Anda di halaman 1dari 45

MAKALAH PEMICU I TERMODINAMIKA

VAPOR-LIQUID EQUILIBRIA

KELOMPOK 8

ANISSA LARASATI / 1306405761


ARNITA RUT MURNANDITYAS /1306446446
FITRIA NUR HAYATI / 1306370663
IRINE AYU FEBIYANTI / 1406507543
MARIA ULFA / 1306370625

Soal Nomor 1
The case of ELPIJI
Consider the 12 kg LPG produced by PERTAMINA. This product is marketed as
ELPIJI and contains equal mass of propane and n-butane (50-50 weight-%)
(a) If we assume that the ELPIJI tank is full of liquid and temperature is constant
at 25oC, what is the pressure indicated on the pressure gage?
Jawab:
Pgauge gas elpiji dapat dihitung dengan persamaan:
Pgauge=PabsolutePatm

Pabsolute dapat dicari dengan menggunakan persamaan Raoult.


Asumsi:
Sistem merupakan VLE ideal
x i=1
Sistem memiliki

Campuran merupakan larutan ideal


Persamaan Antoine dapat digunakan karena titik kritis campuran
masih berada di atas 25C (Propana: 96.672 C) dan 42.4924 bar, n-Butane:
152.0 C, 3796.0 kPa)

Persamaan Antoine untuk Propana oleh Rips, 1963 (diperoleh dari


http://webbook.nist.gov/ )

Psat
log
Untuk range temperatur 230.6 K - 320.7 K
Persamaan Antoine untuk n-Butana (diperoleh dari Smith dan Van Ness):
ln Psat ( KPa ) =13.6608

2154.7
T ( C)+238.789

Melalui perhitungan didapatkan:


Psaturated Propane:
Psat=9.016
901.6 Kpa

Psaturated n-Butane:

Psat=242.87 KPa

Fraksi mol
n=

12 0.5 103
=136.054 mol
44.1

n=

12 0.5 103
=103.27 mol
58.1

ntotal=136.054+ 103.27=239.324 mol


xpropana=

136.054
=0.568
239.324

1xpropana=10.568=0.432

Menghitung Ptotal=Pabsolute
PT =P p+ P n
PT =x p P p + x n Pn
PT = ( 0.568 )( 901.6 Kpa ) + ( 0.432 ) ( 242.87 KPa )
617.029 KPa=6.0896 atm

Pgauge:
Pgauge=PabsolutePatm
Pgauge=6.0896 atm1 atm=5.0896 atm

(b) You ran out of ELPIJI gas yesterday and you could hear a splashing sound
when you shake the tank. You remember reading newspaper article stating that
a significant amount of n-pentane is present in the ELPIJI. Do you think what
you observed is related to the article? Explain. Temperature is constant at
25oC
Jawab:
Diketahui : Gas ELPIJI habis dengan suara percikan air

Suhu = 25oC
Ditanya : Kejadian tersebut berhubungan dengan artikel atau tidak?
Langkah Penyelesaian :
Tekanan uap jenuh masing-masing komponen diberikan oleh persamaan Antoine
sebagai berikut:
ln Psat = A

B
T +C

(dimana P dalam kPa, dan T dalam )

Dimana nilai A, B, dan C dalam persamaan Antoine untuk propana dan n-butana
adalah
Pentane
A=13,7767
B=2451,88
C=232,014
Psat dalam kPa danT dalam
T dalam dan P dalam kPa
sat

ln PC = A

B
T +C

sat

ln PC =13,7767

2451,88
25+232,014

Pc sat =10,935 kPa=10,035 Psia


Pudara=1 atm=14,69 Psia
Pada Titik Kritis:
P pentane =3360 kPa
T pentane =469.8 K
Karena
PsatPentane<Pudara
PsatPentane<PPentane (Kritis)
TPentane <TPentane (Kritis)

Maka Pentana berada dalam fasa liquid dan berada didalam tabung gas ELPIJI
(c) Consider the same ELPIJI tank is used in a location 800 m above the sea level
and where it could be cold at night. Kalia, who is a chemical engineering
student, sent you an sms that read: Our ELPIJI tank is full and its pressure is
55,7 psia, therefore I could estimate the temperature of ga inside the tank to be
10oC. Do you agree with Kalias estimation? Carry out calculations to
support your argument
Jawab:
Membuktikan apakah pernyataan Pabsolute=55.7 psia, T=10C benar.
Asumsi T=10C,menghitung Psaturated dengan menggunakan persamaan Antoine
untuk propana dan n-butana seperti pada jawaban a).
Propana
Psat=652.4 KPa

n-Butana
Psat=148.42 KPa
Fraksi mol dianggap tetap, sehingga harga tekanan absolut:
PT = ( 0.568 )( 652.4 Kpa ) + ( 0.432 ) ( 148.42 KPa )=434.68 KPa
||=434.68 KPa=63.04 psia

P
Pernyataan Kalia salah, karena pada suhu 10C, tekanan dalam tabung (Pabsolute)
seharusnya 63.04 psia.
(d) Calculate the temperature and composition of a liquid in equilibrium with a
gas mixture consisting of propane and n-butane in 50:50 vol-% at pressure 7
bar.
Jawab:
Asumsi Ptotal=7 bar, x1=x2=0.5
Melakukan penghutungan dengan Microsoft Excel dengan algoritma sebagai berikut

MM enenM encaren t carui kPn isatl an i u lkra a i t ey di


M elen a d k apu k atank ang o nali l seeka i t e r h ad ap n i l a i
anmd enT g ang u mn aken ang g Tu n ak an
PT dakewh i =r Pd tano t ak l o dm enp go ansi s im en g u b ah n i l a i T
tP e satb aku anr a ht e ard /g P a t ok t a l
tl ei qb uaki d an
Gambar 1
Penghitungan dilakukan pada excel
Sebelum dilakukan goal seek, dengan suhu (T) tebakan = 300C

(e)

k=

P saturated
Ptotal

k=

yi
xi

Pdew=Ptotal
1
=7

sat
y i / Pi

Setelah dilakukan goal seek, untuk nilai Pdew-Ptotal=0 (karena Pdew=Ptotal) dengan
mengubah nilai temperatur tebakan.

Gambar 2
Sehingga, suhu sistem adalah 46.35C 319,35 K, fraksi cair propana (x1) = 0.22 dan
fraksi cair (x2) = 0.78.
(e) Calculate the temperature and composition of a liquid in equilibrium with a
gas mixture consisting of propane (40 vol-%), n-butane (40 vol-%) and air(20
vol-%) at pressure of 7 bar. For questions (a)-(e), assume that vapor liquid
equilibrium is always maintained in the tank, and, the propane and n-butane
mixture behaves ideally.
Jawab:
Sama seperti bagian d), algoritma penyelesaian masalah sama. Akan tetapi, dengan
asumsi fraksi uap dan cair udara dianggap = 0, karena udara tidak dapat berada dalam
keadaan jenuh, sehingga tidak memiliki tekanan jenuh (Psaturated). Karena itu
y i =0.8

Sebelum dilakukan goal seek, dengan suhu (T) tebakan = 50C

Gambar 3
Setelah dilakukan goal seek, untuk nilai Pdew-Ptotal=0 (karena Pdew=Ptotal) dengan
mengubah nilai temperatur tebakan.

Gambar 4
Sehingga, suhu sistem adalah 37.85C 310,85 K, fraksi cair propana (x1) = 0.21 dan
fraksi cair (x2) = 0.79.
Jawab:
Soal Nomor 2
VLE of a non-deal mixture at low pressure
(a) Explain why Roults law is not suitable for analysis of P-x-y diagram of the
chloroform-1,4 dioxane mixture, based your explanation on the molecular
structure and molecular interaction between the molecules.
Mengidentifikasi Sistem Tak Ideal
Untuk mengetahui apakan larutan suatu larutan ideal atau tidak, kita dapat dengan
mudah mengidentifikasinya dengan menggambar grafik hubungan antara fugasitas f
dengan harga komposisi fraksi uap-cair.

Gambar 5. Grafik Hubungan Fugasitas f dengan Komposisi Fraksi Uap-Cair


Hukum Henry menyatakan bahwa pada suhu konstan kelarutan dari gas ke liquid
sebanding dengan tekanan pada tekanan gas diatas cairan. Sedangkan hukum
Lewis/Randall meyatakan karakteristik perilaku gas ideal yang menunjukkan
ketergantungan komposisi terhadap fi, dan dijadikan standar terhadap perilaki
sebenarnya.

Gambar 5 Kloroform (1)/1,4-dioxane (2) sistem pada suhu 50oC. (a) Data P x y dan
hubungunnya. (b) Sifat Liquid-phase dan hubungannya. Sumber: Introduction to
Chemical Engineering Thermodynamics, seventh edition, Smith, Van Ness, hal. 436
Dari gambar diatas dapat terlihat bahwa kurva properti campuran tidak mengikuti
salah satu dari hukum Henry maupun hukum Lewis/Randall. Dapat dilihat bahwa
slope dari xiyang mendekati nol mengikuti kaidah hukum Henry.
Persamaan Margules
Untuk mengetahui karakteristik dari sistem diatas, kita harus menggunakan
persamaan Margules.
GE
A21 x1 A12 x 2 x1 x 2
RT
.......(1)
ln 1 x 22 A12 2 A21 A12 x1 dan ln 2 x12 A21 2 A12 A21 x 2 ..........(2)
Persamaan Wilson
Pada slope xi yang berbeda, dapat digunakan aturan yang dicetuskan G.M Wilson.

GE
x1 ln x1 x 2 A12 x 2 ln x 2 x1 A21
RT
........(3)



12
21


ln 1 ln x1 x 2 12 x 2
x1 x 2 12 x 2 x1 21

..........(4)

12
21


ln 2 ln x 2 x1 21 x1

2 12
1 21
2
1

............(5)

Persamaan

dibangun

Wilson

merupakan

teori

modern

yang

berdasarkan

termodinamika molekuler dari sifat liquid-solution yang berdasarkan pada konsep


komposisi lokal dan berorientasi pada perbedaan ukuran molekul dan gaya
intermolekuler.
Larutan ideal adalah larutan yang gaya tarik menarik molekul-molekul
komponennya sama dengan gaya tarik menarik antara molekul dari masing-masing
komponennya. Jadi, bila larutan zat A dan B bersifat ideal, maka gaya tarik antara
molekul A dan B, sama dengan gaya tarik antara molekul A dan A atau antara B dan
B. Dalam larutan ideal, semua komponen (pelarut dan zat terlarut) mengikuti hukum
Raoult pada seluruh selang konsentrasi.
Chloroform adalah senyawa dengan rumus kimia CHCl3. Ia termasuk dalam
senyawa polar. Interaksi antar molekul Chloroform adalah gaya dipole-dipol kuat.
119,39 gram/mol. 1,4-dioxane adalah senyawa dengan rumus kimia C 4H8O2 dan
dengan berat molekul 88,11 gram/mol. 1,4-dioxane merupakan senyawa non polar.
Interaksi antar molekul senyawanya adalalah gaya London yang lemah.
Pada tingkat molekul penyimpangan negatif muncul bila zat terlarut menarik
molekul pelarut dengan sangat kuat, sehingga mengurangi kecenderungannya untuk
lari ke fase uap. Penyimpangan positif muncul pada kasus kebalikkannya yaitu bila
molekul pelarut dan zat terlarut tidak saling tertarik satu sama lain
Dari kurva diatas terlihat bahwa deviasinya negatif. Hal ini dikarenakan
interaksi antara chloroform dan 1,4 dioxane lebih kuat daripada interaksi antar
molekul masing-masing senyawa.

(b) An equimolar chloroform-1,4 dioxane mixture is mixed and heated to 50oC.


The excess Gibbs energy is adequately represented by
GE
=x 1 x 2
RT
What is the composition of the vapor above this heated solution?
Jawab :

Mencari persamaan koefisien aktivitas

Persamaan gibbs telah diberikan pada soal, yaitu :


GE
=x 1 x 2
RT
Dengan menggunakan metode simetris,

GE
=A x1 x 2
RT

dimana nilai A yaitu -1

maka didapatkan :
ln 1 Ax12

ln 2 A x22
dan

Nilai A= -1 dimasukkan ke persamaan diatas sehingga persamaannya menjadi :


ln 2 1x12

ln 2 1x 22
dan

Mencari Psat dari kloroform (zat 1)

Nilai dari Psat kloroform dapat dicari menggunakan persamaan Antoine dengan nilai
A = 13,7324 ; B = 2548,74 ; C = 218,552 pada suhu 50oC atau 323 K.
sat

ln( P /kPa)=A
(A

Psat =e

B
)
T +C

(13,7324

psat
1 =e

2548,74
)
323+218,552

psat
1 =69,527 kPa

B
T /K + C

Mencari Psat dari 1,4 dioxane

Nilai dari Psat dioxane dapat dicari menggunakan persamaan Antoine dengan nilai A
= 15,0967; B = 3579,78; C = 240,337pada suhu 50oC atau 323 K.
sat

ln( P /kPa)=A
(A

Psat =e

B
T /K + C

B
)
T +C

(15,0967

psat
2 =e

3579,78
)
323+240,337

sat

p2 =15,910 kPa

Mencari komposisi pada fase uap (yi)

Karena pada soal hanya diberi tahu suhu pada proses pemanasan, sehingga untuk
mencari komposisi pada fase uap hanya bisa dilakukan jika diketahui nilai komposisi
pada fase liquidnya. Oleh karena itu, untuk menyelesaikan soal ini digunakanlah
berbagai nilai xi untuk mencari nilai yi.
Untuk mencari nilai tekananannya (P) maka digunakan rumus berikut :
P=

x 1 1 p1sat + x 2 2 psat
2

Sedangkan untuk mencari nilai yi digunakan rumus dibawah ini :


y 1=

x 1 1 p sat
1
sat
x1 1 p1 + x 2 2 psat
2

y 2=

x 2 2 p 2
sat
sat
x1 1 p1 + x 2 2 p2

sat

Sehingga, perhitungannya adalah sebagai berikut :


Tabel 1. Data perhitungan untuk mencari nilai yi
x1

x2

y1

y2

ln 1

ln 2

-1

15,91

0,1

0,9

0,005958819

0,994041

-0,81

1,61

0,01

0,81

11,66792

0,2

0,8

0,063917181

0,936083

-0,64

1,24

0,04

0,64

8,702136

0,3

0,7

0,255949975

0,74405

-0,49

0,89

0,09

0,49

7,334359

0,4

0,6

0,564236051

0,435764

-0,36

0,56

0,16

0,36

7,886288

0,5

0,5

0,813780915

0,186219

-0,25

0,25

0,25

0,25

10,67963

0,6

0,4

0,936503154

0,063497

-0,16

-0,04

0,36

0,16

16,03607

0,7

0,3

0,982305716

0,017694

-0,09

-0,31

0,49

0,09

24,27733

0,8

0,2

0,996437239

0,003563

-0,04

-0,56

0,64

0,04

35,7251

0,9

0,1

0,9996862

0,000314

-0,01

-0,79

0,81

0,01

50,70109

-1

69,527

Sumber : datum pribadi


Dari data diatas, selanjutnya diplot ke dalam grafik.

diagram p-x1 dan py1


80
70
60
50

P-y1

tekanan (P) 40
30

P-x1

20
10
0
0

0.2

0.4

0.6

0.8

1.2

komposisi

Gambar 6 Grafik hubungan tekanan dengan komposisi uap


Sumber : datum pribadi
(c) The stream from a gas well is a mixture containing 50 mol % methane, 10 mol
% ethane, 20 mol % propane, and 20 mol % n-butane. This stream is feed into
a partial condenser maintained at a pressure of 17,24 bar, where its
temperature is brought to 27oC. Prepare a P-T flash algorithm that could be
used to solve this problem and then use that algorithm to determine: the molar
fraction of the gas that condences and the compositions of the liquid and
vapor phase leaving the condenser. Assume that the mixture is an ideal
mixture.

Asumsi :

Campuran ideal

Algoritma untuk kasus ini terlampir pada halaman selanjutnya.


Dengan menggunakan algoritma yang terlampir, hal pertama yang harus dilakukan
adalah menentukan dan mengidentifikasi data-data yang terdapat pada soal.
1. Membaca nilai T, P, dan zi

Gambar 7 Ilustrasi soal nomor 2c


Sumber : datum pribadi

Stop
Membaca dan mengidentifikasi nilai T, P dan zi

Sistem berada pada kesetimbangan cair dimana L=1


Menghitung nilai Dew P dimana yi = zi

Jika P < Dew P tidak terpenuhi

Menghitung nilai Bubl P dimana xi = zi

Menentukan apakah

apakah
Dew
JikaP < P < Bubl PDew P < P < Bubl P Tentukan
tidak terpenuhi

Jika benar Dew P < P < Bubl P

P < Dew P

Jika P < Dew P terpenuhi

Mencari nilai Ki dari grafik

Sistem berada pada kesetimbangan uap dimana V=


Trial and eror nilai xi
Stop

Menaksir satu nilai xi agar syarat perhitungan flash terpenuhi

Mengecek apakah jumlah |xi-1| dan |yi-1| <

Jika ya

Jika tidak

stop

Kembali ke

2. Perhitungan DewP
Sesuai algoritma diatas, langkah kedua yang harus dilakukan adalah menghitung ilai
dari DewP. Dari soal diketahui bahwa suhu sistem yaitu 27 oC. Pada perhitungan dew
point, maka syarat yang harus dipenuhi adalah

yi
=1
Ki

Oleh karena itu, kita harus melakukan trial and error pada setiap tekanan karena nilai
K tergatung pada tekanan. Selain itu, fraksi yi sama dengan zi karena pada dew point
fraksi uap meggambarkan fraksi keseluruhan sistem. Data perhitungannya adalah
sebagai berikut :
P=150 psia
P=200 psia
P=167,17 psia
Ki
yi/Ki
Ki
yi/Ki
Ki
yi/Ki
metana
0,5
16,2
0,030864 12,6
0,039683
15,8
0,031646
etana
0,1
2,5
0,04
3,2
0,03125
3,05
0,032787
propana
0,2
0,8
0,25
1
0,2
0,96
0,208333
n-butana
0,2
0,25
0,8
0,3
0,666667
0,29
0,689655
yi/K
yi/K
1,120864
0,937599
yi/Ki 1
i
i
Jika tek3anan sistem sebesar 150 psia, maka jumlah yi/Ki adalah 1,120. Jika tekanan
komponen yi

sistem sebesar 200 psia, maka jumlah yi/Ki adalah 0,937. Sehingga, dengan
interpolasi didapatkan bahwa jumlah yi/Ki mendekati 1 pada tekanan 167,17 psia
atau 11,372 bar.
3. Perhitungan BublP
Langkah ketiga yaitu menghitung nilai dari BublP. Cara yang digunakan untuk
menghitung nilai BublP hampir sama seperti pada perhitungan dew point, tetapi
syarat yang harus dipenuhi adalah :

xiKi=1

Cara trial dan error digunakan untuk menebak tekanan mulai menguap (bubble point).
Fraksi cair yang digunakan sama dengan fraksi total, karena pada bubble point sistem
masih berbentuk cairan seluruhnya dan tepat akan mulai menguap.
Data perhitungannya adalah sebagai berikut :
kompone

P=250 psia
P=300 psia
Ki
xiKi
Ki
xiKi
n
metana
0,5
11,1
5,55
8,5
4,25
etana
0,1
2,1
0,21
1,8
0,18
propana
0,2
0,68
0,136
0,6
0,12
n-butana
0,2
0,21
0,042
0,19
0,038
xiKi 5,938
xiKi 4,588
Dari tabel tersebut kita mengetahui bahwa semakin meningkatnya tekanan, maka nilai
Xi

dari xiKi semakin mendekati 1. Namun seperti terlihat pada grafik, bahwa sampai
pada tekanan 700 psia (47,62 bar) nilai xiKi masih berada di atas 1. Tetapi, hal itu
telah menunjukan bahwa pada P=17,24 bar sistem berada pada kondisi
kesetimbangan uap-cair. Oleh karena itu, untuk menghitung fraksi uap dan cair untuk
masing-masing komponen serta fraksi total fasa uap dan cair dapat menggunakan
perhitungan flash. Jika L adalah mol fasa cair dan V adalah mol fasa uap, maka :
L+V =1

(1)

zi=xiL+ yiV

(2)

Menggabungkan persamaan (1) dan (2) untuk mengeliminasi V, sehingga :


zi=xiL+ yi( 1L)
Substitusi yi=xiKi, kita mendapatkan
zi=xiL+ xiKi ( 1L )
zi=xiL+ xiKixiKiL
zi=xi(L+ KiKiL)

xi=

zi
L+ KiKiL

xi=

zi
L+ Ki (1L)

(3)

Pada perhitungan flash, syarat yang harus dipenuhi adalah

zi
=1
(4)
L+ Ki(1L)

Dengan melakukan trial dan error pada nilai L, maka kita mendapatkan tabel :
yi
Kompon
en

=xiKi

xi untuk setiap L
zi

L=0,14

Ki

5
L=0,1

Metana

0,5

10

Etana

0,1

2,075

L=0,16

L=0,14

5
0,05494 0,05841 0,05750 0,57504
5
1
4
3
0,05082 0,05254 0,05210 0,10812

6
9
7
2
0,28089 0,27352
0,18722
Propana
0,2
0,68
0,27533
9
3
5
0,69204
0,61623
n-Butana 0,2
0,21
0,59453
0,12941
2
8
1,07871 0,97901
Total
1
1
1
3
Pertama kita mencoba pada L sebesar 0,1; maka pada perhitungan persamaan
(4) didapatkan hasil 1,079. Lalu kita masukan L sebesar 0,16; maka didapatkan hasil
perhitungan persamaan (4) sebesar 0,979. Dengan interpolasi kita bisa mendapatkan
bahwa fraksi mol yang terkondensasi adalah sebesar 0,145, sehingga fraksi mol fasa
uapnya sebesar 0,855. Sehingga hasil yang didapat adalah :
Komponen

Fraksi pada fasa cair

Fraksi pada fasa uap

Metana

0,058

0,575

Etana

0,052

0,108

Propana

0,275

0,187

n-butana

0,616

0,129

Soal Nomor 3
Fugacity and fugacity coefficient
(a) The requirement for liquid-vapor equilibrium of a pure fluid is equality of
fugacity (f) or fugacity coefficient ( ):

f l =f v

or

l =v . Explain

what is meant by fugacity and fugacity cofficient using the following plot of
f

and

as a function of pressure for H2O at 300C. At what pressure

these requirements apply to water at a temperature of 300C? Is this pressure


equal to the vapor pressure given in the steam table?

Gambar 8 Fugasitas dan Koefisien Fugasitas steam 300C


Sumber: pemicu PBL 4
Jawab:
Fugasitas adalah kecenderungan suatu gas untuk mengembang, yang dinyatakan
sebagai fungsi tekanan, parameter yang menunjukkan tekanan suatu zat dalam kondisi ideal
(gas ideal) bernilai sama dengan tekanan p (f = p).
Berdasarkan grafik di atas, ketika suatu zat telah melewati kondisi saturated maka
fugasitasnya konstan atau meningkat dalam jumlah kecil. Dalam grafik juga terlihat saat p
semakin menjauhi nol, maka nilai f akan semakin jauh dari tekanannya (memiliki slope atau
penyimpangan). Akan tetapi, ketika garis p ditarik menuju nol, maka garis fugasitas akan
berhimpit dengan p yang menunjukkan bahwa saat p mendekati nol, p berbanding lurus
dengan f. Untuk sistem dengan kondisi equilibrium, fugasitas suatu fasa sama dengan
fugasitas fasa lainnya dalam sistem tersebut.
Koefisien fugasitas adalah suatu besaran tak berdimensi, yaitu rasio fugasitas dan
tekanan. Pada keadaan ideal (di mana limit dari tekanan mendekati nol), nilai koefisien
fugasitas akan mendekati satu (lim = 1).
Berdasarkan grafik, semakin tinggi tekanan, maka nilai koefisien fugasitas akan
semakin kecil. Hal ini menandakan bahwa semakin tinggi tekanan sistem, semakin jauh sifat
sistem dari kondisi ideal (koefisien fugasitasnya bernilai satu). Pada grafik juga tampak
bahwa setelah zat melewati kondisi saturated, nilai koefisien fugasitas akan menurun secara
signifikan. Hal ini disebabkan karena tekanan akan terus bertambah sementara fugasitas tetap
bernilai konstan.
a. Untuk Zat Murni
Untuk memplot fugasitas dan koefisien fugasitas sebagai fungsi tekanan, maka
digunakan persamaan energi Gibbs. Tekanan pada kondisi saturated pada suhu 300C
adalah 8.592,7 kPa. Oleh karena itu, dalam rentang p < psat, perhitungan fugasitas dilakukan

dengan menggunakan konsep fugasitas untuk spesi murni.

Gi= i ( T )+ RT ln f i (1)
Untuk tekanan rendah referensi ditandai dengan * dan dirumuskan:

Gi= i ( T ) + RT ln f i (2)
Perbedaan kedua persamaan diatas adalah

G iG i =RT ln f i RT ln f i ( 3)
GiGi =RT ln

ln

fi
(4 )
fi

fi
1
( G Gi ) (5)
=
f i RT i

Karena G=H-TS maka Gi=Hi-TSi dan Gi*=Hi*-TSi*

ln

fi
1

=
( H T . S i )(H i T . S i ) ] (6)
f i RT [ i

f
1
ln i =
fi R

[(

H iH i
(S iS i ) (7)
T

Nilai tekanan yang paling rendah untuk suhu 300C yang terdapat dalam steam table (Buku
Van Ness) adalah 1kPa (P referensi=p*). Uap dalam kondisi ini, dapat dikatakan berada
dalam kondisi ideal, sehingga fi* = p* = 1kPa. Untuk kondisi ini, diperoleh entalpi dan
entropi saat tekanan 1 kPa seperti berikut ini:
Hi* = 3076,8 J/g dan Si* = 10,3450 J/g.K

Agar persamaan (7) menjadi persamaan tak berdimensi, perlu dilakukan perkalian dengan
nilai Mr senyawa yang akan ditinjau.

f
Mr
ln i =
R
fi

[(

H iH i
(S iSi ) (8)
T

Persamaan (8) digunakan untuk kondisi superheated untuk berbagai variasi tekanan, dari 1
kPa hingga tekanan jenuh (8592,7 kPa) untuk suhu 300C. Oleh karena itu, untuk kondisi
p dibawah psat, data Hi dan Si dapat diperoleh dari steam table untuk kondisi superheated.
p

Hi

Si

Hi*

3072

7,89

3076

,1
3067

37
7,56

,8
3076

,2
3062

75
7,37

,8
3076

,3
3057

40
7,23

,8
3076

100

,3
3052

48
7,12

,8
3076

0
120

,1
3046

51
7,03

,8
3076

0
140

,9
3041

42
6,95

,8
3076

0
160

,6
3036

61
6,88

,8
3076

0
180

,2
3030

73
6,82

,8
3076

0
200

,7

57
6,76

,8
3076

3019

96
6,71

,8
3076

0
240

,3
3013

79
6,66

,8
3076

0
260

,4
3007

99
6,62

,8
3076

0
280

,4
3001

49
6,58

,8
3076

0
300

,3
2995

24
6,54

,8
3076

0
320

,1
2988

22
6,50

,8
3076

,7

37

,8

200
400
600
800

0
220

3025

(HiHi*)/T
-0,00820
-0,01675
-0,02531
-0,03403
-0,04311
-0,05218
-0,06143
-0,07086
-0,08045
-0,09040
-0,10035
-0,11065
-0,12112
-0,13176
-0,14258
-0,15375

Si*

Si-Si*

ln(f/f*)

10,34

5,2937

5
10,34

2,4513
-

7
5,9820

5
10,34

2,7775

6
6,3828

5
10,34

-2,971
-

1
6,6655

5
10,34

3,1102
-

3
6,8835

5
10,34

3,2199
-

6
7,0608

5
10,34

3,3108
-

6
7,2100

5
10,34

3,3889
-

5
7,3387

5
10,34

3,4577
-

1
7,4513

5
10,34

3,5193
-

9
7,5513

5
10,34

3,5754
-

9
7,6418

5
10,34

3,6271
-

6
7,7235

5
10,34

3,6751
-

6
7,7983

5
10,34

3,7201
-

7
7,8674

5
10,34

3,7626
-

0
7,9310

5
10,34

3,8028
-

6
7,9902

3,8413

340

2982

6,46

3076

0
360

,2
2975

69
6,43

,8
3076

0
380

,6
2968

15
6,39

,8
3076

0
400

,9

73
6,36

,8
3076

42
6,33

,8
3076

2947

20
6,30

,8
3076

0
460

,8
2940

06
6,27

,8
3076

0
480

,5
2933

00
6,23

,8
3076

0
500

,1
2925

99
6,21

,8
3076

0
520

,5
2917

05
6,18

,8
3076

0
540

,8
2909

15
6,15

,8
3076

0
560

,8
2901

30
6,12

,8
3076

0
580

,7
2893

48
6,09

,8
3076

0
600

,5

69
6,06

,8
3076

2876

92
6,04

,8
3076

0
640

,3
2867

18
6,01

,8
3076

0
660

,5
2858

44
5,98

,8
3076

0
680

,4

72
5,95

,8
3076

2839

99
5,93

,8
3076

,4

27

,8

0
420
0
440

0
620

0
700
0

2962
2955

2885

2849

-0,16510
-0,17661
-0,18831
-0,20035
-0,21257
-0,22513
-0,23787
-0,25079
-0,26405
-0,27749
-0,29145
-0,30558
-0,31990
-0,33473
-0,34991
-0,36527
-0,38115
-0,39756
-0,41431

10,34

8,0454

5
10,34

3,8781
-

4
8,0971

5
10,34

3,9135
-

8
8,1459

5
10,34

3,9477
-

5
8,1915

5
10,34

3,9808

8
8,2348

5
10,34
5
10,34
5
10,34

-4,013
4,0444
-4,075

8
8,2757
0
8,3144

0
8,3516

5
10,34

4,1051
-

3
8,3866

5
10,34

4,1345
-

0
8,4203

5
10,34

4,1635

2
8,4518

5
10,34

-4,192
-

2
8,4822

5
10,34

4,2202
-

9
8,5117

5
10,34

4,2481
-

4
8,5396

5
10,34

4,2758
-

2
8,5660

5
10,34

4,3032
-

9
8,5921

5
10,34

4,3306
-

8
8,6167

5
10,34

4,3578
-

1
8,6403

5
10,34

4,3851
-

2
8,6629

4,4123

720

2829

5,90

3076

0
740

,5
2819

54
5,87

,8
3076

0
760

,3
2808

79
5,85

,8
3076

0
780

,8

03
5,82

,8
3076

2786

24
5,79

,8
3076

0
820

,8
2775

42
5,76

,8
3076

0
840

,2
2763

56
5,73

,8
3076

,1

66

,8

2798

0
800

-0,43159
-0,44939
-0,46771
-0,48656
-0,50611
-0,52635
-0,54747

10,34

8,6846

5
10,34

4,4396
-

7
8,7056

5
10,34

4,4671
-

8
8,7257

5
10,34

4,4947
-

8
8,7454

5
10,34

4,5226
-

0
8,7641

5
10,34

4,5508
-

5
8,7822

5
10,34

4,5794
-

5
8,7993

4,6084

Untuk tekanan di atas tekanan saturated (8.592,7 kPa), fase berwujud cairan murni. Untuk
kondisi ini, digunakan tabel saturated, karena nilai entalpi dan entropi untuk subcooled
liquid dan saturated liquid dianggap sama pada suhu yang sama. Oleh karena itu, persamaan
fugasitas yang digunakan untuk fase ini adalah persamaan fugasitas untuk pure liquid
P

GiGi = V i dP (9)
sat

sat

sat

G iG i =RT ln

fi
f isat

(10)

Karena Gi-Gisat dapat dieliminasi, maka:


ln

fi
fi

=
sat

1
V dP (11)
RT P i
sat

Karena Vi (volume molar liquid) merupakan fungsi P yang sangat lemah pada suhu
dibawah suhu kritis (Tc), maka Vi dapat diasumsikan konstan pada kondisi saturated (Vil).
ln

fi
fi

=
sat

V i ( PPsat )
(12)
RT

V i ( PPsat )
f i = sat P sat exp
(13)
RT
Nilai volume molar dapat dihitung dengan cara berikut.

m3 18,015 kg
cm3
V i=V spesifik . Mr =1403 .
=25,275
kg kgmol
mol
Pada suhu 300C, isat bernilai 0,7843, sehingga nilai fi untuk masing masing tekanan
mulai dari 9000 kPa hingga 10000 kPa dalam keadaan subcooled adalah :
P
860

Psat
8592,

fsat
6738,

Vil
25,2

0
880

7
8592,

9
6738,

75
25,2

0
900

7
8592,

9
6738,

75
25,2

0
920

7
8592,

9
6738,

75
25,2

0
940

7
8592,

9
6738,

75
25,2

0
960

7
8592,

9
6738,

75
25,2

0
980

7
8592,

9
6738,

75
25,2

0
100

7
8592,

9
6738,

75
25,2

00

75

ln (f/fsat)
0,00004
0,00110
0,00216
0,00322
0,00428
0,00534
0,00641
0,00747

f/fsat
1,0000

f
6739,5

0,783

4
1,0011

16
6746,6

66
0,766

0
1,0021

71
6753,8

67
0,750

6
1,0032

33
6761,0

43
0,734

3
1,0042

04
6768,1

89
0,720

9
1,0053

82
6775,3

02
0,705

6
1,0064

67
6782,5

77
0,692

3
1,0074

60
6789,7

10
0,678

61

98

Sehingga hasil yang diperoleh adalah


p
200
400
600
800

F
199,09

0,995

3
396,25

46
0,990

6
591,58

64
0,985

8
784,87

98
0,981

1000
1200
1400
1600
1800
2000
2200
2400
2600
2800
3000
3200
3400
3600
3800
4000
4200
4400

6
976,09

09
0,976

7
1165,4

10
0,971

50
1352,9

21
0,966

59
1538,7

40
0,961

21
1722,2

70
0,956

47
1903,3

80
0,951

85
2083,6

69
0,947

14
2260,9

10
0,942

85
2436,6

08
0,937

36
2610,7

17
0,932

60
2782,3

41
0,927

67
2952,1

46
0,922

18
3119,5

54
0,917

30
3285,2

51
0,912

07
3449,3

56
0,907

95
3610,4

74
0,902

34
3770,2

61
0,897

04
3927,2

67
0,892

53

56

4600
4800
5000
5200
5400
5600
5800
6000
6200
6400
6600
6800
7000
7200
7400
7600
7800
8000
8200

4082,2

0,887

16
4237,0

44
0,882

95
4387,8

73
0,877

66
4538,3

57
0,872

47
4683,5

76
0,867

91
4828,5

33
0,862

16
4972,8

23
0,857

09
5113,3

38
0,852

91
5250,5

23
0,846

58
5389,3

86
0,842

67
5523,1

09
0,836

78
5655,1

85
0,831

20
5784,5

64
0,826

82
5911,5

37
0,821

80
6037,1

05
0,815

33
6159,6

83
0,810

95
6281,7

49
0,805

03
6400,6

35
0,800

03
6517,5

08
0,794

44

82

8400
8600
8800
9000
9200
9400
9600
9800
10000

6629,8

0,789

28
6739,5

27
0,783

16
6746,6

66
0,766

71
6753,8

67
0,750

33
6761,0

43
0,734

04
6768,1

89
0,720

82
6775,3

02
0,705

67
6782,5

77
0,692

60
6789,7

10
0,678

61

98

Penggabungan data data di atas akan menghasilkan grafik berikut.

Fugasitas terhadap Tekanan


8000.000
7000.000
6000.000
5000.000

Fugasitas terhadap
tekanan

4000.000
3000.000
2000.000
1000.000
0.000
0

2000

4000

6000

8000 10000 12000

Hubungan antara tekanan dengan koefisien fugasitas dapat dinyatakan dalam persamaan

i=

fi
(14 )
P

Hubungan ini ditunjukkan dalam grafik dibawah ini.

Tekanan terhadap Koefisien Fugasitas


1.20000
1.00000
0.80000
p terhadap koef. fugasitas
0.60000
0.40000
0.20000
0.00000
0

5000

10000

15000

Persyaratan kesetimbangan cair uap suatu fluida murni dapat dituliskan fL =


fV atau L = V. Konsep fugasitas untuk zat murni dapat dinyatakan dengan persamaan
Gi= + RTlnfi . Untuk zat murni dalam keadaan saturated vapor dan saturated liquid,
persamaan tersebut dapat dituliskan kembali menjadi :
Giv = i ( T )+ RTln f iv ( 15 )
Gil= i ( T ) + RTln f il ( 16 )

( i ( T )+ RTln f il)
...(17)
Giv Gil= i ( T )+ RTln f iv
Giv Gil=RTln f iv RTln f il (18)
f iv
Gi Gi =RTln l (19)
fi
v

Persamaan di atas dapat digunakan untuk proses perubahan fasa dari fasa uap jenuh
menuju fasa cari jenuh maupun sebaliknya pada temperatur dan tekanan konstan (psat). Pada
kondisi equilibrium, perubahan energi Gibbs memiliki besar nol, sehingga persamaan (19)
dapat dinyatakan kembali sebagai berikut.
v

f
0=RTln i l (20)
fi
f i v =f il ( 21 )

Untuk zat murni, fasa uap dan cair dalam temperatur dan tekanan yang sama, akan memiliki
nilai fugasitas dan koefisien fugasitas yang sama. Karena = f/P dan

f i =f i

(untuk

kondisi tekanan yang sama), maka v=l.


Nilai psat dari grafik dihitung dengan persamaan berikut
sat

Pi =

fi

sat

sat

(22)

Nilai nilai yang dibutuhkan dalam persamaan (21) diperoleh dengan melakukan pendekatan
pada grafik yaitu senilai 6700 kPa dan sebesar 0,78. Dari kedua nilai tersebut, nilai pisat
sebesar 8589,7 kPa. Nilai yang diperoleh mendekati nilai pisat yang diperoleh dari steam
table. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pisat grafik= pisat dari steam table.
b. Untuk Campuran dan Menghubungkannya dengan Hukum Raoult

y i P=xi i Pi sat ( i=1, 2, , N ) ( 23 )


Jika fasa uap yang digunakan merupakan gas ideal dengan tekanan rendah-sedang dan fasa
cairnya adalah larutan ideal (sistem terdiri dari spesi-spesi yang mirip), lalu dihubungkan
dengan Energi Gibbs

i= i ( T )+ RT ln f^ i
G
dimana

f^ i adalah fugasitas spesi i dalam larutan. Untuk larutan ideal menjadi:

iid= i ( T )+RT ln x i f i
G
x i f i adalah fugasitas larutan ideal dikali fraksi mol fasa liquid.

dimana

Selisihnya menjadi

^
i G
iid = i ( T ) i ( T )+ RT ln f i
G
xi f i
karena koefisien aktivitas atau

i dirumuskan sebagai berikut:

f^ i
(24)
xi f i

Sehingga

iE =RT ln i (25)
G
iE =0 sehingga i=1
G
Oleh karena itu

y i P=xi Pisat ( i=1,2, , N ) ( 2 ) atau i=1


pada T, P, dan komposisi sama diketahui bahwa
id
sat
f^ i =xi f i=x i Pi = y i P

maka

f^ i =f^ iid atau f iv =f il


Untuk koefisien fugasitas seperti berikut:
iv
il

f iv
yi P
f il
x i Pisat

Karena dapat dieliminasi maka

i
=1
l
i
Sehingga

iv = il
Maka terbukti bahwa fugasitas dan koefisien fugasitas dapat memiliki nilai yang sama pada
zat murni maupun campuran.

(b) Derive the given equation for ln ():


ln =z1ln ( zB )

B=

A
z +2.414
ln
z0.414
2 2 B

, where

A=

a (T ) P
R2 T 2

and

bP
RT , by combining the following thermodynamic relationship
v

ln =z1ln z

( RTP 1v ) dv

and the Peng-Robinson equation of state.

Jawab:
v

P 1
Penurunan persamaan ln =z1ln z RT v dv

ln =z1ln z

ln =z1ln z

( RTP 1v ) dv

( () )

P v
1
dv
RT v
v

ln =z1ln z

ln =z1ln z

( z1v )dv

z1
1
d
1

( )()

ln =z1ln z ( z1 )
0

ln =z1ln z+
0

( z1 ) d

Penurunan Peng-Robinson equation of state

P=

a (T )
RT
2
v b v +2 bvb 2

1
d
2

P=

(1)

a (T )
RT
2
v b v +2 bvb 2

a(T )
v
RT v
v
=
2
2
RT v b RT
v +2 bvb RT

( )

z=

z=

a (T )
v

vb
RT

( )

( )( v +2 vbvb )

1
b

z=

( aRT( T ) )

1
b

a (T )

RT

(( ) )

( )

1 2
1
+2 b b2

(( ) ) ( )
1

1 2
1
+ 2b b 2

a (T )

2
RT
b

a (T )

(1b) RT (1+2 bb 2 2 )

z=

z=

2
2

( )( 1+2 bb
))

))

a (T )

(1b) RT (1+2 bb 2 2 )

a (T )
1

(1b) RT (1+2 bb2 2)

z=

z=

))

))

a (T )
1
1b
=

(
( 1b
)
1b ( (1b ) ( RT ( 1+2 bb ) )) 1b )

z1=

a (T )
1
1b

(1b ) 1b
RT ( 1+2 bb2 2 )

z1=

a (T )
b

1b RT ( 1+2 bb2 2)

)(

))

))

Substitusi persamaan 1 dengan persamaan 2

(2)

ln =z1ln z+
0

z1=

a (T )
b

1b RT ( 1+2 bb2 2)

(
0

(
0

(
0

(
0

(
(
0

))

(2)

( )

z1
1
d= ( z1 ) d (b)

b
0

))

a (T )
z1
1
b
d=

d (b)

RT ( 1+ 2bb2 2 )
0 b 1b

(1)

z1
z1
d=
d (b)

b
0

(( )

)
d (b)
( )( RT (1+2a ( Tbb
) ))

z1
1
b
1
d=

b 1b b
0

( z1 ) d

))

a( T )
z1
1
d=

d (b)

bRT ( 1+2 bb 2 2 )
0 1b

a (T )
z1
1
1
d=
d ( b )
d (b)

bRT 0 ( 1+2 bb2 2)


0 1b

(3)

Diselesaikan dengan cara yang analog dengan persamaan A

1
1
2 ax+ b b 24 ac
dx=
ln
( a x2 +bx +c )
b2 4 ac 2 ax+ b+ b24 ac

)
(A)

a=1, b=2, c=1

Dengan
b

1
1
2 b+22 2
d ( b)=
ln (
( 1+2 bb
)

2 +4 2 b+2+2 2 )
2

[(

1
1
b1+ 2
d ( b)=
ln
2 2
2 2
b1 2
1+2 bb

)]

(4)

Substitusi persamaan 4 ke persamaan 3

(
0

(
0

(
0

a (T )
z1
1
1
d=
d ( b )
d (b)

bRT 0 ( 1+2 bb2 2)


0 1b

( )[ (

b
a (T ) 1
z1
b1+ 2 1+ 2 1 2
d=[ ln ( 1b) ]
ln
.
.

bRT 2 2
b1 2 1+ 2 1 2
0

( )[ (

( 1+ 2 ) b+1 1 2
a (T ) 1
z1
d=ln ( 1b )
ln
.

bRT 2 2
( 1 2 ) b+1 1+ 2

)]

)]

a (T )

d=ln ( 1b )
( z1
)
bRT
0

( 1+ 2 ) b+1 1 2
1 2
.
ln (
( 2 1 2 )[ ln ( (1
)
1+ 2 ) ]
2 ) b+1 1+ 2

a(T )

b
d=ln (1 )
( z1
)
V
bRT
0

( 2 2 )[ (
1

ln

( 1+ 2 ) b+1
( 1 2 ) b+1

)]

(5)

Substitusi persamaan 5 dengan nilai A,B,v,z

A=

a (T ) P
R2 T 2

a=

AR T
(T ) P

B=

bP
RT

b=

BRT
P

a(T )

b
d=ln (1 )
( z1
)

v
bRT
0

(
0

(
0

( 2 2 )[ (
1

ln

[(

1
v

( 1+ 2 ) b+ 1
( 1 2 ) b+1

Pv
=z
RT

)]

BRT
+1
z1
BRT
A 1
Pv
d=ln 1

ln

Pv
B 2 2
( 1 2 ) BRT +1
Pv

( 1+ 2 )

[ ( )]

B
z1
B
A 1
z
d=ln 1
ln

z
B 2 2
( 1 2 ) B +1
z

( 1+ 2 ) +1

)]

zB
A 1
d=ln (

( z1
)
)

z
B 2 2
0

ln

1+ 2 ) B+ z
1 2 ) B+ z

( ((

)]

A 1
z+2.414 B
d=ln ( zB )+ ln z
ln (
( z1
)

B 2 2
z 0.414 B )
0

(6)

Substitusi persamaan 6 ke persamaan 1

ln =z1ln z+
0

( z1 ) d

ln =z1ln zln ( zB ) + ln z

ln =z1ln ( zB )

A 1
z +2.414 B
ln
B 2 2
z0.414 B

A
z +2.414 B
ln
z0.414 B
2 2 B

(c) Use the working equation above regenerate the fugasity coefficient
data points of H2O at 300oC by writing a suitable FORTRAN
computer program and redraw the given plot.

Program Fortran yang dibuat adalah sebagai berikut :

(d)
(d)
(d)
(d)
(d)
(d)
(d)
(d)
(d)
(d)
(d)
(d)
(d)
(d)
(d)
(d)
(d)
(d)
(d)
(d)
(d)
(d)
(d)
(d)
(d)
(d)
(d)
Namun, program diatas tidak dapat memberikan hasil. Tampilan program
ketika dijalankan adalah sebagai berikut :

Anda mungkin juga menyukai