Anda di halaman 1dari 7

Urania

Vol. 12 No. 3 Juli 2006 : 109 - 152

ISSN 0852-4777

ANALISIS KANDUNGAN AIR DALAM SERBUK UO2


Agus Jamaludin (*)
(*) Bidang Pengembangan Radiometalurgi
Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir, BATAN
ABSTRAK
Serbuk UO2 digunakan dalam pembuatan pelet bahan bakar nuklir. Dalam penyimpanannya serbuk
UO2 tersebut mengalami penambahan berat. Hal ini mungkin disebabkan adanya penyerapan gas
oleh serbuk UO2 dari sekelilingnya, terutama uap air dalam udara sehingga terjadi penambahan
berat serbuk UO2. Untuk membuktikannya maka dilakukan analisis kandungan air pada sampel
serbuk UO2 dengan berbagai kedalaman dalam drum penyimpanan. Analisis tersebut menunjukkan
bahwa kandungan uap air paling besar (0,8856%) dimiliki oleh serbuk UO2 pada permukaan,
sedangkan kandungan paling kecil (0,3879%) dimiliki oleh serbuk paling dalam.
Kata kunci : Kandungan air, serbuk UO2
ABSTRACT
UO2 powder is normally used for the production of nuclear fuel pellet. During the storage process,
the UO2 powder undergoes weight gain due to gas absorbtion, especially water vapor from the air.
Analyisis of water content in the stored UO2 powder has been done to prove the occurance of weight
gain. Samples were taken from a drum of different depth level. The analysis shows that the greatest
gain weight (0.8856%) occurs on the surface of the drum, while the least gain weight occurs in the
depth level farthest from the surface (0.3879%).
Key word : Water content, UO2 powder
590 C

PENDAHULUAN
Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir
(PTBN) adalah salah satu pusat penelitian
BATAN yang berada di kawasan Puspiptek
Serpong. Pusat Teknologi Bahan Bakar Nuklir
ini merupakan unit pendukung dalam
pelaksanaan pembuatan PLTN, khususnya
dalam penyiapan bahan bakar reaktor nuklir.
Salah satu bahan bakar reaktor nuklir ini
adalah uranium dioksida[1]. Oksida ini
dihasilkan melalui reduksi UO3 memakai gas
hidrogen atau amoniak pada temperatur 590
o
C. Reduksi UO3 dengan gas H2 pada
temperatur 590 C menghasilkan UO2. Reaksi
yang terjadi :

124

UO3 + H2

UO2 + H2O

(1)

Bentuk oksida uranium yang dapat


ditemui di alam adalah U3O8 (dalam
pitchblende). Uranium merupakan bahan
dapat belah yang digunakan sebagai bahan
bakar nuklir. Serbuk UO2 harus mempunyai
spesifikasi tertentu diantaranya kandungan
uranium dalam bahan bakar. Uranium
termasuk bahan yang digolongkan dalam
akuntansi bahan nuklir[1]. Uranium dioksida
adalah senyawa stabil yang dapat dipanaskan
sampai titik leburnya tanpa mengalami
perubahan sifat mekanik. Uranium dioksida
tidak bereaksi dengan air, sehingga dalam hal
retaknya kelongsong, bahan bakar nuklir
tidak akan mengalami reaksi yang berarti

ISSN 0852-4777

dengan air pendingin. Semua bentuk oksida


uranium sangat mudah larut dalam asam
nitrat. Sifat fisis dan kimia uranium dioksida
sebagian besar ditentukan oleh cara
pembuatannya.
Sifat
senyawa
induk,
temperatur reaksi, temperatur oksidasi dan
reduksi akan mempengaruhi komposisi kimia,
bentuk dan ukuran partikel, kerapatan jenis
dari UO2. Pengetahuan tentang karakteristik
dan kimia UO2 sangat penting sesuai dengan
peruntukkannya [2].
Beberapa sifat fisis UO2 antara lain :
Berat jenis, mikrostruktur, luas permukaan,
ukuran dan distribusi partikel. Warna, dimana
warna UO2 berwarna coklat, U3O8 berwarna
hitam, UO3 berwarna orange, dan UO4.2H2O
berwarna kuning.
Serbuk UO2 yang ada di PTBN disimpan
dalam drum yang diletakkan dalam ruang
penyimpan. Selama penyimpanannya, UO2
mengalami penambahan berat. Perubahan
berat ini paling mungkin disebabkan oleh
terjadinya interaksi antara kandungan gas
dalam atmosfer laboratorium dengan serbuk
UO2 di dalam drum. Dalam atmosfer
mengandung O2, N2, H2, gas-gas lain dan uap
air. Adapun gas-gas tersebut mempunyai
kemungkinan berinteraksi dengan serbuk
tersebut adalah H2O (uap air) dan O2.
Sehubungan dengan hal tersebut maka perlu
dilakukan penelitian tentang perubahan UO2
dalam masa penyimpanan. Kandungan uap air
mempengaruhi proses peletisasi UO2 dan
angka banding O/U.

TEORI
Uranium Dioksida
Uranium termasuk dalam unsur-unsur
aktinida. Semua unsur aktinida bersifat
radioaktif, mereka mempunyai inti tidak stabil.
Thorium, uranium dan plutonium digunakan
sebagai bahan bakar untuk energi nuklir.
Unsur-unsur aktinida merupakan logam aktif
dan membentuk senyawa dalam beberapa
tingkat oksidasi. Senyawa oksida uranium

Analisis Kandungan Air Dalam Serbuk UO2


( Agus Jamaludin )
diantaranya U3O8, UO3 dan UO2. Uranium
dioksida dihasilkan dari proses reduksi UO3
menggunakan gas hydrogen[1]. Kebanyakan
sifat fisik dan kimia oksida uranium ditentukan
oleh metode preparasi dan perlakuan panas
serta mekaniknya.
Uranium dioksida tidak bereaksi dengan
air. Adanya pori-pori atau ruang kosong yang
dimiliki serbuk UO2 merupakan bagian yang
memungkinkan terjadinya penyerapan uap air
di udara ke dalam serbuk. Adapun molekul air
yang terserap oleh serbuk dapat dilepaskan
melalui pemanasan serbuk pada temperatur
penguapan air lebih dari 100 C.
Besarnya molekul air yang teradsorpsi
dalam serbuk UO2 dapat dilakukan dengan
cara gravimetri.
Analisis Gravimetri
Analisis gravimetri adalah suatu metode
analisis yang
berdasar pada prinsip
penimbangan. Analisis grafimetri digunakan
pada beberapa bidang diantaranya
untuk
mengetahui suatu spesies senyawa dan
kandungan unsur tertentu atau molekul dari
suatu senyawa murni yang diketahui
berdasarkan pada perubahan berat.
Kadar air yang terkandung di dalam
serbuk UO2 yang akan dipakai bahan bakar
reaktor daya harus memenuhi spesifikasi
sesuai yang dipersyaratkan. Kadar air dalam
serbuk UO2 dapat berubah-rubah (terjadi
penambahan berat) selama penyimpanan,
tergantung pada kondisi penyimpanan dan
jenis serbuk UO2. Kondisi penyimpanan
biasanya ditentukan oleh tempat, kelembaban
dan suhu ruangan, sedangkan jenis serbuk
meliputi besar butir, proses pembuatan serbuk
UO2 (dari proses AUC atau ADU)[4]. Besar butir
sangat berpengaruh terhadap luas permukaan
butir. Dengan sifat tersebut maka serbuk UO2
perlu dianalisis setiap waktu sebelum diproses
menjadi bahan bakar. Untuk mengetahui kadar
air dalam serbuk UO2 dengan menggunakan
metode gravimetri. Metode gravimetri untuk
analisis kadar air adalah analisis kuantitatif
125

Urania
Vol. 12 No. 3 Juli 2006 : 109 - 152

yang pengerjaannya dengan cara pengukuran


berat
bahan
sebelum
dan
sesudah
pemanasan, selama bahan yang dianalisis
tidak mengalami perubahan sifat kimiawi.
Analisis yang dilakukan dengan metode
grafimetri menggunakan alat tungku pemanas.
Prosedur analisis yang dipakai menggunakan
cara kerja baku yang sudah ada [3]. Serbuk
UO2 yang dianalisis memiliki ukuran butir tidak
homogen dan selama pemanasan terjadi
penguapan air yang tidak sama antara butir
yang halus dengan butir yang kasar. Pada
waktu pemanasan, suhu yang lebih tinggi akan
memberikan penguapan yang lebih cepat
dibanding suhu pemanasan yang rendah
karena suhu yang tinggi pelepasan air dalam
butir akan lebih cepat keluar.
Untuk menjaga agar hasil pemanasan
tidak mudah menyerap air maka ditempatkan
dalam desikator dengan bahan isian CaSO4
yang sebelumnya sudah dipanaskan, serta
pendinginan serbuk UO2 sampai suhu kamar
sebelum dilakukan penimbangan terhadap
serbuk UO2.

TATA KERJA
Uranium dioksida yang disimpan
dalam drum hanya berhubungan dengan
udara. Kandungan udara pada umumnya
adalah gas O2, N2 dan H2 serta uap air.
Uranium dioksida merupakan serbuk yang
berpori, adanya interaksi dengan udara akan
menyebabkan terjadinya adsorbsi udara oleh
serbuk UO2. Untuk mengetahui perubahan
yang terjadi, pertama dilakukan pengukuran
diameter dan distribusi ukuran butir UO2
dengan alat ayakan. Pemantauan kandungan
H2O dan kandungan uranium dalam UO2 pada
berbagai kedalaman drum. Pengukuran
kandungan H2O terserap dalam UO2 dilakukan
dengan metode gravimetri.

126

ISSN 0852-4777

Cara Kerja
Bahan
Serbuk UO2, kertas merang, kertas
hisap.
Alat
Tungku pemanas, alat pengambil
sampel, desikator, cawan porselen, termo
hygro, timbangan
Pengambilan sampel
Serbuk uranium dioksida diambil
sesuai dengan posisi ketinggiannya di dalam
drum (5 kedalaman) yaitu 10 cm, 20 cm, 30
cm, 40 cm dan 50 cm dari permukaan
serbuk UO2, dengan menggunakan peralatan
pengambilan cuplikan. Cuplikan diambil sekitar
1 g sampai dengan 5 g dimasukkan ke dalam
cawan porselen.
Analisis kadar air
Setiap sampel dengan kedalaman
berbeda dibuat 3 sampel pemanasan pada
temperatur 110 oC, setelah dipanaskan
disimpan dalam eksikator selama 24 jam.
Kemudian ditimbang berat setelah pemanasan
(akhir). Kadar air dihitung dengan rumus :
Kadar Air = berat awal berat akhir 100%

(2)

berat awal

Diperoleh berat UO2 kering setelah pemanasan.


Penetapan kandungan uap air dan UO2
dalam serbuk
Cawan yang berisi UO2 ditimbang
kemudian dipanaskan pada temperatur 110
o
C selama 4 jam. Pemanasan dilakukan satu
kali, setelah selesai pemanasan
semua
cawan dimasukkan ke dalam eksikator
sampai suhu mendekati suhu ruangan dan
ditimbang
sehingga
tetap
beratnya,
penimbangan dilakukan sebanyak tiga kali.

ISSN 0852-4777

Analisis Kandungan Air Dalam Serbuk UO2


( Agus Jamaludin )

Berdasarkan penambahan berat tersebut


ditentukan kadar air dari
masing-masing
sampel dengan menggunakan persamaan
kadar air.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Prosentasi air teruapkan dengan variabel
waktu
Data percobaan pertama untuk 1 jam
pemanasan pada temperatur 110 C adalah
sebagai berikut :
Berat UO2
3,0039 g.

awal

sebelum

dipanaskan =

Berat UO2 setelah dipanaskan = 2,9881 g.


Prosentasi Air teruapkan
= 3,039 2,9881 100% =

0,506 %

3,039

Untuk hasil perhitungan yang lain dapat dilihat


pada Tabel 2 dalam Lampiran.
Prosentasi air teruapkan dengan waktu
tetap
Perhitungan prosentasi air teruapkan dari
dalam serbuk UO2 pada berbagai kedudukan
dalam drum setelah dipanaskan pada
temperatur 110 C selama 4 jam adalah
sebagai berikut :
Kadar air pada kedalaman 10 cm, diambil
harga rata-rata:
Berat UO2 awal sebelum dipanaskan
3,02393 g.
Berat UO2 setelah dipanaskan = 2,99227 g.

0. 61
0. 59
0. 57
0. 55
0. 53
0. 51

Prosentasi Air teruapkan


= 3,02393 2,99227 100% =

serbuk UO2 dengan uap air dan oksigen di


udara, akibatnya terjadi penambahan jumlah
uap air. Adapun interaksi udara dengan serbuk
UO2 sangat dipengaruhi oleh daya tembus
udara ke serbuk dalam drum. Pada bagian
permukaan, halangan serbuk untuk udara
masuk lebih kecil dibandingkan pada bagian
bawah drum. Oleh sebab itu kandungan udara
di sekitar serbuk pada bagian dalam lebih kecil
dibandingkan dengan serbuk dipermukaan,
sedangkan humiditas udara adalah tetap (55%
70%). Berdasar hal di atas, menunjukkan
bahwa kandungan air dalam serbuk tersebut
sangat dipengaruhi oleh kontak langsung
dengan udara di sekitar. Hal ini ditunjukkan
dari
hasil
pengukuran
prosentasi
air
teruapkan dalam serbuk UO2 (Gambar 1).
Kandungan air dalam serbuk pada beberapa
kedudukan sampel dalam drum mempunyai
pola yang sama yaitu serbuk permukaan
mempunyai kandungan air paling besar
sedangkan kandungan air paling kecil dimiliki
oleh serbuk UO2 pada kedudukan paling dasar
(0,3879%). Dari Gambar 1 terlihat bahwa
waktu pemanasan prosentasi air yang
teruapkan, setelah mencapai 3 jam kenaikan
waktu pemansan hampir tidak mempengaruhi
prosentasi yang teruapkan, artinya pemanasan
3 jam sudah cukup. Dari Gambar 1 juga
terlihat air yang teruapkan pada saat 3 jam
(0,5836%) dan 4 jam (0,5848%) (Tabel 1 pada
Lampiran) perubahan air teruapkan pada saat
3 dan 4 jam hampir sama (konstan).

0. 49

1,047 %

3,02393

Untuk hasil perhitungan yang lain dapat dilihat


pada Tabel 3 dalam Lampiran.
Interaksi Uap Air di Udara
Adanya pori-pori dan ruang kosong
dalam serbuk UO2 menyebabkan interaksi

0. 47
0. 45
1

W a k t u P e ma n a s a n ( j a m )

Gambar 1. Grafik hubungan antara waktu


pemanasan dengan nilai rata-rata
prosentasi air teruapkan pada
temperatur 110 C.

127

Urania
Vol. 12 No. 3 Juli 2006 : 109 - 152

ISSN 0852-4777

SIMPULAN

Air terserap secara fisika oleh suatu


bahan padat dan bukan membentuk ikatan
kimia dalam suatu bahan dapat dilepaskan lagi
dengan cara membentuk uap. Pelepasan air
ini sangat tergantung pada suhu dan waktu.
Adapun temperatur penguapan air adalah 100
C. Melalui pemanasan 110 C diharapkan air
yang terserap akan menguap. Pemanasan
pelepasan air dari serbuk UO2 membutuhkan
waktu 4 jam agar air, baik yang terserap di
permukaan luar atau masuk dalam pori-pori
serbuk UO2 dapat dilepaskan, hal ini
ditunjukkan dalam Gambar 2. Dari Gambar 2
terlihat bahwa pada kedalaman 10 cm dari
permukaan drum, prosentasi air teruapkan
lebih besar (0,8856%) dibandingkan pada
bagian dibawahnya. Dari bagian paling bawah,
prosentasi air yang teruapkan mencapai paling
rendah yakni 0,3879%. Pelepasan air ini
ditentukan dengan cara pemanasan dan
penimbangan.

Berdasarkan hasil pengukuran yang


telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa
penentuan kadar air dengan pemanasan pada
temperatur 110 C dengan variabel waktu
menunjukkan bahwa pada waktu pemanasan
3 jam pemanasan sudah efektif. Kandungan
uap air paling besar sebesar 0,8856 % serbuk
UO2 terdapat pada permukaan, sedangkan
kandungan paling kecil sebesar
0,3879 %
serbuk paling dalam.

Prosentasi Air Teruapkan


(%)

Pelepasan Air dari Serbuk

0.9

1. GALKIN, N.P, & SUDARIKOV B.N,


Technology Of Uranium, 1964, pages
14 19.
2. OAK RIDGE NATIONAL LABORATORY
US ATOMIC ENERGY COMMISSION
DIVISION
OF
TECHNICAL
INFORMATION,
Characterization
Of
Uranium Dioxide, Oak Ridge Tennessee,
USA, 1961, TID 7637, pages 146
166.

0.7
0.5
0.3
10

20

30

40

50

Kedalam an Serbuk UO2 dalam drum


(cm )

Gambar 2. Grafik
hubungan
antara
kedalaman serbuk UO2 dengan
nilai rata-rata prosentasi
air
teruapkan

128

DAFTAR PUSTAKA

3. ASTM STANDARD, Standard Methode


for Chemical, Mass Spectrometric, and
Spectrochemical Analysis of NuclearGrade Uranium Dioxide Powders and
Pellets, America National standard
Institute, Designation 696-80, 1980 pages
53 54, USA.
4. MANSON
B, THOMAS H.P, HANS,
Nuclear Chemical Engineering, 2 rd Ed,
1981, pages 269 271, New York.

ISSN 0852-4777

Analisis Kandungan Air Dalam Serbuk UO2


( Agus Jamaludin )

LAMPIRAN
Tabel 1. Data pengambilan dan penimbangan sampel UO2 dalam drum penyimpanan
di PTBN, BATAN Serpong
No.

Kedalaman
Sampel UO2

Berat awal
UO2 ( g )

Berat UO2
Setelah dipanaskan

Penyusutan
Berat ( g )

1.

10 cm

3,0239

2,9923

0,0316

2.

20 cm

2,5426

2,5244

0,0182

3.

30 cm

2,0520

2,0400

0,0120

4.

40 cm

5,0549

5,0306

0,0243

5.

50 cm

5,0641

5,0470

0,0171

II
1.

10 cm

4,5207

4,5015

0,0192

2.

20 cm

1,5082

1,5020

0,0062

3.

30 cm

3,0114

2,9994

0,0120

4.

40 cm

2,5272

2,5177

0,0095

5.

50 cm

4,0135

3,9988

0,0147

III
1.

10 cm

2,5401

2,5100

0,0301

2.

20 cm

1,0092

0,9975

0,0117

3.

30 cm

2,1705

2,1535

0,0170

4.

40 cm

3,1077

3,0903

0,0174

5.

50 cm

1,0049

1,0003

0,0046

Tabel 2.

Hasil pemanasan serbuk UO2 dengan variasi waktu

Data

1 jam

2 jam

3 jam

4 jam

Ke 1

0,5062 %

0,5260 %

0,5493 %

0,5494 %

Ke 2

0,5857 %

0,6091 %

0,7054 %

0,7058 %

Ke 3

0,3495 %

0,4293 %

0,4960 %

0,4993 %

Rata-rata

0,4805 %

0,5215 %

0,5836 %

0,5848 %

129

Urania
Vol. 12 No. 3 Juli 2006 : 109 - 152

ISSN 0852-4777

Tabel 3. Hubungan antara prosentasi air teruapkan dengan kedalaman serbuk UO2
dalam drum setelah dipanaskan pada temperatur 110 C, selama 4 jam
Kedalaman
serbuk UO2 (cm)

130

Prosentasi air
teruapkan (%) berat
Data ke 1

Data ke 2

Data ke 3

Rata - rata

10

1,0470

0,4247

1,1850

0,8856

20

0,7158

0,4111

1,1564

0,7611

30

0,5863

0,3985

0,7860

0,5903

40

0,4795

0,3747

0,5600

0,4714

50

0,3376

0,3655

0,4607

0,3879