Anda di halaman 1dari 31

TRANSDERMAL

Sistem pemberian obat transdermal adalah sediaan obat yang


dirancang untuk mengantarkan obat dari permukaan kulit melalui
bermacam-macam lapisan secara utuh ke dalam sirkulasi sistemik.Untuk
pemberian obat secara transdermal dianggap ideal untuk obat berpindah
tempat melalui kulit ke persediaan darah di bawahnya tanpa penumpukan
di lapisan dermal.Transdermal sangat dipengaruhi oleh absorpsi perkutan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi absorpsi perkutan, antara lain :
1. Konsentrasi obat. Semakin tinggi konsentrasi obat di transdermal,
maka semakin tinggi jmlah yang diabsorpsi perkutan.
2. Semakin lebar transdermal, semakin banyak diabsorpsi.
3. Obat pada transdermal harus memiliki daya tarik fisika kimia ke kulit
lebih tinggi daripada ke pembawa agar obat dapat segera berpindah
ke kulit dari pembawa.
4. Obat dengan berat molekul 100 sampai 800 dan lemak yang cukup
serta kelarutan larutan dapat menembus kulit. Berat molekul yang
ideal untuk obat transdermal adalah 400 atau kurang.
5. Hidrasi kulit secara umum meningkatkan absorpsi perkutan. Obat
transdermal bekerja sebagai penghambat kelembaban sehingga
keringat tidak dapat keluar dan meningkatkan hidrasi.
6. Absorpsi perkutan lebih besar saat obat transdermal digunakan
pada tempat dengan lapisan tanduk yang tipis daripada yang tebal.
7. Secara umum, semakin lama obat boleh berkontak dengan kulit,
semakin besar total absorpsi obat.
Secara teknik, rancangan obat transdermal terbagi dua tipe, yaitu
sistem monolitik dan sistem membran terkontrol.Sistem monolitik
menggabungkan lapisan matriks obat diantara lapisan depan dan
belakang. Lapisan matriks obat terdiri dari bahan polimerik yang
menyebabkan obat terurai didalamnya.Matriks polimer mengatur
kecepatan obat yang dilepaskan untuk absorpsi perkutan.Sistem
membran terkontrol dirancang mengandung tempat penyimpanan obat
berupa kantung dalam bentuk cairan atau gel, membran yang mengatur
kecepatan, pendukung, bahan perekat dan lapisan pelindung. Selama
obat di tempat penyimpanan tidak jenuh, maka kecepatan perilisan obat
akan tetap konstan. Contoh obat yang memakai teknologi ini adalah
Transderm-Nitro (Summit) dan Transderm-Scop (Baxter).

Transdermal Sistem Membran Terkontrol


Dua tipe dasar pada sistem penyampaian obat secara transdermal
1) Yang dapat mengatur laju obat untuk diberikan pada kulit
2) Yang dapat memungkinkan kulit untuk mengatur absorpsi obat
Tipe kedua ini berguna untuk obat-obat yang daya cakupan
konsentrasi plasmanya luas terhadap efektivitas obat,tetapi tidak
menjadi racun. Untuk tipe ini,bentuk sediaan transdermal dapat
dikembangkan ke dalam berbagai ukuran dan konsentrasi obat
dalam darah melalui penambahan ukuran pemakaian transdermal
sehingga tercapai efek yang diinginkan.
Rancangan dan tujuan utama pengaturan jumlah dari sistem
penyampaian obat secara transdermal adalah sebagai berikut
1) Memberikan bahan obat pada laju yang terkendali ke dalam kulit
utuh pasien untuk diabsorpsi ke dalam sirkulasi sistemik
2) Sistem harus memiliki ciri-ciri fisika dan kimia yang tepat agar
memungkinkan bahan obat mudah terlepas dan membantu
partisipasinya dari sistem pemberian ke dalam stratum corneum
3) Sistem harus menutup kulit untuk menjamin arus searah dari bahan
obat
4) Sistem transdermal harus mempunyai kelebihan terapeutik daripada
bentuk sediaan dan sistem pemberian lainnya
5) Daya rekat sistem, pembawa dan zat aktif harus tidak mengiritasi
kulit pasien
6) Serpihan harus melekat pada kulit pasien dan ukuran serta
penampilan maupun penampatannya pada tubuh harus tidak
menghalangi penggunaan obat
7) Sistem harus tidak memungkinkan pengembangbiakan bakteri kulit
di dalam keadaan tertutup
Diantara keuntungan sistem pemberian obat secara transdermal
adalah sebagai berikut :

1) Menghindari kesulitan absorpsi obat melalui saluran cerna


disebabkan oleh pH saluran cerna, aktivitas enzim, interaksi obat
dengan makanan, minuman atau pemberian obat secara oral
lainnya.
2) Menggantikan pemakaian obat melalui mulut bila tidak sesuai
karena muntah dan/atau diare
3) Menghindari first-pass effect , yaitu penglepasan pertama suatu
bahan obat melalui sistemik dari sirkulasi portal,yang menyertai
absorpsi pada saluran cerna(dengan cara demikian mungkin
menghindari obat nonaktif oleh saluran cerna dan enzim-enzim
dalam hati)
4) Menghindari risiko dan ketidaksesuaian terapi secara parenteral dan
bermacam-macam absorpsi serta metabolisme yang berhubungan
dengan terapi secara oral
5) Menyediakan kemampuan untuk terapi berhari-hari dengan
pemakaian tunggal , dengandemikian akan memperbaiki keadaan
pasienpada pemakaian bentuk-bentuk sediaan lainnya yang
memerlukan penggunaan dosis yang lebih sering
6) Memperpanjang aktivitas obat yang mempunyai waktu paruh yang
pendek melalui penyimpanan obat yang ada pada sistem pemberian
terapeutik dan sifat pengaturan dan penglepasannaya yang
terkendali
7) Menyediakan kemampuan menghentikan efek obat secara tepat
(apabila diperlukan secara klinik ) dengan cara melepaskan
pemakaian obat dari permukaan kulit
8) Menyediakan kemudahan identifikasi secara cepat tentang
pengobatan dalam keadaan darurat (misalnya tidak menerima,tidak
sadar,atau pasien dalam keadaan koma)
Diantara kekurangan sistem pemberian secara transdermal adalah
sebagai berikut :
1) Cara pemberian melalui kulit tidak sesuai untuk obat-obat yang
menimbulkan iritasi atau peka pada kulit
2) Hanya obat-obat yang relatif mempunyai potensi yang sesuai
disampaikan melalui kulit oleh karena sifat impermeabilitas kulit ,
sehingga obat yang masuk menembus pada kulit terbatas
3) Kesukaran teknis sehubungan dengan pelekatan dari sistem pada
kulit dengan tipe yang berbeda-beda, dan di bawah kondisi
lingkungan yang bermacam macam serta perkembangan
gambaran penyampaian obat dengan laju terkendali yang
menguntungkan baik secara terapeutik maupun secara ekonomi zat
obat yang lebih banyak.
Contoh Pemakaian Sistem Transdermal

A. Skopolamin
Adalah transdermal pertama pada tahun 1980-an dirancang untuk
mengatur penyampaian obat melalui kulit agar diabsorpsi.Skopolamid
pada kulit di belakang telinga untuk absorpsi sistemik dalam mengatasi
rasa mual dan muntah yang berhubungan dengan mabuk karena gerakan
(motion sickness).Sistem penyampaian obat secara transdermal telah
dikembangkan untuk menyajikan pemberian obat dalam keadaan mantap
selama jangka waktu 72 jam (3 hari).Sitem ini manghindari halan melalui
mulut yang menghasilkan penyerapan yang tidak dapat diramalkan dan
memanfaatkan suatu dosis yang rendah dengan mengurangi kejadiankejadian efek sampingan.Sistem dengan nama dagang Transderm-Scop
Ciba,merupakan sepotong perekat bundar dan datar dirancang untuk
melepaskan skopolamin secara kontinu melalui membran dengan pori-pori
mikro pengatur laju.
Sistem dari Transderm-Scop adalah potongan setebal 0,2 mm yang
mempunyai 4 lapisan berikut :
1) Lapisan penahan berwarna coklat,selaput poliester dengan
aluminium
2) Suatu reservoir obat skopolamin,minyak mineral dan
poliisobutilen
3) Membran polipropilen dengan pori-pori mikro yang mengatur
laju penyampaian skopolamin dari sistem ke permukaan kulit
4) Suatu formula perekat,minyak mineral,poliisobutilen dan
skopolamin.Sebelum pemakaian suatu lapis kulit pelindung
dari poliester yang bersilikon , yang menutup lapisan keempat
harus dilepas terlebih dahulu
Potongan kecil berukuran luasnya 2,5 cm2 mengandung skopolamin
sebanyak 1,5 mg.Sistem yang dirancang supaya dapat melepaskan 0,5
mg skopolamin ke dalam sirkulasi sistemik pada suatu jumlah yang tetap
selama 3 hari.Suatu dosis dasar awal 200 mcg skopolamin dilepaskan dari
sistem lapisan perekat akan menjenuhkan kulit tempat mengikat
skopolamin dan dengan cepat membawa konsentrasi plasma ke tingkat
keadaan mantap yang dibutuhkan .Pelepasan skopolamin yang diatur
secara terus menerus dari tempat simpanan obat melalui membran
pengatur laju akan menjaga level dalam plasma menjadi tempat
konstan.Membran dengan pori-pori mikromelepaskan skopolamin dari
persendian obat pada jumlah yang kurang dari pada kemampuan daya
serap kulit dan dengan demikian maka membran yang mengatur
penglepasan obat ke dalam sirkulasi dan bukan kulit.Karena nkecilnya
ukuran potongan ini ,sistem tidak menonjol , seduai dan menyenangkan
maka itu diterima dengan baik oleh pasien.

B. Nitrogliserin.
Sejumlah sistem yang mengandung nitrogliserin telah dikembangkan
termasuk : Transderm-Nitro (Ciba),Nitro-Dur (Key) dan Nitro-Disc
(Searle).Produk-produk ini mengandung nitrogliserin yang cukup , supaya
penglepasan obat bertahan selama 24 jam.
Nitrogliserin , suatu bahan obat yang dimanfaatkan secara luas pada
pengobatan propilaksi angina secara relatif,obat ini mempunyai dosis
rendah,walau paruh obat dalam plasma pendek,level obat dalam plasma
berpuncak tinggi dan efek sampingnya merupakan sifatnya.
Macam macam produk yang tersedia di pasaran mengatur laju obat
yang dilepaskan ke dalam sirkulasi sistemik melalui membran pengatur
laju penglepasan dari matriks obat (reservoir obat bagian dari
sistem ).Salah satu dari produk ini , Transderm Nitro (Ciba) , sama
rancangannya dengan transderm-Scop sistem, dan diperlihatkan pada
gambar 11-3 . Sistem ini datar dirancang untuk menyajikan penglepasan
nitrogliserin yang diatur melalui suatu membran semipermeabel secara
terus menerus selama 24 jam setelah dipakai pada kulit yang
utuh.Transderm-Nitro sistem terdiri dari 4 lapisan , yaitu :
1) Sebuah lapisan penunjang berwarna coklat (plastik
beraluminium) yang tidak dirembesi air pada nitrogliserin (hal
ini penting karena nitrogliserin berupa suatu bahan yang
mudah menguap yang mungkin akan hilang bila tidak
dilindungi )
2) Reservoir obat yang mengandung nitrogliserin diserap pada
laktosa, silikon dioksida koloid dan cairan obat silikon
3) Suatu membran kopolimer etilen/ vinil asetat yang permeabel
terhadap nitrogliserin
4) Suatu lapisan perekat silikon hipoalergik , sebelumdipakai
lapisan kulit pelindung dibuang dahulu dari permukaan
perekat.
Apabila sistem Transderm-Nitro dipakai pada kulit , nitrogliserin di
absorbsi secara terus menerus malalui kulit ke dalam sirkulasi sistemik.Ini
mengakibatkan obat aktif mencapau organ yang dituju (jantung,anggota
bahan,organ target) sebelum dinonaktifkan oleh hati.Sistem dengan cepat
melepaskan nitrogliserin in vivo sejumlah 5 dan 10 mg selama 24 jam,
dan dalam ukuran 10 dan 20 cm 2 secara berurutan.
Sistem infus transdermal nitrogliserin lain,susunan dan sifat-sifstnya
unik.Nitro-Dur (Key) mengandung 2 % nitrogliserin dalam suatu gel seperti
matriks yang terdiri dari gliserin ,air (dimurnikan) , laktosa , polivil
alkohol , povidon dan natrium sitrat untuk menyediakan suatu sumber

yang terus menerus dari bahan aktif.Sistem transdermal didapat dalam


dosis berukuran 10,15 , 20 cm2 ,masing masing mengandung 51,77,104
mg nitrogliserin .Nitro-Dur melepaskan sejumlah yang telah ditentukan in
vivo sekitar 0,5 mg / cm2/24 jam.
Gambar
Sistem Nitrodisc (Searle) terdiri dari sebuah polimer nitrogliserin
padat yang dikembungkan, diikat pada pembalut perekat yang fleksibel
tidak menimbulkan rasa peka.Nitrodisc menyajikan penympaian obat yang
diatur secara konstan pada permukaan kulit yang merata selama 24 jam.
Sistem Nitrodisc dipakaikan pada kulit sebagai pembalut perekat
yang fleksibel,berbusa dan tidak membuat peka, pembalut perekat ini
didapati dalam dua kekuatan, melepas nitrogliserin 5 mg dan 10 mg
selama 24 jam .Yang 5 mg /24 jam mengandung 16 mg nitrogliserin
dengan luas permukaan 8 cm2.Lebih dari 10 mg / 24 jam mengandung 32
mg nitrogliserindengan luas permukaan 16 cm2 lebih.Kadar nitrogliserin
dalam plasma masih dapat dideteksi 30 menit setelah sistem ini
dilepaskan.
Pada umumnya potongan nitrogliserin transdermal ditempatkan
pada dada atau punggung yang bebas bulu,bersih dan kering sehingga
potongan (patch) dapat melekat dengan baik.Dapat juga diletakkan pada
bagian-bagian lain dalam tubuh kecuali di bawah lutut dan siku.Hindari
penempatan pada luka dan lecet.
Nitrogliserin juga dapat digunakan untuk infusi transdermal dalam
bentuk salep sebagai contohnya adalah produk Nitro Ointment (Kremers
Urban Co.)

Contoh obat transdermal search :


Oxybutynin transdermal (Oxytrol ) adalah obat Bladder (OAB) atau
sering buang air kecildalam bentuk sediaan plester yang tipis (patch)
yang ditempelkan pada kulit perut atau pinggul, dua kali seminggu.
Oxybutynin akan dilepaskan secara perlahan dan terus-menerus melalui
kulit ke dalam aliran darah (3.9 mg/hari) dan mengurangi gejala untuk
sampai 4 hari, dan memungkinkan dosis dua kali seminggu.
Pada bulan Januari 2009, oxybutynin klorida gel (Gelnique )
mendapat persetujuan FDA untuk mengobati OAB. Gel ini diterapkan
sekali sehari pada kulit paha, perut, atau bahu dan memberikan dosis
konsisten oxybutynin melalui kulit selama 24 jam. Efek samping dari

Gelnique termasuk reaksi kulit, mulut kering, dan infeksi saluran kemih
(ISK).

Agen
Obat
Rancangan dan Isi
Terapeutik Transderma
l
Clonidine
Catapres-TTS Patch 4-lapis :
(Boehringer
a. Bahan pendukung
Ingelheim)
film
polyester
berpigmen
b. Penampung
clonidine, minyak
mineral,
poliisobutilen,
koloid
silikon
dioksida
c. Membran
pengontrol
kecepatan
pemberian berupa
polipropilen berpori
mikro
d. Agen
formulasi
bahan perekat
Estradiol
Estraderm
Patch 4-lapis :
(Novartis)
a. Film
polyester
transparan
b. Penampung
estradiol,
alkohol
gel
dengan
hidroksipropil

Keterangan

Sistem terapeutik
transdermal untuk
menyalurkan dosis
terapeutik
obat
antihipertensi
dengan kecepatan
konstan selama 7
hari.
Diberikan
pada tempat yang
tidak berbulu atau
telah
tercukur
pada
lengan
bagian atas atau
batang tubuh.

Sistem
transdermal untuk
melepaskan 17estradiol
secara
terus
menerus.
Digunakan
pada
tubuh,
termasuk

selulosa
c. Membran
etilenvinil
asetat
kopolimer
d. Formulasi perekat
dari
minyak
mineral
ringan,
poliisobutilen

Vivelle
(Novartis)

Climara
(Berlex)

Fentanil

Duragesic
(OrthoMcNeilJanssen)

perut dan pantat,


tempat
bolakbalik,
dua
kali
seminggu
diatas
siklus 3 minggu
dengan frekuensi
dosis yang diatur
sesuai kebutuhan.
Patch 3-lapis:
Penggunan
dan
a. Film
alkohol aplikasi
sama
kopolimer
etilen dengan
vinil
tembus transdermal
cahaya
Estraderm.
b. Estradiol
dalam
matriks dari bahan
perekat
poliisobutilen,
etilen vinil asetat
kopolimer
c. Liner
pelepas
polyester,
yang
disingkirkan
saat
pemakaian
Sistem 3-lapis:
Penggunaan dan
a. Film
polietilen aplikasi
sama
tembus cahaya
dengan
b. Perekat
akrilat transdermal
matriks
Estraderm. Sistem
mengandung
mungkin
dapat
estradiol
digunakan
tiap
c. Pelindung
dari minggu.
silikon atau film
polyester
terbungkus
fluoropolimer, yang
disingkirkan
saat
pemakaian
Patch 4-lapis :
Sistem terapeutik
a. Lapisan pendukung transdermal yang
film polyester
menyalurkan
b. Penampung
analgesik
opioid
fentanil,
alkohol poten ke sistemik
gel
dengan secara
terus
hidroksietil
menerus
selama

Nikotin

selulosa
c. Pengontrol
kecepatan
membran
kopolimer
etilen
vinil asetat
d. Perekat
silikon
mengandung
fentanil
Habitrol
Patch bulat beberapa
(Basel
lapis :
Pharm)
a. Film
pendukung
aluminized
b. Perekat
akrilat
sensitif tekanan
c. Asam
metakrilik
larutan kopolimer
dari nikotin yang
terurai dalam alas
dari viscose non
woven, kapas
d. Lapisan
perekat
akrilat
e. Lapisan pelindung
aluminized
yang
terletak di atas
lapisan
perekat,
disingkirkan pada
saat pemakaian
Nicoderm CQ Patch persegi panjang
(Glaxo
beberapa lapis :
SmithKline)
a. Pendukung oklusif
dari
polietilen,
aluminium,
polyester,
etilen
vinil
asetat
kopolimer
b. Penampung nikotin
dalam
matriks
etilen vinil asetat
kopolimer
c. Membran pengatur
kecepatan
polietilen

72 jam, indikasi
pada
pasien
dengan
sakit
kronis
yang
membutuhkan
analgesia opioid.

Sistem terapeutik
transdermal yang
menyediakan
pelepasan secara
terus
menerus,
penyaluran
ke
sistemik
dari
nikotin
untuk
membantu
penghentian
merokok.
Bermacam-macam
tergantung
kandungan nikotin
dan
pengaturan
dosis.

Nicotrol
(McNeil
Consumer
Products)

Prostep
(Wyeth)

Nitrogliser Deponit
in
(Schwarz)

d. Perekat
poliisobutilen
e. Pelindung
yang
dilepas saat akan
digunakan
Patch persegi panjang
beberapa lapis :
a. Pendukung
luar
dari film polyester
berlapis-lapis
b. Perekat pengatur
kecepatan, bahan
non woven, nikotin
c. Liner yang dapat
dibuang,
disingkirkan
saat
akan digunakan
Patch bulat beberapa
lapis :
a. Busa pengikat abuabu,
perekat
akrilat
b. Pendukung kertas
timah,
gelatin,
pelapis
polietilen
rendah massa jenis
c. Matriks gel nikotin
d. Pelindung
kertas
timah dengan well
e. Liner
pelepas,
disingkirkan
saat
akan digunakan
Sistem 3-lapis :
a. Penutup
kertas
timah
b. Matriks
nitrogliserin
dengan
perekat
poliisobutilen,
plastisizer,
membran pelepas
c. Pelindung
kertas
timah, disingkirkan
saat
akan

Nitro-Dur
(Key)

TransdermNitro
(Summit)

Scopolami
n

Transderm
Scop
(Baxter)

digunakan
Nitrogliserin
dalam
matriks seperti gel dari
air
gliserin,
laktosa,
polivinil alkohol, povidon,
natrium
sitrat
terbungkus
dalam
polyester, kertas timah,
polietilen berlapis-lapis
Patch 4-lapis:
a. Lapisan pendukung
dari
plastic
aluminized
b. Penampung
nitrogliserin yang
terserap
dalam
laktosa,
koloid
silikon
dioksida,
cairan
silikon
medis
c. Membran
etilen
vinil
asetat
kopolimer
d. Perekat silikon
Patch 4-lapis :
a. Lapisan pendukung
dari film polyester
aluminized
b. Penampung
dari
scopolamine,
minyak
mineral,
poliisobutilen
c. Membran
polipropilen berpori
mikro
untuk
kecepatan
penyaluran
scopolamine
d. Perekat
poliisobutilen,
minyak
mineral,
scopolamin

Pelepasan
obat
terus
menerus
lebih dari 3 hari
untuk mencegah
mual dan muntah
karena
mabuk
gerakan.
Patch
diletakkan
di
belakang telinga.
Untuk pemberian
berulang,
patch
pertama dibuang
lalu patch kedua
diletakkan
di
telinga yang lain.
Juga
dibolehkan
untuk mencegah
mual
karena
anastetik
dan

Testostero
n

Testoderm
(Alza)

Androderm
(Androderm)

analgesic tertentu
yang
digunakan
saat operasi.
Patch 3-lapis:
Patch diletakkan di
a. Lapisan pendukung skrotum
untuk
dari PET
kurangnya
b. Lapisan
matriks testosteron.
film
dari
testosteron, etilen
vini
asetat
kopolimer
c. Perekat
poliisobutilen,
koloid
silikon
dioksida
Patch 5-lapis:
Patch diletakkan di
a. Film
pendukung punggung, perut,
dari etilen vinil lengan atas, atau
asetat kopolimer, paha
untuk
polyester berlapis- kurangnya
lapis
testosteron.
b. Penampung
testosteron,
alkohol,
gliserin,
gliseril monooleat,
gel metil laurate
dengan
asam
akrilik kopolimer
c. Membran polietilen
berpori mikro
d. Perekat akrilik
e. Perekat polyester
berlapis

PASTA

Pasta (pastae) adalah sediaan setengah padat berupa massa


lembek (lebih kenyal dari salep) yang mengandung satu atau lebih bahan
obat yang ditujukan untuk pemakaian topikal atau untuk pemakaian luar
(dermatologi).

Berbeda dari salep terutama dalam kandungannya, secara umum


persentase bahan padat lebih besar dan sebagai akibat pasta lebih kental
dan lebih kaku daripada salep. Oleh karena persentase bahan padatnya
tinggi, secara umum daya absorpsi pasta lebih besar daripada salep yang
dibuat dengan komponen yang sama.
Pasta dibuat dengan cara yang sama dengan salep. Tetapi, bila
bahan untuk menggerus dan menghaluskan digunakan untuk membuat
komponen serbuk menjadi lembut, bagian dari dasar ini sering digunakan
lebih banyak daripada minyak mineral sebagai cairan yang akan
melembutkan pasta.
Oleh karena kualitas pasta yang keras dan absorptif, pasta tersebut
akan tetap tinggal di tempatnya setelah pemakaian dengan sedikit
kecenderungan melunak dan mengalir, oleh karena itu efektif digunakan
untuk mengabsorbsi sekresi cairan serosal pada tempat pemakaian. Pasta
lebih disukai daripada salep untuk salep untuk luka akut yang cenderung
mengeras, menggelembung atau mengeluarkan darah.Akan tetapi, karena
sifatnya yang kaku dan tidak dapat ditembus, pasta pada umumnya tidak
sesuai untuk pemakaian pada bagian tubuh yang berbulu.
Pasta merupakan sediaan semipadat yang mengandung satu atau
lebih bahan obat yang ditujukan yang ditujukan untuk pemakaian topikal
(Departemen Kesehatan RI, 1995).Pasta ialah campuran salep dan bedak
sehingga komponen pasta terdiri dari bahan untuk salep misalnya vaselin
dan bahan bedak seperti talcum, oxydum zincicum.
Pasta merupakan salep padat, kaku yang tidak meleleh pada suhu
tubuh dan berfungsi sebagai lapisan pelindung pada bagian yang
diolesi.Efek pasta lebih melekat dibandingkan salep, mempunyai daya
penetrasi dan daya maserasi lebih rendah dari salep.Sediaan berbentuk
pasta berpenetrasi ke lapisan kulit.Bentuk sediaan ini lebih dominan
sebagai pelindung karena sifatnya yang tidak meleleh pada suhu
tubuh.Pasta berlemak saat diaplikasikan di atas lesi mampu menyerap lesi
yang basah seperti serum.
Kelompok pertama dibuat dari gel fase tunggal yang mengandung
air, misalnya pasta Na-karboksimetilselulosa (Na-CMC).Kelompok lainnya

adalah pasta berlemak, misalnya pasta Zn-oksida yang merupakan salep


yang padat, kaku, tidak meleleh pada suhu tubuh, dan berfungsi sebagai
lapisan pelindung pada bagian yang diolesi.
Pasta gigi digunakan agar berlekatan pada selaput lender untuk
memperoleh efek local (misalnya pasta gigi triamsinolon asetonida)
Karakteristik dari sediaan pasta adalah:
1.
Daya absorbsi pasta lebih besar
2.
Sering digunakan untuk mengabsorbsi sekresi cairan serosal
pada tempat pemakaian.
3.
Tidak sesuai dengan bagian tubuh yang berbulu.
4.
Mengandung satu atau lebih bahan obat yang ditujukan untuk
pemakaian luar/topikal.
5.
Konsistensi lebih kenyal dari unguentum.
6.
Tidak memberikan rasa berminyak seperti unguentum.
7.
Memiliki persentase bahan padat lebih besar daripada salep
yaitu mengandung bahan serbuk (padat) antara 40%-50%.
Macam-macam Basis Pasta :
1. Basis Hidrokarbon
Karakteristik :

Tidak diabsorbsi oleh kulit


Inert
Tidak tercampurkan dengan air
Daya absorbs air rendah
Menghambat kehilangan air pada kulit dengan membentuk lapisan
tahan air & meningkatkan hisrasi sehingga meningkatkan abbsorbsi
obat melalui kulit

2. Basis Absorbsi
Karakteristik :

bersifat hidrofil dan dapat menyerap sejumlah tertentu air dan


larutan cair.
Non emulsi co : wool fat, wool alcohol, Bees wax, kolesterol.
Emulsi A/M co : Hydrous wool fat (lanolin), Oily cream.

3. Basis Larut Air


Misalnya PEG (Polyethylene Glycol) yang mampu melarutkan zat
aktif yang tak larut dalam air dan meningkatkan penyebaran
obat.Bersifat stabil, tersebar merata, dapat mengikat pygmen dan

higroskopis
(mudah
menguap),
sehingga
kenyamanan pada pemakaian sediaan pasta.

dapat

memberikan

Adapun keuntungan dari bentuk sediaan pasta adalah:


1. Mengikat cairan sekret (eksudat)
2. Tidak mempunyai daya penetrasi gatal dan terbuka, sehingga
mengurangi rasa gatal lokal.
3. Lebih melekat pada kulit sehingga kontaknya dengan jaringan lebih
lama.
4. Konsentrasi lebih kental dari salep
5. Daya adsorpsi sediaan pasta lebih besar dan kurang berlemak
dibandingkan dengan sediaan salep.
Sedangkan kerugian dari bentuk sediaan pasta adalah:
1. Karena sifat pasta yang kaku dan tidak dapat ditembus, pasta pada
umumnya tidak sesuai untuk pemakaian pada bagian tubuh yang
berbulu
2. Dapat mengeringkan kulit dan merusak lapisan kulit epidermis
3. Dapat menyebabkan iritasi kulit.
Pasta Zink Oksida
Pasta Zink Oksida dibuat dengan cara menggerus dan kemudian
mencampurkan 25% dari masing-masing zink oksida dan amilum dengan
vaselin putih. Hasil produksi ini sangat mantap dan sukar digerakgerakkan dengan menggunakan spatula.Pasta ini mampu mengabsorbsi
uap air jenuh lebih besar dari salep zink oksida dan digunakan sebagai
astringen dan pelindung.Pasta, juga sering menjadi pembawa untuk
bahan obat lainnya..
Gambar dan Contoh Sediaan Pasta

1. Pepsodent Toothpaste Sensitive Expert Gum Care 100g


Product Brand : Pepsodent
Berat Kotor
: 134 g
Dimention
: 3.00cm x 19.00cm x 4.00cm

Description
:
Pepsodent
telah
mengembangkan
Sensitive Expert dengan mineral HAP,
formula mutakhir dari Pepsodent yang
terbukti
secara
klinis.
Membantu
mengurangi rasa ngilu akibat gigi sensitif
dan memberikan perlindungan lebih lama,
serta membantu menjaga kekuatan gusi.
Komposisi
:
Water,
Sorbitol,
Hydrated
Silica,
Potassium
Ctrate,
Hydroxyapatite,
PEG-32,
Zinc
Citrate,
Sodium Lauryl Sulfate, Sodium Monofluorophosphate, Flavor,
Trisodium Phosphate, Cellulose Gum, Sodium Hydroxide, Sodium
Saccharine, Tocopheryl Acetate, Mica, CI 73360, CI 77891Bahan
Aktif : Sodium Monofluorophosphate.
BPOM RI NA 18121400102'

2. Pasta Gigi Close Up Milk Calcium 160gram


Merk
: Close Up
Tipe
: Pasta Gigi
Sub Tipe
: Satuan Kemasan
: Pack
Dimensi
: 4.00cm X 20.50cm X 4.50cm
Berat
: 160 Gram
Description
: Close Up Pasta Gigi dengan milk calcium
membantu menjaga mineral dan nutrisi pada gigi sehingga
membuat gigi putih alami, tetap kuat, menjaga gusi tetap sehat
dan membuat nafas segar.
Komposisi
: Sorbitol, Water, Hydrated Silica, PEG-32,
Sodium Lautyl Sulfate, Flavour, Cellulose Gum, Sodium Flouride,
Sodium Saccharine, Hydrolized Casein, CI 74160, CI 77891,
Contains Flouride.Bahan aktif : 0.32% Sodium Flouride.
3. Pepsodent Toothpaste Herbal 190g

Product Brand : Pepsodent


Berat Kotor
: 234 g
Dimensions
: 4.00cm x
20.50cm x 4.50cm
Description
:
Pepsodent
Herbal dengan formulasi yang lebih
lembut, diperkaya oleh kombinasi
bahan alami dan bahan yang diproses secara ilmiah untuk gigi
tetap kuat, gusi tetap sehat dan mulut tetap segar.Dengan daun

sirih dikenal sebagai anti kuman agar


gigi dan mulut tetap sehat, garam
sebagai bahan alami yang bermanfaat
bagi mulut, jeruk nipis membantu
memberikan rasa segar dan formulasi
yang diproses secara ilmiah dengan
Calcium dan Flouride untuk gigi tetap
sehat dan kuat.
Komposisi
: Calcium Carbonate, Water, Sorbitol,
Hydrated Silica, Sodium Lauryl Sulfate, Flavour, Sodium
Monoflourophosphate, Cocamidopropyl Betaine, Cellulose Gum,
Potassium Citrate, Sodium Silicate, Sodium Chloride, Sodium
Saccharine, DMDM Hydantoin, Citrus Aurantifolia (Lime) Fruit
Extract, Piper Betle Leaf Oil, CI 47005, CI 74260.Bahan aktif :
1.12% Sodium Monoflourophosphate.
BPOM RI NA 18111400073

4. Zact Stain Fighter Toothpaste 150g


Product Brand : Zact
Berat Kotor
: 189 g
Dimentions
: 4.50cm x 4.00cm x 18.00cm
Description
: Zact Lion diformulasikan secara khusus
untuk mencerahkan senyum peminum kopi, teh dan perokok.
Telah dibuktikan secara invitro bahwa Zact Lion membantu
mengurangi noda akibat kopi, teh dan perokok, sekaligus
menyegarkan nafas anda.
Komposisi
: Calcium Carbonate,Water,Sorbitol,PEG8,Sodium lauryl sulfate,Silica,Aluminium,Oxide,Flavour,Sodium
monofluorophosphate,Xanthan
Gum,Carrageenan,Sodium
benzoate,Saccharine
natrium,Caprylic/Capric
Acid
Triglyceride,Sodium Silicate,Methyl paraben,Buthyl Paraben
POM NA 18121400080

Gel
Definisi gel menurut farmakope Indonesia edisi ke 4 gel merupakan
system semi padat terdiri dari suspensi yang dibuat dari partikel
anorganik yang kecil atau molekul organic yang besar, terpenetrasi oleh
suatu cairan. Gel kadang kadang disebut jeli. Sedangkan menurut
Formularium Nasional gel adalah sediaan bermassa lembek, berupa

suspensi yang dibuat dari zarah kecil senyawaan organic atau


makromolekul senyawa organic, masing masing terbungkus dan saling
terserap oleh cairan.
Sifat dan karakteristik gel sebagai berikut :
(Disperse system):
1. Swelling.Gel dapat mengembang karena komponen pembentuk gel dapat
mengabsorbsi larutansehingga terjadi pertambahan volume. Pelarut akan
berpenetrasi diantara matriks gel danterjadi interaksi antara pelarut dengan
gel. Pengembangan gel kurang sempurna bila
terjadii k a t a n s i l a n g a n t a r p o l i m e r d i d a l a m m a t r i k s g e l y a n g
d a p a t m e n y e b a b k a n k e l a r u t a n komponen gel berkurang
2. Sineresis.S u a t u p r o s e s y a n g t e r j a d i a k i b a t a d a n y a k o n t r a k s i d i d a l a m
m a s s a g e l . C a i r a n y a n g terjerat akan keluar dan berada di atas
permukaan gel. Pada waktu pembentukan gel
terjadit e k a n a n y a n g e l a s t i s , s e h i n g g a t e r b e n t u k m a s s a g e l y a n g t e g
a r. M e k a n i s m e t e r j a d i n y a k o n t r a k s i b e r h u b u n g a n d e n g a n f a s e r e l a k
s a s i a k i b a t a d a n y a t e k a n a n e l a s t i s p a d a s a a t terbentuknya gel. Adanya
perubahan pada ketegaran gel akan mengakibatkan jarak
antar matriks berubah, sehingga memungkinkan cairan bergerak menuju pe
rmukaan. Sineresisdapat terjadi pada hidrogel maupun organogel
3. Efek suhu mempengaruhi struktur gel. Gel dapat terbentuk melalui penurunan
temperatur tapi dapat juga pembentukan gel terjadi setelah pemanasan
hingga suhu tertentu. Polimer separti MC, HPMC, terlarut hanya pada air yang
dingin membentuk larutan yang kental.
Pada peningkatan suhu larutan tersebut membentuk gel. Fenomena pembentukan gel a
tau pemisahan fase yang disebabkan oleh pemanasan disebut thermogelation
4. Efek elektrolit.Konsentrasi elektrolit yang sangat tinggi akan berpengaruh pada gel
hidrofilik dimana ion berkompetisi secara efektif dengan koloid terhadap pelarut yang
ada dan
koloid digaramkan( m e l a r u t ) . G e l y a n g t i d a k t e r l a l u h i d r o f i l i k d e
n g a n k o n s e n t r a s i e l e k t r o l i t k e c i l a k a n meningkatkan rigiditas gel
dan mengurangi waktu untuk menyusun diri sesudah pemberiantekanan
geser. Gel Na-alginat akan segera mengeras dengan adanya sejumlah konsentrasi
ionkalsium yang disebabkan karena terjadinya pengendapan parsial dari alginat
sebagai kalsiumalginat yang tidak larut.
5. Elastisitas dan rigiditas.S i f a t i n i m e r u p a k a n k a r a k t e r i s t i k d a r i g e l
g e l a t i n a g a r d a n n i t r o s e l u l o s a , s e l a m a transformasi dari
bentuk sol menjadi gel terjadi peningkatan
elastisitas dengan peningkatankonsentrasi pembentuk gel. Bentuk
struktur gel resisten terhadap perubahan atau deformasidan mempunyai
aliran viskoelastik. Struktur gel dapat bermacam-macam tergantung
darikomponen pembentuk gel.
6. Rheologi.Larutan pembentuk gel (gelling agent) dan dispersi padatan yang
terflokulasi memberikans i f a t a l i r a n p s e u d o p l a s t i s y a n g k h a s , d a n
m e n u n j u k k a n j a l a n a l i r a n n o n N e w t o n y a n g dikarakterisasi oleh
penurunan viskositas dan peningkatan laju aliran.

Contoh Sediaan Gel


1) Jeraklin gel
Golongan : Obat keras
Kandungan : tretinoin
Indikasi : jerawat,mengurangi komedo, papel (bintil,tonjolan kulit
yang kecil, berbatas jelas dan padat) dan pustel (gelembung dikulit
yang berisi nanah dengan potongan melintang kurang dari 1cm)
Kontraindikasi : eksim akut,rosase
Perhatian :
sesedikit mungkin terpapar sinar matahari
hindari kontak dengan mata,mulut,dan membrane mukosa yang
lainnya
kehamilan.
Interaksi obat : pengobatan topical yang bersamaan, pembersih dan
sabun penggosok atau kosmetika yang mempunyai efek
mengeringkan yang kuat.
Perhatian khusus harus diberikan pada penggunaan preparat atau
sediaan yang mengandung belerang,resorsinol, dan asam salisilat.
Efek samping : eritema, edema, melepuh. Hiper atau
hipopigmentasi, fotosensitifitas.
Kemasan : gel 0,025 % x 15 gram
Dosis : dioleskan sehari sebelum istirahat
2) Mederma

3) Niacef gel

Komposisi : Tiap gram mengandung Nikotinamid 40 mg dalam basis gel


bening yang cocok.
Indikasi : Untuk pengobatan acne vulgaris bentuk inflamasi dengan
papula dan pustula yang sedang.
Cara Kerja : Nikotinamid adalah zat aktif senyawa Niacin (Nicotic acid,
Vitamin B3). Mekanisme kerja Nikotinamid untuk mengurangi inflamasi
acne vulgaris masih belum jelas, tapi diduga berhubungan dengan sifat
anti inflamasi.
Cara Pemakaian : Digunakan sehari 2X tiap pagi dan malam pada
daerah yang berjerawat, setelah kulit dibersihkan terlebih dahulu
dengan air dan sabun.
Perhatian :
1. Hanya untuk pemakaian luar, hindarkan kontak dengan mata dan
selaput lendir lainnya.
2. Jika terjadi iritasi, kekeringan atau kulit kemerah-merahan yang
berlebihan pengobatan dihentikan.
3. Hati-hati diberikan pada wanita hamil terutama semester pertama.
Efek samping : Dapat terjadi rasa panas atau rasa membakar. Dengan
menggunakan bahan pembawa yang cocok , efek tersebut dapat
dihindarkan. Jarang menimbulkan iritasi dan eritema, yang sering
terjadi ialah kulit kering.
Kontraindikasi : Tidak digunakan terhadap orang yang sensitif terhadap
Nikotinamid atau bahan lainnya yang terkandung didalamnya.
Cara Penyimpanan :Simpan ditempat yang tertutup rapat
Kemasan : 15 gram netto
HARUS DENGAN RESEP DOKTER

PT. SURYA DERMATO MEDICA LABORATORIES Surabaya, Indonesia


Reg . Nr. DKL 9828602728 A1
4) VITACID GEL 0,025%

KOMPOSISI
VITACID GEL mengandung Asam Vitamin A (Tretinoin) 0,025%
dalam gel bening.
INDIKASI
VITACID GEL ditujukan untuk pengobatan jerawat secara topikal
terutama tingkat I-III dimana terdapat banyak komedo, papel dan
pustula yang berat dan varitas-varitas cystic nodular (acne
conglobata).
KONTRA INDIKASI
Penggunaan VITACID GEL harus dihentikan bila terjadi kepekaan
yang berlebihan.
PERHATIAN
Jangan dipakai pada atau dekat mata, mulut, sudut-sudut hidung
dan selaput lendir.Pemakaian topikal mungkin menyebabkan
erythema lokal yang berat dan pengelupasan pada tempat
pemakaian. Apabila tingkat iritasi lokal terjadi,penderita hendaknya
diarahakn untuk memakai obat ini secara lebih jarang. Untuk
sementara hentikan penggunaanya atau hentikan sama sekali
penggunaannya. Asam Vitamin A dapat menimbulkan iritasi yang
berat pada kulit yang eksim dan harus digunakan dengan sangat
berhati-hati pada penderita dengan keadaan ini.Hati-hati bila
digunakan bersama-sama dengan zat keratolitik seperti asam
salisilat, sulfur dll.Kontak dengan cahaya mahari harus dihindari

sedapat mungkin selama penggunaan VITACID GEL.Adalah berguna


menutupi tempat yang diobati dengan suatu olesan yang tipis
BAHAN PENOLAK SINAR ULTRA VIOLET (PABANOX CREAM) pada
siang hari.Penderita dengan kulit yang terbakar oleh cahaya
matahari harus disembuhkan dahulu sebelum memakai obat
ini.Penggunaan pada wanita hamil hanya bila diperlukan karena
belum ada data-data yang memadai mengenai keamanan pengguna
pada wanita hamil.
EFEK SAMPING
Kulit dari individu-individu yang peka dapat menjadi merah yang
berlebihan, membengkak, melepuh atau mengeras, apabila timbul
efek ini pengobatan harus dihentikan sampai keadaan kulit putih
kembali atau pengobatan harusnya disesuaikan kesuatu tempat
dimana penderita masih tahan.Hiperpigmentasi atau
hipopigmentasi yang sifatnya sementara dapat terjadi karena
penggunaan asan vitamin A yang berulang-ulang.Beberapa individu
dilaporkan bertambah kepekaannya terhadap cahaya matahari
selama pengobatan dengan asam vitamin A. Semua efek samping
dari asam vitamin A dapat dihilangkan dengan menghentikan
pengobatan.
CARA PEMAKAIAN :
VITACID GEL, sebaiknya dipakai sekali sehari, sebelun pergi tidut,
pada kulit dimana terdapat jerawat.Oleskan pelan-pelan dan tipis
sampai menutupi semua tempat yang terserang.Sediaan ini dapat
dipakai dengan menggunakan ujung jari, kain kasa atau kapas.
Apabila obat ini dipakai secara berlebihan, maka tidak akan
memperoleh hasil yang lebih baik atau lebih cepat melainkan dapat
terjadi kemerahan yang jelas, pengelupasan atau gangguan lainnya.
Pada pemakaian mungkin timbul rasa perasaan panas atau timbul
sedikit pedih yang bersifat sementara.Bila dianggap perlu untuk
sementara menghentikan pengobatan atau mengurangi seringnya
pemakaian.Pengobatan dapat dilanjutkan kembali bilamana
penderita telah tahan.Selama minggu-minggu awal pengobatan
seolah-olah terjadi peningkatan peradangan.Hal ini disebabkan oleh
khasiat pengobatan yang bekerja pada komedo dan papel jerawat
yang dalam, dimana sebelumnya tidak tampak.Pada umumnya
hasil-hasil pengobatan sudah dapat dilihat setelah 2 atau 3 minggu,
sedangkan hasil yang optimal dapat diharapkan setelah 6 minggu
pengobatan.
SEKALI JERAWAT MEMBERIKAN RESPON YANG MEMUASKAN PERLU
MEMELIHARA KEMAJUAN INI DENGAN PENGGUNAAN YANG
DIKURANGI
INTERAKSI OBAT

Dengan sinar ultra violet dan obat-obatan yang mengandung bahan


pengelupas seperti sulfur, resorcinol, asam salisilat dan benzoil
peroksida.
KEMASAN :GEL, tabung alumunium 20g
AWAS HANYA UNTUK PEMAKAIAN LUAR.JAUHKAN DARI
JANGKAUAN ANAK-ANAK.
CARA PENYIMPANAN :
Di tempat sejuk
HARUS DENGAN RESEP DOKTER
P.T. SURYA DERMATO MEDICAL LABORATORIES Surabaya,
Indonesia
No.Reg. DKL 9028602228 A1
5) Viru Merz Gel

Application form : ointments, creams, gels, pastes


Indication group : dermatologics virostatics
Manufacturer :Merz + CO. GmbH and Co, Frankfurt am Main, Germany,
www.merz.com
Active substance : Tromantadini hydrochloridum 10 mg v 1 g
minimum amount for dispatch : Viru-Merz gel contains the compound
tromantadin, which prevents virus propagation and growth. It deprives
viruses which cause herpes zoster and herpes simplex of their effect.
The gel mass of the preparation is characterized by good adhesion, and
thus it increases the drug effect and the length of effect time. With
using Viru-Merz gel, the symptoms of herpes zoster and herpes simplex
recede, e.g. recession of strident pain and painful skin tension. They
prevent blister production or their further formation, and it decreases
the risk of their rupture, and thus it prevents scar formation. It
decreases probability of herpes recurrence, and it moderates the
disease course and its duration.
6) Thrombophorb Gel

Thrombophob gel adalah suatu bentuk baru dalam terapi heparin sodium
untuk kulit. Heparin dapat mencegah pembekuan darah dan membantu
proses fibrinolisa. Mikrotrombi (butir-butir bekuan darah) yang terdapat di
sekitar kulit dapat diserap lebih cepat.Heparin juga berkhasiat sebagai
anti-radang, sehingga dapat menyembuhkan bengkak dan menghilangkan
rasa nyeri.Obat ini menurunkan ketegangan otot-otot pembuluh darah,
sehingga melancarkan peredaran darah.Heparin sodium cepat diserap
kulit dan langsung bekerja pada jaringan yang sakit.
Thrombophob gel yang transparan ini cepat mengering dan memiliki daya
pendingin yang menyegarkan kulit, selain itu dapat dipergunakan
berulang-ulang dengan aman.Trombophob tidak membakar kulit karena
diolah dengan bahan dasar yang mempunyai efek melumas, dan tidak
berlemak.
KOMPOSISI
Tiap 100 gram Thrombophob gel mengandung Heparin sodium 20.000 I.U,
Per 100 g gel Heparin 20,000 iu. Per 100 g salep Heparin 5,000 iu,
nicotinic acid benzylester 250 mg.
INDIKASI
Indikasi Thrombophob adalah :

Flebitis permukaan, dengan atau tanpa pembentukan gumpalangumpalan.

Penyumbatan pembuluh darah bailik yang berlebihan.

Gangguan-gangguan berolah raga dan kecelakaan seperti memar,


bengkak, keseleo dan sebagainya.

Tendovaginitis, tendosynovitis.

Kejang betis.

Furunculosis dan bengkak-bengkak.

PEMAKAIAN
Thrombophob gel dipergunakan 2-3 kali sehari sebagai olesan tipis pada
kulit. Gel ini tidak boleh dipakai dengan cara menggosok atau memijat
dan sebaiknya kulit dibersihkan dulu, supaya obat bekerja lebih baik. Pada

luka-luka terbuka, misalnya pada tukak, Thrombophob hanya dipakai di


tepi-tepi luka, dan tidak pada luka itu sendiri.Tidak boleh dioleskan pada
luka yang terbuka.
KEMASAN
Thrombophob tube 20 gram.
KETERANGAN
Awas! Obat keras.Hanya untuk bagian luar badan.
Diproduksi oleh : PT. Tunggal Idaman Abdi, Jakarta Indonesia
7) Mediklin Gel

KOMPOSISI
Tiap gram gel mengandung clindamycin phosphate yang setara dengan
clindamycin 10 mg.
CARA KERJA OBAT
Clindamycin phosphate adalah suatu ester yang secara invitro tidak
menunjukan aktivitas namun invivo akan cepat terhidrolisa menjadi
clindamycin yang aktif sebagai anti bakteri. Secara invitro, clindamycin
menghambat pertumbuhan Propionibacterium acnes dan dapat
menurunkan jumlah asam lemak bebas dipermukaan kulit dari 14%
menjadi 2%.
INDIKASI
Mengobati acne vulgaris
KONTRA INDIKASI
Pasien yang mempunyai sejarah hipersensitif terhadap clindamycin
atau lincomycin.
2.
Pasien dengan riwayat enteritis, ulcerative colitis, colitis
1.

PERINGATAN DAN PERHATIAN


1.
Hentikan pemakaian bila terjadi reaksi hipersensitivas.
2.
Hindarkan kontak dengan mata, hidung, mulut atau membran
mukosa lainnya.

3.
4.

Jangan gunakan lebih sering dari yang telah ditentukan.


Clindamycin topikal dapat diabsorbsi pada permukaan kulit
sehingga sama seperti penggunaan oral, hentikan pemberian bila terjadi
diare.
5.
Hati-hati pemberian pada penderita atopik
6.
Hati-hati penggunaan pada wanita hamil dan menyusui, hanya
diberikan jika benar-benar diperlukan.
7.
Tidak digunakan pada anak-anak usia kurang dari 12 tahun karena
keamanan dan efektivitas belum diketahui.
1.
2.
3.
1.
2.
3.
4.
5.

EFEK SAMPING OBAT


Reaksi hipersensitivas ( skin rash, itching, redness, swelling).
Gangguan saluran pencernaan dan sakit perut.
Efek dryness, scaliness, dan pengelupasan kulit sering terjadi bila
dipakai terus menerus.
INTERAKSI OBAT
Dengan antimikroba lain seperti : ceftazidime, metronidazole,
ciprofloxacin dapat memberikan efek sinergis.
Mencegah aktifitas bakterisid dari aminoglikosida.
Terjadi interaksi dangan obat abrasive, pembersih, sediaan acne,
atau sediaan yang mengandung peeling agent seperti : resorcinol,
salicylic acid dan sulfur.
Terjadi interaksi dengan preparat alkohol topikal seperti after shave
lotions, astringents, perfumed toiletries, shaving cream atau lotion.
Dengan erythromycin terjadi efek antagonis.

CARA PEMAKAIAN
1.
Hanya untuk pemakaian luar. Obat dioleskan pada daerah yang
berjerawat satu sampai dua kali sehari.
2.
Sebelum dioleskan, cuci daerah yang berjerawat lalu oleskan tipistipis Medi-Klin
3.
Keadaan over dosis : tidak ada pengobatan yang spesifik. Bila
terjadi reaksi alergi berikan terapi darurat seperti kortikosteroid, adrenalin
dan anitihistamin.
CARA PENYIMPANAN
Dalam wadah tertutup rapat pada suhu 15 - 30C.
KEMASAN
Gel : Tube alumunium, isi bersih 15 gram
HARUS DENGAN RESEP DOKTER
PT. SURYA DERMATO MEDICA LABORATORIES Surabaya, Indonesia
No .Reg. DKL 0028603028A1
8) Bioplacenton Gel

Bioplacenton mengandung placenta extract dan neomycin sulfate sulfate.


Kombinasi ini merupakan bagian dari perawatan luka yang sangat
efektif.Placenta extract sebagai "biogenic stimulator" memegang peranan
penting dalam mempercepat regenerasi sel dan penyembuhan luka.
Sedangkan neomycin sulfate bekerja sebagai antibiotik yang mampu
membunuh beragam jenis kuman dengan daya kerja yang tidak
terganggu oleh nanah. Bioplacenton tersedia dalam bentuk jelly yang
banyak mengandung air sehingga efeknya lebih cepat terasa. Selain
memberikan rasa sejuk, Bioplacenton juga aman digunakan dan mudah
didapat.

Komposisi
Ekstrak Placenta
Neomycin sulfat
Jelly base

10 %
0.5 %
q.s.

Bentuk Sediaan :
Gel

Indikasi
Perawatan luka bakar
Luka disertai nanah
Luka yang lambat menutup ( akibat luka gores, luka pada penderita
Diabetes )
Luka di sebabkan karena tekanan yang terlalu lama, misalnya
pasien yang lama berbaring ditempat tidur ( tukak dekubitus )
Kontra Indikasi
Hipersensitif terhadap komponen Bioplacenton
Dosis
Oleskan Bioplacenton Gel secara tipis-tipis 4 - 6 kali sehari sesuai
kebutuhan pada daerah luka
Efek Samping:

Reaksi hipersensitivitas
Presentation
Tube 15 gram
9) Aclonac Gel

Komposisi : Diclofenac Sodium 10 mg


Indikasi :
- peradangan akibat trauma pada tendon, ligament, otot dan sendi,
misalnya yang disebabkan oleh terkilir, keseleo dan memar.
- bentuk- bentuk jaringan lunak setempat seperti tendovaginitis, bursitis,
sindrom bahu tangan dan periatropati
- Penyakit-penyakit rematik lokal seperti osteoarthrosis sendi-sendi perifer
dan osteoarthritis kolumna vertebralis.
Cara Pemakaian :
Oleskan emulsi gel sejumlah yang diperlukan pada daerh kulit yang
terkena, 3 atau 4 kali sehari dan gosokkan dengan lembut.
10)

Flamar Gel

KOMPOSISI
Na Diklofenak / Diclofenac .

INDIKASI
Peradangan akibat trauma (terpukul, terpukul, dll) pada tendon,
ligamentum, otot, sendi, reumatisme jaringan lunak seperti
tendovaginitis, bursitis, sindroma bahu-tangan, dan periartropati.
Penyakit rematik yang tidak menyebar seperti osteoartrosis pada tepi
sendi dan tulang belakang.
KONTRA INDIKASI
Asma, biduran/kaligata, rinitis akut yang ditimbulkan oleh Asam
Asetilsalisilat atau obat-obat anti radang non inflamasi lainnya.
PERHATIAN
- Hindari kontak dengan mata, membran mukosa atau luka
terbuka.
- Kehamilan.
- Penggunaan jangka panjang.
EFEK SAMPING
Iritasi lokal, eritema (kemerahan kulit karena pelebaran pembuluhpembuluh darah), gatal-gatal atau dermatitis, fotosensitifitas kulit,
pengelupasan kulit, atropi.
INDEKS KEAMANAN PADA WANITA HAMIL
B: Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin
maupun penelitian terkendali pada wanita hamil atau hewan coba tidak
memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana
tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita
hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester
selanjutnya).
KEMASAN
Emugel 10 mg/gram x 20 gram.
DOSIS
Gunakan 3-4 kali sehari.
Daftar Pustaka
Loyd V. Allen, J. P. (2011). Ansels Pharmaceutical Dosage Forms and Drug
Delivery Systems, Ninth Edition. Philadelphia: Lippincott Williams and
Wilkins, Wolters Kluwer Health.
Syamsuni. 2006. FARMASETIKA DASAR DAN HITUNGAN FARMASI. Jakarta :
EGC.
Ansel, Howard C. 2008. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Jakarta :
Penerbit Universitas

Indonesia (UI-Press).

Anda mungkin juga menyukai