Anda di halaman 1dari 3

1

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Kopling pada umumnya digunakan untuk meneruskan putaran suatu mesin

penggerak. Saat ini pemakain kopling semakin bervariasi sehingga dibutuhkan


suku cadang yang tahan dan tidak cepat rusak. Dalam dunia otomotif diperlukan
efek kelembutan, baik pada waktu starting maupun stopping. Produk kopling yang
beredar di pasar saat ini banyak yang tidak sesuai dengan permintaan dan
kebutuhan konsumen. Jika ditinjau dari segi mekanisnya kelemahan yang paling
banyak di jumpai adalah pada kopling diantaranya :

Plat kopling cepat aus


Suara mesin besar
Susah masuk gigi
Sering terjadi slip pada kopling
Kopling bergetar pada saat jalan
Oleh karna itu untuk mengatasi permasalahan permasalahan tersebut,
perlu kiranya dilakukan perencanaan serta perhitungan yang tepat sebelum
pembuatan suatu kopling dimulai, agar mendapatkan mutu kopling yang sesuai
dengan permintaan dan kebutuhan dilapangan.
Pada tugas elemen mesin I ini akan dihitung suatu alat yang berfungsi
sebagai penerus putaran dan daya dari poros penggerak keporos yang digerakan
yaitu kopling. Peranan kopling sangat penting dalam sebuah kontruksi kendaraan.
Oleh karena itu, penulis mengambil Perencanaan Suatu Unit Kopling Gesek
Untuk Kendaraan Angkut Dengan Daya 140 PS Dan Putaran 4200 rpm sebagai
judul dari tugas perencanaan elemen mesin ini.
1.2
Tujuan Perencanaan

Yang menjadi tujuan dalam perencanaan tugas ini diantaranya :

Mendapatkan mutu kopling yang lebih efektif dan efisien sehingga dapat

digunakan seiring dengan kemajuan teknologi.


Mendapatkan umur dari kopling yang dirancang sehingga dapat

1.3

digunakan untuk waktu yang lama.


Batasan Masalah
Pembatasan masalah dimaksudkan untuk memperjelas ruang lingkup

permasalahan dalam perencanaan sebuah kopling. Pada perencanaan kopling yang


ingin dirancangkan adalah kopling plat gesek dengan daya 140 PS dan putaran
sebesar 4.200 rpm. Dalam perencanaan kopling ini penulis hanya membahas
tentang perhitungan poros penggerak kopling, plat gesek yang dipergunakan
dalam rancangan kopling, memperkirakan umur kopling, pegas kejut yang
dipakai, pegas tekan pada kopling, dan paku keling yang dipakai dalam
perencanaan kopling, maka dari itu diambil suatu kebijaksanaan bahwa segala hal
yang tidak berhubungan dengan perencanaan tidak akan dibicarakan dalam
perencanaan tugas ini.
1.4

Sistematika Penulisan
Dalam penulisan ini penulis merancang sistematika penulisan yang terdiri

dari pokok pokok permasalahan yang dibahas pada masing masing bab
diuraikan menjadi beberapa bagian :
Bab I : Pendahuluan
Bab ini akan menjelaskan secara umum mengenai latar belakang
perencanaan, tujuan perencanaan, batasan masalah, sistematika
Bab II

penulisan dan diagram alir perencanaan.


: Tinjauan Pustaka

Bab ini menjelaskan teori teori tentang kopling dan analisa


penggunaannya serta macam macam kopling dan rumus-rumus yang
digunakan dalam perencanaan suatu kopling plat gesek.
Bab III : Perhitungan
Bab ini menguraikan perhitungan yang bekaitan dengan kopling
seperti daya, plat yang digunkan, poros, pegas, dan paku keling.
Bab IV : Kesimpulan
Daftar Pustaka
Lampiran