Anda di halaman 1dari 5

internal auditor

A.

Pendahuluan
Audit internal adalah suatua ktivitas assurance dan konsultasi yang independen dan
objektif yang di desain untuk menambah nilai dan meningkatkan operasional perusahaan.
Audit internal membantu perusahaan mencapai tujuannya dengan pendekatan yang sistematis
dan ketat agar dapat melakukan evaluasi dan peningkatan efektivitas terhadap manajemen
resiko, pengendalian, dan tatakelola.

B.

Peran auditor internal


Menambah nilai suatu organisasi melalui peningkatan efektivitas operasional sekaligus
menjalankan tanggung jawab yang biasa dilakukan, meliputi :

1) Menelaah reliabilitas dan integritas informasi


2) Memastikan kepatuhan atas kebijakan dan regulasi
3) Menjaga asset
C.

Lembaga auditor internal


Pedoman professional bagi auditor internal dibuat oleh institute of internal auditor (IIA)
yang menetapkan standard etika dan praktik, memberikan pendidikan, dan mendorong
profesionalisme bagian aggotanya di seluruh dunia.

D.

Prinsip dan kode etik lembaga auditor internal

Prinsip etik
1)

Integritas, menghasilkan kepercayaan dan menjadi dasar andal untuk melakukan penilaian.

2)

Objektivitas, memberikan objektivitas tertinggi dalam mengumpulkan, mengevaluasi, dan


mengkomunikasikan informasi mengenai aktivitas yang diperiksa.

3)

Kerahasiaan, auditor internal menghargai nilai dan kepemilikan informasi yang mereka
terima dan tidak mengungkapkan informasi tanpa otorisasi yang memadai kecuali di
wajibkan hokum yang berlaku.

Aturan pelaksanaan
1)

Integritas
Auditor internal harus melaksanakan pekerjaan dengan jujur, berhati-berhati, dan penuh
tanggung jawab.

Auditor internal harus mengikuti hukum dan membuat pengungkapan yang disyaratkan oleh
hukum profesi.

2)

Objektivitas

Auditor internal tidak boleh terlibat dalam aktivitas atau hubungan yang mengurangi
peniliaian yang tidak biasa.

Auditor tidak menerima apapun yang dapat mengurangi atau dianggap mengurangi
penilaian professional.

3)

Kerahasiaan
Auditor internal harus berhati hati dalam penggunaan dan perlindungan informasi yang
diperoleh selama penugasannya.

Auditor tidak boleh menggunakan informasi untuk keuntungan pribadi atau lainnya yang
merugikan.

4)

Kompetensi
Auditor internal hanya melakukan jasa yang sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman
yang dimilikinya.

Auditor akan melakukan jasa audit internal sesuai dengan standard internasional praktik
profesi audit internal.

E.
1.

Hubungan internal auditor dengan eksternal auditor


Perbedaan auditor internal dengan auditor eksternal
Auditor internal bertanggung jawab kepada manajemen dan dewan direksi, auditor
eksternal bertanggung jawab kepada pengguna laporan keuangan yang mengandalkan
kredibilitas laporan keuangan pada auditor.

2.

Kesamaan auditor internal dan auditor eksternal

Keduanya harus kompeten sebagai auditor dan tetap objektif dalam menjalankan pekerjaan
dan melaporkan hasil.
Keduanya menjalankan metodologi yang sama dalam menjalankan audit.
Keduanya mempertimbangkan risiko dan materialitas dalam memutuskan perluasan pengujian
dan mengevaluasihasilnya.
Auditor eksternal bergantung pada auditor internal saat menggunakan model risiko
audit untuk menilai risiko pengendalian. Jika auditor internal bekerja secara efektif, maka
auditor eksternal dapat mengurangi risiko pengendalian secara signifikan dan mengurangi
pengujian substantif. Akibatnya tagihan atas pembiayaan audit eksternal akan berkurang
secara substansial bila klien menjalankan fungsi audit internalnya dengan baik. Auditor
internal dianggap bekerja efektif apabila :
v Independen dari unit operasi yang dievaluasinya
v Kompeten dan telah mendapatkan pelatihan memadai
v Melakukan pengujian audit secara relevan atas pengendalian internal dan laporan keuangan

F.
a)

Standar profesi dan kode etik internal auditor


Independensi

Internal auditor harus bebas dan terpisah dari aktivitas yang diperiksanya.
Status organisasi dari internal auditor harus memberikan kebebasan untuk memenuhi tanggung
jawab pemeriksaan yang dibebankan kepadanya.
Internal auditor dalam melaksanakan tugasnya harus obyektif.
b)

Kemampuan profesional

Internal auditor harus mempergunakan keahlian dan ketelitian dalam menjalankan profesinya
Internal auditor harus mematuhi standar pemeriksaan yang berlaku
Internal auditor harus memiliki pengeahuan, kecakapan dan disiplin ilmu yang penting dalam
melaksanakan pemeriksaan.
Internal auditor harus mampu menghadapi orang lain dan mampu berkomunikasi secara
efektif.
Internal auditor harus mengembangkan diri melalui pendidikan informasi, berkelanjutan.
Internal auditor hatus melaksanakan ketelitian profesional dalam setiap tugas yang dilakukan.
c)

Lingkup pekerjaan internal auditor harus meliputi pengujian dan evaluasi terhadap
kecukupan dan efektivitas sistem pengendalian manajemen serta kualitas pelaksanaan
tanggung jawab yang diberikan.

Internal auditor harus menilai keekonomisan dan keefisienan penggunaan sumber daya.
Internal auditor harus memeriksa keandalan informasi keuangan dan operasi serta cara yang
digunakan

untuk

mengidentifikasi,

mengukur,

mengklasifikasikan,

dan

kemudian

melaporkannya.
Internal auditor harus memeriksa sistem yang telah ada apakah sudah sesuai dengan
kebijaksanaan dan UU.
Internal auditor harus memeriksa alat atau cara yang dipergunakan untuk melindungi harta dan
jika perlu lakukan pemeriksaan fisik mengenai keberadaan aktiva.
Internal auditor harus menilai pekerjaan, operasi, program untuk menetukan apakah hasil yang
dicapai telah sesuai dengan tujuan dan sasaran semula.
d)

Kegiatan pelaksanaan pemeriksaan harus meliputi perencanaan pemeriksaan, pengujian


dan evaluasi, pemberitahuan hasil dan tindak lanjut.

Internal auditor harus membuat perencanaan untuk setiappenugasan pemeriksaan yang


dilakukannya.
Internal auditor harus mengumpulkan bukti kebenaran informasi untuk mendukung hasil
pemeriksaan.

Internal auditor harus membuat laporan atas hasil pemeriksaan yang dilakukannya dan
disampaikan ke pengguna yang tepat.
Internal auditor harus memonitor apakah atas temuan dan rekomendasi yang diperoleh telah
dilakukan tindak lanjut yang tepat.
e)

Kode etik internal auditor

Setiap anggota internal auditor harus berlaku jujur, objektif, dan rajin dalam pelaksanaan tugas
dan tanggung jawabnya.
Setiap anggota internal auditorharus loyal pada organisasi dimana dia bekerja atau
memberikan jasanya.
Setiap anggota internal auditor harus menghindari hal yang dapat menimbulkan konflik
kepentingan antara dirinya dan organisasinya maupun pelaksanaan dan tanggung jawabnya.
Setiap anggota internal auditor dilarang menerima sesuatu yang bernilai dari pemberi kerja
atau klien yang akan mempengaruhi pertimbangan profesionalnya.
Setiap anggota internal auditor hanya akan mengambil tugas yang dapat diselesaikan sesuai
dengan kompetensinya.
Setiap anggota internal auditor harus memakai cara yang tepat dan diizinkan oleh standar
profesi.
Setiap anggota internal auditor harus berhati-hati dalam mempergunakan informasi yang
diperolehnya selama menjalankan tugas.
Setiap anggota internal auditor harus mencantumkan semua fakta yang paling penting dalam
laporannnya.
Setiap anggota internal auditor harus terus meningkatkan kemahiran dan kualitas kerjanya.
Setiap anggota internal auditor dalam pelaksanaan profesinya selalu memelihara standar yang
tertinggi mengenai kompetensinya.
G.

Tujuan internal auditor

Menilai ketepatan dan kecukupan pengendalian manajemen


Mengidentifikasi dan mengukur resiko
Menentukan tingkat ketaatan terhadap rencana, prosedur, dan UU yang berlaku
Memastikan pertanggungjawaban dan perlindungan terhadap aktiva
Menetukan tingkat keandalan informasi
Menilai apakah penggunaan sumber daya sudah ekonomis dan efisien
Mencegah dan mendeteksi kecurangan
Memberikan jasa konsultasi

http://demonkamikazetuit.blogspot.com/2012/04/blog-post.html