Anda di halaman 1dari 8

KERANGKA ACUAN KERJA (TERM OF REFERENCE)

KONSULTAN PENDAMPINGAN PENYUSUNAN PROGRAM PENGEMBANGAN SPAM DI KAWASAN


KUMUH
KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA
UNIT ORGANISASI
PROGRAM
SASARAN PROGRAM
KEGIATAN

OUTPUT

DETAIL KEGIATAN

1.

Latar Belakang

Departemen Pekerjaan Umum

Satker Pengembangan Air Minum dan Sanitasi Propinsi


Sulawesi Selatan, Ditjen Cipta Karya

Pembinaan
dan
Pengembangan
Infrastruktur
Permukiman (033.05.07)
1. Peningkatan cakupan dan kualitas air minum;
2. Pengembangan kelembagaan, peraturan dan
perundang-undangan.
Pengaturan, Pembinaan, Pengawasan, dan
Pelaksanaan Pengembangan Sistem Penyediaan Air
Minum (2415)

:
:

Laporan Pembinaan Pelaksanaan Pengembangan


SPAM
Konsultan Pendampingan Penyusunan Program
Pengembangan SPAM di Kawasan Kumuhadalah
untukmeningkatkan pelayanan akses air minum aman di
Kawasan kumuh di kabupaten/kota di provinsi Sulawesi
Selata

Air minum merupakan kebutuhan dasar manusia yang


berdampak langsung pada kesehatan. Pada dasarnya
pemenuhan kebutuhan air minum dengan kualitas yang
memenuhi standar yang ditetapkan merupakan
tanggungjawab semua pihak terkait, khususnya
Pemerintah. Namun demikian, hal ini Pemerintah
berupaya keras memenuhi kebutuhan air minum yang
berkualitas bagi masyarakat dengan membangun
prasarana dan sarana penyediaan air minum di perkotaan
maupun di perdesaan di seluruh wilayah Indonesia.
Sampai dengan Tahun 2013 cakupan pencapaian air
minum dengan akses aman telah mencapai 67.73%.
Pemerintah mempunyai komitmen untuk pencapaian
target MDGs untuk akses air minum aman di tahun 2015
sebesar 68.87%,dan target 100% akses aman terhadap air
minum Tahun 2019.
Dalam rangka pelaksanaan tugas konkuren maka
Pemerintah dan Pemerintah Daerahmengemban tugas
melaksanakan pembangunan sistem penyediaan air

minum termasuk pembangunan air minum perpipaan.


Dalam rangkaketerpaduan dan mendukung kebijakan
Pemerintah Pusat, sesuai arahan Direktur Jenderal Cipta
Karya telah disusun kebijakan penyediaan infrastruktur
dengan prioritas pembangunan untuk kabupaten/kota
yang masuk ke dalam Kawasan Strategis Nasional Klaster
A dan B serta penanganan kawasan kumuh.
Pada tahun 2019, target penurunan kawasan kumuh yaitu
sebesar 0% dari 12% di tahun 2013. Penanganan kawasan
kumuh tidak hanya dari penataan bangunan dan
lingkungannya saja, akan tetapi juga dilakukan
penyediaan infrastrukturnya termasuk penyediaan akses
air minum aman sehingga kawasan tersebut dapat
berkembang dengan keberlanjutan.
2.

Maksud dan
Tujuan

2.1 Maksud :
Maksud dari penyelenggaraan kegiatan Konsultan
Pendampingan Penyusunan Program Pengembangan
SPAM di Kawasan Kumuhadalah untukmeningkatkan
pelayanan akses air minum aman di Kawasan kumuh di
kabupaten/kota di provinsi Sulawesi Selatan.
2.2 Tujuan :
Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk
menyusun program pengembangan SPAM di kawasan
kumuh di provinsi Sulawesi selatan.

3.

Sasaran

Satker PKPAM Provinsi Sulawesi Selatan selaku pemegang


kepentingan dan kebijakan penerapan hasil kegiatan ini.

4.

Lokasi Kegiatan

Kegiatan pekerjaan ini berpusat di Provinsi Sulawesi


Selatan dan meliputi seluruh kabupaten/kota yang
berada di Provinsi Sulawesi Selatan, baik saat
melaksanakan kegiatan maupun dalam rangka
memperoleh data primer dan sekunder.

5.

Sumber
Pendanaan

Kegiatan ini dibiayai dengan sumber dana APBN Rupiah


murni TA 2015 dalam DIPA Satuan Kerja Direktorat
Pengembangan Air Minum, dengan nilai pagu Rp.
700.000.000,- (tujuh ratus jutarupiah)

6.

Nama dan
Organisasi Pejabat
Pembuat
Komitmen

Nama Pejabat Pembuat Komitmen: Ir. Kaharuddin, MSi


Satuan Kerja PKPAM Provinsi Sulawesi Selatan

7.

Data Dasar

8.

Standar Teknis

SNI, RSNI bidang air minum dan Buku Rencana Strategis


Kementerian Pekerjaan Umum Ditjen Cipta Karya, Daftar
kawasan kumuh dari Direktorat Pengembangan
Permukiman, Ditjen Cipta karya, dan kawasan kumuh

yang ditetapkan kepala daerah.


9.

Studi-studi
Terdahulu

Tidak ada

10.

Referensi Hukum

a. Undang-Undang No. 7 tahun 2004 tentang Sumber


Daya Air
b. Peraturan Pemerintah No.16 tahun 2005 tentang
Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum
c. Perpres No. 70 tahun 2012 tentang Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah
d. Permen
PU
18/PRT/M/2007
tentang
Penyelenggaraan SPAM
e. Permen PU 20/PRT/M/2007 tentang Kebijakan dan
Strategi Pengembangan SPAM

11.

Lingkup Kegiatan

Ruang lingkup pekerjaan.


Ruang lingkup kegiatan pendampingan ini adalah:
1. Ruang lingkup area penerapan:
Ruang lingkup area yang dicakup oleh kegiatan
sebagaimana yang dimaksud dalam Kerangka Acuan Kerja
ini berlaku untuk pelaksanaan kegiatan dilingkungan
Satker PKPAM Provinsi xxxx termasuk instansi dan satker
terkait.
2. Ruang lingkup kegiatan:
Konsultan Pendampingan Penyusunan Program
Pengembangan SPAM di Kawasan Kumuhmeliputi
kegiatan sebagai berikut:
a. Melakukan pengumpulan data lokasi Kawasan
Kumuh sesuai daftar Dit.Bangkim dan kawasan
kumuh yang telah ditetapkan oleh Kepala Daerah
b. Melakukan identifikasi SPAM eksiting di lokasi
kawasan kumuh tersebut baik yang dibangun
APBN, APBD, hibah, dan sumber dana lain (data
teknis, kondisi eksisting, dll);
c. Menyusun rencana penyusunan program
pengembangan SPAM baik untuk pemanfaatan
SPAM eksisting maupun lokasi kumuh yang
belum dilayani SPAM termasuk jadwal
pelaksanaan dan rencana pembiayaan;
d. Melakukan
identifikasi
kemampuan
PDAM/pengelola
SPAM
dan
menyusun
rekomendasi untuk PDAM/pengelola SPAM
(contoh: penyesuaian tarif, dll)
e. Melaksanakan workshop dan pertemuan dengan
stakeholder terkait bila diperlukan.

12.

Keluaran

Keluaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah:


a. Laporan hasil identifikasi kawasan kumuh di
kabupaten/kota

b. Laporan hasil identifikasi SPAM eksisting di


kawasan kumuh
c. Rencana program pengembangan SPAM baik untuk
pemanfaatan SPAM eksisting maupun baru
d. Jadwal pelaksanaan dan rencana pembiayaan
rencana program
e. Laporan identifikasi kemampuan PDAM/pengelola
SPAM dan rekomendasi untuk PDAM/pengelola
SPAM
13.

Peralatan Material,
Personil dan
Fasilitas dari
Pejabat Pembuat
Komitmen

a. Data
Penyedia
Jasa
akan
memfasilitasi
kebutuhan
data/informasi yang diperlukan untuk melengkapi
penyusunan kegiatan ini.
b. Fasilitas perjalanan dinas
Pengguna Jasa tidak menyediakan fasilitas perjalanan
dinas.
c. Fasilitas sosialisasi/workshop
Penyedia Jasa akan memfasilitasi kegiatan sosialisasi/
workshopsebagaimana yang diperlukan oleh Pengguna
Jasa.
d. Staf Pengawas
Pengguna jasa akan membentuk Tim Teknis sebagai
pengawas dan pengarah pelaksanaan kegiatan dalam
rangka pelaksanaan jasa konsultansi.

14.

Peralatan dan
Material dari
Penyedia Jasa
Konsultansi

15.

Lingkup
Kewenangan
Penyedia Jasa

a. Akomodasi
Akomodasi bagi tenaga profesional harus disediakan oleh
penyedia jasa dengan atas biaya sendiri.
b. Penyediaan oleh penyedia jasa
Penyedia jasa harus menyediakan fasilitas menunjang
kelancaran
pelaksanaan
kegiatan
dan
harus
memperhitungkan semua biaya pengeluaran yang akan
dimasukkan dalam biaya penawaran.
Penyedia Jasa juga harus memperhitungkan biaya
operasional dan seminar/workshopdi Sulawesi Selatan di
dalam penawaran.
MembantuSatuan kerja PKPAM Provinsi Sulawesi Selatan
untuk
pendampingan
penyusunan
program
pengembangan SPAM di kawasan kumuh

16.

Jangka Waktu
Penyelesaian
Kegiatan

17.

Personil

Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini adalah 6 (enam)


bulan atau 180 hari kalender.
Kualifikasi
Posisi
Pendidikan

JML
OB
Keahlian *) Pengalaman

Tenaga Ahli :
Ketua Tim (TA
Teknik
Lingkungan/
Teknik
Penyehatan)

S1 Teknik

Air Minum

6 tahun

TA Teknik
Lingkungan/
Penyehatan

S1 Teknik

Air Minum

5 Tahun

12

2(dua) orang

S1
Ekonomi/Ke
uangan

Ekonomi
makro/
Keuangan

5 Tahun

12

S1 Planologi

Perencanaa
n Wilayah

5 Tahun

12

Air Minum

3 Tahun

2(dua) orang

TA Ekonomi
/Keuangan
2(dua) orang
TA Perencanaan
Wilayah

Tenaga Pendukung :

Asisten Ahli Air


Minum

S1 Teknik
Lingkungan

17. 1 Keterangan Personil


Ketua Tim,Tenaga Ahli Teknik Penyehatan/Teknik
Lingkungan Bidang Air Minum
Ketua Tim adalah personil yang telah memiliki
pengalaman dalam konstruksi dan/atau studi bidang air
minum.
Ketua Tim haruslah seorang sarjana (S1) Teknik lulusan
perguruan tinggi negeri atau yang setara, berpengalaman
dibidang konstruksi dan/atau konsultan sekurangkurangnya selama 8 (delapan) tahun.
Ketua Tim akan ditempatkan penuh waktu selama 6
(enam) bulan atau selama periode kontrak.
Tugas dan tanggung jawab Ketua Tim akan meliputi
(namun tidak terbatas pada) hal-hal sebagai berikut ;

Bertanggung jawab untuk melaksanakan koordinasi


antara Tim Konsultan dengan Pengguna Jasa (Satker
PKPAM Provinsi Sulawesi Selatan), serta pihak pihak
lain yang terkait dalam kegiatan penyusunan materi
selama kegiatan berlangsung.

Bertanggung jawab untuk merencanakan/mengelola


seluruh kegiatan Tim Konsultan untuk mencapai
tujuan sebagaimana yang dipersyaratkan dalam
Kerangka Acuan Kerja baik dari sisi waktu, kualitas

maupun kuantitasnya.

Bertanggung jawab atas pengendalian personil Tim


Konsultan yang terlibat dalam kegiatan ini, sehingga
pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target yang
ditetapkan.

Bertanggung jawab untuk mengkonsolidasikan hasil


pekerjaan setiap personil dan melaporkannya kepada
Pengguna Jasa.

Mengkoordinasi kegiatan pembahasan untuk


memastikan tercapainya validitas dokumen yang
disusun.
Tenaga Ahli Teknik Lingkungan/Teknik Penyehatan
2(dua) orang Sarjana dengan latar belakang lulusan
Teknik
Lingkungan/Teknik
Penyehatan
dan
berpengalaman profesional 5 tahun dalam bidang sistem
penyediaan air minum. Penugasan ahli air minum
dilaksanakan selama maksimal 6 bulan atau selama
periode kontrak.
Tugas dan tanggung jawab Tenaga Ahli Teknik Lingkungan
akan meliputi (namun tidak terbatas pada) hal-hal
sebagai berikut:
Membuat kajian hasil identifikasi SPAM eksisting di
kawasan kumuh kabupaten/kota.
Membantu Ketua Tim dalam merencanakan program
pengembangan SPAM di
kawasan kumuh
kabupaten/kota.
Membantu Ketua Tim menyusun jadwal pelaksanaan
dan pembiayaan program.
Tenaga Ahli T. Planologi Bidang Perencanaan Wilayah
Kota
2(dua) orang Tenaga ahli Planologi yang merupakan
sarjana teknik strata satu (S1) lulusan perguruan tinggi
negeri atau yang setara, memiliki pengalaman dalam
bidang perencanaan wilayah sekurang-kurangnya 5
(lima) tahun.
Tenaga Ahli Planologi akan ditempatkan penuh waktu
selama 6 (enam) bulan atau selama periode kontrak.
Tugas dan tanggung jawab Tenaga Ahli Planologi akan
meliputi (namun tidak terbatas pada) hal-hal sebagai
berikut:

Membuat kajian hasil identifikasi SPAM eksisting di


kawasan kumuh kabupaten/kota.
Membantu Ketua Tim dalam merencanakan program
pengembangan SPAM di kawasan kumuh
kabupaten/kota.
Membantu Ketua Tim menyusun jadwal pelaksanaan

dan pembiayaan program

Tenaga Ahli Ekonomi Keuangan


2(dua) orang Sarjana dengan latar belakang minimal S-1
Ekonomi makro/keuangan, terutama dengan latar
belakang pengalaman profesional 5 tahun dan pernah
terlibat dalam pekerjaan bidang ekonomi/keuangan
terkait air minum. Penugasan ahli ekonomi dilaksanakan
selama maksimal 6 bulan atau selama periode kontrak.
Tugas
dan
tanggungjawabTenagaAhliAkuntansi/
EkonomiWilayah/Studi Pembangunanakan meliputi
(namuntidak terbataspada) hal-halsebagai berikut:

Membantu Ketua Tim dalam merencanakan program


pengembangan SPAM di kawasan kumuh
kabupaten/kot.
Membantu Ketua Tim menyusun rencana
pembiayaan program
Melakukan analisa kemampuan PDAM/pengelola
SPAM dan menyusun rekomendasi untuk
PDAM/pengelola SPAM

Tenaga Pendukung.
Tenaga pendukung untuk kegiatan ini terdiri dari:

18.

Laporan
Pendahuluan

Asisten tenaga ahli harus memiliki kualifikasi latar


belakang pendidikan sama dengan tenaga ahli terkait
dan dengan pengalaman minimal 3 (tiga) tahun.

Laporan Pendahuluan memuat :

Rencana Kerja Tim Kegiatan per Tenaga Ahli

Metoda Pelaksanaan Kegiatan.

Jadwal Rencana Pelaksanaan Kegiatan.


Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 30
(tigapuluh) hari sejak SPMK diterbitkan sebanyak 10
(sepuluh) eksemplartermasuk 1 (satu) asli berikut file
(softcopy) dalam cakram padat (compact disc).
19.

Laporan Antara

Laporan Antara memuat hasil sementara pelaksanaan


kegiatan.
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 90
(sembilan puluh) hari sejak SPMK diterbitkan sebanyak 10
(sepuluh) eksemplar berikut file dalam cakram padat
(compact disc).

20.

Laporan Akhir

Laporan Akhir memuat seluruh hasil pelaksanaan


kegiatan. Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya
180 (seratus delapan puluh) hari kerja sejak SPMK
diterbitkan sebanyak 10 (sepuluh) eksemplar dan berikut

file dalam cakram padat (compact disc).


21.

Laporan Bulanan
Laporan Pelaksanaan Konsultan dalam melaksanakan
pekerjaannya untuk bulan kedua, ketiga, keempat,
kelima, dan keenam selang satu bulan sejak penanda
tanganan SPMK.

23.

Laporan seminar/
workshop

24.

Produksi dalam
Negeri

Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini


harus dilakukan di dalam wilayah Negara Republik
Indonesia kecuali ditetapkan lain dalam angka 4 KAK
dengan pertimbangan keterbatasan kompetensi dalam
negeri.

25.

Persyaratan
Kerjasama

26.

Pedoman
Pengumpulan data
Lapangan

27.

Alih Pengetahuan

Tim konsultan diwajibkan untuk bekerja sama dan


berkoordinasi dengan konsultan-konsultan di lingkungan
Dit. PAM, baik di Pusat maupun di Satker PKPAM Provinsi.
1. Sumber pendataan meliputi (dan tidak terbatas pada)
instansi pemerintah di Pusat (Kementerian PU,
Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri,
BPS, dan lainnya yang terkait), institusi pemerintah di
Provinsi dan Kabupaten/Kota (Dinas PU, Dinas
Kesehatan, BPS Provinsi/Kab/Kota, dan instansi
lainnya yang terkait), serta institusi non-pemerintah
(PDAM, Swasta, Koperasi, Kelompok Masyarakat, dan
lainnya yang terkait;
2. Survey akan dilaksanakan di seluruh Sulawesi Selatan
kabupaten/kota;
3. Unit SPAM yang didata meliputi unit SPAM yang
dikelola oleh berbagai jenis Pengelola/Penyelenggara,
antara lain (dan tidak terbatas pada) PDAM, Badan
Usaha Swasta, UPTD/BLUD, Koperasi, Kelompok
Masyarakat, dan sebagainya;
4. Sumber data yang dikumpulkan meliputi data primer
hasil survey lapangan (dilengkapi dengan foto
dokumentasi dan titik koordinat) dan data sekunder
hasil studi literature;
Pemakaian Tenaga Ahli pada kegiatan ini harus dapat
memberikan manfaat dalam alih pengetahuan secara
optimal melalui kemitraan dengan media diskusi secara
rutin dan pembahasan secara berkala.

Laporan workshop berupa proceeding yang memuat


bahan laporan panitia, pidato/arahan dan presentasi
narasumber workshop, notulensi tanya jawab dan diskusi,
dokumentasi foto/gambar pelaksanaan, dsb yang terkait
pelaksanaan workshop.