Anda di halaman 1dari 5

Nama : Dwi Rangga Seto

NIM : 115020300111106

1. Aktivitas pengendalian yang tampak pada sistem perolehan persediaan di PT Maju Makmur:
Aktivitas pengendalian
Adanya pencatatan persediaan secara

Tujuan
Asersi penilaian dan alokasi atau persediaan

perpetual yang dilakukan oleh pihak

dinilai dengan tepat dan ter-update

eksternal perusahaan
Setiap permintaan barang untuk mengisi

Asersi hak dan kewajiban atau persediaan

persediaan yang berkurang selalu dimintakan

yang dipesan benar-benar milik PT Maju

otorisasi atau persetujuan ke presiden

Makmur

terlebih dahulu
Terdapat pemeriksaan barang yang dipesan

Asersi keberadaan dan keterjadian bahwa

pencocokkan dengan faktur dan pemeriksaan

persediaan yang dilaporkan nanti benar-

kebenaran perhitungan dalam faktur

benar ada dan akun ditulis secara lengkap.


Aktivitas pemeriksaan fisik dan
pencocokkan dengan dokumen mendukung
asersi kelengkapan yang bertujuan untuk
mengetahui apakah barang sudah memiliki
dokumen pendukung yang lengkap, serta

Terdapat update catatan jurnal pembelian

telah sesuai dengan kualifikasi pesanan.


Pencatatan oleh controller bertujuan

persediaan

memenuhi asersi penyajian dan


pengungkapan, melalui penjurnalan
persediaan yang benar maka persediaan
akan disajikan dengan tepat pada LK

Perolehan barang secara online dapat menimbulkan permasalahan terkait kebenaran hal tersebut
terjadi nantinya dan bagaimana perlakuan atas pembatalan transaksi terkait. Pembelian barang
secara online memberikan dampak yang berbeda jika dibandingkan dengan pembelian persediaan
secara konvensional atau langsung. Pembelian barang secara online memperkecil adanya tindakan
kecurangan berupa penjualan fiktif. Hal ini terkait dengan bukti pembelian barang yang berasal dari
pihak eksternal (misalnya faktur pembelian) tidak mungkin untuk dipalsukan. Bukti pembelian
tersebut tentunya telah disediakan melalui format baku yang disediakan oleh server pihak supplier.
Namun, tidak menutup kemungkinan jika pembelian secara online menimbulkan permasalahan baru
berupa penipuan dari supplier misalnya: pembayaran telah dilakukan, tetapi barang tidak dikirim

dan pembatalan pembelian namun tetap diproses sehingga PT Maju Makmur terpaksa melakukan
pembayaran atas barang yg tidak pernah diterima.
Aktivitas pengendalian yang tampak pada sistem perolehan persediaan perusahaan adalah:
a. Hardcopy bukti transaksi pemesanan dan pembelian barang dicetak dan diberikan kepada
Langgeng Santoso untuk aktivitas pemeriksaan akhir. Tujuannya memastikan bukti transaksi
pemesanan dan pembelian barang tersimpan baik untuk menunjukkan apakah aktiva atau
kewajiban entitas memang benar-benar ada pada tanggal tertentu dan apakah transaksi yang
dicatat benar-benar telah terjadi selama periode tersebut(Asersi keberadaan atau kejadian
juga kelengkapan). Aktivitas ini juga menunjukkan apakah semua ytransaksi dan akun yang
harus disajikan benar-benar telah dicantumkan.
b. Lembar permintaan akan dibatalkan ketika mereka memutuskan untuk membut perubahan
kemudian dibuat lembar permintaan yang baru sesuai kesepakatan yang dibuat antara
Langgeng Santoso dan Samsul Arif. Setelah disetujui lembar permintaan pertama permintaan
barang diberikan pada bagian treasuri, lembar kedua diberikan kepada controller, dan lembar
ketiga diberikan kepada Samsul Arif untuk diarsip dibagian operasional dan logistik.
Tujuannya adalah menunjukkan apakah aktiva atau kewajiban entitas memang benar-benar
ada pada tanggal tertentu dan apakah transaksi yang dicatat benar-benar telah terjadi selama
periode tersebut(Asersi keberadaan atau kejadian).
c. Saat barang datang, departemen operasional dan logistik memeriksa apakah ada barang cacat.
Tujuannya adalah menunjukkan apakah aktiva atau kewajiban entitas memang benar-benar
ada pada tanggal tertentu dan apakah transaksi yang dicatat benar-benar telah terjadi selama
periode tersebut(Asersi keberadaan atau kejadian).
d. Satu lembar laporan penerimaan barang diberikan ke kantor treasuri sementara lembar
berikutnya diberikan ke divisi controller untuk mengupdate jurnal terkait dengan pembelian
persediaan. Tujuannya adalah menunjukkan apakah aktiva atau kewajiban entitas memang
benar-benar ada pada tanggal tertentu dan apakah transaksi yang dicatat benar-benar telah
terjadi selama periode tersebut. Juga sersi penilaian atau alokasi(Asersi keberadaan atau
kejadian).
e. Karyawan memberikan stempel nomor dokumen dan verifikasi individu pada saat faktur dari
Samsang tiba. Kantor treasuriakan mencocokan kesesuaian faktur dari Samsang dengan
dokumen permintaan barang dan laporan penerimaan barang. Treasurer memberikan tanda
LUNAS di faktur dan memberikan nomor cek. Tujuannya adalah untuk asersi keberadaan

atau kejadian. Aktivitas ini bertujuan untuk menunjukkan apakah aktiva atau kewajiban
entitas memang benar-benar ada pada tanggal tertentu dan apakah transaksi yang dicatat
benar-benar telah terjadi selama periode tersebut

2. Prosedur Pertama: Memeriksa cek yang dikeluarkan dan mencari dokumen pendukung (asersi
kelengkapan), dengan tujuan mengetahui apakah transaksi terkait perolehan persediaan ada pada
tanggal tertentu dan apakah transaksi yang dicatat telah terjadi selama periode tertentu tersebut telah
dicatat secara lengkap oleh PT Maju Makmur
Prosedur Kedua:Memilih laporan penerimaan barang dan mencatat subsequent event (asersi
penyajian dan pengungkapan), dengan tujuan mengetahui apakah semua transaksi pembelian
persediaan dan akun yang seharusnya disajikan dalam laporan keuangan telah dicantumkan di
dalamnya guna mengetahui adanya dokumen fiktif yang mengindikasikan pembelian fiktif atau
tidak.
Asersi hak dan kewajiban :Untuk memastikan bahwa persediaan adalah hak dan kewajibannya
adalah hutang. Dimana antara keduanya apa sudah dicatat dengan benar.
3. Ya mungkin saja bisa terjadi kasus pembayaran terhadap barang yang tidak terima. Ini dikarenakan
adanya kondisi perubahan permintaan atau pembatalan pesanan namun tetap ditagihkan oleh pihak
eksternal ke perusahaan. Namun kemungkinan pembayaran barang yang tidak diterima cukup kecil
pula bilamana kita melihat ke pengendalian yang telah dimiliki oleh perusahaan berupa sistem
pembayaran atas transaksi pembelian sudah dilakukan oleh bagian yang terpisah dari pencatatan,
yaitu Treasuri. Treasuri juga selalu akan mencocokkan faktur pembelian dari supplier (Samsang)
dengan Laporan Penerimana Barang dan dokumen permintaan barang terkait.
Perusahaan tidak mampu membayar persediaan yang telah diterima bisa saja karena perusahaan
tidak memiliki cukup dana untuk membayarnya, dan adanya kepercayaan dari pihak Samsang
bahwa perusahaan bisa melakukan negosiasi untuk pembayaran di kemudian hari. Bisa jadi
perusahaan memesan persediaan yang penjualannya tidak potensial sehingga menumpuk di gudang
dan berujung pada macetnya arus kas masuk untuk membayar tagihan persediaan tersebut.
Sifat transaksi yang berujung pada kesalahan seperti:Kemungkinan adanya pengeluaran cek untuk
pembelian yang tidak disetujui, Kemungkinan voucher dibayar dua kali, Check mungkin
dibayarkan untuk jumlah yang salah, Perusahaan tidak mengakui adanya kewajiban ketika telah
melakukan pemesanan persediaan
4. Tujuan dokumen audit pada lampiran 6a yaitu:
a. Untuk memeriksa pengeluaran kas dilakukan dengan komitmen yang sah dan disetujui oleh
orang yang tepat.
b. Untuk memeriksa semua barang dipesan dan diterima tepat dan sesuai dengan tujuan bisnis
perusahaan.

c. Untuk memeriksa asersi manajemen mengenai perolehan barang dan persediaan


d. Untuk memeriksa beban dan aset dinilai dan diklasifikasikan dengan tepat.
Dokumen audit pada Lampiran 6a adalah kertas kerja audit yang merupakan dokumen audit
milik KAP Adi Susilo dan Rekan dikarenakan dokumen tersebut berisi prosedur audit atas
perolehan persediaan dan transaksi pengeluaran kas dengan memeriksa beberapa cek yang telah
dijadikan sampel yang nantinya menjadi bukti audit yang dapat memberikan keyakinan auditor
dalam memberikan opininya.
5. Supervisi terhadap asisten dalam tim audit harus dilakukan dengan baik, dan penting dilakukan
karenadalam rangka menjaga profesionalitas dan independensi seorang auditor(SASeksi 311).
Bentuk pengawasan yang dapat dilakukan menurut PSA No. 5 (SA Seksi 311 Pengawasan dan
Supervisi) adalahMemberikan instruksi kepada asisten, Tetap menjaga penyampaian informasi
masalah penting yang dijumpai dalam audit, Me-review pekerjaan yang dilaksanakan,
Menyelesaikan perbedaan pendapat di antara staf audit kantor akuntan.
Bentuk supervisi yang terdapat dalam dokumen audit lampiran 6 (a) yaitu adanya review oleh Indah
Sanjaya (Auditor Senior) dan Rangga Prawiro (Manajer). Selain itu, dapat dilakukan atas pekerjaan
Ruslan Gani : 1) Selain adanya nama dan tanggal review, juga dapat memberikan paraf dari pereview, 2) Ada catatan dari pe-review mengenai hasil diskusi dengan staf atau perbaikan-perbaikan
yang diperlukan dan alasannya.
6. N-2 pada bagian atas dokumen audit pada Lampiran 6 (a) berarti
N:merupakan singkatan untuk prosedur pengujian perolehan persediaan dan transaksi pengeluaran
kas.
2: merupakan tahapan pengujian yang sedang dilakukan adalah tahapan ke-2.
Hal ini dapat dilihat pada judul working paper, yaitu perolehan persediaan dan transaksi
pengeluaran kas.
7. Berdasarkan PSA nomor 15 (SA seksi 339, Kertas Kerja merupakan kertas-kertas yang diperoleh
akuntan selama melakukanpemeriksaan dan dikumpulkan untuk memperlihatkan pekerjaan yang
telahdilaksanakan, metode dan prosedur pemeriksaan yang diikuti serta kesimpulan
kesimpulanyang telah dibuatnya). Kuantitas, tipe, dan isi kertas kerja bervariasi dengan keadaan
yang dihadapi oleh auditor, yang penting KK harus cukup memperlihatkan bahwa catatan
akuntansi cocok dengan laporan keuangan atau informasi lain yang dilaporkan serta standar
pekerjaan lapangan yang dapat diterapkan telah diamati. Kertas kerja biasanya harus berisi
dokumentasi yang memperlihatkan:
Pekerjaan telah direncanakan dan disupervisi dengan baik, yang menunjukkan diamatinya standar
pekerjaan lapangan yang pertama.
Bukti audit yang telah diperoleh, prosedur audit yang telah diterapkan, dan pengujian yang telah
dilaksanakan, memberikan bukti kompeten yang cukup sebagai dasar memadai untuk menyatakan

pendapat atas laporan keuangan auditan, yang menunjukkan diamatinya standar pekerjaan lapangan
ketiga.
Pemahaman memadai atas pengendalian intern telah diperoleh untuk merencanakan audit dan
menentukan sifat, saat, dan lingkup pengujian yang telah dilakukan.
Untuk itu sasaran, kesimpulan dan keluasan pengujian harus ditampilkan sebagai bahan
pertimbangan dan maksud dilakukan prosedur audit tersebut.
8. Prosedur audit pada kasus di atas didesain oleh supervisor in charge dalam perikatan dengan PT
Maju Makmur, Indah Sanjaya.Prosedur audit dapat dibuat berbeda karena memiliki tujuan yang
berbeda pula yaitu untuk menyesuaikan situasi dan kondisi bisnis klien, permasalahan yang ada,
serta asersi manajemen yang ditentukan dengan tetap sesuai Standar Auditing yang berlaku umum.
a. Sebelum menerima perikatan audit, auditor diwajibkan untuk memperoleh pemahaman
mengenai proses bisnis klien untuk dapat merencanakan prosedur audit yang disesuaikan dengan
kondisi bisnis klien. Jika auditor menggunakan prosedur audit yang sudahterstandarisasi, maka
akan menyulitkan auditor dan dapat menyebabkan kegagalan audit (audit failure) karena
prosedur yang direncanakan tidak sesuai dengan kondisi klien yang akhirnya menyebabkan
auditor kesulitan dalam menemukan bukti audit yang memadai.
b. Kertas kerja sebagai dokumen audit yang berisi prosedur audit dapat dibuat terstandarisasi agar
quality control-nyabaik, tetapijugadapat dibuat kertas kerja yang tidak harus terstandarisasi tapi
tetap harus informatif dan sesuai dengan tujuan audit yang telah ditentukan.
c. Prosedur audit awal atas saldo akun aktiva tetap yang akan diuji lebih lanjut
d. Permintaan keterangan, meliputi permintaan keterangan secara lisan atau tertulis oleh auditor.
e. Penelusuran, dimana auditor memilih dokumen yang dibuat pada saat transaksi dilaksanakan,
dan menentukan bahwa informasi yang diberikan oleh dokumen tersebut telah dicatat dengan
benar dalam catatan akuntansi.
Berdasarkanpoin-poinpenjelasandiatasmakaprosedur
memilikikelebihandankekuranganmasing-masing.

audit

spesifikdan

standard