Anda di halaman 1dari 3

Hasil Pengamatan Praktikum Clotting Time dan Bleeding Time

Nama Sample Clotting Time : Windhi Tutut M.


Umur / Jenis Kelamin : 19 tahun / Perempuan
Diagnosa / KU :
Clotting Time : 7 menit
Pembahasan
Clotting Time adalah waktu yang dibutuhkan bagi darah untuk membekukan dirinya secara in
vitro dengan menggunakan suatu standar. Hal ini dipengaruhi oleh faktor instrinsik dan
ekstrinsik. Metode yang digunakan adalah Lee and White.
Praktikum tes clotting time dilakukan untuk mengetahui aktivitas faktor pembekuan darah
terutama yang membentuk tromboplastin dan faktor pembentuk trombosit. Nilai waktu
normal/range untuk clotting time yaitu dari 5 sampai 15 menit.
Pertama, darah diambil menggunakan syringe sebanyak 5cc. Kemudian dimasukkan kedalam
3 tabung yang berbeda, masing-masing berisi 1ml dengan menyalakan stopwatch. Setelah 5
menit tabung 1 diangkat dan dimiringkan sebesar 45. Kemudian diulangi selang 30 detik,
dan begitu seterusnya hingga terjadi bekuan sempurna dengan memiringkan tabung 90.
Setelah tabung 1 beku sempurna, lakukan hal yang sama pada tabung 2 kemudian tabung 3.
Catat waktu yang diperlukan darah untuk membeku pada masing-masing tabung.
Dari hasil data praktikum yang telah kami dapatkan, waktu yang dibutuhkan darah untuk
membeku yaitu 7 menit. Hal ini menunjukkan waktu tersebut masih termasuk dalam
waktu/range normal.
Namun ada beberapa hasil yang menunjukan ke-abnormalan. Beberapa factor yang
mempengaruhi clotting time menjadi abnormal yaitu :
1. Volume darah yang keluar dari tubuh, sedikit atau banyak, bila banyak bisa jadi waktu
untuk clotting time akan lebih lama dari waktu/range normal.
2. Teknik pengambilan juga sangat bepengaruh waktu darah akan dikeluarkan dan dilihat
waktu untuk clotting timenya
3. Ada kelainan dalam darah orang tersebut.

Kesimpulan : waktu yang dibutuhkan darah untuk membeku termasuk normal.

Nama Sample Bleeding Time : Primadyta Andri W.


Umur / Jenis Kelamin : 21 tahun / Laki-Laki
Diagnosa / KU :
Bleeding Time : 90 detik
Pembahasan
Waktu perdarahan (bleeding time, BT) adalah uji laboratorium untuk menentukan lamanya
tubuh menghentikan perdarahan akibat trauma yang dibuat secara laboratoris. Pemeriksaan
ini mengukur hemostasis dan koagulasi. Masa perdarahan tergantung atas : ketepatgunaan
cairan jaringan dalam memacu koagulasi, fungsi pembuluh darah kapiler dan trombosit.
Pemeriksaan ini terutama mengenai trombosit, yaitu jumlah dan kemampuan untuk adhesi
pada jaringan subendotel dan membentuk agregasi. Bila trombosit

Prinsip pemeriksaan ini adalah menghitung lamanya perdarahan sejak terjadi luka kecil pada
permukaan kulit dan dilakukan dalam kondisi yang standard. Ada 2 teknik yang dapat
digunakan, yaitu teknik Ivy dan Duke. Kepekaan teknik Ivy lebih baik dengan nilai normal 16 menit. Teknik Duke nilai normal 1-8 menit. Teknik Ivy menggunakan lengan bawah untuk
insisi merupakan teknik yang paling terkenal. Aspirin dan antiinflamasi dapat memperlama
waktu perdarahan. Uji ini tidak boleh dilakukan jika penderita sedang mengkonsumsi
antikoagulan atau aspirin; pengobatan harus ditangguhkan dulu selama 3 7 hari.
Pertama, bersihkan anak daun telinga dengan kapas alkohol 70 %, tunggu hingga kering.
Kemudian tusuk pinggir anak daun telinga dengan lancet sedalam 2 mm. Lalu hidupkan
stopwatch saat darah mulai keluar kemudian isap darah yang keluar dengan kertas saring
setiap 30 detik. Kemudian matikan stopwatch pada saat darah berhenti mengalir. Kemudian
kurangi tekanan hingga 0 mmHg lalu lepas manset tensimeter. Lalu hitung masa perdarahan
dengan menghitung jumlah noktah darah yang ada pada kertas saring.
Dari hasil data praktikum yang telah kami dapatkan, terdapat 3 noktah pada kertas saring jadi
waktu perdarahannya adalah 3x30 detik atau 1.5 menit. Hal ini menunjukkan waktu tersebut
masih termasuk dalam waktu perdarahan normal.

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keabnormalan hasil bleeding time yaitu:
Metode yang digunakan; teknik yang tidak tepat bila terjadi luka pungsi yang
mungkin lebih dalam daripada yang seharusnya. Bila tetesan darah ditekan paksa pada
permukaan kertas dan tidak menunggu tetesan darah benar-benar terisap dengan
sendirinya pada kertas penghisap, hal ini dapat merusak partikel fibrin sehingga
memperlama perdarahan.
Obat aspirin dan antikoagulan dapat memperlama perdarahan.

Kesimpulan : waktu yang dibutuhkan dalam percobaan bleeding time ini termasuk normal.