Anda di halaman 1dari 6

MUKOSA ORAL

1. Definisi
Membrana mukosa adalah pelapis yang basah dari traktus gastrointestinal, faring, saluran
nasal dan rongga tubuh lainnya yang berkomunikasi dengan eksterior. Di rongga mulut
lapisan tersebut disebut membrana mukosa oral atau mukosa oral. Secara struktur mukosa
oral dalam beberapa hal menyerupai kulit, sedangkan sangat serupa dengan membrana
mukosa esofagus, servik, dan vagina, tetapi sangat jauh berbeda dengan mukosa
gastrointestinal
Rongga mulut dilapisi oleh suatu membrana mukosa yang terdiri dari:
1. Mukosa yang dapat dibagi lagi menjadi epitelium dan lamina propria
2. Submukosa, yang tidak selalu ada di berbagai regio rongga mulut
2. Fungsi Mukosa Oral
Mukosa oral mempunyai bermacam fungsi, yang utama dan penting adalah memproteksi
jaringan yang lebih dalam dan kelenjar yang ada di rongga mulut. Fungsi lain mencakup
persepsi sensori, sintesis dan sekresi yang berasal dari kelenjar yang berlokasi di mukosa
dan peran estetik yang diwakili oleh pertemuan mukokutaneous.
1. Proteksi; penghambat (barier) terhadap trauma mekanik dan mikroba
Sebagai suatu lapisan permukaan, mukosa oral memisahkan dan memproteksi
jaringan yang lebih dalam di regio oral dari lingkungan rongga mulut. Aktivitas
normal dari menangkap, menggigit, mengunyah makanan menghadapkan jaringan
lunak mulut ke kekuatan mekanik (kompresi, meregang, memotong) dan abrasi
permukaan (dari partikel keras dalam diet). Di rongga mulut dalam keadaan normal
terdapat populasi mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi bila
mikroorganisme tersebut mempunyai akses ke jaringan. Banyak diantaranya ada yang
menimbulkan efeks toksis ke jaringan.
2. Sensasi: temperatur (panas dan dingin), sentuhan, nyeri, rasa, dahaga
Fungsi sensori mukosa oral penting karena memberikan informasi kejadian di rongga
mulut, sedangkan bibir dan lidah perespsi stimulai dari luar mulut. Di mulut, faring
dan epiglotis terdapat reseptor yang bereaksi terhadap suhu, sentuhan, dan nyeri; ada
pula taste bud untuk sensasi rasa baik manis, asam, pahit dlsb.
3. Sekresi: sekresi saliva
Sekresi utama berkaitan dengan mukosa oral adalah saliva yang diproduksi oleh
kelenjar saliva yang berkontribusi untuk mempertahankan kelambaban permukaan.
Kelenjar saliva utama, terletak jauh dari mukosa namun sekresinya melewaati mukosa
melalui duktus-duktusnya, sedangkan kelenjar saliva minor langsung berhubungan
dengan mukosa oral.
4. Regulasi panas (tidak pada manusia)
5. Estetika
Warna tekstur dan tampilan kulit memegang peran penting sebagai petanda
karakteristik perorangan seperti usia, kesehatan, etnik dlsb. Mukosa oral dalam
keadaan normal tidak kelihatan, terkecuali di regio dimana terajdi pertemuan dengan
kulit, yaitu tepi vermilion bibir yang memberikan komponen estetik terutama pada
wanita.

3. Organisasi Mukosa Oral


Rongga mulut terdiri dua bagian yaitu bagian luar dari vestibula, dikelilingi oleh bibir dan
pipi, dan rongga mulut itu sendiri yang dipisah dari vestibula dengan tualng alveolar
dengan gigi geliginya dan gingiva. Zona superior rongga mulut dibatasi oleh palatum
keras dan lunak, dan batas inferiornya oleh dasar mulut, basis lidah. Bagian posterior oleh
pilar fausia dan tonsil.
Menurut fungsi utamanya mukosa oral dibagi menjadi 3 tipe:
1. Mukosa mastikasi
25% total mukosa. Gingiva (free, attached, dan interdental) dan palatum durum.
Mukosa ini utamanya kontak dengan makanan ketika mastikasi. Mukosa mastikasi
biasanya berkeratin
2. Mukosa lining
60% total mukosa. Menyelimuti dasar mulut, ventral lidah, mukosa alveolar, pipi,
bibir dan palatum lunak. Tidak berfungsi dalam mastikasi dan oleh karenanya
mengalami atrisi yang minim. Tidak berkeratin, lunak dan lentur.
3. Mukosa Khusus
15 % total mukosa. Menyelimuti dorsal lidah dan komposisinya adalah papila
epitelial yang berkornifikasi.
4. Gambaran Umum Mukosa Oral
1. Dipisah dari kulit dengan zona vermilion yang mempunyai warna lebih dalam
daripada bagian mukosa lainnya.
2. Faktor yang mempengaruhi warna mukosa oral
a. Konsentrasi dan keadaan dilatasi pembuluh darah yang ada di jaringan ikat
dibawahnya
b. Ketebalan epitelium
c. Derajat keratinisasi
d. Jumlah pigmentasi melanin
Secara klinis, warna mukosa sangat penting, sebagai contoh mukosa oral yang
meradang akan berwarna lebih merah dibanding yang abnormal yaitu merah jambu.
5. Perbedaan Mukosa Oral Dengan Kulit
1. Warna
2. Permukaan yang basah/lembab
3. Tidak adanya struktur adneksa kulit seperti folikel rambut, kelenjar keringat dan
kelenjar sebasea (kecuali pada kondisi Fordyce).
4. Penyakit Fordyce: kelenjar sebasea di rongga mulut predominan di bibir atas, mukosa
bukal dan alveolar mukosa.
5. Adanya kelenjar saliva minor di mukosa oral.
6. Tekstur permukaan; mukosa oral lebih licin dripada kulit (beberapa kekecualian
seperti dorsal lidah karena ada papila; palatum durum karena ada rugae, gingiva
karena ada stippling).
7. Kekerasan: mukosa oral bervariasi kekerasannya. Contoh, mukosa bukal dan bibir
adalah mudah digerakan dan lentur sedangkan palatum durum dan gingiva adalah
cekat.
Epitelium oral adalah epitelium berlapis gepeng dengan dan tanpa keratinisasi. Struktur
diantara epitelium dan jaringan ikat disebut membrana basalis/basement. Struktur

tersebut tidak beraturan dan komosisinya proyeksi yang menjorok ke bawah disebut
rete ridges atau rete pegs, sedangkan struktur jaringan ikat yang menjorok ke atas
disebut papila jaringan ikat. Pertemuan antara epitelium dan lamina propria adalah lebih
jelas daripada antara lamina propria dengan submukosa Tidak ada struktur lapisan otot
yang terlihat di mukosa oral.
Jaringan lemak yang longgar dan jaringan glandular dengan pembuluh darah dan syaraf
terlihat dibawah mukosa oral dan dibawahnya lagi terdapat tulang atau lapisan ototlapisan ini disebut submukosa, memberikan fleksibilitas. Di gingiva dan palatum durum
tidak terdapat submukosa dan lamina propria langsung melekat ke periosteum dari
tulang dibawahnya yang memberikan perlekatan yang cekat dan tidak elastikdisebut
oral mukoperiosteum.
Jaringan ikat di rongga mulut terisi oleh kelanjar saliva, kelenjar sebaseous (penyakit
Fordyce) dan jaringan limfoid (jaringan tonsilar).
6. Epitelium Oral
Tersusun atas utamanya sel-sel keratinosit dan non keratonosit. Sel keratinosit terdiri atas
populasi sel progenitor: sel-sel yang membelah dan memberikan sel-sel baru (Proliferasi)
dan sel-sel yang populasinya sedang mengalami maturasi: sedang menjalani diferensiasi
(maturasi)
Diperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk penggantian keseluruhan sel-sel di epitelium
(turnover time)
Untuk kulit
: 52 s/d 75 hari
Usus
: 4 s/d 14 hari
Gingiva
: 41 s/d 57 hari
Pipi
: 25 hari
Pada epitelium yang tidak mengalami keratinisasi pergantian selnya lebih cepat daripada
epitelium keratinisasi.
Ketebalan epitelium sangat bervariasi. Sebagai contoh, di mukosa bukal, epitelium relatif
tebal, sedangkan di dasar mulut sangat tipis.
Komponen Epithelium Oral
Mukosa Lining:
Stratum Basalis: lapisan sel basal tersusun atas sel-sel kuboid. Sel-sel
progenitor yang membelah dan memberikan/menghasilkan sel-sel baru dengan
pembelahan mitotik selanjutnya bermigrasi ke permukaan dan menggantikan
sel-sel yang lepas
Stratum Spinosum (atau intermedium): sel selnya oval dan merupakan bagian
terbesar dari epitelium.
Stratum Superfisial: sel-selnya memipih dan mengandung nukei yang kecil
oval, yang secara terus menerus sebagian sel permukaannnya melepas diri..
Histolog bibir
Bagian kulit: epithelium berlapis gepeng berkeratinisasi , dengan struktur
adneksa kulit
Mukosa Oral: permukaannya basah/lembab, diselimuti oleh epithelium
berlapis gepeng tidak berkeratinisasi dengan kelenjar seromukous kecil lonjong
di lamina propria. Di submucosa serabut otot-otot orbicularis oris dapat dilihat.

Zona Vermillion: epitelium keratinized yang sangat tipis tidak ada strukur
adneksal kulit (dapat dijumpai kelenjar sebaseous)
Apa yang menyebabkan zona vermilion berwarna merah ?
1. Epithelium yang tipis
2. Epithelium mengandung eleidin, yang transparan
3. Pembuluh darah berada di dekat permukaan

Palatum lunak
1. Tidak berkeratinisasi
2. Vaskularisasinya sangat banyak sehingga lebih merah muda daripada palatum
durum
3. Terdapat lamina propria dan submukosa (tidak seperti halnya palatum durum
hanya ada lamina propria yang disebut mukoperiosteum)
3. Submukosa dijumpai kelenjar salivar dan otot palatum lunak
Mukosa pipi (Bukal
Serupa dengan bibir dan palatum lunak. Epitelium berlapis gepeng tidak
berkeratinisasi dengan lamina propria and submukosa . Submukosa pipi mengandung
sel-sel lemak dengan lobul kel saliva minor dan serat otot.
Permukaan ventral lidah
Epitelium berlapis gepeng tidak berkeratinisasi dengan
submukosa.

lamina propria and

Dasar mulut
Epitelium berlapis gepeng tidak berkeratinisasi dengan
lamina propria and
submukosa
Epitelium melekat ke lamina propria lebih longgar, tidak ada otot.
Jaringan penyambung yang berada dibawahnya (lamina propria) dipisahkan dari epitelium
oleh suatu membrana basalis. lamina propria mempunyai struktur dan kompsisi yang sama
dengan dermis di kulit. Di lapisan papilari terdapat jaringan penyambung berbentuk papila
dan epithelial ridge. Akan tetapi, permukaan yang saling berhadapan antara mukosa epitelium
dengan jaringan penyambung adalah relatif datar dibanding dengan kulit atau mukosa
mastikasi. Submuksao yang terletak lebih dalam adalah analog dengan hipodermis atau
subkutan di kulit, dan mengandung kelanjar-kelenjar dan jaringan adipose.
Seperti dengan jaringan ikat lainnya, jenis sel yang paling umum di baik di lamina propria
dan submukosa adalah fibroblast . Sel-sel lain, terutama makrofag dan sel mast, juga ada, dan
dalam kondisi peradangan, neutrofil, limfosit dan sel plasma juga dapat dilihat. Kolagen tipe I
adalah komponen serat utama dari matriks ekstraseluler. Baik kolagen tipe III dan serat
elastis ditemukan di lamina propria dan submukosa, tetapi proporsi mereka bervariasi
tergantung pada regio-regionya.Secara klinis, sifat yang relatif "longgar" dari jaringan ikat di
lapisan mukosa memungkinkan untuk injeksi larutan anastetik lokal yang mudah dan relatif
tanpa rasa sakit.
7. Mukosa Mastikasi

Epithelium yang menyelimuti gingiva dan palate durum, mukosa lebih tebal daripada
yang nonkeratinized karena adanya lapisan keratin
Stratum basale
Startum spinosum
Stratum granulosum: sel-selnya mengadung/berisi granula keratohyaline
Stratum korneum: tersusun atas sel-sel yang tidak berinti, tipism pipih, tersisi oleh
keratin. Kontras dengan keratin keras yang ada di kuku dan rambut, keratin yang ada di
atas mukosa mastikasi oral normal adalah lunak/lembut. Keratin adalah kuat, material
nonliving yang resistan terhadap friksi dan invasi bakteria.
Epitelial ridges dan papila jaringan penyambung disini terlihat panjang-panjang dan
banyak. Agaknya ini terkait kebutuhan untuk menahan kekuatan abrasif selama mastikasi.
Selain epitelelium yang mengalami keratinisasi dan kompleks pertemuan jaringan epiteldan jaringan penyambung, lamina propria dari mukosa mastikasi sering langsung melekat
pada periosteum dari alveolar yang mendasarinya atau
tulang palatal, jadi disini
tidak ada submukosa. Susunan ini juga disebut
"mucoperiosteum". Namun terdapat pengecualian untuk generalisasi ini. Untuk contoh di
daerah posterior lateralis dari palatum durum, ada submukosa mengandung jaringan
adiposa dan berbagai kelenjar saliva minor.
Perbedaan spesifik Regional Variasi kedua epitel dan jaringan ikat yang mendasari
berkontribusi terhadap variasi regional dalam Rongga mulut
8. Gingiva
Epitelium yang tebal, ortho- atau parakeratinisasi
Lamina propria dengan papillae yang panjang ramping sekali dan rete ridges, jaringan
penyambung yang padat
Mukoperiosteum
9. Palatum Durum
Epitelium yang tebal, ortho- atau parakeratinisasi.
Lamina propria dengan papillae yang panjang ramping sekali, jaringan penyambung yang
padat
Mukoperiosteum, terkecualidi regio postrior lateral terdapat bundel-bundel
neurovaskular; kelenjar saliva minor.
10. Mukosa Khusus Dorsal Lidah
Tipe papilla: 4 tipe
1. Papila filiformis
Majoritas dari papillae lidah dan menyelimuti bagian anterior lidah. Tampak
sebagai proyeksi kecil tipis, menyerupai benang berkeratinisasi (2 s/d 3 mm) di
permukaan sel-sel
epitelial. Papillae ini memfasilitasi mastikasi (dengan
mengkompres dan memecah makanan ketika lidah ditekankan ke palatum durum)
dan pergerakan makanan di permukaan lidah. Papillae mempunyai arah ke
tenggorokan dan membantu pergeraakan makanan kearah yang telah ditujukan
tersebut. Tidak ada taste buds.
2. Papila fungiform
Fungus-like papila ini tersusun diantara papila filiform. Jumlah ditemuka lebih
banyak didaerah dekat ujung lidah. Terlihat berupa struktur licin/halus, bulat,
merah karena begitu banyaknya pembuluh darah di jaringan ikatnya, terlihat

tembus dari epithelium berlapis gepeng tidak berkeratinisasi. Taste buds biasnya
terlihat di epithelium.
3. Papila foliata (Leaf-like)
Terdapat di lateral margins posterior lidah.
Tersusun atas 4 s/d 11 parallel ridges yang diselingi grooves yang dalam di
mukosa,
Dan beberapa taste buds ada di epiteliumnya. Pada struktur tersebut mempunyai
kelenjar serous di bawah taste buds yang membersihkan parit.
4. Papila sirkumvallate (Walled papilla)
Sebanyak 10 s/d 14 dijumpai sepanjang the V-shaped sulcus diantara basis dan
badan lidah. Ukuran berdiameter sampai dengan 3 mm dengan dikelilingi parit
yang dalam. Duktus kelenjar von Ebner (kelenjar salivari serous) bermuara ke
dalam parit. Taste buds terlihat sebagai lapisan dinding papila.
11. Sel-Sel Epitelium Oral Yang Bukan Keratinosit
Jumlahnya sekitar 10% populasi sel epitelial. Tiga sel utama adalah semuanya sel jernih
dengan halo disekitar nukleinya.
1. Sel Langerhan
Ditemukan di stratum spinosum (suprabasal) dan fungsinya dalam antigen
trapping dan processing. Sel-sel dendritik. Tidak mempunyai desmosomes atau
tonofilaments.
2. Sel Merkel
Berlokasi di lapisan sel basal (utamanya di gingiva). Fungsinya reseptor sentuh.
Nondendritic. Sparse desmosomes dan tonofilamen.
3. Melanosit
Dijumpai di sel-sel basal. Memproduksi melanin (terutama di gingiva).
Dendritik. Terlihat granula melanin (melanosome).
4. Limfosit dan leukosit
Sel-sel inflamatori bukan sel jernih. Berhubungan dengan respon inflamatori di
mukosa oral