Anda di halaman 1dari 19

LAPORAN AKHIR

TEKNOLOGI FORMULASI SEDIAAN STERIL


PEMBUATAN INJEKSI ASAM FOLAT

I. Nama Zat dan Jumlah Ampulyang Akan Dibuat


Nama zat aktif

: Asam Folat

Kekuatan sediaan : 5 mg/ml


Jumlah yang dibuat

: 5 ampul

II. Formula
R/

Acidum Folicum 0,5 %


Obat suntik dalam ampul 1 ml No.V

III.Monografi Zat Aktif dan Zat Tambahan


1. Acidum Folicum

Pemerian

: Serbuk hablur, kuning atau

jinggakekuningan, tidak berbau. (Farmakope


IndonesiaIII, hal. 51)

Kelarutan

: Sangat sukar larut dalam air,

praktis tidak larut dalam etanol (95%) P, mudah

Laporan Akhir Teknologi Formulasi Sediaan Steril


Injeksi Asam Folat

larut dalam kloroform, dalam eter P, dalam aseton


P dann dalam benzen P, larut dalam asam klorida
P, dan dalam asam sulfat P, larutan berwarna
kuning sanagt pucat, mudah larut dalam larutan
alkali hidroksida encer dan dalam larutan alkali
karbonat encer. (Farmakope Indonesia III, hal.51)

Titil leleh

: 250 (Merck Indeks ed. 13, hal.

4245)

Dosis lazim

: 15 mg/hari i.m (Farmakope

Indonesia III, hal 959)

DM

Daftar obat : Obat Keras

OTT

: i.m 15 mg/hari

: Terhadap oksidator, Reduktor, logam

berat.

Stabilitas

Indikasi : Membantu memelihara kesehatan

: PH 8 - 11

tubuh dan pertumbuhan janin normal.


2. Natrii Choridum
BM : 58,44

Pemerian: Hablur Heksahedral, tidak berwarna


atau serbuk hablur putih, tidak berbau rasa asin.
(Farmakope Indonesia III, hal 403-404)

Kegunaan: Sumber ion klorida dan ion natrium.


(Farmakope Indonesia III, hal 403-404)

Kelarutan: larut dalam 2,8 bagian air, dalam 2,7


bagian air mendidih dan dalam lebih kurang 10

Laporan Akhir Teknologi Formulasi Sediaan Steril


Injeksi Asam Folat

bagian gliserol P, sukar larut dalam etanol (95%)P.


(Farmakope Indonesia III, hal 403-404)

Aplikasi

dalam

Teknologi

atau

Formulasi

Farmaseutikal:
Untuk pembuatan larutan isotonik intravena dan
preparat sediaan mata dengan konsentrasi kurang
dari 0,9 %. (Handbook of Pharmaceutical Excipient, 6nded:
637-639.)

Higroskopisitas:
kelembaban

Higroskopis

relatif

(Handbook

diatas
of

75

Pharmaceutical

Excipient, 6nded: 637-639.)

Titik leleh

: 804 C (Handbook of Pharmaceutical

Excipient, 6nded: 637-639.)

Densitas : 1,20 g/cm3 untuk larutan cair (Handbook


of Pharmaceutical Excipient, 6nd ed: 637-639.)

Penyimpanan: Disimpan ditempat tertutp, dingin


dan kering (Handbook of Pharmaceutical Excipient, 6nded:
637-639.)

3. Dinatrii Edetas

C10H14N2Na2O8BM: 336.2 untuk anhidrat


C10H18N2Na2O10BM :372.2untuk dihidrat

Pemerian: serbuk berwarna putih, tidak berbau


rasa

sedikit

asam.(Farmakope

Indonesia

IV,

hal.329)

Laporan Akhir Teknologi Formulasi Sediaan Steril


Injeksi Asam Folat

Kegunaan: zat pengkhelat atau pengkompleks.

Kelarutan: lrut dalam air (Farmakope Indonesia IV,


hal.329)

Aplikasi

dalam

Teknologi

atau

Formulasi

Farmaseutikal:

Digunakan

sebagai

(pengkompleks)

di

zat

banyak

pengkhelat

sediaan

farmasi,

termasuk pencuci mulut, preparat sediaan mata,


dan preparat sediaan topikal dengan konsentrasi
antara 0,005 dan 0,1 w/v.(Handbook of Pharmaceutical
Excipient, 6nd ed: 242-244.)

Titik leleh

pada

suhu

252C

mengalami

dekomposisi(Handbook of Pharmaceutical Excipient, 6nded:


242-244.)

Penyimpanan:

penyimpanan

yang

baik

dan

tertutup, dingin dan tempat kering (Handbook of


Pharmaceutical Excipient, 6nded: 242-244.)
4. Natrii Hydroxydum
BM : 40,00

Pemerian: bentuk batang, butiran, masa hablur,


atau keping, kering, keras rapuh, dan menunjukan
susunan hablur, putih, mudah meleleh basah.
Sangat alkalis dan korosif. Segera menyerap
karbondioksida. (Farmakope Indonesia III, hal.
412)

Kegunaan:

zat

pembasa

dan

zat

penyangga

(buffer agent).

Kelarutan: sangat mudah larut dalam air dan


dalam etanol (Farmakope Indonesia III, hal. 412)

Laporan Akhir Teknologi Formulasi Sediaan Steril


Injeksi Asam Folat

Aplikasi

dalam

Teknologi

atau

Formulasi

Farmaseutikal:

Dapat digunakan sebagai zat untuk direaksikan


dengan asam lemah menjadi garam.(Handbook of
Pharmaceutical Excipient, 6nded: 648-649.)

Titik leleh

: 318C (Handbook of Pharmaceutical

Excipient, 6nded: 648-649.)

Penyimpanan:

penyimpanan

ditempat

kedap

udara dan bukan logam ditempat yang dingin dan


kering.(Handbook of Pharmaceutical Excipient, 6nded: 648649.)
5. Aqua Pro Injecctionum (a.p.i)

Pemerian: cairan, jernih, tidak berwarna, tidak


berbau Kegunaan: air untuk injeksi

Aplikasi

dalam

Teknologi

atau

Formulasi

Farmaseutikal:
Dapat

digunakan

sebagai

air

untuk

sediaan

injeksi.

Penyimpanan: dalam wadah dosis tunggal, botol


kaca atau plastik, tidak lebih besar dari 1 liter.
( Farmakope Indonesia IV, hal. 112)

IV.Perhitungan dan Penimbangan


Formula:
Acidum folicum

0,5 %

Natrii Chloridum 0,8283 %


Dinatrii Edetas

0,05 %

NaoH 0,1 N ad larut


Aqua pro injection
Perhitungan Tonisitas :
Zat

Tb

Laporan Akhir Teknologi Formulasi Sediaan Steril


Injeksi Asam Folat

Natrium

0,069

0,526

folat
Dinatrii

0,132

0,05

edetas

C asam folat diperoleh dari perhitungan :

C=

C=

x C as.folat

X 0,5 = 0,526 %

Tonisitas :

W=

W=
= 0,8283 %
Untuk membuat larutan isotonis ditambahkan
NaCl 0,8283 % ( gr/100ml)
Tonisitas sebenarnya :
0.9% - 0,8283 % = 0,0717 %
Penimbangan
Bahan
Acidum

Satuan dasar
1ml
5mg

Volume produksi
7 ampul / 15 ml
75 mg

folicum
NaCl
Dinatrii

8,283 mg
O,5 mg

124,245 mg
7,5 mg

Edetas

Laporan Akhir Teknologi Formulasi Sediaan Steril


Injeksi Asam Folat

Perhitungan volume ampul


(n+2)C+ 6 ml =
( 7 + 2 ) 1,1 + 6ml= 15,9ml
Perhitungan NaoH yang diperlukan :
C19H19N706 + 2 NaOH > 2 Na.C19H19N706 + H20
NaoH bereaksi = x 0,05 mol= 0,025 mol setara
0,05 M setara 0,25 ml = 5 tetes.
V.Alat dan Prosedur Pengolahan
Alat
Beaker Gelas
Corong & Kertas

Sterilisasi
Oven 170o C
Otoklaf 115-116o C

Saring
Ampul
Kaca Arloji
Spatel Logam
Batang Pengaduk

Oven 170o C
Api Langsung
Api Langsung
Api Langsung

Waktu
30
30
30
20
20
20

No.
Pengolahan
1
Di Didihkan 25 ml aqua pro injeksi (a.p.i) dalam beaker
2
3

gelas selama 10 menit.


Disuspensikan asam folat dalam sebagian a.p.i (no.1)
Ditambahkan larutan NaOH 0,1 N ke dalam suspensi

4
5

no.2 sampai larut.


Dilarutkan NaCl dalam sebagian aqua pro injeksi (no.1)
Kedua campuran tersebut dicampurkan (no.3 dan no.4

)
Ditambahkan larutan Dinatrii Edetas sebanyak 15

7
8
9

tetes.
Larutan ditambahkan a.p.i ad 15 ml
Larutan disaring dan filtrat pertama dibuang.
Larutan kemudian diisikan kedalam 5 ampul @1,1 ml,

10

pengisian dilakukan didaerah LAF ( laminar Air Flow )


Ampul disemprot dengan uap air dialiri gas inert lalu

11

ditutup
Injeksi Asam Folat
Disterilisasi dalam otoklaf 115-116o C selama 15

Laporan Akhir Teknologi Formulasi Sediaan Steril

menit.

VI.Evaluasi
N

Jenis evaluasi

O
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Penampilan fisik
Jumlah sediaan
Kejernihan
Brosur
Kemasan
Kebocoran ampul
Etiket
Keseragaman volume

Penilaian

5 ampul
jernih
Terlampir
Terlampir
2 ampul
Terlampir
Seragam

VI.Pembahasan
Pada percobaan kali ini dilakukan pembuatan sediaan
parenteral volume kecil yaitu injeksi asam folat dalam ampul 1
ml sebanyak 5 ampul.Asam folat mempunyai khasiat sebagai
hematopoetikum. Asam folat merupakan prekursor inaktif dari
beberapa koenzim yang berfungsi pada transfer unit karbon
tunggal. Beberapa reaksi penting yang menggunakan unit karbon
tunggal adalah sintesis purin, sintesis nukleotida pirimidin, dan

Laporan Akhir Teknologi Formulasi Sediaan Steril


Injeksi Asam Folat

interkonversi beberapa asam amino. Reaksi- reaksi penting


tersebut merupakan kunci utama sintesis DNA dan mitosis sel
(pembelahan sel). Biasanya sediaan ini diberikan pada ibu hamil
sebagai

suplemen

makanan.Asam

folat

sendiri

merupakan

senyawa yang berbentuk serbuk coklat kekuningan, larut dalam


basa lemah, alkali hidroksida, alkali karbonat dengan pH 8-11
dan tidak tercampurkan dengan oksidator, reduktor dan logam
berat.
Pada pembuatan sediaaan ini yang digunakan adalah
bentuk garam dari asam folat yaitu natrium folat karena asam
folat sendiri tidak larut dalam air sedangkan sediaan injeksi
harus menggunakan pembawa air maka yang digunakan adalah
bentuk

garamnya.Proses

pengerjaannya

dimulai

dengan

sterilisasi alat-alat yang diperlukan dalam proses pembuatan


sediaan ini. Alat-alat yang digunakan harus benar-benar steril
untuk bisa menunjang sterilitas sediaan. Proses sterilisasi alat
menggunakan sterilasi panas kering dan sterilisasi panas uap.
Sterilisasi panas kering atau menggunakan oven digunakan
untuk alat-alat seperti beaker gelas dan ampul pada suhu 170 0C
selama 30 menit sedangkan corong dan kertas saring disterilkan
dengan cara panas uap atau menggunakan otoklaf pada suhu
1150C selama 30 menit dan untuk alat-alat lainnya seperti kaca
arloji spatel logam, batang pengaduk disterilkan dengan api
langsung selama 20 menit.
Cara sterilisasi yang digunakan berbeda-beda tergantung
pada keoptimalan sterilitas yang dihasilkan dan tergantung pada
kondisi

alat-alat

yang

disterilkan,

seperti

alat-alat

yang

mempunyai skala biasanya disterilkan dengan menggunakan


oven supaya tidak terjadi pemuaian. Contohnya kertas karena
apabila disterilkan dengan cara uap panas makan kertas tersebut
menjadi rusak karena akan menyerap uap selama proses

Laporan Akhir Teknologi Formulasi Sediaan Steril


Injeksi Asam Folat

sterilisasi. Ataupun disterilkan dengan api langsung maka yang


ada malah kertas akan kebakar jadi proses sterilisasi alat
tergantung pada sifat material yang akan disterilkan.
Sterilisasi

alat-alat

menghilangkan/membunuh

ini
berbagai

bertujuan
mikroba

untuk

yang

dapat

menganggu sediaan.Karena syarat sediaan injeksi sendiri harus


mutlak steril karena langsung dimasukkan ke dalam tubuh dan
reaksinya cepat jadi harus dihindari adanya penggangu apada
sediaan. Apabila terdapat mikroba ataupun partilulat asing pada
sediaan injeksi dapat berakibat fatal dan juga harus bebas
pirogen, karena dikhawatirkan pirogen yang merupakan zat
endotoksin dapat masuk kedalam darah akan terjadi reaksi
negatif pada tubuh, seperti reaksi demam. Pada saat sterilisasi
alat-alat, mikroba yang terdapat pada alat akan menggumpal
dengan

adanya

energi

panas.

Pada

percobaan

ini

kami

mendapatkan dispensasi jadi kami tidak melakukan sterilisasi


terhadap alat.
Proses pengolahan sediaan injeksi ini yaitu, sebanyak 25
ml aqua pro injeksi dalam beaker gelas dididihkan selama 10
menit. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan oksigen dari aqua
karena oksigen bersifat sebagai oksidator sedangkan asam folat
sendiri

tidak

tercampurkan

dengan

oksidator

maupun

reduktor.Pembawa yang digunakan untuk sediaan injeksi harus


menggunakan Aqua Pro Injeksi bebas O2.Setelah dididihkan,
didinginkan. Kemudian asam folat disuspensikan pada sebagian
aqua pro injeksi dan ditambahkan natrium hidroklorida 0,1 N
kedalam suspensi asam folat sebanyak 4 ml. Pengerjaannya
dilakukan secara aseptis yaitu bekerja di dekat api untuk
menghindari adanya kontaminan dari udara.

Laporan Akhir Teknologi Formulasi Sediaan Steril


Injeksi Asam Folat

Penambahan natrium hidroklorida ini berfungsi untuk


mengubah asam folat menjadi bentuk garamnya atau sering
disebut proses penggaraman. Pada saat dicampurkan asam folat
terlarut dengan sempurna dan pada saat itulah garam natrium
folat

terbentuk.Warna

larutannya

sendiri

berwarna

kuning

jernih.Pada saat yang bersamaan natrium klorida dilarutkan


dengan

sebagian

aqua

sebelumnya.Larutan

pro

injeksi

ini

yang

telah

berfungsi

dididihkan

ini

sebagai

pengisotonis.Sediaan injeksi diusahakan harus isotonis supaya


pada saat diinjeksikan tidak terasa sakit.Dan kalaupun tidak bisa
isotonis, isohidris dan hipertonis masih bisa diterima.Prosedur
selanjutnya, kedua larutan dicampurkan secara homogen dan
ditambahkan 15 tetes natrium edetat.
Alasan penambahan Na2EDTA dalam formula ini karean
rekasinya kebanyakan dengan ion logam divalent dan trivalent
membentuk

larutan

penghelat

logam.

Na 2EDTA

sebagai

penghelat akan mengikat ion logam yang mampu mengkatalisis


reaksi oksidasi. Metode yang dapat mencegah atau mengindari
oksidasi dapat dilakukan penambahan pengikat logam berat
seperti Na2EDTA, dengan penambahan antioksidan seperti BHA,
BHT.Selanjutnya,

dilakukan

pengcekan

pH

larutan

dengan

mengunakan kertas universal dan pHnya 8 jadi telah memenuhi


rentang

pH

sediaan

yang

seharusnya

dan

tidak

perlu

ditambahkan basa ataupun asam.Obat injeksi ini harus dibuat


dalam keadaan isotonis, maka pH sediaan harus sesuai dengan
pH darah. Perhitungan isotonis yang digunakan oleh kami yaitu
rumus white vincent, berdasarkan formula standar dihasilkan
sediaan yang hipotonis maka perlu dilakukan penambahan NaCl
yang digunakan agar tetap dalam keadaan isotonis.Setelah
dilakukan pengecekan pH, kemudian di add samapai 15 ml.

Laporan Akhir Teknologi Formulasi Sediaan Steril


Injeksi Asam Folat

Penyaringan dilakukan sebanyak dua kali yaitu dengan


menggunakan kertas saring terlebih dahulu, penyaringan dengan
menggunakan kertas saring bertujuan untuk menyaring partikelpertikel yang berukuran besar sehingga pada saat disaring
dengan bakteri filter tidak akan terjadi penyumbatan. Setelah
disaring dengan kertas saring selanjutnya disaring dengan
menggunakan bakteri filter berukuran 0.5 m. Penyaringan
dilakukan di ruang laminar air flow.Penyaringan ini berfungsi
untuk menyaring partikel-partikel yang tidak bisa tersaring oleh
kertas saring dan juga untuk menyaring mikroba yang mungkin
terdapat pada larutan yang terbawa dari udara ataupun dari alatalat yang digunakan.
Sembari menyaring dilakukan juga proses pengisian pada
ampul yang telah dibersihkan dan dilakukan di ruang laminar air
flow.Di dalam rungan ini arah udaranya satu arah yaitu udara
bergerak secara vertikal. Dengan gerakan udara secara vertikal
dari atas ke bawah maka partikel akan bergerak ke bawah dan ini
akan mengurangi adanya kontaminasi yang mungkin masih ada
dalam udara.
Ampul yang telah diisi sediaan

kemudian dilas. Dan

setelah dilas sebagian ampul tidak tertutup dengan sempurna


karena alat pengelas yang digunakan terlalu panas sehingga
mulut ampul meleleh dengan cepat dan tentu saja hal ini akan
berpengaruh pada uji kebocoran. Ampul yang telah dilas
kemudian disterilkan dengan menggunakan sterilisasi cara A
yaitu dengan menggunakan uap basah ataupun yang dikenal
dengan otoklaf. Metode ini dipilih karena asam folat tahan
terhadap pemanasan.Pada saat dilakukan sterilisasi, sterilisasi ini
juga bertujuan untuk uji kebocoran. Jadi kalau mulut ampul tidak
tertutup dengan baik maka pada saat disterilkan sediaan akan
memuai karena posisi ampul dalam keadaan terbalik. Pada

Laporan Akhir Teknologi Formulasi Sediaan Steril


Injeksi Asam Folat

percobaan ini, sediaan kami tidak ada yang bocor dan semua
tetap dalam keadaan baik dan volumenya tetap sama. Pada
etiket dicantumkan penandaan untuk injeksi intramuscular dan
dicantumkanjuga kandungan sediaan injeksi asam folat dan
expire date juga.
VII.Kesimpulan
1. Ampul yang dihasilkan yang telah memenuhi uji kebocoran
yaitu sebanyak 3 ampul.
2. Sterilisasi sediaan injeksi asam folat dilakukan sterilisasi
akhir karena zat yang digunakan dalam sediaan injeksi
asam folat ini tahan panas.

Logo

Logo untuk tablet asam folat ini bertanda khusus


Obat Keras berupa lingkaran merah tepi hitam dengan
huruf K ditengah, karena asam folat termasuk ke dalam
obat keras jika dibuat dalam sediaan injeksi.
Hasil produksi:
Ampul yang dikemas = 3 ampul
Kemasan:
Kemasarn primer

= Ampul

Kemasan sekunder = Dus kertas

No. Reg
D

DKL 0505039744A1

sediaan tersebut menggunakan nama

dagang

Laporan Akhir Teknologi Formulasi Sediaan Steril


Injeksi Asam Folat

: golongan obat Keras

: jenis obat jadi lokal (dalam negeri)

05

: periode pendaftaran obat jadi

050 : no. urut pabrik di Indonesia


397 : no.urut obat jadi
44

: bentuk sediaan obat jadi

: kekuatan obat jadi yang pertama disetujui

: kemasan pertama

No. Batch

= K 1503-01
1503 : bulan dan tahun pembuatan (Mar 2015)
01

: no.urut

Label
No. Regristrasi obat :DKL 0505039744A1
No Batch = K 1503-01
Merupakan

kode

yang

dapat

memberikan

penjelasan mengenai riwayat produksi yang


diproses pada kondisi dan waktu yang sama,
dapat disertai atau berupa waktu produksi.
Komposisi zat Berkhasiat :
tiapampul mengandung asam folat 5 mg
Volume Sediaan : 5 ml
Penyimpanan :
Terlindung dari cahaya, simpan pada suhu
dibawah 30oC
Exp. Date
Waktu yang

tertera

pada

kemasan

yang

menunjukkan batas waktu diperbolehkan obat

Laporan Akhir Teknologi Formulasi Sediaan Steril


Injeksi Asam Folat

tersebut

digunakan,

karena

diharapkan

memenuhi spesifikasi yang diterapkan.

Penjelasan Produk
SINONIM
Folic Acid
INDIKASI
Anemia

megaloblastik

dan

makroskotik

akibat

defisiensi asam
SIFAT FISIKOKIMIA
asam folat berwujud serbuk kristal berwarna kuning
sampai orange coklat, tidak berbau. Praktis tidak
larut dalam air dan sebagian besar pelarut organik
(alkohol, aseton, chloroform, dan ether).
SUB KELAS TERAPI
Antianemia
STABILITAS PENYIMPANAN
Jangan digunakan bersama oksidator dan reduktor
atau ion logam.
KONTRA INDIKASI
Hipersensiifitas terhadap asam folat dan komponen
lain dalam formulasi
EFEK SAMPING

Laporan Akhir Teknologi Formulasi Sediaan Steril


Injeksi Asam Folat

Reaksi alergi, bronkospasme, wajah memerah, gatal,


erupsi sementara

INTERAKSI OBAT
Pada keadaan defisiensi folat, terapi dengan asam
folat mungkin meningkatkan metabolisme fenitoin,
menyebabkan

penurunan

konsentrasi

serum

fenitoin.Penggunaan bersamaan kloramfenikol dan


asam

folat

pada

menyebabkan

pasien

defisiensi

antagonisme

folat

terhadap

dapat
respon

hematopoitik terhadap asam folat.Untuk itu, respon


hematologi terhadap asam folat pada pasien yang
menggunakan asam folat dan kloramfenikol harus
dimonitor secara baik.
PENGARUH KEHAMILAN
Folic acid di konsumsi wanita sampai usia kehamilan
12 minggu. Maka akan membantu perkembangan
system

syaraf

dan

untuk

mencegah

kelainan

kongenital.
PENGARUH MENYUSUI
dieksresi melalui asi tapi tidak bermakna secara klinis
PERINGATAN
Pemberian asam folat harus disertai perhatian pada
pasien dengan anemia yang tidak didiagnosa karena
asam folat dapat menyebabkan diagnosa yang tidak
jelas

dari

meningkatkan

anemia

pernikius

manifestasi

dengan

respon

cara

hematologi

terhadap penyakit ini, yang menyebabkan komplikasi


neurologis meningkat.
INFORMASI PASIEN

Laporan Akhir Teknologi Formulasi Sediaan Steril


Injeksi Asam Folat

Masa kehamilan kebutuhan asam folat lebih tinggi


sehingga konsumsi asam folat ditingkatkan untuk
menurunkan risiko bayi
MEKANISME AKSI
asam folat diperlukan untuk pembentukan koenzim
dlm proses sistem metabolisme terutama sintesis
purin

dan

pirimidin,

sintesis

nukleoprotein

dan

pemeliharaan eritropoesis, menstimulasi produksi sel


darah putih dan platelet pada anemia defesiensi
folat. As folat meningkatkan eliminasi asam format,
metabolik toksik metanol.

Laporan Akhir Teknologi Formulasi Sediaan Steril


Injeksi Asam Folat

Daftar Pustaka

Anonim.

1979.

Farmakope

Indonesia

Edisi

3.

Departemen kesehatan Republik Indonesia. Jakarta

Anonim.

1995.

Farmakope

Indonesia

Edisi

4.

Departemen kesehatan Republik Indonesia. Jakarta

Merck and CO., INC. 2001. The Merck Index 13th edition.
Pan American Copyright Convention. USA

Wade, Ainley and Weller, Paul J. 1994. Pharmaceutical


Excipients. 6th edition. The Pharmacuetical Press. London.

Laporan Akhir Teknologi Formulasi Sediaan Steril


Injeksi Asam Folat

Distribusi Pengerjaan Laporan

Formula, monografi zat aktif dan zat tambahan serta


daftar pustaka : Mia Kusmiati Marseli ( A 0122 092) &
Anita Anggraeni ( A 0122 100 )

Penimbangan dan perhitungan Prosedur pengerjaan,


data pengamatan : Andri Zaenudin ( A 0122 104 )

Pembahasan dan Kesimpulan : Anita Anggraeni ( A 0122


100 )

Kemasan, etiket, brosur : Mia Kusmiati Marseli (A 0122


092)

Laporan Akhir Teknologi Formulasi Sediaan Steril


Injeksi Asam Folat

Anda mungkin juga menyukai