Anda di halaman 1dari 12

DETEKSI UNSUR TAMBAHAN DALAM SENYAWA ORGANIK

Selasa, 30 september 2014


Murni Arifah
1113016200026
Abstrak

Senyawa organik pada umumnya terdiri dari unsur karbon dan hidrogen, namun pada
kenyataannya ada jenis unsur lain didalam senyawa organik tersebut. Unsur tambahan
tersebut berupa unsur Nitrogen, Sulfur, Oksigen dan Halogen.Tujuan dari praktikum ini
adalah untuk mendeteksi adanya unsur lain seperti Nitrogen,Sulfur, dan Halogen ( Cl,
Br, I ) didalam suatu senyawa organik. untuk mendeteksi adanya unsur tambahan dalam
senyawa organik ini, digunakan sebuah metode dengan terlebih dahulu membuat ekstrak
natrium melalui tes Lassaignes, dengan memanfaatkan filtrat ekstrak natrium
keberadaan unsur seperti Nitrogen, sulfur, dan halogen dapat diidentifikasikan dengan
adanya perubahan warna pada filtrat setelah ditambahkan reagen tertentu. Praktikum ini
menghasilkan perubahan warna yang beragam setelah filtrat dari ekstrak natrium
dicampurkan dengan senyawa organik melalui pemanasan. Ada empat tabung dengan
empat reagen yang memberikan reaksi beragam terhadap logam Na. Tabung satu, ekstrak
natrium yang ditambahkan dengan senyawa organik yang mengandung C dan N,
kemudian ditambahkan larutan FeSO4 0,1 M tidak pengalami perubahan warna,
penambahan larutan FeCl3 0,1 M merubahnya menjadi kuning transparan dengan
endapan berwarna kuning. Ekstrak Sulfur 1, ditambahkan dengan larutan Pb(CH3COO)2
0,1 M berubah menjadi warna hitam transparan dengan endapan hitam dan Ekstrak Sulfur
2, ditambahkan dengan larutan AgNO3 0,1 M berubah menjadi warna hitam keruh
dengan endapan hitam. Ekstrak Nitrogen dan Sulfur

dengan logam natrium,

ditambahkan dengan larutan FeCl3 0,1 M berubah menjadi warna hijau. Ekstrak Halogen
dengan natrium, ditambahkan dengan larutan AgNO3 0,1 M berubah menjadi warna putih
dengan endapan putih, kemudian penambahan larutan NH4OH 0,1 M tidak mengalami
perubahan.
Kata Kunci : Filtrat, senyawa organik, unsur tambahan, nitrogen, sulfur, halogen,
perubahan warna, ekstrak natrium, tes lassaignes.

I.

Pendahuluan
Unsur-unsur yang biasanya ditemukan dalam senyawa organik adalah karbon,
hidrogen, nitrogen, sulfur, dan halogen (F, Cl, Br, dan I). Untuk mengidentifikasi
senyawa organik, Pengetahuan tentang elemen yang ada (analisis kualitatif) dan
proporsi relatif dari masing-masing (analisis kuantitatif) sangat penting (Bailey dkk,
1978: 145).

Natrium adalah logam putih-perak yang lunak, melebur pada 97,5. Natrium
teroksidasi dengan cepat dalam udara lembab, maka harus disimpan terendam
seluruhnya dalam pelarut nafta atau silena. Logam ini bereaksi keras dengan air,
membentuk natrium hidroksida dan hidrogen :
2 Na + 2 H2O 2 Na+ + 2OH- + H2
Dalam garam-garamnya, natrium berada sebagai kation monovalen Na+. Garamgaram ini membentuk larutan tak berwarna kecuali jika anionnya berwarna, hampir
semua garam natrium larut dalam air. ( Vogel, 1985: 310 )

Untuk mendeteksi halogen, nitrogen dan sulfur dalam senyawa organik, digunakan
sebuah metode yang dinamakan uji Lassaigne, metode ini adalah tes umum untuk
deteksi halogen, nitrogen dan sulfur dalam senyawa organik. Unsur-unsur ini
berikatan secara kovalen dengan senyawa organik. Dalam rangka untuk mendeteksi
mereka, ini harus diubah menjadi bentuk ionik mereka. Hal ini dilakukan dengan
menggabungkan senyawa organik dengan logam natrium. Senyawa ionik yang
terbentuk selama fusi yang diambil dalam larutan berair dan dapat dideteksi dengan
tes kimia sederhana. Ekstrak ini disebut ekstrak natrium fusi atau ekstrak Lassaigne.
Uji Halogen:
Halogen hadir dalam senyawa organik membentuk natrium halida pada fusi dengan
logam natrium. Sodium halida diekstraksi dengan air dapat dengan mudah
diidentifikasi dengan menambahkan larutan perak nitrat setelah pengasaman dengan
HNO3.
Jika klorin hadir, akan terlihat endapan putih larut dalam larutan amonium
hidroksida terbentuk.

Na + Cl NaCl
NaCl + AgNO3 AgCl + NaNO3
Jika bromin hadir, endapan putih kekuningan sedikit larut dalam larutan amonium
hidroksida terbentuk.
Na + Br NaBr
NaBr + AgNO3 AgBr + NaNO3
Jika yodium hadir, endapan larut kuning dalam larutan amonium hidroksida
terbentuk.
Na + I NaI
NaI + AgNO3 AgI + NaNO3
Uji Nitrogen:
Karbon dan nitrogen hadir dalam senyawa organik pada fusi dengan logam natrium
memberikan sodium sianida (NaCN) larut dalam air. Ini dikonversi ke natrium
ferrocyanide dengan penambahan jumlah yang cukup dari besi sulfat. Ion besi yang
dihasilkan selama proses bereaksi dengan ferrocyanide untuk membentuk endapan
biru Prusia ferrocyanide besi.
Na + C + N NaCN
6NaCN + FeSO4 Na4[Fe(CN)6] + Na2SO4
natrium ferrosianat
Na4[Fe(CN)6] + Fe3+ Fe4[Fe(CN) 6]3
ferrocyanide ferri
Uji Sulphur:
Jika sulfur hadir dalam senyawa organik, sodium fusi akan mengubahnya menjadi
natrium sulfida. Ion sulfida dapat segera diidentifikasi dengan menggunakan natrium
nitroprusside.
Na + S Na2S
Na2S + Na2 [Fe(CN)5NO] Na4[Fe(CN)5NOS]
natrium nitroprusside warna violet
Uji untuk kedua Nitrogen dan Sulphur:
Jika kedua nitrogen dan sulfur ada dalam senyawa organik, natrium fusi akan
mengubahnya menjadi natrium tiosianat yang kemudian bereaksi dengan Fe3 + untuk

membentuk kompleks warna darah [Fe (SCN)] 2 +


Na + C + N S NaSCN
Fe3 ++2Na [Fe (SCN)] 2 +
Catatan: Jika ekstrak Lassaigne yang berisi lebih dari logam natrium, natrium sianida
dan sulfida terbentuk bukan natrium tiosianat.
NaSCN + 2Na NaCN + Na2S
Di sini dalam jenis kasus, baik sulfur dan nitrogen harus diidentifikasi dalam tes
terpisah.
(http://amrita.vlab.co.in/?sub=2&brch=191&sim=344&cnt=1)
Nitrogen terdapat di alam terutama sebagai dinitrogen, N2 (titik didih 77,3 K), yang
terdiri atas 78% dari volume bumi. Kekuatan ikatan NN yang besar pada prinsipnya
bertanggung jawab bagi keinertan kimia N2, dan bagi kenyataan bahwa kebanyakan
senyawaan nitrogen sederhana adalah endotermis meskipun mereka mengandung
ikatan yang kuat. Dinitrogen tercatat tidak reaktif dibandingkan dengan sistem ikatan
rangkap tiga yang isoelektron.(Cotton, 1989:323)
Banyaknya belerang yang berada didalam kerak bumi adalah kira-kitra 0,1 % bobot.
Kelimpahan relatif selain selenium dan telurium, dihitung bersama adalah sepersejuta
dari kelimpahan belerang. Ketiga unsur ini semuanya terdapat di alam, baik dalam
bentuk bebas maupun dalam senyawaan. Selenium adalah unsur yang sering
ditemukan bercampur dengan belerang. Bila belerang terdapat sebagai unsur, biasanya
ia bercampur dengan batu (karang) dan tanah. (Keenan,1992:274)
Empat dari unsur dalam grup VII A adalah flour,klor, brom, dan iod. Golongan VII A
ini disebut dengan golongan Halogen. Kecuali gas mulia, halogen mempunyai energi
pengion dan kelektronegatifan yang paling tinggi dari keluarga golongan manapun.
Dari unsur golongan VII A, flourlah yang paling erat memegang elektron-elektronnya,
dan Iod paling lemah. Kecenderungan ini bisa dikorelasikan dengan ukuran atom
halogen yang dari atas kebawah dalam satu golongan tersebut semakin besar. (
Keenan, 1992:228)
II.

Metodologi
Alat dan Bahan

Dalam percobaan ini digunakan alat-alat berupa, tabung reaksi 4 buah, gelas ukur,
bunsen, penjepit tabung, rak tabung reaksi, korek api, kaca arloji, ring, cawan petri,
batang pengaduk, spatula, corong. Sedangkan untuk bahan yang digunakan adalah
Logam Natrium, sampel organik yang mengandung unsur sianida, sulfur, dan unsur
halogen, aquades, kertas saring. Larutan FeSO4, larutan FeCl3, larutan AgNO3, larutan
Pb(CH3COO)2 dan larutan NH4OH.
Prosedur kerja
Pembuatan Ekstrak Natrium dengan metode lassaigne
Langkah awal untuk membuat ekstrak natrium ini dengan mengambil logam Natrium
yang diletakan dalam minya, memotongnya menjadi bagian paling kecil kemudian
dikeringkan didalam tisu. Setelah benar-benar kering, masukan logam natrium dalam
tabung reaksi kemudian dipanaskan diatas bunsen selama beberapa menit sampai
logam terlihat merah membara. Dalam keadaan membara ini, masukan sampel organik
yang akan diidentifikasikan jenisnya untuk kemudian dipanaskan kembali sampai
beberapa menit hingga timbul percikan apai dalam tabung. Sambil menunggu sampel
dalam tabung reaksi membara dan memercikan api, praktikan menyiapkan 10 ml air
yang dimasukan kedalam cawan petri. Setelah terlihat sampel membara masukan
tabung reaksi kedalam air dalam cawan petri tadi, sampai tabung pecah. Jika tidak
pecah dengan sendirinya, gunakang ring untuk memecahkannya. Saring menggunakan
corong yang dilapisi kertas saring, hingga didapatkan filtrat dari ekstrak natrium
tersebut. Filtrate yang digunakan adalah filtrat yang tidak berwarna, jika filtrate yang
didapatkan masih berwarna, berarti proses pembuatan ekstrak natrium gagal dan harus
diulang pada langkah awal.
Uji Nitrogen
Memasukan filtrat ekstrak natrium yang tadi dibuat kedalam tabung reaksi, untuk
kemudian ditambahkan larutan FeSO4, amati perubahan warna yang terbentuk.
Kemudian tambahkan lagi larutan FeCl3 secukupnya. Penambahan FeSO4 dan FeCl3
dapat ditambahkan secara berulang sampai terjadi perubahan warna.
Uji Sulfur
Ekstrak Natrium yang telah dicampur dengan sampel organik yang mengandung unsur
S ini dimasukan kedalam tabung reaksi. Masukan kedalam dua tabung yang berbeda.

Tambahkkan larutan Pb(CH3COO)2 dalam satu tabung dan masukan AgNO3 pada
tabung yang lain. Amati perubahan warna yang terjadi.
Uji Nitrogen dan sulfur
Ektrak natrium dimaukan kedalam tabung reaksi kemudian tambahkan larutan FeCl3
kedalamnya. Amati perubahan warna yang terjadi.
Uji Halogen
Filtrat yang telah didapatkan pada prosedur pertama dimasukan kedalam tabung reaksi.
Kemudian tambahkan AgNO3 dan amati perubahan warna yang terjadi. Setelah terlihat
perubahan warna, tambahkan larutan NH4OH kedalam tabung reaksi dan amati
perubahan warna yang terbentuk.
III.

Hasil dan Pembahasan


No
1

Uji Tentang
Nitrogen

Sulfur

Halogen

Nitrogen dan sulfur

Warna
Kuning
Kuning
Hitam
Hitam pekat
Putih
Bening

Hijau tua

Percobaan deteksi adanya unsur tambahan dalam senyawa organik ini dilakukan
dengan menggunakan ekstrak logam natrium yang ditambahkan dengan senya organik
yang mengandung unsur tertentu yang dapat direaksikan dengan unsur lain yang akan
dideteksi keberadaannya dalam senyawa organik tersebut.

Hasil percobaan menunjukkan ekstrak Nitrogen dengan logam natrium yang


ditambahkan dengan larutan FeSO4 0,1 M tidak pengalami perubahan warna, kemudian
penambahan larutan FeCl3 0,1 M merubahnya menjadi kuning transparan dengan
endapan berwarna kuning. Hasil ini tidak sesuai dengan teori, karena seharusnya ion

besi yang dihasilkan selama proses akan bereaksi dengan ferosianida untuk membentuk
endapan biru Prusia ferosianida besi.
(http://amrita.vlab.co.in/?sub=2&brch=191&sim=344&cnt=1)
Ketidak sesuaian hasil percobaan dengan teori yang ada, dimungkinkan terjadi karena
adanya kesalahan yang dilakukan praktikan ketika membuat ekstrak Natrium. Ketika
Natrium belum membara, sampel organik sudah dimasukan sehingga saat ektrak ini
direaksikan dengan suatu reagen tidak memberikan reaksi perubahan warna seperti
pada teori.
Pada tabung reaksi kedua, ekstrak Sulfur 1, ditambahkan dengan larutan Pb(CH3COO)2
0,1 M berubah menjadi warna hitam transparan dengan endapan hitam dan Ekstrak
Sulfur 2, ditambahkan dengan larutan AgNO3 0,1 M berubah menjadi warna hitam
keruh dengan endapan hitam, percobaan ini sesuai dengan teori yang ada. Sedangkan
pada tabung ketiga yaitu uji halogen, pada hasil perubahan warna pertama
menunjukkan perubahan warna menjadi putih saat ditambahkan AgNO3, akan tetapi
pada saat ditambahkan NH4OH warna menjadi bening atau kembali seperti semula
sebelum dicampurkan apapun, padahal seharusnya menurut teori warna larutan
berubah menjadi kuning. Berarti pada tabung ketiga juga mengalami kegagalan pada
saat pembuatan ekstrak Na yang bercampur dnegan senyawa halogen. Dikarenakan
pada saat pemanasan pertama logam Na terlalu lama, menjadikan loigam Na tidak
berubah warna menjadi merah membara sesuai dengan langkah percobaan yang
dijelaskan dalam modul. Dan pada tabung reaksi terakhir, saat menambahkan ekstrak
Na yang telah bercampur dengan sampel nitrogen dan sulfur, terjadi perubahan warna
menjadi hijau tua, padahal sesuai dengan teori warna yang harusnya muncul adalah
merah darah.
IV.

KESIMPULAN
Dari percobaan dan analisis data yang dilakukan oleh praktikan, dapat ditarik beberapa
kesimpulan :
1. Dalam pengujian deteksi unsur tambahan daam senyawa organik diperlukan
kejelian dalam pembuatan ekstrak natrium.

2. Uji nitrogen dengan ektrak logam natrium dengan nitrogen akan menghasilkan
perubahan warna dari bening menjadi biru prussia , pada senyawa sulfur warna
yang harus dihasilkan berwarna hitam, pada senyawa nitrogen dan sulfur warna
yang harus dihasilkan adalah warna merah darah, sedangkan pada uji halogen
warna yang seharusnya dihasilkan adalah warna putih kemudian menjadi warna
kuning.
3. Uji Sulfur dan Uji Halogen dengan ektrak lassaigne sudah sesuai dengan teori, yang
berarti menemukan unsur S dan Cl di dalam senyawa organik.
4. Uji Nitrogen dan Uji Nitrogen + Sulfur dengan ektrak lassaigne tidak sesuai dengan
teori, yang berarti tidak menemukan unsur N dan S di dalam senyawa organik.

V.

Daftar Pustaka
Bailey, Dills dan Bailey. LABORATORY EXPERIMENTS FOR ORGANIC
CHEMISTRY A Brief Survey of Concepts and Applications. USA: Allynand
Bacon. 1978.
Keenan, Charles W, Donal C. Kleinfelter, dan Jesse H. Wood. Ilmu Kimia untuk
Universitas Keenam. Jakarta : Erlangga, 1984.
Vogel.. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro Edisi Kelima
Jilid 1. Alih bahasa: Setiono, A.Hadiyana.Jakarta : Kalman Media
Pustaka.1985.
Amrita.DetectionofElements:LassaignesTest(http://amrita.vlab.co.in/?sub=2&brch=1
91&sim=344&cnt=1).Diakses tanggal pada 5 Oktober 2014 pukul 20.10 WIB.

VI.

Lampiran

Persamaan Reaksi
Uji Nitrogen
6NaCN+FeSO4

Na4[Fe(CN)6] +4FeCl3

Na[Fe(CN)6] + Na2SO4

Fe [Fe(CN) ]
4

6 3

+ 12 NaCl

Uji sulfur
Na2S + Pb(CH3COO)2
Na2S + 2 AgNO3

PbS + 2CH3COONa

Ag S + 2NaNo
2

Uji Sulfur dan Nitrogen


NaCNS + FeCl3

[Fe(SCN)]

2+

+ Na+ + 3Cl-

Uji Halogen
NaCl + AgNO3

AgCl + 2NH4OH

AgCl + NaNO3

[Ag(NH ) ]Cl + 2H O

Foto Praktikum

3 2

Post lab

1. Mengapa hanya memotong logam natrium yang digunakan untuk penggabungan pada
senyawa organik?
Jawab: Logam natrium dipotong menjadi kecil untuk membuat ekstrak
natrium yang digunakan untuk uji Lassaigne. Uji lassaigne digunakan untuk
menentukan nitrogen, sulfur dan senyawa halogen yang merupakan bagian
dari senyawa organik.
2. Mengapa perlu untuk melaksanakan penggabungan senyawa organik dengan logam
natrium, kemudian mengapa menggunakan pemanasan pada tabung?
Jawab: Logam Na digunakan dalam pembuatan ekstrak Lassaigne, karena
logam Na memiliki kereaktifitasan yang paling rendah dengan unsur
lainnya sesama golongan IA. Sehingga potensi bahayanya juga dapat
diduga dan dikendalikan dengan baik. Kenapa melakukan pemanasan
karena pada pembuatan ekstrak Lassaigne, proses pemanasan logam Na
sampai bercahaya/merah membara ( reaksi fusi komplit ) sangatlah penting,
agar pada uji Lassaigne berhasil maka digunakan pemanasan pada logam
natrium.
3. Pada pengujian sementara untuk nitrogen, mengapa perlu menetralkan ekstrak
natrium dengan asam?
Jawab: Untuk membuat ekstrak natrium menjadi netral ketika dicampurkan
dengan senyawa organik lain.
4. Mengapa perlu untuk melebur senyawa organik dengan natrium untuk melakukan tes
deteksi elemen tambahan?
Jawab: Melebur senyawa organik dengan natrium dilakukan untuk
mengidentifikasi, apakah di dalam senyawa yang diuji terdapat unsur
nitrogen,sulfur, dan halogen.
5. Mengapa Br dan I mengungsi dari garamnya di dalam air klorin?
Jawab: Karena bromin, iodin, dan klorin memilik kesamaan sifat dalam
senyawa halogen.

6. Apa yang akan terjadi jika ekstrak natrium tidak sepenuhnya di netralisir sebelum
melakukan uji untuk halogen menggunakan perak nitrat?
Jawab: Tidak akan ditemukan identifikasi elemen tambahan senyawa
organik pada larutan tersebut.
7. Mengapa penting untuk menggunakan air suling dalam penyusunan ekstrak natrium?
Jawab: Untuk membuat tabung reaksi ketika dipecahkan seusai pembakaran
menjadi lebih mudah pecah dan untuk melarutkan cairan didalam tabung
reaksi tersebut.