Anda di halaman 1dari 7

A.

Pengertian Masyarakat Madani (Civil Society)


Istilah masyarakat madani sebenarnya hanya salah satu di antara
beberapa istilah lain yang sering kali digunakan oranng dalam
penerjemahan ke bahasa Indonesia. Di samping masyarakat madani,
paranan kata lainnya yang sering digunakan adalah masyarakat warga
atau masyarakat kewargaan, masyarakat sipil, masyarakat beradab,
atau masyarakat berbudaya. Kata madani sendiri berasal dari dan
terjadi dengan pengertian estimologi dengan masyarakat Madinah,
yang kemudian menjadi ibu kota pertama pemerintahan muslim.
Dalam banyak hal, pengertian masyarakat madani adalah
masyarakat dimana anggotanya terdiri dari berbagai kelompok
masyarakat yang berbeda etnis,agama,dan budaya. Akan tetapi,
masyarakat tersebut dapat hidup dan bekerja sama secara damai,
serta tiap anggota menghormati dan tunduk pada hukkum dan
pemerintahan. Dalam masyarakat tersebut tidak dikenal privilege bagi
kelompok masyarakat tertentu, baik birokra, militer, atau pun
kelompok partai tertentu.
Menurut Mohammad A.S. Hikam, Civil Society, adalah wilayah
kehidupan sosial yang terorganisasi dan bercirikan sukarela,
keswasembadaan, keswadayaan, kemandirian yang tinggi berhadapan
dengan negara, dan terikat dengan norma atau hukum yang berlaku.
Menurut Lary Diamond Civil Society adalah kehidupan sosial
terorganisasi yang terbuka, sukarela, lahir secara mandiri, berswadaya,
otonom dari negara, terikat pada hukum. Contohnya adalah :
a) Perkumpulan/jaringan perdagangan.
b) Perkumpulan keagamaan, suku, budaya yang membela hak kolektif,
kepercayaan.
c) Yayasan penyelenggara pendidikan, asosiasi penerbitan
d) Gerakan perlindungan konsumen, seperti perlindungan perempuan,
perlindungan etnis minoritas, perlindungan kaum cacat, korban
diskriminasi.
Menurut Patrick Civil society atau masyarakat madani adalah
jaringan kerja yang komplek dan organisasi-organisasi yang dibentuk
secara sukarela, yang berbeda dari lembaga-lembaga negara yang
resmi, bertindak secara mandiri atau dalam bekerjasama dengan
lembaga-lembaga negara.

B. Ciri Ciri Masyarakat Madani

Secara Umum :

1. Kepentingan warga negara lebih di utamakan dari pada


kepentingan negara atau penguasa,sehingga antara kelompok
masyarakat dapat hidup berdampingan secara damai tanpa
membedakan ras,etnis,aadama keturunan dan pandangan poltik
lainnya ,serta timbul sikap saling menghormati.
2. Warga negara dapat dengan bebas memilih wakil-wakilnya dalam
pemilihan umum yang bebas,rahasia,jujur,dan adil guna
membentuk pemerintah yang demokratis.
3. Dalam penyelengaaraan pemerintah selalu dipelihara 3 aspek;yaitu
kesejahteraan,keadilan,dan kelestarian,yang memungkinkan
dibangunnya perdamaian abadi.
4. Didalam pemerintahan dan kehidupan masyarakat,hak-hak
manusia diakui dan dilindungi sehingga kesewenangan penguasa
tidak akan terjadi.

Ciri pokok masyarakat madani menurut Prof. DR. A.S. Hikam,


yaitu sebagai berikut :
a.

Kesukarelaan

Artinya suatu masyarakat madani bukanlah suatu masyarakat


paksaan atau karena Indoktrinisasi. Keanggotaan masyarakat
madani adalah keanggotaan dari pribadi yang bebas dan
bertanggung jawab yang kuat karena diikat oleh keinginan
bersama untuk mewujudakan keinginan tersebut.
b. Keswasembadaan
Seperti yang kita lihat keanggotaan yang sukarela untuk hidup
bersama,tentunya tidak akan menggantungkan kehidupan kepada
orang lain. Dia tidak tergantung pada Negara juga tidak
tergantung pada lembaga-lembaga atau organisasi lain. Setiap

anggota memiliki harga diri yang tinggi, yang percaya kepada


kemampuan untuk berdiri sendiri bahkan untuk membantu orang
lain yang kekurangan. Keanggotaan yang penuh percaya diri
tersebut adalah anggota yang bertanggung jawab terhadap diri
sendiri dan terhadap masyarakat.

c. Kemandirian
Berkaitan dengan ciri di atas, para anggota masyarakat madani
adalah manusiamanusia yuang percaya diri, sehingga tidak
bergantung kepada pemerintah orang lain termasuk Negara.
d. Keterkaitan pada nilai-nilai hukum yang disepakati bersama. Hal
ini berarti suatu masyarakat madani adalah suatu masyarakat
yang berdasarkan hukum dan bukan Negara kekuasaan. Hal-hal
tersebut diantaranya : a. Kebhinekaan masyarakat, dimana
kelompok masyarakat yang ada saling hidup berdampingan,
tolong menolong, saling menghargai, dan dapat hidup dengan
damai b. Terselanggaranya kehidupan yang demokratis baik
dalam kehidupan bermasyarakat maupun berbangsa, dimana hakhak warga Negara diakui dan dilindungi baik oleh aparat maupun
masyarakat sendiri c. Bahwa untuk memelihara tata dalam
masyarakat maka hukum dan keadilan perlu dijungjung tinggi baik
oleh masyarakat maupun oleh pemerintah. d. Untuk mewujudkan
suasana tentram dalam kehidupan bermasyarakat maka hak- hak
warga Negara perlu diakui dan dilindungi baik oleh pemerintah
maupun oleh masyarakat.

C. Demokratisasi Menuju Masyarakat Madani


Dalam Kenyataan terdapat keterkaitan yang erat antara penghargaan
HAM, civil society, dan demokrasi. Pada awal abad ke 21 ini, demokratisasi
penghargaan Ham menggejala hampir di seluruh belahan dunia. Rezim
rezim Diktator diruntuhkan oleh gerakan rakyat yang menuntut
pemerintah berbasis kerakyatan yang lebih demokratis dan
memperhatikan hak hak rakyat. Kejadian ini dapat kita jumpai terutama
di Negara Negara berkembang , baik di Amerika Latin, Asia , maupun
Afrika.
Demi terbentuknya civil society yang kuat dibutuhkan pemerintahan
Negara yang benar benar demokratis dan taat pada peraturan
perundangan atau hukum yang berlaku. Selain itu, kebijakan politik yang
ditetapkan harus berorientasi pada pemberdayaan masyarakat secara
umum dan merata. Dari unsur rakyat/masyarakat dituntut untuk
memenuhi syarat syarat, antara lain adanya pemahaman yang sama,
keyakinan yang saling percaya, satu hati dan saling tergantung, serta
kesamaan pandangan tentang tujuan dan misi. Syarat syarat tersebut
sebagai berikut :

a. Pemahaman yang sama (One Standard)


Pada tingkat awal diperlukan pemahaman bersama dikalangan
masyarakat, tentang apa dan bagaimana karakteristik masyarakat
madani. Paling tidak secara konsepsional prinsip-prinsip dasar masyarakat
madani harus dipahami secara bersama, sehingga relatif semua

masyarakat dapat memahami apa yang digariskan dalam prinsip-prinsip


dasar masyarakat madani tersebut.
Masyarakat harus memahami lebih dahulu bagaimana mekanisme
sistem yang terdapat dalam masyarakat madanai itu dalam dinamika
kehidupan masyarakat. Dengan pemahaman konsep, relatif akan menjadi
lebih mudah bagi masyarakat untuk melangkah menuju masyarakat
madani. Karena itu sosialisasi tentang sistem masyarakat tersebut perlu
dilaksanakan dengan memanfaatkan berbagai kesempatan yang ada.

b. Keyakinan (Confidence) dan Saling Percaya (Social Trust)


Perlu menumbuhkan dan mengkondisikan keyakinan dikalangan
masyarakat bahwa masyarakat madani adalah bentuk masyarakat yang
ideal, masyarakat pilihan yang terbaik dalam mewujudkan suatu sistem
sosial yang dicita-citakan. Dengan keyakinan yang tumbuh dikalangan
masyarakat proses untuk menuju masyarakat madani dapat dilakukan.
Seiring dengan itu harus perlu ditumbuh kembangkan rasa saling percaya
di kalangan masyarakat. Penanaman rasa saling percaya sangat
diperlukan karena dalam sejarah orde baru telah menanamkan rasa curiga
dalam kehidupan masyarakat pada awal kekuasaanya. Rasa kuatir akan
adanya gangguan stabilitas dan pembangunan nasional maka pada awal
pemerintahan Orde Baru semua orang dicurigai. Untuk mewujudkan
cita-cita bersama yaitu membangun masyarakat madani rasa saling
percaya antara komponen yang terdapat dalam masyarakat dengan baik.
Rasa saling percaya antara lain dapat ditumbuhkan dengan meningkatkan
rasa keadilan dan kejujuran dalam berbagai aspek kehidupan.

c. Satu hati dan Saling Tergantung


Apabila telah terbentuk saling percaya dikalangan masyarakat tahap
berikutnya diperlukan juga kondisi kesepakatan, satu hati dan
kebersamaan dalam menentukan arah kehidupan yang dicita-citakan.
Untuk itu, refleksi dari kondisi kesepakatan, satu hati dan kebersamaan
akan tergambar dengan semakin menguatnya rasa saling tergantung
(interdependency) antara individu dengan kelompok dalam masyarakat.
Dengan keadaan seperti itu, tingkat saling membutuhkan antara berbagai

segmen masyarakat akan menjadi bagian terpenting dari moral kehidupan


masyarakat dan akan menjamin
d. Kesamaan Pandangan tentang Tujuan dan Misi
Jika kondisi kesepakatan, satu hati dan kebersamaan sudah tertanam
dalam kehidupan masyarakat, maka kesamaan pandangan baik mengenai
tujuan dan misi menjadi lebih mudah untuk dapat diwujudkan. Karena
semua lapisan segmen masyarakat ingin mewujudkan cita-cita yang sama
dalam kehidupan m,asyarakat. Perbedaan-perbedaan yang ada dalam
kehidupan masyarakat tentu tidak dapat dinafikan begitu saja. Tetapi
perbedaan itu bukan untuk diarahkan menjadi satu yang
bersifat Uniformity (keseagaman) atau Sameness (klesamaan), tetapi
dalam wujud Unity (kesatuan) dan Onenees (satu kesamaan). Perbedaan
tersebut juga menjadi kekayaan pluralisme dalam kehidupan masyarakat
yang dicita-citakan bersama.

Tugas Kewarganegaraan
Perjanjian Internasional

Oleh :
Mira Pellu
Mira Wadu
Muhamad Deka Saputra
Nanda Do Lalu

Kelas : XI IPA 3
Kelompok : 8