Anda di halaman 1dari 3

JATUH DAN INSTABILITAS PADA LANJUT USIA

Jatuh merupakan salah satu geriatric giant yang sering terjadi pada usia
lanjut dengan penyebab tersering adalah masalah di dalam dirinya sendiri
(gangguan gait, sensorik, kognitif, sistem syaraf pusat) dan didukung keadaan
lingkungan rumah yang berbahaya (alat rumah tangga yang tua/tidak stabil, lantai
yang licin dan tidak rata, dll).
Banyak faktor berperan di dalamnya, baik faktor intrinsik dalam diri lansia
tersebut seperti gangguan gaya berjalan, kelemahan otot ekstremitas bawah,
kekakuan sendi, sinkope dan dizzines, serta faktor ekstrinsik seperti lantai yang
licin dan tidak rata, tersandung benda benda, penglihatan kurang karena cahaya
kurang terang, dan sebagainya.
The International Classification of Disease (ICD 9) mendefinisikan jatuh
sebagai kejadian yag diharapkan dimana seseorang terjatuh dari tempat yang lebih
tinggi ke tempat yang lebih rendah dengan atau tempat yang sama tingginya.
PENYEBAB PENYEBAB JATUH PADA LANSIA
Penyebab jatuh pada lansia biasanya merupakan gabungan beberapa faktor, antara
lain:
a. Kecelakaan
Kecelakaan merupakan penyebab paling sering dari kejadian jatuh pada lansia.
Kecelakaan misalkan terpeleset dan tersandung. Selain itu kecelakaan yang
membuat jatuh juga dapat disebabkan karena faktor dari lansia tersebut, antara
lain mata yang mulai kabur, penerangan yang kurang,
b. Obat obatan

c.

1.

Diuretik / antihipertensi.Antidepresen trisiklik.

2.

Sedativa.

3.

Antipsikotik.

4.

Obat obat hipoglikemia.

5.

Alkohol

Proses penyakit yang spesifik seperti :

1.

Kardiovaskuler : aritmia.

2.

Stenosis aorta.

3.

Sinkope sinus carotis.

4.

Neurologi : TIA.

5.

Stroke.

6.

Serangan kejang.

7.

Parkinson.

8.

Kompresi saraf spinal karena spondilosis.

9.

Penyakit serebelum

d.

Idiopatik ( tak jelas sebabnya)

e.

Sinkope : kehilangan kesadaransecara tiba-tiba.


1.

Drop attack ( serangan roboh )Penurunan darah ke otak secara tiba tiba.

2.

Terbakar matahari.

FAKTOR-FAKTOR RESIKO JATUH PADA LANSIA


Faktor faktor resiko jatuh pada lansia dibagi dalam 2 golongan besar, yaitu:
1. Faktor Intrinsik
Faktor instrinsik dapat disebabkan oleh proses penuaan dan berbagai penyakit
seperti:
-

stroke dan TIA yang mengakibatkan kelemahan tubuh sesisi,


Parkinson yang mengakibatkan kekakuan alat gerak, maupun
Depresi yang menyebabkan lansia tidak terlalu perhatian saat berjalan
Gangguan penglihatan misalnya katarak
Gangguan sistem kardiovaskuler akan menyebabkan syncope, syncope lah

yang sering menyebabkan jatuh pada lansia.


Dehidrasi yang bisa disebabkan oleh diare, demam, asupan cairan yang

kurang atau penggunaan diuretik yang berlebihan.


2. Ekstrinsik
Faktor-faktor ekstrinsik meliputi:
-

Alat-alat atau perlengkapan rumah tangga yang sudah tua atau tergeletak di

bawah,
Tempat tidur tidak stabil atau kamar mandi yang rendah,
Tempat berpegangan yang tidak kuat atau tidak mudah dipegang,
Lantai tidak datar, licin atau menurun

Karpet yang tidak dilem dengan baik


Keset yang tebal/menekuk pinggirnya, dan
Benda-benda alas lantai yang licin atau mudah tergeser
Lantai licin atau basah
Penerangan yang tidak baik (kurang atau menyilaukan)
Alat bantu jalan yang tidak tepat ukuran, berat, maupun cara
penggunaannya.

DAFTAR PUSTAKA
Kris, Pranarka Martono. 2010. Geriatri(Ilmu Kesehatan Lanjut). Jakarta: FKUI.
Patricia, Mickey. 2006. Buku Ajar Keperawatan Gerontik. Jakarta: EGC

Anda mungkin juga menyukai