Anda di halaman 1dari 49

1

TYPE DARI FONDASI MESIN


Perancangan Fondasi mesin menimbulkan permasalahan yang lebih kompleks
dibandingkan dengan fondasi yang harus menyangga beban
statik. Pada fondasi

mesin, perancang harus juga mempertirnbangkan beban

dinamis disamping beban statis.


Perancang harus mengetahui bagaimana cara beban di transmisikan dari mesin,
disamping juga harus tahu problem yang timbul akibat perilaku dinamika dari
fondasi dan tanah fondasi.
Pembagian type dari fondasi mesin dapat

dibedakan dalam . tiga cara

klasifikasi,dijalankan masing-masing cara klasifikasi mempunyai type-type nya


sendiri.
Ketiga cara klasifikasi tersebut adalah :
1. Klasifikasi fondasi didasarkan atas gaya yaitu bekerja.
a. Yang memproduksi

gaya

lentur /tumbuk (impact, forces), misal gaya

tumbuk, gaya tekan, roket.


b. Yang memproduksi gaya periodik, misal : kompresor.
c. Mesin-mesin dengan kecepatan tinggi, misal : turbines, rotary compressor-.
d. Mesintambahan pada fondasimesin, misal: mesin pompa.
2. Klasifikasi fondasi didasarkan atas bentuk strukturnya.
a. Fondasi type blok, terdiri dari dudukan blok beton dimana mesin akan
diletakkan.

b. Fondasi type box (kotak) atau kaison, terdiri dari blok beton yang berlubang
tengahnya dan menahan mesin diatasnya.
c. Fondasi type dinding, terdiri dari sepanjang dinding menahan mesin
diatasnya.
d. Fondasi type rangka, terdiri dari kolom vertikal yang menatian konstruksi
rangka horizontal diatasnya dimana mesin akan diletakkan.
Dengan melihat produksi gaya yang terdapat, pada mesin yaitu :
- gaya impuls.
- gaya periodik.
Maka type blok digunakan bila mesin memproduksi gaya impuls dan gaya
periodik dengan kecepatan rendah, sedar\g untuk kecepatan tinggi dan berotasi
digunakan type rangka. Untuk beberapa mesin yang menginduksi gaya
dinamika kecil dapat langsung diangker pada lantai tanpa fondasi khusus.
3. Klasifikasi fondasi didasarkan atas frekuensi operasi mesin, maka mesin dapat.
dibagi dalam tiga kategori :
a. Frekuensi rendah sampai menengah

0 - 500 rpm

b. Frekuensi menengah sampai tinggi 500 - 1000 rpm


c. Frekuensi sangat tinggi > 1000 rpm

PERSYARATAN UMUM DARI FONDASI MESIN


1. Fondasi harus dapat

menahan

beban diataanyatanpa

keruntuhan geser atau hancur.


2. Penurunan harus didalam batas yang diinginkan (diizinkan)

mengakibatkan

3. Kombinasi dari titik berat mesin dan fondasi sedapat mungkin pada garis
vertikal yang sama titik berat bidang dasar.
4. Tidak terjadi resonansisi, sehingga frekuensi natural sistem tanah Fondasi
harus lebih besar atau lebih kecil dibanding frekuensi pengoperasian mesin.
5. Amplitudo yang terjadi pada waktu kondisi pelayanan harus didalam batas
yang diinginkan Batas

yang diinginkan

biasanya diberikan oleh pabrik

pembuat mesin.
6. Bagian rotating

& reciprocating dari mesin, harus selalu dalam keadaan

seimbang, untuk mengurangi gaya-gaya atau moment yang tak seimbang.


7. Apabila dimungkinkan, fondasi harus dirancang sedemikian rupa sehingga
mengijinkan

perubahan berikut dari frekuensi natural dengan jalan dapat

merubah daerah dasar

atau massa fondasi (dipilih mana, yang lebih

memungkinkan).
Sedangkan dari sudut praktis, persyaratan yang harus dipenuhi:
1. Muka air tanah harus serendah mungkin dan kedalaman muka air tanah paling
tidak 1/4 dari lebar fondasi diukur dari bidang-dasar fondasi. Batas ini
merupakan batas pengaruh propagasi vibrasi. Muka air tanah adalah
konduktor yang baik terhadap propagasi.
2. Fondasi mesin harus dipisahkan dari komponen bangunan yang berdekatan
dengan menggunakan expansion joint..
3. Setiap pipa uap atau udara panas yang ada dalam fondasi harus betul-betul
diisolasi.
4. Fondasi harus dilindungi dari minyak mesin dengan cara memberikan lapisan
acid resisting (tahan asam), atau chemical treatment lainnya yang cocok.

5. Fondasi mesin harus diletakkan pada elevasi yang lebih rendah dibandingkan
dengan elevasi fondasi dari bangunan yang berdekatan
KRITERIA DIMENSI
Dimensi fondasi mesin biasanya ditentukan sehubungan

dengan kebutuhan

pengoperasian mesin.
1. Dimensi secara umum, diberikan oleh pembuat mesin.
2. Apabila pemilihan dimensi ditugaskan kepada perancang maka dimensi
minimum yang dipilih mungkin dari fondasi harus memenuhi kriteria
perancangan.
Untuk suatu dimensi fondasi dan kondisi tempat yang khusus, perancang hiarus
yakin bahwa amplitude gerak dan frekuensi natural dari sistern tanah fondasi
dibawah kondisi pengoperasian. Untuk perancangan yang baik syarat-syarat
umum fondasi harus diperlukan pula. Apabila ternyata syarat-syarat umum
fondasi tidak dipenuhi maka perancang menyarankan perubahan dimensi fondasi
kepada pembuat mesin.

TEORI GETARAN
UMUM
Masalah tentang getaran berhubungan dengan gerak osilasi benda dan gaya yang
berhubungan dengan gerak itu. Semua benda yang massa dan elastisitas mampu
bergetar. Jadi kebanyakan mesin dan rekayasa mengalami getaran sampai derajat
tertentu, dan rancangannya biasanya memerlukan pertimbangan sifat osilasinya.
Sistem yang berosilaisi secara luas dapat digolongkan sebagai linear atau tidak
linier. Untuk sistem linier prinsip super-posisi berlaku, dan teknik matematika
yang ada untuk nielaksanakan hal itu dikembangkan dengan baik. Sebaliknva,
teknik untuk menganalisis sistem tidak linier kurang dikenal, dan sukar
digunakan. Tetapi pengetahuan tentang sistem tidak linier dibutuhkan, sebab
semua sistem cendorung menjadi tidak linier dengan bertambahnya amplitudo
osilasi.
Ada dua kelompok getaran yang umum yaitu bebas dan paksa. Getaran bebas
terjadi jika sistem berosilasi karena bekerjanya gaya yang ada dalam sistem itu
sendiri (inherent), dan jika tidak ada gaya luar yang bekerja. Sistem yang bergetar
bebas akan bergetar pada satu atau lebih frekuensi naturalnya, yang merupakan
sifat sistem dinamika yang dibentuk .oleh distribusi massa dan kekakuannya.
Getaran yang terjadi karena rangsangan Saya luar disebut getaran paksa. Jika
rangsangan tersebut berosilasi, maka sistem dipaksa untuk bergetar pada frekuensi
pangsangan. Jika frekuensi rangsangan sama dengan salah satu frekuensi natural
sistem, maka akan didapat keadaan resonansisi dan osilasi besar yang berbahaya

mungkin terjadi. Kerusakan pada struktur besar seperti jembatan,gedung atau


sayap pesawat terbang, merupakan kejadian menakutkan yang disebabkan
resonansisi. Jadi, perhitungan frekuensi natural merupakan hal penting yang
utama dalam masalah getaran.
Semua sistem yang bergetar mengalami redaman sampai derajat tertentu karena
energi didisipasi oleh gesekan dan tahanan lain. Jika redaman itu kecil, maka
pengaruhnya sangat kecil pada frekuensi natural sistem, dan perhitungan frekuensi
natural biasanya dilaksanakan atas dasar tidak ada redaman. Sebaliknya redaman
adalah penting sekali untuk membatasi amplitudo osilasi pada

waktu

resonansisi.

GERAK HARMONIK
- Gerak osilasi dapat berulang secara teratur, seperti pada roda pengimbang
sebuah arloji, atau dapat juga sangat tidak teratur seperti misalnya pada gempa
bumi. Jika gerak itu berulang dalam selang waktu yang sama , maka gerak
disebut, gerak periodik. Waktu pengulangan tersebut disebut perioda osilasi, dan
kebalikannya, F = 1 / , disebut frekuensi. Jika gerak dinyatakan dalam fungsi
waktu x (t) maka setiap gerak periodik harus memenuhi hubungan (t)=x(t+)
Bentuk gerak periodik yang paling sederhana adalah gerak harmonik. Hal ini
dapat diperagakan dengan sebuah massa diantung pada sebuah pegas ringan,
seperti terlihat gambar 1. Jika massa tersebut dipindahkan dari posisi diamnya dan
dilepaskan, maka massa tersebut akan berosilasi naik turun. Dengan menempatkan
suatu sumber cahaya pada massa yang. berosilasi tersebut, maka geraknya dapat
direkam pada suatu keping film tertentu yang bergerak pada keceptan konstan

Gerak yang terekam pada film dapat dinyatakan dengan persamaan


X= A sin 2

(1)

Gambar 1. rekaman gerak harmonik

Dengan A adalah amplitudo, osilasi diukur dari posisi setimbang masa, dan
adalah periode. Gerak diulang pada t=

Gerak harmonik sering dinyatakan sebagai proyeksi suatu titik yang bergerak
melingkar dengan kecepatan tetap kepada suaiu garis lurus, seperti terlihat, pada
gambar 2. Dengan kecepatan sudut garis op sebesar , perpindahan simpangan x
dapat- ditulis sebagai
X = A sin

(2)

Besaran biasanya diukur- dalam radian per-detik dan disebut frekuensi


lingkaran. Karena gerak berulang dalam 2 radian, maka didapat, hubungan
=

2
2 f

Dengan

dan f adalah perioda dan frekuensi gerak

biasanya diukur dalam detik dan siklus perdetik.

(3)

harmonik, berturut-turut

Kecepatan dan percepatan gerak harmonik dapat diperoleh secara mudali dengan
differensiasi pers. 2. Dengan untuk turunannya, maka didapat.

Gambar 2.Gerak harmonik sebagai proyeksi suatu titik yang bergerak pada lingkaran

Gambar 3. dalam gerak harmonik,kecepatan dan percepatan mendahului simpangan dengan


/2
dan

Jadi kecepatan dan perCfpdLau juga harmonik dengan frekuensi osilasi yang
sama. tetapi mendahului simpangan, berturut-turut dengan n/2 dan n radian.
Gambar 3. meriunjukan balk perubahan terhadap waktu maupuri hubungan fasa
vektor antara kecepatan dan percepatan pada gerak harmonik. Peninjauan pers. 1
dan 5 menunjukkan bahwa

x=-w2x

(6)

sehingga dalam gerak harmonik,

percepatan

adaiah dengan simpangan dan

arahnya menuju t-it.ik asal. Karena Hukurri Newton II untuk gerak menyatakan
bahwa percepatan sebanding

dengan gaya, maka gerak har-monik dapat

diharapkan pada sistem dengan pegas linit;i- dengan gaya bervariasi

Ganbar 4 .

Gambar 5 . vektor z dan konyugotnya z

10

GETARAN FONDASI
TEORI-TEOR1 ELASTIC HALF SPACE
Prinsip-prinsip dasar getaran fondasi yang didukung atau bertumpu pada medium
elastis dihahas dengan lebih luas. Medium elastis yang mendukung fondasi
dianggap auatu medium yang homogen, isotropis, dan semi-infinite. Secara
umum,

perilaku

tanah

mempunyai

penyimpanan

yang

cukup

diperlu

diperhitungkan dengan material yang elastic; hanya pada tingkat,


tegangan yang rendah Slow strain levels perilaku tanah dapat, dianggap sebagai
suatu pendekatan yang cukup beralasan terhadap suatu material elastis. Bertolak
dari hal tersebut, teori-teori yang dikembangkan disini harus dipakai hanya untuk
kasus-kasus dimana Fondasi mengalami amplitudo getaran yang rendah.

1.

GETARAN

VERTICAL

FONDASI

LINGKARAN

YANG

BERTUMPU PADA ELASTIC HALF SPACE


Pada tahun 1004, Lamb mempelajari masalah getarari gaya oscilasi tunggal
yang bekerja pada suatu titik diatas suatu permukaan elastic half space. Studi
ini termasuk juga kasus-kasus dimana gaya oscilasi bekerja dalam arah.
vertikal dan kasus-kasus: dlmaria gaya bekerja secara horizontal, sebagaimana
yang ditunjukkan dalam gambar- la, b. Hal ini secara umum disebut sebagai
"Problems Boussiness Dinamis".
Pada tahun 1936, Reissner menganalisa masalah getaran suatu bidang
lingkaran flekibel yang diberi beban sama.

11

GAMBAR 1 . Gaya oscilasi pada permukaan elastic half space

(uniformlyloaded flexible circular area yang bertumpu pada elastic hair space.
Hal ini dikerjakan dengan bantuan penyelesaian Lamb untuk beban titik.
Berdasarkan analisa Reissner, pergeseran vertikal dititik tengah bidang
terbeban fleksibel (gambar 2a) dapat diberikan oleh
z = (Qo eiwt/Gro ) ( f1 + if2)
Dimana
Qo = amplitude beban total yang bekerja pada suatu fondasi.
z

= pergeseran periodik dipusat terbeban

= frekuensi lingkaran pemakaian beban.


ro = jari-jari bidang terbeban.
G = modulus geser tanah.
Q = Qo eiwt = beban total yang dieunakan dengan amplitudo pergeseran.
Qo
f1 , f2 = fungsi fungsi pergeseran.

12

GAMBAR 2 . (a) getaran bidang lingkaran terbeban seragam (b) fondasi lingkaran fleksibel
yang disebabkan oleh getaran paksa

Misalkan suatu fondasi lingkaran fleksibel dengan berat W (massa = m = W /


g) yanng bertumpu pada elastic half space dan dipengaruhi getaran oleh suau
gaya dengan amplitudo Qo e

i(wt+

) seperti yang ditunjukkan gambar 2b.

(catatan: adalah perbedaan fase antara gaya rangsangan dan pergeseran


fondasi). Dengan menggunakan hubungan pergeseran yang diberikan dalam
pers.(1.1) dan dengan menyelesaikan persamaan keseimbangan gaya, reissner
mendapatkan hubungan berikut:
Az = ( Qo / Gro)Z
Dimana Az adalah amplitudo gerakan fondasi dan Z amplitudo tak terhitung
(the dimensionless amplitude).
2

Z=

f1 f 2
2

2
2

(1 bao f1 ) 2 (bao f 2 ) 2

Dimana perbandingan massa tak terhitung (dimensionless mass ratio):

13

b=
dan

m
pro

W
1
W
3
3
g ( / g )ro
ro

s adalah kecepatan gelombang geser dalam material elastis dimana

fondasi bertumpuk.
Kerja klasik reissner lebih lanjut dikembangkan oleh Quenlan(1953) dan sung
(1953) sebagi mana yang telah disebutkan sebelumnya, kerja reissner
hanyaditunjukkan untuk kasus fondasi lingkaran flexsibel dimana reaksi tanah
seragam diseluruh bidang ( gambar 3a). Baik Quinlan dan sung mempelajari
kasus fondasi lingkaran kaku ( rigid).penyebaran tekanan kontak ditunjukkan

GAMBAR 3 penyebaran tekanan kontak dibawah sebuah fondasi lingkaran dengan jari jari
r+o+ : (a) penyebaran tekanan yang seragam : (b) penyebaran tekanan dibawah
fondasi rigid : (c) penyebaran tekanan terbuka

Oleh gambar 3b, fondasi fleksibel ( gambar 3a ) dan jenis-jenis fondasi


dimana penyebaran tekanan kontak parabola,sebagaimana yang dintunjukkan
dalam gambar 3c. Penyebara tekanan kontak untuk ketiga jenis kasus tersebut
dapat dinyatakan sebagai berikut:
untuk fondasi lingkaran fleksibel ( gambar 3 a):

q=

Qo e t (t )

ro

untuk r ro

14

untuk fondasi lingkaran rigid ( gambar 3b)


q=

Qo e t (t )
2ro ro r 2
2

untuk r ro

untuk fondasi dengan distribusi tekanan kontak parabola ( gambar 3c)

2(ro r 2 )Qo e i (t )
2

q=

ro

untuk r ro

Dimana q adalah tekanan kontak dengan jarak r yang diukur dari pusat fondasi
Quinlan hanya menyelesaikan persamaan ubtuk fondasi lingkaran rigid
sedangkan sung memberikan penyelesaian untuk ketiga kasus yang dijelaskan
diatas. Oleh karena kebanyakan fondasi adalah rigid ( gambar 3b), yang mana
akan dibahas lebih mendetail. Untuk fondasi rigid yang disebabkan oleh
sebuah rangsangan (excitation) gaya konstan Qoei(

t ), amplitudo

gerakan dapat juga dapat diberikan dengan hubungan yang sama yang
diberikan oleh pers.(1.2)-(1.5). tetapi perlu dicatat bahwa fungsi pergeseran
f1,f2 berubah tergantung pada jenis fondasi.
Harga fi , f2 untuk fondasi fleksibel diberikan dalam tabel 1.sebagai rangkaian
kekuatan a0(0-1.5). tabel 2 memberikan harga f1 dan f2 untuk fondasi rigid
sebagai rangkaian kekuataan a0 gambar 4 memberikan hub.Z dengan a0 untuk
berbagai harga b untuk oscilator standar kaku (

poissons ratio = 0.25)

Getaran fondasi lingkaran oleh perputaran oscillator massa fondasi fondasi,


dalam beberapa keadaan, dapat dipengaruhi oleh sebuah eksitasi frekuensi
dependen ( frequency dependent excitation ) terhadap eksitasi jenis gaya
kontan yang dibahas diatas. Gambar 5 menunjukan sebuh fondasi rigid yang

15

dieksitasi oleh dua massa yang berotasi.Amplitudo dari gaya oscillator luar
dapat diberikan sebagai berikut:
Qo = 2 m e e z = m1 e 2
Dimana m1 adalah total massa yang berotasi dengan

adalah frekuensi

lingkaran massa yang berotasi.


Untuk kondisi seperti itu, amplitudo getaran Az dapat diberikan hubungan
dibawah ini:

Az =

m1e 2
f 12 f 2
Gro (1 ba 2 o f 1 ) 2 (ba 2 0 f 2 ) 2

Dari pers.(1.5)
ao =

ro

p/G

atau

2 = ao2G / (pro2 )
Dengan mensubtitusikan pers.(1.11) kedalam (1.10), kita peroleh

Az =

m1ea 0
pr0

f1 f 2 2
m1 e

z
(1 ba 2 0 f 1 ) 2 (ba 2 0 f 2 ) 2 pr0 3

Dimana
2

Z = a0

f1 f 2 2
(1 ba 2 0 f 1 ) 2 (ba 2 0 f 2 ) 2

Gambar 5 memberikan suatu hubungan Z terhadap a0 untuk b=5,10,20, dan


40 (p = 0.25). catatan, bahwa kurva yang ditunjukan dalam gambar 4 dan 5
adalah kkurva frekuensi amplitudo. Dimana ao adalah frekuensi tak terukur

16

(dimensionless frequency). Gambar 6a menunjukn keadaan variasi Z dengan


ao untuk berbagai jenis disribusi tekanan kontak, yaitu sergam, rigid, dan
parabola (untuk b = 5 ). Catatan bahwa dengan pertambahan p. harga puncak
Z menurun. Juga harga frekuensi non-dimensi ao pada suatu nilai Z
maksimum terjadi, menurun dengan pertambahan poisson ratio.

Gambar 4 grafik Z terhadap ao untuk fondasi lingkaran [richart F.E Jr (1962) fundation
vibration ,transaction, ASCE , 127 Part . I Fig 7 Hak 873]

17

Gambar 5 Variasi Z dengan ao untuk fondasi lingkaran kaku [richart F. E Jr (1962)


fundation vibration ,transaction, ASCE , 127 Part . I Fig 7 Hak 873]

Syarat/kondisi resonasi untuk getaran fondasi lingkaran kaku (rigid).


Dari kurva amplitudo frekkuensi dalam gambar 4 dan 5, kita dapat mengambil
harga ao untuk amplitudo maksimum (yaitu syarat resonasi) dan perbandingan
massa b yang bersesuaian sebagaimana yang ditunjukan dalam gambar 7a.
Harga ini dapat dipetakan dalam benuk grfik seperti yang diunjukan gambar
7b (yaitu b terhadap ao saat resonasi). Gambar 8 menunjukan peta yang sama
(untuk p = 0,0.25, dan 0.5) untuk gaya konstan dan oscilator massa yang
berotasi.

18

Kemudian dengan menunjukan gambar 7a,kita dapat mengambil harga Z saat


resonasi dan b yang bersesuaian dan menggambarkannya dalam bentuk grafik
seperti yng dtunjukan gambar 7c. Gambar untuk gaya konstan dan oscilator ini
ditunjukan dalam gambar 9.

Gambar 6 (a) efek distribusi tekanan kontak pada variasi Z dengan a : (b) effek poisson ratio
pada variasi Z dengan a fundation vibration ,transaction, ASCE , 127 Part . I
Fig 7 Hak 873 ]

Gambar 8 dan 9 adalah bentukbentuk yang disukai untuk pemakaian didalam


merancang fondasi yang dipengaruhi getaran vertikal.

Design fondasi segi empat kaku(rigid)


Kurva-kurva design yang dikembangkan untuk oscilasi vertikal ditunjukan
untuk fundaasi rigid yang berbentuk lingkaran dalam rencana. Tetapi bila
fondasi itu segi empat didalam rencana dengan pajang L dan lebar B, kita
harus mendapatkan jari-jari equivalen (yang sama) untuk menggunakan kurva

19

rancangan. Hal ini dapat dikerjakan dengan menyamakan bidang fondasi yang
ada.

GAMBAR 7 prosedur untuk menyiapkan grafik untuk b terhadap a dan b terhadap z untuk
syarat resonasi getaran vertikal oscilasi gaya konstan

GAMBAR 8 Grafik perrbandingan massa b terhadap a o untuk kondisi resonasi oscilasi


vertikal : ------massa yanng berotasi-----gaya konstan kaku [richart F. E Jr
(1962)
fundation vibration ,transaction, ASCE , 127 Part . I
Fig 7 Hak 875]

20

GAMBAR 9 Grafik perbandingan massa dengan amplitudo non dimensi saat resonasi
oscilasi vertikal :---massa yang berotasi --- gaya konstan kaku [richart F. E Jr
(1962)
fundation vibration ,transaction, ASCE , 127 Part . I Fig 7 Hak
873

dengan bidang llingkaran yang equivalen, jadi


nro2 = BL
atau
ro =

BL /

dimana ro adalah jari-jari lingkaran equivalen.

2.

AMPLITUDO GETARAN VERTIKAL YANG DIIZINKAN


Sudah jelas bahwa tidaklah mungkin untuk menghilangkan getaran disekitar
fondasi. Tetapi suatu usaha dapat dilakukan utuk mengurangi masalah getaran
sebesar mungkin. Richart (1962) telah merangkum sebuah pedoman untuk
amplitudo getaran vertikal yang diizinkan untuk frekuensi getaran yang
tertentu. Hal ini ditunjukan dalam gambar 10. data yang diberikan merujuk

21

pada amplitudo getaran maksimum yang diizinkan. Ini dapat dikonversikan


menjadi perceoatan maksimum yang diizinkan yaitu

Percepatan maksimum = (pergeseran maksimum)

Sebagai contoh, dalam gambar 10, amplitudo pergeseran terbatas yang bekerja
pada frequensi 2000 cycles/menit (cpm) kurang lebih 0.005 in.(0.127 mm).
Jadi percepepatan kerja maksimum untuk frekuensi 2000 cpm adalah (0.005
in)(2 .2000/60)2 = 219.3 in/det2 (5570 mm/det2)

GAMBAR 10 ampliltudo getaran vertikal yang diizinkan reither dan meisler (1931) getaran
dalam keadaan tetap rauchs (1943) getaran dalam keadaan tetap crandell
(1940)
blasting (peledakan) catatan : 1 in 25.4 mm kaku [richart F.
E Jr (1962) fundation vibration ,transaction, ASCE , 127 Part . I Fig 7 Hak
876]

22

3.

BEBERAPA KOMENTAR TENTANG DESIGN FONDASI


MESIN UNTUK MENGHINDARI RESONASI
Dalam mendesign fondasi mesin aturanaturan umum di bawah ini boleh
diikuti untuk menghindari kondisi resonasi yang mungkin timbul :
1. frekuensi resonasi funadasi sistem tanah harus kurang dari setengah
frekuensi yang bekerja untuk mesin mesin kecepatan tinggi (yaitu yang
bekerja dengan frekuensi >1000 cpm). Untuk kasus ini,saat mulai atau
berhenti,mesin akan segera bergetar pada frekuensi rasionansi.
2. untuk mesin mesin kecepatan rendah (>350-400 cpm). Frekuensi
resonansisi fondasi sistem tanah paling tidak harus dua kali frekuensi yang
bekerja.
3. pada semua jenis fondasi, pertambahan berat mengurangi frekuensi
resonansisi.
4. suatu pertambahan ro menambah frekuensi resonansisi fondasi.
5. suatu pertambahan yang modus geser tanah (sebagai contoh dengan
adukan encer/grouting ) menambah frekuensi resonansi fondasi.
Contoh soal 1
Suatu fondasi yang dipengaruhi oleh gaya konstan jenis oscilasi vertikal
(constant force type vertikal oscillation). Berat keseluruhan mesin dan blok
fondasi yang ada W = 150,000 lbs; = 115 lb / ft3; = 0.4;G=3000 lb / in2;
amplitudo gaya oscilasi Qo = 1500 lbs ; frekuensi yang bekerja f = 180 cpm;
dan fondasi dengan lebar ft dan panjang :
a. tentukan frekuensi resonansisi .Check jika fres / foper > 2.
b. Tentukan amplitudo getaran saat resonansisi.

23

Penyelesaian :
a. frekuensi resonansisi
ini adalah fondasi segi empat, jadi jari jari equivalen (pers.1.14)

ro =

BL /

(6)(20) / 6.18 ft

mass ratio
b=

m
pr 0

r0

150,000
5.53
115(6.18) 3

Dari gambar 8,bersesuaian dengan b=5.53 dan =0.4,


a0 = 0.8.
fres
b. amplitudo getaran.
Dari pers.(1.2)
AZ = (Q0 / Gro)Z
Untuk amplitudo getaran saat resonansisi, lihat gambar 9
Dengan b = 5.53,Z = 0.2 ; jadi
1500

Az(res) = (3000 x144)6.18 (0.2) 0.00011 ft


= 0.00135 in.

24

Contoh Soal 2 :
Lihat gambar,menunjuka mesin torak silinder tunggal (single cylinder
reciprocacting engine). Data mesin yang diberikan sebagai berikut :
Kecepatan operasi = 1500 cpm ; batang penggerak (conneting rod)
= r2 =0.3m;engkol (crank) = r1 = 75 mm ; berat keseluruhan torak = 54 N ;
berat keseluruhan mesin = 14 kN. Gambar 11b menunjukan ukuran fondasi
beton untuk mesin. Keadaan tanah adalah sebagai berikut : y = 18.5 kN / m3;
G = 18,000 kN / m2 ; dan = 0.5.
GAMBAR 11

Hitunglah :
a. Gaya gaya tak seimbang primer dan sekunder saat frekuensi kerja.
b. Frekuensi resonansi.
c. Amplitudo getaran saat resonansisi .
d. Amplitudo getaran saat frekuensi kerja.

25

Penyelesaian :
a. Gaya gaya tak seimbang saat frekuensi kerja.
Persamaan untuk mendapatkan gaya gaya tak seimbang maksimum
primer dan sekunder untuk mesin torak sillinder tunggal untuk diberikan
dalam appendix A.fundamentals of soil dynami cs Braja M Das.
Dari pers.(A -9) dan (A-10),
54

75

Primer = mres r1 z = 1000(9.81) [1000 ][

2 1500 2
]
60

= 10.19 kN

Sekunder =

m rec r1
r2

w2

r1 / r2 = 0.075/0.3=0.25
sekunder = (primer)r1/r2 = (10.19)0.25 = 2.55kN
b. frekuensi resonansi.
Dari pers.(1.14)

ro=

BL / 1.5 * 2.5 / 1.093 m

Perbandingan massa b=m / pro3 ; Berat total w = berat fondasi + mesin ;


adalah 23.58 kN / m3. jadi
W = (1.5 x 2.5 x 1.5) 23.58 + 18 = 146.64 kN.

26

b=

m
pro

r0

146.64
6.07
18.5(1.093) 3

Dari gambar 8, untuk b=6.07,ao = 1.2 ;tetapi


ao= ro p / G , (a o / ro ) G / p

fres =

ao

2
ro ( 2 )

G
1 .2

p (1.093)(2 )

18,000(9.81)
18.5

= 17.07 cps= 1024 cpm


c. amplitudo saat resonansisi
Dari pers.(1.12)
Az = (m1 e/pro3)Z.
Pada 1500 cpm, total gaya tak seimbang = gaya primer + gaya sekunder =
10.19 + 2.55 = 12.74 kN.
Qo(1024 cpm ) = Qo(1500 cpn) ( 1024 / 1500)2=12.74(1024/1500)2=
= 5.94 kN.
Qo(1024 cpm )=m1 e 2= 5.94 kN.
Oleh karena itu,
M1 e = 5.94 /

2 =2 (1024)/60 = 107.23rad/sec

=5.94/(107.23)2

27

Dari gambar 9 untuk b = 6.07, Z = 0.18. dari sini

Az=

m1 e
( / g )ro

Z'

5.94 /(107.23) 2
0.18 0.0000378m
(18.5 / 9.81)(1.093) 3

= 0.0378 mm
d. amplitudo saat frekuensi kerja
ao= ro

p
( 2 )(1500)

(1.903)
G
60

18.5
1.76
(18,000)(9.81)

pada gambar 5 (untuk p = 0.25), dengan ekstrapolasi, untuk b = dan ao =


1.76,Z = 0.16 jadi
Az = [m1 e / (y/g)ro3 ]Z

m1 e =

Az =

Qo (1500 cpm )

12.74
0.000516
[(2 )1500 / 60] 2

0.000516
(18.5 / 9.81)(1.093) 3

28

4.

AYUNAN

ROCKING

FONDASI

(ROCKING

OSCILLATION OF FOUNDATION)
Penyelesaian toeritis untuk fondasi yang dipengaruhi oleh oscilasi rocking
telah diberikan oleh Arnold (1955) dan bycroft (1956). Untuk fondasi-fondasi
lingkaran kaku (gambar 12), tekanan kontak dapat dijelaskan dengan
persamaan dengan

q=

3M y r cos a
2ro

ro r

e iwt

dimana My adalah momen luar yang bekerja pada fondasi (momen pada aksis
y) dan q adalah tekanan kontak pada sembarang. Yang didefinisikan sebagai
titik a pada rencana.
Gambar 12 rocking oscilasi fondasi lingkara kaku (rigid)

29

Kurva tangen ini dapat digunakan untuk memahami hubungan antara ao pada
amplitudo maksimum (keadaan resonansi) dan harga inersia ratio bi(gambar
13b).

GAMBAR 13 rocking oscilasi untuk fondasi lingkaran rigid = (a) grafik e terhadap ao
[richart,FE Jr (1992).Foundation vibration ,Transacitions, ASCE,127, Bag.
1 .Gbr.9.hal. 876.]

Untuk fondasi fondasi segi empat , kurva (gambar 13) dapat digunakan
dengan menentukan jari jari ro ( sebagaimana dalam pers.1.14 untuk getaran
vertikal) diperoleh denngan persamaan

ro 4

1 BL3

definisi B dan L diberikan dalam gmbar 14.

30

5.

OSCILASI GESER FONDASI ( SLIDING OSCILLATION


OF FOUNDATION )
Arnold (1955) telah menemukan penyelesaian teoritis untuk oscilasi geser
foundasi lingkaran kaku (gambar 16) bekerja dengan gaya Q = Qoeiwt untuk
jenis oscilasi ini .
Amplitudo getaran fondasi dapat dinyatakan sebgai berikkut :
Kasus I. Untuk Qo = konstan.
Ax = ( Qo / Gro)X
Dimana Ax adalah amplitudo oscilasi horizontal dan X adalah faktor
amplitudo non- dimensi. Variasi amplitude terhadap frekuensi ( untuk b =
2,4,10,20,40, dan 80). Untuk oscilasi geser ditunjukan dalam gambar 17a.
Patut dicatat bahwa semua ini hanya untuk = o. Selubung yang digambar
dalam kurva kkurva ini digunakan untuk menunjukan hubungan antara
frekuensi

antara

amplitudo

maksimum

keadaan

resonansi).

Dan

perbandingan massa (mass ration) b.kurva ini telah digunakan untuk


mendapatkan grafik b ( = m/pr03) terhadap a0 amplitudo personan seperti
yang ditunjukan dalam gambar 17b.
Contoh soal 3 :
Sebuah kompresor jenis piston/torak horizontal seperti yangditunjukan dalam
gambar 15. Frekuensi kerja adalah 600 cpm. Amplitudo gaya tak seimbang
horizontal kompresor adalah 30 kN, dan menyababkan suatu gerakan rocking

31

fondasi pada titik 0 ( lihat gambar 15b).momen inersia massa kompresor yang
bekerja pada aksis b ob(lihat gambar 15c) adalah 16 x 105 kg mz.
Tentukan :
a. frekuensi resonansisi
b. amplitudo ascilasi rocking saat resonansisi

Penyelesaian :
Momen inersia blok fondasi dan kompresor yang berada pada aksis b ob.

Io = (wblok / 3g) [ (

1 2
L) h 2 ] + 16 x 105 kg m2
2

Anggaplah berat isi beton = 23.58 kN / m3 :


Wblok = (8x6x3)(23.58) = 3395.52 kN.
= 3395.52 x 103 N.

Io =

3395.52 x10 3 2
[3 3 2 ] 16 x10 5 36.768 x10 5 kg m 2
3(9.81)

Perhitungan jari jari equivalen fondasi

ro = 4

1
1
BL3 / 4
(8 x 6) / 3.67 m
3
3

32

GAMBAR 14

GAMBAR 15

jari jari equifalent rigid segi empat : gerakan Rocking

33

Perhitungan inersia ratio.

Io

bi =

a.

pro

36.768 x10 5
3.07
1800(3.67) 5

perhitungan frekuensi resonansi.


Dari gambar 13b,harga ao yang bersesuaian dengan bi = 3.07 adalah 0.86.
ao = wro

fres =

p/G

1 ao
2 ro

G
1 0.86

p
2 3.67

18,000(9.81)
17.66

= 3.73 cps = 224 cpm.


b.

perhitungan Amplitudo oscilasi saat Resonansisi.


Dari pers.(1.18),
e=(My / Gro3)e
dari gambar 1.13a, untuk ao = 0.086, e= 3.2
My(oper freq) = (gaya tak seimbang)x4
= 30 x 4 = 120 kN- m
Oleh karena itu
My (res)= 120 (res freq / oper freq)2
= 120 (224/600)2 = 6.72 kN- m

34

Dari sini,
e = [16.72/18,000(3.67)3]3.2 = 0.00006 rad.
Pada jarak 4 meter diatas titik 0 ampllitudo getaran sama dengan (0.00006)
(4)=0.00024 m = 0.24 mm.

GAMBAR 16

oscilasi geser fondasi lingkaran kaku

Kasus II.Qo = m1 e 2 (untuk kasus ini, gaya horizontal dibentuk oleh masing
masing massa oscilator eksentris dari massa me)
Ax = (m1e / pro3) x
Gambar 17a menunujukan kurva selubung (envelope curve) x terhadap a0
untuk keadaan resonansi (sama dengan kurva terselubung x terhadap ao untuk
gaya konstan ditunjukan dalam gambar 17a).
Variasi perbandingan massa b terhadap a0 untuk kondisi resonansi tergambar
dalam gambar 17b.

35

GAMBAR 17
:---variasi X

slinding oscillation (ayunan geser ) : (a) faktor amplitudo terhadap a


dengan a o Qo (konstan) saat resonasi , oscillasi massa eksentris (b)

perbandingan
massa b terhadap a kaku [ richart F. E Jr (1962)
fundation vibration ,transaction, ASCE , 127 Part . I Fig 7 Hak 873 ]

36

6.

OSCILASI PUNTIR / TORSI FONDASI (TORSIONAL


OSCILLATION OF FUNDATION)
Gambar 18a menunjukan fndasi lingkara jari jari ro yang dipengaruhi oleh
sebush momen putar T=Toeiwt pada sebuah aksis z- z. Reissner (1937)
menyelesaikan masalah oscilasi jenis ini dengan menganggap distribusu linear
tekanan geser Tze (tekanan geser nol pada pusat dan maksimum pada
permukaan luar fondasi ) seperti gambar 18b. Hal ini mewakili kasus fondasi
fleksibel. Pada tahun 1944 Reissner dan Sagolimenyelesaikan masalah yang
sama unuk kasus fondasi rigid dengan mempertimbangkan variasi linear
pergeseran dari pusat kepermukaan fondasi. Untuk kasus

GAMBAR 18 oscilasi puntir (torsional) fondasi

37

Seperti ini, tekanan geser dapat diperoleh dengan ( gambar 18c)

Toe =(

[Tr / ro3

2
ro r 2 ] untuk 0 < r < ro.

Untuk momen putar statis T sudut rotasi

dapat dinyatakan dengan

a=(3/16Gro3)Tstat
untuk momen putar dinamis T = Toeiwt pada fondasi rigid,amplitude sudut
rotasi dapat diberikan oleh
a=(To/Gro3)
dimana

adalah factor amplitudo non- dimensi.

Variasi kurva amplitude terhadap frekuensi ( terhadap ao) untuk fondasi


rigid dengan perbandingan massa bt = 2,5. dan 10 seperti yang ditunjukan
dalam gambar 19a. Kurva selubung yang digambarkan dalam kurva ini untuk
menerangkan hubungan antara frekuensi saat resonansisi dan perbandingan
massa bt. Kurva ini telah digambarkan untuk menggambarkan grafik bt
terhadap ao saat resonansisi seperti yang diunjukan dlam gambar 1.19b.
Perbandingan massa untuk momen puntir bt didefinidikan sebagai berikut ,
bt = Jzz / pro5
dimana Jzz adalah momen inersia massa fondasi pada aksis 2-2 ( gambar 18a)

38

gambar 1.19 juga menunjukan kurva untuk

terhadap ao saat resonansisi

untuk fondasi fleksibel. Gambar 19b. Juga menunjukan grafik bt terhadap ao


saat resonansisi untuk fondasi lingkaran fleksibel.
Untuk fondasi segi empat dengan ukkuran B x L, jari jari equivalent diberikan
oleh

ro 4

1
BL( B 2 L2 ) /
6

Getaran puntir fondasi fondasi merupakan gerakan yang tidak berpasangan


dan dari ini dapat diperlukan secara terpisah dari sembarang gerakan vertikal.
Poisson ratio tidak mempengaruhi getaran puntir fondasi.

39

GAMBAR 19 karasteritik oscilasi puntir fondasi [richart F. E Jr (1962) fundation


vibration ,transaction, ASCE , 127 Part . I Fig 7 Hak 873]

Contoh soal 4 :
Sebuah fondasi antena radar seperti ditunjukan gambar 20. untuk getaran
torsional (puntir) fondasi, harga yang diberikan :
To = 18 x 104 ft lb karena inersia
To = 6 x 104 ft lb karena angin
Momen inersia massa menara pada aksis 2-2 = 10 x 10

ft lb sec2,dan

berat isi beton yang digunakan dalam fondasi adalah 150 lb / ft3. Hitunglah :

40

a. frekuensi resonansi untuk arah puntir getaran (torsional modal of


vibration)
b. penyimpangan sudut (angular deflection) saat resonansi
GAMBAR 20

Penyelesaian :
a. Frekuensi Resonansi. Jzz = Jzz ( menara) + Jzz(fondasi )
1
2

2
2
= 10 x 10 6 + [ro h(150 / 32.2)]ro

=10 x 10

6+

1
[( )(25) 2 (8)(150 / 32.2)](25) 2
2

=10 x 10 6 + 22.87 x 106 = 32.87 x 106 ft lb sec2


Dari pers.(1.27)

41

bt =

J zz
pro

32.87 x10 6
0.985
(110 / 32.2)(25) 5

untuk mencari frekuensi resonal lihat gambar 1.19b. untuk b t = 0.985.ao


2.1(dengan ekstrapolasi ) untuk fondasi rigid. Jadi:

frekuensi resonansi =

ao
2ro

2.1
2 ( 25)

G
p
19,000 x144
11.96cps
(110 / 32.2)

b. penyimpangan sudut saat frekuensi resonansisi.


Dari gambar 19a,untuk ao = 2.1,

To ( inert )

inert =

Gro

0.5. dari sini

18x10 4

3 0.5
(19,000)(144)(25)

= 0.21 x 10-5 rad


Jadi momen putar disebabkan oleh angina (To) harus dianggap sebagai
momen putar statis, dari pers.(1.25).

stat =

3
16Gr0

3
(6 x10 4 )
3
16
(
19
,
000
)(
144
)(
25
)

To ( stat )

= 0.0263 x 10-5 rad


Saat resonansisi,total penyimpanan sudut adalah,

= inert+ stat= ( 0.21+0.0263)x10-5


= 0.2363 x 10 -5 rad = 0.135 x 10-3 deg

42

7.

PERBANDINGAN PENGUJIAN GETARAN TELAPAK


FONDASI DENGAN TEORI
Richard dan whitman (1967) melakukan suatu study komprehensif mengenai
dapat dipakai tidaknya temuan temuan teoritis yang disajikan disini untuk
problemproblem lapangan yang aktual. Sembilan puluh empat hasil penujian
lapangan skala besar untuk telapak. Fondasi yang besar brdiameter 5 16 ft
(1.52-4.88m) yang dipengaruhi getaran vertikal telah di;aporkan oleh fry
(1963) dari 94 hasil pengujian, 55 dilakukan di U.S.Army waterways
experiment station, vicksburg missisipi. Sisanya 39 dikerjakan di eglin adalah
CL dan SP ( sistem klsifikasi tanah univiet). Untuk pengujian pengujian ini
gaya dinamis vertikal pada telapak fondasi yang dihsilkan oleh ascilator
ascilator massa yang berotasi. gambar 21 menunjukan suatu perbandingan
amplitudo getaran teoritis Az dengan hasil eksperiment yang diperoleh untuk
dua kakifondasi (base) dilapangan vicksburg. Perbandingan massa nondimensi b masin masing dari dua base ini adalah 5.2 dan 3.8. untuk base
dengan b = 5.2, hasil hasil eksperiment terletakdiantara kurva teori is dengan

= 0.5 dan = 0.25. tetapi untuk base dengan b = 3.8, kurva eksperiment
hampir sama denngan kurva teoritis dengan

= 0.5. gambar 22 menunjukan

suatu perbandingan harga harga teoritis dan eksperimen ( dilaporkan oleh fry
(dalam grafik)

43

GAMBAR 21 Oscilasi vertikal : perbandingan hasil hasil pengujian dan teori [richart F. E Jr
(1962) 43oundation vibration ,transaction, ASCE , 127 Part . I Fig 7 Hak
873]

GAMBAR 22 Gerakan saat resonasi untuk eksitasi vertikal : perbandingan antara teori dan
eksperiman .vikscburg aglin -------teori tanpa base rigid-------- teori parabola
[richart F. E Jr (1962) fundation vibration ,transaction, ASCE , 127 Part . I
Fig 7 Hak 873]

44

GAMBAR 22 Gerakan saat resonasi untuk eksitasi vertikal : perbandingan antara teori dan
eksperiman .vikscburg aglin -------teori tanpa base rigid-------- teori parabola
[richart F. E Jr (1962) fundation vibration ,transaction, ASCE , 127 Part . I
Fig 7 Hak 873]

Non- dimensi Az m / m1e saat resonansisi terhadap b (m1 = total massa


oscilator oscilator yang berotasi). dengan cara yang sama, suatu perbandingan
hasil hasil percobaan dengan teori dalam grafik non- dimensi ao saat
resonansisi terhadap b ditunjukan dalam gambar 23. dari dua grafik ini dapat
terlihat

hasil

hasil

yanng

diperoleh

ditempat

vicksburg

mengikuti

kecerendungan umum seperti yang ditunjukan oleh kurva teoritis elastis half
space untuk base yang rigid. Tetapi sesuatu sebaran ( scatter), yang memadai ,
disiapkan untuk pengujian yang dilakkukan dilapangan eglin. Hal ini mungkin
disebabkan oleh butiran pasir halus yang ditemukan dilapangan dimana
modulus geser berubah menurut kedalaman ( yaitu , tekanan bebas= confining
pressure ). Anggapan anggapan pokok dari turunan teoritis
homogen,

elastis,isotropis,sangat

jauh

berbeda

dari

benda benda
pada

keadaan

45

sesungguhnya dilapangan. Gambar 24 menunjukan ringkasan seluruh


pengujian oscilasi vertikal yng merupakan grafik dari Az(terhitung) / Az(terukur)VS Az

2g
(yaitu percepatan non- dimensi, g = percepatan gravitasi). Patut dicatat
bahwabila percepatan non- dimensi mencapai 1, kemungkinan telapak melesat
ledalam dan berubah menjadi sebuah palu. Dalam berbagai hal, dalam
masalah masalah design sesungguhnya, sebuah fondasi mesin tidak
diperkenankan percepatannya melebihi 0.3 g. Tetgapi unuk masalah dinamis
dalam keadaan iini, persesuaian umum antara teori dan percobaan cukup baik.
Beberapa pengujian lapanngan skala besar telah dikerjakan oleh U.S. Army
waterways experiment station

( fry,1963) dinamakan telapak telapak

dipengaruhi oleh oscilasi puntir. Penggetar mekanik diciptakan untuk


menghasilkan momen putar murni pada suatu bidang horizontal. Gambar 25

menunjukan suatu grfik amplitudo tak terukur

Jzz/ (m1e 1 x ) terhadap bt


2

untuk beberapa pengujian ini yanng bersesuian dengan keadaan terendah


massa eksentris pada suatu oksilator

adalah ampllitudo gerakan puntir dan

m1 dalah jumlah massa yang beroscilasi ( untuk x lihat insert dalam gambar
25). Kurva kurva teoritis dipetakan dalam gambar ini hanya sebagai
perbandingan. Dapat dilihat bahwa amplitudo getaran yang rendah,
persesuaian antara teori.

46

GAMBAR 24 Gerakan saat resonasi untuk eksitasi vertikal : perbandingan antara teori dan
eksperiman .vikscburg aglin
[richart F. E Jr (1962) fundation
vibration ,transaction, ASCE , 127 Part . I Fig 7 Hak 873]

GAMBAR 25 Gerakan saat resonasi untuk eksitasi vertikal : perbandingan antara teori dan
eksperiman .vikscburg aglin [richart F. E Jr (1962) fundation
vibration ,transaction, ASCE , 127 Part . I Fig 7 Hak 873]

Dengan hasil hasil yang diperoleh dilapangan adalah baik. Gerakan puntir
yang terbatas didalam semua kasusu kasus praktis dlah kkurang lebih 0.1 mil (
1 x 10 -4 in).

47

Oleh karena itu teori half space memberikan kepuasan didalam kebanyakan
pertimbangan design praktis. Perbandingan antara teori dan hasil hasil
eksperimen untuk pengujian telapak dlam arah rocking dan gelincir
( sillinding) telah disajikan oleh richart dan whitman (1967). Penerimaannya
tampak cukup baik.

48

Kesimpulan :
1.

teori teori yang telah dikembangkan tersebut dimuka, hanya


dipakai untuk kasus kasus dimana fondasi mengalami amplitudo getaran
yang rendah.

2.

untuk perancang fondasi segi empat dapat diselesaikan dengan


mencari jari-jari equivalen dengan menggunakan rancangan (design) yang
dikembangkan pada oscilasi vertikal untuk fondasi rigid yang berbentuk
lingkaran.

3.

menghilangkan getaran disekitar fnudasi tidaklah mungkin, tetapi


suatu usaha dapat dilakukan untuk mengurangi masalah getaran sebesar
mungkin, dimana richart (1962) telah merangkum sebuah pedoman untuk
amplitudo getaran vertikal yang diizinkan untuk frekkuensi getaran yang
tertentu.

4.

dari perbandingan pengujian getaran telapak fondasi dengan teori


yang telah disajikan dalam bentuk grafik terlihat bahwa hasil hasil yang
diperoleh mengikuti kecenderungan umum seperti yang ditunjukan oleh
kurva teoritis yang diperoleh dari teori elatic helf space untuk base yang
rigid. Oleh karena itu teori elatic helf space memberikan kepuasan didalam
kebanyakan pertimbangan design praktis.

49

DAFTAR PUSTAKA
Das, B.M. (1983).Fundamentalis Of Soil Dynamics, elsevier science publishing
Co, Inc, 52 vanderbilt avenue, New York, New York,10017
Richart ,F.E., Jr, hall, J.R., Jr.,and Woods,R.D (1970).
Vibrations of Soils and Foundations,Pretice-hall,Inc.,Englewood cliffs,New
Jersey.
Pradoto , Suhardjito. (1991). Diklat Concrete Foundation Road Contruction and
Drainage System.
Thomson , W. T.(1981) . Theory Of Vibration with Application, 2nd Edition ,
Prentice-Hall, Inc., Englewood Cliffs, New Jersey.

Anda mungkin juga menyukai