Anda di halaman 1dari 15

SEDIMENTASI

(BUAH RUKAM DAN KAPUR SIRIH)

LAPORAN
Oleh:
130305057 / ANDREW SUTANDI LUMBANGAOL
130305032 / NURUL SITI FATIMAH
130305036 / SUCI FARINA ANDIKA
130305062 / NOVA JUITA SINAGA
130305069 / KHAIRUNNISA

LABORATORIUM DASAR SATUAN OPERASI


ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2014

2
DAFTAR ISI

Hal
DAFTAR ISI........................................................................................... i
PENDAHULUAN
Abstrak...........................................................................................
Latar Belakang...............................................................................
Tujuan Penulisan............................................................................
Tanggal Percobaan Dimulai...........................................................
Tanggal Percobaan Selesai.............................................................

1
2
3
3
3

TINJAUAN PUSTAKA.......................................................................... 4
BAHAN DAN METODA
Bahan............................................................................................. 6
Alat................................................................................................. 6
Prosedur Percobaan........................................................................ 7
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil............................................................................................... 8
Pembahasan................................................................................... 13
KESIMPULAN....................................................................................... 14
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................. 15
LAMPIRAN

ABSTRAK
Sedimentasi adalah pemisahan solid dari liquid menggunakan pengendapan secara
gravitasi untuk menyisihkan suspended solid. Umumnya proses sedimentasi digunakan
setelah proses koagulasi dan flokulasi yang berfungsi untuk destabilisasi dan memperbesar
gumpalan/ukuran

partikel,

sehingga

mudah

untuk

diendapkan.

Proses

koagulasi

menggunakan PAC (Poly Aluminium Chloride) untuk mengikat kotoran atau memutus rantai
pada ikatan senyawa zat warna sehingga membentuk gumpalan. Sedangkan proses flokulasi
dengan cara menambah larutan polimer untuk memperbesar gumpalan, sehingga relatif
mudah untuk diendapkan.

Sedimentation is the separation of the solid from the liquid using a deposition by
gravity to eliminate suspended solids. Commonly used sedimentation process after
coagulation and flocculation process that serves to destabilization and increase clot / particle
size, making it easy to settle. Coagulation process using PAC (Poly Aluminium Chloride) to
bind dirt or break the chain on the dye binding compounds to form clots. While the
flocculation process by adding the polymer solution to increase the blob, so it is relatively
easy to settle.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Sedimentasi merupakan proses pemisahan larutan suspensi menjadi fluida jernih
(supernatant) dan slurry yang mengandung konsentrasi padatan lebih tinggi. Larutan
suspensi terdiri dari campuran fase cair dan fase padat yang bersifat settleable, dapat
diendapkan karena perbedaan densitas antar fasenya. Proses sedimentasi dapat dilakukan
secara Batch dan continue. Proses batch sering dipergunakan dalam skala laboratorium yang
menggambarkan proses sedimentasi sederhana, sedangkan proses continue dipergunakan
dalam skala komersial dengan mempertimbangkan kecepatan pengendapan terminal dari
partikel-partikelnya.
Operasi sedimentasi banyak digunakan pada proses pemisahan kimia, metalurgi,
maupun pada proses-proses pengurangan polusi air limbah industri. Rancangan peralatan
untuk sedimentasi selalu didasarkan pada percobaan sedimentasi skala yang lebih kecil. Pada
percobaan ini bubur diendapkan laju pengendapannya diukur dengan cara mengamati
perubahan konsentrasi pada padatan maupun cairan bening dari atas ke bawah yang mana
akan terjadi endapan. Partikel bahan yang dipisahkan dalam proses sedimentasi umumnya
adalah bahan yang bersifat padat.
Sedimentasi (pengendapan) merupakan salah satu cara pemisahan padatan yang
tersuspensi dalam suatu cairan dimana akan terjadi peristiwa turunnya partikel-partikel padat
yang semula tersebar atau tersuspensi dalam cairan karena adanya gaya berat atau gaya
gravitasi, tetapi selama proses sedimentasi ini berlangsung terdapat tiga gaya yang
berpengaruh yaitu gaya gravitasi, gaya apung dan gaya dorong. Dalam sedimentasi,
diendapkan lapisan partikel yang dipengaruhi kecepatan yang berbeda terhadap sedimentasi
tersebut, berdasarkan kepadatan dan ukuran partikelnya. Partikel-partikel terbesar akan
terdapat pada bagian bawah.
Tujuan Praktikum
13

Melakukan pengamatan tinggi interface pada uji pengendapan dengan sistem batch

terhadap bubur buah rukam dan kapur sirih.


Melakukan variasi konsentrasi bubur buah rukam yang akan diuji laju
pengendapannya yaitu 10% dan 20%, setiap perlakuan dilakukan sebanyak 2 kali

pengulangan.
Mencatat tinggi interface per waktu tertentu dan membuat kurva pengendapan.

Tanggal Percobaan Dimulai


24 Oktober 2014
Tanggal Percobaan Selesai
24 Oktober 2014
TINJAUAN PUSTAKA
Sedimen didefenisikan sebagai material-material yang berasal dari perombakan
batuan yang lebih tua atau material yang berasal dari proses weathering batuan dan
ditransfortasikan oleh air, udara,dan es atau material yang diendapkan oleh proses-proses
yang terjadi secara alami seperti

precitipasi secara kimia atau sekresi oleh organisme,

kemudian membentuk suatu lapisan pada permukaan bumi. Pengendapan sedimen tergantung
kepada medium angkut, dimana bila kecepatan berkurang medium tersebut tidak mampu
mengangkut sedimen ini sehingga terjadi pemupukan (Mukminin,2013).
Transfortasi sedimen sering kali menyebabkan permasalahan dipelabuhan. Misal
karena adanya pasang surut pada daerah pantai atau muara, akan cenderung menyebabkan
terbentuknya suatu spit yang terjadi pada arah dominan pergerakan sedimennya. Demikian
pula pada bangunan-bangunan dipantai seperti bangunan pemecah gelombang, akan
mempengaruhi arah-arah sedimennya sehingga akan terjadi pemupukan sedimen pada suatu
posisi dan erosi pada sisi lainnya. Oleh karena itu prediksi transformasi sedimen sepanjang
pantai untuk berbagai kondisi sangat penting untuk diketahui, terlebih dalam perencanaan
suatu pelabuhan, akan sengat penting untuk mengadakan perhitungan mengenai jumlah
transfortasi sedimen dan meneliti pengaruh-pengaruh yang cenderung ditimbulkan
(Romdania, 2010).
Properti sedimen merupakan faktor penting dalam proses erosi dan sedimentasi,
antara lain ukuran partikel dan distribusi butir, rapat massa, bentuk, kecepatan endap, dan
tahanan terhadap erosi. Kecepatan endap material tak kohesif seperti pasir dipengaruhi oleh
rapat massa dan air, viskositas air, dimensi dan bentuk partikel. Sedangkan untuk sedimen
kohesif, kecepatan endap dipengaruhi oleh konsentrasi sedimen suspensi, salinitas, dan
13

diameter partikel. Didaerah pantai, gerakan air dapat terjadi karena adanya kombinasi dari
gelombang dan arus. Gelombang berperan untuk mengaduk dan melepaskan material didasar
laut, sementara arus memindahkan material sedimen ketempat yang lain (Wahyudi dan
Jupantara, 2004).
Masalah yang sering ditemui pada bangunan saat hujan adalah sedimentasi. Pada saat
hujan terjadi, ada material butiran tanah yang terlepas dari induknya akibat dari tumbukan
tetes air hujan yang kemudian dapat menimbulkan pembentukan lapisan tanah keras pada
lapisan permukaan. Hal ini menyebabkan kapasitas infiltrasi tanah berkurang sehingga aliran
permukaan yang dapat mengikis dan mengakut butir-butir tanah ini akan terhenti baik untuk
sementara atau tetap sebagai pengendapan atau sedimentasi ( Bunganean, 2014).
Sedimentasi adalah pemisahan solid dari liquid menggunakan pengendapan secara
gravitasi untuk menyisihkan suspended solid. Umumnya proses sedimentasi digunakan
setelah proses koagulasi dan flokulasi yang berfungsi untuk destabilisasi dan memperbesar
gumpalan/ukuran

partikel,

sehingga

mudah

untuk

diendapkan.

Proses

koagulasi

menggunakan PAC (Poly Aluminium Chloride) untuk mengikat kotoran atau memutus rantai
pada ikatan senyawa zat warna sehingga membentuk gumpalan. Sedangkan proses flokulasi
dengan cara menambah larutan polimer untuk memperbesar gumpalan, sehingga relatif
mudah untuk diendapkan. Bak sedimentasi ada yang berbentuk lingkaran, bujur sangkar
ataupun segi empat. Bak berbentuk lingkaran umumnya berdiameter 10,7 45,7 m (Reynold
& Richards, 1996).

Bahan dan Metoda


Bahan
- Buah rukam
-

Kapur sirih

Aquades

Alat
-

Timbangan digital

Blender

Gelas ukur

Stopwatch

Spatula
13

Sendok

Beaker glass

Prosedur
Buah Rukam
-

Ditimbang sejumlah buah rukam untuk membuat konsentrasi 10% b/b dan 20% b/b

Dicuci buah rukam

Ditambahkan buah rukam dengan air sesusai konsentrasi yang diinginkan yaitu 9

Di aduk rata buah rukam bubur, dan dimasukkan ke gelas ukur dan tepatkan
volumenya ml 100ml

Diamati tinggi interface yaitu setiap 0, 0,25, 0,50, 1,00, 1,75, dan 2,50 menit

Dicatat tinggi interface nya

Dilakukan percobaan sebanyak 2 kali

Kapur Sirih
-

Ditimbang kapur sirih sebanyak 10 gram

Ditambahkan kapur sirih dengan air yang sesuai dengan konsentrasi 90 ml.

Diaduk rata kapur sirih dan dimasukkan ke dalam gelas ukur hingga volumenya
100ml

Diamati tinggi interface yaitu setiap 0, 0,25, 0,50, 1,00, 1,75, dan 2,50 menit

Dicatat tinggi interface nya.

Dilakukan percobaan sebanyak 2 kali.

Hasil
Hasil dari percobaan sedimentasi
Tabel 1. Hasil Percobaan Buah Rukam
Waktu (jam)
Tinggi interface
Ulangan 1 (cm)
0
17
0,25
12,5
0,50
11,5

Tinggi interface
Ulangan 2 (cm)
17
11,6
9,2
13

Rata-rata (cm)
17
12.05
10,3

1
1,75
2,5

9,8
8,8
8,5

8,8
8,5
8,2

9,3
8,68
8,35

Tabel 2. Hasil Percobaan Kapur Sirih


Waktu (jam)
Tinggi interface
Ulangan 1 (cm)
0
17
0,25
11,4
0,50
6,9
1
5,8
1,75
5,2
2,5
5,1

Tinggi interface
Ulangan 2 (cm)
17
11,8
6,4
4,8
4,2
4,2

Rata-rata (cm)

Tabel 3. Hasil Percobaan Buah Rukam


Zi
( jam)

V (cm/jam)

Cl

0
0,25
0,50
1
1.75
2,5

0
5,4
1,9
1
0,77
0,47

0,1
0,126
0,150
0,165
0,17
0,178

Tabel 4. Hasil Percobaan Kapur Sirih


( jam)
Zi (cm)

V (cm/jam)

Cl (g/ml)

0
0,25
0,50
1
1,75
2,5

0
17,6
2,5
1,5
0.74
0,34

0,1
0,1069
0,21
0,25
0,283
0,30

17
13,4
11,3
10,3
10
9,5

17
16
7,9
6,8
6,5
6

Perhitungan
Perhitungan Rukam
Pada waktu 0 jam
Co.Zo = Cl.Zi
0,19/ml.17cm= Cl.17 cm
Cl = 0,119 g/ml
y ( 1717 ) cm
v=
=
x ( 00 ) jam

= 0 cm/jam
Pada waktu 0,25 jam

Co.Zo = Cl.Zi
0,19/ml.17cm= Cl.13,4 cm
13

17
11,6
6,65
5,3
4,7
4,65

Cl = 0,126 g/ml
y (13,412,05)cm
v=
=
x
( 0,250 ) jam

= 5,4 cm/jam
Pada waktu 0,50 jam

Co.Zo = Cl.Zi
0,19/ml.17cm= Cl. 11,3 cm
Cl = 0,150 g/ml
y ( 11,310,35 ) cm
v=
=
x
( 0,500 ) j am

= 1,9 cm/jam
Pada waktu 1 jam

Co.Zo = Cl.Zi
0,19/ml.17cm= Cl.10,3 cm
Cl = 0,165 g/ml
y ( 10,39,5 ) cm
v=
=
x
(10 ) jam

= 1 cm/jam
Pada waktu 1,75 jam

Co.Zo = Cl.Zi
0,19/ml.17cm= Cl.10 cm
Cl = 0,17 g/ml
y ( 108,65 ) cm
v=
=
x ( 1,750 ) jam

= 0,77 cm/jam
Pada waktu 2,5 jam

Co.Zo = Cl.Zi
0,19/ml.17cm= Cl.9,5 cm
Cl = 0,178 g/ml
y ( 9,58,35 ) cm
v=
=
x
(2,50 ) jam
= 0,46 cm/jam
Perhitungan pada Kapur Sirih
Pada waktu 0 jam
Co.Zo = Cl.Zi
0,19/ml.17cm= Cl.17 cm
Cl = 0,19 g/ml
y ( 1717 ) cm
v=
=
x ( 00 ) jam
= 0 cm/jam
13

Pada waktu 0,25 jam

Co.Zo = Cl.Zi
0,19/ml.17cm= Cl.16 cm
Cl = 0,1069 g/ml
y ( 1611,6 ) cm
v=
=
x ( 0,250 ) jam

= 17,6 cm/jam
Pada waktu 0,50 jam

Co.Zo = Cl.Zi
0,19/ml.17cm= Cl.7,9 cm
Cl = 0,21 g/ml
y ( 7,96,65 ) cm
v=
=
x ( 0,50 ) jam

= 2,5 cm/jam
Pada waktu 1 jam

Co.Zo = Cl.Zi
0,19/ml.17cm= Cl.6,8cm
Cl = 0,25 g/ml
y ( 6,85,3 ) cm
v=
=
x
( 10 ) jam
= 1,5 cm/jam

Pada waktu 1,75 jam

Co.Zo = Cl.Zi
0,19/ml.17cm= Cl.6 cm
Cl = 0,238 g/ml
( 64,7 ) cm
y
v=
=
x ( 1,750 ) jam

= 0,74 cm/jam
Pada waktu 2,5 jam

Co.Zo = Cl.Zi
0,19/ml.17cm= Cl.5,5 cm
Cl = 0,30 g/ml
y ( 5,54,65 ) cm
v=
=
x
(2,50 ) jam
= 0,34 cm/jam
Grafik Percobaan Rukam

13

Interface (cm)

18
16
14
12
10
8
6
4
2
0

waktu (jam0

Grafik Percobaan Kapur Sirih


18
16
14
12
10
Interface (cm)

8
6
4
2
0

0.25

0.5
waktu (cm)

13

1.75

2.5

PEMBAHASAN

Sedimentasi atau yang lebih sering disebut dengan pengendapan merupakan salah satu
cara untuk memisahkan padatan yang tersuspensi dalam suatu larutan. Pada pratikum
sedimentasi yang dilakukan, gaya gravitasi merupakan gaya yang menyebabkan padatan yang
tersuspensi tersebut mengalami pengendapan. Pada proses sedimentasi berlangsung dua gaya
yang mempengaruhinya yaitu gaya gravitas dan gaya apung.
Gaya gravitasi yang mempengaruhi pada proses sedimentsi, dilihat dari padatan atau
adanya endapan pada dasar tabung. Turunnya bubur buah rukam dan kapur sirih disebabkan
oleh massa jenis padatan atau endapan yang lebih besar dibandingkan dengan massa jenis
fluidanya yaitu air.
Pada awal mula proses pencampuran kedua bahan yaitu pada bahan bubur buah
rukam dan campuran kapur sirih terjadi gaya apung yang ditandai dengan partikel padatan
yang berada dibagian permukaan cairan. Peristiwa tersebut terjadi dikarenakan partikel
padatan tengah menyesuaikan dengan fluida disekitarnya. Pada pratikum sedimentasi yang
dilakukan, partikel yang mengendap baik bubur buah rukam maupun kapur sirih didalam
fluida berupa air, akan mengalami percepatan gravitasi yang disebabkan oleh adanya gaya
gravitasi. Partikel yang mengalami percepatan sampai gaya dari tahanan dapat mengimbangi
gaya gravitasi, kemudian akan terjadi kesetimbangan antara partikel dengan fluida
disekitarnya. Partikel tersebut akan terus mengendap hingga mencapai pada kecepatan
konstan atau yang dikenal sebagai kecepatan akhir atau kecepatan pengendapan bebas.
Kecepatan pengendapan berbeda-beda sesuai dengan jenis padatan yang tersuspensi
pada suatu fluida dan massa jenis fluida yang digunakan pada proses sedimentasi tersebut.
Jika massa jenis fluida lebhi besar dibandingkan dengan massa jenis partikelnya maka proses
pengendapan akan berlangsung lama. Sedangkan, jika massa jenis fluida lebih kecil
dibandingkan dengan massa jenis partikelnya, maka proses pengendapan akan berlangsung
cepat. Pada pratikum yang dilakukan, pada bahan buah rukam yang dihancurkan dengan
menggunakan alat blender, tidak dapat hancur secara sempurna. Hal tersebut dikarenakan alat
blender yang tidak dapat menghancurkan bahan buah rukam dengan baik. Penggunaan buah
rukam pada pratikum sedimentasi yang dilakukan memiliki tingkat kematangan yang sama
bertujuan agar bubur buah rukam yang digunakan memiliki massa jenis yang sama rata

13

. KESIMPULAN
1. Berdasarkan percobaan yang dilakukan perbandingan antara tinggi interface kapur sirih
dengan buah rukam berbeda jauh. Hal ini dipengaruhi dari kecepatan penurunan endapan
buah rukam dengan kapur sirih.
2. Berdasarkan percobaan yang dilakukan kapur sirih lebih cepat mengendap dari pada buah
rukam. Hal ini dipengaruhi oleh massa partikel antara buah rukam dengan kapur sirih.
3. Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, lamanya waktu pengendapan yang
dibutuhkan dipengaruhi oleh tinggi interface awal dengan massa partikel dalam
larutannya.
4. Berdasarkan percobaan yang dilakukan, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk
mengendap maka semakin besar perubahan penurunan tinggi interfacenya. Pada buah
rukam dengan waktu 2,5 jam tinggi interfacenya menjadi 8,35 cm dari 17 cm pada 0 jam.

DAFTAR PUSTAKA
A Mukminin. 2013. Pross Sedimentasi di Perairan Dompak Kecamatan Bukit Bestari
Provinsi Kepulauan Riau. Jurnal Perikanan dan Kelauatan Riau. 3(1) : 38-44.
Y Romdania. 2010. Kandungan Bahan Organik pada Sedimentasi di Perairan Teknik Buyat
dan Sekitarnya. Jurnal Perikanan dan Kelautan Tropis. 6(3) : 114-119.
W Bunganean. 2014. Perubahan Kondisi Tataguna Lahan Terhadap Volume sedimentasi Pada
Embung Bimoku di Lasiana Kota Kupang. Jurnal Teknik Sipil FST Undana. 7(5) : 4356.
Wahyudi dan D Jupantara. 2004. Studi Simulasi Sedimentasi Akibat Pengembangan
Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Jurnal Teknologi Kelautan. 8(2) : 74-85.

LAMPIRAN

13

13

13

13