Anda di halaman 1dari 22

APLIKASI PENGAUDITAN

AKTIVA TETAP
Kasus PT Bina Citra Pesona

Oleh:
Kelas B (Akuntansi)
Kelompok IX (sembilan)
Anggota:
Mahfuzah Hidayati Rahmi

C1C112215

Mayang Larassati

C1C112094

Safwati Ramadhani

C1C112093

Widiya Nur Oktaviani

C1C112059

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS


UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
2015

AKTIVA TETAP
PENGAWASAN INTERN
Koesioner pengendalian intern berikut ini dibuat oleh Joko Priyanto. Sebelum melaksanakan tugas nomor 9 ini, Saudara harus selalu mengingat 6
(enam) karakteristik pokok sistem pengendalian inter, yaitu: (1) pemisahan tugas, (2) karyawan, (3) akses, (4) otorisasi, (5) pencatatan, dan (6)
perbandingan. Kemudian tentukan kesalahan-kesalahan dan penyimpangan yang mungkin terjadi.
Koesioner Pengendalian Intern Aktiva Tetap
Pertanyaan
1. Apakah pembelian aktiva tetap dilakukan oleh agen pembelian?
2. Apakah semua pembelian aktiva tetap dimintakan persetujuan dewan komisaris?
3. apakah perusahaan memiliki kebijakan untuk membedakan suatu pengeluaran
dikapitalisasi atau diperlakukan sebagai beban reparasi dan pemeliharaan?
4. apakah penghentian aktiva tetap diotorisasi oleh pejabat yang berwenang?
5. apakah prosedur yang menjamin bahwa semua transaksi penghentian aktiva tetap telah
dicatat?
6. apakah perusahaan menyelenggarakan rekening pembantu aktiva tetap?
7. apakah rekening pembantu aktiva tetap tersebut direkomendasikan secara periodik
dengan rekening kontrolnya?
8. Apakah pencocokan periodik antara rekening pembantu aktiva tetap dengan aktiva

Ya

Tidak

Komentar

yang bersangkutan?

PROSEDUR PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS AKTIVA TETAP


PROGRAM PEMERIKSAAN
Eksistensi atau Terjadi:

KETERANGAN

TUGAS MAHASISWA
(Sebelum mengerjakan setiap tugas,
pelajarilah terlebih dahulu kertas kerja

Kelengkapan
1. Minta atau buatlah daftar tentang aktiva

tahun 2004)
Daftar tersebutbelum dibuat oleh klien.

tetap dan akumulasi depresiasi yang

Buatlah daftar tersebut pada kertas kerja


dengan indeks F-1.

mencakup saldo awal, tambahan,


penghentian, dan saldo akhir untuk tiaptiap jenis aktiva tetap.
2. Atas dasar daftar yang dimaksud pada
butir 1 di atas:
a. Periksalah kebenaran penjumlahan.
Karena yang membuat daftar tersebut Sudara,
maka Saudara tidak perlu melakukan
b. Telusur saldo awal ke kertas kerja
tahun sebelumnya.

pemeriksaan atas penjumlahan


.

Cantumkan saldo awal dengan bersumber


pada kertas kerja tahun 2004. cantumkan tick

c. Telusuri saldo akhir ke working trial

mark yang diperlukan pada kertas kerja F-1.

balance
.
d. Telusuri saldo-saldo individual ke

Cantumkan tick mark yang diperlukan pada

kartu aktiva tetap.


3. Untuk tambahan aktiva tetap:
a. Lakukan vouching terhadap faktur dan

kertas kerja F-1.


Saudara sudah lakukan.

Cantumkan tick mark yang diperlukan pada


2

dokumen pendukung lainnya.

kertas kerja F-1.

b. tentukan bahwa semua tambahan


aktiva tetap telah mendapat
persetujuan dari pejabat yang

Lihat informasi tambahan (butir 2).

diperlukan pada kertas kerja F-2.

berwenang.
c. Tentukan bahwa tambahan aktiva tetap
telah diklasifikasikan sebagai aktiva
tetap. Periksa kemungkinan adanya
kesalahan klasifikasi terhadap beban

Cantumkan tick mark dan indeks silang yang

Saudara sudah memeriksa otorisasi yang


terdapat pada voucher-voucher yang
bersangkutan, dan tidak terdapat
penyimpangan.

reparasi dan pemeliharaan.


Lihat informasi tambahan (butir 2).

Periksa dengan seksama Tabel 9 dan tentukan


ada tidaknya kesalahn klasifikasi

d. Jika memungkinkan, lakukan inspeksi

terhadap semua tambahan aktiva tetap


dengan keadaan fisiknya.
e. Telusur otorisasi tambahan aktiva tetap
ke kutipan dewan komisaris.

Sudah Saudara lakukan dan dari hasil inspeksi

Cantumkan tick mark yang diperlukan pada

Saudara berkesimpulan bahwa daftar

kertas kerja F-2.

penambahan aktiva tetap sesuai.


f. Tentukan bahwa semua elemen harga
perolehan tambahan aktiva tetap
(potongan, beban angkut pengiriman,

Kutipan rapat dewan komisaris dapat Saudara

Pelajari dengan seksama kutipan rapat

dewan komisaris.
Cantumkan tick mark yang diperlukan

lihat pada arisip permanen (buku 2).

beban pemasangan, dsb) termasuk

pada kertas kerja F-2.

dalam harga perolehan aktiva tetap.

4. Untuk penghentian aktiva tetap:


a. Lakukan vouching terhadap bukti

Periksa dengan seksama tabel 9.

memorial dan dokumen pendukung


lainnya, hitung nilai buku, dan hitung
laba atau rugi penghentian aktiva tetap.
b. Telusuri laba atau rugi penghentian
aktiva tetap ke rekening yang
Cantumkan tick mark dan indeks silang yang

bersangkutan.
Lihat informasi tambahan (butir 2)
c. Periksa otorisasi penghentian aktiva

diperlukan pada kertas kerja F-3.

tetap. Telusur ke kutipan rapat dewan


komisaris.
d. Telusuri penerimaan kas dari hasil

Cantumkan tick mark yang diperlukan pada

penghentian aktiva tetap ke jurnal

Sudah Saudara lakukan dan tidak ditemukan

penerimaan kas.

perbedaan.

kertas kerja F-3.

5. Lakukan analisis terhadap beban reparasi


Pelajari kutipan rapat dewan komisaris dan

dan pemeliharaan. Tentukan apakah


terdapat beban reparasi dan pemeliharaan
yang seharusnya di reklasifikasi.

Otorisari penghentian aktiva tetap yang

cantumkan tick mark yang diperlukan pada

bersangkutan sudah Saudara periksa.

kertas kerja F-3.


Cantumkan tick mark yang diperlukan pada

Penilaian dan Alokasi


Sudah Saudara lakukan.

kertas kerja F-3.


4

6. Lakukan kalkulasi ulang (reklasifikasi)


terhadap beban depresiasi untuk tahun
berjalan. Telusur ke rekening yang
bersangkutan.

Pelajari dengan seksama tabel 9 dan


Daftar beban depresiasi dan pemeliharaan

cantumkan tick mark yang diperlukan.

telah dibuat oleh klien dan sudah Saudara


Penyajian dan Pengungkapan

dokumentasikan pada kertas kerja F-5.

7. Pertimbangkan untuk mengungkapkan


transaksi-transaksi yang berhubungan
dengan aktiva tetap

Lakukan pengujian depresiasi dan tuangkan


Lihat informasi tambahan (butir 1).

dalam kertas kerja F-4

Pelajari kutipan dewan komisaris

Selesaikan kertas kerja F-1 sampai dengan F5, termasuk usulan penyesuaian dan
reklasifikasi yang Saudara anggap perlu.
Perhatikan dengan seksama kelengkapan
kertas kerja termasuk pencamtuman tick mark
dan indeks silang.
5

INFORMASI TAMBAHAN
1. PT Bina Citra Pesona menggunakan metoda depresiasi garis lurus untuk semua aktiva tetap yang dimiliki. Umur ekonomis masing-masing jenis
aktiva adalah sebagai berikut: Gedung 30 tahun, Mesin dan Peralatan 20 tahun, Kendaraan 4 tahun dan Peralatan Kantor 20 tahun. Penentuan
umur ekonomis ini ditentukan oleh perusahaan setelah diadakan penilaian ulang antara manajemen dengan kantor akuntan Saudara beberapa
tahun lalu. Juga dibicarakan dalam pertemuan tersebut tentang jumlah depresiasi yang harus diperhitungkan untuk tahun dimana suatu aktiva
dibeli atau dihentikan. pada tahun perolehan dan pada tahun penghentian, aktiva tetap didepresiasi selama 6 bulan.
2. Karyawan klien juga telah mengeluarkan seluruh arsip voucher kas beserta barang bukti pendukungnya untuk seluruh pengeluaran yang
berhubungan dengan penambahan aktiva tetap dan beban reparasi dan pemeliharaan. Semua informasi yang berhubungan dengan voucher ini
diikhtisarkan dalam tabel 9. Saudara merasa yakin bahwa semua voucher didukung oleh bukti-bukti pendukung yang dilekatkan pada voucher
yang bersangkutan dan bahwa semua voucher telah memperoleh persetujuan pembayaran.
3. Saudara telah dianggap memeriksa dokumen-dokumen pendukung penjualan aktiva tetap yang bersangkutan, Informasi mengenai harga
perolehan sudah Saudara dapatkan dari kartu aktiva tetap yang bersangkutan. dalam pemeriksaan atas penjualan aktiva tetap ini, Saudara juga
dianggap telah memeriksa jurnal penerimaan kas yang berhubungan dengan penjualan aktiva tetap yang bersangkutan.

INFORMASI KHUSUS DAN TUGAS MAHASISWA


Pada tanggal 1 Juli 2005, perusahaan melakukan penandatanganan kontrak sewa denagn PT Firman Jaya Utama untuk menyewa sebuah mesin. PT
Firman Jaya Utama melakukan pemasangan mesin tersebut pada tanggal 1 Juli 2005. Saudara dapat berasumsi bahwa Saudara telah membaca copy
surat perjanjian tersebut dan mencermati sebagian isinya, yaitu:
1.
2.
3.
4.
5.

Jangka waktu kontrak 20 tahun, dan tidak dapat dibatalkan.


Pembayaran dilakukan dalam jumlah yang sama setiap tahun, yaitu sebesar Rp 31.952.000,00 mulai tanggal 1 Juli 2005.
Mesin yang disewa memiliki nilai pasar Rp 230.000.000,00 dengan perkiraan umur ekonomis 20 tahun tanpa nilai sisa.
PT Bina Citra Pesona akan membayar seluruh pengeluaran yang berkaitan dengan aktiva tersebut termasuk asuransi, pemeliharaan, dan pajak.
mesin tersebut akan dikembalikan ke PT Firman Jaya Utama pada akhir masa sewa.
6

6. PT Firman Jaya Utama mengharapkan return on investement sebesar 15%, lebih kecil dari tariff sewa yang menjadi beban PT Bina Citra Pesona
yaitu sebesar 16%. Present Value dari pembayaran sewa sama dengan nilai pasar mesin yang disewa.
Diasumsikan bahwa saudara sudah mengetahui berapa nilai pasar aktiva tersebut pada tanggal 1 Juli 2005. Saudara juga telah memeriksa faktur
(nomor 7 2) yang berhubungan dengan pembayaran sebesar Rp 31.952.000,00 pada tanggal 1 Juli 2005 dan Saudara memperolah informasi bahwa
jumlah tersebut dicatat dalam rekening Sewa Dibayar di Muka dan diamortisasi sepanjang tahun 2005. Setelah memeriksa Standar Penyajian Laporan
Keuangan, tentukan apakah Saudara perlu menyelesaikan kertas kerja F-6 untuk analisis persetujuan sewa tersebut.
Untuk menyelesaikan kertas kerja F-6, perhatikan informasi diatas dan juga pelajari tabel 9 serta rapat dewan komisaris.

KODE WP: F-1

10

11

12

PERHITUNGAN TARIF DEPRESIASI


1. BANGUNAN:
=

12
12
x 100 =3,33
30 tahun

Tambahan dan Penghentian =

6
12
x 100 =1,67
30 tahun

Depresiasi setahun penuh

2. MESIN DAN PERALATAN KANTOR


12
12
Depresiasi setahun penuh
=
x 100 =5
20 tahun

Tambahan dan Penghentian =

3. KENDARAAN
Depresiasi setahun penuh

Tambahan dan Penghentian =

6
12
x 100 =2,5
20 tahun

12
12
x 100 =25
4 tahun
6
12
x 100 =12,5
4 tahun

4. MEUBEL DAN PERALATAN KANTOR

13

Depresiasi setahun penuh

Tambahan dan Penghentian =

12
12
x 100 =5
20 tahun
6
12
x 100 =2,5
20 tahun

14

15

16

17

18

PT BINA CITRA PESONA

KODE WP: F - 6

ANALISIS PERJANJIAN SEWA


31 DESEMBER 2005
Saya telah membaca copy surat perjanjian sewa guna usaha tertanggal 1 Juli 2005 pada PT. Firman Jaya Utama dan telah mencermati sebagian
isinya. Dari prosedur penyajian sewa sewa yang auditor PT. Bina Citra Pesona mengklasifikasikan sewa mesin sebagai Operating Lease karena
mesin tersebut akan dikembalikan ke PT. Firma Jaya Utama pada akhir masa sewa (setelah 20 tahun) dengan pembayaran setiap tahun mulai tanggal
1 Juli 2005.
Menurut pendapat auditor penyajian sewa sebagai Operating Lease perlu reklasifikasi sebagai Capital Lease mengingat karakteristik perjanjian sewa
mesin pada PT, Firma Jaya Utama dimana sewa guna usaha selama 20 tahun sama dengan estimasi umur ekonomis aktiva (mesin) sehingga konversi
tersebut auditor akan melakukan penyesuaian-penyesuaian sehubung dengan penyajian laporan keuangan yang sesuai dengan Standar Akuntansi
Berterima Umum.
Jurnal penyesuaian untuk mengubah pencatatan sewa guna usaha dari Operating Lease menjadi Capital Lease:
1

Mencatat pengakuan utang atas mesin yang disewa sebesar Rp 230.000.000


Mesin- SGU
Rp 230.000.000
Utang- SGU
Rp 230.000.000

Mencatat pembayaran angsuran SGU atau reklasifikasi rekening sewa dibayar dimuka dan beban sewa yang digunakan dalam Operating
Lease ke rekening hutang SGU dan beban bunga SGU yang digunakan dalam Operating Lease.
Beban Pelaksanaan Dibayar Dimuka

Rp 166.096.000

Utang SGU

Rp

Beban Bunga

Rp 29.707.200

Kas
3

2.244.800
Rp 198.048.000

Mencatat depresiasi mesin- SGU


19

Perhitungan Depresiasi Mesin

6
x Rp 230.000 .000
12
20Tahun

Jurnal:
Beban depresiasi mesin- SGU
Rp 5.750.000
Akumulasi depresiasi mesin- SGU

= Rp 5. 750.000

Rp 5.750.000

20

21