Anda di halaman 1dari 11

Obesitas pada kehamilan

Pendahuluan
Obesitas selalu berdampak buruk pada setiap orang yang mengalaminya. Begitu pun pada
ibu hamil yang mengalami obesitas baik sebelum, maupun saat kehamilan. Berdasarkan
penelitian yang dilakukan American College of Obstetrics and Gynecology, obesitas selama
kehamilan dapat membahayakan untuk sang ibu dan bayi.
Ibu hamil yang obesitas akan mudah terkena komplikasi, termasuk diabetes selama
kehamilan, dan pre eclampsia atau toxemia (gangguan yang muncul saat kehamilan, dan
biasanya saat usia kehamilan mencapai 20 minggu). Kelebihan berat badan pada ibu hamil
akan mengakibatkan bayi lahir prematur, sulitnya proses melahirkan karena pertumbuhan
atau berat badan bayi lebih besar daripada seharusnya, kesulitan bernapas, dan kerusakan
pada otak.
Para ahli menyebutkan, obesitas selama kehamilan juga dapat menyebabkan efek negatif
pada sang bayi saat ia dewasa nanti. Banyak dari anak-anak ini nantinya akan mengalami
obesitas, baik selama masa kecilnya ataupun saat ia dewasa. Oleh karena itu disarankan para
ibu hamil untuk menjaga berat badan mereka selama kehamilan.
Normalnya, kenaikan berat badan ibu hamil antara 12,5 kilogram sampai 17,5 kilogram.
Dan bagi Anda yang mengalami berat badan berlebih disarankan untuk menurunkan berat
badan, namun diiringi pemantauan dokter. Untuk menurunkan berat badan selama kehamilan
ini Anda tidak diharuskan untuk melakukan diet keras, namun diet aman dengan pemantauan
dokter kandungan Anda dan olahraga ringan yang aman untuk ibu hamil.
Definisi Obesitas
Obesitas diartikan sebagai peningkatan berat badan diatas 20% dari batas
normal ( brownel, 1984 ). Pasien dengan obesitas mempunyai status nutrisi yang melebihi
kebutuhan metabolisme karena kelebihan masukan kalori dan atau penurunan penggunaan
kalori (energi). Artinya, masukan kalori tidak seimbang dengan penggunaannya yang pada
akhirnya berangsur-angsur berakumulasi meningkatkan berat badan. Selain kelebihan berat

badan nilai TSF pada pasien dengan obesitas lebih dari 15 mm untuk laki-laki dan lebih dari
25 mm untuk wanita. (Nurachmah, 2001)
Kelebihan energi pada penderita obesitas disimpan dalam bentuk lemak. Pada
keadaan normal, jaringan lemak ini ditimbun di tempat-tempat tertentu diantaranya dalam
jaringan sub cutan dan didalam jaringan tirai usus. Pada orang yang menderita obesitas oganorgan tubuhnya di paksa untuk bekerja lebih berat karena harus, membawa kelebihan berat
badan oleh sebab itu pada umumnya lebh cepat gerah, capek, dan mempunyai kecenderungan
untuk membuat kekeliruan dalam bekerja. (Noto atmodjo, 2007)
Ada beberapa metode yang biasa digunakan untuk menetapkan berat badan yang di
inginkan individu dan untuk mendefinisikan obesitas secara klinis. Inedeks masa tubuh (IMT)
merupakan prediksi derajat lemak tubuh fdan pengukurannya di rekomendasikan federal
untuk mengklasifikasikan kelebihan berat badan dan obesitas. IMT di hitung dengan
membagi berat badan dalam kilogram dengan kuadrat tinggi badannya dalam centimeter.

Klasifikasi IMT yang dapat digunakan untuk membantu dalam perhitungan IMT untuk
menentukan apakah berat badan individu sesuai dengan tinggi badannya.
Tabel 2.1.b Klasifikasi IMT
Kriteria
Berat Badan Kurang

IMT
< 18,5 kg/m2

Berat Badan Normal

18,5-24,9 kg/m2

Berat Badan Berlebih

25-29,9 kg/m2

Obesitas ( Kelas I )

30-34,9 kg/m2

Obesitas ( Kelas II)

35-39,9 kg/m2

Obesitas Ekstrim (Kelas III)

40 kg/m2

Banyak Fokus tentang konsep perhitungan kalori telah dimuat media dan diantara
populasi umum. Pada umumnya asupan kalori sebaiknya sama dengan keluaran kalori.
Tabel 2.1c Petunjuk Umum Asupan Kalori Bagi Wanita Aktifitas Sedang

11-18 thn

: 2200 kal/hari

19-24 thn

: 2100 kal/hari

25-50 thn

: 2300 kal/hari

51 thn/ lebih

: 1900 kal/hari

Wanita hamil ( TM II / TM III ) : Tambah 300 kal/hari


Ibu yang menyusui
: di tambah 500 kal/hari
Ukuran kerangka tubuh dan jumlah aktifitas fisik harian adalah dua faktor dari banyak faktor
yang mempengaruhi kebutuhan kalori
Tabel 2.1d Faktor Yang Mempengaruhi Asupan Kalori Yang Diperlukan
Ukuran Tubuh
Usia
Tinggi Badan
Berat Badan
Tingkat Aktifitas / Base Metabolic Rate ( BMR )
Status Kehamilan
Status Meyusui

Bahaya Obesitas saat Kehamilan


Kegemukan ternyata juga menjadi ancaman yang cukup serius bagi ibu hamil. Tidak hanya
pada masa kehamilan, ibu yang memiliki kelebihan berat badan, kemungkinan akan
mengalami masalah ketika persalinan dan pasca persalinan. Kebanyakan ibu hamil
mengalami obesitas karena kelebihan makan. Mitos yang mengatakan bahwa ibu hamil
makan untuk dua orang menjadikan para ibu hamil makan dengan porsi berlebih. Akhirnya,
terjadilah penumpukan kalori dan sisa asupan energi yang berujung pada diabetes. Mitos

tersebut keliru, sebenarnya kebutuhan makan ibu hamil hanya naik rata-rata 10-15 persen.
Saat ini, kasus diabetes pada masa kehamilan (gestational diabetic) semakin meningkat.
Penyebab utamanya adalah obesitas. Akibat peningkatan risiko tersebut, setiap ibu hamil
diwajibkan melakukan screening kadar gula darah terutama saat usia kehamilan menginjak
minggu ke 24-28. Ibu hamil disarankan untuk mengatur berat badan agar tetap berada pada
kondisi ideal. Peningkatan berat badan di trimester pertama memang relatif sedikit, tidak naik
atau bahkan berkurang karena muntah-muntah. Peningkatan berat badan yang cukup pesat
terjadi di trimester 2 dan 3, pada periode inilah perlu dilakukan pemantaun ekstra terhadap
berat

badan.

Seusai persalinan, ragam komplikasi masih menunggu. Infeksi seusai bersalin akibat
banyaknya pembuluh darah si ibu hamil yang tersumbat sering terjadi. Selain itu, lemak yang
berlipat-lipat pada lapisan kulit merupakan media yang kondusif untuk tumbuhnya kuman
sehingga infeksi pun sangat mungkin terjadi. Risiko lainnya, plasenta yang berfungsi
menyuplai oksigen menyempit karena lemak. Padahal, terhambatnya suplai oksigen dapat
merusak sel-sel otak janin. Sehingga kecerdasan si kecil pun bisa jadi berkurang.
Kemungkinan buruk lain, janin bisa mengalami gangguan paru-paru maupun terlahir
obesitas.
1.Obesitas pada ibu hamil di pengaruhi beberapa faktor, antara lain :
a.

Genetik
Hal ini didasarkan alasan yaitu pada saat ibu sedang hamil maka unsur sel
lemak yang ada didalam tubuh ibu yang berjumlah besar dan melebih normal
secara otomatis akan diturunkan pada sang bayi dalam kandungan. Hal ini
mengakibatkan bayi lahir dengan unsur lemak yang yang besar pula didalam

b.

tubuhnya.
Disfungsi salah satu bagian otak
Sistem pengontrol suatu makan di dalam tubuh manusia terletak pada
hipocampus yaitu hipocampus lateralis (menggerakkan nafsu makan) dan
ventromedial (menghentikan nafsu makan). Apabila terjadi kerusakan pada

c.

salah satu sistem ini maka seseorang akan menderita kegemukan.


Pola makan yang berlebihan
Orang obesitas biasanya lebih responsif terhadap makanan dari pada orang

normal. Hal ini baik terhadap rangsangan penglihatan terhadap makanan,


rangsang bau makanan, ataupun mendengar makanan. Orang obesitas akan
makan sesuatu jika ia merasa ingin makan, bukan karena kebutuhan akibat
lapar. Itulah sebabnya mengapa orang yang pola makannya berlebihan
d.

menyebabkan ia lebih mudah gemuk.


Kurang gerak atau olahraga
Pada dasarnya tingkat pengeluaran kalori tubuh dipengaruhi oleh 2 faktor
yaitu tingkat dan aktifitas olahraga secara umum dan angka metabolisme
basal atau tingkat energi yang dipertahankan untuk memelihara fungsi
minimal tubuh. Orang dengan olahraga yang teratur maka pengeluaran kalori
tubuhnya juga teratur, sehingga tanpa adanya kelebihan kalori yang apabila

e.

disimpan dalam dalam tubuh dapat berakibat pada kegemukan.


Emosi
Kestabilan hormon setiap orang itu berbeda-beda dan dipengaruhi oleh kadar
mood seseorang. Begitu juga dengan cara orang yang berbeda dalam
mengatasi konflik. Ada sebagian orang makan sebanyak-banyaknya ketika ia
sedang kesal atau sedih atau juga sebaliknya. Apabila orang dengan mood
yang tidak menentu tersebut dan mereka menggunakan makanan untuk
mengurangi apa yang ia rasakan, maka di dalam tubuh tidak mungkin bisa
dihindari jika akan terjadi kelebihan kalori dari yang biasanya. Inilah yang

f.

akhirnya jika barlangsung lama akan menyebabkan kegemukan.


Faktor lingkungan
Apabila seseorang itu hidup di dalam kebudayaan yang menyatakan bahwa
seseorang yang gemuk itu makmur dan sejahtera, maka seseorang tidak akan
peduli dengan apa yang menyebabkan kegemukan. Lebih lagi jika tidak ada
permasalahan psikologi yang menyertai.

2. Dampak obesitas pada ibu hamil :


a. Meningkatkan angka kematian
b. Bayi yang dilahirkan terganggu pertumbuhannya
c. Kesuburan menurun
d. Tekanan darah tinggi
e. Deabetes

f. Membutuhkan operasi caesar


g. Ibu mengalami pereklamsia
3. Bahaya obesitas saat kehamilan
Kegemukan ternyata juga menjadi ancaman yang cukup serius bagi ibu hamil karena
kemungkinan akan mengalami masalah ketika persalinan dan pasca persalinan kebanyakan
ibu hamil mengalami obesitas karena kelebihan makan. Banyak orang yang percaya bahwa
ibu hamil makan untuk dua orang menjadikan para ibu hamil makan untuk dua orang
menjadikan para ibu hamil makan dengan porsi berlebihan. Akhirnya, terjadilah penumpukan
kalori dan sisa asupan energi yang berujung pada diabetes. Mitos tersebut keliru, sebenarnya
kebutuhan makan ibu hamil hanya naik rata-rata 10-15 persen.
Saat ini, kasus diabetes pada masa kehamilan (gestational diabetic) semakin meningkat.
Penyebab utamanya adalah obesitas. Akibat peningkatan resiko tersebut, setiap ibu hamil
diwajibkan melakukan screening kadar gula darah terutama saat usia kehamilan menginjak
minggu ke 24-28. Oleh karena itu, ibu hamil disarankan untuk mengatur berat badan agar
tetap berada pada kondisi ideal. Peningkatan berat badan di trimester pertama memang relatif
sedikit, tidak naik bahkan tidak berkurang karena muntah-muntah. Peningkatan berat badan
yang cukup pesat terjadi di trimester 2 dan 3, pada periode inilah perlu dilakukan pemantauan
ekstra terhadap berat badan. Obesitas juga sangat membahayakan persalinan karena
banyaknya pembuluh darah ibu yang tersumbat oleh lemak dan kolesterol. Selain itu, lemak
yang berlipat-lipat pada lapisan kulit merupakan media yang kondusif untuk tubuhnya kuman
sehingga infeksi pun sangat mungkin terjadi. Resiko lainnya, plesenta yang menyuplai
oksigen menyempit karena lemak. Padahal, terhambatnya suplai oksigen dapat merusak selsel otak janin. Sehingga kecerdasan si kecilpun bisa menjadi berkurang. Kemungkinan buruk
lain adalah janin bisa mengalami gangguan paru-paru maupun terlahir obesitas.
4. Beberapa cara mencegah obesitas saat kehamilan, antara lain :
Langkah pertama yang perlu dilakukan jika ibu baru menginjak trimester 1 yaitu pemeriksaan
gula darah, tekanan darah, dan pengukuran berat badan. Pemeriksaan ini diulang lagi di akhir
trimester 3 untuk mengetahui apakah sang ibu beresiko terkena diabetes dan hipertensi.
Selanjutnya, dilakukan pemantauan terhadap perkembangan janin.
Langkah yang lain yaitu dengan membatasi kalori. Namun hal ini masih menjadi kontroversi.
Hal ini dikarenakan pengurangan kalori ditakutkan akan mengganggu perkembangan janin.
Namun pada initnya, komposisi makanan harus seimbang. Selain mengatur pola makan,

dianjurkan untuk melakukan aktifitas fisik. Jalan pagi sangat baik untuk menjaga kondisi ibu
tetap sehat. Bila asupan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi tidak mencukupi, sebaiknya
mengkonsumsi suplemen makanan. Jenis nutrisi yang dibutuhkan antaranya: karbohidrat,
protein/ asam amino; vitamin dan mineral; serta enzim yang diperlukan untuk
memaksimalkan proses penyerapan nutrisi oleh tubuh maka asupan nutrisi ibu saat hamil
dapat terpenuhi. Bila saat kehamilan mengalami obesitas, perlu dilakukan penanganan
khusus. Sang ibupun harus bersikap tenang karena sikap tenang sangat bermanfaat bagi
perkembangan janin. Pilihlah klinik atau rumah sakit dengan fasilitas lengkap. Hal ini sebagai
antisipasi jika ibu membutuhkan tindakan medis yang kompleks.
5. Diit ibu hamil dengan obesitas
Adapun faktor-faktor yang mengharuskan seorang ibu hamil untuk melakukan diet, salah
satunya adalah kelebihan berat badan badan. Mengalami kenaikan berat badan yang terlalu
drastis pada saat kehamilan dapat mempengaruhi kesehatan ibu dan bayi tentunya. Oleh
karena itu, untuk para ibu hamil yang diharuskan diet, hendaknya mengikuti diet makan sehat
khusus untuk ibu hamil. Saat hamil, tubuh membutuhkan lebih banyak konsumsi protein,
kalori (untuk energi) sebanyak 300 kalori perhari, vitamin dan mineral seperti asam folat dan
zat besi untuk perkembangan bayi. Beberapa prinsip makan yang baik selama kehamilan
dengan melakukan cara dan diet makan yang sehat, diantaranya :
a. Selalu sarapan
Ibu hamil disarankan untuk mengkonsumsi makanan yang kaya nutrisi saat sarapan.
Menghindari sarapan akan menimbulkan keinginan makan lebih banyak pada waktu makan
berikutnya tiba. Selain itu, melewatkan sarapan juga menyebabkan keluhan berupa kepala
pening, mual, dan lain-lain.
b. Susun daftar makanan
Ini dilakukan dengan tujuan agar tidak mengonsumsi makanansecara berlebihan dan
mengatur asupan kalori harian.
c. Pilih makanan berserat serta rendah kandungan lemak dan gula
Pada ibu hamil konsumsi gula berlebihan cenderung menimbulkan perasaan mudah lapar.
Sediakan berbagai buah atau sayuran untuk dijadikan sebagai makan selingan . konsumsi
ikan, unggas, daging tanpa lemak, keju, susu krim, brokoli, wortel, dan labu.

d. Usahakan untuk mengolah makanan


Hal ini bisa dilakukan dengan cara dibakar, dipanggang, atau dikukus.
e. Jadikan buah sebagai camilan
Ini sangat bermanfaat karena buah kaya akan vitamin yang sangat bermanfaat bagi
perkembangan janin dan juga ibu sendiri.
f. Perbanyak minum air putih, minimal 8 gelas per hari
Pada waktu hamil seringkali dehidrasi disalah artikan dan dianggap sebagai rasa lapar.
Akibatnya terjadi kelebihan kalori dari yang biasanya. Perlu diingat apabila sudah memenuhi
kebutuhan gizi seperti biasanya tetapi masih merasa lapar berarti yang dibutuhkan adalah
minum yang sebanyak-banyaknya.
g. Jangan percaya mitos orang hamil perlu makanan 2 kali lipat dari biasanya
Masih banyak yang menganggap bahwa seseorang yang sedang hamil harus banyak makan.
Sebenarnya, pandangan itu tidak benar. Jangan ragu untuk mengatakan tidak, saat diminta
untuk menghabiskan makanan dalam jumlah yang banyak. Katakan secara halus bahwa anda
sudah kenyang.
h. Makanlah makanan dengan nutrisi tertinggi dengan kandungan kalori terendah yaitu
kalori dikurangi sebanyak 500-1000 dibawah kebutuhan normal.
i. Kurangi asupan hidrat arang
j. Konsumsi makanan yang cukup mineral dan vitamin, serta tinggi serat sehingga
membuat kenyang.
6. Prinsip diit pada ibu hamil dengan obesitas
a. Tujuan diit pada ibu hamil dengan obesitas
Memberikan makanan rendah kalori guna mencapai berat badan normal
Mempertahankan tumbuh kembang bayi yang normal
Mempertahankan kesehatan ibu hamil
Menghindari terjadinya komplikasi kehamilan

b. Syarat diit pada ibu hamil dengan obesitas


Kalori dikurangi sebanyak 500-700 dibawah kebutuhan normal. Pengurangan konsumsi
karbohidrat dan lemak
Protein tinggi untuk pertumbuhan bayi dan pembentukan sel darah merah
Tinggi vitamin dan mineral
Tinggi serat untuk memberi rasa kenyang
c. Pedoman untuk mengurangi lemak
Sayuran-sayuran

Kurangi konsumsi sayuran dengan bumbu kacang yang digoreng, ganti dengan

bumbu kacanga yang disangrai


Batasi konsumsi sayuran dengan bumbu kelapa yang berlebihan (seperti, urapan), atau

santan kental
Batasi konsumsi sayuran dengan dressing keju yang berlebihan, contohnya salad
Komsumsi sayuran dengan cara direbus, dikukus, didalam bentuk segar

Buah-buahan
Konsumsi buah-buahan dalam bentuk segar
Kurangi konsumsi buah-buahan yang berlemak
Nasi, sereal dan roti
Kalau bisa konsumsi nasi beras tumbuk/ nasi agar dan roti yang mengandung

bekatul/ havermouth
Batasi serela dan krackers yang berminyak/ mengandung lemak lebih dari 2 potong/hr
Batasi kebiasaan sarapan dengan roti mentega dan susu full cream

Susu
Gunakan susu skim, susu kedelai atau yogurth yang rendah lemak
Pilih keju rendah lemak, misalnya Cottage Cheese
Pilih es krim yang tidak mengandung susu, misalnya es krim yang terbuat dari sari

buah
Pilih makanan pencuci mulut yang terbuat dari makanan berserat seperti agar-agar
dengan saus dari susu krim

Protein

Pilih daging tidak berlemak dan berwarna cerah seperti daging ayam kampung (tanpa

kulit), ikan, dll


Hindari konsumsi jerohan, daging berlemak, otak, kepala dan brutu ayam
Tingkatkan konsumsi protein nabati sebagai pengganti, seperti tahu, tempe, kacang

hijau, dll
Batasi konsumsi lauk yang digoreng, diolah dengan santan kental
Masak dengan cara merebu, memanggang, menumis, memepes

Lemak
Kurangi konsumsi minyak goreng sampai 1 sendok makan per hari (10 gr)

Pencegahan dan Pencegahan Obesitas saat Kehamilan


Hal pertama yang dilakukan dokter adalah melakukan serangkaian tes di trimester awal. Perlu
dilakukan pemeriksaan gula darah, tekanan darah, dan pengukuran berat badan. Pemeriksaan
ini diulang lagi di akhir trimester 3 untuk mengetahui apakah sang ibu berisiko terkena
diabetes dan hipertensi. Selanjutnya, dilakukan pemantauan terhadap perkembangan janin
dari bulan ke bulan. Pencegahan lainnya adalah dengan cara membatasi kalori. Cara ini
memang sering jadi kontraversi karena, di sisi lain, janin membutuhkan nutrisi lebih.
Pengurangan kalori ditakutkan akan mengganggu perkembangan janin. Yang terpenting,
komposisi makanan harus seimbang. Selain mengatur pola makan, dianjurkan untuk
melakukan aktivitas fisik. Jalan pagi sangat baik untuk menjaga konsisi ibu tetap sehat.
Bila asupan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi tidak mencukupi, sebaiknya mengonsumsi
food suplement. HD Clover Honey, sebagai madu terbaik yang tidak melalui proses
pemanasan ataupun penyaringan sehingga kandungan enzim dan nutrisinya tetap utuh.
Dilengkapi dengan konsumsi HD Polenergy 520 yang mengandung lebih dari 200 jenis
nutrisi diantaranya: karbohidrat, protein/asam amino; vitamin dan mineral; serta enzim yang
diperlukan untuk memaksimalkan proses penyerapan nutrisi oleh tubuh maka asupan nutrisi
ibu

saat

hamil

dapat

terpenuhi.

Bila saat kehamilan mengalami obesitas, perlu dilakukan penanganan khusus. Sang ibu pun
harus bersikap tenang karena sikap tenang sangat bermanfaat bagi perkembangan janin.

Pilihlah klinik atau rumah sakit dengan fasilitas lengkap. Ini sebagai antisipasi jika ibu
membutuhkan tindakan medis yang lebih kompleks.

RINGKASAN
Sangat penting bahwa perempuan diinformasikan sebelum kehamilan tentang perlunya untuk
menjadi sesehat mungkin sebelum hamil, yang mencakup memiliki BMI normal, makan
seimbang diet, dan berpartisipasi dalam olahraga teratur. Hal ini juga penting bahwa
pemerintah provinsi mengakui dampak pada populasi masa depan dan biaya perawatan
kesehatan kehamilan rumit oleh obesitas. Sebuah informasi nasional jangka panjang
Kampanye diperlukan untuk kepentingan perempuan dalam memiliki kehamilan sesehat
mungkin dengan memberi mereka informasi yang mereka butuhkan untuk menjadi sehat dan
memiliki BMI normal sebelum mereka mempertimbangkan kehamilan. Hanya strategi
nasional dapat mengubah puas tentang pra-kehamilan berat badan dan menginformasikan
wanita tentang peningkatan yang signifikan dalam risiko untuk diri mereka sendiri dan anakanak mereka.

DAFTAR PUSTAKA
1. Nurachmah, Elly. 2001. Nutrisi Dalam Keperawatan. Jakarta: KDT.
2. Notoatmodjo, Soekidjo. 2007. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta: PT.
Rineka Cipta.
3. Purwitasari, Devi. 2009. Buku Ajar Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta:
4.
5.
6.
7.

Nuha Medika.
Rayburn, William F. 2001. Obstetri dan Ginekologi. Jakarta: KDT
Varney, Helen. 2007. Buku Ajar Asuhan Kebidanan Ed.4, vol.1. Jakarta: EGC.
Http.Balipost.html. Diakses Pada Tanggal 20 Mei 2011
Http.hdindonesia.com. Diakses Pada Tanggal 20 Mei 2011