahaan-perusahaan yang ada terlalu terfokus
pada kegiatan ekonomi dan produksi yang mereka lakukan, sehingga melupakan
keadaan masyarakat di sekitar wilayah beroperasinya dan juga melupakan aspekaspek kelestarian lingkungan. Padahal, sebagaimana diamanatkan dalam UUD
1945 pada pasal 28H ayat 1, yang berbunyi sebagai berikut :

94

Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan
mendapatkan lingkungan hidup baik dan sehat serta berhak memperoleh
pelayanan kesehatan.
Seiring dengan perkembangan jaman, masyarakat menjadi semakin kritis
dan menyadari hak-hak asasinya, serta berani mengekspresikan tuntutannya
terhadap perkembangan dunia bisnis. Hal ini menuntut para pelaku bisnis untuk
menjalankan usahanya dengan semakin bertanggung jawab. Pelaku bisnis tidak
hanya dituntut untuk memperoleh keuntungan dari lapangan usahanya, melainkan
mereka juga diminta untuk memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan
sosialnya.
Perubahan pada tingkat kesadaran masyarakat memunculkan kesadaran baru
tentang pentingnya melaksanakan Corporate Social Responsibility. Pemahaman
itu memberikan pedoman bahwa korporasi bukan lagi sebagai entitas yang hanya
mementingkan dirinya sendiri saja sehingga mengasingkan diri dari lingkungan
masyarakat di tempat mereka bekerja, melainkan suatu entitas usaha yang wajib
melakukan adaptasi kultural dengan lingkungan sosialnya. Hal yang sama juga
terjadi pada aspek lingkungan hidup, yang menuntut perusahaan untuk lebih
peduli pada lingkungan hidup tempatnya beroperasi.
Menurut Sawir (2004) sebagaimana hasil KTT Bumi (Earth Summit) di Rio
de Janerio, Brasil pada tahun 1992, yang menegaskan mengenai konsep
pembangunan berkelanjutan (sustainability development) sebagai suatu hal yang
bukan hanya menjadi kewajiban negara, namun juga harus diperhatikan oleh
kalangan korporasi. Hasil KTT Bumi (Earth Summit) di Rio de Janerio tersebut
melahirkan suatu konsep yaitu konsep pembangunan berkelanjutan menuntut

95

korporasi dalam menjalankan usahanya untuk turut memperhatikan aspek-aspek


sebagai berikut :
1) Ketersediaan dana
2) Misi lingkungan
3) Tanggung jawab sosial
4) Terimplementasi dalam kebijakan (masyarakat, korporat, dan
pemerintah)
5) Mempunyai nilai keuntungan/manfaat.
Pertemuan Yohannesburg pada tahun 2002 telah memunculkan suatu
prinsip baru di dalam dunia usaha, yaitu konsep Social Responsibility yang
mengiringi

dua konsep sebelumnya

yaitu

Economic dan Environment

Sustainability. Ketiga konsep ini menjadi dasar bagi perusahaan dalam


melaksanakan tanggung jawab sosialnya (Corporate Social Responsibility).
Pada bulan September tahun 2004, International Organization for
Standarization (ISO), sebagai induk organisasi standarisasi internasional berhasil
menghasilkan panduan dan standarisasi untuk tanggung jawab sosial, yang diberi
nama ISO 26000 : Guidance Standard on Social Responsibility. ISO 26000
menjadi standar pedoman untuk penerapan Corporate Social Responsibility. ISO
26000 menerjemahkan Corporate Social Responsibility sebagai tanggung jawab
suatu organisasi yang atas dampak dari keputusan dan aktivitasnya terhadap
masyarakat dan lingkungan, melalui perilaku yang transparan dan etis, yang :
1) Konsisten dengan pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan
masyarakat
2) Memperhatikan kepentingan dari para stakeholder
3) Sesuai hukum yang berlaku dan konsisten dengan norma-norma
internasional
4) Terintegrasi di seluruh aktivitas organisasi, dalam pengertian ini
meliputi baik kegiatan, produk maupun jasa.

96

Di dalam ISO 26000, Corporate Social Responsibility mencakup 7 (tujuh)


isu pokok, yaitu :
1) Pengembangan masyarakat
2) Konsumen
3) Praktek kegiatan institusi yang sehat
4) Lingkungan
5) Ketenagakerjaan
6) Hak Asasi Manusia
7) Organizational Governance (Organisasi Kepemerintahan).
Berdasarkan konsep ISO 26000, maka untuk penerapan Corporate Social
Responsibility hendaknya terintegrasi dalam seluruh aktivitas perusahaan yang
mencakup 7 (tujuh) isu pokok di atas. Prinsip-prinsip dasar Corporate Social
Responsibility yang menjadi dasar pelaksanaan yang menjiwai atau menjadi
informasi dalam pembuatan keputusan dan kegiatan Corporate Social
Responsibility menurut ISO 26000 meliputi :
1) Kepatuhan kepada hukum
2) Menghormati instrumen/badan-badan internasional
3) Menghormati stakeholders dan kepentingannya
4) Akuntabilitas
5) Transparansi
6) Perilaku yang beretika
7) Melakukan tindakan pencegahan
8) Menghormati dasar-dasar hak asasi manusia.

Kemudian pertemuan penting UN Global Compact di Jenewa, Swiss pada 7


Juli 2007 yang dibuka oleh Sekjen PBB mendapatkan perhatian media dari
berbagai penjuru dunia. Pertemuan itu bertujuan meminta perusahaan untuk

97

menunjukan tanggung jawab dan perilaku bisnis yang sehat yang dikenal dengan
Corporat Social Responsibility.
Di Indonesia sendiri, munculnya Undang-Undang No. 40 tahun 2007
tentang Perseroan Terbatas menandai babak baru pengaturan Corporate Social
Responsibility. Selain itu, pengaturan tentang Corporate Social Responsibility
juga tercermin di dalam Undang-Undang No. 25 tahun 2007 tentang Penanaman
Modal.

Walaupun

sebenarnya

pembahasan

mengenai

Corporate

Social

Responsibility sudah dimulai jauh sebelum kedua undang-undang tersebut


disahkan. Salah satu pendorong perkembangan Corporate Social Responsibility
yang terjadi di Indonesia adalah pergeseran paradigma dunia usaha yang tidak
hanya semata-mata untuk mencari keuntungan saja, melainkan juga bersikap etis
dan berperan dalam penciptaan investasi sosial.
Adapun pengaturan Corporate Social Responsibility menurut UndangUndang Perseroan Terbatas adalah sebagai berikut :
Pasal 74 :
1) Perseroan yang menjalankan kegiatan usahanya di bidang dan/atau
berkaitan dengan sumber daya alam wajib melaksanakan Tanggung
Jawab Sosial dan Lingkungan.
2) Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) merupakan kewajiban Perseroan yang dianggarkan dan
diperhitungkan sebagai biaya Perseroan yang pelaksanaannya dilakukan
dengan memperhatikan kepatutan dan kewajiban.
3) Perseroan yang tidak melakukan kewajiban sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) dikenai sanksi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Sedangkan pengaturan di dalam Undang-Undang Penanaman Modal, yaitu


dalam Pasal 15 huruf b disebutkan bahwa setiap penanam modal berkewajiban
melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan.

98

Kemudian dalam Pasal 16 huruf d Undang-Undang Penanaman Modal


disebutkan bahwa setiap penanam modal bertanggung jawab menjaga kelestarian
lingkungan hidup.

2.1.1.3 Manfaat Corporate Social Responsibility (CSR)


Dengan menjalankan tanggung jawab sosial, perusahaan diharapkan tidak
hanya mengejar laba jangka pendek, tetapi juga ikut berkontribusi terhadap
peningkatan kualitas hidup masyarakat dan lingkungan (terutama lingkungan
sekitar) dalam jangka panjang. Corporate Social Responsibility (CSR) dapat
dipandang sebagai asset strategis dan kompetitif bagi perusahaan ditengah iklim
bisnis yang makin sarat kompetisi. Menurut Adam dan Zutshi (2004) dalam
Rahmawati Rahayu (2012:27) CSR dapat memberi banyak manfaat yaitu :
1) Peningkatan profit bagi perusahaan dan kinerja finansial yang lebih baik.
2) Menurunkan risiko benturan dengan komunitas masyarakat sekitar.
3) Mampu meningkatkan reputasi perusahaan tersebut yang juga merupakan
bagian dari pembangunan citra perusahaan (corporate image building).
Dengan adanya CSR akan meningkatkan profit bagi perusahaan dan kinerja
finansial yang lebih baik karena banyak perusahaan-perusahaan besar yang
mengungkapkan program CSR menunjukan keuntungan yang nyata terhadap
peningkatan nilai saham. Disamping itu CSR dapat menurunkan risiko benturan
dengan komunitas masyarakat sekitar, karena sesungguhnya substansi keberadaan
CSR adalah dalam rangka memperkuat keberlanjutan perusahaan itu sendiri
disebuah kawasan, dengan jalan membangun kerjasama antar stakeholder yang
difasilitasi

perusahaan

tersebut

dengan

menyusun

program-program

pengembangan masyarakat sekitar atau dalam pengertian kemampuan perusahaan


untuk dapat beradaptasi dengan lingkungannya, komunitas dan stakeholder yang

99

terkait. CSR juga mampu meningkatkan reputasi perusahaan yang dapat


dipandang sebagai social marketing bagi perusahaan. Social marketing akan dapat
memberikan manfaat dalam pembentukan brand image suatu perusahaan dalam
kaitannya dengan kemampuan perusahaan terhadap komitmen yang tinggi
terhadap lingkungan selain memiliki produk yang berkualitas tinggi.
Hal ini tentu saja akan memberikan dampak positif terhadap voume unit
produksi yang terserap pasar yang akhirnya akan mendatangkan keuntungan yang
besar terhadap peningkatan laba perusahaan. Kegiatan CSR yang diarahkan
memperbaiki konteks korporat inilah yang memungkinkan alignment antara
manfaat sosial dan bisnis yang muaranya untuk meraih keuntungan materi dan
sosial dalam jangka panjang.
1) Seperti yang dikemukakan oleh Susanto (2007) dalam Fitriyani
(2011:21) bahwa dari sisi perusahaan terdapat 6 (enam) manfaat yang
dapat diperoleh dari aktivitas CSR, yaitu :
2) Mengurangi resiko dan tuduhan terhadap perlakuan tidak pantas yang
diterima perusahaan.
3) CSR dapat berfungsi sebagai pelindung dan membantu perusahaan
meminimalkan dampak buruk yang diakibatkan suatu krisis.
4) Keterlibatan dan kebanggan karyawan.
5) CSR yang dilaksanakan secara konsisten akan mampu memperbaiki dan
mempererat hubungan antara perusahaan dengan para stakeholdernya.
6) Meningkatkan penjualan.
7) Insentif-insentif lainnya seperti insentif pajak dan berbagai perlakuan
khusus lainnya.

Maka dari itu untuk mencapai keberhasilan dalam melakukan program CSR
diperlukannya komitmen yang kuat, partisipasi aktif, serta ketulusan dari semua
pihak yang peduli terhadap program-program CSR. Program CSR menjadi begitu
penting karena kewajiban manusia untuk bertanggung jawab bahwa dimasa
mendatang tetap ada manusia di muka bumi ini, sehingga dunia tetap harus

100

menjadi manusiawi untuk menjamin keberlangsungan kehidupan kini dan di hari


esok.

2.1.1.4 Komponen Dasar Corporate Social Responsibility


John Elkington (1997) yang dikutip oleh Hasibuan dan Sedyono (2006:73)
menyebutkan bahwa Corporate Social Responsibility dibagi menjadi tiga
komponen utama, yaitu: people, profit, dan planet. Ketiga komponen inilah yang
saat ini kerap dijadikan dasar perencanaan, pengungkapan dan evaluasi
(pelaporan) program-program Corporate Social Responsibility yang kemudian
dikenal sebagai triple bottom line.

Tabel 2.1
The Triple Bottom Line of Corporate Social Responsibility

People
Sebuah bisnis harus
bertanggungjawab
untuk memajukan dan
mensejahterakan sosial
serta seluruh
stakeholdernya.

Profit
Perusahaan tidak
boleh hanya
memiliki keuntungan
bagi
organisasinya saja
tetapi
harus dapat memberi
kemajuan
ekonomi bagi para
stakeholdernya.

Planet
Perusahaan harus dapat
menggunakan sumber
daya alam dengan
sangat
bertanggungjawab dan
menjaga keadaan
lingkungan serta
memperkecil jumlah
limbah produksi.

Jenis
Kegiatan
kegiatan kedermawanan yang
dilakukan secara tulus
untuk membangun
masyarakat dan sumber
daya manusia.

Tindakan perusahaan
untuk terjun langsung
di dalam masyarakat
untuk memperkuat
ketahanan ekonomi.

Penerapan proses
produksi yang bersih,
aman dan
bertanggungjawab.

Definisi

101

Contoh

-Beasiswa Pendidikan

-Pembinaan UKM
-Bantuan modal
-Pelayanan Kesehatan
dan kredit
-Pemberdayaan
tenaga lokal
Sumber: Hasibuan dan Sedyono (2006:73)

-Pengelolaan limbah
-Penanaman pohon
-Kampanye lingkungan
hidup

Triple bottom line merupakan sinergi dari tiga elemen yang merukapan
komponen dasar dari pelaksanaan Corporate Social Responsibility. Triple bottom
line sering dijadikan acuan dalam pembuatan program-program Corporate Social
Responsibility.
Sedangkan menurut pendapat Yusuf Wibisono (2007:32) mengemukakan
bahwa :
Pada dasarnya perusahaan yang ingin berkelanjutan haruslah 3P, selain
mengejar Profit perusahaan juga harus memperhatikan dan terlibat dalam
pemenuhan kesejahteraan masyarakat (people) dan turut berkontribusi aktif
dalam menjaga kelestarian lingkungan (planet).

Jadi berdasarkan pendapat diatas, perusahaan tidak lagi dihadapkan pada


tanggung jawab yang berpijak pada single bottom line, yaitu aspek ekonomi yang
direfleksikan dalam kondisi financialnya saja, namun juga harus memperhatikan
aspek sosial dan lingkungannya.

2.1.1.5 Indikator Corporate Social Responsibility


Untuk mengukur pengungkapan CSR berdasarkan Indikator-indikator
menurut Edy Rismanda Sembiring (2005) sebagai berikut :
1) Lingkungan
1) Pengendalian polusi kegiatan operasi, pengeluaran riset dan
pengembangan untuk mengurangi polusi.
2) Operasi perusahaan tidak mengakibatkan polusi atau
memenuhi ketentuan hukum dan peraturan polusi.

102

3) Pernyataan yang menunjukkan bahwa polusi operasi telah atau


akan dikurangi.
4) Pencegahan atau perbaikan kerusakan lingkungan akibat
pengelolaan sumber alam, misalnya reklamasi daratan atau
reboisasi.
5) Konservasi sumber alam, misalnya mendaur ulang kaca, besi,
minyak, air dan kertas.
6) Penggunaan material daur ulang
7) Menerima penghargaan berkaitan dengan program lingkungan
yang dibuat perusahaan.
8) Merancang fasilitas yang harmonis dengan lingkungan.
9) Kontribusi dalam seni yang bertujuan untuk memperindah
lingkungan.
10) Kontribusi dalam pemugaran bangunan sejarah.
11) Pengelolaan limbah.
12) Riset mengenai pengelolaan limbah.
13) Mempelajari dampak lingkungan untuk memonitor dampak
lingkungan perusahaan.
14) Perlindungan lingkungan hidup.
2) Energi
1) Menggunakan energi secara lebih efisien dalam kegiatan
operasi.
2) Memanfaatkan barang bekas untuk memproduksi energi.
3) Penghematan energi sebagai hasil produk daur ulang.
4) Membahas upaya perusahaan dalam mengurangi konsumsi
energi.
5) Peningkatan efisiensi energi dan produk.
6) Riset yang mengarah pada peningkatan efisiensi energi dari
produk.
7) Mengungkapkan kebijakan energi perusahaan.
3) Kesehatan dan Keselamatan Kerja
1) Mengurangi polusi, iritasi, atau resiko dalam lingkungan kerja.
2) Mempromosikan keselamatan tenaga kerja dan kesehatan fisik
atau mental.
3) Mengungkapkan statistik kecelakaan kerja.
4) Mentaati peraturan standar kesehatan dengan keselamatan
kerja.
5) Menerima penghargaan berkaitan dengan keselamatan kerja.
6) Menetapkan suatu komite keselamatan kerja.
7) Melaksanakan riset untuk meningkatkan keselamatan kerja.
8) Mengungkapkan pelayanan kesehatan tenaga kerja.
4) Lain-lain Tentang Tenaga Kerja
1) Perekrutan atau memanfaatkan tenaga kerja wanita / orang
cacat.
2) Mengungkapkan persentase/jumlah tenaga kerja wanita / orang
cacat dalam tingkat managerial.

103

3) Mengungkapkan tujuan penggunaan tenaga kerja wanita /


orang cacat dalam pekerjaan.
4) Program untuk kemajuan tenaga kerja wanita/orang cacat.
5) Pelatihan tenaga kerja melalui program tertentu di tempat
kerja.
6) Memberikan bantuan keuangan pada tenaga kerja dalam
bidang pendidikan.
7) Mendirikan suatu pusat pelatihan tenaga kerja.
8) Mengungkapkan bantuan atau bimbingan untuk tenaga kerja
yang dalam proses mengundurkan diri atau yang telah
membuat kesalahan.
9) Mengungkapkan perencanaan kepemilikan rumah karyawan.
10) Mengungkapkan fasilitas untuk aktivitas rekreasi.
11) Pengungkapan persentase gaji untuk pensiun.
12) Mengungkapkan kebijakan penggajian dalam perusahaan.
13) Mengungkapkan jumlah tenaga kerja dalam perusahaan.
14) Mengungkapkan tingkatan manajerial yang ada.
15) Mengungkapkan disposisi staff dimana staff ditempatkan.
16) Mengungkapkan jumlah staff, masa kerja dan kelompok usia
mereka.
17) Mengungkapkan statistik tenaga kerja, misalnya penjualan per
tenaga kerja.
18) Mengungkapkan kualifikasi tenaga kerja yang direkrut.
19) Mengungkapkan rencana kepemilikan saham oleh tenaga
kerja.
20) Mengungkapkan rencana pembagian keuntungan lain.
21) Mengungkapkan informasi hubungan manajemen dengan
tenaga kerja dalam meningkatkan keputusan dan motivasi
kerja.
22) Mengungkapkan informasi stabilitas pekerjaan tenaga kerja
dan masa depan perusahaan.
23) Membuat laporan tenaga kerja yang terpisah.
24) Melaporkan hubungan perusahaan dengan serikat buruh.
25) Melaporkan gangguan dan aksitenaga kerja.
26) Mengungkapkan informasi bagaimana aksi tenaga kerja
dinegosiasikan.
27) Peningkatan kondisi kerja secara umum.
28) Informasi reorganisasi perusahaan yang mempengaruhi tenaga
kerja.
29) Informasi dan statistik perputaran tenaga kerja.
5) Produk
1) Pengungkafan informasi pengembangan produk perusahaan,
termasuk pengemasan.
2) Gambaran pengeluaran riset dan pengembangan produk.
3) Pengungkapan informasi proyek riset perusahaan untuk
memperbaiki produk.
4) Pengungkapan bahwa produk memenuhi standar keselamatan.
5) Membuat produk lebih aman untuk konsumen.

104

6) Melaksanakan riset atas tingkat keselamatan produk perusahaan.


7) Pengungkapan peningkatan kebersihan/kesehatan dalam
pengolahan dan penyiapan produk.
8) Pengungkapan informasi atas keselamatan produk perusahaan.
9) Pengungkapan informasi mutu produk yang dicerminkan dalam
penerimaan penghargaan
10)
Informasi yang dapat diverifikasi bahwa mutu produk telah
meningkat (misalnya, ISO 9000).
6) Keterlibatan Masyarakat
1) Sumbangan tunai, produk, pelayanan untuk mendukung
aktivitas masyarakat, pendidikan, dan seni.
2) Tenaga kerja paruh waktu (part-time employment) dari
mahasiswa/pelajar.
3) Sebagai sponsor untuk proyek kesehatan masyarakat.
4) Membantu riset media.
5) Sebagai sponsor untuk konferensi pendidikan, seminar atau
pameran seni.
6) Membiayai program beasiswa.
7) Membuka fasilitas perusahaan untuk masyarakat.
8) Mensponsori kampanye nasional.
9) Mendukung pengembangan industri lokal.
7) Umum
1) Pengungkapan tujuan. Kebijakan perusahaan secara umum
berkaitan dengan tanggung jawab sosial perusahaan kepada
masyarakat.
2) Informasi hubungan dengan tanggung jawab sosial perusahaan
selain yang disebut di atas.

2.1.1.6 Program Corporate Social Responsibility


Corporate Social Responsibility merupakan salah satu strategi jangka
panjang bagi perusahaan untuk dapat sustainable di dalam dunia bisnis. Untuk
menjalankan strategi tersebut, perlu diterjemahkan ke dalam bentuk programprogram yang akan dijalankan bagi tercapainya tujuan yang diharapkan.
Menurut Umar (2003:349) menyebutkan bahwa :
Program merupakan suatu perencanaan jangka pendek perusahaan yang
diturunkan dari perencanaan jangka menengah dan jangka panjang.

105

Ada beberapa teknik yang sudah umum dipakai dalam membentuk program,
terutama teknik yang dapat mengoptimalisasi sumber daya organisasi yang akan
digunakan. Menurut Umar (2003:350) menyebutkan bahwa :
Teknik-teknik tersebut antara lain :
Gantt Chart dan Gantt Milestone Chart.
PERT (Program Evaluation and Review Technique) dan NWP (Net
Work Planning).
PKT (Pola Kerja Terpadu), yaitu teknik perencanaan yang
komprehensif agar kegiatan menjadi terarah dan terpadu.
PIP (Performance Improvement Planning), yaitu teknik perencanaan
yang mengutamakan daya analisis terhadap kekuatan-kekuatan
pendorong dan penghambat kerja.
APP (Analisis Persoalan Potensial), yaitu teknik perencanaan yang
berguna terutama untuk mengamankan suatu program agar setiap
persoalan yang muncul pada waktu pelaksanaannya dapat
diantisipasi.

Suatu perencanaan matang yang menyeluruh dan dapat dijalankan secara


sistematis perlu dibuat dalam melaksanakan Corporate Social Responsibility.
Corporate Social Responsibility merupakan suatu perencanaan jangka panjang
perusahaan dengan tujuan agar perusahaan dapat sustainable di dunia usaha.
Untuk mendukung perencanaan jangka panjang perlu dibuat program-program
yang mendukung pencapaian dari tujuan tersebut. Melaksanaan Corporate Social
Responsibility membutuhkan langkah-langkah pembentukan dan persiapan hingga
akhirnya dapat dilaksanakan. Langkah-langkah persiapan dan penerapan
Corporate Social Responsibility menurut Rahendrawan (2006:63) adalah sebagai
berikut :
1) Perencanaan Corporate Social Responsibility
Mempersiapkan target dan tujuan dari pelaksanaan Corporate Social
Responsibility untuk perusahaan.

106

Mempersiapkan perangkat alat ukur kinerja dan alat ukur status dari
Corporate Social Responsibility.

Mengidentifikasi inovasi dan/atau intervensi terhadap sistem yang


sedang diterapkan.
Mengidentifikasi masalah Corporate Social Responsibility yang
relevan dengan kegiatan operasional perusahaan.

Mengidentifikasi tingkat kesiapan pelaksanaan Corporate Social


Responsibility, baik dengan unit organisiasi, dan/atau dari
kematangan Corporate Social Responsibility itu sendiri.

Menentukan daerah operasi perusahaan yang akan diterapkan


Corporate Social Responsibility di dalamnya.

Mengidentifikasi stakeholders perusahaan, dan melibatkan pihakpihak yang relevan dalam merancang Corporate Social
Responsibility.

Mempersiapkan program-program dari Corporate Social


Responsibility.
2) Persiapan aktivitas Corporate Social Responsibility
Proses pengambilan keputusan dan pengesahan program-program
Corporate Social Responsibility.

Memanage perubahan dan inovasi-inovasi yang dibutuhkan.

Organisasi program-program Corporate Social Responsibility, baik


internal maupun eksternal.

Sumber daya internal perusahaan dari perusahaan (sumber daya


manusia, modal, dll).
3) Pengungkapan Corporate Social Responsibility
Menghubungkan program-program Corporate Social Responsibility
dengan para stakeholders, yang keterlibatannya akan ditentukan
berdasarkan kondisi, prioritas dan anggaran perusahaan.

Mengungkapkan program.

Person(s) in charge, orang yang memimpin pelaksanaan program


Corporate Social Responsibility.
4) Evaluasi
Metode pengawasan dan perangkatnya.

Metode evaluasi dan perangkatnya.

Mekanisme pengembangan terus menerus.

Person(s) in charge, orang yang ditugaskan untuk memimpin


jalannya evaluasi.
Mengidentifikasi masalah Corporate Social Responsibility yang
relevan dengan kegiatan operasional perusahaan.

107

Mengidentifikasi tingkat kesiapan pelaksanaan Corporate Social


Responsibility, baik dengan unit organisiasi, dan/atau dari
kematangan Corporate Social Responsibility itu sendiri.

Menentukan daerah operasi perusahaan yang akan diterapkan


Corporate Social Responsibility di dalamnya.

Mengidentifikasi stakeholders perusahaan, dan melibatkan pihakpihak yang relevan dalam merancang Corporate Social
Responsibility.

Social

Mempersiapkan program-program dari Corporate


Responsibility.
5) Pelaporan
Mekanisme dan sistem pelaporan internal dan eksternal.

Komunikasi internal dan sistem koordinasi.

Sistem komunikasi eksternal.

Laporan verifikasi.

2.1.1.7 Tujuan Perusahaan Melaksanakan Corporate Social Responsibility


Menururt Chuck Williams (2001:123) menyebutkan bahwa :
Tujuan perusahaan menerapkan CSR agar dapat memberi manfaat
yang terbaik bagi stakeholders dengan cara memenuhi tanggung jawab
ekonomi, hukum, etika dan kebijakan,
1. Tanggung jawab ekonomis. Kata kuncinya adalah: make a profit.
Motif utama perusahaan adalah menghasilkan laba. Laba adalah
pondasi perusahaan. Perusahaan harus memiliki nilai tambah
ekonomi sebagai prasyarat agar perusahaan dapat terus hidup
(survive) dan berkembang.
2. Tanggung jawab legal. Kata kuncinya: obey the law. Perusahaan
harus taat hukum. Dalam proses mencari laba, perusahaan tidak
boleh melanggar kebijakan dan hukum yang telah ditetapkan
pemerintah.
3. Tanggung jawab etis. Perusahaan memiliki kewajiban untuk
menjalankan praktek bisnis yang baik, benar, adil dan fair.
Norma-norma masyarakat perlu menjadi rujukan bagi perilaku
organisasi perusahaan. Kata kuncinya: be ethical.
4. Tanggung jawab filantropis. Selain perusahaan harus memperoleh
laba, taat hukum dan berperilaku etis, perusahaan dituntut agar
dapat memberikan kontribusi yang dapat dirasakan secara
langsung oleh masyarakat. Tujuannya adalah untuk meningkatkan
kualitas kehidupan semua. Kata kuncinya: be a good citizen. Para

108

pemilik dan pegawai yang bekerja di perusahaan memiliki


tanggung jawab ganda, yakni kepada perusahaan dan kepada
publik yang kini dikenal dengan istilah non-fiduciary
responsibility.
Keempat jenjang tanggung jawab tersebut perlu dipahami sebagai satu
kesatuan. Walaupun demikian, kesalahan interpretasi umumnya kerap terjadi
dimana muncul argumen bahwa laba yang harus diutamakan. Tetapi kegiatan
mencari keuntungan atau laba hendaknya dikaitkan atau tidak terlepas dengan
kegiatan lainnya, seperti mengembangkan masyarakat. Corporate Social
Responsibility pada saat ini bukan lagi hanya sekedar kegiatan philanthropy
konvensional, memberikan sejumlah dana untuk tujuan-tujuan yang baik di akhir
tahun saat pembukuan selesai. Namun sudah lebih luas lagi dan ini justru
dijadikan tanggung jawab yang perusahaan lakukan sepanjang tahun untuk
lingkungan di sekitar mereka, untuk kegiatan bekerja yang lebih baik, untuk
komitmen perusahaan terhadap komunitas lokal dan untuk pengakuan atas brand
names perusahaan yang tidak hanya akan bergantung pada kualitas, harga dan
keunikan yang mereka miliki, namun juga pada interaksi perusahaan dengan
tenaga kerja yang dimilikinya, komunitas dan lingkungan secara kumulatif.

2.1.2 Kinerja Keuangan

2.1.2.1 Pengertian Kinerja Keuangan


Pengertian

kinerja

menurut

Kamus

Istilah

Akuntansi

(2003:215)

menyatakan bahwa:
Kinerja atau performance adalah suatu istilah umum yang digunakan untuk
sebagian atau seluruh tindakan aktivitas dari suatu organisasi pada suatu
periode, sering dengan referensi pada sejumlah standar seperti biaya-biaya

109

masa lalu atau yang diproyeksikan, suatu dasar efisiensi,


pertanggungjawaban atau akuntabilitas manajemen dan semacamnya.
Menurut Indra Bastian (2001:329) menyebutkan bahwa :
Kinerja adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu
kegiatan/program/kebijaksanaan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi
dan visi organisasi yang tertuang dalam perumusan, skema strategis
(strategic planning) suatu organisasi, secara umum dapat juga dikatakan
bahwa kinerja merupakan prestasi yang dapat dicapai oleh organisasi dalam
periode tertentu.
Menurut Wibowo (2008) menyatakan bahwa definisi kinerja yaitu :
Kinerja berasal dari pengertian performance. Adapun pengertian makna
luas, tidak hanya hasil kerja, tetapi bagaimana proses pekerjaan
berlangsung.
Adapun menurut pendapat yang dikemukakan oleh Amstrong dan Baron
dalam Wibowo (2008) adalah :
Kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan dengan
tujuan strategis organisasi, kepuasan konsumen, dan memberikan kontribusi
pada ekonomi.
Menurut Syafarudin (2003 : 96) menyatakan bahwa :
Kinerja keuangan merupakan adalah mengukur sampai sejauhmana
prestasi, peningkatan, posisi, atau performance dari nilai perusahaan yang
diukur melalui laporan keuangan baik melalui neraca maupun laba rugi yang
dibutuhkan oleh pihak yang berkepentingan.
Kinerja keuangan merupakan salah satu faktor yang menunjukkan
efektivitas dan efesien suatu organisasi dalam rangka mencapai suatu tujuannya.
Efektivitas apabila manajemen memiliki kemampuan untuk memilih tujuan yang
tepat atau suatu alat yang tepat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Sedangkan efesiensi diartikan sebagai rasio perbandingan antara masukan dan
keluaran yaitu dengan masukan tertentu memperoleh keluaran yang optimal.

110

2.1.2.2 Faktor-Faktor yang mempengaruhi Kinerja Keuangan Perusahaan


Menurut (Munawir, 2007:30) faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja
keuangan :
1. Likuiditas, yang mampu menunjukkan kemampuan suatu perusahaan
untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi atau
kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya pada
saat ditagih.
2. Solvabilitas, yang mampu menunjukkan kemampuan perusahaan untuk
memenuhi kewajiban keuangannya apabila perusahaan tersebut dilikuidasi
baik keuangan jangka pendek maupun jangka panjang.
3. Rentabilitas atau profitabilitas, yang menunjukkan kemampuan perusahaan
untuk menghasilkan laba selama periode tertentu.
4. Stabilitas ekonomi, yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk
melakukan

usahanya

dengan

stabil,

yang

diukur

dengan

mempertimbangkan kemampuan perusahaan untuk membayar beban


bunga dan kemampuan perusahaan untuk membayar dividen secara teratur
tanpa mengalami hambatan atau krisis keuangan.

2.1.2.3 Analisis Kinerja Perusahaan


Analisis terhadap kinerja perusahaan pada umumnya dilakukan dengan
menganalisis laporan keuangan, yang mencakup perbandingan kinerja perusahaan
dengan perusahaan lain dalam industri yang sama dan mengevaluasi
kecenderungan posisi keuangan perusahaan sepanjang waktu. Teknik analisis

111

yang dapat digunakan untuk menilai kinerja perusahaan

adalah

melalui

analisis rasio.
Menurut Moeljadi (2004:67) Analisis Rasio tersebut yaitu di antaranya
sebagai berikut :
1) Rasio Likuiditas, yang digunakan untuk mengukur kemampuan
perusahaan dalam membayar hutang-hutang jangka pendeknya. Meliputi
cash ratio, current ratio, acid test ratio atau quick ratio.
2) Rasio Leverage, yang digunakan untuk mengukur seberapa besar
kebutuhan dana perusahaan yang dibiayai oleh hutang. Meliputi debt to
total assets ratio, debt to equity ratio, dan time interest earned.
3) Rasio Aktivitas, yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan
dalam memanfaatkan sumber dananya. Meliputi inventory turnover,
receivable turnover, fixed asset turnover, dan other asset turnover.
4) Rasio Profitabilitas, yang digunakan untuk mengukur efektivitas
perusahaan dalam mendapatkan keuntungan. Meliputi profit margin,
Return on Investment (ROI), Return on Equity (ROE), Return on Assets
(ROA), earning per share.
5) Rasio

Penilaian,

yang digunakan untuk

mengukur

kemampuan

perusahaan dalam menciptakan nilai kepada para investor atau pemegang


saham. Meliputi Price Earning Ratio (PER), dan market to book value
ratio.
6) Market Value Added (MVA),merupakan perbedaan antara nilai pasar
ekuitas dengan jumlah modal ekuitas yang diinvestasikan oleh investor.

112

Jadi, MVA difokuskan pada pengukuran pengaruh tindakan manajerial


sejak pendirian perusahaan.
7) Economic Value Added (EVA), merupakan nilai tambah kepada
pemegang saham oleh manajemen selama satu tahun tertentu. Jadi, EVA
difokuskan pada efektivitas manajerial selama satu tahun tertentu.
8) Analysis Du Pont, dirancang untuk menunjukan hubungan antara
pengembalian atas investasi, perputaran aktiva, margin laba, dan
leverage. Meliputi ROA dan Earning Power.

Sedangkan menurut Robert F. Halsey (2005:41) rasio keuangan yang dapat


digunakan sebagai alat untuk menganalisis dan menginterpretasikan data dalam
menilai kinerja keuangan suatu perusahaan, yaitu :
Return on Investment (ROI), dapat digunakan dalam menganalisis kinerja
keuangan, dimana dalam analisis laporan keuangan mempunyai arti yang
penting sebagai salah satu teknik analisis yang biasanya digunakan oleh
pimpinan perusahaan untuk mengukur efektivitas dari keseluruhan
operasi perusahaan.
Pengertian ROI menurut Munawir (2002:89) adalah :
Salah satu bentuk dari rasio profitabilitas yang dimaksudkan untuk dapat
mengukur kemampuan perusahaan dengan keseluruhan dana yang
ditanamkan dalam aktiva yang digunakan untuk operasi perusahaan dan
untuk menghasilkan keuntungan.
Sedangkan menurut Rifka (2002:86) ROI adalah :
Suatu rasio dalam analisis laporan keuangan yang mengukur tingkat
kembalian investasi yang telah dilakukan, baik dengan menggunakan total
aktiva yang dimiliki perusahaan tersebut maupun dengan menggunakan
dana yang berasal dari pemilik modal.

113

Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa


Return on Investment (ROI) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur
hubungan antara laba yang diperoleh dan investasi yang digunakan untuk
menghasilkan laba tersebut. Semakin tinggi ROI yang dicapai perusahaan, berarti
kinerja perusahaan semakin membaik dan merupakan tanda manajemen yang
efektif, karena perusahaan telah berhasil dalam memanfaatkan aktiva atau seluruh
dananya secara produktif dan efisien untuk menghasilkan laba.

2.1.2.4 Tahap Tahap dalam Menganalisis Kinerja Keuangan


Menurut Irham Fahmi (2011 : 240) menyatakan bahwa ada 5 (lima) tahap
dalam menganalisis kinerja keuangan suatu perusahaan secara umum sebagai
berikut:
1) Melakukan review terhadap data laporan keuangan. Review dilakukan
dengan tujuan agar laporan keuangan yang dibuat tersebut dengan
penerapan kaedah yang berlaku umum dalam akuntansi sehingga dengan
demikian hasil laporan keuangan dapat dipertanggungjawabkan.
2) Melakukan perhitungan. Penerapan metode perhitungan disini adalah
disesuaikan dengan kondisi dan permasalahan yang sedang dilakukan
sehingga hasil dari perhitungan tersebut akan memberikan suatu
kesimpulan sesuai dengan analisis yang diinginkan.
3) Melakukan perbandingan terhadap hasil hitungan yang telah diperoleh.
Dari hasil hitungan yang sudah diperoleh tersebut kemudian dilakukan
perbandingan dengan hasil hitungan dari berbagai perusahaan lainnya.

114

Metode yang umum dipergunakan untuk melakukan perbandingan ini ada


dua adalah ;
a) Time series analysis, yaitu membandingkan secara antar waktu atau
antar periode dengan tujuan itu nantinya akan terlihat secara grafik.
b) Cross sectional approach, yaitu melakukan perbandingan terhadap
hasil hitungan rasio-rasio yang telah dilakukan antara satu perusahaan
dan perusahaan lainnya dalam ruang lingkup yang sejenis yang
dilakukan secara bersamaan.
Dari hasil penggunaan kedua metode ini diharapkan nantinya akan
dapat dibuat satu kesimpulan yang menyatakan posisi perusahaan berada
dalam kondisi sangat baik, baik, sedang a normal, tidak baik, dan sangat
tidak baik.
1. Melakukan

penafsiran

(interpretation)

terhadap

berbagai

permasalahan yang ditemukan. Pada tahap ini analisis melihat


kinerja keuangan perusahaan adalah setelah dilakukan ketiga
tahap tersebut selanjutnya dilakukan penafsiran untuk melihat
apa-apa saja permasalahan dan kendala-kendala yang dialami
oleh perbankan tersebut.
2. Mencari dan memberikan pemecahan masalah (solution)
terhadap berbagai permasalahan yang ditemukan. Pada tahap
terakhir ini setelah ditemukan berbagai permasalahan yang
dihadapi maka dicarikan solusi guna memberikan suatu input
atau masukan agar apa yang menjadi kendala dan hambatan
selama ini dapat terselesaikan.

115

2.1.2.5 Tujuan dan Manfaat Penilaian Kinerja


Tujuan dari penilaian kinerja adalah untuk memotivasi karyawan dalam
mencapai sasaran organisasi dan dalam mematuhi standar perilaku yang telah
ditetapkan sebelumnya agar membedakan hasil dan tindakan yang diinginkan.
Standar perilaku dapat berupa kebijakan manajemen atau rencana formal yang
dituangkan dalam anggaran.
Menurut Hanafi (2003 : 69) menyatakan bahwa :
Pengukuran kinerja didefinisikan sebagai performing measurement
(pengukuran kinerja) adalah kualifikasi dan efisiensi perusahaan atau
segmen dan keefektifan dalam pengoperasian bisnis selama periode
akuntansi. Dengan demikian pengertian kinerja adalah suatu usaha formal
yang dilaksanakan perusahaan untuk mengevaluasi efesien dan efektivitas
dari aktifitas perusahaan yang telah dilaksanakan pada periode waktu
tertentu.
Menurut Mulyadi (2001:415) menyebutkan bahwa :
Penilaian kinerja adalah penentuan secara periodik efektifitas operasional
suatu organisasi, bagian organisasi dan karyawannya berdasarkan sasaran,
standar dan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya.

Pengukuran maupun penilaian kinerja adalah suatu alat manajemen untuk


meningkatkan kualitas pengembalian keputusan dan akuntabilitas. Berdasarkan uraian
tersebut, dapat disimpulkan bahwa penilaian kinerja adalah suatu usaha formal yang
dilaksanakan manajemen untuk mengevaluasi hasil-hasil dari aktivitas-aktivitas yang
telah dilaksanakan dan dibandingkan dengan standar yang telah ditetapkan
sebelumnya.

Prestasi pelaksanaan program yang dapat diukur akan mendorong pencapian


prestasi. Pengukuran prestasi yang dilakukan secara berkelanjutan memberikan

116

umpan balik untuk upaya perbaikan secara terus-menerus dan pencapaian tujuan
di masa yang akan datang.
Menurut Mulyadi (2001:416) tujuan pokok penilaian kinerja adalah :
Untuk memotivasi karyawan dalam mencapai sasaran organisasi dan
dalam mematuhi standar perilaku yang telah ditetapkan sebelumnya agar
membuahkan tindakan dan hasil yang diinginkan. Standar perilaku dapat
berupa kebijakan manajemen atau rencana formal yang dituangkan dalam
anggaran.

Penilaian kinerja dilakukan untuk menekan perilaku yang tidak semestinya,


untuk menegakkan perilaku yang semestinya diinginkan melalui umpan balik
hasil kinerja pada wakunya serta penghargaan, baik yang bersifat intrinsik
maupun ekstrinsik. Secara formal produk akhir dari hasil pengukuran kinerja
diwujudkan dalam suatu laporan yang disebut laporan kinerja.
Menurut Mulyadi (2001:416) menyebutkan bahwa :
Penilaian kinerja mempunyai manfaat bagi manajemen yaitu :
1. Mengelola operasi organisasi secara efektif dan efisien melalui
pemotivasian karyawan secara maksimum
2. Membantu pengambilan keputusan yang bersangkutan dengan
karyawan, seperti promosi, transfer dan pemberhentian
3. Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan karyawan dan
untuk menyediakan kriteria seleksi dan evaluasi program pelatihan
karyawan
4. Menyediakan umpan balik bagi karyawan mengenai bagaimana atasan
mereka menilai kinerja mereka
5. Menyediakan suatu dasar bagi distribusi penghargaan.

2.2

Kerangka Pemikiran
Motivasi utama perusahaan adalah profitabilitas yang tidak identik dengan

kesejahteraan masyarakat tempat berdiri dan kiprah perusahaan. Namun dalam


rangka membina hubungan yang saling menguntungkan, korporasi dapat turut

117

serta dalam mengambil peran dalam mengatasi keterbelakangan dan kemiskinan


masyarakat sekitar melalui Corporate Social Responsibility (CSR).
Dari perspeksif biaya (cost-based approach), jika Corporate Social
Responsibility menjadi suatu kewajiban periodik sama seperti membayar pajak
maka beban perusahaan pasti akan meningkat dan berdampak pada laba bersih
yang menurun. Perusahaan yang sudah merugi pasti akan semakin merugi.
Penurunan laba atau peningkatan kerugian tentu saja merugikan pemegang saham
karena deviden yang diterima akan berkurang.
Namun, hal itu mencerminkan pelaku bisnis kita masih terbelenggu oleh
paradigma bisnis konservatif (shareholder-based approach). Paradigma ini
mengagungkan pencapaian maksimal laba dan meminimalkan biaya sebagai tolak
ukur prestasi. Dari perspektif manfaat (benefit-based approach), formalisasi
Corporate

Social

Responsibility

sebagai

suatu

kewajiban tidak

hanya

meningkatkan beban periodik. Tetapi juga akan mendatangkan sejumlah manfaat


ekonomi atau keuntungan yang berkepanjangan (sustainable profit) bagi
perusahaan, pemegang saham dan semua stakeholder.
Menurut Sawir

(2004:56) sejumlah pakar strategic management

menyebutkan ada lima keuntungan utama bila perusahaan mempraktikan


Corporate Social Responsibility, diantaranya :
1.

Profitabilitas akan semakin kokoh.

2.

Meningkatnya akuntabilitas dan apresiasi positif dari komunitas


investor, kreditor, pemasok dan konsumen.

3.

Meningkatnya komitmen, etos kerja, efisiensi dan produktivitas


karyawan.

4.

Menurunnya kerentanan gejolak sosial dan resistensi komunitas


sekitarnya karena mereka diperhatikan dan dihargai perusahaan.

5.

Meningkatnya reputasi dan nilai perusahaan dalam jangka panjang.

118

Oleh karena itu, bisa dipastikan bahwa jika Corporate Social Responsibility
dipraktikan secara etis dan berkelanjutan serta terintegrasi dalam nilai-nilai kultur
perusahaan, lima keuntungan tersebut bisa didapatkan perusahaan secara terus
menerus. Itu tentu akan berdampak positif pada nilai perusahaan, nilai pemegang
saham, nilai pajak, dan nilai stakeholders secara berkelanjutan (Sawir:2004).
Dari sisi urgensinya, formalisasi Corporate Social Responsibility memang
mendesak karena kian meluasnya kemiskinan dan degradasi lingkungan. Meski
dalam beberapa tahun terakhir sebagian perusahaan membukukan kenaikan laba
dan setoran pajak yang signifikan, namun kemiskinan dan kerusakan lingkungan
justru semakin parah (Apriyanti:2005).
Orientasi perusahaan

yang

hanya

mengejar

laba (profit)

dengan

mengeksploitasi masyarakat (people) dan lingkungan (planet) dituding sebagai


salah satu penyebabnya. Untuk mengatasinya, regulasi yang memaksa dunia usaha
menjaga keseimbangan antara profit, people, planet (triple bottom line) dalam
aktivitas ekonomi menjadi sangat mendesak. Dari tren global, formalisasi
Corporate Social Responsibility sebenarnya perlu apresiasi pelaku bisnis kita.
Alasannya, selain meningkatnya tuntutan stakeholeders, sejumlah hasil studi juga
menunjukkan bahwa sebagian besar CEO setuju dengan praktik Corporate Social
Responsibility karena berdampak positif bagi perusahaan (Husnan:2007).
Hasil survey Pricewaterhouse Coopers (2002) terhadap 1.200 pemimpin
bisnis menunjukan sekitar 70% CEO menilai Corporate Social Responsibility
sangat vital bagi profitabilitas perusahaan. Studi lainnya menunjukan lebih dari
2.500 perusahaan di dunia, termasuk sejumlah perusahaan di Indonesia, mulai

119

melaporkan secara rutin investasi dan aktivitas Corporate Social Responsibility


dalam pelaporan keuangan secara periodik.
Perusahaan dengan menjalankan tanggung jawab sosial diharapkan tidak
hanya mengejar laba jangka pendek, tetapi juga ikut berkontribusi terhadap
peningkatan kualitas hidup masyarakat dan lingkungan (terutama lingkungan
sekitar) dalam jangka panjang. Corporate Social Responsibility dapat dipandang
sebagai aset strategis dan kompetitif bagi perusahaan di tengah iklim bisnis yang
makin sarat kompetisi. Salah satu keuntungan yang diperoleh perusahaan dengan
penerapan Corporate Social Responsibility adalah peningkatan profitabilitas bagi
perusahaan dan kinerja keuangan yang lebih baik, banyak perusahaan-perusahaan
besar yang mengimplementasikan program Corporate Social Responsibility
menunjukan keuntungan yang nyata terhadap peningkatan nilai saham.
(www.antaranews.com).
Penelitian ini mengenai pengaruh pengungkapan corporate social
responsibility saat ini tidak hanya menganalisis secara deskriptif, namun sudah
diperluas dengan melihat karakteristik perusahaan yang dianggap potensial dalam
menentukan seberapa besar pengaruh kinerja keuangan dalam

akuntansi

pertanggungjawaban sosial. Saat ini terjadi pergeseran paradigma pemikiran


terhadap tanggung jawab pengelolaan organisasi yang semula hanya kepada
stakeholder

meluas menjadi karyawan, pemerintah, aktivis lingkungan dan

masyarakat luas.
Menurut pearce dan Rabinson yang dialihbahasakan oleh kiroyan (2006:54)
mendefinisikan Corporate Social Respponsibility sebagai berikut :

120

Corporate Social Respponsibility adalah konsep bahwa perusahaan harus


melayani masyarakat sosial sebaik memberikan keuntungan financial
kepada pemegang saham dan harus berkelanjutan seara terus menerus
yang pada akhirnya para manajer akan menyadari bahwa keputusan untuk
menerapkan Corporate Social Respponsibility adalah keputusan yang
sangat penting dalam perencanaan strategis.

Kini banyak perusahaan semakin menyadari pentingnya menerapkan


program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam menjalankan operasional
perusahaannya. Penerapan CSR dalam perusahaan diharapkan selain memiliki
komitmen finansial kepada pemilik atau pemegang saham, tetapi juga memiliki
komitmen sosial terhadap para pihak lain yang berkepentingan, karena CSR
merupakan salah satu bagian dari strategi bisnis perusahaan dalam jangka
panjang.
Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan suatu konsep atau
program yang dimiliki oleh perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab
perusahaan terhadap lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada.
Menurut Hani (2003:72) menyebutkan bahwa :
Tanggung jawab sosial berarti bahwa manajemen mempertimbangkan
dampak sosial dan ekonomi di dalam pembuatan keputusannya.

Konsep Corporate Social Responsibility menyiratkan bahwa perusahaan


dengan sukarela mengintegrasikan perhatian terhadap lingkungan dan sosial ke
dalam operasi dan interaksi mereka dengan stakeholders. Sehingga secara tidak
langsung konsep ini dapat membangun citra positif bagi perusahaan.
Citra positif yang dibangun dari kegiatan Corporate Social Responsibility
merupakan salah satu hal yang menarik para investor untuk menanamkan
modalnya, karena investor lebih suka menanamkan modal pada perusahaan yang

121

aman dari berbagai tuntutan. Hal ini diperkuat oleh pendapat Belkaoui (2004:232)
yang mengatakan :
...bahwa investor yang etis akan membentuk clientele (kelas-kelas
investor) yang akan memberi respon kepada perusahaan yang mempunyai
perhatian sosial.

Laporan keuangan merupakan media yang dipakai untuk meneliti kondisi


kesehatan

perusahaan.

Laporan

keuangan

berisikan

data-data

yang

menggambarkan keadaan keuangan suatu perusahaan dalam suatu periode


tertentu, sehingga pihak-pihak yang berkepentingan terhadap perkembangan suatu
perusahaan dapat mengetahui keadaan keuangan dari laporan keuangan yang
disusun dan disajikan oleh perusahaan.
Kinerja keuangan merupakan salah satu alat ukur yang digunakan oleh para
pemakai laporan keuangan dalam mengukur atau menentukan sejauh mana
kualitas perusahaan. Kinerja suatu perusahaan dapat dinilai dengan menggunakan
berbagai macam indikator, salah satunya dengan menggunakan analisis laporan
keuangan melalui analisis rasio. Analisis rasio merupakan salah satu cara
pemrosesan dan penginterpretasian informasi akuntansi yang terdapat dalam
laporan keuangan. Oleh karena itu, kinerja keuangan perusahaan harus disajikan
dalam bentuk rasio keuangan. Seperti yang dikemukakan oleh Agnes (2004:6)
sebagai berikut :
Analisis rasio keuangan, yang menghubungkan unsur-unsur neraca dan
perhitungan laba rugi satu dengan lainnya, dapat memberikan gambaran
tentang kondisi perusahaan dan penilaian posisi pada saat ini. Analisis
rasio juga memungkinkan manajemen keuangan memperkirakan reaksi
para kreditor dan investor dan dapat memberikan pandangan ke dalam
tentang bagaimana kira-kira dana dapat diperoleh.

122

Citra perusahaan akan meningkat dengan dilaksanakannya Corporate Social


Responsibility, ini akan menyebabkan penjualan ikut meningkat. Para investor
pun akan menilai perusahaan dari laporan keuangan perusahaan tersebut dan akan
menanamkan modalnya semakin banyak. Hal ini akan mampu mempengaruhi
kinerja keuangan perusahaan dalam jangka panjang, sehingga perusahaan akan
mengalami kemajuan.
Hubungan antara reputasi Corporate Social Responsibility dengan kinerja
keuangan, yaitu tingkat kemampuan menciptakan pendapatan melalui penjualan
dan tingkat kemampuan menciptakan laba (Belkaoui dan Karplks dalam Sulastri,
2003). Ada tiga pendapat menghubungkan CSR dengan kinerja ekonomi, antara
lain :
1.

Perusahaan yang memiliki kepedulian sosial akan mendapatkan


simpati dari masyarakat dan sebagai akibatnya perusahaan tersebut
akan memiliki kinerja keuangan yang baik karena penjualannya
baik.

2.

Reputasi

kepedulian

perusahaan-perusahaan

terhadap

komunitasnya tidak memiliki pengaruh terhadap tingkat kinerja


penjualannya.
3.

Reputasi perusahaan dalam kepedulian sosial, tidak meningkatkan


bahkan sebaliknya menurunkan tingkat penjualan.

Hubungan antara CSR dan kinerja keuangan perusahaan telah menimbulkan


pertanyaan bagi banyak pihak, sehingga timbulah berbagai pokok pikiran yang

123

menghasilkan prediksi yang berbeda-beda. Herremans at al (1993) menyebutkan


beberapa pokok pikiran mengenai hubungan antara CSR dengan kinerja
keuangan, antara lain :
1.

Pokok pikiran yang menggambarkan kebijakan konvensional;


berpendapat bahwa terdapat biaya tambahan yang signifikan dan
akan menghilangkan peluang perolehan laba untuk melaksanakan
program CSR, sehingga akan menurunkan profitabilitas.

2.

Biaya

tambahan

khusus

untuk

melaksanakan

CSR

akan

menghasilkan dampak netral (balance) terhadap profitabilitas. Hal


ini disebabkan tambahan biaya yang dikeluarkan akan tertutupi
oleh keuntungan efisiensi yang ditimbulkan oleh pengeluaran biaya
tersebut.
3.

Pokok pikiran yang memprediksikan bahwa CSR berdampak


positif terhadap profitabilitas.

Adanya biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk komunitas melalui


pelaksanakan kegiatan sosial mengindikasikan tanggung jawab dan kepedulian
sosial perusahaan terhadap komunitasnya. Aktivitas sosial perusahaan dapat
merubah citra perusahaan di masyarakat. Pengungkapan biaya penyelenggaran
aktivitas sosial ini diharapkan dapat menarik para calon investor dan konsumen
yang memperhatikan aktivitas sosial perusahaan sebagai wujud pelaksanaan
tanggung jawab sosialnya, sehingga hal ini dapat berimplikasi pada kinerja
keuangan yang

menciptakan pendapatan (kinerja aktivitas perusahaan).

Masyarakat non konsumen yang simpati terhadap kepedulian sosial perusahaan


akan merespon aktivitas sosial perusahaan ini dengan mengkonsumsi produk yang

124

dihasilkan perusahaan, sehingga hal ini akan berimplikasi pada kinerja keuangan
penciptaan pendapatan perusahaan melalui penjualan (Indira:2005).
Penelitian tentang Corporate Social Responsibility sebelumnya dilakukan
oleh :
Asri (2009), dalam penelitiannya mengkaji mengenai pengaruh
penerapan Corporate Social Responsibility terhadap kinerja keuangan
perusahaan pada PT. PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat dan Banten.
Menunjukkan bahwa penerapan Corporate Social Responsibility
memiliki

pengaruh

yang

signifikan

terhadap

kinerja

keuangan

perusahaan. Hasil dari penelitian Asri (2009) terletak pada variabel yang
pernah diteliti yaitu Corporate Social Responsibility sebagai variabel
bebas dan kinerja keuangan perusahaan sebagai variabel terikat.
Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan kebenaran teori tersebut
apakah masih layak atau tidak. Kemudian perbedaannya terletak pada
objek yang diteliti dan waktu penelitian.
Cahyono (2011), dalam penelitiannya mengkaji mengenai pengaruh
Corporate Social Responsibility terhadap kinerja keuangan perusahaan
pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Corporate Social Responsibility
pada perusahaan manufaktur yang diteliti tidak memiliki pengaruh
terhadap kinerja keuangan perusahaan. Persamaan penelitian ini dengan
penelitian yang dilakukan oleh Cahyono (2011) terletak pada variabel
yang pernah diteliti kembali yaitu Corporate Social Responsibility
sebagai variabel bebas dan kinerja keuangan perusahaan sebagai variabel

125

terikat. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan kebenaran teori


tersebut apakah masih layak atau tidak. Kemudian perbedaannya terletak
pada objek yang diteliti dan waktu penelitian.Pengukuran kinerja
keuangan perusahaan dalam penelitian ini, penulis menggunakan alat
ukur Return on Investment (ROI) dan Return on Equity (ROE).
Adapun skema kerangka pemikiran dari uraian diatas adalah sebagai
berikut:
Gambar 2.1
Skema Kerangka Pemikiran

X:
Corporate Social Responsibility
(CSR)

2.3

Y:
Kinerja Keuangan Perusahaan
Berdasarkan: ROI

Hipotesis
Menurut Sugiyono dalam bukunya Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif

dan R & D (2011:64) menyatakan bahwa :


Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah
penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk
kalimat pernyataan.
Berdasarkan kerangka pemikiran diatas, maka penulis mengemukakan
hipotesis dalam penelitian ini yaitu:

126

Pengungkapan Corporate Social Responsibility (X) berpengaruh


terhadap kinerja

keuangan (Y).

127

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1

Metode Penelitian yang Digunakan


Metode merupakan cara atau taktik sebagai langkah yang harus ditempuh

oleh peneliti dalam memecahkan suatu permasalahan untuk mencapai tujuan


tertentu. Menurut Sugiyono (2011) menyatakan bahwa :
Metode Penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk
mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.
Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah
dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Pengertian metode penelitian
kuantitatif menurut Sugiyono (2010:14) adalah
metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan
untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan
sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data
menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik
dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

3.2

Definisi Variabel dan Operasionalisasi Variabel

3.2.1 Definisi Variabel


Menurut Sugiyono (2011 : 38) menyatakan bahwa :
Variabel Penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk
apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh
informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.

128

Masing-masing variabel harus didefinisikan secara jelas, sehingga tidak


menimbulkan penafsiran ganda. Setiap variabel hendaknya didefinisikan secara
operasional agar lebih mudah dicari hubungan antara satu variabel dengan
variabel lainnya serta lebih terukur. Adapun variabel yang digunakan dalam
penulisan adalah pengungkapan Corporate Social Responsibility dan kinerja
keuangan Perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI. Maka dalam penelitian
ini akan menguji variabel independen yaitu pengungkapan Corporate Social
Responsibility, sedangkan variabel dependen yaitu kinerja keuangan Perusahaan
pertambangan yang terdaftar di BEI. Sesuai dengan judul skripsi yang diambil
yaitu pengaruh pengungkapan Corporate Social Responsibility terhadap kinerja
keuangan pada Perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI, maka dalam
penelitian ini terdapat dua variabel opersional yang akan dianalisis :

1. Variabel Bebas (Independent Variable)


Variabel

independen

(variabel

bebas)

merupakan

variabel

yang

mempengaruhi atau menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel dependen


(Sugiyono,2010:59).
Dalam
pengungkapan

penelitian

ini

Corporate

yang
Social

menjadi

variabel

Responsibility

(X).

independen
Untuk

adalah

mengukur

pengungkapan Corporate Social Responsibility penulis menggunakan alat ukur


Skor Penerapan CSR, yaitu menggunakan Indikator-indikator variabelnya
mengacu pada instrumen yang digunakan oleh Edy Rismanda Sembiring (2005).
Model pengisian indeks pengungkapan Corporate Social Responsibility untuk
setiap perusahaan dapat dilihat pada lampiran 32 (Kuantifikasi pengungkapan

129

CSR). Komponen untuk Corporate Social Responsibility diantaranya sebagai


berikut :

Lingkungan
Energi
Kesehatan dan Keselamatan Tenaga Kerja
Lain-lain Tentang Tenaga Kerja
Produk
Keterlibatan Masyarakat
Umum

Pengukuran kemudian dilakukan berdasarkan indeks pengungkapan masingmasing perusahaan yang dihitung melalui pembagian antara jumlah item yang
sesungguhnya diungkapkan perusahaan dengan jumlah item yang diharapkan
diungkapkan perusahaan. Menurut Hanifah et all (2005) dalam Yosefa Sayekti,
Simposium nasional akuntansi (2007;13) perhitungan indeks pengungkapan ini
dirumuskan sebagai berikut:

Keterangan :
CSRD : Indeks pengungkapan perusahaan
V

: Jumlah item yang sesungguhnya diungkapkan oleh perusahaan

: Jumlah item yang diharapkan diungkapkan oleh perusahaan

2. Variabel Terikat (Dependent Variable)


Variabel dependen (variabel terikat) merupakan variabel yang dipengaruhi
atau menjadi akibat karena adanya variabel bebas (Sugiyono, 2008:39). Sesuai
dengan masalah yang akan diteliti maka yang akan menjadi variabel terikat adalah
kinerja keuangan (Y).

130

Dalam penelitian ini,

untuk mengukur

kinerja keuangan penulis

menggunakan alat ukur Return on Investmet (ROI).

ROI diukur dengan

membandingkan laba bersih setelah pajak dengan rata-rata total aktiva


perusahaan. ROI digunakan untuk mengukur hubungan antara laba yang diperoleh
dan investasi yang digunakan untuk mengetahui efektivitas dari keseluruhan
operasi perusahaan.
Dalam penelitian ini, untuk mengukur kinerja keuangan

penulis

menggunakan alat ukur Return on Investment (ROI).


Menurut Robert F. Halsey (2005:41) rasio keuangan yang dapat digunakan
sebagai alat untuk menganalisis dan menginterpretasikan data dalam menilai
kinerja keuangan suatu perusahaan, yaitu :

Return on Investment (ROI)


ROI =

3.2.2 Operasionalisasi Variabel


Operasionalisasi variabel menurut Saifuddin Anwar (2003:33) adalah
sebagai berikut :
Operasionalisasi variabel adalah menterjemahkan konsep mengenai
variabel yang bersangkutan ke dalam bentuk indikator perilaku.
Operasionalisasi variabel diperlukan untuk menentukan jenis dan indikator
dari variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian. Selain itu, proses ini juga
dimaksudkan untuk menentukan skala pengukuran dari masing-masing variabel
sehingga pengujian hipotesis dengan menggunakan alat bantu statistik dapat
dilakukan dengan benar.

131

Indikator variabel, skala pengukuran, dan instrument yang digunakan baik


untuk variabel independen maupun variabel dependen dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut :
Tabel 3.1
Operasionalisasi Variabel

No

Variabel
Pengungkapan
Corporate
Social
Responsibility
(X)

Konsep
Menggambarkan
ada tidaknya
tanggung jawab
sosial perusahaan
kepada
stakeholders
dalam laporan
tahunannya

Indikator
Jumlah item yang
diungkapkan
perusahaan/jumlah
item yang
diharapkan
diungkapkan
perusahaan

Pengukuran

Skala

Rasio

(Eddy
Rismanda
Sembiring;
2005)

Kinerja
Keuangan
2

(Y)

Mengukur
kemampuan
perusahaan
dengan
keseluruhan dana
yang ditanamkan
dalam aktiva yang
digunakan untuk
operasi
perusahaan dan
untuk
menghasilkan
keuntungan.
Munawir
(2002:89)

Return On
Invesment (ROI)

ROI =

Rasio

132

3.3

Populasi dan Sampel

3.3.1 Populasi
Menurut Sugiyono (2010:115) populasi dapat didefinisikan sebagai berikut :
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang
mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh
peneliti untuk mempelajari dan kemudian ditarik kesimpulan.
Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa populasi bukan sekedar
jumlah yang ada pada objek atau subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh
karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh objek atau subjek tersebut.
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan pertambangan
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011 yaitu sebanyak 34 perusahaan.
Tabel 3.2
Populasi Penelitian Perusahaan Pertambangan

No

Kode

Nama Perusahaan

Sektor

ADRO

Adaro Energy Tbk

Batu Bara

ATPK

ATPK Resources Tbk

Batu Bara

BSSR

Baramulti Suksessarana Tbk

Batu Bara

BUMI

Bumi Resources Tbk

Batu Bara

BYAN

Bayan Resources Tbk

Batu Bara

133

ITMG

Indo Tambangraya Tbk

Batu Bara

KKGI

Resource Alam Indonesia Tbk

Batu Bara

PKPK

Perdana Karya Perkasa Tbk

Batu Bara

PTBA

Tambang Batubara Bukit Asam Tbk

Batu Bara

10

PTRO

Petrosea Tbk

Batu Bara

11

ARTI

Ratu Prabu Energi Tbk

Minyak dan Gas

12

BIPI

Benakat Petroleum Energy Tbk

Minyak dan Gas

13

ELSA

Elnusa Tbk

Minyak dan Gas

14

ENRG

Energi Mega Persada Tbk

Minyak dan Gas

15

MEDC

Medco Energi International Tbk

Minyak dan Gas

16

RUIS

Radiant Utama Investindo Tbk

Minyak dan Gas

17

CNKO

Central Korporindo Internasional Tbk

Batu-batuan

18

CTTH

Citatah Tbk

Batu-batuan

19

MITI

Mitra Investindo Tbk

Batu-batuan

20

ANTM

Aneka Tambang Tbk

Logam dan Mineral lainnya

21

ARII

Atlas Resource Tbk

Logam dan Mineral lainnya

22

BORN

Boneo Lumbung Energi & Metal Tbk

Logam dan Mineral lainnya

23

BRAU

Berau Coal Energy Tbk

Logam dan Mineral lainnya

24

BRMS

Bumi Resource Minerals Tbk

Logam dan Mineral lainnya

25

DEWA Darma Henwa Tbk

Logam dan Mineral lainnya

26

GEMS

Golden Energy Mines Tbk

Logam dan Mineral lainnya

27

GTBO

Garda Tujuh Buana Tbk

Logam dan Mineral lainnya

28

HRUM Harum Energy Tbk

Logam dan Mineral lainnya

29

INCO

Value Indonesia Tbk

Logam dan Mineral lainnya

30

SMRU

SMR Ttama Tbk

Logam dan Mineral lainnya

134

31

TINS

Timah Tbk

Logam dan Mineral lainnya

32

CITA

Citra Mineral Investindo Tbk

Logam dan Mineral lainnya

33

APEX

Apexindo Pratama Duta Tbk

Lainnya

34

DKFT

Central Omega Resource Tbk

Lainnya

3.3.2 Teknik Sampling


Menurut Sugiyono (2010:116-117) teknik sampling adalah merupakan
teknik pengambilan sampel. Untuk menentukan sampel yang akan digunakan
dalam penelitian, terdapat berbagai teknik sampling yang digunakan. Secara
skematis, macam-macam teknik sampling ditunjukkan pada gambar 3.1.
Dari gambar tersebut terlihat bahwa, teknik sampling pada dasarnya dapat
dikelompokkan menjadi dua yaitu Probability Sampling dan Nonprobability
Sampling. Probability sampling meliputi, simple random, proportionate stratified
random, disproportionate stratified random, dan area random. Non-probability
sampling meliputi, sampling sistematis, sampling kuota, sampling incidental,
purposive sampling, sampling jenuh, dan snowball sampling.

135

Gambar 3.1 Macam-macam Teknik Sampling


Teknik Sampling

Probability
Sampling

1. Simple random
sampling
2. Proportionate stratified
random sampling
3. Disproportionate
stratified random
sampling
4. Area (cluster) sampling
(sampling menurut
daerah

Non probability
Sampling

1. Sampling
sistematis
2. Sampling
kuota
3. Sampling
incidental
4. Purposive
Sampling

Teknik sampling yang digunakan oleh penulis adalah non probability


sampling. Menurut Sugiyono (2010:120) non probability sampling adalah:
Teknik pengambilan sampel yang memberi peluang/kesempatan sama
bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel.
Teknik sampel ini meliputi, sampling sistematis, kuota, aksidental,
purposive, jenuh, snowball.
Teknik non probability sampling yang digunakan dalam pengambilan
sampel pada penelitian ini lebih tepatnya penulis menggunakan teknik purposive
sampling. Pengertian purposive sampling menurut Sugiyono (2010:122) adalah
teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Adapun pertimbangan
pengambilan sampel tersebut adalah :

136

1. Perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI dengan pengamatan tahun


2011.
2. Perusahaan pertambangan yang mengungkapkan Laporan Tanggung Jawab
Sosial tahun 2011.

Selanjutnya secara lebih rinci kriteria untuk pengambilan sampel tersebut


adalah :
Tabel 3.3
Kriteria Pemilihan Sampel
No

Kriteria Pemilihan Sampel

Jumlah Perusahaan

Seluruh perusahaan pertambangan dari


berbagai sektor yang terdaftar di BEI
tahun 2011

34

Perusahaan pertambangan dari berbagai


sektor yang terdaftar BEI tahun 2011
yang tidak melaporkan CSR

(7)

Sehingga sampel yang diambil adalah


perusahaan pertambangan dari berbagai
sektor yang melaporkan CSR

27

(Sumber: Olah Data Penulis)


3.3.3 Sampel
Menurut Sugiyono (2011:81) menyatakan bahwa :
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh
populasi. Sedangkan ukuran sampel merupakan suatu langkah untuk
menentukan besarnya sampel yang diambil dalam melaksanakan suatu
penelitian.
Dari 34 populasi perusahaan yang memenuhi kriteria diatas diperoleh 27
perusahaan sebagai sampel penelitian. Adapun beberapa emiten perusahaan
pertambangan yang akan menjadi sampel dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut:

137

Tabel 3.4
Sampel Penelitian
No

Kode

Nama Perusahaan

Sektor

ADRO

Adaro Energy Tbk

Batu Bara

BUMI

Bumi Resources Tbk

Batu Bara

BYAN

Bayan Resources Tbk

Batu Bara

ITMG

Indo Tambangraya Tbk

Batu Bara

KKGI

Resource Alam Indonesia Tbk

Batu Bara

PTBA

Tambang Batubara Bukit Asam Tbk

Batu Bara

PTRO

Petrosea Tbk

Batu Bara

ARTI

Ratu Prabu Energi Tbk

Minyak dan Gas

BIPI

Benakat Petroleum Energy Tbk

Minyak dan Gas

10

ELSA

Elnusa Tbk

Minyak dan Gas

11

ENRG

Energi Mega Persada Tbk

Minyak dan Gas

12

MEDC

Medco Energi International Tbk

Minyak dan Gas

13

RUIS

Radiant Utama Investindo Tbk

Minyak dan Gas

14

CTTH

Citatah Tbk

Batu-batuan

15

MITI

Mitra Investindo Tbk

Batu-batuan

16

ANTM

Aneka Tambang Tbk

Logam dan Mineral lainnya

17

ARII

Atlas Resource Tbk

Logam dan Mineral lainnya

18

BORN

Boneo Lumbung Energi & Metal Tbk

Logam dan Mineral lainnya

19

BRAU

Berau Coal Energy Tbk

Logam dan Mineral lainnya

20

BRMS

Bumi Resource Minerals Tbk

Logam dan Mineral lainnya

21

DEWA

Darma Henwa Tbk

Logam dan Mineral lainnya

22

GEMS

Golden Energy Mines Tbk

Logam dan Mineral lainnya

138

23

HRUM

Harum Energy Tbk

Logam dan Mineral lainnya

24

INCO

Value Indonesia Tbk

Logam dan Mineral lainnya

25

TINS

Timah Tbk

Logam dan Mineral lainnya

26

CITA

Citra Mineral Investindo Tbk

Logam dan Mineral lainnya

27

DKFT

Central Omega Resource Tbk

Lainnya

Sumber : www.idx.co.id (diolah penulis)

139

3.4

Teknik Pengumpulan Data

3.4.1 Sumber Data


Jenis data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Menurut
Indriantoro & Suporno(2002) data sekunder adalah :
Sumber data yang diperoleh peneliti secara tidak langsung melalui media perantara
(diperoleh dan dicatat pihak lain) dan dalam penggunaannya pada penelitian ini telah diatur dan
diolah oleh penulis.
Sumber

data

yang

digunakan

http://sahamok.com/2011/emiten-pertambangan/

adalah
dan

data
web

sekunder
site

Bursa

diperoleh
Efek

dari

Indonesia

(www.idx.co.id).

3.4.2 Teknik Pengumpulan Data

Data ini diperoleh penulis dari studi kepustakaan dengan cara mempelajari literaturliteratur serta sumber lain yang berhubungan dan relevan dengan masalah dan topik yang diteliti.
Penelitian kepustakaan merupakan suatu teknik pengumpulan data secara teoritis dengan cara
membaca, membahas, dan mempelajari berbagai literatur dan sumber bacaan lainnya sebagai
penunjang teori terhadap masalah yang akan diteliti. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
memperoleh data sekunder dan untuk mengetahui indikator-indikator dari variabel yang diukur.

140

3.5

Rancangan Analisis Data dan Pengujian Hipotesis

Adapun rancangan analisis data dan pengujian hipotesis yang digunakan penulis dalam
penelitian ini yaitu, sebagai berikut :
3.5.1 Analisis Data
Menurut Sugiyono (2010:206), mengemukakan bahwa:
Analisis Data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden atau sumber data
lain terkumpul. Kegiatan dalam analisis data adalah mengelompokkan data berdasarkan
variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh
responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk
rumusan masalah, dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang telah
diajukan.
Dalam melakukan analisis, tahap-tahap yang dilalui oleh penulis adalah sebagai berikut :
1. Menentukan sampel yang termasuk dalam kategori perusahaan pertambangan yang
melaporkan tanggung jawab sosial..
2. Mengukur kinerja keuangan perusahaan yaitu ROI pada laporan keuangan.
3. Mengukur pengungkapan pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan dalam
laporan tahunan.
4. Melakukan pengujian statistik untuk menguji hipotesis-hipotesis yang telah ditentukan
sebelumnya dan menganalisis serta menginterpretasikannya.
5. Melakukan penarikan kesimpulan berdasarkan hasil pengujian hipotesis.
Langkah-langkah analisis yang digunakan peneliti diuraikan sebagai berikut :
1. Analisis Deskriptif
Menurut Sugiyono (2011 : 142) menyatakan bahwa :
Analisa Deskriptif adalah menganalisa data dengan cara mendeskripsikan atau
menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat
kesimpulan yang berlaku umum atau generalisasi.

141

Dalam penelitian analisis deskriptif digunakan untuk menganalisis Corporate Social


Responsibility dan kinerja keuangan. Termasuk dalam analisis deskriptif antara lain adalah
penyajian data melalui tabel, grafik, diagram lingkaran, pictogram, perhitungan modus, median,
mean, perhitungan rata-rata dan standar deviasi, perhitungan prosentase, serta perhitungan rumus
panjang kelas untuk menentukan interval kriterianya (Sugiyono, 2010:207).
Berikut rumus panjang kelas menurut Sugiyono 2004:145 :

2. Analisis Asosiatif
Menurut Sugiyono (2011 : 143) menyatakan bahwa :
Analisis Asosiatif adalah analisis yang digunakan untuk membahas data kuantitatif
dengan asumsi bahwa data berdistribusi normal dan berpengaruh variabel linear.
Dalam penelitian analisis asosiatif digunakan untuk menganalisis seberapa besar pengaruh
pengungkapan Corporate Social Responsibility terhadap kinerja keuangan.

3. Uji Asumsi Klasik


Untuk memenuhi asumsi-asumsi diatas, maka diperlukan uji asumsi klasik yang terdiri dari
serangkaian uji asumsi yaitu, sebagai berikut :
Uji Normalitas
Sebelum melakukan uji statistik regresi dan kolerasi perlu dilakukan pengujian
normalitas data, hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah sampel yang digunakan dalam
penelitian ini berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas
digunakan juga untuk menentukan teknik statistik yang akan digunakan. Uji normalitas yang

142

digunakan dalam penelitian ini adalah Kolmogorov-Smirnov Test yang nantinya akan diolah
menggunakan SPSS V 19.0 for windows, kemudian alat uji statistik parametrik dapat digunakan
bila asumsi data sampel berdistribusi normal terpenuhi.
Menurut Singgih Santoso (1999: 314):
Dasar pengambilan keputusan bisa dilakukan berdasarkan probabilitas (Asymptotik
Significance), yakni:
Jika Probabilitas > 0,05 maka distribusi dari populasi adalah normal
Jika Probabilitas < 0,05 maka populasi tidak berdistribusi normal.
Apabila data sampel tidak berdistribusi normal, akibatnya penggunaan uji t dan uji F
menjadi tidak valid. Karena uji t dan F diturunkan dari asumsi bahwa data Y berdistribusi
normal.

Uji Heterokedastisitas
Pengujian Heteroskedastisitas adalah varian residual yang tidak sama pada semua
pengamatan di dalam model regresi.

Regresi yang baik

seharusnya tidak terjadi

heteroskedastisitas (Duwi Priyatno, 2009 : 160). Pengujian heterokedastisitas dengan metode


grafik lazim dipergunakan, karena pengamatan antara satu pengamat dengan pengamat lain bisa
menimbulkan perbedaan persepsi. Salah satu cara untuk mengetahui ada tidaknya
Heteroskedastisitas dalam suatu model regresi linier berganda adalah dengan melihat grafik
scatterplot atau nilai prediksi variabel terikat yaitu ZPRED dengan residual error yaitu SRESID.
Jika ada pola tertentu dan tidak menyebar di atas dan di bawah angka nol pada sumbu Y, maka
tidak terjadi Heteroskedastisitas. Melalui Software SPSS versi 19, akan didapatkan nilai-t, jika
nilai-t statistik dari seluruh variabel yang signifikan secara statistik maka dapat disimpulkan
bahwa model tersebut tidak mengalami masalah heterokedastisitas.

143

4. Analisis Korelasi
Analisis korelasi membahas tentang derajat hubungan antara CSR dengan Kinerja
keuangan sedangkan ukuran yang dipakai untuk mengetahui seberapa besar derajat hubungan
yang terjadi antara variabel-variabel tersebut dinamakan koofisien korelasi. Perhitungan korelasi
dilakukan dengan menggunakan rumus korelasi pearson (Sugiyono, 2000 : 16).

Tabel 3.5
Pedoman Interprestasi Terhadap Koefisien Korelasi
Interval Korelasi
0,00 0,199
0,20 0,399
0,40 0,599
0,60 0,799
0,80 1,000
Sugiyono (2007:183)

Tingkat Hubungan
Sangat Rendah
Rendah
Sedang
Kuat
Sangat Kuat

5. Analisis Regresi
Regresi atau peramalan adalah suatu proses memperkirakan secara sistematis tentang apa
yang paling mungkin terjadi dimasa yang akan datang berdasarkan informasi masa lalu dan
sekarang yang dimiliki agar kesalahannya dapat diperkecil. Data yang telah dikumpulkan
dianalisis dengan menggunakan alat analisis statistik yakni :

Analisis Regresi Linear Sederhana :

144

Keterangan :
Y

Kinerja Keuangan

Konstanta, besar nilai Y jika X = 0

X1

Corporate Social Responsibility

Eror term, yaitu tingkat kesalahan penduga dalam penelitian

Anaisis regresi yang dilakukan dalam penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar
pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen.

3.5.2 Rancangan Pengujian Hipotesis


Hipotesis yang akan diuji dan dibuktikan dalam penelitian ini berkaitan dengan ada
tidaknya pengaruh dari variabel-variabel bebas terhadap variabel terikat. Pengujian hipotesis
yang dilakukan adalah pengujian hipotesis nol (Ho) yang menyatakan bahwa koefisien korelasi
tidak berarti atau tidak signifikan sedangkan hipotesis alternatif (Ha) menyatakan bahwa
koefisien korelasinya berarti atau signifikan.
Adapun perumusan rancangan pengujian hipotesis yang digunakan yaitu:

1. Penetapan Hipotesis
Pengujian hipotesis dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan
positif antara CSR dan kinerja keuangan. Hipotesis nol (H0) yaitu hipotesis tentang tidak adanya
hubungan antara CSR dengan Kinerja keuangan dan hipotesis alternatif (Ha) yaitu hipotesis
tentang adanya hubungan antara CSR dan Kinerja keuangan pada umumnya, jika H0 ditolak
maka Ha diterima. Rancangan hipotesis yang digunakan yaitu :
a.

Menyatakan hipotesis nol (H0) dan hipotesis alternatif (Ha).

145

Adapun yang menjadi H0 dan Ha dalam penelitian ini adalah :


H

: r = 0 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari Implementasi CSR


terhadap Kinerja keuangan.

: r

0 :

Terdapat pengaruh yang signifikan dari implementasi CSR


terhadap Kinerja keuangan.

b. Penetapan tingkat signifikansi


Penelitian ini menggunakan tingkat signifikansi

= 0,05 artinya kemungkinan kebenaran

hasil penarikan kesimpulan mempunyai probabilitas 95% atau toleransi kemelesetan 5%.
Dalam ilmu sosial, tingkat signifikansi

= 0.05 sudah lazim digunakan, karena dinilai

cukup ketat untuk mewakili perbandingan antara variabel-variabel yang diuji (Nazir,
2000:460).
c.

Penetapan Kriteria penerimaan dan penolakan hipotesis


Hipotesis yang telah diterapkan sebelumnya diuji dengan menggunakan metode pengujian
statistik Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji t). Uji t digunakan untuk menguji
tingkat signifikansi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Rumus uji t
adalah sebagai berikut :

Keterangan :
t

Nilai uji t

Koefisien korelasi

r2

Koefisien determinasi

146

Jumlah sampel

t hasil perhitungan ini selanjutnya dibandingkan dengan t table dengan menggunakan tingkat
kesalahan 0,05 uji satu pihak dan degree of freedom df = n 2, kriteria sebagai berikut :

Ho diterima jika nilai t table < t hitung < t table


Ho ditolak jika nilai t hitung > t table atau t hitung < -t table

d. Penarikan kesimpulan
Penarikan kesimpulan yang dilakukan berdasarkan pengujian hipotesis dan kriteria yang
ditetapkan dengan didukung oleh teori-teori yang berkaitan dengan masalah yang diteliti.
Dari hipotesis-hipotesis yang didapat tadi, maka ditarik kesimpulan apakah variabelvariabel bebas secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan atau tidak terhadap
variabel terikat, dan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, dan pengaruh
variabel bebas terhadap variabel terikat secara parsial. Dalam hal ini ditunjukkan dengan
penolakan Ho atau penerimaan hipotesis alternatif (Ha).

3.5.3 Koefisien Determinasi (R2)


Untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel
dependen, digunakan koefisien determinasi yang merupakan bentuk kuadrat dari koefisien
korelasi (r2) yang besarnya dinyatakan dalam bentuk persentase. Jadi dengan koefisien
determinasi ini dapat diketahui besarnya pengaruh variabel independen (Y) terhadap
variabel dependen (X). Rumus dari koefesien determinasi adalah:

r2 x 100%

147

Keterangan :
KD

Koefisien determinasi

Koefisien regresi

3.6 Proses Penelitian


Penelitian merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan secara terus menerus,
terencana dan sistematis dengan maksud untuk mendapatkan pemecahan masalah. Oleh karena
itu langkah-langkah yang diambil dalam penelitian haruslah tepat dan saling mendukung antara
komponen satu dengan komponen lainnya.

Adapun proses penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:

148

Gambar 3.3 Proses Penelitian

Topik Penelitian

Latar Belakang Masalah

Identifikasi Masalah

Kerangka Pemikiran dan Hipotesis

Pengumpulan dan Pengolahan Data

Hasil dari Pembahasan Penelitian

Kesimpulan dan Saran

Menetapkan Topik
Penelitian

149

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1

Hasil Penelitian.

4.1.1 Gambaran Umum Perusahaan


Adapun Gambaran Umum Perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia tahun 2011 dalam penelitian ini, antara lain :
1.

PT Adaro Energy Tbk


PT Adaro Energy Tbk adalah perusahaan pertambangan sektor batu bara yang didirikan

pada tahun 28 Juli 2004 , PT Adaro Energy Tbk mulai terdaftar di Bursa Efek Indonesia 16 Juli
2008. Kantor pusat perusahaan berlokasi di Menara Karya Jalan H.R. Rasuna Said, Blok X-5,
Kav 1-2 Jakarta 12950. PT Adaro Energy Tbk memiliki Visi dan Misi sebagai berikut:
Visi
Menjadi kelompok perusahaan Tambang dan Energi Indonesia yang terkemuka.
Misi
Kami bergerak di bidang Pertambangan dan Energi untuk:
Memuaskan kebutuhan pelanggan;
Mengembangkan karyawan;
Menjalin kemitraan dengan Pemasok;
Mendukung Pembangunan Masyarakat dan Negara;

150

Mengutamakan keselamatan dan kelestarian lingkungan;


Memaksimalkan nilai bagi Pemegang Saham.

2.

PT Bumi Resources Tbk

PT Bumi Resources Tbk adalah perusahaan pertambangan sektor batu bara yang didirikan pada
tahun 26 Juni 1973 , PT Bumi Resources Tbk mulai terdaftar di Bursa Efek Indonesia 30 Juli
1990. Kantor pusat perusahaan berlokasi di Bakrie Tower Complex Rasuna Epicentrum Jalan
H.R. Rasuna Said, Jakarta 12950. PT Bumi Resources Tbk memiliki Visi dan Misi sebagai
berikut :

Visi
Menjadi

perusahaan

operator

bertaraf

internasional

dalam

sektor

energi dan

pertambangan.Toe a world-class, global operator within the


Misi
Menjaga kesinambungan usaha dan daya saing Perseroan dalam menghadapi persaingan terbuka
di masa mendatang dengan tujuan untuk:
Meningkatkan hasil yang optimal bagi Pemegang Saham
Meningkatkan kesejahteraan para karyawan
Meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah operasi pertambangan
Menjaga kelestarian lingkungan di seluruh areal operasi Pertambangan

3.

PT Bayan Resources Tbk


PT Bayan Resources Tbk. adalah perusahaan pertambangan sektor batu bara

yang

didirikan pada tanggal 21 Desember 2004, PT Bayan Resources Tbk mulai terdaftar di Bursa
Efek Indonesia pada tanggal 12 Agustus 2008. Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Gedung

151

Graha Irama, lantai 12, Jalan H.R. Rasuna Said, Blok X-1 Kav. 1 - 2, Jakarta Selatan 12950. PT
Bayan Resources Tbk memiliki Visi dan Misi sebagai berikut :
Visi
Berperan sebagai perusahaan pertambangan batubara terkemuka yang berkomitmen untuk
memberikan produk bermutu, jasa berkualitas tinggi dan pertumbuhan yang dalam jangka
panjang yang berkesinambungan dengan tetap meminimalkan dampak lingkungan.
Misi
Mengoptimalkan nilai pemegang saham dengan melaluipencapaian kinerja terbaik di semua
operasi kami.
Memaksimalkan kompetensi inti melalui pelaksanaan praktik bisnis terbaik.
Menjunjung Tanggung Jawab Sosial Perseroan dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan
karyawan, standar kesehatan dan keselamatan yang tinggi, kebijakan lingkungan yang
berkesinambungan dan pengembangan masyarakat yang bertanggung jawab.

4.

PT Indo Tambangraya Megah Tbk


PT Indo Tambangraya Megah Tbk. adalah perusahan pertambangan sektor batu bara yang

didirikan pada tanggal 02 September 1987, PT Indo Tambangraya Megah Tbk mulai terdaftar di
Bursa Efek Indonesia pada tanggal 18 Desember 2007. Kantor pusat Perusahaan berlokasi di
Pondok Indah Office Tower III Lantai 3, Jalan H.Sultan Iskandar Muda, Blok X-1 Kav. V-TA,
Jakarta Selatan 12310. PT Bayan Resources Tbk memiliki Visi dan Misi sebagai berikut :
Visi

152

Menjadi perusahaan energi berbasis batubara terkemuka di Indonesia dengan pertumbuhan


berkesinambungan yang dicapai melalui profesionalisme dan peduli terhadap karyawan,
masyarakat dan lingkungan.
Misi
Mengembangkan keunggulan pada semua lini operasi untuk melayani pelanggan dengan
kualitas dan kuantitas produk dan jasa yang konsisten.
Mengembangkan karyawan yang piawai, sistem dan infrastruktur yang efisien berdasarkan
budaya yang berinovasi, berintegritas, berkepedulian dan bersinergi.
Berinvestasi dalam bisnis energi berbasis batubara yang secara berkesinambungan
memperkuat posisi kami.
Mendorong dan berkontribusi bagi perkembangan masyarakat dengan bertindak sebagai
warga yang baik dan berkontribusi terhadap ekonomi dan masyarakat.

5.

PT Resource Alam Indonesia Tbk


PT Resource Alam Indonesia Tbk adalah perusahaan pertambangan sektor batu bara yang

didirikan pada tanggal 08 Juli 1981, PT Resources Alam Indonesia mulain terdaftar di Bursa
Efek Indonesia pada tangga 01 Juli 1991. Kantor pusat Perusahaan terletak di Gedung Bumi
Raya Utama, Jl. Pembangunan I No. 3, Jakarta 10130.

153

6.

PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk


PT Bukit Asam Tbk adalah perusahaan pertambangan sektor batu bara yang didirikan pada

tanggal 2 Maret 1981, PT Bukit Asam Tbk mulai terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tanggal
23 Desember 2002. Kantor pusat perusahaan berlokasi di Menara Kadin Indonesia Jalan H.R.
Rasuna Said X-5, Kav. 2-3, Jakarta 12950. PT Bukit Asam Tbk memiliki Visi dan Misi sebagai
berikut :
Visi
Menjadi Perusahaan energiberbasis batubara yang ramah lingkungan
Misi
Fokus kepada core competency dan pertumbuhan yang berkesinambungan
Memberikan tingkat pengembalian yang optimal kepada pemegang saham
Meningkatkan budaya korporasi yang mengutamakan kinerja
Memberikan kontribusi pengembangan ekonomi nasional
Memberikan kontribusi yang maksimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan
pelestarian lingkungan.

7.

PT Petrosea Tbk
PT Petrosea Tbk adalah perusahaan pertambangan sektor batu bara yang didirikan pada

tanggal 21 Februari 1972, PT Petrosea Tbk mulai terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tanggal
21 Mei 1990. Kantor pusat Perusahaan berada di Wisma Anugraha Jalan Taman Kemang No.
32B, Jakarta 12730. PT Petrosea Tbk memiliki Visi dan Misi sebagai berikut :
Visi

154

Menjadi Perusahaan berstandar internasional yang menyediakan layanan dengan solusi


lengkap untuk sektor pertambangan.
Misi
Menjadi Perusahaan Nasional pilihan yang memberikan nilai tambah berdasarkan pada
keunggulan operasional.

8.

PT Aneka Tambang Tbk


PT Aneka Tambang Tbk adalah perusahaan pertambangan sektor logam dan mineral

lainnya yang didirikan pada tanggal 05 Juli 1968, PT Aneka Tambang Tbk mulai terdaftar di
Bursa Efek Indonesia pada tanggal 27 November 97. Kantor pusat Perusahaan berlokasi di
Gedung Aneka Tambang Jalan T.B. Simatupang No.1 Tanjung Barat, Jakarta 12530. PT Aneka
Tambang Tbk memiliki Visi dan Misi sebagai berikut :
Visi
"Menjadi korporasi global berbasis pertambangan dengan pertumbuhan sehat dan standar
kelas dunia".
Misi
Membangun dan menerapkan praktik-praktik terbaik kelas dunia untuk menjadikan Antam
sebagai pemain global.
Menciptakan keunggulan operasional berbasis biaya rendah dan teknologi tepat guna dengan
mengutamakan kesehatan dan keselamatan kerja serta lingkungan hidup.
Mengolah cadangan yang ada dan yang baru untuk meningkatkan keunggulan kompetitif.
Mendorong pertumbuhan yang sehat dengan mengembangkan bisnis berbasis pertambangan,
diversifikasi dan integrasi selektif untuk memaksimalkan nilai pemegang saham.

155

Meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan pegawai serta mengembangkan budaya


organisasi berkinerja tinggi.
Berpartisipasi meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama di sekitar wilayah operasi,
khususnya pendidikan dan pemberdayaan ekonomi.

9.

PT. Atlas Resources Tbk


PT Atlas Resources Tbk adalah perusahaan pertambangan sektor logam dan mineral

lainnya yang didirikan pada tanggal 08 November 2011, PT Atlas Resources Tbk mulai terdaftar
di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 08 November 2011. Kantor pusat Perusahaan berlokasi di
Gedung Sampoerna Strategic Square , Jalan Jendral Sudirman kav. 45-46 Jakarta Selatan PT
Atlas Resources Tbk memiliki Visi dan Misi sebagai berikut :
Visi
Menjadi produsen batubara terkemuka melalui jiwa kewirausahaan
Misi
Membangun organisasi cerdas
Menghasilkan pendapatan premium bagi pemegang saham
Melakukan kemitraan bisnis dengan integritas
Meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal
Menerapkan prinsip-prinsip bisnis yang sehat
Menjadi proaktif dalam melestarikan lingkungan hidup
Mengelola keanekaragaman proyek dan kelestarian sumber daya
Menjadi Pribadi yang tangguh

156

10.

PT. Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk


PT. Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk adalah perusahaan pertambangan sektor logam

dan mineral lainnya yang didirikan pada tanggal 15 Maret 2006, PT. Borneo Lumbung Energi &
Metal Tbk mulai terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak tanggal 26 November 2010. Kantor
pusat perusahaan berlokasi di Menara Bank Danamon lantai 15, Mega Kuningan Jalan Prof. Dr.
Satrio kav. E IV No. 6 Jakarta 12950. PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk memiliki Visi
dan Misi sebagai berikut :
Visi dan Misi

11.

SKALA
EFISIENSI
TERPERCAYA
DAYA TARIK
KESADARAN

PT. Berau Coal Energy Tbk


PT. Berau Coal Energy Tbk adalah perusahaan pertambangan sektor logam dan mineral

lainnya yang didirikan pada tanggal 07 September 2005, PT. Berau Coal Energy Tbk mulai
terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 19 Agustus 2010. Kantor pusat Perusahaan
berlokasi di Wisma GKBI Lantai 38 Jalan Jend. Sudirman No. 28 Jakarta 10210. PT. Berau Coal
Energy Tbk memiliki Visi dan Misi sebagai berikut :
Visi
Penyedia solusi berbiaya rendah terkemuka di pasar Asia.
Misi
Inovatif
Progresif
Kepercayaan

157

12.

PT. Bumi Resources Minerals Tbk


PT. Bumi Resources Minerals Tbk adalah perusahaan pertambangan sektor logam dan

mineral lainnya yang didirikan pada tanggal 06 Agustus 2003, PT. Berau Coal Energy Tbk mulai
terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 09 Desember 2010. Kantor pusar Perusahaan
berlokasi di Bakri Tower, Komplek Rasuna Epicentrum Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan
Jakarta 12940. PT. Berau Coal Energy Tbk memiliki Visi dan Misi sebagai berikut:
Visi
Menjadi perusahaan tambang dan pengolahan mineral terkemuka di Asia.
Misi
BRM bertekad untuk terus berkembang dan mengelola portofolio usaha pertambangan
mineral dan logam terdiversifikasi secara profesional dengan tujuan utama memberikan imbal
hasil terbaik dari industri sejenis kepada para pemegang saham.

13.

PT. Darma Henwa Tbk


PT. Darma Henwa Tbk adalah pertambangan sektor logam dan mineral lainnya yang

didirikan pada tanggal 08 Oktober 1991, dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 26
September 2007. Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Menara Anugrah Jalan Mega Kuningan
Lantai 8.6-8.7 Kawasan Mega Kuningan, Jakarta 12950. PT. Darma Henwa Tbk memiliki Visi
dan Misi sebagai berikut :
Visi
Menjadi Perusahaan regional pilihan dalam penyedia layanan pertambangan yang
terintegrasi.

158

Misi
Menciptakan pengetahuan manajemen yang baik dan biaya operasional yang efektif.
Memberikan nilai maksimum ke seluruh stakeholders dan terus tumbuh secara
berkesinambungan.
Menyediakan pelayanan berkualitas tinggi kepada para stakeholders melalui best practices
dengan komitmen yang tinggi dalam hal Health, Safety and Environment serta tanggung jawab
sosial Perusahaan yang tinggi.

14.

PT. Golden Energy Mines Tbk


PT. Golden Energy Mines Tbk adalah perusahan pertambangan sektor logam dan mineral

lainnya yang didirikan tanggal 17 Maret 1997, dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada
tanggal 17 November 2011. Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Gedung 11 BII Plaza lantai 27
Jalan M.H Thamrin No. 51, Jakarta 10350. PT. Golden Energy Mines Tbk memiliki Visi dan
Misi sebagai berikut :
Visi
Menjadi perusahaan pertambangan No. 1 di Indonesia
Misi
Mendapatkan lahan dan cadangan baru
Menjalankan operasional tambang di lahan yang ada
Mengembangkan kapasitas tambangng

159

15.

PT. Harum Energy Tbk


PT. Harum Energy Tbk adalah perusahaan pertambangan sektor Logam dan Mineral

lainnya yang didirikan pada tanggal 12 Oktober 1995, PT. Harum Energy Tbk terdaftar di Bursa
Efek Indonesia pada tanggal 06 Oktober 2010. Kantor pusat perusahaan berlokasi di Jalan
Alaydrus No. 80 Jakarta Pusat 10130. PT. Harum Energy Tbk meiliki Visi dan Misi sebagai
berikut :
Visi
Menjadi perusahaan energi terkemuka di Indonesia dan menciptakan nilai-nilai yang
positif bagi para pemangku kepentingan.
Misi
Menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan menguntungkan
Meningkatkan taraf hidup masyarakat.

16.

PT. Vale Indonesia Tbk


PT Vale Indonesia Tbk, sebelumnya PT International Nickel Indonesia Tbk adalah

perusahaan pertambangan sektor logam dan mineral lainnya yang didirikan pada tanggal 25 Juli
1968, PT Vale Indonesia Tbk terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 16 Mei 1990.
Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Plaza Bapindo, Gedung Citibank Lantai 22 Jalan Jend.
Sudirman Kav. 54-55, Jakarta 12190. PT Vale Indonesia memiliki Visi dan Misi sebagai berikut
:
Visi
Menjadi perusahaan sumber daya alam global nomor satu dalam menciptakan nilai jangka
panjang melalui keunggulan kinerja dan kepedulian terhadap manusia dan alam.

160

Misi
Mengubah sumber

daya alam

menjadi kesejahteraan dan pembangunan yang

berkelanjutan.

17.

PT. Timah Tbk


PT Timah adalah perusahaan pertambangan sektor logam dan mineral lainnya yang

didirikan pada tanggal 17 April 1961, PT Timah Tbk terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada
tanggal 19 Oktober 1995. Kantor pusat perusahaan berlokasi di Jalan Jend. Sudirman No. 51
Pangkal Pinang, Bangka 33121. PT Timah Tbk memiliki Visi dan Misi sebagai berikut :
Visi
Menjadi perusahaan pertambangan kelas dunia menuju kehidupan yang berkualitas.
Misi
Mengoptimalkan nilai perusahaan, kontribusi terhadap pemegang saham, dan tanggung jawab
sosial.
Membangun sumber daya manusia yang kompeten dan memiliki integritas, kreativitas, dan
tata nilai positif.
Mewujudkan hubungan yang harmonis dengan para pemangku kepentingan (stakeholders).

18.

PT. Cita Mineral Investindo Tbk


PT Cita Mineral Investindo Tbk adalah perusahaan pertambangan sektor logam dan

mineral lainnya yang didirikan pada tanggal 27 Juni 1992, PT Cita Mineral Investindo Tbk mulai
terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 20 Maret 2002. Kantor pusat perusahaan
berlokasi di Ratu Plaza office Tower lantai 22 Jalan Jend. Sudirman No. 9 Jakarta 10270.

161

19.

PT. Ratu Prabu Energi Tbk


PT. Ratu Prabu Energi Tbk adalah perusahaan pertambangan sektor minyak dan gas yang

didirikan pada tanggal 31 Maret 1993, PT Ratu Prabu Energi Tbk telah terdaftar di Bursa Efek
Indonesia pada tanggal 30 April 2003. Kantor pusat perusahaan berlokasi di Ratu Prabu 1
Building Lantai 9 Jalan Letjend T.B Simatupang Kav. 20 Jakarta 12560. PT Ratu Prabu Energi
Tbk memiliki Visi dan Misi sebagai berikut :
Visi
Menjadi salah satu Perusahaan terbaik di bidang pertambangan, juga menjadi perusahaan
terkemuka dan dihormati.
Misi
Berusaha keras untuk mewujudkan sebagai operator minyak dan gas terbaik di Indonesia
bahkan internasional.

Selalu menjaga dan meningkatkan kualitas produk serta layanan dalam upaya memberikan
laba bagi Perusahaan.

20.

PT. Benakat Petroleum Energy Tbk


PT Benakat Petroleum Energy Tbk adalah perusahaan pertambangan sektor minyak dan

gas yang pada tanggal 19 April 2007, dan mulai terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tanggal
11 Februari 2010. Kantor pusat perusahaan berlokasi di Menara Anugrah Lantai 12 Kantor
Taman E.33 Jalan Mega Kuningan Lot. 8.6-8.7 Jakarta Selatan 12950. PT Benakat Petroleum
Energy Tbk memiliki Visi dan Misi sebagai berikut :
Visi

162

Sebagai perusahaan yang dinamis dan terus berpikir kedepan sehingga mampu
mengoptimalkan nilai sumber-sumber daya alam melalui pengusahaan yang bertanggung jawab,
rekayasa revolusioner dan proses-proses peningkatan nilai secara inovatif, serta memberikan
kontribusi dengan mewujudkan konservasi energi dan kesadaran akan kelestarian alam.
Misi
Mengembangkan dan membentuk nilai jual dari proses dan rekayasa yang inovatif.
Mengoptimalkan nilai pemegang saham melalui sinergi aset-aset strategis.
Memaksimalkan hasil dari setiap investasi melalu ide-ide cemerlang inovatif dan
menguntungkan.
Melestarikan keberlangsungan sumber daya alam dan lingkungan hidup melalui proses
produksi yang handal, aman, efektif dan efisien.
Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kerjasama dengan komunitas
masyarakat.

21.

PT. Elnusa Tbk


PT Elnusa Tbk adalah perusahaan pertambangan sektor minyak dan gas yang didirikan

pada tanggal 25 Januari 1969, PT Elnusa Tbk telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada
tanggal 06 Februari 2008. Kantor pusat perusahaan berlokasi di Graha Elnusa Jalan T.B
Simatupang Kav. 1B Jakarta 12560. PT Elnusa Tbk memiliki Visi dan Misi sebagai berikut :
Visi
Menjadi perusahaan kelas dunia kebanggaan nasional, di bidang jasa migas secara solusi
total untuk memberikan nilai tambah optimal bagi stakeholders.
Misi

163

Memberikan jasa layanan bermutu tinggi untuk kepuasan dan loyalitas pelanggan yang
didukung oleh profesionalisme SDM, ketersediaan peralatan, penguasaan teknologi,
continuous improvement dan pengembangan inovasi produk.
Melaksanakan seluruh kegiatan usaha berdasarkan kaidah good engineering practices
dengan standar kelas dunia serta mewujudkan operation excellence melalui penerapan kaidahkaidah QHSE (quality, health & safety environment) yang benar dan konsisten, sebagai
realisasi keunggulan perusahaan.
Meningkatkan pertumbuhan skala usaha secara berkesinambungan yang disertai dengan
peningkatan kinerja finansial maupun non finansial.
Meningkatkan nilai pemegang saham secara berkelanjutan, serta kesejahteraan maupun
kesempatan untuk tumbuh kembang karyawan. Membina hubungan yang harmonis dan saling
menguntungkan dengan pemerintah, mitra kerja maupun masyarakat di mana perusahaan
beroperasi.

22.

PT. Energy Mega Persada Tbk


PT Energy Mega Persada Tbk adalah perusahaan pertambangan sektor minyak dan gas

yang didirikanpada tanggal 16 Oktober 2001, PT Energy Mega Persada Tbk telah terdaftar di
Bursa Efek Indonesia pada tanggal 07 Juni 2004. Kantor pusat perusahaan berlokasi di Bakrie
Tower Lantai 32 Rasuna Epicentrum Jalan H.R. Rasuna Said Jakarta 12960. PT Energy Mega
Persada Tbk memiliki Visi dan Misi sebagai berikut :
Visi dan Misi

164

Menjadi Perusahaan Eksplorasi dan Produksi Minyak dan Gas independen terkemuka di
Asia. Menerapkan keunggulan dalam kesehatan, keselamatan kerja dan lingkungan, menjunjung
tinggi tata kelola perusahaan yang baik, dan berkontribusi dalam pengembangan komunitas.

23.

PT. Medco Energi Internasional Tbk


PT Medco Energi Internasional Tbk adalah perusahaan pertambangan sektor minyak dan

gas yang didirikan pada tanggal 09 Juni 1980, PT Medco Energi Internasional Tbk telah terdaftar
di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 12 Oktober 1994. Kantor pusat perusahaan berlokasi di
The Energy Building Lantai 53 Jalan Jend. Sudirman Jakarta 12190.

24.

PT. Radiant Utama Interindo Tbk


PT Radiant Utama Interindo Tbk adalah perusahaan pertambangan sektor minyak dan gas

yang didirikan pada tanggal 22 Agustus 1984, PT Radiant Utama Interindo Tbk telah terdaftar
pada tanggal 12 Juli 2006. Kantor pusat perusahaan berlokasi Radiant Utama Building Lantai 3
Jalan Kapten Tendean No. 24 Jakarta 12720.

25.

PT. Citatah Tbk


PT Citatah Tbk adalah perusahaan pertambangan sektor batu-batuan yang didirikan pada

tanggal 26 September 1974, PT Citatah telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 03
Juli 1996.

Kantor pusat Perusahaan beralamat di Menara Prima Building Lantai 12 Jalan

Lingkar Mega Kuningan Kav. 6.2, Jakarta 12950. PT Citatah Tbk memiliki Visi dan Misi
sebagai berikut :
Visi

165

PT Citatah bertekad menjadi Perusahaan marmer terkemuka di kawasannya. Melalui


investasi berkesinambungan dalam operasi penambangan, pengolahan dan pendistribusian,
Perusahaan berupaya memberikan produk dan jasa yang bermutu tinggi kepada nasabahnya.
Misi
Manajemen PT Citatah menyadari bahwa untuk diakui sebagai pemasok terkemuka bahan
batu dan penutup permukaan, Perusahaan harus menunjukkan sikap bertanggung jawab
terhadap pelanggan, kontraktor, arsitek dan agen-agennya yang lain yang berperan penting
dalam perkembangan bisnis jangka panjang.
Dengan berinvestasi dalam mesin-mesin penambangan dan pengolahan, manajemen
mempunyai sasaran meningkatkan efisiensi operasional dan mutu produknya, dan menjaga
keunggulan daya saing melalui keandalan serta harga yang layak.
Dengan terus berkembangnya pasar konstruksi di Indonesia, Citatah akan senantiasa
mengembangkan rangkaian produk penutup permukaan ternama yang bermutu tinggi untuk
ditawarkan kepada pelanggan dengan pilihan-pilihan produk terbaik dari seluruh dunia.
Manajemen memahami bahwa investasi dalam sumber daya manusia sangatlah penting dalam
mencapai visi Perusahaan. Lingkungan kerja yang bersih dan aman, program pelatihan dan
penilaian kerja, serta paket kompensasi dan penghargaan yang direncanakan dengan matang
merupakan syarat mutlak bagi tersedianya tenaga kerja yang bermotivasi tinggi.
Citatah bercita-cita untuk terus meningkatkan dirinya dalam segenap aspek usaha dan
kedudukannya dalam masyarakat, serta tetap bertanggung jawab terhadap pelanggan,
pemasok, investor, pemegang saham dan karyawannya.

166

26.

PT. Mitra Investindo Tbk


PT Mitra Investindo Tbk adalah perusahaan pertambangan sektor batu batuan yang

didirikan pada tanggal 16 September 1993, PT Mitra Investindo Tbk telah terdaftar di Bursa
Efek Indonesia pada tanggal 16 Juli 1997. Kantor pusat perusahaan berlokasi di Menara Karya
Lantai 7 Unit. A Jalan H.R. Rasuna Said Blok X-5 Kav 1-2 Jakarta 12950. Perusahaan memiliki
Visi dan Misi sebagai berikut :onisan dengan masyarakat dan
Visi
Menjadi perusahaan induk yang kokoh bagi pemangku kepentingan melalui pengembangan
industri strategis di bidang sumber daya alam dan usaha-usaha pendukung terkait, dengan
berpegang pada komitmen atas kelangsungan usaha, keharmonisan dengan masyarakat dan
kelestarian lingkungan.
Misi
Mengembangkan Perseroan secara berkelanjutan guna meningkatkan nilai tambah bagi para
pemangku kepentingan
Memberikan layanan terbaik bagi pelanggan dan mitra usaha
Membangun organisasi yang kuat melalui pengembangan sumber daya manusia.

27.

PT. Central Omega Resource Tbk


PT Central Omega Resources Tbk adalah perusahaan pertambangan sektor lainnya yang

didirikan pada tanggal 22 Februari 1985, Perusahaan telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia
pada tanggal 21 November 1997. Kantor pusat perusahaan berlokasi di Plaza Asia Lantai 6 Jalan
Jendral Sudirman Kav 59 Jakarta 12190.

167

4.1.2 Pengungkapan Corporate Social Responsibility Pada Perusahaan Pertambangan yang


terdaftar di BEI tahun 2011.
Pengukuran pengungkapan pengungkapan Corporate Social Responsibility perusahaan
mengacu pada 79 item dengan 7 kategori yang diungkapkan oleh Edy Rismanda Sembiring
(2005). Pengukuran variabel ini dengan indeks pengungkapan sosial, selanjutnya ditulis CSRD
(Corporate Social Responsibility Disclosur) dengan membandingkan jumlah pengungkapan yang
diharapkan. Pengungkapan sosial merupakan data yang diungkap oleh perusahaan berkaitan
dengan aktivitas sosialnya meliputi 14 item lingkungan, 7 item energi, 8 item kesehatan dan
keselamatan kerja, 29 item lain-lain tentang tenaga kerja, 10 item produk, 9 item keterlibatan
masyarakat, dan 2 item umum.
Menurut Hanifah et all (2005) dalam Yosefa Sayekti, Simposium nasional akuntansi X,
2007;13) perhitungan indeks pengungkapan ini dirumuskan sebagai berikut :

Keterangan :
CSRD :

Indeks pengunkapan perusahaan

Jumlah item yang sesungguhnya diungkapkan oleh perusahaan

Jumlah item yang diharapkan diungkapkan oleh perusahaan

Pada tabel di bawah ini akan digambarkan mengenai pengungkapan corporate social
responsibility (CSR) per aspek pada perusahaan yang menjadi sampel penelitian.

4.1.2.1 Aspek Lingkungan

168

Tabel 4.1
Corporate Social Responsibility
(Aspek Lingkungan)
Perusahaan Pertambangan Sektor Batubara, Logam Mineral lainnya, Minyak dan Gas,
Batu-batuan dan lainnya
Periode 2011
No

Nama Perusahaan/PT
(Tbk)

Item
diterapkan

Total item
seharusnya

Total CSRD
Sektor
Lingkungan

Adaro Energy

12

14

0.85

Bumi Resources

13

14

0.92

Bayan Resources

13

14

0.92

Indo Tambangraya

10

14

0.71

Rsc Alam Indonesia

14

14

T.Batubara Bukit Asam

14

14

Petrosea

11

14

0.78

Aneka Tambang

13

14

0.92

Atlas Resource

13

14

0.92

10

Bone L. Energi&Metal

13

14

0.92

11

Berau Coal Energy

11

14

0.78

12

Bumi Rsc Minerals

12

14

0.85

13

Darma Henwa

14

0.42

14

Golden Energy Mines

14

0.57

15

Harum Energy

13

14

0.92

16

Value Indonesia

13

14

0.92

17

Timah

14

14

18

Citra Mineral Investndo

14

0.64

169

19

Ratu Prabu Energi

14

0.07

20

B Petroleum Energy

11

14

0,78

21

Elnusa

11

14

0.78

22

Energi Mega Persada

13

14

0.92

23

Medco En International

12

14

0.85

24

Radiant Utm Investindo

11

14

0.78

25

Citatah

11

14

0.78

26

Mitra Investindo

12

14

0.85

27

Central Omega Rsc

14

0.64

RATA-RATA

0,94

Sumber : Data sekunder yang diolah, 2012


Dengan melihat Tabel di atas dapat dilihat bahwa perusahaan yang mengumgkapkan CSR
dalam aspek lingkungan kurang dari 50% ada 2 perusahaan dan sebagian besar rata-rata
perusahaan yang mengungkapkan CSR aspek lingkungan diatas 50% ada 25 perusahaan yaitu
diantaranya bisa dilihat pada tabel di atas.
Mean atau nilai rata-rata tingkat CSR aspek lingkungan dari perusahaan yang menjadi
sampel adalah sebesar 0,94 atau 94% nilai minimum pengungkapan CSR 0,07 atau 7% yaitu PT
Ratu Prabu Energi Tbk, sedangkan untuk tingkat pengungkapan CSR aspek lingkungan tertinggi
yaitu sebesar 1,00 atau 100% pada PT Resources Alam Indonesia Tbk, PT Tambang Batubara
Bukit Asam Tbk dan PT Timah Tbk.

170

4.1.2.2 Aspek Energi


Tabel 4.2
Corporate Social Responsibility
(Aspek Energi)
Perusahaan Pertambangan Sektor Batubara, Logam Mineral lainnya, Minyak dan Gas,
Batu-batuan dan lainnya
Periode 2011
No

Nama Perusahaan/PT
(Tbk)

Item
diterapkan

Total item
seharusnya

Total CSRD
Sektor
Lingkungan

Adaro Energy

0.57

Bumi Resources

0.57

Bayan Resources

0.28

Indo Tambangraya

0.57

Rsc Alam Indonesia

T.Batubara Bukit Asam

Petrosea

Aneka Tambang

Atlas Resource

10

Bone L. Energi&Metal

0.71

11

Berau Coal Energy

0.42

12

Bumi Rsc Minerals

13

Darma Henwa

0.71

14

Golden Energy Mines

0.14

15

Harum Energy

0.42

16

Value Indonesia

0.57

171

17

Timah

0.85

18

Citra Mineral Investndo

0.42

19

Ratu Prabu Energi

20

B Petroleum Energy

0.14

21

Elnusa

0.28

22

Energi Mega Persada

0.71

23

Medco En International

0.71

24

Radiant Utm Investindo

0.42

25

Citatah

0.57

26

Mitra Investindo

0.28

27

Central Omega Rsc

0.14

RATA-RATA

0,86

Sumber : Data sekunder yang diolah, 2012


Dengan melihat Tabel di atas dapat dilihat bahwa perusahaan yang mengungkapkan CSR
aspek energi kurang dari 50% ada 11 perusahaan dan rata-rata perusahaan yang mengungkapkan
CSR aspek energi diatas 50% ada 16 perusahaan yaitu diantaranya bisa dilihat pada tabel di atas.
Mean atau nilai rata-rata tingkat CSR aspek Energi dari perusahaan yang menjadi sampel
adalah sebesar 0,86, nilai minimum pengungkapan CSR 0,00, yaitu PT Ratu Prabu Energi Tbk,
sedangkan untuk tingkat pengungkapan CSR aspek energi tertinggi yaitu sebesar 1,00 pada PT
Resources Alam Indonesia Tbk, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk, PT Petrosea Tbk, PT
Aneka Tambang Tbk, PT Atlas Resources Tbk, dan PT Bumi ResourcesTbk.

172

4.1.2.3 Aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Tabel 4.3
Corporate Social Responsibility
(Aspek Kesehatan dan Keselamatan Kerja)
Perusahaan Pertambangan Sektor Batubara, Logam Mineral lainnya, Minyak dan Gas,
Batu-batuan dan lainnya
Periode 2011

No

Nama Perusahaan/PT
(Tbk)

Item
diterapkan

Total item
seharusnya

Total CSRD
Sektor
Lingkungan

Adaro Energy

Bumi Resources

Bayan Resources

Indo Tambangraya

Rsc Alam Indonesia

0,87

T.Batubara Bukit Asam

Petrosea

0.87

Aneka Tambang

Atlas Resource

10

Bone L. Energi&Metal

11

Berau Coal Energy

0.87

12

Bumi Rsc Minerals

0.87

13

Darma Henwa

0.62

14

Golden Energy Mines

0.75

15

Harum Energy

0.62

16

Value Indonesia

173

17

Timah

18

Citra Mineral Investndo

0.62

19

Ratu Prabu Energi

0.37

20

B Petroleum Energy

0.62

21

Elnusa

22

Energi Mega Persada

0.75

23

Medco En International

0.75

24

Radiant Utm Investindo

0.75

25

Citatah

0.12

26

Mitra Investindo

0.25

27

Central Omega Rsc

0.75

RATA-RATA

0,98

Sumber : Data sekunder yang diolah, 2012


Dengan melihat Tabel di atas dapat dilihat bahwa perusahaan yang mengungkapkan CSR
aspek kesehatan dan keselamatan kerja kurang dari 50% ada 3 perusahaan dan

rata-rata

perusahaan yang mengungkapkan CSR aspek kesehatan dan keselamatan kerja diatas 50% ada 24
perusahaan yaitu diantaranya bisa dilihat pada tabel di atas.
Mean atau nilai rata-rata tingkat

CSR aspek kesehatan dan keselamatan kerja dari

perusahaan yang menjadi sampel adalah sebesar 0,98, nilai minimum pengungkapan CSR 0,12,
yaitu PT Citatah Tbk, sedangkan untuk tingkat pengungkapan CSR aspek kesehatan dan
keselamata kerja tertinggi yaitu sebesar 1,00 pada PT Adaro Tbk, PT Bumi Resource Tbk, PT
Bayan Resources Tbk, PT Indo Tambangraya Tbk, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk, PT
Aneka Tambang Tbk, PT Atlas Resources Tbk, PT Boneo Lumbung Energi & Metal Tbk, dan
PT Value Indonesia Tbk, PT Timah Tbk, dan PT Elnusa Tbk.

174

4.1.2.4 Aspek Lain-lain Tentang Tenaga Kerja


Tabel 4.4
Corporate Social Responsibility
(Aspek Lain-lain Tentang Tenaga Kerja)
Perusahaan Pertambangan Sektor Batubara, Logam Mineral lainnya, Minyak dan Gas,
Batu-batuan dan lainnya
Periode 2011

No

Nama Perusahaan/PT
(Tbk)

Item
diterapkan

Total item
seharusnya

Total CSRD
Sektor
Lingkungan

Adaro Energy

14

29

0.48

Bumi Resources

15

29

0.51

Bayan Resources

14

29

0.48

Indo Tambangraya

21

29

0.72

Rsc Alam Indonesia

27

29

0.93

T.Batubara Bukit Asam

28

29

0,96

Petrosea

16

29

0.55

Aneka Tambang

21

29

0.72

Atlas Resource

20

29

0.68

10

Bone L. Energi&Metal

20

29

0.68

11

Berau Coal Energy

19

29

0.65

12

Bumi Rsc Minerals

18

29

0.62

13

Darma Henwa

11

29

0.37

14

Golden Energy Mines

17

29

0.58

175

15

Harum Energy

13

29

0.44

16

Value Indonesia

19

29

0.65

17

Timah

28

29

0.96

18

Citra Mineral Investndo

16

29

0.55

19

Ratu Prabu Energi

29

0.17

20

B Petroleum Energy

29

0.27

21

Elnusa

29

0.24

22

Energi Mega Persada

16

29

0.55

23

Medco En International

19

29

0.65

24

Radiant Utm Investindo

29

0.17

25

Citatah

29

0.24

26

Mitra Investindo

13

29

0.44

27

Central Omega Rsc

10

29

0.34

RATA-RATA

0,96

Sumber : Data sekunder yang diolah, 2012


Dengan melihat Tabel di atas dapat dilihat bahwa perusahaan yang mengungkapkan CSR
dalam aspek lain-lain tentang tenaga kerja kurang dari 50% ada 11 perusahaan dan sebagian
besar rata-rata perusahaan yang mengungkapkan CSR aspek lain-lain tentang tenaga kerja diatas
50% ada 16 perusahaan yaitu diantaranya bisa dilihat pada tabel di atas.
Mean atau nilai rata-rata tingkat CSR aspek lain-lain tentang tenaga kerja dari perusahaan
yang menjadi sampel adalah sebesar 0,96, nilai minimum pengungkapan CSR sebesar 0,17,
yaitu PT Ratu Prabu Energi Tbk, sedangkan untuk tingkat pengungkapan CSR aspek lain-lain
tentang tenaga kerja tertinggi yaitu sebesar 0,96 pada PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk
dan PT Timah Tbk.

176

4.1.2.5 Aspek Produk


Tabel 4.5
Corporate Social Responsibility
(Aspek Produk)
Perusahaan Pertambangan Sektor Batubara, Logam Mineral lainnya, Minyak dan Gas,
Batu-batuan dan lainnya
Periode 2011

No

Nama Perusahaan/PT
(Tbk)

Item
diterapkan

Total item
seharusnya

Total CSRD
Sektor
Lingkungan

Adaro Energy

10

0.5

Bumi Resources

10

0.3

Bayan Resources

10

0.8

Indo Tambangraya

10

0.5

Rsc Alam Indonesia

10

0.8

T.Batubara Bukit Asam

10

0.9

Petrosea

10

0.8

Aneka Tambang

10

0.9

Atlas Resource

10

0.7

10

Bone L. Energi&Metal

10

0.6

11

Berau Coal Energy

10

0.7

12

Bumi Rsc Minerals

10

0.7

13

Darma Henwa

10

0.4

14

Golden Energy Mines

10

0.2

177

15

Harum Energy

10

0.4

16

Value Indonesia

10

0.9

17

Timah

10

10

18

Citra Mineral Investndo

10

0.2

19

Ratu Prabu Energi

10

20

B Petroleum Energy

10

0.1

21

Elnusa

10

22

Energi Mega Persada

10

0.1

23

Medco En International

10

0.6

24

Radiant Utm Investindo

10

0.2

25

Citatah

10

0.1

26

Mitra Investindo

10

0.3

27

Central Omega Rsc

10

RATA-RATA

0,25

Sumber : Data sekunder yang diolah, 2012


Dengan melihat Tabel di atas dapat dilihat bahwa perusahaan yang mengungkapkan CSR
dalam aspek produk kurang dari 50% ada 13 perusahaan dan rata-rata perusahaan yang
mengungkapkan CSR aspek produk diatas 50% ada 14 perusahaan yaitu diantaranya bisa dilihat
pada tabel di atas.
Mean atau nilai rata-rata tingkat CSR aspek Produk dari perusahaan yang menjadi sampel
adalah sebesar 0,25, nilai minimum pengungkapan CSR 0,00, yaitu PT Elnusa Tbk, PT Ratu
Prabu Energi Tbk, PT Central Omega Resource Tbk, sedangkan untuk tingkat pengungkapan
CSR aspek produk tertinggi yaitu sebesar 1,00 pada PT Timah Tbk.

178

4.1.2.6 Aspek Keterlibatan Masyarakat


Tabel 4.6
Corporate Social Responsibility
(Aspek Keterlibatan Masyarakat)
Perusahaan Pertambangan Sektor Batubara, Logam Mineral lainnya, Minyak dan Gas,
Batu-batuan dan lainnya
Periode 2011

No

Nama Perusahaan/PT
(Tbk)

Item
diterapkan

Total item
seharusnya

Total CSRD
Sektor
Lingkungan

Adaro Energy

0.88

Bumi Resources

0.77

Bayan Resources

0.88

Indo Tambangraya

0.88

Rsc Alam Indonesia

T.Batubara Bukit Asam

Petrosea

Aneka Tambang

Atlas Resource

10

Bone L. Energi&Metal

11

Berau Coal Energy

0.88

12

Bumi Rsc Minerals

0.88

13

Darma Henwa

0.77

14

Golden Energy Mines

0.88

15

Harum Energy

179

16

Value Indonesia

17

Timah

18

Citra Mineral Investndo

0.88

19

Ratu Prabu Energi

0.11

20

B Petroleum Energy

0.44

21

Elnusa

0.33

22

Energi Mega Persada

0.88

23

Medco En International

24

Radiant Utm Investindo

0.88

25

Citatah

26

Mitra Investindo

27

Central Omega Rsc

RATA-RATA

Sumber : Data sekunder yang diolah, 2012


Dengan melihat Tabel di atas dapat dilihat bahwa perusahaan yang mengungkapkan CSR
dalam aspek keterlibatan masyarakat kurang dari 50% ada 3 perusahaan dan sebagian besar ratarata perusahaan yang mengungkapkan CSR aspek keterlibatan masyarakat diatas 50% ada 24
perusahaan yaitu diantaranya bisa dilihat pada tabel di atas.
Mean atau nilai rata-rata tingkat CSR aspek keterlibatan masyarakat dari perusahaan
yang menjadi sampel adalah sebesar 1, nilai minimum pengungkapan CSR 0,11, yaitu PT Ratu
Prabu Energi Tbk, sedangkan untuk tingkat pengungkapan CSR aspek keterlibatan masyarakat
tertinggi yaitu sebesar 1,00 pada PT Resource Alam Indonesia Tbk, PT Tambang Batubara Bukit
Asam Tbk, PT Petrosea Tbk, PT Aneka Tambang Tbk, PT Atlas Resources Tbk, dan PT Boneo
Lumbung Energi & Metal Tbk, PT Harum Energy Tbk, PT Value Indonesia Tbk, PT Timah Tbk,

180

PT Medco Energi International Tbk, PT Citatah Tbk, PT Mitra Investindo Tbk, PT Central
Omega Resources Tbk.

4.1.2.7 Aspek Umum


Tabel 4.7
Corporate Social Responsibility
(Aspek Umum)
Perusahaan Pertambangan Sektor Batubara, Logam Mineral lainnya, Minyak dan Gas,
Batu-batuan dan lainnya
Periode 2011

No

Nama Perusahaan/PT
(Tbk)

Item
diterapkan

Total item
seharusnya

Total CSRD
Sektor
Lingkungan

Adaro Energy

Bumi Resources

Bayan Resources

Indo Tambangraya

Rsc Alam Indonesia

T.Batubara Bukit Asam

Petrosea

Aneka Tambang

Atlas Resource

10

Bone L. Energi&Metal

0.5

11

Berau Coal Energy

12

Bumi Rsc Minerals

181

13

Darma Henwa

14

Golden Energy Mines

15

Harum Energy

16

Value Indonesia

0.5

17

Timah

0.5

18

Citra Mineral Investndo

0.5

19

Ratu Prabu Energi

0.5

20

B Petroleum Energy

21

Elnusa

22

Energi Mega Persada

23

Medco En International

24

Radiant Utm Investindo

25

Citatah

26

Mitra Investindo

27

Central Omega Rsc

RATA-RATA

0,68

Sumber : Data sekunder yang diolah, 2012


Dengan melihat Tabel di atas dapat dilihat bahwa perusahaan yang mengungkapkan CSR
dalam aspek umum kurang dari 50% ada 7 perusahaan dan sebagian besar rata-rata perusahaan
yang mengungkapkan CSR aspek umum diatas 50% ada 20 perusahaan yaitu diantaranya bisa
dilihat pada tabel di atas.
Mean atau nilai rata-rata tingkat CSR aspek umum dari perusahaan yang menjadi sampel
adalah sebesar 0,68, nilai minimum pengungkapan CSR 0,00, yaitu PT Bumi Resources Tbk, PT
Darma Henwa Tbk, PT Benakat Petroleum Energy Tbk, PT Elnusa Tbk, PT Energi Mega

182

Persada Tbk , PT Medco Energi International Tbk, PT Radiant Utama Investindo Tbk,
sedangkan untuk tingkat pengungkapan CSR aspek umum tertinggi yaitu sebesar 1,00 pada PT
Adaro Energy Tbk, PT Bayan Resources Tbk, PT Indo Tambangraya Tbk, PT Resources Alam
Indonesia Tbk, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk, PT Petrosea Tbk, PT Aneka Tambang
Tbk, PT Atlas Resources Tbk, PT Berau Coal Energy Tbk, PT Bumi Resource Minerals Tbk, PT
Golden Energy Mines Tbk, PT Harum Energy Tbk, PT Citatah Tbk, PT Mitra Investindo Tbk,
PT Central Omega Resources Tbk.
Maka, dari informasi mengenai perhitungan beberapa Aspek CSR diatas, dapat diketahui
nilai rata-rata aspek lingkungan sebesar 0,94 atau 94%, aspek energi sebesar 0,86 atau 86%,
aspek kesehatan dan keselamatan tenaga kerja sebesar 0,98 atau 98%, aspek lain-lain tentang
tenaga kerja sebesar 0,96 atau 96%, aspek produk sebesar 0,25 atau 25%, aspek keterlibatan
masyarakat sebesar 1 atau 100%, dan aspek umum sebesar 0,68 atau 68%. Untuk nilai tertinggi
sebesar 1 atau 100% adalah aspek keterlibatan masyarakat yang artinya yaitu dari 27 sampel
perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI tahun 2011 lebih besar mengungkapkan CSR
dalam Aspek keterlibatan Masyarakat dibanding dengan aspek-aspek lainnya, sedangkan nilai
rata-rata terendah sebesar 0,25 atau 25% adalah aspek produk yang artinya yaitu dari 27 sampel
perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI tahun 2011 lebih sedikit mengungkapkan CSR
aspek produk.
Pada tabel di bawah ini akan digambarkan mengenai pengungkapan corporate social
responsibility (CSRD) dari total rata-rata keseluruhan ketujuh aspek yang telah diuraikan di atas
pada perusahaan yang menjadi sampel penelitian.
Tabel 4.8
Corporate Social Responsibility

183

Perusahaan Pertambangan Sektor Batubara, Logam Mineral lainnya, Minyak dan Gas,
Batu-batuan dan lainnya
Periode 2011

No

Nama Perusahaan
(Tbk)

Item
diterapkan

Total item
seharusnya

CSRD

Adaro Energy

53

79

0,67

Bumi Resources

50

79

0,63

Bayan Resources

55

79

0,69

Indo Tambangraya

58

79

0,73

Rsc Alam Indonesia

74

79

0,94

T.Batubara Bukit Asam

77

79

0,97

Petrosea

60

79

0,75

Aneka Tambang

69

79

0,87

Atlas Resource

66

79

0,83

10

Bone L. Energi&Metal

62

79

0,78

11

Berau Coal Energy

57

79

0,72

12

Bumi Rsc Minerals

61

79

0,77

13

Darma Henwa

38

79

0,48

14

Golden Energy Mines

44

79

0,55

15

Harum Energy

49

79

0,62

16

Value Indonesia

63

79

0,79

17

Timah

76

79

0,96

18

Citra Mineral Investndo

44

79

0,55

19

Ratu Prabu Energi

11

79

0,13

184

Sumber :

20

B Petroleum Energy

30

79

0,37

Data

sekunder

21

Elnusa

31

79

0,39

yang

diolah,

22

Energi Mega Persada

49

79

0,62

23

Medco En International

57

79

0,72

24

Radiant Utm Investindo

35

79

0,44

25

Citatah

35

79

0,44

26

Mitra Investindo

54

79

0,23

27

Central Omega Rsc

37

79

0,46

RATA-RATA

2012

0,63

Berdasarkan Tabel 4.8 perusahaan yang mengungkapkan CSR yang kurang dari 50% ada
8 perusahaan yaitu PT Darma Henwa Tbk dengan mengimplementasikan CSR sebesar 0,48 atau
48%, PT Ratu Prabu Energi Tbk sebesar 0,13 atau 13%, PT Benakat Petroleum Energy Tbk
sebesar 0,37 atau 37%, PT Elnusa Tbk sebesar 0,39 atau 39%, PT Radiant Utama Investindo Tbk
sebesar 0,44 atau 44%, PT Citatah Tbk se 0,46 atau 46%, PT Mitra Investindo sebesar 0,23 atau
23% dan PT Central Omega Resources Tbk sebesar 0,44 sebesar 44%.
Sedangkan perusahaan yang mengungkapkan CSR diatas 50% ada 19 perusahaan yaitu PT
Adaro Energy Tbk dengan mengungkapkan CSR sebesar 0,67 atau 67%, PT Bumi Resources
Tbk sebesar 0,63 atau 63%, PT Bayan Resources Tbk sebesar 0,69 atau 69%, PT Indo
Tambangraya Tbk sebesar 0,73 atau 73%, PT Resources Alam Indonesia Tbk sebesar 0,94 atau
94%, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk sebesar 0,97 atau 97%, PT Petrosea Tbk sebesar
0,75 atau 75%, PT Aneka Tambang Tbk sebesar 0,87 atau 87%, PT Atlas Resources Tbk sebesar
0,83 atau 83% , PT Bone Lumbung Energi&Metal Tbk sebesar 0,78 atau 78%, PT Berau Coal
Energy Tbk sebesar 0,72 atau 72%, PT Bumi Resources Minerals Tbk sebesar 0,77 atau 77%, PT
Golden Energy Mines Tbk sebesar 0,55 atau 55%, PT Harum Energy Tbk sebesar 0,62 atau

185

62%, PT Value Indonesia Tbk sebesar 0,79 atau 79%, PT Timah Tbk sebesar 0,96 atau 96%, PT
Citra Mineral Investindo Tbk sebesar 0,55 atau 55%, PT Energi Mega Persada Tbk sebesar 0,62
atau 62%, PT Medco Energi International Tbk sebesar 0,72 atau 72%.
Hasil perhitungan berdasarkan tabel di atas diperoleh mean atau nilai

rata-rata

Pengungkapan Corporate Social Responsibiliy sebesar 0,63 atau 63%. Perusahaan yang memiliki
rata-rata nilai Corporate Social Responsibility tertinggi adalah PT Tambang Batubara Bukit
Asam Tbk sebesar 0,97 atau 97% dengan mengungkapkan CSR diantaranya yaitu aspek
lingkungan sebanyak 14 item, aspek energi sebanyak 7 item, aspek kesehatan dan keselamatan
tenaga kerja sebanyak 8 item, aspek lain-lain tentang tenaga kerja sebanyak 28 item, aspek
produk sebanyak 9 item , aspek keterlibatan masyarakat sebanyak 9 item, dan aspek umum
sebanyak 2 item dan jumlah yang di implementasikan adalah 77 item dari 79 item yang
seharusnya ditetapkan, sedangkan terendah adalah PT Ratu Prabu Energi Tbk sebesar 0,13 atau
13% yaitu dengan mengungkapkan CSR aspek lingkungan sebanyak 1 item, aspek energi
sebanyak 0 item, aspek kesehatan dan keselamatan tenaga kerja sebanyak 3 item, aspek lain-lain
tentang tenaga kerja sebanyak 5 item, aspek produk sebanyak 0 item , aspek keterlibatan
masyarakat sebanyak 1 item, dan aspek umum sebanyak 1 item dan total CSR yang
diungkapkanm sebanyak 11 item dari 79 item yang seharusnya di terapkan.

4.1.3 Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Pertambangan yang terdaftar di BEI Tahun
2011.
Kinerja keuangan merupakan salah satu faktor yang menunjukkan efektivitas dan efesien
suatu organisasi dalam rangka mencapai suatu tujuannya.

186

Efektivitas apabila manajemen memiliki kemampuan untuk memilih tujuan yang tepat
atau suatu alat yang tepat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sedangkan efesiensi
diartikan sebagai rasio (perbandingan) antara masukan dan keluaran yaitu dengan masukan
tertentu memperoleh keluaran yang optimal.
Kinerja keuangan berada di pusat wilayah efektifitas keseluruhan. Ukuran kinerja ini
dinilai sangat penting, tetapi tidak cukup untuk mendefinisikan efektifitas keseluruhan.
Salah satu ukuran kinerja keuangan perusahaan adalah dengan Return on Investment
(ROI).
Menurut Irham Fahmi (2011 : 137) Rasio Return On Investment (ROI) atau pengembalian
investasi mengemukakan bahwa :
Return On Investment (ROI) dapat juga dikatakan sebagai Return On total Assets (ROA). Rasio
ini melihat sejauhmana investasi yang telah ditanamkan mampu memberikan pengembalian
keuntungan sesuai dengan yang diharapkan.

Adapun rumus dari Rasio Return On Investment (ROI) adalah :

Keterangan :
Earning After Tax = Laba setelah Pajak, juga disebut sebagai Laba Bersih
Total Asset = Jumlah Aset

Dalam tabel 4.9, dibawah ini menunjukkan perkembangan kinerja keuangan yang dapat
diukur dengan Rasio Return On Investment (ROI) pada perusahaan pertambangan yang terdaftar
di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011 yaitu, sebagai berikut :

187

Tabel 4.9
Nilai Rasio Return on Invesment
Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar
Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011

No

Nama Perusahaan/PT

Laba Bersih

Total Aktiva

(Tbk)

(Rp)

(Rp)

ROI

Adaro Energy

5.521.030.000.000

56.589.610.000.000

0,097

Bumi Resources

2.151.022.520.000

73.681.217.490.000

0,029

Bayan Resources

1.873.210.000.000

14.386.241.000.000

0,013

Indo Tambangraya

7.069.150.000.000

15.784.740.000.000

0,447

R. Alam Indonesia

450.203.636.878

977.892.896.320

0,460

Batubara Bukit Asam

3.088.067.000.000

11.507.104.000.000

0,268

Petrosea

526.430.000.000

3.772.980.000.000

0,139

Aneka Tambang

1.927.891.998.000

15.201.235.077.000

0,120

Atlas Resource

26.920.000.000

2.301.384.000.000

0,116

10

B. Lbng Eng & Metal

2.532.627.000.000

15.373.809.000.000

0,164

11

Berau Coal Energy

1.608.190.000.000

20.592.390.000.000

0,078

12

Bumi Resource Minerals

557.427.987.000

17.404.410.972.000

0,032

13

Darma Henwa

-240.591.350.000

4.061.259.040.000

-0,059

14

Golden Energy Mines

301.659.878.383

3.320.301.908.407

0,090

15

Harum Energy

1.778.984.000.000

4.645.148.000.000

0,382

16

Value Indonesia

3.337.630.000.000

24.213.620.000.000

0,137

17

Timah

1.317.597.000.000

6.569.807.000.000

0,200

188

18

Citra Mineral Investindo

261.691.866.949

1.850.655.309.125

0,141

19

Ratu Prabu Energi

7.754.038.491

1.382.807.630.057

0,006

20

Benakat Petroleum E.

-61.432.418.397

3.720.372.614.618

-0,016

21

Elnusa

-30.115.000.000

4.389.950.000.000

-0,006

22

Energi Mega Persada

173.924.495.000

17.354.833.906.000

0,010

23

Medco E.International

892.195.350.000

25.873.974.590.000

0,034

24

Radiant Utama Investin

3.248.824.751

985.922.224.185

0,003

25

Citatah

916.459.186

218.251.524.639

0,004

26

Mitra Investindo

34.350.016.762

117.966.795.513

0,291

27

Central O Resources

177.475.279.701

1.301.283.445.488

0,136

RATA-RATA

0,12

Sumber : Data sekunder yang diolah, 2012

Berdasarkan tabel 4.9, diketahui bahwa mean atau nilai rata-rata Rasio Return On
Investment (ROI) sebesar 0,12 atau 12%. Perusahaan yang memiliki nilai Rasio Return On
Investment (ROI) dibawah rata-rata atau kurang dari 12% ada 15 perusahaan yaitu diantaranya
PT Adaro Energy Tbk sebesar 0,097 atau 9,7%, PT Bumi Resources Tbk sebesar0,029 atau 2,9%
, PT Bayan Resources Tbk sebesar 0,013 atau 1,3%, PT Atlas Resources Tbk sebesar 0,116 atau
11,6%, PT Berau Coal Energy Tbk sebesar 0,078 atau 7,8% , PT Bumi Resources Minerals Tbk
sebesar 0,032 atau 3,2%, PT Darma Henwa Tbk sebesar -0,059 atau -5,9%, PT Golden Energy
Mines Tbk sebesar 0,09 atau 9%, PT Ratu Prabu Energy Tbk sebesar 0,006 atau 0,6%, PT
Benakat Petroleum Energy Tbk sebesar -0,016 atau -1,6%, PT Elnusa Tbk sebesar -0,006 atau 0,6%, PT Energi Mega Persada Tbk sebesar 0,01 atau 1% , PT Medco Energy International Tbk

189

sebesar 0,034 atau 3,4%, PT Radiant Utama Investindo Tbk sebesar 0,003 atau 0,3%, dan PT
Citatah Tbk sebesar 0,004 atau 0,4%.
Sedangkan perusahaan yang memiliki nilai Rasio Return On Investment (ROI) diatas
rata-rata atau lebih tinggi dari 12% ada 12 perusahaan yaitu diantaranya PT Indo Tambangraya
Tbk sebesar 0,447 atau 44,7%, PT Resouces Alam Indonesia Tbk sebesar 0,460 atau 46%, PT
Tambang Batubara Bukit Asam Tbk 0,268 atau 26,8%, PT Petrosea Tbk sebesar 0,139 atau
13,9%, PT Aneka Tambang Tbk 0,12 atau 12%, PT Boneo Lumbung Energy&Metal Tbk sebesar
0,164 atau 16,4%, PT Harum Energy 0,382 atau 38,2%, PT Value Indonesia Tbk sebesar 0,137
atau 13,7%, PT Timah Tbk sebesar 0,2 atau 20%, PT Citra Mineral Investindo Tbk sebesar 0,141
atau 14,1%, PT Mitra Investindo Tbk sebesar 0,291 atau 29,1%, dan PT Central Omega
Resources Tbk sebesar 0,136 atau 13,6%.
Hasil perhitungan rata-rata Rasio Return On Investment (ROI) pada perusahaan
pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011 telah menunjukkan hasil yang
berbeda dari 27 perusahaan. Dilihat dari Tabel 4.9, perusahaan yang memiliki rata-rata Rasio
Return On Investment (ROI) yang tertinggi adalah PT Resources Alam Indonesia Tbk dengan
nilai ROI sebesar 0,46 atau 46%, sedangkan yang terendah adalah PT Darma Henwa Tbk
dengan nilai ROI sebesar 0,059 atau -5.9%.
4.1.4 Analisis Asumsi Klasik
4.1.4.1 Uji Normalitas
Sebelum dilakukan uji statistik, perlu diketahui apakah sampel yang digunakan dalam
penelitian ini berasal dari distribusi mormal atau tidak. Nilai statistiknya dapat diketahui dengan
menggunakan kolmogorov-smirnov test. Uji normalitas ini diolah dengan menggunakan SPSS

190

versi 19.0. Menurut Singgih Santoso (2003:400) pengambilan keputusan dilakukan berdasarkan
probabilitas (Asymptotic significance) yaitu:
Jika probabilitas > 0,05 (tingkat signifikasi yang digunakan) maka distribusi
populasinya normal.
Jika probabilitas < 0,05 (tingkat signifikasi yang digunakan) maka distribusi populasinya
tidak normal.
Hasil penghitungan untuk model yang diperoleh dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.10
Uji Normalitas
Menggunakan SPSS 19.0 For Wndows

Sumber

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Hasil

CSR
N

KinerjaKeuangan
27

a,b

Normal Parameters

Mean

27

,6271

,12283

,20790

,139845

Absolute

,117

,189

Positive

,069

,189

Negative

-,117

-,123

Kolmogorov-Smirnov Z

,607

,982

Asymp. Sig. (2-tailed)

,855

,289

Std. Deviation
Most Extreme Differences

a. Test distribution is Normal.


b. Calculated from data.

Pengolahan Data, 2012

Hasil perhitungan nilai Kolmogorov untuk ukuran corporate social responsibility dan
Kinerja keuangan masing-masing sebesar 0,855 dan 0,289. Nilai probabilitas uji kolmogorov
lebih besar dari tingkat kekeliruan 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa nilai residual dari model
regresi berdistribusi normal.

191

Untuk mengetahui apakah data terdistribusi normal atau tidak dapat dilihat melalui grafik
normal P Plot of Regression Statistic. Kondisi normalitas terpenuhi bila titik-titik menyebar di
sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal. Hasil uji normalitas pada penelitian ini
dapat dilihat pada gambar berikut. Dari grafik normal P-Plot terlihat bahwa titik-titik menyebar
di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal. Sehingga dalam penelitian tidak
terjadi gangguan normalitas, yang berarti data berdistribusi normal.

Gambar 4.1 Grafik Normal P-P Plot

4.1.4.2 Uji Heteroskedastisitas


Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi
ketidaksamaan variance dari residual suatu pengamatan ke pengamatan yang lain. Adapun untuk
mendeteksi adanya heteroskedastisitas, yaitu dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada
grafik scatterplot. (Singgih Santoso, 2000:210).

192

Untuk selengkapnya hasil heteroskedastisitas ditunjukan pada grafik scatterplot dibawah


ini :

Gambar 4.2 Grafik Scatterplot

Dengan melihat tampilan grafik scatterplot pada gambar di atas terlihat titik-titik
menyebar secara acak, tidak membentuk sebuah pola tertentu yang jelas, serta tersebar baik
diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y. hal ini berarti tidak terjadi heterokedastisitas,
sehingga model regresi layak dipakai karena memenuhi asumsi heteroskedastisitas.
Uji asumsi klasik yang diuji hanya normalitas dan heteroskedastisitas. Uji Multikolinier
tidak dilakukan karena regresi hanya satu variable bebas (regresi sederhana). Uji autokorelasi
tidak dilakukan karena data nya tidak berbentuk time series.

193

4.2

Pembahasan
Pada bagian ini penulis melakukan pembahasan penelitian sesuai dengan tujuam penelitian

antara lain, sebagai berikut :


4) Untuk mengetahui pengungkapan Corporate Social Responsibility pada Perusahaan
pertambangan yang terdaftar di BEI tahun 2011.
5) Untuk mengetahui kinerja keuangan pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI
tahun 2011.
6) Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pengungkapan Corporate Social Responsibility
terhadap kinerja keuangan pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI tahun 2011.

4.2.1 Analisis

Pengungkapan

Corporate

Social

Responsibility

pada

Perusahaan

Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011.


Berdasarkan Tabel 4.8 variabel corporate social responsibility dengan indikator jumlah
item yang diungkapkan perusahaan dibagi dengan jumlah item yang diharapkan diungkapkan
perusahaan dengan menggunakan Software SPSS versi 19.0 ditunjukkan ke dalam tabel 4.11.,
sebagai berikut :

Tabel 4.11
Hasil Analisis Statistik Deskriptif
Corporate Social Responsibility
Menggunakan SPSS 19.0 For Windows
Descriptive Statistics
N

Minimum

CSR

27

Valid N (listwise)

27

,13

Maximum
,97

Mean
,6333

Std. Deviation
,21512

194

Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2012

Secara umum komposisi Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan yang
menjadi sampel dengan indikator jumlah item yang diungkapkan perusahaan dibagi dengan
jumlah item yang diharapkan diungkapkan. Nilai terendah pengungkapan CSR sebesar 0,13 atau
13 % pada PT Ratu Prabu Energi Tbk, dikarenakan pengimplementasian pengungkapkan CSR
hanya 11 item dari yang seharusnya 79 item, nilai tersebut sangat rendah diakibatkan karena
hasil CSR dibawah rata-rata dari sampel penelitian pada perusahaan pertambangan yang terdaftar
di BEI tahun 2011. Dan untuk CSR dengan nilai tertinggi sebesar 0,97 atau 97% pada PT
Tambang Batubara Bukit Asam Tbk, yang mengimplementasikan pengungkapan CSR 77 item
dari yang seharusnya 79 item, nilai tersebut sangat tinggi diakibatkan karena hasil CSR diatas
rata-rata dari sampel penelitian pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI tahun 2011.
Perusahaan yang mengungkapkan CSR yang kurang dari 50% ada 8 perusahaan yaitu PT
Darma Henwa Tbk dengan mengimplementasikan CSR sebesar 0,48 atau 48%, PT Ratu Prabu
Energi Tbk sebesar 0,13 atau 13%, PT Benakat Petroleum Energy Tbk sebesar 0,37 atau 37%,
PT Elnusa Tbk sebesar 0,39 atau 39%, PT Radiant Utama Investindo Tbk sebesar 0,44 atau 44%,
PT Citatah Tbk se 0,46 atau 46%, PT Mitra Investindo sebesar 0,23 atau 23% dan PT Central
Omega Resources Tbk sebesar 0,44 sebesar 44%.
Sedangkan perusahaan yang mengungkapkan CSR diatas 50% ada 19 perusahaan yaitu
PT Adaro Energy Tbk dengan mengungkapkan CSR sebesar 0,67 atau 67%, PT Bumi Resources
Tbk sebesar 0,63 atau 63%, PT Bayan Resources Tbk sebesar 0,69 atau 69%, PT Indo
Tambangraya Tbk sebesar 0,73 atau 73%, PT Resources Alam Indonesia Tbk sebesar 0,94 atau
94%, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk sebesar 0,97 atau 97%, PT Petrosea Tbk sebesar
0,75 atau 75%, PT Aneka Tambang Tbk sebesar 0,87 atau 87%, PT Atlas Resources Tbk sebesar

195

0,83 atau 83% , PT Bone Lumbung Energi&Metal Tbk sebesar 0,78 atau 78%, PT Berau Coal
Energy Tbk sebesar 0,72 atau 72%, PT Bumi Resources Minerals Tbk sebesar 0,77 atau 77%, PT
Golden Energy Mines Tbk sebesar 0,55 atau 55%, PT Harum Energy Tbk sebesar 0,62 atau
62%, PT Value Indonesia Tbk sebesar 0,79 atau 79%, PT Timah Tbk sebesar 0,96 atau 96%, PT
Citra Mineral Investindo Tbk sebesar 0,55 atau 55%, PT Energi Mega Persada Tbk sebesar 0,62
atau 62%, PT Medco Energi International Tbk sebesar 0,72 atau 72%.
Nilai rata-rata pengungkapan pengungkapan CSR sebesar 0,63 atau 63% artinya tingkat
pengungkapan Corporate Social Responsibility pada perusahaan bersifat cukup lengkap,
mengacu pada sub bab 3.5.1, untuk menentukan kriterianya sebagai berikut :

= 0,16

Tabel 4.12
Kriteria Pengungkapan Corporate Social Responsibility
Interval

Kriteria

0,13 0,29

Tidak Lengkap

0,30 0,46

Kurang Lengkap

0,47 0,63

Cukup Lengkap

0,64 0,80

Lengkap

0,81 0,97

Sangat Lengkap

196

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik rata-rata Corporate Social Responsibility
(CSR) sebagai indikator jumlah item yang diungkapkan perusahaan dibagi dengan jumlah item
yang diharapkan diungkapkan pada gambar 4.3, sebagai berikut :
Gambar 4.3
Rata-Rata Corporate Social Responsibility (CSR) Pada Perusahaan Pertambangan yang
Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011

197

4.2.2 Analisis Kinerja Keuangan pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa
Efek Indonesia Tahun 2011.
Kinerja berasal dari pengertian performance. Adapun pengertian makna luas, tidak hanya
hasil kerja, tetapi bagaimana proses pekerjaan berlangsung. Kinerja Keuangan merupakan
mengukur sampai sejauhmana prestasi peningkatan posisi atau performance dari nilai perusahan
yang diukur melalui laporan keuangan baik melalui laba rugi yang dibutuhkan oleh pihak yang
berkepentingan. Salah satu ukuran Kinerja Keuangan dilakukan dengan rasio Return on
Investment (ROI). Rasio Return on Investment (ROI) dapat juga dikatakan sebagai rasio Return
on Total Assets (ROA).
Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif variabel kinerja keuangan dengan indikator
rasio Return On Investment (ROI) dengan menggunakan Software SPSS versi 19.0 yang
dijabarkan ke dalam tabel 4.13, sebagai berikut :
Tabel 4.13
Hasil Analisis Statistik Deskriptif
Kinerja Keuangan
Menggunakan SPSS 19.0 For Windows
Descriptive Statistics
N

Minimum

Maximum

Mean

Std. Deviation

KinerjaKeuangan

27

-,059

,460

,12281

,139852

Valid N (listwise)

27

Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2012

Berkaitan dengan variabel Kinerja Keuangan dengan indikator rasio Return On Investment
(ROI) dengan demikian untuk nilai terendah rasio Return On Investment (ROI) -0,059 sebesar 5,9% pada PT Darma Henwa Tbk. Nilai tersebut sangat rendah diakibatkan karena PT Darma
Henwa Tbk memiliki tingkat kerugian paling tinggi, sementara memiliki nilai investasi cukup

198

besar diantara perusahaan yang mengalami kerugian sehingga nila Return On Investment (ROI)
mengalami nilai yang paling rendah, dan untuk rasio Return On Investment (ROI) dengan nilai
tertinggi mencapai 0.460 yang berarti sebesar 46% pada PT Resources Alam Indonesia Tbk.
Nilai tersebut sangat tinggi diakibatkan karena hasil rata-rata rasio Return On Investment (ROI)
atau pengembalian keuntungan sesuai dengan yang diharapkan atau diatas rata-rata dari
perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011.
Perusahaan yang memiliki nilai Rasio Return On Investment (ROI) dibawah rata-rata atau
kurang dari 12% ada 15 perusahaan yaitu diantaranya PT Adaro Energy Tbk sebesar 0,097 atau
9,7%, PT Bumi Resources Tbk sebesar0,029 atau 2,9% , PT Bayan Resources Tbk sebesar 0,013
atau 1,3%, PT Atlas Resources Tbk sebesar 0,116 atau 11,6%, PT Berau Coal Energy Tbk
sebesar 0,078 atau 7,8% , PT Bumi Resources Minerals Tbk sebesar 0,032 atau 3,2%, PT Darma
Henwa Tbk sebesar -0,059 atau -5,9%, PT Golden Energy Mines Tbk sebesar 0,09 atau 9%, PT
Ratu Prabu Energy Tbk sebesar 0,006 atau 0,6%, PT Benakat Petroleum Energy Tbk sebesar 0,016 atau -1,6%, PT Elnusa Tbk sebesar -0,006 atau -0,6%, PT Energi Mega Persada Tbk
sebesar 0,01 atau 1% , PT Medco Energy International Tbk sebesar 0,034 atau 3,4%, PT Radiant
Utama Investindo Tbk sebesar 0,003 atau 0,3%, dan PT Citatah Tbk sebesar 0,004 atau 0,4%.
Sedangkan perusahaan yang memiliki nilai Rasio Return On Investment (ROI) diatas
rata-rata atau lebih tinggi dari 12% ada 12 perusahaan yaitu diantaranya PT Indo Tambangraya
Tbk sebesar 0,447 atau 44,7%, PT Resouces Alam Indonesia Tbk sebesar 0,460 atau 46%, PT
Tambang Batubara Bukit Asam Tbk 0,268 atau 26,8%, PT Petrosea Tbk sebesar 0,139 atau
13,9%, PT Aneka Tambang Tbk 0,12 atau 12%, PT Boneo Lumbung Energy&Metal Tbk sebesar
0,164 atau 16,4%, PT Harum Energy 0,382 atau 38,2%, PT Value Indonesia Tbk sebesar 0,137
atau 13,7%, PT Timah Tbk sebesar 0,2 atau 20%, PT Citra Mineral Investindo Tbk sebesar 0,141

199

atau 14,1%, PT Mitra Investindo Tbk sebesar 0,291 atau 29,1%, dan PT Central Omega
Resources Tbk sebesar 0,136 atau 13,6%.
Nilai rata-rata atau mean rasio Return On Investment (ROI) dari perusahaan yang menjadi
sampel adalah sebesar 0,12 atau sebesar 12%, artinya tingkat kinerja keuangan pada perusahaan
bersifat rendah, mengacu pada sub bab 3.5.1, untuk menentukan kriterianya sebagai berikut :

= 0,104

Tabel 4.14
Kriteria Kinerja Keuangan
Interval

Kriteria

-0,059 0,044

Sangat Rendah

0,045 0,147

Rendah

0.148 0,251

Sedang

0,250 0,355

Tinggi

0,354 0,46

Sangat Tinggi

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada grafik rata-rata Return On Investment (ROI)
sebagai indikator variaber Kinerja Keuangan pada gambar 4.4, sebagai berikut.

200

Gambar 4.4
Rata-rata Rasio Return On Investmen (ROI) Pada Perusahaan Pertambangan yang
Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2011

4.2.3 Analisis Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibiliy Terhadap Kinerja


Keuangan secara Parsial.
Adapun langkah pengujian statistik ini dilakukan sebagai berikut :
a. Analisis Korelasi Sederhana
Analisis korelasi sederhana digunakan untuk membahas derajat hubungan antara variabel X
dengan variabel Y atau untuk mengetahui kuat atau lemahnya hubungan antara variabel X dengan

201

variabel Y. Pengukuran koefisien ini dilakukan dengan menggunakan koefisien korelasi


sederhana antara variabel corporate social responsibility ( ) dengan kinerja keuangan (Y).
Berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan, maka hasil dari analisis korelasi
sederhana disajikan pada tabel sebagai berikut :

Tabel 4.15
Analisis Korelasi Sederhana
Corporate Social Responsibility Terhadap Kinerja Keuangan
Menggunakan SPSS 19.0 For Windows

Correlations
KinerjaKeuanga
CSR
CSR

Pearson Correlation

n
1

Sig. (2-tailed)

,037

N
KinerjaKeuangan

,404

27

27

Pearson Correlation

,404

Sig. (2-tailed)

,037

27

27

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2012

Untuk mengetahui seberapa kuat hubungan antar variabel, dapat digunakan tabel
interpretasi nilai koefisien (r) sebagai berikut:

202

Tabel 4.16
Pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien korelasi

Interval Korelasi

Tingkat Hubungan

0,00 0,199

Sangat Rendah

0,20 0,399

Rendah

0,40 0,599

Sedang

0,60 0,799

Kuat

0,80 1,000

Sangat Kuat

(Sumber: Sugiyono, 2008;250)


Dari penghitungan di atas maka diketahui nilai koefisien korelasinya yaitu r = 0,404
artinya bahwa tingkat hubungan pengungkapan Corporate Social Responsibuliy dengan kinerja
keuangan bersifat positif dan sedang, karena interprestasinya berada diantara interval 0,40
0,599. Hubungan yang bersifat positif artinya, setiap kenaikan pada implementasi CSR akan
disertai dengan kenaikan pada kinerja keuangan.

b. Analisis Regresi Sederhana


Berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan dengan menggunakan SPSS 19.0 for
windows, maka hasil regresi akan disajikan pada tabel di bawah ini:

203

Tabel 4.17
Analisis Regresi Sederhana
Corporate Social Responsibility
Terhadap Kinerja Perusahaan
Menggunakan SPSS 19.0 For Windows
Coefficients a

Model
1

Unstandardized

Standardized

Coefficients

Coefficients

B
(Constant)
CSR

Std. Error
-,044

,079

,263

,119

Beta

Collinearity Statistics
t

,404

Sig.

-,548

,589

2,208

,037

Tolerance

1,000

VIF

1,000

a. Dependent Variable: KinerjaKeuangan

Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2012

Dari perhitungan regresi yang telah diolah, maka diperoleh bentuk persamaan regresi
sederhana sebagai berikut :
Y = -0,044 + 0,263X
Dari persamaan di atas, dapat disimpulkan bahwa konstanta a negetif sebesar -0,044
artinya pada saat CSR sama dengan 0 satuan maka kinerja keuangan adalah sebesar -0,044
satuan, dan nilai b positif sebesar 0,263 artinya bahwa setiap kenaikan 1% pada corporate social
responsibility, akan meningkatkan kinerja keuangan sebesar 0,263%.
c. Pengujian Hipotesis (Uji t)
Pengujian hipotesis dilakukan untuk membuktikan apakah terdapat pengaruh yang
signifikan antara Corporate Social Respomsibility (CSR) dengan kinerja keuangan dengan
dan

adalah sebagai berikut :

204

Ho1 : r = 0 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari CSR terhadap kinerja
keuangan.

Ha1 : r 0 : Terdapat pengaruh yang signifikan dari CSR terhadap kinerja keuangan.
Berdasarkan pada Tabel 4.17, untuk menguji hipotesis ini kriteia yang digunakan adalah
kriteria untuk uji t dimana penetepan signifikasi dengan df = n-k 27-2 = 25, sig 0,05, maka
diperoleh nilai ttabel sebesar 1,708 (lihat lampiran 33 ttabel) dan diperoleh nilai t hitung sebesar 2,208.
Kriteria penolakan hipotesis H0 jika :
thitung ttabel (1- / 2;n-2).
Karena thitung 2,208 ttabel 1,708 maka H0 ditolak dan H diterima, maka dapat disimpulkan
bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari corporate social responsibility (CSR) terhadap
kinerja keuangan.

d.

Analisis Koefisien Determinasi (R2)


Analisis koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh

Pengungkapan CSR (X) terhadap kinerja keuangan (Y).


Berdasarkan hasil pengolahan data yang telah dilakukan, maka hasil dari koefisien
determinasi akan disajikan pada tebel dibawah ini :

205

Tabel 4.18
Hasil Perhitungan Koefisien Determinasi
Menggunakan SPSS 19.0 For Windows

Model Summary

Model
1

Adjusted R

Std. Error of the

Square

Estimate

R Square

,404 a

,163

,130

,130466

Durbin-Watson
1,408

a. Predictors: (Constant), CSR


b. Dependent Variable: KinerjaKeuangan

Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2012

KD = R2 x 100%
= 0,4042 x 100%
= 16,3 %
Dari hasil penghitungan di atas maka dapat diketahui nilai koefisien determinasi
sebesar 0,163 atau sebesar 16,3% dari penghitungan tersebut dapat diketahui bahwa pengaruh
signifikan CSR terhadap kinerja keuangan sebesar 16,3% sedangkan sisanya 83,7% merupakan
pengaruh dari faktor-faktor lain seperti likuiditas, solvabilitas, stabilitas ekonomi yang
mempengaruhi kinerja keuangan.

206

4.2.4 Rangkuman Pengujian Hipotesis


Tabel 4.19
Rangkuman Analisism Penelitian Pengungkapan CSR (X) terhadap Kinerja Perusahaan
(Y)
No

Analisis

Keterangan

Korelasi

R = 0,404

Regresi

Uji t

Hasil
Tingkat hubungan atau korelasi
antara pengungkapan CSR (X)
terhadap kinerja keuangan(Y)
bersifat positif dan Sedang
Konstanta a negetif sebesar -0,044
artinya pada saat CSR sama
dengan 0 satuan maka kinerja
keuangan adalah sebesar -0,044
satuan, dan nilai b positif sebesar
0,263 artinya bahwa setiap
kenaikan 1% pada corporate
social responsibility, akan
meningkatkan kinerja keuangan
sebesar 0,263%.

thitung = 2,208
ttable = 1,708

Ha diterima atau variabel CSR


secara parsial berpengaruh
signifikan terhadap Kinerja
keuangan.

thitung ttable
4

Koofisien
Determinasi

KD = 16,3 %

Pengaruh signifikan CSR terhadap


kinerja keuangan sebesar 16,3%
sedangkan sisanya 83,7%
merupakan pengaruh dari faktorfaktor lain seperti likuiditas,
solvabilitas, stabilitas ekonomi
yang mempengaruhi kinerja
keuangan.

207

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1

Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya, dengan

menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik serta pengujian hipotesis mengenai
pengaruh pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap kinerja keuangan pada
perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011 maka dapat diambil
kesimpulan sebagai berikut :
1) Pengungkapan Corporate Social Responsinbility (CSR) pada perusahaan pertambangan
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011

sudah cukup lengkap.

Implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) yang tertinggi yaitu 0,97 pada
PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk dengan mengimplementasikan 77 item dari 79
item yang seharusnya di laporkan dalam Annual Report. Sedangkan implementasi
Corporate Social Responsinbility (CSR) terendah yaitu 0,13 pada PT Ratu Prabu
Energi Tbk dengan mengimplementasikan 11 item dari 79 item yang seharusnya di
laporkan dalam Annual Report.

208

2).

Kinerja keuangan pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
tahun 2011 dengan indikator rasio Return On Investment (ROI) tersmasuk dalam kriteria
kategori rendah. Kinerja Keuangan dengan nilai tertinggi yaitu sebesar 0,46 pada PT
Resources Alam Indonesia Tbk. Sedangkan nilai rata-rata rasio Return On Investment
(ROI) terendah adalah -0,059 pada PT Darma Henwa Tbk.

3)

Hasil Uji Parsial menunjukkan:


Hubungan pengungkapan Corporate Social Responsibuliy dengan kinerja keuangan

bersifat positif dan sedang, karena interprestasinya berada diantara interval 0,40 0,599.
Hubungan yang bersifat positif artinya, setiap kenaikan pada pengungkapan Corporate Social
Responsibility (CSR) akan disertai dengan kenaikan pada kinerja keuangan.
Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) berpengaruh terhadap Kinerja
keuangan pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2011.
Besarnya pengaruh pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap kinerja
keuangan sebesar 16,3% sedangkan sisanya 83,7% merupakan pengaruh dari faktor-faktor lain
seperti likuiditas, solvabilitas, dan stabilitas ekonomi yang mempengaruhi kinerja keuangan.

5.2

Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan mengenai pengaruh pengungkapan Corporate

Social Responsibiliy (CSR) terhadap kinerja keuangan pada perusahaan pertambangan yang
terdaftar di Buesa Efek Indonesia tahun 2011, maka penulis memberikan saran dan masukan

209

yang diharapkan dapat memberikan manfaat dan dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi pihak
yang berkepentingan yaitu, sebagai berikut :
1).

Bagi Perusahaan
a) Masih terdapat beberapa perusahaan yang

pengungkapan Corporate Social

Responsibility (CSR) kurang dari 50% sehingga harus ditingkatkan dengan cara
melaporkan item-item CSR yang bejumlah 79 item, sehingga dengan index CSR yang
lebih tinggi diharapkan kinerja keuangan perusahaan menjadi lebih tinggi lagi.
b) Kinerja keuangan tergolong dalam kriteria rendah sehingga harus ditingkatkan misalnya
dengan cara

meningkatkan

pendapatan,

meningkatkan efisiensi,

meningkatkan

pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR).


2).

Bagi Peneliti Selanjutnya


-

Mengembangkan variabel-variabel independen lain yang dinilai atau diproksikan


memiliki pengaruh terhadap pengungkapan corporate social responsibility. Variabelvariabel tersebut antara lain misalnya managerial ownership, company profile, size of
board directors dan indikator kinerja perusahaan lainnya.

Menerapkan isu-isu pengungkapan sosial lainnya yang tidak terdapat dalam kategori
item-item pengungkapan. Aspek pengungkapan tersebut seperti aspek indikator
sumber daya manusia mengenai non-diskriminasi, tingkah laku anti korupsi; Aspek
indikator kinerja lingkungan mengenai bahan material yang digunakan dalam operasi
perusahaan.

Menggunakan jenis perusahaan lainnya selain perusaahaan pertambangan. Jenis


perusahaan tersebut antaralain misalnya perusahaan manufaktur, industri kimia atau

210

perusahaan foods&beverages yang seringkali terkait dengan masalah sosial dan


lingkungan.

211

DAFTAR PUSTAKA

Aliminsyah dan Padji. 2003. Kamus Istilah Akuntansi. Cetakan Kesatu. Bandung: CV. Yrama
Widya.

Arikunto Suharsimi, (2000). Prosedur penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Bhineka
Cipta
Bastian, Indra. 2001. Akuntansi Sektor Publik: Suatu Pengantar. Jakarta: Erlangga.

Belkaoui, Ahmed. 2004. Accounting Theory. Jakarta: Salemba Empat.


Chapra. 1983. CSR dan Implementasi. Bogor: IPB
Dwi Prastowo dan Rifka Julianti. 2002. Analisis Laporan Keuangan: Konsep dan Aplikasi. Cetakan
Kedua (Revisi). Yogyakarta: YKPN.

Handoko, T. Hani. 2003. Manajemen Personalia dan Manjemen Sumber Daya Manusia. Edisi
Kedua. Yogjakarta: BPFE.
Hasibuan, C. Sedyono. 2006. CSR Communication: A Challenge On Its Own, Economics
Business Accounting Review. Edisi Ketiga. Jakarta: Departemen Akuntansi FEUI.
Husnan, Suad dan Enny Pudjiastuti. 2007. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Yogyakarta:
YKPN.
Ikatan Akuntan Indonesia. 2009. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Salemba Empat.
Irawati, Susan. 2006. Manajemen Keuangan. Bandung: Pustaka.
Januarti dan Apriyanti. 2005. Pengaruh Tanggung Jawab Sosial dan Perusahaan Terhadap
Kinerja Perusahaan. Jurnal Maksi, Vol. 5 No. 2.
John J. wild, K. R. Subramanyam, Robert F. Halsey. 2005. Analisis Laporan Keuangan. Buku Satu,
Edisi Kedelapan. Jakarta: Salemba Empat.

Kiroyan, Noke 2006. Good Corporate Governance (GCG) dan Corporate Sosial Responsibility
(CSR) Adakah Kaitan di Antara Keduanya? Economics Business Accounting Review,
Edisi III, Jakarta: Prentice Hall.
M. Nazir. 2003. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

212

Mulyadi. 2001. Akuntansi Manajemen: Konsep, Manfaat dan Rekayasa. Edisi Ketiga, Cetakan
Ketiga. Jakarta: Salemba Empat.
Munawir. 2002. Analisis Laporan Keuangan. Yogyakarta: Liberty.

Ni Wayan Yuniasih dan Made Gede Wirakusuma. 2005. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap
Nilai Perusahaan Dengan Pengungkapan CSR dan GCG sebagai Variabel Permodasi.
Jurnal
Rahendrawan. 2006. CSR: A Merecharity Cost for Company, Economics Business Accounting
Review. Edisi Ketiga.
Riyanto, Bambang. 2001. Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan. Edisi Keempat, Cetakan
Ketujuh. Yogyakarta: BPFE
Sawir, Agnes. 2004. Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan.
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Sembiring, Edy Rismanda. 2005. Karakteristik Perusahaan dan Pengungkapan Tanggung
Jawab Sosial. Simposium Nasional Akuntansi VIII.
Sueb, Memed. 2001. Pengaruh Biaya Sosial terhadap Kinerja Sosial dan Keuangan Perusahaan
Terbuka di Indonesia. Seminar Akuntansi Nasional IV.
Sugiyono. 2004. Metode Penelitian Bisnis. Cetakan keenam, Bandung : CV Alfabeta
Wermasubun, Savio. 2008. Peran Bank Dunia dalam Komersialisasi dan Privatisasi
Layanan. Salatiga: Widya Sari Press.
Yusuf Wibisono. 2007. Membedah Konsep dan Aplikasi CSR. Fasco Publishing, Gresik.
Referensi dari Internet:
http://antaranews.com
http://www.antam.com
http://www.csrforum.org/csr/ csrwebassist.nsf/content/f1c2b3a4a5.html.
http://elearning.gunadarma.ac.id).
http://webcache.googleusercontent.com
http://www.iso.org
http://www.idx.co.id
http://sahamok.com/2011/emiten-pertambangan/

213

Tabel 3.1
Kuantifikasi Implementasi Corporate Social Responsibility Perusahaan
1 = diterapkan
0 = tidak diterapkan

Perusahaan :

1
2
3

4
5
6
7
8
9

Lingkungan
Pengendalian polusi kegiatan operasi, pengeluaran riset
dan pengembangan untuk mengurangi polusi.
Operasi perusahaan tidak mengakibatkan polusi atau
memenuhi ketentuan hukum dan peraturan polusi.
Pernyataan yang menunjukkan bahwa polusi operasi
telah atau akan dikurangi.
Pencegahan atau perbaikan kerusakan lingkungan akibat
pengelolaan sumber alam, misalnya reklamasi daratan
atau reboisasi.
Konservasi sumber alam, misalnya mendaur ulang kaca,
besi, minyak, air dan kertas.
Penggunaan material daur ulang
Menerima penghargaan berkaitan dengan program
lingkungan yang dibuat perusahaan.
Merancang fasilitas yang harmonis dengan lingkungan.
Kontribusi dalam seni yang bertujuan untuk
memperindah lingkungan.

10 Kontribusi dalam pemugaran bangunan sejarah.


11 Pengelolaan limbah.
12 Riset mengenai pengelolaan limbah.
Mempelajari dampak lingkungan untuk memonitor
13 dampak lingkungan perusahaan.
14 Perlindungan lingkungan hidup.

Energi
Menggunakan energi secara lebih efisien dalam kegiatan
operasi.

Memanfaatkan barang bekas untuk memproduksi energi.

Penghematan energi sebagai hasil produk daur ulang.

Tahun
2011

214

4
5

Membahas upaya perusahaan dalam mengurangi


konsumsi energi.

Peningkatan efisiensi energi dan produk.


Riset yang mengarah pada peningkatan efisiensi energi
dari produk.

Mengungkapkan kebijakan energi perusahaan.

Kesehatan dan Keselamatan Kerja


Mengurangi polusi, iritasi, atau resiko dalam lingkungan
kerja.
Mempromosikan keselamatan tenaga kerja dan
kesehatan fisik atau mental.

2
3
4
5
6

Mengungkapkan statistik kecelakaan kerja.


Mentaati peraturan standar kesehatan dengan
keselamatan kerja.
Menerima penghargaan berkaitan dengan keselamatan
kerja.

Menetapkan suatu komite keselamatan kerja.


Melaksanakan riset untuk meningkatkan keselamatan
kerja.

Mengungkapkan pelayanan kesehatan tenaga kerja.

1
2
3
4
5
6
7

8
9

Lain-lain Tentang Tenaga Kerja


Perekrutan atau memanfaatkan tenaga kerja wanita /
orang cacat.
Mengungkapkan persentase/jumlah tenaga kerja wanita /
orang cacat dalam tingkat managerial.
Mengungkapkan tujuan penggunaan tenaga kerja wanita
/ orang cacat dalam pekerjaan.
Program untuk kemajuan tenaga kerja wanita/orang
cacat.
Pelatihan tenaga kerja melalui program tertentu di
tempat kerja.
Memberikan bantuan keuangan pada tenaga kerja dalam
bidang pendidikan.
Mendirikan suatu pusat pelatihan tenaga kerja.
Mengungkapkan bantuan atau bimbingan untuk tenaga
kerja yang dalam proses mengundurkan diri atau yang
telah membuat kesalahan.
Mengungkapkan perencanaan kepemilikan rumah
karyawan.

215

10 Mengungkapkan fasilitas untuk aktivitas rekreasi.


11 Pengungkapan persentase gaji untuk pensiun.
Mengungkapkan kebijakan penggajian dalam
12 perusahaan.
13 Mengungkapkan jumlah tenaga kerja dalam perusahaan.
14 Mengungkapkan tingkatan manajerial yang ada.
Mengungkapkan disposisi staff dimana staff
15 ditempatkan.
Mengungkapkan jumlah staff, masa kerja dan kelompok
16 usia mereka.
Mengungkapkan statistik tenaga kerja, misalnya
17 penjualan per tenaga kerja.
18 Mengungkapkan kualifikasi tenaga kerja yang direkrut.
Mengungkapkan rencana kepemilikan saham oleh tenaga
19 kerja.
20 Mengungkapkan rencana pembagian keuntungan lain.
Mengungkapkan informasi hubungan manajemen
dengan tenaga kerja dalam meningkatkan keputusan dan
21 motivasi kerja.
Mengungkapkan informasi stabilitas pekerjaan tenaga
22 kerja dan masa depan perusahaan.
23 Membuat laporan tenaga kerja yang terpisah.
24 Melaporkan hubungan perusahaan dengan serikat buruh.
25 Melaporkan gangguan dan aksi tenaga kerja.
Mengungkapkan informasi bagaimana aksi tenaga kerja
26 dinegosiasikan.
27 Peningkatan kondisi kerja secara umum.
Informasi reorganisasi perusahaan yang mempengaruhi
28 tenaga kerja.
29 Informasi dan statistik perputaran tenaga kerja.

1
2
3

Produk
Pengungkafan informasi pengembangan produk
perusahaan, termasuk pengemasan.
Gambaran pengeluaran riset dan pengembangan produk.
Pengungkapan informasi proyek riset perusahaan untuk
memperbaiki produk.

216

Pengungkapan bahwa produk memenuhi standar


keselamatan.

Membuat produk lebih aman untuk konsumen.


Melaksanakan riset atas tingkat keselamatan produk
6 perusahaan.
Pengungkapan peningkatan kebersihan/kesehatan dalam
7 pengolahan dan penyiapan produk.
Pengungkapan informasi atas keselamatan produk
8 perusahaan.
Pengungkapan informasi mutu produk yang dicerminkan
9 dalam penerimaan penghargaan.
Informasi yang dapat diverifikasi bahwa mutu produk
10 telah meningkat (misalnya, ISO 9000).

Keterlibatan Masyarakat
Sumbangan tunai, produk, pelayanan untuk mendukung
aktivitas masyarakat, pendidikan, dan seni.
Tenaga kerja paruh waktu (part-time employment) dari
mahasiswa/pelajar.

Sebagai sponsor untuk proyek kesehatan masyarakat.

4
5

Membantu riset media.


Sebagai sponsor untuk konferensi pendidikan, seminar
atau pameran seni.

Membiayai program beasiswa.

Membuka fasilitas perusahaan untuk masyarakat.

Mensponsori kampanye nasional.

Mendukung pengembangan industri lokal.

1
2

Umum
Pengungkapan tujuan. Kebijakan perusahaan secara
umum berkaitan dengan tanggung jawab sosial
perusahaan kepada masyarakat.
Informasi hubungan dengan tanggung jawab sosial
perusahaan selain yang disebut di atas.
Total Skor
Sumber: Edy Rismanda Sembiring (2005)