Anda di halaman 1dari 17

PENERAPAN KONSEP DESAIN ARSITEKTUR BIOKLIMATIK

Disusun oleh :
Agnes Glorya Pretty Rosang / 110212048
Dibimbing oleh : Ferry Lahamendu, ST., MT
ABSTRAK
Arsitektur bioklimatik adalah suatu pendekatan yang mengarahkan arsitek untuk
mendapatkan penyelesaian desain dengan memperhatikan hubungan antara bentuk
arsitektur dengan lingkungannya dalam kaitanyan iklim daerah tersebut.
Tema Bioklimatik merupakan salah satu langkah menuju ke arah yang lebih baik
dan sehat, dengan menerapkan perancangan yang baik yang memiliki Keindahan /
Estetika

(venustas),

Kekuatan

(Firmitas),

dan

Kegunaan

Fungsi

(Utilitas).

Perkembangan Arsitektur Bioklimatik berawal dari tahun 1990-an. Arsitektur bioklimatik


merupakan arsitektur modern yang di pengaruhi oleh iklim. Dalam merancang sebuah
desain bangunan juga harus memikirkan penerapan desain bangunan yang
beradaptasi dengan lingkungan atau iklim setempat. Penghematan energi dengan
melihat kondisi yang ada di sekitar maupun berdampak baik pada kesehatan. Dengan
strategi perancangan tertentu, bangunan dapat memodifikasi iklim luar yang tidak
nyaman menjadi iklim ruang yang nyaman tanpa banyak menkonsumsi energi.
Kebutuhan energi perkapita dan nasional dapat di tekan jika secara nasional bangunan
di rancang dengan konsep hemat energi. Selain itu yang dapat kita temui pada
bangunan bioklimatik yaitu mempunyai ventilasi alami agar udara yang dihasilkan
alami, Tumbuhan dan lanskap membuat bangunan lebih sejuk serta memberikan efek
dingin pada bangunan dan membantu proses penyerapan O2, dan pelepasan CO2,
demikian juga dengan adanya Solar window atau solar collector heat di tempatkan
didepan fisik gedung untuk menyerap panas matahari.
Kata kunci: Arsitektur Bioklimatik, Ramah Lingkungan, Desain Arsitekur Alami,

PENDAHULUAN
Latar Belakang
Dunia Arsitektur dewasa ini juga dihadapkan pada suatu isu bau. Krisi energy
karena sumber daya alam yang dieksploitasi sejak industrialisasi dunia kini terasa
gejalanya. Perubahan iklim, pemanasan global, dan bencana lainnya menjadi dampak
dari krisis energi dan perusakan lingkungan. Jelas sekali dunia konstruksi menjadi salah
satu penyebabnya.
Pemanasan global merupakan isu utama yang saat ini sedang di pecahkan cara
mengatasinya. Arsitektur juga dapat berefek negatif terhadap kondisi lingkungan, oleh
sebab itu perlu adanya konsep arsitektur baru yang ramah lingkungan.
Green Architecture merupakan salah satu solusinya. Bagian dari arsitektur hijau adalah
arsitektur Bioklmatik yang merupakan perancangan gedung yang menyesuaikan
dengan iklim tempat bangunan berada. Namun saat ini sedikit yang mengetahui
bahawa arsitektur bioklimatik juga memilki aspek keindahan tersendiri yang juga
memiliki fungsi yang menguntungkan bangunan tersebut. Penting bagi arsitek-arsitek
muda untuk mengetahui aspek estetika dari arsitektur bioklimatik ini sehingga pada
masa depan Indonesia dapat memiliki bangunan yang ramah lingkungan serta sesuai
dengan iklimnya.
Isu lainnya yang menjadi berkembang adalah kurangnya ketersediaan lahan.
Kurang berhasilnya penerapan otonomi daerah pemerintahan reformasi kita ini tetap
menjadikan kota sebagai pusat perekonomian nasional. Akibatnya lahan di perkotaan
semakin menipis. Membuat karya arsitektur selain ramah lingkungan kini dihadapkan
pada suatu kenyataan penyempitan ruang binaan. Bangunan yang efisien dengan
keadaan dan compact dengan segala bentuk keadaan mulai ditinjau dalam penerapan
arsitektur kontemporer.

TINJAUAN PUSTAKA

Pengertian Pengertian Arsitektur menurut kamus besar Bahasa Indonesia:


-

Seni dan ilmu merancang serta membuat konstruksi bangunan.

Metode dan gaya rancangan suatu konstruksi bangunan.

Dalam Esiklopedia Nasional Indonesia, Arsitektur adalah ilmu dan


seni merancang bangunan, kumpulan bangunan dan struktur lain yang
fungsional,terstruktur dengan baik serta memiliki nilai-nilai estetika (Ensiklopedia
Nasional Indonesia, 1990).
Pengertian Bioklimatik : diambil dari bahasa asing Bioclimatology

Menurut Yeang Kenneth, Bioclimatology is the study of the relationship


between climate and life, particulary the effect of climate on the health and activity of
living things . Artinya, Bioklimatik adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara iklim
dan kehidupan terutama efek dari iklim pada kesehatan dan aktifitak sehari-hari.
Pengertian Arsitektur Bioklimatik adalah Seni merancang bangunan dengan metoda
hemat energi yang memperhatikan iklim setempat dan memecahkan masalah iklim
dengan menerapkannya pada elemen bangunan

Perkembangan Arsitektur Bioklimatik

Perkembangan Arsitektur Bioklimatik berawal dari tahun 1960-an. Arsitektur


Bioklimatik merupakan arsitektur modern yang dipengaruhi oleh iklim. Arsitektur
Bioklimatik merupakan pencerminan kembali arsitektur Frank Loyd Wright yang terkenal
dengan arsitektur yang berhubungan dengan alam dan lingkungan dengan prinsip
utamanya bahwa didalam seni membangun tidak hanya efisiensinya saja yang
dipentingkan tetapi juga ketenangan, keselarasan, kebijaksanaan, kekuatan bangunan
dan kegiatan yang sesuai dengan bangunannya, Oscar Niemeyer dengan falsafah
arsitekturnya yaitu penyesuaian terhadap keadaaan alam dan lingkungan,penguasaan
secara fungsional, dan kematangan dalam pengolahan serta pemilihan
bentuk,bahan,dan struktur.Akhirnya dari Frank Lioyd Wright dan Oscar Niemeyer
lahirlah arsitek lain seperti Victor Olgay pada tahun 1963 mulai memperkenalkan
arsitektur bioklimatik.Setelah tahun 1990-an Kenneth Yeang mulai menerapkan
arsitektur bioklimatik pada bangunan tinggi bioklimatik yang memenangkan
penghargaan Aga Khan Award tahun 1996 dan Arcasia Award pada tahun 1996.

Tujuan dari Arsitektur Bioklimatik

Rancangan Bioklimatik merupakan rancangan didasarkan pada respon terhadap


siklus dan iklim setempat. Merancang yang didasarkan iklim mempunyai dasar:
Menghemat penggunaan energi sehingga mempunyai konsumsi biaya yang rendah
dalam operasionalnya. Masalah Ekologi desain dengan iklim menggunakan perangkat
non mekanik sehingga ramah lingkungan.(Bio) Regionalisme dari rancangan terhadap
iklim merupakan cara pandang sebuah komunitas masyarakat terhadap lingkungan
binaan.
Perancangan dengan menggunakan konteks bioklimatik mempunyai
ketergantungan terhadap kondisi unik dari alam sekitarnya. Dengan memahami
karakteristik alam lingkungannya, hasil rancangan merupakan sistem yang dipersiapkan
untuk beradaptasi secara maksimal terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dalam
alam lingkungannya. Kondisi-kondisi spesifik dari iklim lingkungannya akan
menggambarkan faktor-faktor kritis yang harus ditangani dalam rancangan bangunan
tersebut. Tempat hunian mempunyai tingkat kebutuhan terhadap kenyamanan yang
cukup tinggi. Terutama dalam kenyamanan fisik.
Bangunan bioklimatik adalah bangunan yang bentuk bangunannya disusun oleh
desain penggunaan teknik hemat energi yang berhubungan dengan iklim setempatdan
3

data meteorologi, hasilnya adalah bangunan yang berinteraksi dengan


lingkungan,dalam penjelmaan dan operasinya serta penampilan berkualitas tinggi.
(YeangKenneth tahun 1996).Maka berdasarkan dari penjelasan di atas bisa kita
simpulkan Arsitektur Bioklimatik adalah suatu pendekatan yang mengarahkan arsitek
untuk mendapatkanpenyelesaian desain dengan memperhatikan hubungan antara
bentuk arsitektur dengan lingkungannya dalam kaitan iklim daerah tersebut.
Perkembangan
Arsitektur
Bioklimatik
berawal
dari
1960-an.
Arsitektur
Bioklimatikmerupakan arsitektur modern yang dipengaruhi oleh iklim. Arsitektur
bioklimatikmerupakan pencermian kembali arsitektur Frank Loyd Wright yang terkenal
denganarsitektur yang berhubungan dengan alam dan lingkungan dengan prinsip
utamanyabahwa didalam seni membangun tidak hanya efisiensinya saja yang
dipentingkantetapi juga ketenangannya, keselarasan, kebijaksanaan, kekuatan
bangunan dan kegiatan yang sesuai dengan bangunannya, Oscar Niemeyer dengan
falsafah arsitekturnya yaitu penyesuaian terhadap keadaan alam dan lingkungan,
penguasaansecara fungsional, dan kematangan dalam pengolahan secara pemilihan
bentuk,bahan dan arsitektur.
Bioklimatik adalah suatu jalan dalam mendesain berbagai bangunan dan
mempengaruhi lingkungan dalam bangunan dengan lebih memilih bekerja
menggunakan kekuatan alam di sekitar bangunan. Arsitektur bioklimatik lebih berfokus
pada iklim (atau pengamatan terhadapan iklim) sebagai konteks pembangkit tenaga
(generator) utama, dengan tidak membahayakan lingkungan sekitar menggunakan
energi yang minimal sebagai targetnya sendiri

Prinsip Desain Arsitektur Bioklimatik

Penampilan bentuk arsitektur sebagian besar dipengaruhi oleh lingkungan


setempat
-

Meminimlakan
diperbaharui

ketergantungan

pada

sumber

energy

yang

tidak

dapat

Penghematan energy dari segi bentuk bangunan, penempatan bangunan dan


pemilihan material.

Mengikuti pengaruh budaya setempat

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mendesain dengan tema bioklimatik strategii
pengendalian iklim.
-

Memperhatikan keuntungan matahari

Meminimalkan perlakuan aliran panas

Meminimalkan pembesaran bukaan/bidang terhadap matahari

Memperhatikan ventilasi

Memperhatikan penguapan pendinginan, sistem atap.

Prinsip-prinsip desain arsitektur bioklimatik secara ekologi menurut Yeang


Kenneth

Ekologi menjadi dasar pertimbangan teori bioklimatik yang dikemukan oleh Yeang.
Menurut Yeang merancang bangunan dengan pendekatan iklim akan mengurangi
konsumsi energy pada bangunan dengan menggunakan struktur pasif (non-mekanik).
Adapun prinsip-prinsip bioklimatik sebagai berikut
-

Penempatan Core
Posisi servis core sangat penting dalam merancang bangunan tingkat tinggi.
Servis core bukan hanua sebagai bagian struktur, tapi juga mempengaruhi
kenyamanan ternal. Posisi core diklasifisikan dalam 3 tipe yaitu : Central core
(core pada pusat bangunan), Double core (core dibagi dua dan diletakkan
masing-masing di dua sisi bangunan) dan Single sided core (hanya satu core
pada sisi bangunan)

Perletakan servis core pada biclimatic skyscraper yang dikembangkan oleh


Yeang adalah bagaimana caranya agar sevis core tidak hanya berfungsi sebagai
struktur pendukung bangunan tetapi juga sebagau ruang penetralisir panas
-

Orientasi bangunan
Sebaiknya orientasi bangunan tegak lurus terhadap geometri matahari, yaitu
arah utara-selatan jika geometri tapak juga tegak lurus, hal ini dapat mengurangi
radiasi matahari dan akibatnya. Atau bisa juga meletakan luas permukaan
bangunan terkecil menghadap timur-barat memberikan dinding eksternal pada
luar ruangan atau pada emperan terbuka.

Pada gambar diatas digunakan dinding eksternal tambahan sebagai jalan


masuknya udara kedalam ruangan, tembok dapat memaksimalkan aliran udara
yang masuk dan dapat meminimalkan sinar silau yang masuk.
-

Penempatan Bukaan Jendela


Bukaan jendela harus sebaiknya menghadap utara dan selatan sangat penting
untuk mendapatkanorientasi pandangan. Jika memperhatikan alas an easthetic,
curtain wall bisa digunakan pada fasad bangunanyang tidak menghadap
matahari.Penggunaan kaca jendela yang sejajar dengan dinding luar dengan
menggunakan kaca dengan sistem Metrical Bioclimatic Window (MBW). Sistem
MBW disesuaikan dengan perkembangan zaman. Sistem ini bermaksud
mengatur kondisi ternal ruangan dengan menggunakan maksud bioklimatik
teknik, yaitu : Penurunan perolehan panas oleh radiasi surya dan Control
perolehan panas oleh konveksi dan penggunaan ventilasi silang ataupun dengan
pemilihan cerobong asap. Dengan penggunaan teknik tersebut, maka
pencahayaan lebih maksimal dan udara pada malam hari dapat lebih sejuk.

Gambar Bukaan Jendela

Gambar Penggunaan Balkon

Penggunaan Balkon
Ruang istirahat yang dalam dapat memberikan keteduhan pada sisi panas
bangunan. Sebuah jendela dapat dikurangi untuk membentuk suatu balkon atau
sebuah skycourt kecil yang dapat melayani beberapa fungsi di samping sebagai
peneduh. Penempatan balkon pada sisi panas dapat membolehkan penempatan
jendela yang lebar dan jalan masuk ke balkon dapat berfungsi sebagai ruang
pengungsian, teras untuk menanam dan untuk taman, dan sebagai daerah yang
fleksibel untuk penambahan fasilitas pada masa depan.

Ruang Transisional
Ruang transisional dapat diletakkan ditengah dan sekeliling sisi bangunan
sebagai ruang udara dan atrium. Ruang ini dapat menjadi ruang perantaran
antara ruang dalam dan ruang luar bangunan. Penempatan teras pada bagian
dengan tingkat panas yang tinggi dapat mengurangi penggunaan panel panel
anti panas. Atrium sebaiknya tertutup, tetapi diletakkan diantara ruangan. Puncak
bangunan sebaiknya dilindungi oleh sirip sirip atap yang mendorong angin
masuk kedalam bangunan. Hal ini juga bisa di desain sebagai fungsi Wind

scoopsuntuk mengendalikan pengudaraan alami yang masuk kedalam bagian


gedung.

Gambar Ruang Transisional

Gambar Dinding

Dinding
Penggunaan mebran yang menghubungkan bangunan dengan lingkungan dapat
dijadikan sebagai kulit pelindung. Pada iklim sejuk dinding luar harus dapat
menahan dinginnya musim dingin dan panasnya musim panas. Pada kasus ini,
dinding luar harus seperti pelindung insulasi yang bagus tetapi harus dapat
dibuka pada musim kemarau. Pada daerah tropis dinding luar harus bisa
digerakkan yang mengendalikan dan cross ventilation untuk kenyamanan dalam
bangunan. Desain dinding pada bangunan bioklimatik.

Hubungan Terhadap Landscape


Menurut Yeang, lantai dasar bangunan tropisseharusnya lebih terbuka keluar
dan menggunakanventilasi yang alami karena hubungan lantai dasar dengan
jalan juga penting. Fungsi atrium dalam ruanganpada lantai dasar dapat
mengurangi tinggkat kepadatan jalan. Tumbuhan dan lanskap digunakan tidak
hanyauntuk kepentingan ekologis dan eastetik semata, tetapi juga membuat
bangunan menjadi lebih sejuk. Hubunganterhadap landscape dapat dilihat pada
gambar berikut ini. Mengintegrasikan antara elemen boitik tanaman dengan
elemen boitik, yaitu : bangunan. Hal ini dapat memberikan efek dingin pada
bangunan dan membantu proses penyerapan O2 dan pelepasan CO2.

Menggunakan Alat Pembayang Pasif


7

Pembayang sinar matahari adalah esensi pembiasan sinar matahari pada


dinding yang menghadap matahari secara langsung (pada daerah tropis berada
disisi timur dan barat) sedangkan croos ventilationseharusnya digunakan
(bahkan diruang ber-AC) meningkatkan udara segar dan mengalirkan udara
panas keluar.
Pemberian ventilasi yang cukup pada ruangan dengan peraturan volumetric
aliran udara. Dengan adanya ventilasi, maka udara panas diatas gedung dapat
dialirkan kelingkungan luar sehingga dapat menyegarkan ruangan kembali.

Tampak pada gambar diatas terdapat ventilasi pada bagian atas ruangan yang
menjadi tempat pertukaran udara di dalam ruangan. Selain itu juga terdapat
bukaan yang sejajar dengan tnggi manusia. Sedangkan wind scoops diletakan
pada pertemuan fasade yang berfungsi sebagai daerah tangkap angin.

Penyekat Panas Pada Lantai


Insulator panas yang baik pada kulit bangunan dapat mengurangi petukaran
panas yang terik dengan udara dingin yang berasal dari dalam bangunan.
Karakteristik thermal insulation adalah secarara utama ditentukan oleh
komposisinya. Dengan alasan tersebut maka thermal isulation dibagi menjadi
lima bagian utama, walaupun banyak insulator yang utama merupakan turunan
produk jenis-jenis ini.

Lima jenis utama adalah :

1. Flake insulation
2. Fibrous insulation
3. Granular insulation
4. Cellular insulation
5. Reflective insulation
Struktur massa bangunan bekerja melepas panas pada malam hari dan melepas
udara dingin pada siang hari. Pada iklim sejuk struktur bangunan dapat
menyerap panas matahari sepanjang siang hari dan melepaskannya padasiang
hari. Solar window atau solar-collector heat ditempatkan didepan fisik gedung
untuk menyererap panas matahari.

Ciri-ciri bangunan berdasarkan iklim


Bangunan di tropis kering :
-

Berdinding tebal dan padat


Sedikit bukaan
Tipe jendela yang digunakan berukuran kecil
Bentuk atap datar
Warna dinding luar dan dalam cenderung berwarna cerah.

Bangunan di tropis lembab :

Banyaknya bukaan
Jendela yang digunakan cenderung besar untuk mendapatkan pencahayaan
alami
Penggunaan warna muda pada dinding
Atap besar

c
Bangunan di iklim sedang :
-

Dinding tebal
Bukaan kecil

Bangunan di iklim dingin:

Bangsa Eskimo yang hidup di lingkar atas kutub utara memiliki sebuah rumah
unik yang bernama Igloo, bentuknya setengah bundar ( Dome ) dan berpintu
masuk berupa silinder. Bangunan Igloo ini memiliki konstruksi yang kuat karena
di buat dengan Es yang tak mudah meleleh Suhu di dalam rumah Iglo cukup
hangat dan nyaman ditinggali dan tak terpengaruh suhu diluar yang bisa sampai
-45 derajat celcius dan semua kegiatan dilakukan di dalam rumah tersebut.

10

Metodologi Pembahasan
Metode yang digunakan dalam studi ini adalah dengan melakukan studi-studi
literature dan pencarian data disumber lainnya (internet), dari kedua data dan
informasi yang ada kemudian dilakukan proses analisa-analisa untuk dijadikan
landasan bagi konsep perencanaan dan perancangan selanjutnya.
MULAI

LATAR BELAKANG

PENENTUAN TEMA

STUDI LITERATUR

PENGUMPULAN DATA

PEMBAHASAN

KESIMPULAN
SELESAI

Sistematika Penulisan
-

Pendahuluan / Latar Belakang

Tujuan Pembahasan

Tinjauan Pustaka

Metodologi Pembahasan

Pembahasan

Penutup

Daftar Pustaka

11

PEMBAHASAN
Untuk menerapkan Arsitektur Bioklimatik pada bangunan yaitu dengan
pemanfaatan lingkungan sekitar dan pemanfaatan teknologi pada bangunan sehingga
bangunan dapat menekankan penghematan energy. Dengan konsep desain terdapat
beberapa pendekatan arsitektur bioklimatik yang akan dilakukan diantaranya seperti
pemanfaatan cahaya matahari pada bangunan dan pemanfaatan energy matahari.
Setiap permukaan bumi mempunyai kondisi cuaca dan iklim yang berbeda-beda,
sehingga respon dari sebuah bangunan dimasing-masing tempat tersebut juga
berbeda. Perhatikan respon dari bangunan yang berada di daerah kutub dan daerah
tropis. Masyarakat di daerah tropispun berbeda dalam membuat hunian dari
masyarakat daerah sub tropis. Perbedaan tersebut jika diperhatikan identik dengan
posisi lokasi dari sumber energi terbesar bumi yaitu sinar matahari.
Strategi implementesi
Strategi implementasi pada bangunan harus mengikuti ketentuan yang seperti
lantai dasar bangunan tropis. Contohnya pada gambar di bawah ini:

Gambar 1 : Atrium yang ada di dalam


ruangan yang dapat mengurangi tingkat
kepadatan jalan

Gambar 2 : Atrium yang terbuka agar


udara alami dapat masuk kedalam
bangunan

Tumbuhan dan lanskap digunakan tidak hanya untuk kepentingan ekologis dan
eastetik semata, tetapi juga membuat bangunan lebih sejuk. Mengintregasikan antara
elemen boitik tanaman dengan elemen boitik bangunan.

Gambar 3 : Bangunan yang didesain


dengan di tambahi tumbuhan.

Gambar 4 : Bangunan yang di desain


memiliki tumbuhan di sekitar agar
membuat bangunan terlihat sejuk

12

Gambar 5 : Pohon yang ada di dalam ruangan membuat ruangan terlihat alami sehingga menimbulkan udara yang
sejuk agar supaya tidak lagi memerlukan energi pendingin (AC).

Pembayang sinar matahari adalah esensi pembiasan sinar matahari pada


dinding yang menghadap sinar matahari secara langsung (pada daerah tropis berada di
sisi timur dan barat). Dapat dilihat pada contoh gambar dibawah ini:

Gambar 6 : Bangunan yang menghadap sinar matahari sehingga menghasilkan pencahayaan alami.

Pemberian ventilasi yang cukup pada ruangan dengan peraturan volumetric aliran
udara. Dengan adanya ventilasi, maka udara panas panas di atas gedung dapat
dialirkan kelingkungan luar sehingga dapat menyegarkan ruangan kembali.

Gambar 7 : Croos ventilation (ventilasi silang)

13

Pada iklim sejuk struktur bangunan dapat menyerap panas pada sepanjang
siang hari dan melepaskannya pada malam hari. Solar window atau solar collector heat
di tempatkan didepan fisik gedung untuk menyerap panas matahari . dapat di lihat pada
contoh dibawah ini:

Gambar 8 : Solar window

Gambar 9 : Solar collector

Apa yang kita hadapi saat ini adalah krisis energi, pemanasan global dan krisis
sumber daya alam lainya. Mengacu pada krisis energi listrik misalnya, belakangan ini
sudah banyak di bicarakan tentang panel photovo ltaic yang dapat diterapkan di
bangunan perumahan. Panel tersebut merupakan alat pembangkit tenaga listrik melalui
tenaga sinar matahari. Tenaga matahari tidak akan habis dan gratis, ini berarti
penggunaan photovoltaic dapat menghemat biaya oprasional dan dapat menjadi pilihan
dalam upaya menghemat energi. Suatu jawaban terhadap tantangan krisis pada saat ini
dapat dikatakan sebagai suatu kemajuan teknologi.
Jadi untuk menujukan bahwa bangsa kita sudah maju dalam bidang teknologi
ialah dengan mengembangkan suatu teknologi yang mampu menjawab tantangan
masa kini. Dengan pengetahuan-pengetahuan yang ada pada saat ini kita dapat
mengembangkan suatu teknologi yang hemat energi khususnya dalam bidang
arsitektur dengan menerapkan teknologi tatasurya. Tentunya pengembangan teknologi
14

tidak terbatas pada tatasurya saja, sumber daya alam lainya seperti angin, thermal, air
dan sebagainya dapat di olah menjadi sumber energi yang mampu menghemat biaya
operasional sebuah bangunan. Dengan merebaknya Global Warming maka
sepatutnyalah komunitas arsitektur sebagai salah satu penentu lingkungan binaan
memberikan kontribusi yang lebih tegas.
2.5 Studi komparasi
-

The Roof-roof House

Bangunan ini di desain oleh Kean Yeang dengan tema bioklimatik. Bangunan ini
adalah tempat tinggal yang di tempati oleh dirinya sendiri dan berada di lingkungan
perkebunan karet. Bagian yang menarik yaitu atap dengan louverd paying atap . Atap
melengkung di puncak bangunan berfungsi untuk menyaring cahaya yang masuk
kedalam rumah dan mengatur pencahayaan yang masuk. Pada sore hari yang panas
panas matahari di pantulkan ke samping sehingga dapat meminimalkan cahaya yang
masuk ke dalam bangunan. Apabila cahaya masuk berlebihan hal ini dapat diatasi
dangan penggunaan jalusi dan sekat-sekat yang dapat di atur sesuai keinginan,
penggunaan ini juga bermanfaat dalam pengaturan aliran udara dalam ruang

15

Editt Tower

Saat ini konstruksi tertunda diSingapura, Menara EDITT akan menjadi teladan
"Ecological Design In The Tropics". Dirancang oleh TR Hamzah & Yeang dan disponsori
oleh National University of Singapore.

Sekitar setengah dari luas permukaan Menara EDITT akan dibungkus dalam
vegetasi lokal organik, dan arsitektur pasif akan memungkinkan untuk ventilasi alami.

PENUTUP
Kesimpulan
Dalam perancangan tidak hanya memanfaatkan teknologi yang semakin canggih
tetapi lebih banyak memanfaatkan sumberdaya alam yang ada sesuai dengan iklim
dimana bangunan itu berada dan menjadi pelopor dalam perkembangan arsitektur yang
ramah lingkungan sehingga menghindari pengrusakan lingkungan dan untuk
menunjukan bahwa bangsa kita sudah maju dalam bidang teknologi yaitu dengan
mengembangkan suatu teknologi yang mampu menjawab tantangan masa kini dengan
pengetahuan-pengetahuan yang ada pada saat ini kita dapat mengembangkan suatu
teknologi yang hemat energy khususnya dalam bidang arsitektur dengan menerapkan
teknologi tata surya. Tentunya pengembangan teknologi tidak hanya terbatas pada tata
surya saja melainkan sumber daya alam lainya seperti angin, thermal air dan dan
sebagainya dapat di olah menjadi sumber energi yang mampu menghemat biaya
operasional sebuah bangunan. Dengan adanya bangunan bioklimatik yang semakin
banyak di Negara kita maka lebih banyak juga penghematan energi yang akan kita
lakukan. Dengan demikian biaya akan lebih berkurang

16

DAFTAR PUSTAKA
-

Tumimomor, A.G Inggrid dan Poli, Hanny, Mei 2011, Arsitektur


Bioklimatik. Media Matrasain Vol 8, No. 1,
http://download.portalgaruda.org/article.php?article=15960&val=1033,
September 2014.

Arianto, S. Dwi dan Subagya, Karya, Juni 2013, Penerapan Arsitektur


Bioklimatik Pada Hotel Resort Di Kepulauan Seribu Jakarta, Arsitron Vol.
4, No.1 http://riset.budiluhur.ac.id/wp-content/uploads/2013/09/040105008014-DSArianto-KSubagya.pdf, Oktober 2014

Hendra, H. Failasuf, Model Arsitektur Bioklimatik Rumah Sederhana


Sehat DI Lingkungan Perumahan Padat, Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Vol. 3 No.2, November 2014

Sihombing, Rizal, (2009). Shopping Mall Interchange Terminal Amplas


(Arsitektur Bioklimatik). Fakultas Teknik Universitas Sumatra Utara.

Nurkamdani, R. Andri, (2010) Green Urban Vertical Container House


Dengan Pendekatan Green Metabolist (Rumah Container Bertingkat
Dengan Pendekatan Green Metabolist). Fakultas Tenik Universitas Sebelas
Maret.

http://archiholic99danoes.blogspot.com/2011/05/arsitektur-bioklimatik.html

file:///D:/architecture/s7/BAB%20I%20PENDAHULUAN%201.1%20LATAR
%20BELAKANG%20-%20pdf.io.html

http://syahbilal10.blogspot.com/2014/01/pengertian-arsitektur-sertadefinisi.html

17