Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

Dizaman yang terus berkembang, banyak orang-orang yang sulit mendapatkan


pekerjaan, dan tidak sedikit dari mereka yang mencoba untuk membuka usaha sendiri, atau
wiraswasta. Salah satunya yaitu usaha rumah makan.Bisnis rumah makan merupakan peluang
usaha yang sejak dulu sampai saat ini memang tidak pernah surut bahkan terus berkembang
sesuai dengan zaman yang semakin maju.Membicarakan bisnis rumah makan memang tidak
akan pernah ada habisnya.Perlu kita ketahui bahwa mungkin bisnis rumah makan merupakan
peluang bisnis yang sangat menjanjikan.Sangat menarik apabila kita membahas bisnis rumah
makan yang sangat mempunyai prospek kedepannya.Tetapi bisnis rumah makan pula
memiliki resiko seperti bisnis-bisnis lainya apabila tidak ada inovasi-inovasi dalam
mengembangkan bisnis rumah makan. karena persaingan, tidak jarang banyak pula rumah
makan yang terpaksa harus gulung tikar.
Maka dari itu,dibutuhkan pengetahuan tentang apa saja yang perlu dipelajari atau
dipertimbangkan sebelum membuka bisnis rumah makan.agar bisnis rumah makan yang akan
dijalani bisa berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan.
Dalam pembuatan makalah ini ada beberapa tujuan yang ingin dicapai,diantaranya :
Untuk memenuhi tugas pengantar bisnis.
Mempelajari cara sebelum membuka usaha rumah makan,diharapkan dapat membantu
pembaca agar mengetahui cara yang baik dan benar sebelum membuka usaha rumah makan
Untuk mengetahui prospek kedepan dari usaha rumah makan.
Untuk mengetahui apakah usaha rumah makan layak atau tidak untuk dijalankan.
Sedangkan manfaat yang diharapkan dapat diperoleh dari pembuataan makalah ini,adalah :
Bagi masyarakat, diharapkan agar benar-benar mengetahui bagaimana cara membuat usaha
rumah makan.
Bagi penulis, sebagai salah satu sarana untuk memperdalam ilmu pengetahuan terutama
dalam bidang bisnis.

BAB II
LANDASAN TEORI
Untuk membangun sebuah usaha maka seorang wirausaha harus mengenal terlebih
dahulu apa itu yang dimaksud dengan usaha ? jenis usaha apa yang mampu saya jalankan ?
hal apa saja yang harus diperhatikan dalam menjalankan usaha ? bagaimana cara
mengembangkan usahanya itu ?
Usaha adalah salah satu kegiatan ekonomi yang bertujuan untuk mencapai
keberhasilan guna memenuhi kebutuhan finansial yang dikembangkan oleh pemilik. Usaha

terbagi menjadi tiga yaitu usaha kecil, usaha menengah, dan usaha besar. Walaupun
tingkatnya berbeda namun dalam menjalankannya sama-sama dibutuhkan tanggung jawab
dan keberanian dalam menerima resiko.
Kepuasan pelanggan adalah sejauh mana kita bisa memenuhi harapan pembeli. Bila
kinerja kita lebih rendah daripada harapan pelanggan, pembelinya tidak puas dan lamakelamaan pelanggan akan kabur dan usaha rumah makan kita akan sepi peminat. Bila prestasi
sesuai atau melebihi harapan, pembelinya merasa amat puas dan akan jauh lebih
menguntungkan untuk pengusaha rumah makan tersebut. Jasa atau pelayanan merupakan
suatu kenerja penampilan.Dalam strategi pemasaran,definisi jasa harus diamati dengan baik.
Kondisi dan cepat lambatnya pertumbuhan jasa akan sangat bergantung pada penilaian
pelanggan terhadap kinerja atau penampilan yang ditawarkan oleh pemilik usaha rumah
makan. Dan rasa merupakan faktor yang sangat penting dalam menarik konsumen.Harga juga
bisa menentukan apakah usaha rumah makan kita bisa terus berkembang atau tidak karena
kebanyakan para konsumaen bukan hanya mencari rasa tetapi juga harga yang ekonomis.
Selain itu Kebersihan suatu rumah makan juga merupakan faktor yang tidak kalah penting,
baik kebersihan tempat maupun penyajian makanan dapat mempengaruhi minat konsumen.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Metode penelitian
Penelitian ini menggunakan metode survei melalui internet.dari penelitian ini akan
diperoleh data-data bisnis rumah makan.dengan dilakukan metode penelitian seperti ini
diharapkan akan membantu penulis untuk bisa menyelasaikan tugas makalah usaha rumah
makan.
Variabel penelitian
Dalam penelitian ini, penulis akan mencoba memecahkan permasalahan dalam
membuka usaha rumah makan.Namun terlebih dahulu hendaknya memahami variabel dalam
menyelesaikan permasalahan dalam membuka usaha rumah makan.Varibel mengandung
makna bermacam-macam. Variabel adalah objek penelitian yang bervariasi.
Teknik pengumpulan data
Dilakukan dengan cara dokomentasi, melakuakan pengumpulan data dengan cara
melihat data-data diinternet guna memperoleh data dan keterangan yang dibutuhkan.
Dokumentasi ini dilakukan untuk memperoleh data tentang usaha rumah makan.

BAB IV
PEMBAHASAN
Bisnis rumah makan memang gak pernah mati. bisnis ini memang semakin tumbuh subur
seiring dengan perkembangan jumlah penduduk dan gaya hidup yang ingin serba cepat tersaji. Sadar
atau tidak, dengan pertumbuhan penduduk yang semakin banyak maka semakin banyak pula
kebutuhan pangan yang harus disediakan.
Persiapan pertama untuk memulai bisnis apa saja, termasuk rumah makan adalah mempersiapkan
mental untuk menghadapi tantangan ketakutan dan keraguan akan kegagalan. Setelah langkah
pertama ini, kini menyangkut masalah operasional dari rencana usaha Anda. Masalah-masalah teknis
yang menyangkut seluk beluk pekerjaan perlu disiapkan rapi.
Mulai dari menghitung kemampuan diri, keterampilan yang dimiliki yang menyangkut bidang
pekerjaan itu, untuk usaha rumah makan minimal harus mengerti masakan. Pintar memasak, lebih
baik lagi ahli memasak. Namun, untuk menjadi pengusaha restoran tidak harus menjadi ahli memasak
dulu, tetapi yang terpenting adalah mampu mengelola usaha itu, tenaga ahli yang bisa memasak bisa
direkrut.
Persiapan dalam memulai bisnis restoran/tempat makan lainnya, adalah tersedianya prasarana dan
sarana. Pengertian tersedianya bukan berarti harus menjadi miliknya, tetapi bisa diperoleh dari
meminjam atau menyewa terlebih dahulu, kecuali memang tersedia dana yang cukup yang sengaja
diinvestasikan ke usaha Anda untuk jangka panjang.
Prasarana adalah hal-hal kemudahan bersifat fisik maupun non fisik yang mendukung pengoperasian
sarana-sarana atau alat-alat. Sedangkan sarana adalah alat-alat untuk melakukan kegiatan-kegiatan
tertentu.
Dalam usaha rumah makan/restoran, maka yang termasuk prasarana adalah tempat yang strategis,
tenaga ahli (juru masak), modal usaha, dan izin usaha, sedangkan meja kursi, peralatan makan,
peralatan masak, dan sebagainya adalah sarana.
Bisnis makanan termasuk bisnis yang beresiko besar. Karena bisnis makanan beda dengan bisnisbisnis lain. Kecuali yang kita jual adalah makanan kering, yang bisa bertahan sampai berbulan-bulan.
Namun jika anda yakin pangsa pasarnya yang bagus, maka bisnis makanan akan memberi keuntungan
yang berlipat ganda.
Dalam bisnis makanan memang kita tidak dituntut untuk bisa membuat makanan yang akan dijual
tersebut. Karena banyak yang sukses berbisnis makanan dari mengambil makanan ditempat lain, lalu
menjualnya lagi. Lalu bagi anda yang pintar memasak, tetapi tidak bisa menjual, anda juga bisa
menitipkannya di kantin, atau di tempat-tempat yang ramai pengunjung.
Bisnis makanan bukan milik kaum wanita saja, banyak pria yang menjadi koki kelas dunia. Dan
kebanyakan penjual makanan yang sukses adalah pria. Rasa masakannya pun tidak kalah dari
masakan wanita.
Untuk bisnis makanan, jika anda bingung memilih makanan apa yang akan dijual, anda bisa
memulainya dari makanan kesukaan anda. Jika anda lebih berani, anda bisa memulainya dari

makanan yang banyak dijual disekitar tempat anda ingin berjualan, dan tentunya yang banyak
dibutuhkan ditempat tersebut. Silahkan cicipi nikmatnya berbisnis makanan.
Usaha rumah makan juga sangat sensitif terhadap rasa, karena itu penting sekali ada tukang masakan
yang betul-betul ahli dibidangnya. Jual-lah masakan yang terbaik dan bermutu tinggi. Jangan cobacoba membuka rumah makan jika tidak ada juru masak yang hebat masakannya.
Sebaiknya Anda juga mengurus izin usahanya. Bisa izin usaha dari RT/RW atau keamanan setempat.
Namun secara prinsip, yang saya maksudkan adalah berbadan hukum yaitu dengan akte notaris. Hal
ini sangat diperlukan bila usaha Anda di pinggir jalan raya dan melibatkan beberapa pekerja. Tidak
perlu mendirikan PT atau CV, misalnya cukup dalam status UD (Usaha Dagang) milik perseorangan,
yaitu Anda yang disahkan oleh notaris.
Banyak pengusaha yang sukses membangun bisnisnya di suatu wilayah tetapi kemudian gagal kala
mencoba melakukan ekspansi di wilayah lainnya. Bisnis restoran dan/rumah makan meskipun
memiliki prospek yang cukup bagus tetapi juga sangat rentan, khususnya terhadap masalah
konsistensi rasa, kontrol mutu dan pelayanannya. Sehingga pelaku dibidang ini membutuhkan
pemahaman yang kuat tentang bisnis restoran dan/rumah makan tersebut, khususnya yang berkaitan
dengan produk, mutu pelayanan, administrasi dan pengawasannya.
Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan bisnis restoran dan/rumah makan tersebut, namun
secara umum faktor yang paling menonjol dalam bisnis tersebut adalah rasa (taste) dan lokasi.
Beberapa faktor lainnya yang tidak kalah pentingnya dalam menentukan keberhasilan usaha yang
harus diperhatikan para pelaku yang bergerak di bidang ini, yaitu : komitmen dan fokus usaha.
Faktor lokasi telah dinyakini sebagai kiat suskes sebuah usaha dibidang restoran dan/rumah makan
ini, salah satu yang menganut faham ini adalah Paulus Indra. Paulus Indra salah satu pelaku dibidang
bisnis pelayanan jasa penyediaan makanan dan minuman ini, tidak saja berhasil membangun dan
mengembangkan restoran tetapi juga Caf, seperti : Caf Wien, Toraja Caf, Kafe Mario, dan
Terminal Caf. Sedangkan restoran yang berhasil dikembangan, antara lain : Waroeng Podjok,
Marios Palace, Dermaga Food Court, Kuta Seafood dan Bali Seafood.
Boomingnya bisnis makanan di Indonesia disusul munculnya merek-merek baru pada bisnis ini, tak
membuat makanan tradisional kehilangan penggemarnya. Tengok saja, masakan Padang dengan
warung makan Padang yang tersebar di mana-mana, hingga sate dan soto Madura yang tidak pernah
mati di berbagai sudut kota Jakarta.
Salah satu makanan tradisional yang memiliki penggemar tersendiri dan telah difranchisekan adalah
Rumah Makan Tradisional Rawon Guling asal Jawa Timur yang beroperasi sejak sebelum Indonesia
Merdeka (1941), di perbatasan Pasuruan memasuki Probolinggo Jawa Timur. Kendati sudah berusia
lebih dari setengah abad, rumah makan yang menyajikan menu khas Jawa Timut ini baru
difranchisekan sejak Mei tahun lalu.
Kejenuhan pasar terhadap makanan tradisional yang menyuguhkan taste dan proses pengolahan yang
tetap sama secara turun-temurun terbukti tidak membuat pasar jenuh, karena ternyata makanan
tradisional memiliki pasar yang sangat unik.
Bagi anda yang ingin membuka bisnis rumah makan kita bisa membuka usaha rumah makan
lokal terlebih dahulu,seperti rumah makan sunda atau rumah makan padang.
Berikut beberapa contoh rumah makan lokal :

Rumah makan sunda TIKTOK


Rumah makan Tiktok terletak di Jl. RA Kosasih No.232, Sukabumi. Letaknya yang
strategis dan menu makanan minuman yang lengkap, membuat RM ini seakan tidak pernah
sepi dari pengunjung.
Tiktok adalah unggas hasil persilangan dari itik dan entog. Daging tiktok lebih tebal, gurih
dan tidak penguk seperti daging bebek. Menu spesial yang menjadi andalan dirumah makan
ini tentunya daging Tiktok yang dibakar/digoreng. Harganya sekitar Rp. 6.000/0ns, dengan
minimal pembelian adalah setengah ekor. Untuk menu yang menjadi favorit pengunjung yaitu
Nasi timbel komplit seharga Rp. 22.000, terdiri dari nasi timbel, ayam, tahu, tempe, ikan asin,
lalapan, sambal dan sayur asem. Selain itu daftar menu yang lain ada gurami

bakar/cobek/asam manis, aneka sop, udang, karedok, pencok kacang panjang, tumis
kangkung/genjer.
Rumah Makan Padang
Nah, Anda pasti akrab dengan rumah makan padang. Anda sendiri mungkin akan tercengang dan
sempat bertanya dalam hati, mengapa restoran padang masuk ke dalam kategori makanan cepat saji?
Coba ditelaah secara logika. Semua yang tersaji di rumah makan padang langsung bisa Anda nikmati,
bukan?
Anda tidak perlu menunggu lama para koki menggorengkan atau memasakkan pesanan Anda. Anda
ingin rendang, sudah tersedia, ayam panggang juga ada. Jadi, tak ada bedanya, bukan? Toh, restoran
padang pun sama memberikan sajian dengan cepat.
Ditambah lagi, beberapa rumah makan padang sudah memakai sistem franchise. Sebut saja, Rumah
Makan Sederhana yang menggelandang dari Jakarta, Bandung, sampai Surabaya.
Bukan itu saja, dengan hanya berganti nama, rumah makan lainnya membuka franchise. Padahal, kita
jelas-jelas tahu bahwa rumah makan itu sama-sama masakan Padang, tidak jauh beda.
Pastinya ada rendang, ayam gulai, cabe hijau, dan semua yang berbau Padang. Namun, memang yang
membedakannya dengan yang lain adalah rasa. Rasa tidak pernah bohong, rupanya.

Atau jika anda ingin mencoba membuka usaha rumah makan cepat saji,anda bisa
mencoba usaha rumah makan seperti McDonalds atau KFC. Karna sesuai dengan Kehidupan
masyarakat saat ini yang begitu sibuk sehingga mereka bahkan tidak mendapatkan waktu
untuk makan makanan dengan baik. Hal ini melahirkan sebuah sektor baru yang disebut
sektor makanan cepat saji.

BAB V
KESIMPULAN
Pada data-data yang sudah kita ketahui, jelas bahwa usaha rumah makan merupakan
usaha yang tidak pernah ada matinya, bahkan bisa sangat menguntungkan. Karena makanan
merupakan kebutuhan setiap manusia. Dan Usaha Restoran datang dalam bisnis terbaru yang
telah mendapatkan popularitas di seluruh dunia. Hal ini dianggap sebagai salah satu usaha
berskala besar yang dilengkapi oleh ide usaha yang kreatif. Jadi bagi anda yang baru ingin
memulai usaha berbisnis, usaha rumah makan merupakan usaha yang sangat layak untuk
dipertimbangkan.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.majalahfranchise.com/?link=berita&id=233
http://kamissore.blogspot.com/2008/10/bisnis-rumah-makan.html
Sumber :
http://marcantia.wordpress.com/2009/06/03/rumah-makan-sunda-tiktok/
3 Juni 2009
http://binaukm.com/2010/05/perkembangan-bisnis-rumah-makan-dan-restoran-peluangusaha-rumah-makan-restoran/
BAB I
PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG PEMBUATAN USAHA


Manusia yang hidup sudah menjadi semacam suatu kewajiban untuk bertahan
hidup ditengah-tengah masyarakat. Untuk bertahan hidup manusia perlu
berinteraksi dengan sesame manusia lain, terutama dalam menjalin kerjasama
yang saling menguntungkan.
Dewasa ini lahan pekerjaan semakin bertambah, tetapi dengan banyaknya
jumlah penduduk, peluang untuk mendapatkan pekerjaan jadi semakin kecil.
Untuk itu, ada baiknya, setiap manusia mampu berdiri sendiri dengan usahanya
dalam bertahan hidup.
Usaha dalam bertahan hidup itu diantaranya dengan membuka sendiri lahan
usaha baru untuk kita tekuni. Dengan mempertimbangkan segala sesuatunya,
termasuk ketersediaan sarana dan prasarana yang menunjang, yang tidak hanya
diciptakan oleh kita, tetapi untuk mempermudah juga dilihat dari aspek
lingkungan.
Ada berbagai macam lahan usaha yang dapat dilakukan, diantaranya adalah
usaha pembuatan kripik singkong seperti apa yang akan penulis paparkan dalam
makalah ini.
2. IDENTIFIKASI PEMBUATAN USAHA
Pembuatan usaha baru yang kita rintis sebaiknya mempertimbangkan beberapa
hal yang akan mendasari usaha kita tersebut, diantranya adalah untuk apa kita
melukan kegiatan usaha yang dimaksud, apa saja hal yang kira-kira menjadi
rintangan dan hal-hal yang dapat meringankan usaha kita tersebut, dan
bagaimana kemungkinan keuntungan yang dapat kita peroleh dengan membuka
usaha tersebut.
3. TUJUAN MEMBUAT USAHA
Adapun tujuan kita untuk mendirikan suatu usaha adalah selain untuk bertahan
hidup, lebih khusus lagi kita mencari laba atau untung dari usaha yang kita
lakukan tersebut. Disamping itu, lebih jauh lagi, kita berharap dapat membuat
lapangan kerja sendiri dan jika memungkinkan, kita dapat menyediakan
lapangan kerja untuk orang lain.
Dengan makalah ini diharapkan pembaca dapat memahami dan diharapkan
dapat memanfaatkannya khusunya dalam suatu pemilihan usaha.
BAB II
PEMBUKAAN USAHA PEMBUATAN KERIPIK SINGKONG SINGKONG

1. PROSPEKTIF MASA DEPAN


Usaha ini sangatlah bagus dan cerah karena usaha yang dijalankan ini sudah
mulai ditinggalkan orang. Ciri produk yang khas yang dimiliki oleh perusahaan,
membuat daya tarik tersendiri akan usaha ini, baik dari segi kualitas maupun
kuantitasnya.
Dengan sistem manajemen dan kontrol kualitas yang terjaga, maka usaha ini
akan cukup berpotensi hingga masa yang akan datang. Dengan menajemen
yang diterapkan pada tiap bagian dari usaha ini, dari mulai manajemen dalam

bahan baku, produksi, hingga pemasaran, maka usaha apapun akan dapat
bertahan menghadapi persaingan baik dengan sesama produsen keripik
singkong maupun bersaing dengan produk baru lainnya.
Disamping itu, karena keripik singkong merupakan jenis makanan yang sudah
umum di masyarakat sehingga dalam hal pangsa pasarnya tidak akan diragukan
lagi.
2. ANALISIS PERSAINGAN
Seorang pengusaha harus dapat melihat dan memanfaatkan peluang yang ada
sehingga usaha yang dijalankannya tidak mengalami kegagalan ditengah jalan.
Persaingan dengan perusahaan lain akan dapat diatasi dengan langkah-langkah
yang terencana denan baik dan matang yang diantaranya adalah melakukan
efisiensi dan peningkatan kualitas produk yang kita buat, yang dalam hal ini
proses produksi keripik singkong, dilakukan dengan cepat tanpa mengabaikan
rasa dan rupa dari keripik singkong tersebut.
Efisiensi dapat dilakukan dengan cara menggunakan tenaga terampil atau
tenaga yang telah dilatih dalam hal pembuatan keripik singkong. Mulai dari
penyiapan bahan baku hingga pengirisan yang dilanjutkan dengan
penggorengan.
Dalam produksi bahan makanan sangat perlu diperhatikan cita rasa dan rupa.
Cita rasa yang tinggi tanpa memperhatikan rupa, akan kurang berhasil,
begitupun sebaliknya.
Packing atau pengemasan produk yang elegan dan unik akan memberi nilai jual
tersendiri. Dalam keyataan, kebanyakan produk yang dikemas, hampir 40%
biaya produksi adalah untuk kemasan, sedangkan sisanya adalah untuk bahan
baku dan tenaga kerja.
Bermunculannya produsen jenis makanan ringan juga akan memberikan
persaingan tersendiri walaupun dari segmen produksi yang berbeda, tetapi
untuk segmen makanan ringan hal ini akan sangat memanaskan persaingan.
3. SEGMENTASI PASAR YANG AKAN DIMASUKI
Segemen pasar yang diincar adalah kalangan bawah hingga atas, dimana keripik
singkong dapat dimakan oleh siapapun, tidak terkecuali kalangan atas.
Produk yang dihasilkan berupa keripik singkong akan dipasarkan dengan cara
penitipan ke pengecer yang bisa berupa warung atau toko makanan maupun
toko biasa. Selain itu keripik singkong yang dihasilkan dapat dipasarkan melalui
door to door langsung ke konsumen akhir.
Keripik singkong dapat juga dipasarkan dengan dengan cara order pemesanan.
Hal ini biasanya untuk pemesanan partai yang agak besar, dalam hal ini
dilakukan oleh distributor.
Lebih jauh lagi, dengan pengemasan yang merstandar tinggi, produk keripik
singkong ini dapat menembus pemasaran di super market ataupun bahkan skala
ekspor ke luar negeri.
Dengan kemasan yang dibuat sedemikian rupa hingga dapat terlihat elegan,
maka kalangan atas yang biasanya mempertimbangkan gengsi, tidak akan ragu
untuk membeli keripik singkong yang bersangkutan walaupun harga jualnya jadi
akan lebih membengkak.

4. ESTIMASI KELANCARAN USAHA


Kelancaran suatu usaha tidak hanya ditentukan dari lancarnya penjualan, tetapi
juga ditentukan oleh proses produksi follow-up-nya. Dengan lancarnya penjualan
secara otomatis juga memerlukan proses produksi yang juga tidak terhambat.
Kelancaran produksi bisa ditentukan oleh penggunaan permesinan yang dapat
menghemat upah tenaga kerja dengan tingkat produksi yang juga tinggi.
Selain ditentukan oleh penggunaan permesinan, kelancaran produksi juga dapat
ditentukan oleh tenaga produksi yang telah terampil dan mampu berdisiplin
hingga bisa mencapai target produksi sesuai dengan order penjualan.
Kelancaran produksi tidak akan terlepas dari kelancaran suplai bahan baku.
Dalam hal ini bahan baku yang digunakan adalah berupa ubi batang atau
singkong.
Dewasa ini memang penanaman singkong sudah tidak banyak dilakukan oleh
para petani. Singkong hanya dijadikan sebagai tanaman penyelang pada
tanaman utama sepeti pada palawija.
Untuk itu perlu dipikirkan untuk mempunyai sumber bahan baku sendiri. Salah
satu caranya yaitu bisa dengan memiliki lahan kebun sendiri, atau bekerjasama
dengan petani yang bersedia menanam singkong secara khusus. Hal ini untuk
menjaga agar produksi tidak berhenti.
Sebagai penunjang kelancaran usaha, khususnya dalam hal proses produksi,
kelancaran suplai bahan baku ini sangat perlu untuk diperhatikan. Cadangan
bahan baku perlu dipertimbangkan untuk proses produksi hingga paling tidak 5
hari. Hal ini untuk menjaga jika terjadi hambatan dalam penyediaan bahan baku.
Karena singkong merupakan bahan yang dapat busuk, maka perlu dijaga dan
diketahui batas kualitas singkong yang baik untuk dijadikan bahan baku.
Kantung plastik, alumunium foil, atau bahkan foam-box yang biasa digunakan
untuk kemasan makanan, kadang hanya berupa kemasan standar dan kurang
sesuai untuk digunakan dalam mengemas jenis produk seperti keripik singkong.
Untuk itu perlu dipikirkan cara pengadaan kemasan ini disesuaikan dengan
produk keripik singkong yang dihasilkan, jika diperlukan harus dipikirkan
pembuatan sendiri kemasan yang lain dari yang lain.
5. PENETAPAN HARGA JUAL
Penetapan harga jual dilakukan dengan cara memperhitungkan harga bahan
baku, upah pekerja, proses produksi, pengemasan, pemasaran dan jika perlu
diperhitungkan pula biaya promosi dan transportasi.
Semua harga yang telah teridentifikasi dapat dihitung hingga bisa didapat harga
satuan minimal (modal yang digunakan). Selanjutnya kita dapat menentukan
harga jual setalah diperhitungkan dengan keuntungan yang ingin kita peroleh.
Penetapan harga ini sangat perlu dilakukan untuk standarisasi penjualan,
sehingga tidak akan terjadi kesenjangan yang signifikan antara harga produk
yang harus dibayar konsumen secara langsung dengan harga produk setelah
melalui distributor atau agen.
Dalam penetapan harga jual ini kita juga harus realistis. Jika ditentukan terlalu

tinggi maka konsumen akan mempertimbangkan kembali untuk membeli produk


kita dan lebih jauh lagi mereka akan lari ke produk lain yang sejenis. Hal tersebut
tentu tidak ingin terjadi. Untuk itu perlu diperhitungkan harga jual produk dari
produsen lain.
BAB III
PENUTUP

Dari tulisan yang telah penulis uraikan di atas dapat ditarik benang merah dalam
merintis usaha pembuatan keripik singkong, diantaranya adalah bahwa dalam
merintis suatu usaha ada baiknya direncanakan secara matang baik ditinjau dari
prospek masa depan maupun sistem manajemen yang dapat dilakukan untuk
mengelola usaha yang bersangkutan.
Selain itu perlu pula dipikirkan dan diperhitungkan tentang prospek persaingan,
segmentasi pasar dan kelancaran usahanya.
Khusus untuk pengelolaan usaha pembuatan keripik singkong ini, perlu
diperhatikan ketersediaan bahan baku berupa singkong beserta sifat dari
singkong itu sendiri yang dapat membusuk.
Penetapan harga jual merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan
dalam suatu usaha. Harga harus realistis tetapi tidak melupakan modal yang
dikeluarkan untuk melakukan usaha yang bersangkutan tersebut.