Anda di halaman 1dari 20

TEKNOLOGI FORMULASI SEDIAAN STERIL

BATCH SHEET V
INJEKSI TESTOSTERON

Nomor Batch : K 1503

Tanggal : 14 April 2015

DISUSUN OLEH

DISETUJUI OLEH

Mia K. Marseli ( A 0122 092 )


Anita Anggraeni ( A 0122 100 )
Andri Zainuddin ( A 0122 104 )
Nuratika Lestari (A 0121 043)
Kode

Volume

Produk Nama
Produk
Produk

05

Bentuk

Kemasan

Produk
10 ml

Waktu
Pengolahan

Injeksi

Vial

19.00 22.30

Intramuscular

I.

Nama Zat dan Jumlah Ampul yang Akan Dibuat


Nama zat aktif
: Testosteron / Testosteron Propionat
Kekuatan sediaan
: 10 mg/ ml
Jumlah yang dibuat : 1 Vial

II.

FORMULASI
R/

Testosteron

10 mg/ml

Injeksi dalam Vial 10 ml No.1

III.

MONOGRAFI ZAT AKTIF


Asam folat/ Acidum Folicum

1 | Formulasi sediaan steril

A. Pemerian
Kelarutan

: Serbuk coklat kekuningan (FI edisi III hal.51)


: tidak larut dalam air ( FI edisi III) , larut dalam

basa lemah, alkali hidroksida, alkali karbonat, NaOH HCl (Martindale


edisi 28 hal.1647)
Titik leleh/lebur
: 2500C
Khasiat dan penggunaan : hematopetikum (FI edisi III hal.51-52)
B. Dosis
Dosis lazim
Dosis maksimum
Perhitungan dosis
C. Daftar obat
Obat keras
D. Sediaan obat
Pemerian
Stabilitas
OTT

: i.m 15 mg/hari (FI, ed III, h.959)


::: Sediaan injeksi
: Suspensi
:

Terhadap

oksidator,

reduktor,logam

berat

(Martindale, hal.1647)
pH
: 8-11 (Martindale, hal. 1648)
Pengawet
:Antioksidan
: Pada pembuatan harus bebas oksigen, dialiri gas
inert Nitrogen
Stabilisator

IV.

FORMULA DAN METODA PEMBUATAN


IV.1

3.3.

: Dinatrii Edetas (Chelating agent)

Formula Lengkap
1. Testosteron
Oleum pro Injectionum
2. Testosteron Propionat
NaH2PO4
Na2HPO4
Fenol
Tilose
Aqua Pro Injectionum

11,9 mg/ml
10 %
0,32 %
0,568 %
0,25 %
0,1 %

METODA PEMBUATAN

2 | Formulasi sediaan steril

Metode yang digunakan dalam pembuatan larutan injeksi asam folat


adalah pelarutan melalui proses penggaraman dengan penambahan Natrii
Hydroxydum 0,1 N dan melalui proses sterilisasi akhir. Pada proses pengisian ke
ampul 1 mL digunakan bakteri filter untuk menyaring partikel yang mungkin
terdapat dalam larutan injeksi. Sterilisasi dilakukan pada proses akhir
menggunakan otoklaf pada suhu 121C selama 15 menit.

BAB IV
MONOGRAFI ZAT TAMBAHAN
1.

Aqua Pro Injecctionum (a.p.i)


a. Pemerian: cairan, jernih, tidak berwarna, tidak berbau Kegunaan:
air untuk injeksi
b. Aplikasi dalam Teknologi atau Formulasi Farmaseutikal:
Dapat digunakan sebagai air untuk sediaan injeksi.

3 | Formulasi sediaan steril

c. Penyimpanan: dalam wadah dosis tunggal, botol kaca atau plastik,


tidak lebih besar dari 1 liter.( Farmakope Indonesia IV, hal. 112)

2. Dinatrium Hidrogen phosfat


a. Pemerian
:
Hablur tidak berwarna ; tidak berbau : rasa asin . dalam udara
b.
c.
d.
e.

kering merapuh ( FI IV, hal 227 )


Kelarutan
:
Larut dalam 5 bagian air ; sukar larut dalam etanol 95%
( FI IV , hal 227)
Titik leleh / lebur
: 34,6 0C (MSDS)
Berat molekul
: 358,14 ( FI IV, hal 227 )
pH
: 9 9,2 ( FI IV, hal 227 )

3. Natrium dihidrogen phosfat


a. Pemerian
:
Hablur tidak berwarna atau serbuk hablur putih; tidak berbau : rasa
b.
c.
d.
e.

asam dan asin ( FI IV, hal 409 )


Kelarutan
:
Larut dalam 1 bagian air ( FI IV , hal 409)
Titik leleh / lebur
: 60 0C (MSDS)
Berat molekul
: 156,01 ( FI IV, hal 409 )
pH
: 4,2 4,6 ( FI IV, hal 227 )

1. Aqua pro injection


Pemerian: Keasaman-kebasaan ; Amonium; Besi; Tembaga; Timbal;
Kalsium;

Klorida;

Nitrat;

Sulfat;

Zat

teroksidasi

memenuhi syarat yang tertera pada Aqua destilata


Penyimpanan: dalam wadah tertutup kedap. Jika disimpan dalam wadah
tertutup kapas berlemak harus digunakan dalam waktu 3
hari setelah pembuatan
Khasiat dan penggunan : larutan untuk pembuatan injeksi.
( Farmakope Indonesia Ed.III , 1979 . Hal 97)

4 | Formulasi sediaan steril

BAB V
PERHITUNGAN DAN PENIMBANGAN
5.1 Perhitungan Bahan
R/ Acidum Folicum
0,5%
Natrium Chloridum
0,8283%
Dinatrii Edetas
0,05%
Natrii Hydroxydum 0,1 N
ad larut
Aqua pro injectionum
ad 1 ml
Obat suntik 1 ml No. VII
a. Formula yang akan dibuat :
o Setiap ampul 1 ml mengandung Acidum Folicum 5mg
o Jumlah pembuatan : 7 ampul
b. Perhitungan
1. Perhitungan tonisitas
Kelengkapan
Zat

tb

Natrium folat

0,069

0,526*

Dinatrii Edetas

0,132

0,05

Perhitungan
C asam folat diperoleh dari perhitungan :
C = BM Na-folat X C as.folat
BM As.folat
= 464,4 X 0,5 = 0,526 %
441,4
Perhitungan Tonisitas :
W = 0,52 tb. C
0,576
= 0,52 - ( 0,526 . 0,069 + 0,132 . 0,05 )
0,576
= 0,8283 % ( hipotonis )
Untuk membuat supaya larutan tersebut isotonis ditambahkan
NaCl 0,8283 % (g/100 ml)
2. Volume sediaan yang akan dibuat
Ampul

= (n + 2) C + 6 ml
= (7 + 2) (1+0,1) + 6 ml

5 | Formulasi sediaan steril

= (9) 1,1 + 6 ml
= 15,9 ml ~ 16 ml
5.2 Penimbangan Bahan
SATUAN DASAR

BAHAN

VOLUME PRODUKSI

Acidum

1 ml
5 mg

7 ampul/ 16 ml
5 mg x 16 ml = 80 mg

Folicum
NaCl

8,283 mg

8,283 mg x 16 ml = 132,528 mg

Dinatrii Edetas

0,5 mg

0,5 x 16 ml = 8 mg

BAB VI
PROSEDUR
6.1

STERILISASI
ALAT

STERILISASI

WAKTU

Beaker glass

Oven 170C

30

Corong & kertas saring

Otoklaf 115-116C

30

Ampul

Oven 170C

30

6 | Formulasi sediaan steril

6.2

Kaca arloji

Api langsung

30

Spatel logam

Api langsung

30

Batang pengaduk

Api langsung

30

Prosedur Pembuatan
1. Dididihkan 25 ml aqua pro injeksi (a.p.i) dalam beker glass selama 10
menit
2. Disuspensikan asam folat dalam sebagian aqua pro injeksi (no 1)
3. Ditambahkan larutan NaOH 0,1 N kedalam suspensi no 2 sampai larut.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Diperlukan 40 tetes (pH 8-11)


Dilarutkan NaCl dalam sebagian aqua pro injeksi ( 1-2 ml)
Kedua campuran tersebut dicampurkan (no 3 dan 4)
Ditambahkan dinatrii edetas (1:100) sebanyak 16 tetes
Larutan ditambahkan aqua pro injeksi sampai 16 ml
Larutan disaring dan filtrat pertama dibuang
Larutan kemudian diisikan kedalam 7 ampul @ 1,1 ml (dilakukan di

dalam Laminar Air Flow atau LAF)


10. Ampul disemprot dengan uap air dalam gas inert lalu ditutup
11. Disterilisasi dalam otoklaf 115-116 C selama 30 menit

BAB VII
EVALUASI SEDIAAN
JENIS EVALUASI
1. EVALUASI FISIKA
a) Penetapan pH (FI IV,10391040)
b) Bahan partikulat dalam
injeksi (FI IV,981-984)
c) Penetapan volume injeksi
dalam wadah (FI IV,1044)
d) Uji keseragaman sediaan
(FI IV,990-1001)
e) Uji kejernihan (FI IV,998)
f) Uji kebocoran

HASIL EVALUASI
pH awal = 7
pH akhir = 10
Berwarna kuning jernih
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan

7 | Formulasi sediaan steril

Kuning jernih
4 ampul yang bocor
2. EVALUASI BIOLOGI
a) Uji Efektivitas Sterilitas
Antimikroba (FI IV,858855)
b) Uji Sterilitas (FI IV,855863)
c) Uji Endotoksin Bakteri
(FI IV,905-907)
d) Uji pirogen (FI IV,908-909)
e) Uji kandungan zat
antimikroba (FI IV,939942)
f) UJI potensi antibiotik (FI
IV,891-899)

Tidak dilakukan

Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan
Tidak dilakukan

Tidak dilakukan

EVALUASI LAIN
No

Jenis Evaluasi

Penilaian

Penampilan fisik wadah

Jumlah sediaan

Brosur

Etiket

Keseragaman volume

3 ampul

s
Keterangan:
Jumlah sediaan injeksi yang dikemas sebanyak 3 ampul dikarenakan terdapat 4
ampul yang bocor dan yang bentuknya kurang baik.

8 | Formulasi sediaan steril

BAB VIII
ASPEK FARMAKOLOGI
Indikasi
Anemia megaloblastik dan makroskotik akibat defisiensi asam
Kontra Indikasi
Hipersensiifitas terhadap asam folat dan komponen lain dalam formulasi
Efek samping
Reaksi alergi, bronkospasme, wajah memerah, gatal, erupsi sementara
Interaksi Obat
Pada keadaan defisiensi folat, terapi dengan asam folat mungkin meningkatkan
metabolisme

fenitoin,

menyebabkan

penurunan

konsentrasi

serum

fenitoin.Penggunaan bersamaan kloramfenikol dan asam folat pada pasien


defisiensi folat dapat menyebabkan antagonisme terhadap respon hematopoitik
terhadap asam folat.Untuk itu, respon hematologi terhadap asam folat pada pasien
yang menggunakan asam folat dan kloramfenikol harus dimonitor secara baik.
9 | Formulasi sediaan steril

Penyimpanan
Terlindung dari cahaya , simpan pada suhu dibawah 30O C
ADME
asam folat diperlukan untuk pembentukan koenzim dlm proses sistem
metabolisme terutama sintesis purin dan pirimidin, sintesis nukleoprotein dan
pemeliharaan eritropoesis, menstimulasi produksi sel darah putih dan platelet pada
anemia defesiensi folat. As folat meningkatkan eliminasi asam format, metabolik
toksik metanol.

BAB IX
PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini yaitu membuat sediaan injeksi berupa larutan
dengan menggunakan asam folat sebagai zat aktif, asam folat berfungsi sebagai
untuk mengobati anemia megaloblastik, pencegahan defek tabung saraf,
profilaksis pada status hemolitik kronik, profilaksis defisiensi folat pada pasien
cuci darah.
Bahan pembawa yang digunakan yaitu Aqua Pro Injection yang telah
dididihkan terlebih dahulu tujuan dari dididihkannya aqua pro injection ini yaitu
untuk menghilangkan adanya CO2 pada aqua pro injection karena adanya CO2
dapat bereaksi dengan salah satu bahan obat dan dapat membentuk endapan
Na2CO3 jika direaksikan dengan NaOH.
Pada saat penambahan NaOH pada suspensi asam folat yaitu untuk
melarutkan asam folat tersebut, penambahan NaCL bertujuan untuk membuat
larutan tersebut isotonis karena NaCL merupakan salah satu bahan pembantu
untuk mengatur tonisitas, Isotonis merupakan kondisi di mana suatu larutan
konsentrasinya sama besar dengan konsentrasi dalam sel darah merah sehingga
10 | F o r m u l a s i s e d i a a n s t e r i l

tidak terjadi

pertukaran

cairan

di antara

keduanya.

Penambahan

NaCl

sebanyak 0,8283 g %/100 ml yang menunjukkan larutan hipotonis. Kemudian


adanya penambahan dinatrii edetas untuk mengubah pH larutan menjadi 9, hal ini
sesuai dengan aturan pada pembuatan injeksi asam folat jika pH injeksi asam folat
harus memiliki pH dalam rentang 8-11. Sediaan injeksi diusahakan harus isotonis
supaya pada saat diinjeksikan tidak terasa sakit. Dan kalaupun tidak bisa isotonis,
isohidris dan hipertonis masih bisa diterima. Prosedur selanjutnya, setelah
campuran homogeny lalu ditambahkan 16 tetes natrium edetat.
Alasan penambahan Na2EDTA dalam formula ini karean rekasinya
kebanyakan dengan ion logam divalent dan trivalent membentuk larutan penghelat
logam. Na2EDTA sebagai penghelat akan mengikat ion logam yang mampu
mengkatalisis reaksi oksidasi. ion inon logam ada disebabkan dari kemasan ,
ampul ataupun pada proses pengelasan . sehingga seharusnya ditambahkan gas
inert nitrogen. Metode yang dapat mencegah atau mengindari oksidasi dapat
dilakukan penambahan pengikat logam berat seperti Na2EDTA, dengan
penambahan antioksidan seperti BHA, BHT.Selanjutnya, dilakukan pengcekan pH
larutan dengan mengunakan kertas universal dan pHnya 8 jadi telah memenuhi
rentang pH sediaan yang seharusnya dan tidak perlu ditambahkan basa ataupun
asam. Obat injeksi ini harus dibuat dalam keadaan isotonis, maka pH sediaan
harus sesuai dengan pH darah. Perhitungan isotonis, berdasarkan formula standar
dihasilkan sediaan yang hipotonis maka perlu dilakukan penambahan NaCl yang
digunakan agar tetap dalam keadaan isotonis.Setelah dilakukan pengecekan pH,
kemudian di add samapai 16 ml
setelah itu dilakukan penyaringan. Seharusnya penyaringan

dilakukan

sebanyak dua kali yaitu dengan menggunakan kertas saring bertujuan untuk
menyaring partikel-pertikel yang berukuran besar sehingga pada saat disaring
dengan bakteri filter tidak akan terjadi penyumbatan. Setelah disaring dengan
kertas saring selanjutnya disaring dengan menggunakan bakteri filter berukuran
0.45 m. Penyaringan dilakukan di ruang laminar air flow. Penyaringan ini
berfungsi untuk menyaring partikel-partikel yang tidak bisa tersaring oleh kertas

11 | F o r m u l a s i s e d i a a n s t e r i l

saring dan juga untuk menyaring mikroba yang mungkin terdapat pada larutan
yang terbawa dari udara ataupun dari alat-alat yang digunakan.
Sembari menyaring dilakukan juga proses pengisian pada ampul yang
telah dibersihkan dan dilakukan di ruang laminar air flow. Di dalam rungan ini
arah udaranya satu arah yaitu udara bergerak secara vertikal. Dengan gerakan
udara secara vertikal dari atas ke bawah maka partikel akan bergerak ke bawah
dan ini akan mengurangi adanya kontaminasi yang mungkin masih ada dalam
udara.
Ampul yang telah diisi sediaan kemudian dilas. Dan setelah dilas sebagian
ampul tidak tertutup dengan sempurna karena alat pengelas yang digunakan
terlalu panas sehingga mulut ampul meleleh dengan cepat dan tentu saja hal ini
akan berpengaruh pada uji kebocoran. Ampul yang telah dilas kemudian
disterilkan dengan menggunakan sterilisasi cara A yaitu dengan menggunakan uap
basah ataupun yang dikenal dengan otoklaf. Metode ini dipilih karena asam folat
tahan terhadap pemanasan. Pada saat dilakukan sterilisasi, sterilisasi ini juga
bertujuan untuk uji kebocoran. Jadi kalau mulut ampul tidak tertutup dengan baik
maka pada saat disterilkan sediaan akan memuai karena posisi ampul dalam
keadaan

terbalik.

proses

sterilisasi

yang

bertujuan

untuk

menjamin

sterilitas produk maupun karakteristik kualitasnya, termasuk stabilitas produk.


Pada saat sterilisasi uap (autoklaf) terjadi pemaparan uap jenuh pada tekanan
tertentu selama waktu dan suhu tertentu pada suatu objek sehingga
terjadi pelepasan

energi

laten

uap

yang

mengakibatkan

pembunuhan

mikroorganisme secara irreversibel akibat denaturasi atau koagulasi protein sel.


Pada percobaan ini, sediaan kami ada 3 ampul yang bocor sehingga
sediaan yang ada didalamnya habis dan berpindah kedalam 1 ampul yang lain
yang tekanan lebih rendah. Ampul yang bocor dikarenakan tidak sempurnanya
penutupan mulut ampul sehingga pada saat dilakukan sterilisasi , ampul
mengalami pemuaian sehingga sediaan keluar dari ampul Pada etiket dicantumkan
penandaan untuk injeksi intramuscular dan dicantumkan juga kandungan sediaan
injeksi asam folat dan expire date juga.

12 | F o r m u l a s i s e d i a a n s t e r i l

BAB X
KESIMPULAN
1. Ampul yang dihasilkan yang telah memenuhi uji kebocoran yaitu
sebanyak 3 ampul.
2. Sterilisasi sediaan injeksi asam folat dilakukan sterilisasi akhir karena zat
yang digunakan dalam sediaan injeksi asam folat ini tahan panas.

13 | F o r m u l a s i s e d i a a n s t e r i l

BAB XI
ETIKET DAN LABEL
Logo

Logo untuk tablet asam folat ini bertanda khusus Obat Keras
berupa lingkaran merah tepi hitam dengan huruf K ditengah, karena asam
folat termasuk ke dalam obat keras jika dibuat dalam sediaan injeksi.
Hasil produksi:
Ampul yang dikemas = 3 ampul
Kemasan:
Kemasarn primer

= Ampul

Kemasan sekunder

= Dus kertas

No. Reg

= DKL 0505039744A1
14 | F o r m u l a s i s e d i a a n s t e r i l

: sediaan tersebut menggunakan nama dagang

: golongan obat Keras

: jenis obat jadi lokal (dalam negeri)

05

: periode pendaftaran obat jadi

050 : no. urut pabrik di Indonesia


397 : no.urut obat jadi
44

: bentuk sediaan obat jadi

: kekuatan obat jadi yang pertama disetujui

: kemasan pertama

No. Batch

= K 1503-01
1503 : bulan dan tahun pembuatan (Mar 2015)
01

: no.urut

Label
No. Regristrasi obat :DKL 0505039744A1
No Batch = K 1503-01
Merupakan kode yang dapat memberikan penjelasan
mengenai riwayat produksi yang diproses pada kondisi dan
waktu yang sama, dapat disertai atau berupa waktu
produksi.
Komposisi zat Berkhasiat :
tiapampul mengandung asam folat 5 mg
Volume Sediaan : 5 ml
Penyimpanan :
Terlindung dari cahaya, simpan pada suhu dibawah 30oC
Exp. Date
Waktu yang tertera pada kemasan yang menunjukkan batas
waktu diperbolehkan obat tersebut digunakan, karena
diharapkan memenuhi spesifikasi yang diterapkan.
15 | F o r m u l a s i s e d i a a n s t e r i l

Penjelasan Produk
SINONIM
Folic Acid
INDIKASI
Anemia megaloblastik dan makroskotik akibat defisiensi asam
SIFAT FISIKOKIMIA
asam folat berwujud serbuk kristal berwarna kuning sampai orange
coklat, tidak berbau. Praktis tidak larut dalam air dan sebagian
besar pelarut organik (alkohol, aseton, chloroform, dan ether).
SUB KELAS TERAPI
Antianemia
STABILITAS PENYIMPANAN
Jangan digunakan bersama oksidator dan reduktor atau ion logam.
KONTRA INDIKASI
Hipersensiifitas terhadap asam folat dan komponen lain dalam
formulasi
EFEK SAMPING
Reaksi alergi, bronkospasme, wajah memerah, gatal, erupsi
sementara
INTERAKSI OBAT
Pada keadaan defisiensi folat, terapi dengan asam folat mungkin
meningkatkan metabolisme fenitoin, menyebabkan penurunan
konsentrasi serum fenitoin.Penggunaan bersamaan kloramfenikol
dan asam folat pada pasien defisiensi folat dapat menyebabkan
antagonisme

terhadap

respon

hematopoitik

terhadap

asam

folat.Untuk itu, respon hematologi terhadap asam folat pada pasien


yang menggunakan asam folat dan kloramfenikol harus dimonitor
secara baik.
PENGARUH KEHAMILAN

16 | F o r m u l a s i s e d i a a n s t e r i l

Folic acid di konsumsi wanita sampai usia kehamilan 12 minggu.


Maka akan membantu perkembangan system syaraf dan untuk
mencegah kelainan kongenital.
PENGARUH MENYUSUI
dieksresi melalui asi tapi tidak bermakna secara klinis
PERINGATAN
Pemberian asam folat harus disertai perhatian pada pasien dengan
anemia

yang

tidak

didiagnosa

karena

asam

folat

dapat

menyebabkan diagnosa yang tidak jelas dari anemia pernikius


dengan cara meningkatkan manifestasi respon hematologi terhadap
penyakit ini, yang menyebabkan komplikasi neurologis meningkat.
INFORMASI PASIEN
Masa kehamilan kebutuhan asam folat lebih tinggi sehingga
konsumsi asam folat ditingkatkan untuk menurunkan risiko bayi
MEKANISME AKSI
asam folat diperlukan untuk pembentukan koenzim dlm proses
sistem metabolisme terutama sintesis purin dan pirimidin, sintesis
nukleoprotein

dan

pemeliharaan

eritropoesis,

menstimulasi

produksi sel darah putih dan platelet pada anemia defesiensi folat.
As folat meningkatkan eliminasi asam format, metabolik toksik
metanol.

BAB XII
17 | F o r m u l a s i s e d i a a n s t e r i l

KEMASAN DAN BROSUR


7.1 Kemasan

INJEKS
I

FOLACID 0,5 %

F O
L

ASAM FOLAT 5 mg/ml

Injeksi IM/IV

C
I
D

Isi bersih:
3 ampul @ 1ml
Diproduksi:
PT. STFI PHARMACEUTICAL
BANDUNG - INDONESIA

3
0C

Komposisi : Tiap ml mengadung asam


folat 5 mg.
Keterangan lain
INJEKSI

F O
L
A

: Lihat brosur terlampir.

TERLINDUNG DARI CAHAYA, SIMPAN PADA SUHU

FOLACID

0,5 %

ASAM FOLAT 5 mg/ml

Injeksi IM/IV

I
D
30
C

Batch No. : K 1503-01


Mfg Date : Mar 15
Exp Date : Mar 17

No.Reg

: DKL 0505039744A1

HARUS DENGAN RESEP


DOKTER

18 | F o r m u l a s i s e d i a a n s t e r i l

7.2 Brosur

FOLACID

0,5 %

INJEKSI

Tiap 1ml mengadung:


Asam
folat ................................................5
mg
INDIKASI
Berfungsi dalam pertumbuhan janin
yang
normal
serta
membantu
memelihara kesehatan tubuh.
DOSIS
1 - 2 ampul sehari IM/IV
KONTRA INDIKASI
Hipersensitivitas terhadap obat ini.
PENYIMPANAN
Simpan pada suhu dibawah 30oC
Terlindung dari cahaya.
KEMASAN
Dus isi 3 ampul@ 1ml
No. Reg : DKL 0505039744A1
Batch No.: K 1503-01 Exp Date:Maret
2017
HARUS DENGAN RESEP
DOKTER
PT.STFI PHARMACEUTICAL
BANDUNG INDONESIA

19 | F o r m u l a s i s e d i a a n s t e r i l

BAB XIII
DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 1979. Farmakope Indonesia Edisi 3. Departemen kesehatan


Republik Indonesia. Jakarta

Anonim. 1995. Farmakope Indonesia Edisi 4. Departemen kesehatan


Republik Indonesia. Jakarta

Merck and CO., INC. 2001. The Merck Index 13th edition. Pan
American Copyright Convention. USA

Wade, Ainley and Weller, Paul J. 1994. Pharmaceutical Excipients. 6th


edition. The Pharmacuetical Press. London.

20 | F o r m u l a s i s e d i a a n s t e r i l