Anda di halaman 1dari 27

PEDOMAN PENGORGANISASIAN UNIT KERJA

RUANG OPERASI
TAHUN 2014 2017

RS. KARYA MEDIKA II TAMBUN


JALAN SULTA HASANUDIN NO.63 TAMBUN BEKASI SELATAN
TELP. HUNTING 021-88324366, 021-70207457, FA X 021-88327514

BAB I
PENDAHULUAN
Kamar bedah suatu rumah sakit merupakan bagian integral dari
pelayanan rumah sakit yang tak dapat terpisahkan atau berdiri sendiri dalam
memberikan pelayanan kepada masyarakat, dalam memberikan pelayanan
khususnya tindakan pembedahan.
Tindakan pembedahan atau tindakan operasi merupakan tindakan yang
menimbulkan stress bagi orang yang akan dilakukan operasi, selain itu tindakan
pembedahan mempunyai resiko integritas atau keutuhan tubuh tertganggu
bahkan dapat merupakan ancaman kehidupan, serta penyulit dapat disebabkan
oleh aspek manusia/tenaga, fasilitas/alat dan lingkungan yang tidak memenuhi
persyaratan
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran telah menjadikan
pembedahan yang dulunya sebagai usaha terakhir, sekarang dengan kemajuan
teknologi tadi telah menjadiakan tindakan pembedahan dapat diterima secara
umum
Perkembangan konsep dan ilmu kedoteran dan keperawatan khususnya
perawatan perioperatif yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan
keperawatan di rumah sakit melalui pedoman pengorganisasian unit kamar
bedah membutuhkan penalaran ilmiah dan penalaran secara etis.
Dengan adanya pedoman pengorganisasian di unit kamar bedah , dapat
dijadikan sebagai pedoman dan aturan bagaimana cara kerja di kamar bedah
dan persyaratan apa yang di perlukan,sehingga diharapkan tenaga di kamar
bedah dapat bekerja dengan baik dan benar sesuai aturan dengan tujuan agar
tidak terjadi penyulit , selain itu pedoman ini sangat diperlukan dan sangat
penting sehingga pada akhirnya dapat mengurangi dan menurunkan angka
kematian, kecacatan serta infeksi seminimal mungkin, sehingga pelayanan
dapat diberikan semaksimal mungkin dan seprofesional mungkin, yang
akhirnya dapat dijadikan sebagai jaminan mutu pelayanan di kamar bedah.
Untuk pelayanan mutu perlu adanya standarisasi pedoman
pengorganisasian kamar bedah dan dilaksanakan serta dinilai secara terus
menerus dan bila perlu diadakan penyempurnaan pedoman pengorganisasian di
kamar

BAB II
GAMBARAN UMUM RS KARYA MEDIKA II
Pada tahun 1994 didirikan poliklinik Yayasan Karya Medika II atau disingkat
YKM II yang terletak
di Jl.Sultan Hasanuddin No 63 Tambun, Bekasi. Dan pada saat poliklinik tersebut
sudah dilengkapi dengan beberapa dokter spesialis dan klinik umum 24 jam.
Seiring dengan berkembangnya waktu dan bertambah kunjungan pasien ke
klinik. Pada tanggal 28 Agustus 2003 RSIA selesai dibangun. dimana luas lahan
RS.Karya medika II Tambun seluas 4924 m.
Rumah Sakit Karya Medika II tambun merupakan rumah sakit swasta di
bawah PT Adyfarma Adyajaya Medika terletak di wilayah kabupaten bekasi.
Dalam pengabdiannya kepada masyarakat di kabupaten sesuai tujuan rumah
sakit yaitu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Bekasi dengan
memberikan pelayanan kesehatan menyeluruh.
Rumah Sakit Karya Medika II menyelenggarakan pelayanan kesehatan
diantaranya adalah Pelayanan Rawat jalan meliputi: Spesialis Kandungan dan
Kebidanan, Spesialis kulit dan kelamin, Spesialis Jantung, Spesialis Mata,
Spesialis Syaraf, Spesialis Bedah, Spesialis Radiologi, Spesialis Gizi, Spesialis
Bedah Tumor onkologi, Spesialis Bedah Orthopedi, Spesialis Bedah Urologi,
Spesialis Kesehatan Jiwa, Spesialis Penyakit Dalam, Spesialis Bedah Plastik.
Selain Pelayananan Rawat jalan juga memberrikan pelayanan Rawat Inap yaitu
Pelayanan Keperawatan Anak, Keperawatab Kebidanan, Keperawatan Bedah
Dewasa , Keperawatan FIP, Keperawatan Penyakit Dalam, Keperawatan bayi baru
lahir, Keperawatan Intensiv Care Unit. Rumah Sakit Karya Medika II juga
memberikan pelayanan Gawat darurat. Pelayanan Bedah (OK ), Pelayanan
bersalin ( VK).
Untuk menunjang pelayanan perawatan pasien Sakit Karya Medika
menyediakan pelayanan Penunjang Medik Meliputi : Radiologi, Laboratorium,
ESWL, USG, Dan Instalasi Farmasi.
Sistem Pengorganisasian Rumah Sakit Karya Medika II dipimpin Oleh Seorang
Direktur Rumah Sakit di Batu tiga wakil Direktur Yaitu : Wakil direktur Pelayanan
Medik dan Keperawatan, Wakil Direktur Penunjang Medik dan Wadir Umum Dan
Keuangan
Wadir Pelayanan Medik dan Keperawatan membawahi Kabid. Pelayanan
Medis, Kabid Keperawatan dan Kabid Rekam Medik. Wadir Penujang Medik
membawahi Kabag Penunjang Medik sedangkan Kabag Penunjang Medik
Membawahi, Pelayanan Radiologi, Pelayanan Laboratorium, Intalasi Farmasi.

Wadir Umum dan Keuangan Membawahi, Ka.Bag Tata Usaha, Ka.Bag, Keuangan,
Ka.Bag Personalia, Ka.Bag Humas & Marketing dan EDP

BAB III
VISI,MISI,FALSAFAH.NILAI DAN

VISI _ MISI
Rum ah Sakit Karya Medika II Tambun
VISI
Rumah Sakit Karya Medika II Tambun Menjadi rumah sakit yang handal dan
terkemuka di Bekasi.
MISI
1. Melaksankan upaya terencana, berkesinambungan, bertahap dan periodic
2. Mewujudkan kinerja efektif, efisien dan dapat dipertanggungjawabkan
secara professional
3. Meraih kepuasan pelanggan lahir batin
Tujuan
Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Bekasi dengan memberikan
pelayanan kesehatan meny eluruh
Falsafah
Mengutamakan kemitraan dan kekeluargaan dalam pelayanan
Motto
Kesehatan anda kepedulian kami

MISI BIDANG KEPERAWATAN.


-

Misi
Menyelengarakan asuhan keperawatan dan kebidanan yang berkualitas
berdasarkan pada Evidence best Practice,dengan menyediakan sarana
dan prasarana yang aman,sumber daya manusia yang professional dan

memiliki etos kerja yang tinggi serta membudayakan mutu sebagai bagian
dari kegiatan asuhan keperawatan.
-

Falsafah
1. Pelayanan keperawatan diberikan kepada pasien dengan
memperhatikan aspek Bio, Pisiko, Sosio, Cultur dan spiritual tanpa
membeda-bedakanya dengan dilandasi oleh cinta kasih dan iman
kepada tuhan
2. Memberikan Asuhan Keperawatan bermutu dilakukan dengan
pendekatan sesara sistematis melalui 5 tahap yaitu : pengkajian
diagnosa, perencanaan tindakan dan evaluasi didasarkan pada
evidence best practice
3. Memenuhi kebutuhan fasilitas, sarana dan prasarana yang memenuhi
setandar dan mengikuti teknologi terkini adalah salasatu dasar
penunjang dalam melaksanakan Asuhan Keperawatan yang berkualitas
4. Pengembangan sumber daya manusia merupakan bagian terpenting
dari upaya meningkatkan Asuhan Keperawatan yang berkualitas.

Tujuan
1. Terselenggaranya Asuhan keperawatan dan Kebidanan yang
berkualitas dan sesuai dengan evidence best practice melalui :
a. Terlaksananya Asuhan Keperawatan melalui 5 tahap terdokumentasi
secara lengkap, tercapai 80%
b. Review dan perbaikan standar asuhan keperawatan maksimal 3
tahun
c. Diimplementasikan penerapan clinical phatway
2. Terselenggaranya pelayanan yang efektif dan efisien melalui :
a. Review dan perbaikan standar prosedur keperawatan berdasarkan
riset atau hasil terkini baik melalui jurnal maksimal 3 tahun sekali
b. Terlaksanaya kalibrasi dan pemeliharaan secara continu dan tepat
waktu
c. Terpenuhinya kebutuhan peralatan sesuai dengan standar yang
ditetapkan
3. Tersedianya tenaga keperawatan dan kebidanan yang berkualitas dan
memiliki etos kerja yang tinggi melalui:
a. Tenaga keperawatan berbasis pendidikan strata 1 pada tahun 2016,
sebesar 15%
b. Tenaga kebidanan berbasis pendidikan diploma 4 kebidanan tahun
2016, sebesar 15%
c. Perawat di unit khusus memiliki setifikat (bersertifikat), sesuai
dengan bidangnya, 50%
d. Terselenggaranya pelatihan-pelatihan keperawatan dengan
menggunakan materi berdasarkan bukti-bukti terkini
e. Tersedianya perawat yang telah mengikuti pelatihan tentang
evidence best practice minimal 2 orang / ruangan
f. Presentasi kasus dilakukan 1 kali sebulan
4. Menyelenggarakan peningkatan mutu keperawatan secara continue
dan konsisten melalui:
a. Monitoring dan analisa instrument A,B,C depkes setiap 6 bulan
sekali.

b. Monitoring analisa dan publikasi patient safety goal setiap 1 bulan


sekali
c. Ikut setra aktif dalam kegiatan mutu pelayanan rumah sakit karya
medika II melalui pelaporan incident report dalam waktu 1 X 24 jam
d. Monitoring analisa dan publikasi nursing sensitive indicator setiap 6
bulan sekali dengan menurunkan :
Angka kejadian pasien resiko jatuh 0,3 %
Angka kejadian dekubitus kurang dari 1 %
Angka kejadian medikation eror meliputi (5 benar) sebesar 0
%
e. Kepatuhan perawat dalam cuci tangan melalui 5 moment sebesar
80 %

Tujuan unit ruang operasi.

Meningkatkan kepuasan pelanggan dengan cara mengurangi waktu


tunggu operasi elektif dari 2 jam menjadi 30 menit , setiap bulannya dari
kisaran 75 % menjadi 90 %,dengan cara : 100 % semua pasien operasi
elektif / sudah terdaftar , operasi tepat waktu dan sesuai dengan daftar/
jadwal operasi.
Terselenggarakannya proses asuhan keperawatan yang optimal meliputi:
a. Tersedianya perawat trampil ruang operasi dalam pelayanan tindakan
operasi
b. 100 % peralatan medic seperti,ventilator,monitor, elektro
surgical,sactionserta obat-obat
anesthesi

dan bahan habis pakai tersedia di ruang operasi

c. 60 % adanya asesmen asuhan keperawatan di ruang operasi


d. Rasio ketenagaan sesuai dengan type rumah sakit dan jenis tindakan
operasi,dengan tenaga
yang memiliki kompetensi:
1. 20 % tenaga perawat ruang operasi berbasis S I pada tahun
2015.
2. 80 % tenaga perawat ruang operasi berbasis DIII pada tahun 2015
3. 60 % tenaga perawat ruang operasi memiki sertifikat basic dasar
bedah/mahir bedah
Pada tahun 2015.
4.100
% tenaga perawat mengikuti presentasi asuhan keperawatan
th 2015.

3. peningkatan mutu pelayanan ruang operasi melalui :

a. 90 % penandaan tempat insisi luka operasi sebelum tindakan.


b. 100 % kepatuhan terhadap ceklist keselamatan pasien.
c. 100% tidak adanya tertinggal benda asing di dalam tubuh setelah
tindakan.
d. 80% kesesuaian diagnose pre dan post operasi .
e. 100% tidak adanya kematian di meja operasi.
f. 100% tidak adanya reaksi anesthesia berupa anafilatic syock pada
pasien intra anesthesia.
g. 100% kejadian yang tidak diharapkan dilaporkan dalam waktu 1x24
jam.
h. 100% Tidak adanya luka bakar akibat elektrosurgeri.

BAB IV
STRUKTUR ORGANISASI RS
PT. AAM
Direktur Utama

Dewan Pengawas
Direktur SKM II

Kom Medik

Wadir Pel.
Medis & Kep

Wadir Pen. Medis

Kabid. Pen Medis

KA. Farmasi
& Alkes

KA. Gizi

KA.Bid Pel Medis

Kasie
IRJ

KaSie
IRI

KA. Lab

KaSie
ICU

KA. Radiologi

KaSieIGD

KaSie
OK

KA. Bid MR

Wadir
Umum & Keu

KA.Bid Kep

KA. Bag Keu

KA. Bag Personalia

Ass.Wadir UK Kom Keperawatan

KA.Bag
TU

KA.Bag
Hms & Mktng

KA. Sub.bag
Umu

KA. Sub.bag
Humas

KA. Sub.bag PAYROL

KA. Sub.bag IPSRS

KA. Sub.bag
Mrkting

KA. Sub.bag Validasi

KA. Sub.bag
DIKLAT

KA. Sub.bag Logistik um

KA..Sub.Bag
Kasir

KA. Sub.bag Scurity

KA. Adm RJ

KaSie Askep

KA. Adm RI

KaSie SDM Kep

KA. Sub.bag
ADM. RI & RJ

KA. Pe. Data

KaSie Log Kep

KA. Sub.bag Pena.Piutang KA. Sub.bag ADM

BAB V
STRUKTUR ORGANISASI UNIT KERJA

Komite Keperawatan
\s

Kabid Keperawatan

DO

Ka. Unit

Helper

Perawat PJ

Perawat Pelaksana

Medis

Panata Anastesi

BAB VI
URAIAN JABATAN

1. Kepala Ruang ( Ka Ru )
a. Nama Jabatan
: Kepala ruang
b. Pengertian : Seorang tenaga keperawatan yang diberi tanggung
jawab dan wewenang dalam mengatur dan mengendalikan kegiatan
pelayanan keperawatan di kamar operasi
c. Persyaratan :
1) Pendidikan
: Ahli madya keperawatan /SI
keperawatan
2) Kursus/pelatihan
: Manajemen pelayanan keperawatan
kamar bedah
3) Pengalaman kerja
: Sebagai perawat pelaksana 3-5 tahun
4) Kondisi fisik
: Sehat jasmani dan rohani
d. Tanggung Jawab
Dalam melaksanakan tugasnya ka.ru bertanggung jawab kepada
kepala instalasi perawatan/kepala instalasi terhadap hal-hal :
1) Kebenaran dan ketepatan rencana kebutuhan tenaga
keperawatan
2) Kebenaran dan ketepatan program pengembangan pelayanan
keperawatan
3) Keobyektifan dan kebenaran penilaian kinerja tenaga
keperawatan
4) Kelancaran kegiatan orientasi perawat baru
5) Kebenaran dan ketetapan protap/SOP pelayanan keperawatan
6) Kebenaran dan ketetapan laporan berkala pelaksanaan
pelayanan keperawatan
7) Kebenaran dan ketepatan kebutuhan dan penggunaan alat

8) Kebenaran dan ketepatan pelaksanaan program bimbingan


siswa/mahasiswa institusi pendidikan keperawatan
e. Wewenang
Dalam menjalankan tugasnya kepala ruangan mempunyai
wewenang sebagai berikut :
1) Meminta informasi dan pengarahan kepada atasan
2) Memberi petunjuk dan bimbingan pelaksanaan tugas staf
keperawatan
3) Mengawasi, mengendalikan dan menilai pendayagunaan tenaga
keperawatan, peralatan dan mutu asuhan keperawatan diruang
rawat
4) Menandatangai surat dan dokumen yang ditetapkan menjadi
wewenang kepala ruangan
5) Menghadiri rapat berkala dengan kepala instalasi/ kasi/ kepala
rumah sakit untk kelancaran pelaksanaan pelayanan
keperawatan

f.

Uraian Tugas
1) Melaksanakan fungsi perencanaan (P1) meliputi:
a) Menyusun rencana kerja kepala ruangan
b) Berperan serta menyusun falsafah dan tujuan pelayanan
keperawatan diruang rawat yang bersangkutan
c) Menyusun rencana kebutuhan tenaga keperawatan dari segi
jumlah maupun kualifikasi untuk kamar operasi, koordinasi
dengan kepala perawat instalasi / ka. Instalasi
2) Melaksanakan fungsi pergerakan dan pelaksaan (P2) meliputi :
a) Mengatur dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan
pelayanan di kamar bedah, melalui kerja sama dengan
petugas lain yang bertugas diruang rawatnya
b) Menyusun jadwal / daftar dinas tenaga keperawatan dan
tenaga lain sesuai kebutuhan pelayanan dan peraturan yang
berlaku di rumah sakit
c) Melaksanakan orientasi kepada tenaga keperawatan baru /
tenaga lain yang akan kerja di kamar bedah
d) Memberikan orientasi kepada siswa / mahasiswa yang
menggunakan ruangannya sebagai lahan praktek
e) Membimbing tenaga keperawatan untuk melaksanakan
asuhan keperawatan sesuai standar
f) Mengadakan pertemuan berkala / sewaktu-waktu dengan staf
keperawatan dan petugas lain yang bertugas diruang
rawatnya

g) Memberi kesempatan / izin kepada staf keperawatan untuk


mengikuti kegiatan ilmiah / penataran dengan koordinasi
kepala instalasi / kepala bidang keperawatan
h) Mengupayakan pengadaan peralatan dan obat-obatan sesuai
kebutuhan berdasarkan ketentuan/ kebijakan rumah sakit
i) Mengatur dan mengkoordinasikan pemeliharaan alat agar
selalu dalam keadaan siap pakai
j) Mengendalikan kualitas system pencatatan dan pelaporan
asuhan keperawatan dan kegiatan lain secara tepat dan
benar. Hal ini penting untuk tindakan keperawatan
k) Memberi motivasi pada petugas dalam memelihara
kebersihan kamar operasi
l) Membuat laporan harian mengenai pelaksanaan asuhan
keperawatan serta kegiatan lainnya dikamar operasi,
disampaikan kepada atasannya
m) Membimbing siswa / mahasiswa yang menggunakan
ruangannya sebagai lahan praktek
n) Melakukan serah terima pasien dan lain-lain pada saat
pergantian dinas

3) Melaksanakan fungsi pengawasan, pengendalian dan penilaian


(P3) meliputi :
a) Mengendalikan dan menilai pelaksanaan asuhan
keperawatan yang telah ditentukan
b) Mengawasi dan menilai siswa / mahasiswa keperawatan
untuk memperoleh pengalaman belajar sesuai tujuan
program bimbingan yang telah ditentukan
c) Melakukan penilaian kinerja tenaga keperawatan yang
berada diawah tanggung jawabnya
d) Mengawasi, mengendalikan dan menilai pemberdayaan
tenaga keperawatan, peralatan dan obat-obatan
e) Mengawasi dan menilai mutu asuhan keperawatan sesuai
standar yang berlaku secara mandiri atau koordinasi dengan
Tim Pengendalilan Mutu Asuhan Keperawatan
2. Penanggung Jawab Shif
a. Nama Jabatan : Perawat penanggung jawab
b. Pengertian
: Seorang perawat professional yang diberi
wewenang dan tanggung jawab untuk menggantikan tugas-tugas
keperawatan pada waktu kepala unit tidak ditempat.
c. Persyaratan
1) Lulusan D3 keperawatan berpengalaman kerja minimal 3 tahun
2) Lulusan S1 keperawatan berpengalaman kerja minimal 1 tahun
d. Tanggung Jawab
Bertanggung jawab kepada kepala unit

e. Wewenang
1) Mengatur kegiatan asuhan keperawatan pada shifnya
2) Mengajukan usulan untuk pengembangan diri
3) Membimbing perawat pelaksana / helper yang menjadi tanggung
jawab didalam shifnya
f. Tugas Pokok
1) Membantu kepala unit dalam koordinasi, pelaksanaan dan evaluasi
kegiatan asuhan keperawatan dalam shifnya
2) Membimbing perawat pelaksana / helper dalam kegiatan asuhan
keperawatan dalam shifnya
3) Mengawasi dan mengendalikan pelayanan keperawatan dalam
shifnya
g. Perincian Tugas
1) Merencanakan dan menentukan jenis asuhan keperawatan yang
akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan pasien
2) Mampu mengambil keputusan dan tindakan yang tepat pada
keadaan darurat
3) Mengkoordinir ketenagaan dan kegiatan pelayanan diruangan pada
shifnya
4) Memberi pengarahan, bimbingan dan motivasi kepada perawat
pelaksana dalam melakukan asuhan keperawatan
5) Mendampingi visite dokter dan mendelegasikan kepada anggota
untuk melaksanakan
6) Memberi rasa aman dan nyaman pada pasien
7) Menampung keluhan pasien serta membantu memecahkan masalah
yang ada
8) Berusaha pro aktif mengantisipasi kemungkinan masalah
9) Menjaga suasana kerja yang kondusif bagi semua staf dan pihak
yang terkait
10)
Memberi penyuluhan kesehatan terhadap pasien dan
keluarga dalam batas wewenangnya
11)
Memelihara dan mengembangkan sistem pencatatan dan
pelaporan asuhan keperawatan serta kegiatan yang dilakukan
secara tepat dan benar
12)
Membuat laporan harian tentang asuhan keperawatan serta
kejadian istimewa
13)
Memotivasi karyawan dalam memelihara kebersihan ruangan
dan lingkungannya
14)
Mengenal jenis dan kegunaan peralatan sesuai dengan
kebutuhan pasien agar tercapai pelayanan yang optimal
15)
Mengkoordinasikan pemeliharaan peralatan agar selalu
dalam kondisi siap pakai
16)
Bertanggung jawab atas pelaksanaan inventarisasi peralatan
17)
Meningkatkan pengetahuan dibidang keperawatan
18)
Bertanggung jawab dan menjaga rahasia jabatan
19)
Mengawasi dan mengendalikan pendayagunaan peralatan
keperawatan dan seluruh fasilitas rumah sakit secara efektif, efisien
dan bertanggung jawab
20)
Mengawasi pelaksanaan system pencatatan dan pelaporan
kegiatan asuhan keperawatan serta mencatat kegiatan lain
diruangan

h. Tugas Umum
1) Memelihara kesinambungan informasi diluar divisi keperawatan
2) Berpartisipasi dalam seluruh kegiatan rumah sakit
3) Aktif mengembangkan diri dengan menghadiri pertemuan dan
seminar
i. Ukuran Keberhasilan
1) Terlaksananya pelayanan keperawatan yang optimal dan
profesioanal
2) Terciptanya disiplin kerja yang tinggi
3) Tidak adanya keluhan pelanggan terhadap proses pelayanan
3. Perawat Pelaksana unit kamar bedah
a. Nama jabatan : perawat pelaksana
b. Pengertian
: seorang perawat propesional yang diberi
wewenang dan ditugaskan untuk melaksanakan pelayanan
keperawatan di unit kamar bedah.
c. Persyaratan
1 Lulusan D3 Keperawatan berpengalaman sebagai perawat
pelaksana selama 2-3 tahun
2 Lulusan S1 Keperawatan berpengalaman sebagai perawat
pelaksana selama 1 -2 tahun
d. Bertanggung jawab kepada kepala unit

e. Wewenang
1) Menjalankan asuhan keperawatan sesuai dengan setandar dan
prosedur pelayanan pembedahan dalam lingkup keperawatan
2) Mengusulkan untuk promosi dan mutasi untuk diri sendiri
3) Mengusulkan untuk pengembangan diri secara mandiri maupun
karena penugasan
f. Tugas pokok
Bertanggung jawab atas seluruh pelayanan klien unit kamar bedah
lingkup keperawatan
g. Perincian tugas
1) Memelihara kebersihan dan kenyamanan unit kamar bedah
2) Memelihara seluruh sarana dan prasarana yang menunajang
pelayanan keperawatan sesuai dengan unit kamar bedah
3) Menerima pasien preoprasi sesuai dengan standard an prosedur
yang berlaku
4) Merencanakan asuhan pembedahan dalam lingkup keperawatan
sesuai dengan standard an peosedur yang berlaku
5) Melakukan pengkajian secara menyeluruh terhadap klien baik untuk
preoprasi maupun posoprasi
6) Melakukan observasi terhadap klien posoprasi

7) Menciptakan hubungan kerja yang baik dengan klien dan bagian


lain di luar keperawatan demi kelancaran pelayanan pembedahan
dalam lingkup keperawatan yang optimal
8) Melakukan pelayanan pembedahan dalam lingkup keperawatan
kepada klien sesuai dengan istruksi dan kebutuhan pasien
9) Melaksanakan system pencatatan dan pelaporan tentang seluruh
pelayanan pembedahan yang telah dilakukan dengan rinci, lengkap,
jelas dan benar sehingga dapat dipertanggung jawabkan
10)
Melaksanakan serah terima tugas kepada pengganti dinas
secara lisan ataupun tertulis
h. Tugas umum
1) Berperan serta dalam upaya peningkatan mutu pelayanan
pembedahan dalam lingkup keperawatan
2) Meningkatkan keterampilan dalam pengetahuan dibidang
keperawatan maupun bidang lain yang menunjang pengetahuan
perawat
3) Mengikuti rapat yang diadakan oleh kepala unit kamar bedah
i. Ukuran keberhasilan
1) Terlaksananya pelayanan pembedahan dalam lingkup keperawatan
yang optimal
2) Terciptanya disiplin kerja yang tinggi
3) Tidak adanya keluhan terhadap pelayanan keperawatan yang
diberikan pada klien

4. Penata Anastesi
a. Nama jabatan : Perawat anastesi
b. Pengertian
: Seorang tenaga perawatan yang diberi
wewenang dan tanggung jawab dalam membantu terserenggaranya
pelaksanaan tindakan pembiusan di kamar operasi.
c. Persyaratan
1) Pendidikan : berijazah pendidikan format D III Keperawatan anastesi
2) Mempunyai bakat dan minat
3) Berdedikasi tinggi
4) Berbadan sehat
5) Berkepribadian mantap
6) Dapat bekerjasama dengan anggota tim
7) Cepat tanggap
d. Tangung jawab
Secara administrative dan kegiatan keperawatan bertanggung jawab
kepada perawat kepala kamar oprasi dan secara oprasional
bertanggung jawab kepada ahli anastesi atau bedah dan perawat
kepala kamar oprasi.
e. Uraian tugas

1) Sebelum pembedahan
a) Melakukan kunjungan pra anastesi untuk menilai status fisik
pasien sebatas wewenang dan tanggung jawabnya
b) Menerima pasien di ruang penerimaan kamar oprasi
c) Menyiapkan alat dan mesin anastesi dan kelengkapan formulir
anastesi
d) Menilai kembali fungsi dan keadaan mesin anastesi dan alat
monitoring
e) Menyiapkan kelengkapan meja operasi antara lain :
1. Meyiapkan meja operasi
2. Standar tangan
3. Kunci meja oprasi
4. Book kepala
5. Standar infus
f) Menyiapkan botol suction
g) Mengatur posisi meja oprasi sesuai dengan tindakan operasi
h) Memasang infus atau transfus darah bila diperlukan
i) Memberikan premedikasi sesuai dengan program dokter
anastesi
j) Mengukur tanda vital dan menilai kembali kondisi fisik pasien
k) Menjaga keamanan pasien dari bahaya jatuh dan aspirasi
l) Memindahkan pasien ke meja oprasi dan memasang sabuk
pengaman
m) Menyiapkan obat bius dan membantu ahli anastesi dalam proses
pembiusan

2) Saat pembedahan
a) Membebaskan jalan nafas , dengan cara mempertahankan posisi
kepala tetap extensi, mengisap lendir, mempertahankan posisi
endotacheal tube.
b) Memenuhi keseimbabgan O2 dan Co2 dengan cara memantaw
flowmeter pada mesin anastesi
c) Mempertahankan keseimbangan cairan dengan cara mengukur
dan memantau cairan tubuh yang hilang selama pembedahan
antara lain:
1. Cairan lambung
2. Cairan rongga tubuh
3. Urine
4. perdarahan
d) Mengukur tanda vital
e) Member obat-obat sesuai program pengobatan
f) Melaporkan hasil pemantawan kepada dokter ahli anastesi /
bedah
g) Menjaga keamanan pasien dari bahaya jatuh
h) Menilai hilangnya efek obat anastesi pada pasien
i) Melakukan resusitasi pada henti jantung

3) Setelah pembedahan
a) Mempertahankan jalan nafas pasien
b) Memantau tanda-tanda vital untuk mengetahui sirkulasi,
pernafasan dan kesimbangan cairan.
c) Memantau tingkat kesadaran dan reflek pasien
d) Memantau dan mencatat tentang perkembangan pasien
preopratif
e) Menilai respon pasien terhadap reflek obat anastesi
f) Memindahkan pasien ke RR / ruang rawat, bila kondisi stabil atas
ijin ahli anastesi.
g) Melengkapi catatan perkembangan pasien sebelum, selama dan
sesudah pembiusan
h) Mengembalikan alat-alat anastesi ke tempat semula agar siap
pakai
i) Membersihkan kamar oprasi sesuai prosedur yang berlaku.
5. Helper
a. Nama jabatan : helper
b. Pengertian
: seorang staf dalam bidang keperawatan yang
ditugaskan untuk melaksanakan kegiatan rumah tangga, administrasi,
transportasi, dan membantu tugas-tugas perawat diruang operasi.
c. Tanggung Jawab
Secara struktural dan fungsional bertanggung jawab langsung kepada
kepala unit kamar bedah
d. Wewenang
1) Mengusulkan pengembanngan diri kepada kepala unitnya
2) Member masukan demi peningkatan pelayanan keperawatan
3) Mengikuti rapat rutin ruangan
e. Tugas Pokok
Bertanggungjawab atas pelaksanaan kegiatan rumah tangga di unitnya
f. Perincian Tugas
1) Menyiapkan fasilitas ruangan operasi.
2) Menyiapkan kebutuhan ruang operasi sehari-hari sperti kebutuhan
makan-minum dokter, perawat dll
3) Menyiapkan linen baik mengantar dan ambil dari londry ,serta
kebutuhan alat tenun lainnya sperti baju dokter dan lain-lain
4) Memelihara alat alat rumah tangga.
5) Melaksanakan inventarisasi barang-barang rumah tangga
6) Membantu perawat dalam pelayanan ruang operasi, kegiatan
ekspedisi dan transportasi
7) Menyiapkan perlengkapan non medis untuk tindakan operasi.
8) Membantu mengawasi pengunjung dan melaporkan secara
berjenjang jika dijumpai kejanggalan atau hal-hal yang
mencurigakan
9) Membantu mengawasi kebersihan area kamar bedah dan secara
berkala melakukan bongkar besar bersama petugas kebersihan
g. Tugas Umum
1) Berperan aktif dalam kegiatan keperawatan sesuai dengan tugas
yang diberikan
2) Mengikuti rapat yang diadakan unit masing-masing
h. Ukuran Keberhasilan
1) Terciptanya disiplin kerja yang tinggi

2) Tidak adanya keluhan terhadap pelayanan yang diberikan, baik


untuk pelanggan internal maupun eksternal
3) Inventarisasi berjalan secara baik, akurat, tepat dan benar

BAB VII
TATA HUBUNGAN KERJA.

Unit Rawat Inap

Unit Rawat Jalan

Kabid Keperawatan Komite Keperawatan

OK

UGD
ICU

FARMASI

VK

LOGISTIK

ALKES

Keterangan :
Kabid Keperawatan : Hubungan kerja kamar operasi dengan kabid keperawatan
lebih banyak dalam hal fungsionall, ketenagaan kerja, dan
laporan
Komite Keperawatan
: Hubungan kerja kamar operasi dengan komite
keperawatan lebih dititik beratkan pada hubungan structural
dibidang kewenangan klinis, kredensial.
Unit Gawat Darurat: Hubungan kerja kamar operasi dengan UGD berhubungan
dengan pasien yang akan melakukan tindakan pembedahan
emergency.
Intensive Care Unit

: Hubungan kerja kamar operasi dengan ICU


berhubungan dengan kondisi pasien yang memerlukan
perawatan khusus dan observasi ketat sebelum operasi atau
sesudah operasi.

Alkes

: Hubungan kerja kamar operasi dengan bagian alkes


berhubungan dengan pengadaan barang untuk ruang Ok,
kalibrasi dan juga perawatan /maintenance alat-alat OK.

VK

: Hubungan kerja kamar operasi dengan VK berhubungan


dengan kegiatan operasi obsgyn

Farmasi

: Hungan kerja kamar operasi dengan bagian farmasi


berhubungan dengan pengadaan obat-obatanpembedahan

Unit Rawat Jalan

: Hubungan kerja kamar operasi dengan unit rawat jalan


berhubungan yang pasien yang membutuhkan tindakan
pembedahan tanpa memerlukan persiapan sebelum operasi.

Unit Rawat Inap

: Hubungan kerja kamar operasi dengan unit rawat inap


berhubungan dengan persiapan pasien sebelum operasi dan
perawatan lanjutan yang dibutuhkan pasien pasca operasi

Logistik

: Hubungan kerja kamar operasi dengan logistic berhubungan


dengan pengadaan barang non medis( alat rumah tangga
dan atk )

BAB VIII
POLA KETENAGAAN DAN KWALIFIKASI PERSONIL.

Dalam pelayanan ruang operasi perlu tersedianya sumber daya manusia


yang berkompeten,cekatan dan mempunyai kemampuan dengan perkembangan
teknologi sehingga dapat memberikan pelayanan yang optimal,efektif dan
efisien.Atas dasar tersebut,maka perlu kiranya meyediakan,mempersiapkan dan
mendayagunakan sumber daya yang ada.untuk menunjang pelayanan diruang
operasi,maka perlu di butuhkan tenaga perawat yang mempunyai
pengalaman,ketrampilan dan pengetahuan yang sesuai.
Penghitungan ketenagaan kamar bedah :

Jml Jamwat X 52 Mgg X 7 Hr X Jml Anggota Tim X jml OK


+ Koreksi 25
40 X 41

3 X 52 X X 4 X 2
40 X 41

+ Koreksi 25 %

= 8 orang
Penghitungan ketenagaan recovery room : 2 orang
Dengan pengaturan tenaga sbb :
Dinas Pagi
: 5 Orang
Dinas Sore
:4 Orang
Cuti / SID / LU / Cuti melahirkan
:1 Orang
Catatan :
Jumlah jam ketergantungan pasien
Jumlah anggota tim
Jumlah ruang OK
:2
Koreksi

: 3 Jam
: 4 orang
: 25 %

POLA KETENAGAAN
N
O

JABATAN

PENDIDIKAN

SERTIFIKASI

Karu

SKep Nurse
D3
Keperawatan

a. Minimal sudah 2 tahun bertugas di kamar


operasi untuk S1 Nurse
b. Minimal sudah 5 tahun bekerja di kamar
operasi untuk D3 Keperawatn
c. Telah memiliki pengalaman pelatihan dan
sertifikasi mahir bedah dan bedah dasar
d. BTCLS BHD
e. Management Bangsal

Perawat PJ

SKep Nurse
D3
Keperawatan

a. Minimal sudah bekerja selama 1 tahun di


kamar bedah un tuk SKep Nurse
b. Minimal sudah bekerja selama 2 tahun di
kamar bedah untuk D3 Keperawatan
c. Memiliki pelatihan bedah dasar
d. BHD BTCLS

Perawat
Pelaksana

SKep Nurse
D3
Keperawatan

a. Minimal sudah bekerja selama 1 tahun di


rumah sakit untuk SKep Nurse
b. Minimal sudah bekerja selama 1 tahun di
rumah sakit untuk D3 Keperawatan

Perawat
Anaestesi

D3 Anaestesi

a. Lulus D3 Anaestesi atau yang telah diakui


oleh pemerintah

Pola ketenagaan dalam tugas pelayanan bagi perawat untuk melaksanakan


tugas pelayanan di ruang operasi sehingga semua kegiatan pelayanan dapat
terkoordinir dengan baik,dimana dalam waktu 24 jam dibuat dalam 2 shift yaitu;

Shift pagi jam 07.00 wib sampai dengan jam 14.00 wib
Shift sore jam 14.00 wib sampai dengan jam 21.00 wib
On call jam 21.00 wib sampai jam 07.00 wib
Hari minggu dan tanggal merah on call 24 jm

Pengaturan jadwal dinas bias fleksibel sesuai jam operasi untuk mengurangi
jam dinas yang berlebih,Jadwal di buat sebulan sekali
Sedangkan kwlifikasi tenaga perawat di ruang operasi :
1.Pendidikan S1 keperawatan. DIII keperawatan
2.Sudah bekerja di rumah sakit minimal 1 tahun.
3.Memiliki setifikat pelatihan mahir bedah. Bedah dasar,bedah lanjutan
( diutamakan )
4.Memiliki sertikat pelatihan BHD,PPGD. BTCLS.
5.Untuk perawat anesthesia minimal DIII anesthesia ,atau yang di akui.

Sedangkan kwalifikasi tenaga penunjang di ruang operasi


1.Pendikakan SMA /sederajat.
2.Pernah bekerja dirumah sakit minimal 1 tahun

BAB IX

KEGIATAN ORIENTASI.

Kegiatan orientasi di ruang operasi wajib diberikan kepada semua tenaga


perawat yang akan dan baru mau bekerja di ruang operasi,agar mengenal dan
mengetahui tentang ruang operasi baik aturan aturan dan tatacara kerja di
ruang operasi.kegiatan di ruang operasi tentu dibagi dalam empat bagian
dalam garis besar yaitu;.mengenal.mengetahui ,memahami dan melaksanakan
semua rangkaian kegiatan yang ada di ruang operasi sesuai standart prosedur
operasional yang ada di ruang operasi.
Setiap penilaian kinerja dalam masa orientasi biasa ada pedoman yang
dikeluarkan oleh HRD sebagai
acuan dalam memberikan penilaian serta
dilaporkan secara berjenjang sehingga menjadi keputusan manajemen untuk
menentukan apakah layak tidaknya tenaga perawat bekerja di unit yang sudah
ditentukan,tentunya juga disertai persyaratan persyaratan yang lainnya.
Adapun daftar program orientasi di kamar bedah serta apa yang harus
dicapai adalah sebagai berikut;
Bulan pertama
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Mengenal ruang lingkup ruang operasi


Struktur organisasi ruang operasi, visi dan misi ruang operasi.
Jog description perawat ruang operasi
Teknik mengunakan topi,masker dan baju khusus ruang operasi
Etika kerja di ruang operasi
Standar prosedur operasional di ruang operasi
Aspek legal di ruang operasi
Konsep dasar ruang operasi
Perawatan dan pemeliharaan alat di ruang operasi.

Bulan kedua
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Teknik cuci tangan bedah


Memakai jas operasi
Macam 2 insisi area operasi
Teknik a dan antiseptic di ruang operasi
Memakai sarung tangan steril
Teknik menyusun intrumen bedah
Posisi pasien di meja operasi
Teknik drapping
Pengendalian infeksi nasokomial di ruang operasi.

Bulan ketiga(SKILL )
1. Sebagai perawat serkuler
2. Sebagai perawat instrument

Format laporan hasil orientasi

LAPORAN HASIL ORENTASI

Berdasarkan hasil bimbingan dan pengamatan dalam masa


orientasi..bulan dilapangan. Dengan ini kami laporkan :
Nama

Masa orientasi

: Tgl.s/d..

Di unit

Hasil orientasi
1. Kejujuran
:
2. Disiplin
:
3. Kerjasama :
4. Komunikasi :
5. Inisiatif
:
6. Sopan santun
:
7. Kemauan belajar :
8. Keterampilan
:
9. Pengetahuan
:
10.Loyalitas
:
Kesimpulan

: DAPAT / TIDAK DAPAT dilanjutkan untuk masa kontrak

Catatan khusus

Demikian laporan ini kami buat, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan
terimakasih.

Bekasi

Mengetahui

Ka unit..

Ka Sie SDM Kep

BAB X
PERTEMUAN RAPAT.

Pertemuan atau rapat di ruang kamar operasi ada 2 jenis pertemuan yang
dilaksanakan di kamar operasi yaitu;

1.Pertemuan / rapat bulanan


Pertemuan yang dilaksanakan di ruang operasi satu kali dan satu bulan
dan sudah direncanakan secara rutin,dihadiri oleh semua perawat ruang
operasi dan dipimpin oleh kepala unit ruang operasi .Adapun materi
pertemuan tersebut antara lain,evaluasi hasil rapat bulan sebelumnya,
penyampaian hasil rapat dengan bidang perawatan,permasalahan yang
timbul di ruang operasi.serta kesimpulan dan rekomendasi hasil pertemuan.
Semua hasil dari pertemuan di catat dalam notulen rapat

2.Pertemuan/rapat insidentil.
Pertemuan yang dilaksanakan secara mendadak dan bila di anggap perlu
karena adanya sesuatu masalah yang harus segera diselesaikan dalam
waktu segera atau secepatnya untuk mengambil keputusan.
Semua hasil rapat insidentil juga di catat dalam notulen rapat

Bentuk notulen rapat sebagai berikut;

NOTULEN RAPAT RUANG OPERASI


RUMAH SAKIT KARYA MEDIKA II
TAMBUN
Hari :
Jam :
Tempat :
Pimpinan rapat :

Hadir :

Topick / Masalah

Pembahasan / Diskusi

Tidak hadir :
Tindak lanjut
pelaksa
na

1. EVALUASI

2. PEMBAHASAN

BAB XI
PELAPORAN

waktu

PJ

KETERANGAN

a. Laporan harian.
Sebuah laporan yang dilakukan setiap hari, isi laporan biasanya antara
lain tentang jumlah tindakan operasi setiap harinya ,serta masalah yang
timbul,
b. laporan bulanan.
Sebuah laporan yang dilakukan atau di laporkan setiap bulan nya dalam
bentuk format laporan bulanan,isi laporan berisi tentang :
1. Jumlah tindakan operasi setiap bulannya.
2. Masalah masalah yang berhubungan dengan pelayanan
keperawatan.
3. Masalah Ketenagaan baik mutasi,rotasi,sakit,dirawat, dll
4. Laporan program orientasi perawat baru bila ada.
c. Laporan tahunan
Sesuai dengan peran dan fungsi sebagai bagian dari pelayanan rumah
sakit tentu evaluasi pelayanan harus di lakukan,dan biasanya lewat
subuah laporan yaitu laporan tahunan .
Laporan tahunan biasanga beririsi antara lain :
1. laporan evaluasi program ruang ok
2. Laporan evaluasi kinerja karyawan
3. Laporan mutu pelayanan keperawatan maupaun medis
4. Rencana program tahun berikutnya