Anda di halaman 1dari 11

METERING AND REGULATING STATION

SLAM SHUT VALVE

Adalah sebuah alat untuk membatasi tekanan,


slam shut valve ini dapat berdiri sendiri
(individual) atau menyatu dengan regulator
(integral). Pada unit MR/S slam shut valve
dipasang sebelum regulator dan lajur sensing
dipasang sebelum wafer check valve (katup
searah). Slam shut valve selalu terbuka dan akan
menutup jika ada tekanan balik yang melebihi
nilai yang telah ditetapkan sebelumnya (set
point). Kecepatan menutup dari slam shut harus
tidak melebihi 1 detik.

Untuk membuka kembali slamshut valve ini dengan cara manual yaitu dengan memutar
tangkai yang tersedia berlawanan arah jarum jam atau dengan membalikan draat ke penutup
tangkai.

MINITOR/ACTIVE REGULATOR
Regulator tekanan tinggi mempunyai tekanan
keluaran dalam satuan barG atau psiG. Regulator
digunakan dari upstream (hulu) ke servis
regulator domestic dari transmisi ke stasion
regulator distrik.
Regulator dibagi menjadi:

pilot operated

spring loaded

SPRING LOADED
Standar desain regulator sesungguhnya mudah,
elemen pembatas yang dihubungkan ke diaprahma
yang lentur (flexible) dengan menggunakan tekanan
pada satu sisi dan beban muatan (loading) mendorong
sisi yang lainnya.
Tiga elemen itu adalah:
1. Pembatas atau regulator elemen membuka atau
menutup untuk membatasi kapasitas dari aliran
fluida.
2. Sensing atau elemen pengatur yang merespon
dari tekanan bagian hilir (down-stream)
bergerak berlawanan dengan muatan yang
diatur ke posisi elemen pembatas
3. Elemen muatan (loading) berguna untuk
mendorong ke posisi elemen pembatas
(restricting)
RANGKAIAN OPERASI
Bila ada pemakaian atau mulai ada beban, secepat mungkin gas akan ditarik dari jaringan
pipa gas yang menyebabkan tekanan menjadi turun, penurunan tekanan ini tidak terlampau
banyak dari titik setting yang didapat dari bagian bawah diafragma (membran) dan hasilnya
mendapat dorongan pada bagian bawah diaprahma (tekanan akan menjadi efektif dengan luas
diaprahma) menyebabkan kurangnya tekanan dorong dari bagian atas. Elemen muatan akan
mendorong diprahma dan bagian tangkai dan valve membuka. Elemen penyangga akan
membuka lebar, tambahan aliran melalui regulator yang mengkompensasi (suplai) jika ada
kenaikan kebutuhan. Bila kebutuhan gas sudah terpenuhi tekanan pada pipa akan naik dengan
perlahan sampai mencapai titik tekanan setting.

Bila pemakaian berhenti atau mengurangi kapasitas, adalah kebalikannya, karena kurangnya
gas yang diambil dari pipa downstream (hilir) kemudian regulator mensuplai dari elemen

pembatas dan akan menaikan tekanan dengan perlahan, mendorong-dorong diaprahma


kebawah dan valve mulai menutup. Dorongan tekanan dari bagian bawah diaprahma sama
dengan tekanan dari elemen muatan maka tekanan akan kembali ke titik setting.

SAFETY RELIEF VALVE

Adalah sebuah alat untuk pelepas tekanan yang berlebihan. Pada satuan unit MR/S relief
valve dipasang sesudah regulator Relief valve akan selalu tertutup dan akan membuka jika
tekanan masuk yang melebihi nilai yang telah ditentukan sebelumnya.

WAFER CHECK VALVE (Katup Searah)


Adalah sebuah alat untuk memberi proteksi pada
sistem dua lajur (Twin Stream) baik Monitor/Active
- Slam Shut - Relief valve maupun Active - Slam
shut - Relief valve.
Jika lajur pekerja berjalan normal melepas kapasitas
dan tekanan gas maka wafer check valve membuka
dan pada lajur siaga wafer check Valve menutup
berarti mengisolasi tekanan yang lebih tinggi menuju
slam shut valve melalui sensing line.
Jika pemakaian gas berhenti maka tekanan keluar
akan naik, jika tekanan itu naik mencapai nilai yang
telah ditentukan untuk relief valve maka ia akan
melepas gas ke udara (atmosphere) melalui pipa
pembuangan.
Jika terjadi kerusakan pada lajur pekerja berarti tekanan naik kenilai yang telah ditentukan
untuk slam shut valve maka ia akan menutup, pada saat tekanan pada bagian hilir (down
stream) mencapai nilai yang telah ditentukan untuk Active regulator pada lajur siaga (Stand-

by stream) maka wafer check valve akan membuka dan meneruskan distibusi gas kepada
pelanggan.
Dengan menggunakan wafer check valve maka setting point untuk slamshut, relief valve dan
monitor regulator dan monitor regulator (tipe twin stream) sama besarannya lajur pekerja atau
siaga.

METER GAS

Meter gas yang umum dipasang pada unit


Metering Regulating Station:
1. Turbine Meter (Meter Turbin)
2. Rotary Positive Displacement Meter (Meter
Rotary) - (Delta Meter)
3. Diaphragm Meter (Meter Diaphragma)
Gas yang sudah diturunkan tekanannya oleh
regulating station, masuk melalui Ball Valve No.
13 bagian bawah, agar gas yang masuk ke meter
tidak turbulensi dan mengacu pada American Gas
Assosiation (AGA) report 7, maka spool pipa
sebelum meter harus mempunyai panjang 5
Diameter (ukuran meter) dan 3 Diameter
setelahnya.

INSTALASI METER TURBINE


Meter Turbine menerima gas melalui bagian inlet (perhatikan tanda panah di body) yang
menunjukan arah dari gas yang akan lewat. Meter Turbine mempunyai moncong (Nose Cone)
gas melalui sisi dari nose cone tersebut dan memutar roda turbine (turbine wheeel) dengan
sumbu yang berputar karena roda bola (Ball Bearing) dengan gir juga sepasang roda gir yang
memutar sumbu yang dihubungkan dengan roller index yang mempunyai angka-angka dalam
meter kubik (m3).
CONTOH :
Spesifikasi Teknik yang digunakan PT. Perusahaan Gas
Negara (Persero)
Turbine Gas Meter untuk custody transfer
Type :
Indicating Device :
Publication No. :
Size : G 65
Measuring range : 10 - 100m?/hr
DN : 2" (50)
End to end dimension : 150 mm
Flange facings : DIN PN 10

Materials : ductile iron


Flow direction :
Meter Indicator : m3
Fluid : natural gas
Nama Plate : Year Manufacture, Serial No.
Qmax. Qmin. Pmax. Pmin.
Operating pressure : pmax = 10 bar
Operating temperature : -10C to +50C
Accuracy : 2% for Qmin. to 0.2 Qmax.
1% for 0.2 Qmax to Qmin.
Low frequency sensor : I = 1m3/pulse (reed switch)

TEMPERATURE GAUGE
Adalah alat untuk mengukur (mengetahui) suhu
(temperature) pada Metering Station, temperature
gauge dipasang di bagian hilir down stream turbine
meter.
Perhatikan tangkai yang akan dipasang harus
disesuaikan dengan diameter pipa agar gas yang
lewat benar benar dapat menyentuh tangkai
temperature gauge untuk mengetahui suhu dari gas,
adapun bentuknya juga bermacam-macam ada
dengan dial yang mempunyai back connection (alat
menyambung pada bagian belakang) ada yang
berbentuk lurus dan siku (angle) ukuran sambungan
yang biasa dipakai 1/2" NPTM.
Rentang ukur (range) dari temperature gauge dari 0
sampai 50 C kalau di Eropa atau pada suhu
dibawah 0C terdapat juga range -20 sampai 60C.
Material yang dipakai juga bermacam-macam
tergantung dari pemakaian, misal bronze, satinless
steel dll. Karena Temperature Gauge yang lama tidak
dapat dikalibrasi saat ini PT. PGN mengganti jenis
temperature gauge dengan temperature gauge yang
dapat dikalibrasi.
Spefikasi Teknik
Spefikasi Teknik yang dipakai saat ini adalah :
Dial Size : 80mm (3")
Case Material : Stainless Steel 304
Lense : Wheatherproof glass
Measuring System : Bi-Metal
Stem Material : Stainless Steel 304
Stem Diameter : 1/4" (tergantung kebutuhan)
Connection : 1/2" NPTM, Bottom
Accuracy : 1% FSD
Range : 0 - +50C

VOLUME CORRECTOR (KOREKTOR VOLUME)


Korektor volume sebagai alat penghitung koreksi
volume gas dari kondisi pengukuran menjadi
kondisi kontrak (base condition). Terdiri dari
beberapa bagian:
1. Sensor tekanan (pressure sensor) gunanya
untuk membaca tekanan gas pada saat dilakukan
pengukuran volume gas.
2. Sensor suhu (temperature sensor) gunanya
untuk memebaca suhu gas pada saat dilakukan
pengukuran volume gas.
3. Pendata volume, gunanya untuk membaca
volume gas yang telah diukur oleh meter gas
4. Unit pengkoreksi (Korektor) adalah unit yang
melakukan perhitungan koreksi dengan data dari
ketiga bagian lain diatas dan menampilkan hasil
perhitungan koreksinya.
Adapun Korektor Volume yang dipakai di PT. PGN (Persero) Tbk. diantaranya adalah:

VOLUME INPUT METER


Voltage free LF (Low Frequency) switch transmitter satu siklus operasi (buka - tutup) dari
switch atau yang disebut satu pulsa harus mewakili satu bilangan bulat atau kelipatan suatu
volume (m3) hasil perhitungan meter gas.
Satu pulsa
Maximum frequency
Pressure sensor calibration
Input divider

:
:
:
:

0.1m3, 1m3, 10m3, 100m3


1 Hz
60 msecs
direct or 10

PRESSURE TRANSDUCER INPUT


Input : 5 V dc, for zero to full scale pressure
Input tekanan ini diperoleh dari pressure tranducer (integral).
Spesifokasi sebagai berikut :
Standar full scale pressure range : 1. 6, 4. 0, 7. 0,
More range can be supplied on request
Input signal : 5 V dc, for zero to full scale

Power suplly : 10 - 24 V DC
Accuracy : 0. 1% Full Scale Reading
Connection to corrector : 4 wire cable
Pressure Connection : 1/4 " Female GAS Connection.
Maximum over pressure : 200 % Full Scale
Certified for use in zone Hazardous Area
Zero and span factory set
TEMPERATURE INPUT
Untuk input suhu diperoleh dari Resistance Temperature Detector (RTD) dengan spesifikasi
sebagai berikut:
PT - 100 (100 ohm Platinum Resisitance
:
Thermometer)
(CLASS A accuracy according to IEC751: T =
0,15C)
Connection:3 wire cable
Accuracy : 0.1% dari pengukuran (Full Scale Reading)
Sensor

CORRECTOR UNIT
1. Display
o 15 keys - tipe membran
o

LCD Alphanumerical, matrix 20 X 2 digits

[m?] xxxxxxxx

Temperature ruangan bentang ukuran -20 - +60C 90% kelembaban tanpa


kondensasi

Instalasi - luar ruangan - harus diproteksi dari hujan dan atau panas matahari

Faktor Koreksi Tekanan (Pressure Correction Factor) dengan menekan tombol


warna merah dibagian dalam korektor.

Faktor Koreksi suhu (Temperature Correction Factor) dengan menekan tombol


warna biru dibagian dalam korektor.

Tanda "input" LF Transmitter

Tanda Low Battery

2. Output:
o

pulse Corrected Volume

pulse Uncorrected Volume

3. Operating Temperature: -20C to +60C


4. Certification
a. Mounting in a hazardous area (C1 - Z1 in complience with IEC - 64.2)

b. EEx ia IIB T3 - CESI EX - 96.D.072 Certificate (Flow Corrector) In complience


with the Europian Regulation EN 50514 and EN 500200 (internsic safety)
5. Measuring Accuracy: 0.1% of Full Scale Reading
CALIBRATION
Corector Volume seri T600 - PTZ telah dikalibrasi dipabrikan, namun bila diperlukan
perubahan dapat dilakukan "Setting Ulang" pada bagian
- Temperature Zero
- Temperature Span
- Pressure Zero
- Pressure Span
- T dan P untuk Compresibility
OPERASI DAN PEMELIHARAAN VOLUME CORRECTOR
INSTALASI
Pemasangan Volume Corretor
Korektor Volume dapat dipasang pada "Zona 2 Hazardous Area" atau "Non-Hazardous Area"
pilih posisi yang tepat sehingga :
* Mudah dibaca
* Mudah memasang sambungan kabel RTD, LF, PT.
* Mudah untuk membuka bila diperlukan
* Dipasang jauh dari sumber panas dan tidak ditempat basah
* Terlindung dari sinar matahari dan hujan
* Jauh dari kemungkinan rusak karena pekerjaan mekanik.

Pemasangan Pressure Transducer


Model T600 dengan Pressure Tranducer yang merupakan bagian terpadu dari korektor
volume nya. "Pressure Connection" pada transducer harus disambung ke pipa gas pada
tempat dimana:
* "Pressure Pulsation" paling kecil
* Tekanannya dapat mewakili tekanan meter gas
Tempat yang paling optimum sedikit dihulu meter dan dilengkapi valve isolasi
Pemasangan RTD (Resistance Temperature Detection)
RTD harus dipasang sedemikian rupa pada pipa sehingga :
* Dapat mewakili suhu gas pengukur volume
* Tidak mengganggu kerja meter gas

LF (Low Frequency) Transmitter


Meter gas harus telah terpasang LF Transmitter berjenis "Voltage Free" diketahui volume
yang mewakili oleh 1 pulsa dan "Open and Close Switch" paling lambat 125 msecs.
COMMISIONING
a. Power Supply
* Pasang sekring/Fuse (tidak lebih dari 350 mA)
* Sambungkan socket power supply ke input PCB
* Periksa apakah telah ada supply listrik
b. Pressure Transducer
Buka valve isolasi perlahan-lahan agar tidak terjadi kejutan
c. Running Check and Calibration Check
o

Periksa input dari LF transmitter dan bandingkan hasil pengukuran meter gas
dan Uncorrected Volume

Ukur tekanan dan suhu pada pipa gas, hitung total faktor koreksi dan
bandingkan dengan yang ditunjukan korektor volume bila "System Check"
ditekan, bila hasilnya tidak sama periksa faktor koreksi suhu dan faktor
koreksi tekanan. Juga periksa total faktor koreksinya kembali, bila hasil
berbeda maka korektor volume perlu di "Setting Ulang"

d. Multiplier Label
Bila satu pulsa dari LF tidak sama dengan 1m3, pasang label angka pengali yang
sesuai.
e. Bila tidak ada kesalahan atau kerusakan maka tutup dan segel tutupnya dan
korektor volume dapat dioperasikan.
KALIBRASI KOREKTOR VOLUME
Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, maka secara berkala Korektor Volume harus
dikalibrasi yaitu:
* Bila operasi berjalan baik, maka setiap tahun sekali volume korektor harus dikalibrasi ulang
* Bila hasil pengamatan menunjukan ada indikasi penyimpangan segera setelah dilakukan
pengamatan, korektor volume harus dikalibrasi.
PEMELIHARAAN
Walaupun tidak diperlukan pemeliharaan rutin, namun perlu dilakukan pemeriksaan secara
berkala yang meliputi:
a. Pemeriksaan Battery Power
Amati apakah "Low Battery" Indikasi ada pada display berupa battery Indikator. Bila
ada tanda Low battery maka battery harus segera diganti, paling lambat 3 bulan
setelah tanda "Low Battery" Bila penggunaan battery kurang dari 5 tahun maka harus
dilakukan pemeriksaan lebih lanjut karena hal ini dapat merupakan indikasi "Prematur
Component Failure"
b. Pemeriksaan Digit
Dengan menekan tombol "System Check" dapat diamati apakah tampilan pada

display ada yang kurang, bila ada maka volume korektor harus segera dihentikan
operasinya karena menyulitkan pembacaan jumlah volume gas yang telah dikoreksi.
c. Calibration Check/on-line check (Pengamatan Operasi)
Untuk memastikan korektor volume bekerja dengan benar perlu dilakukan
pengamatan sebagai berikut:
o

Bandingkan dengan jumlah volume yang diukur oleh meter gas dengan jumlah
volume pada "Uncorrected Volume" display pada satu-satuan waktu yang
sama

Ukur suhu dan tekanan pada pipa gas dan hitung total faktor koreksi kemudian
bandingkan dengan Total Factor Koreksi yang dihitung korektor volume.

Hitung koreksi volume dan bandingkan "Corrected Volume" pada volume


korektor

Bila hasil pengamatan tidak ada perbedaan atau kurang dari 2% perbedaannya
maka korektor volume masih layak operasi.

Penjelasan teknis Gas Metering & Regulating Station