Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Keberagaman sumber daya alam dan manusia pada tiap negara
mendorong

lahirnya

pertukaran

komoditas.

Suatu

negara

akan

membutuhkan komoditi yang tidak tersedia di negaranya tetapi tersedia di


negara lain, maka negara tersebut akan melakukan perdagangan atau pertukaran
komoditi dengan negara lain. Terjadilah kegiatan ekspor dan impor tiap negara.
Menurut Punan (1992:2) Ekspor adalah mengeluarkan barang dari dalam
keluar daerah pabean Indonesia dengan memenuhi ketentuan berlaku. Tetapi
menurut Curry (2001:145) Ekspor adalah barang dan jasa yang dijual kepada
negara asing untuk ditukarkan dengan barang lain (Produk,uang). Sedangkan
menurut Winardi (1992:2003) pengertian ekspor adalah barang-barang
(termasuk jasa-jasa) yang dijual kepada penduduk Negara lain, ditambah dengan
jasa-jasa yang diselenggarakan kepada penduduk Negara tersebut berupa
pengangkutan permodalan dan hal-hal lain yang membantu ekspor tersebut.

Perdagangan internasional ekspor impor adalah kegiatan yang dijalankan


eksportir maupun produsen eksportir dalam transaksi jual beli suatu komoditi
dengan orang asing, bangsa asing, dan negara asing. Kemudian penjual dan
pembeli yang lazim disebut eksportir dan importir melakukan pembayaran
dengan valuta asing Amir (2001:1).
Melimpahnya kekayaan alam di negeri ini menyambut peluang bisnis
berskala internasional. Dengan segudang hasil panen, Indonesia mampu
mengekspor beberapa bahan pangan maupun bahan produksi, seperti kayu atau

hasil hutan lain. Kegiatan ekspor impor ini dijadikan salah satu solusi yang
dipilih agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi. Maraknya barang impor
memberikan jawaban atas kebutuhan masyarakat Indonesia yang belum
diproduksi di negeri sendiri dan maupun barang-barang yang terbatas
persediaannya.
Kegiatan ekspor-impor juga dapat menumbuhkan hubungan harmonis
untuk masing-masing negara. Dengan perdagangan internasional ini, banyak
pihak dilibatkan dan sama-sama mendapat keuntungan. Baik keuntungan hasil
jual maupun keuntungan atas pemenuhan kebutuhan. Ekspor impor juga
merupakan salah satu lapangan pekerjaan yang besar pengaruhnya bagi para
pebisnis.
Pengutamaan ekspor bagi Indonesia sudah digalakkan sejak tahun 1983.
Sejak saat itu, ekspor menjadi perhatian dalam memacu pertumbuhan ekonomi
seiring dengan berubahnya strategi industrialisasi dari penekanan pada industri
substitusi impor ke industri promosi ekspor. Konsumen dalam negeri membeli
barang impor atau konsumen luar negeri membeli barang domestik, menjadi
sesuatu yang sangat lazim. Persaingan sangat tajam antarberbagai produk. Selain
harga, kualitas atau mutu barang menjadi faktor penentu daya saing suatu
produk.
Dalam hal pertumbuhan ekonomi, Bank Indonesia adalah parameter
utama pengatur tingkatan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi Indonesia.
Tingkatan valuta atau mata uang harus senantiasa bertahan dan dicover pada titik
tertentu untuk menunjang kestabilan ekonomi Indonesia. Tingkatan fluktuasi
mata uang tersebut tentu juga dipengaruhi oleh tingkatan ekspor impor tersebut.
Perdagangan internasional antar negara yang berbeda inilah yang
membutuhkan mata uang yang berbeda pula. Nilai tukar suatu mata uang sangat
berpengaruh pada kelangsungan perdagangan internasional antar masing-masing

negara dalam kegiatan ekspor-impor. Disinilah peran nilai tukar, karena nilai
tukar

menyesuaikan

dengan

kondisi

perekonomian

khususnya

dalam

perdagangan internasional. Nilai tukar akan melemah atau terdepresiasi kalau


prospek ekonomi kurang baik dan akan menguat atau apresiasi kalau prospek
ekonomi membaik.
Ekspor-impor bahkan sangat berpengaruh pada laju inflasi dan
pertumbuhan ekonomi. Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi dan menjadi
domino effect terhadap laju inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Dan disinilah
peran Bank Indonesia sebagai Bank Sentral untuk melakukan pengedalian,
menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, yang salah satunya adalah
kebijakan nilai tukar.
Mata uang yang menguat memang membuat dilematis. Di sisi lain,
membuat produk impor yang diminat masyarakat menjadi lebih murah, tapi itu
mebuat eksportir nasional mengeluh karena harga jual produk mereka lebih
mahal dan berpotensi kalah bersaing dengan negara lain.. selain itu, penguatan
rupiah yang terlalu ekstrem berakibat buruk pada perekonomian, yaitu
menambah ketidakpastian pelaku ekonomi, termasuk eksportir dan importir.
Idealnya, sebagai titik tengah, nilai tukar yang stabil adalah solusi. Karenanya,
Bank Sentral perlu menjaga agar penguatan rupiah tidak berlebihan.
Bank Indonesia sebagai Bank sentral yang berperan penting dalam
pengendalian laju inflasi dan kestabilan pertumbuhan ekonomi membentuk Tim
Pemantauan dan Pengendalian Inflasi (TPI) dan koordinasi ini terus
dikembangkan ke daerah dengan berdirinya Tim Pengendalian Inflasi Daerah
(TPID). Dengan keberadaan tim tersebut diharapkan sumber-sumber gangguan
inflasi di daerah akibat permasalahan sisi pasokan dan distribusi termasuk
didalamnya sektor ekspor-impor dapat diminimalkan. Maka dalam kesempatan
kali ini, kami akan membahas tentang Kebijakan Moneter Bank Indonesia untuk
Pengendalian Laju Ekspor-Impor.

B. Tujuan dan Manfaat Magang


1. Tujuan Magang
1) Bagi Mahasiswa

Memperluas

wawasan,

pengetahuan

dan

pengalaman sebelum terjun ke bidang yang sesungguhnya.

Untuk menguji dalam menerapkan ilmu yang


diperoleh selama dalam bangku kuliah.

Melatih agar tanggap dan peka dalam menghadapi


masalah di lingkungan kerja.

Meningkatkan

dan

memperdalam

kualitas

keterampilan, daya kreativitas dan kemampuan pribadi.


2) Bagi Fakultas

Sebagai masukkan untuk mengevaluasi sampai sejauh mana


kesesuaian kurikulum pendidikan yang telah diterapkan dengan
kebutuhan tenaga kerja yang terampil di bidangnya.

Mencetak tenaga kerja yang terampil dan jujur dalam menghadapi


tugas dan pekerjaan.

3) Bagi Kantor Bank Indonesia Malang

Membantu menyelesaikan tugas dan pekerjaan sehari-hari di


Kantor Bank Indonesia Malang sebagai tempat magang.

Sebagai masukkan dan sumbangan pemikiran bagi Kantor Bank


Indonesia agar dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan
dalam melakukan aktivitas kerjanya.

Sarana untuk menjembatani hubungan antara instansi dengan


Fakultas Ilmu Admninistrasi Brawijaya untuk melakukan kerja
sama di masa yang akan datang.

2. Manfaat Magang

1) Bagi Mahasiswa
Sebagai masa orientasi serta masa peralihan dari dunia kampus ke
dunia kerja yang sesungguhnya, sehingga pengalaman tersebut
dapat dipakai untuk mempersiap kanmahasiswa dari segi mental
dan maupun kemampuan menghadapi pasar kerja yang akan
datang.
Menjalin hubungan mutualistis dengan pihak Bank Indonesia.
2) Bagi Fakultas
Merupakan salah satu evaluasi dari pencapaian materi yang telah
dikuasai oleh mahasiswa.
Dapat menjalin hubungan dengan pihak Bank Indonesia.
Mewakili eksistensi program studi.Memperoleh informasi
dari industri atau perusahaan tentang peluang lapangan kerja serta
kualifikasi tenaga kerja yang dibutuhkan.
3) Bagi Kantor Bank Indonesia Malang
Sebagai sarana pengabdian masyarakat serta negara, khususnya di

bidang pendidikan dalam rangka mencerdaskan bangsa.


Memperoleh sumber daya manusia sementara dengan kualifikasi

yang sesuaidengan tuntutan di bidangnya.


Memperoleh masukan objektif yang dapat dipertanggungjawabkan
secara

akademis,

Indonesia.

guna

meningkatkan

produktivitas

Bank