Anda di halaman 1dari 4

PENGARUH KB SUNTIK TERHADAP PERUBAHAN BERAT

BADAN
Dr. Suparyanto, M.Kes
PENGARUH KB SUNTIK TERHADAP PERUBAHAN BERAT BADAN
PENGERTIAN BERAT BADAN

Berat badan merupakan ukuran antropometri yang terpenting yang


digunakan sebagai ukuran laju pertumbuhan fisik, disamping itu berat
badan digunakan sebagai ukuran perhitungan dosis obat dan makanan.
Berat badan menggambarkan jumlah dari protein, lemak, air, dan mineral
pada tulang.

Berat badan merupakan pilihan utama karena berbagai pertimbangan


(Supariasa, 2003:56) yaitu parameter yang baik, mudah terlihat perubahan
dalam waktu singkat karena perubahan-perubahan konsumsi makanan dan
kesehatan.

PERUBAHAN BERAT BADAN

Perubahan berat badan adalah berubahnya ukuran berat, baik bertambah


atau berkurang akibat dari konsumsi makanan yang diubah menjadi lemak
dan disimpan di bawah kulit. Perubahan berat badan dibagi menjadi:

1. Berat badan meningkat atau naik jika hasil penimbangan berat badan lebih
besar dibandingkan dengan berat badan sebelumnya.
2. Berat badan menurun jika hasil penimbangan berat badan lebih rendah
dibandingkan berat badan sebelumnya.
PENGARUH KB SUNTIK TERHADAP PERUBAHAN BERAT BADAN

Pemakaian kontrasepsi suntik baik kontrasepsi suntik bulanan maupun


tribulanan mempunyai efek samping utama yaitu perubahan berat badan.
Faktor yang mempengaruhi perubahan berat badan akseptor KB suntik
adalah adanya hormon progesteron yang kuat sehingga merangsang
hormon nafsu makan yang ada di hipotalamus. Dengan adanya nafsu
makan yang lebih banyak dari biasanya tubuh akan kelebihan zat-zat gizi.
Kelebihan zat-zat gizi oleh hormon progesteron dirubah menjadi lemak
dan disimpan di bawah kulit. Perubahan berat badan ini akibat adanya
penumpukan lemak yang berlebih hasil sintesa dari karbohidrat menjadi
lemak (Mansjoer, 2003).

EFEK SAMPING METODE KELUARGA


TERHADAP PERUBAHAN BERAT BADAN

BERENCANA

SUNTIK

Menurut Hartanto (2003:150) salah satu efek samping dari metode


suntikan adalah adanya penambahan berat badan. Umumnya pertambahan
berat badan tidak terlalu besar, bervariasi antara kurang dari satu kilogram
sampai lima kilogram dalam tahun pertama. Penyebab pertambahan berat
badan tidak jelas. Tampaknya terjadi karena bertambahnya lemak tubuh,
dan bukan karena retensi cairan tubuh. Hipotesa para ahli: DMPA (Depot
medroxy progesterone acetate) merangsang pusat pengendali nafsu makan
di hipotalamus yang menyebabkan akseptor makan lebih banyak dari pada
biasanya.

Wanita yang menggunakan kontrasepsi Depot medroxy progesterone


acetate (DMPA) atau dikenal dengan KB suntik tiga bulan, rata-rata
mengalami peningkatan berat badan sebanyak 11 pon atau 5,5 kilogram,
dan mengalami peningkatan lemak tubuh sebanyak 3,4% dalam waktu tiga
tahun pemakaian, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh University
of Texas Medical Branch (UTMB) (Mansjoer, 2003:354). Sedangkan pada
kontrasepsi suntik bulanan efek samping terhadap berat badan sangatlah
ringan, umumnya pertambahan berat badan sedikit (Hartanto, 2003:158).

Efek samping utama pemakaian DMPA adalah kenaikan berat badan.


Sebuah penelitian melaporkan peningkatan berat badan lebih dari 2,3
kilogram pada tahun pertama dan selanjutnya meningkat secara bertahap
hingga mencapai 7,5 kilogram selama enam tahun. Sedangkan pemakaian
cyclofem berat badan meningkat rata-rata dua hingga tiga kilogram tahu
pertama pemakaian, dan terus bertambah selama tahun jedua (Varney,
2007:483, 484).

Pada dasarnya perubahan berat badan dipengaruhi oleh beberapa faktor.


Secara umum faktor tersebut dapat dibagi atas dua golongan besar yaitu
faktor intern dan faktor ekstern (Bindiknakes, 2001:40):

Faktor intern

Adalah faktor yang dapat mempengaruhi berat badan seseorang dan


bersumber dari atau pada tubuh itu sendiri. Dalam hal ini terbagi menjadi
4 bagian yaitu:

1.Usia.

Analoginya perkembangan berat badan akan sangat baik pada umur


tertentu dan akan sangat berkurang sejalan dengan bertambahnya grafik
umur kita.

2.Kejiwaan.

Secara tidak langsung aspek kejiwaan (psikologis) juga dominan dalam


mempengaruhi kerja metabolisme di dalam tubuh.

3.Hereditas.

Kadang-kadang dapat terjadi di dalam suatu keluarga timbulnya sifat


dominasi dalam hal menurunkan bentuk fisik keturunannya.

Faktor ekstern

Maksudnya adalah semua faktor yang dapat berpengaruh terhadap


perubahan berat badan secara langsung dan bersumber dari luar tubuh.

1.Makanan.

Aneka jenis makanan yang kita konsumsi sehari-hari sangat berguna


dalam proses pertumbuhan berat badan kita.

2.Lingkungan fisik.

Gangguan lainnya secara langsung mempengaruhi berat badan seseorang


misalnya luka yang menyebabkan perdarahan berat, kecelakaan yang
menyebabkan rusak atau terpotongnya salah satu anggota tubuh kita.

HUBUNGAN ANTARA KB SUNTIK DENGAN PERUBAHAN BERAT


BADAN
Efek samping utama bagi beberapa akseptor pemakai kontrasepsi suntik adalah
kenaikan berat badan.

Bukti menunjukkan kenaikan berat badan selama penggunaan DMPA, hal


ini karena dalam kontrasepsi suntik mengandung hormon progesteron dan
estrogen. Hormon estrogen merangsang pusat nafsu makan yang ada di
hipotalamus.

Dengan bertambahnya nafsu makan, karbohidrat yang dikonsumsi dari


makanan oleh hormon progesteron dirubah menjadi lemak, sehingga
terjadi penumpukan lemak yang menyebabkan berat badan bertambah.

REFERENSI
1. Arikunto, 2005. Prosedur penelitian dengan pendekatan Praktek. Jakarta:
Rineka Cipta.
2. Binadiknakes, 2001. Elektromedik dan pengembangannya. Edisi No 17.
3. BKKBN, 2002. Informasi Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta: BKKBN.
4. BKKBN, 2004. Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi:
Kebijakan Program dan Kegiatan tahun 2005-2009. Jakarta: BKKBN.
5. BKKBN, 2005. Unit Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta: BKKBN.

6. Bhuono, 2005. Strategis Jitu Memilih Metode Statistik Penelitian dengan


SPSS. Yoagyakarta: Andi offset.
7. Manuaba, 2002. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga
Berencana. Jakarta: EGC.
8. Hartanto, 2002. Keluarga Berencana dan Kontrasepsi. Jakarta: Pustaka
Sinar Harapan.
9. Hastono, 2008. Metode Statistik Inferensial. Jakarta: Universitas
Indonesia.
10. Mansjoer, 2003. Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2 Edisi 3. Jakarta:
Fakultas Kedokteran Universitas Indoensia.
11. Notoatmodjo, 2002. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka
Cipta.
12. Nursalam, 2003. Metodologi Riset Keperawatan. Jakarta: Infomedika.
13. Nursalam, 2008. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitan Ilmu
Keperawatan, Edisi III . Jakarta: Salemba Medika.
14. Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 2004. Kamus Besar Bahasa
Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
15. Soedigdo, 2002. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis, Jakarta:
Binarupa Aksara.
16. Sugiyono, 2006. Statistika untuk Penelitian. Bandung: CV. Alfa Beta.
17. Varney, 2007. Buku Ajar Asuhan Kebidanan edisi 4. Jakarta: EGC.
18. Verralls, 2008. Anatomi dan Fisiologi Terapan dalam Kebidanan Edisi ke
3. Jakarta: EGC
19. Wiknjosastro, 2006. Ilmu Kandungan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardjo.